• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRODUKSI PEMADATAN

Dalam dokumen BUKU ALAT ALAT BERAT DAN PENGGUNAANNYA (Halaman 130-141)

IV.7. PERALATAN UNTUK PEMADATAN

IV.7.8. PRODUKSI PEMADATAN

120

Produksi pemadatan dinyatakan dalam compacted cubic yard per jam (ccy/jam) atau compacted cubic meter per jam (cern/jam) .

Rumus dibawah ini bisa dipakai untuk menghitung produksi pamadatan :

satuan lnggris CCY/jam WxLxSxC

p satuan metrik = CM3/jam = W x L x S

p

dimana W Iebar pemadatan dalam satu laluan (feet untuk satuan lnggris atau meter untuk satuan metrik).

L Tebal lapisan (inch atau mm) .

S Kecepatan rata-rata (mph atau km/jam) .

C Tetapan konversi dari satuan lnggris ke satuan metrik

c

== 1

[Z

W@

16,3

P == Jumlah pass yang diperlukan untuk kepadatan tertentu . Jika pengukuran kecepatan yang sebenarnya tak dapat dilakukan, maka kecepatan rata-rata di bawan ini bisa digunakan sebagai pedoman :

Sheep foot roller dengan penggerak sendiri 5 mile per hour (mph ).

atau

±

7,5 km/jam.

Pneumatic tired roller dengan penggerak sendiri 7 mile per hou r (mph), atau

±

10 km/jam.

Sheep foot roller 、 ゥ エ。イセォ@ (towed) oleh wheel tractor 5 - 10 mph atau + 7,5- 15 km / jam

Sheep foot roller ditari k (towed) oleh crawler tractor 3 - 4 mph , atau 4,5 - 6 km / jam .

Pneumatic roller ditarik 3 - 5 mph , atau 4,5 - 7,5 km / jam . Contoh :

Tentukan produksi pneumatic tired roller 10 ton dengan mesin penggerak sendiri (self propelled) dengan Iebar effektif 1800 mm, untuk mencapai kepadatan yang digunakan dengan tebal 10 em diperlukan 4 laluan , kece- patan yang digunakan 7 mph - (± 11km/ jam) .

Dari soal : W 1800 mm

=

1,8 m S 11 km / jam

p 4

L 10 em = 100 mm Taksiran produksi :

CM3/jam

w

X

s

X L

p

1,8 X 11 X 100 4

495 m3 (compacted) per jam.

Faktor koreksi belum diperhitungkan untuk taksiran tersebut.

PENGERUKAN (DREDGING).

V .1. UMUM.

Dalam pekerjaan perbaikan sungai terutama dalam masalah pengeruk- an sedimen, biasanya digunakan suatu kapal keruk, di samping alat-alat lainnya.

Pengerukan ini dimaksudkan untuk membuat alur sungai seperti yang di- inginkan, dengan memperdalam atau memperlebar alur sungai, tetapi juga kadang-kadang pekerjaan pengerukan ini d1pergunakan pada pekerjaan re- klamasi.

'--- - --

Dalam pekerjaan pengerukan, sebelum dimulai terlebih dahulu harus diadakan suatu penelitian, maksudnya agar pengerukan ini betul-betul berdaya guna dan diusahakan agar seekonomis mungkin.

122

Penelitian tersebut di antaranya adalah : 1. Survey Penampang :

Survey ini dilakukan untuk me ngetahui keadaan profil sungai pada saat sebelum diadakannya pengerukan, juga untuk mengetahui besar volume pengerukan yang nanti akan dikerjakan, dan sebaiknya antara survey dan pelaksanaan tidak terlalu lama, agar perhitungan ti·

dak jauh berbeda. Pada pekerjaan pengerukan ini, ditempatkan patok·

patok penampang sejarak

20

atau 30 meter sepanjang sungai yang akan dikeruk, atau jika sungainya sangat berbelok-belok jarak ini dapat lebih diperpendek. Pada ー・ョ。ュー。ョァ ᄋ ーセョ。ュー。ョァ@ inilah kita mengukur kedalaman sungai, dengan melintasi sungai secara tegak

lurus arah aliran. ·

Tidak seluruh titik kita ukur kedalamannya, tetapi mempunyai inter·

val antara 2,5 atau 5 meter; untuk sungai yang sempit interval ini dapat dirapatkan/diperkecil.

Jika pengukuran demikian tidak memungkinkan, maka bisa dilaksana·

kan dengan cara Echo sounding yakni suatu cara pengukuran kedalam·

an dengan menggunakan alat dengan getaran suara.

