Faktor-faktor Manfaat (Rata-rata)
• Mengurangi pengerjaan ulang dan pemborosan
• Membantu mencapai TQM
• Mengurangi audit kualitas supplier oleh pelanggan
• Memperbaiki/ meningkatkan produktivitas
• Memperbaiki moral karyawan
• Mengurangi biaya
• Meningkatkan profit
3,27 2,97 2,95 2,92 2,85 2,77
Sumber: Ek & Cheng (1995)
Tabel 3.4 tersebut menggunakan penilaian terhadap manfaat pencapaian sertifikasi dengan skala: 5 - critically important; 4 - very important; 3 - good to have; 2 - not important; 1 - disagree. Apabila dilihat pada Tabel 7.4 tersebut, ternyata manfaat tertinggi dari penerapan standar sistem manajemen kualitas ISO 9000 adalah memperbaiki sistem kualitas yang ada (3,88) dan pendokumentasian sistem kualitas yang ada (3,86).
2. Standar yang harus mempunyai struktur yang didasarkan pada model proses.
ISO 9001 yang mempunyai 20 elemen dimulai dengan kebijakan kualitas, tanggung jawab manajemen yang berkaitan dengan sistem kualitas. Revisi lain yang harus dilakukan adalah sistem manajemen kualitas yang berkaitan dengan tinjauan kontrak dengan pelanggan dan kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan produk. Struktur yang baru (hasil revisi) didasarkan pada proses dan mengadopsi pendekatan manajemen proses yang digunakan saat ini. Dalam praktik, ada empat bagian yaitu (1) tanggungjawab manajemen yang meliputi kebijakan, sasaran, perencanaan, sistem manajemen mutu, dan tinjauan manajemen, (2) manajemen sumber daya yang meliputi sumber daya manusia, informasi, dan fasilitas, (3) manajemen proses yaitu kepuasan pelanggan, desain, pembelian, dan produksi, (4) pengukuran, analisis, dan perbaikan yang meliputi audit, pengendalian proses, dan perbaikan terus menerus dan berkesinambungan.
3. Ketentuan harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan ISO 9001 yang mengabaikan kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi organisasi.
Hal ini dapat dilihat dari syarat ISO 9002 dan ISO 9003 yang mengurangi beberapa komponen dalam ISO 9001 karena sesuai dengan kebutuhan organisasi yang akan menggunakannnya.
4. ISO 9001 harus mencakup perbaikan secara terus-menerus dan berkesinambungan dan pencegahan terhadap ketidaksesuaian.
Organisasi memang harus mengadakan perbaikan secara terus-menerus dan berkesinambungan terhadap sistem manajemen kualitasnya.
Organisasi juga harus menyusun prosedur tingkat kualitas yang menjelaskan penggunaan kebijakan kualitas, sasaran, hasil audit internal, analisis data, tindakan perbaikan dan pencegahan, dan tinjauan manajemen untuk membantu perbaikan yang terus menerus dan berkesinambungan.
5. ISO 9001 harus mengarah pada efektivitas, sementara ISO 9004 harus mengarah pada efisiensi dan efektivitas.
Dalam sistem yang baru, TC 176 menegaskan bahwa ISO 9001 harus berbeda dari ISO 9004. ISO 9001 berkonsentrasi pada masalah yang umum dan mendasar untuk memberikan jaminan bagi individu yang bukan sekedar menjanjikan. ISO 9004 ditujukan untuk manajemen
kualitas dan pengembangan organisasi. Efisiensi dan efektivitas bukan menjadi perhatian pelanggan, namun perhatian manajemen.
6. ISO 9004 harus membantu dalam mendapatkan keuntungan untuk semua pihak, pelanggan, pemilik, pelanggan, dan masyarakat.
Sementara ISO 9001 memperluas fokusnya dari pelanggan secara individu menjadi efisiensi seluruh organisasi maka ISO 9004 diperluas untuk menutup seluruh perhatian organisasi dan masyarakat.
7. Standar yang direvisi harus menjadi mudah digunakan, mudah dimengerti, dan mempunyai bahasa dan terminologi yang jelas.
Ada beberapa istilah yang digunakan dalam ISO 9000 yang harus diubah untuk disempurnakan, misalnya “audit kualitas internal” menjadi “audit internal”, tindakan pencegahan dan perbaikan” menjadi “improvement”.
Istilah “tinjauan kontrak” diubah menjadi “identifikasi dan tinjauan terhadap kebutuhan pelanggan”, dan masih banyak lagi istilah-istilah dalam standar ISO 9000 yang harus mengalami perbaikan dan penyempurnaan.