2. Survey keadaan tanah.

Agar pemakaian jenis kapal keruk betul·betul tepat, maka harus diadakan penyelidikan tentang jenis tanah pada tempat-tempat yang bersangkutan. Methode penyelidikan tanah yang lazim digunakan an- tara lain :

A. Pengeboran.

Pada keadaan kondisi geologi yang rumit dan lebarnya areal sur- vey, biasanya dililkukan jet boring dan sounding test tipe Swe·

dia.

Contoh·a>ntoh yang diselidiki umumnya diambil pada kedalam- an 2 meter dari dasar, jika pada kedalaman ini jenisnya berubah- ubah, maka harus diambil contoh setiap lapisan.

Contoh-contoh ini diklasifikasikan dalam contoh kering dan contoh basah.

Dalam percobaan contoh basah harus diketahui : Berat jenis butiran tanah.

Koefisien Keseragaman (060/010).

Kurv11 pembagian butiran Dan lain-lain.

Percobaan kering harus diketahui : Berat jenis butir tanah.

Kadar lembab. (Moisture content) Koefisien Keseragaman (060/010).

Pembagian butiran

Shearing test dan three axial test jika diperlukan. (Uji ge- ser dan Uji Tiga Sumbu)

B. Jet Boring.

Cara in i dapat d ipakai untuk meng ira-ngira tebal lapisa n. Sebuah pi pa yang ujungnya d iber i noz zl e , d ijatuhkan ke da lam tanah / lu mpur, ke d alam pi pa in i d ial irkan a ir be rtekanan ti ngg i.

Car a dem ik ia n sangat cepat dengan kecepatan leb ih ku rang 10 tempat per hari.

Kesimpulan yang akan didapat dari percobaan ini adalah : Te bal lumpur dapat diketahu i dari masuknya pipa keda- lam tanah.

Bil a pipa diangkat setinggi kira-kira 1 meter dan kemudian di jatuhkan, jika pipa masuk ke dalam tanah lebih dari 50 em, maka dianggap lumpur.

3. Penelitiar. t empat pembuangan.

Agar d idapatkan suatu daerah pembuangan y ang ekonom is dengan memperhatikan beberapa faktor , maka perlu diteliti tempat un t uk membuang hasi l pengeruka n (lumpur) .

J ika lumpur ini akan digunakan untuk reklamasi, maka biayanya akan lebih murah .

Luas daerah pembuangan , kond isi topograf i dan mengalirnya kembali a ir ke sungai harus benar-benar diperhatikan.

4. 4 .Penelitian Hidrologi & Hidromettri

V.2.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, maka perlu dise lidiki pula,

tinggi air normal tinggi air maksimum tinggi air terendah kecepatan aliran air keadaan ang in dan ombak pasang surut.

5. Lain-lain.

Selain hal -hal yang telah disebut di atas, masih ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian antara lain :

rintangan-rintangan yang ada, jembatan dan lain-lain yang akan menghambat operasi kapal keruk .

kedalaman air untuk operasi dan pemindahan kapal keruk.

fT IPE KAPAL KERUK.

I

Ada beberapa tipe kapal keruk, yang biasa dioperasikan, bermesin penggerak sendiri maupun tidak. Biasanya kapasitas kapal keruk antara 200 - 1000 HP.

Tipenya adalah : 1. Grab dredger.

Grab bucket beroperasi memakai crane " pristman " , kurang ba ik un - tuk tanah yang keras tetapi baik dioperasikan pada daerah-daerah yang sempit, dengan kapasitas bucket 0,5 - 4 m3.

Gambar V.2.0.1 .

: .. •• - " ' : <(to. · -c.- _,-..:;q,cw(o.>-" M セ@ •t,..

M.(,, . . . セ ᄋNN[Zセ セ セᄋN@ :.__-¥ .. セMセNNNNZZ]NLA@ ....

MM j|ᄆセ@ .... |ZセMMセ@ -·-:- . -__ N M ⦅ LLL ⦅セ M MM

124

TABEL V.2.02.

Kapasitas Grab Dredger :

Keadaan Kapasitas Kapasitas Volume

tanah. nominal aktual grab

( m3/ jam) ( m3/jam) ( m3 ).

Lumpur 240 200 4,0

Pasir 240 160 4,0

Pasir padat 240 230 4,0

Tanah keras 150 40 70 2.4

Lumpur 80 70 80 1,5

Pasir 80 70 80 1,5

Pasir padat 80 50 70 1,5

Tanah keras 80 30 40 1,5

Lumpur 56 50 0,8

Pasir 56 40 0,8

Pasir padat 56 24 27 0,8

Tanah keras 56 13 15 0,8

Lumpur 35 30 35 0,8

Pasir 35 20 25 0,5

Pasir padat 35 16-20 0,5

Tanah keras 35 5 - 10 0,5

L Bucket Dredger :

, r.

Tipe ini mempunyai bucket berbentuk lingkaran diputarkan oleh dumbler, jenis ini untuk kapasitas yang kecil tidak mernpunyai mesin penggerak sendiri (unnavigable), selain itu ada juga yang mempunyai mesin penggerak sendiri.

r

Hasil pengerukannya dimasukkan ke dalam suatu barge (tongkang), efisiensi dredger ini rata-rata 70%, tapi biasanya tergantung pula pada

ォセ セ 。セョ@ tanah, dan faktor lain.

TABEL V .2.0.3. Kapasitas Buckef Dredger.

Kapasitas Kapasitas aktual (m3) lsi

Nominal Pasir pasir lumpur bucket

(m3) padat kcras ( m3)

600 250 130 0.8

300 180 40 180 0,5

3. Dipper Dredger :

I

Kapal keruk ini dilengkapi dengan 3 buah spud, dengan spud-spud ini kapal keruk bergerak untuk beroperasi, -sehingga alat bantu seperti

v--

126

(

sauh dan kabel baja tidak diperlukan.

Dredger ini mempunyai efisiensi 50%.

TABEL V.2.04 . Kapasitas Dipper Dredger.

Kapasitas Nominal (m3)

120 200

Kapasitas Aktual (m3) Granit yang batu hancur telah hancur

50

50

Crawler Bucket Dredger.

lsi Dipper (m3 ).

3

4.4

4. Rock Cutter :

Untuk mengerjakan batuan yang keras, maka dipakai Rock Cutter, ada dua jenis rock cutter ini :

Weight type memecahkan batu dengan tumbuhan akibat gaya berat sendiri.

Percussion type memecahkan batu dengan rock hammer/

pemukul batu .

,....--

5.

Suction Dredger :

I Suction dredger , dikatakan "suction" karena dredger i[li di lengkapi dengan pompa isap tekan yang dipasang dalam ruang mesi n.

Pengerukan dilakukan dengan cara menghisap sedimen yang dikeruk.

Jenis·jenisnya ada yang mempunyai penggerak sendiri (navigable) ada pula yang unnavigable.

" - - l:trrtuk jenis yang unnavigable , ada tipe dengan cutter yakni dilengkapi pisau untuk menghancurkan materialnya, juga tipe tanpa cutter, tipe ini sebagai pengganti pisau dilengkapi oleh jet water (semprotan air) untuk material-material lunak.

5 .1. aャ。エᄋ。 セ エ@ yang penting : A. Pompa induk.

1

· Type pompa ini pada umumnya "centrifugal single acting

.

pump", dihubungkan pada mesin dengan memakai ko-

ZゥャゥイNNMML[[セN⦅M 'k_ng

elastis.

B. Cutter dan Ujung pipa hisap.

Di ujung pipa hisap juga terdapat pisau yang dibuat dari baja cor, demikian pula bagian ujung dari pipa hisap.

Tipe cutter in i ada yang terbuka juga tipe tertutup.

Jenis terbuka terd ir i dari p isau-pisau biasa atau berbentuk sisi r, sedangkan jenis cutter tertutup mempunyai bentuk seperti Spiral sehingga mempunyai daya hisap yang besar.

Tenaga yang dipakai untuk menggerakkan cutter ini kira - kira 1/ 5 h ingga 1/3 dari tenaga pompa .

C. Ladder. (Tangga penopang)

Ladder dipasang bersama-sama pipa hisap, pada kedalam- an maksimum pengerukan sudut ladder maksimum / kurang lebih 45° terhadap muka air.

D. Pipa · pipa.

Pipa hisap (suction pipe) dihubungkan dengan p ipa-pipa lainnya yang ada dalam kapal melalui ladder. Pipa untuk membuang dihubungkan dengan pipa apung de ngan me- makai pipa elastis (karet). pipa apung ini ditopang oleh ponton-ponton.

E. Pompa pasir.

Pompa pasir ini juga pompa centrifugal, debitnya dipenga ruhi oleh putaran impeller dan panjang pipa.

127

I'

H.

I•

L ____}

D1pper dredge

Gambar :

Suction Dra:iger.

Kabel ....-. セウャゥョァ@ de-

セ@ · ngan sauh/

jangkar di - ujungnya .

130

Rangka bentuk K Ruang operasi Rumah mesin

Dredge

G.-nbar skema pampa

T ekan _ Hisap dari kapa1 keruk

Rangka bentuk A ·

Cutter

5.2. Tenaga/pompa yang diperlukan .dapat dihitung dengan rumus : p 1000 W.O .H

75 n

P tenaga pampa ( H P )

W Berat jenis sedimen ( ton/m3 ) 0 Debit pampa ( m3/ jam )

H Total head (tinggi penghisapan) (m) n = Efisiensi pampa (0.5 - 0.6)

Dalam dokumen BUKU ALAT ALAT BERAT DAN PENGGUNAANNYA (Halaman 130-141)