8. Revisi standar harus membantu dalam self-evaluation.
Revisi ISO 9000 yang dilakukan tersebut harus dapat mendukung dalam evaluasi terhadap kesiapan organisasi atau perusahaan yang mau mengajukan penilaian untuk sertifikasi.
9. Standar yang direvisi harus sesuai bagi semua organisasi.
Standar sistem manajemen kualitas ISO 9000 harus dapat diterapkan pada semua organisasi atau perusahaan, baik manufaktur, jasa, kesehatan, atau industri perangkat lunak, bahkan di sektor pendidikan.
Revisi standar penjaminan kualitas ISO 9000: 1994 menjdi ISO 9000:
2000 terutama lebih berfokus pada manajemen kualitas yang didasarkan pada delapan prinsip dasar manajemen kualitas (Caradesus & Karapetrovuic, 2005), yaitu berfokus pada pelanggan, kepemimpinan, ketelibatan semua pihak, pendekatan proses, pendekatan sistem dalam manajemen, perbaikan terus-menerus dan berkesinambungan, pendekatan faktual untuk mengmbil keputusan, dan hubungan dengan pemasok yang saling menuntungkan.
Apabila dalam versi lama terdapat dua kubu yang berbeda pendapat, yaitu kubu pro-ISO 9000 menggunakan standar ISO 9000 untuk mengidentifikasi kualitas dengan standar dan kubu pro-TQM menoleh ke bawah pada quality assurance sebagai strategi perbaikan mutu, namun pada ISO 9000 versi 2000 hal tersebut tidak menjadi pertentangan lagi (Conti,1999).
1) Apa sajakah pentingnya ISO 9000 bagi perusahaan?
2) Manfaat ISO 9000 dapat dilihat dari tiga aspek. Sebutkan!
3) ISO 9000 banyak digunakan diberbagai negara. Mengapa?
4) Sebutkan manfaat ISO 9000 dari perspektif pertumbuhan dan pengembangan perusahaan!
5) Jelaskan secara singkat perubahan ISO 9000 menjadi ISO 9000: 2000.
Hal-hal apa sajakah yang berubah?
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Menurut Gagliardi (1995) pentingnya registrasi ISO secara nyata untuk perusahaan adalah:
a) Pemrosesan produk atau jasa dikendalikan untuk secara konsisten menghasilkan produk yang berkualitas.
b) Memungkinkan perubahan personil tanpa gangguan dalam kualitas produk atau ketepatan waktu penyampaian.
c) Manajemen melakukannya untuk mempertahankan kepuasan pelanggan dan akan menanggapi keluhannya dengan tindakan korektif.
d) Memenuhi pesanan pelanggan yang dapat diketahui sebelum memulai pekerjaan sehingga dapat mengurangi konflik selama proses produksi.
e) Calon pembeli, tanpa pengalaman atau pengetahuan utama tentang perusahaan yang dituju telah mendapatkan jaminan akan memperoleh produk yang berkualitas.
f) Pelanggan tidak lagi melaksanakan pemeriksaan atau pengujian untuk mengetahui apakah perusahan pemasok memenuhi syarat untuk penyediaan sumber daya.
g) Parameter data yang dilaporkan telah memenuhi standar nasional.
LAT IH A N
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!
2) Menurut Chatab (1996), manfaat tersebut antara lain:
a) Dari aspek konsistensi pelaksanaan dan mampu telusur.
b) Dari aspek pengendalian pencegahan.
c) Dari aspek perkembangan dan pertumbuhan perusahaan.
3) ISO 9000 ini digunakan oleh berbagai negara karena:
a) Memperbaiki atau meningkatkan kualitas.
b) Memenuhi kebutuhan konsumen atau pelanggan.
c) Memenuhi kebijakan perusahaan dan industri.
d) Memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang memegang kekuasaan, seperti pemilik, pemegang saham, dan lain-lain.
e) Mempunyai sertifikasi untuk penjaminan produk.
f) Memasuki pasar global.
4) Manfaat ISO 9000 dari aspek perkembangan dan pertumbuhan perusahaan adalah:
a) Sebagai sarana pemasaran.
b) Dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui sistematika dan pendekatan yang terorganisir pada pemastian kualitas.
c) Dapat meningkatkan citra dan daya saing perusahaan.
d) Dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk atau jasa dengan memenuhi persyaratan pembeli melalui kerja sama dan komunikasi yang lebih baik, penguatan pengendalian bisnis dan proses teknis, penurunan pemborosan karena kualitas kerja yang buruk.
e) Dapat memberikan pelatihan yang sistematis kepada staf melalui prosedur dan instruksi yang baik.
f) Mengantisipasi tuntutan konsumen atas produk dan tingkat persaingan usaha yang telah mengalami evolusi sehingga produsen menanggapinya melalui pendekatan kualitas, pengendalian kualitas, pemastian kualitas, manajemen kualitas, dan manajemen kualitas terpadu (TQM).
g) Sebagai fondasi yang mantap untuk pengembangan kualitas selanjutnya menuju manajemen kualitas terpadu.
5) Perubahan atau revisi tersebut akan memasukkan unsur-unsur:
a) Standar yang direvisi harus meningkatkan kesesuaian dengan ISO 14000 dari Standar Sistem Manajemen Lingkungan.
b) Standar yang harus mempunyai struktur yang didasarkan pada model proses.
c) ISO 9001 yang mempunyai 20 elemen dimulai dengan kebijakan kualitas, tanggung jawab manajemen yang berkaitan dengan sistem kualitas. Sistem manajemen kualitas yang berkaitan dengan tinjauan kontrak dengan pelanggan dan kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan produk. Struktur yang baru (hasil revisi) didasarkan pada proses dan mengadopsi pendekatan manajemen proses yang
digunakan saat ini. Dalam praktik, ada empat bagian yaitu (1) tanggungjawab manajemen yang meliputi kebijakan, sasaran,
perencanaan, sistem manajemen mutu, dan tinjauan manajemen, (2) manajemen sumber daya yang meliputi sumber daya manusia,
informasi, dan fasilitas, (3) manajemen proses yaitu kepuasan pelanggan, desain, pembelian, dan produksi, (4) pengukuran, analisis, dan perbaikan yang meliputi audit, pengendalian proses, dan perbaikan terus menerus dan berkesinambungan.
d) Ketentuan harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan ISO 9001 yang mengabaikan kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi organisasi. ISO 9002 dan ISO 9003 mengurangi beberapa komponen dalam ISO 9001 karena sesuai dengan kebutuhan organisasi yang akan menggunakannnya.
e) ISO 9001 harus mencakup perbaikan secara terus-menerus dan berkesinambungan dan pencegahan terhadap ketidaksesuaian sistem manajemen kualitasnya, menyusun prosedur tingkat kualitas yang menjelaskan penggunaan kebijakan kualitas, sasaran, hasil audit internal, analisis data, tindakan perbaikan dan pencegahan, dan tinjauan manajemen untuk membantu perbaikan yang terus menerus dan berkesinambungan.
f) ISO 9001 harus mengarah pada efektivitas, sementara ISO 9004 harus mengarah pada efisiensi dan efektivitas. ISO 9001 berkonsentrasi pada masalah yang umum dan mendasar untuk memberikan jaminan bagi individu yang bukan sekedar menjanjikan. ISO 9004 ditujukan untuk manajemen kualitas dan pengembangan organisasi.
g) ISO 9004 harus membantu dalam mendapatkan keuntungan untuk semua pihak, pelanggan, pemilik, pelanggan, dan masyarakat. ISO 9001 memperluas fokusnya dari pelanggan secara individu menjadi
efisiensi seluruh organisasi, ISO 9004 diperluas untuk menutup seluruh perhatian organisasi dan masyarakat.
h) Standar yang direvisi harus menjadi mudah digunakan, mudah dimengerti, dan mempunyai bahasa dan terminologi yang jelas, misalnya “audit kualitas internal” menjadi “audit internal”, tindakan pencegahan dan perbaikan” menjadi “improvement”. Istilah
“tinjauan kontrak” diubah menjadi “identifikasi dan tinjauan terhadap kebutuhan pelanggan”, dan sebagainya.
i) Revisi standar harus membantu dalam self-evaluation.
j) Standar yang direvisi harus sesuai bagi semua organisasi atau perusahaan, baik manufaktur, jasa, kesehatan, atau industri perangkat lunak, bahkan di sektor pendidikan.
k) Revisi standar penjaminan kualitas ISO 9000: 1994 menjdi ISO 9000 : 2000 terutama lebih berfokus pada manajemen kualitas yang didasarkan pada delapan prinsip dasar manajemen kualitas (Caradesus & Karapetrovuic, 2005) yaitu berfokus pada pelanggan, kepemimpinan, ketelibatan semua pihak, pendekatan proses, pendekatan sistem dalam manajemen, perbaikan terus-menerus dan berkesinambungan, pendekatan faktual untuk mengmbil keputusan, dan hubungan dengan pemasok yang saling menuntungkan.
a. ISO 9000 merupakan standar sistem manajemen kualits yang diperkenalkan untuk memasuki pasar Eropa. ISO 9000 merupakan suatu sertifikat yang diperoleh dari Organisasi Standar Internasional yang berpusat di Geneva setelah melalui berbagai rangkaian proses.
Proses dimulai dari penilaian diri sendiri hingga ke pihak ketiga yang indepen. Ada berabgai manfaat yang diperoleh dari registrasi dan perolehan sertifikasi tersebut.
b. Standar sistem manajemen kualitas ISO 9000 telah mengalami berbagai tahap perbaikan atau revisi. Setelah tahun 1987 diperkenalkan, Organisasi Standar Internasional merevisinya tahun 1994. Revisi ini tidak terlalu banyak perubahan. Tahun 2000 didakan revisi dengan berbagai perubahan, yang antara lain dengan memasukkan unsur ingkungan dalam ISO 14000. Selain itu ad delapan prinsip manajemen kualitas yang dimasukkan sebagai bahan revisi ISO 9000 versi tahun 2000 ini.
RA NG KUM AN
1) Faktor pendorong penerapn ISO 9000 antara lain ….
A. pelanggan B. pesaing
C. pihak internal perusahaan D. jawaban a, b, c, benar
2) Berikut merupakan manfaat nyata pentingnya registrasi ISO 9000, kecuali ….
A. memungkinkan perubahan personil tanpa gangguan dalam kualitas produk atau ketepatan waktu penyampaian
B. calon pembeli, tanpa pengalaman atau pengetahuan utama tentang perusahaan yang dituju telah mendapatkan jaminan akan memeroleh produk yang berkualitas
C. pembelian dan pelanggan meningkat
D. pelanggan tidak lagi melaksanakan pemeriksaan atau pengujian untuk mengetahui apakah perusahan pemasok memenuhi syarat untuk penyediaan sumber daya
3) ISO 9000 ditujukan untuk pengendalian pencegahan, sehingga perlu ….
A. mendokumentasikan prosedur secara baik dalam menjalankan operasi dan proses bisnis
B. menerapkan sistem dokumentasi yang efektif dengan mekanisme audit kualitas internal
C. menentukan tanggung jawab dan wewenang pimpinan D. jawaban a dan b yang benar
4) Apabila dilaksanakan dengan benar, standar ISO 9000 akan mempunyai manfaat sebagai berikut, kecuali ….
A. memberikan pendekatan praktis yang sistematis untuk manajemen kualitas.
B. memasuki pasar global dan mengalahkan pesaing yang sejenis C. memastikan konsistensi operasi untuk memelihara kualitas produk
dan/atau jasa
D. menetapkan kerangka kerja untuk proses peningkatan kualitas lebih lanjut dengan membakukan proses, dapat ditelusuri, meningkatkan hubungan antar fungsi yang memengaruhi kualitas
TES F ORM AT IF 3
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
5) Untuk pertumbuhan dan perkembangan perusahaan, ISO 9000 bermanfaat untuk ….
A. meningkatkan kepercayaan pelanggan B. menjamin produk baru
C. memenuhi kebijakan pemerintah D. meningkatkan kualitas
6) Faktor terpenting dalam keberhasilan pelaksanaan ISO 9000 adalah ....
A. sumber daya manusia
B. dukungan dukungan dan komitmen pemimpin C. penghematan biaya
D. peningkatan laba
7) Manfaat tertinggi yang dapat dicapai antara lain ….
A. memperbaiki sistem kualitas yang ada B. memperbaiki morl karyawan
C. meningkatkan profit D. meningkatkan produktivitas
8) ISO 9000 direvisi tahun 2000 dengan beberapa revisi, antara lain ….
A. mempunyai struktur berdasarkan produk atau pelayanan B. revisi standar sehingga membantu self-evaluation C. memasukkan standar sistem manajemen lingkungan D. jawaban b dan c yang benar
9) ISO 9000: 2000 mencakup perbaikan secara terus-menerus dan berkesinambungan yang mengarah pada ….
A. efisiensi dan efektivitas
B. istilah audit kualitas internal menjadi audit internal C. penerapan ISO 9000 secara lebih luas
D. jawaban a, b, dan c benar
10) Manfaat internal ISO 9000: 2000 adalah ....
A. pengendalian kualitas korektif
B. dokumentasi dan instruksi kerja lebih baik C. penjminan barang tepat
D. tidak memerlukan lagi audit internal
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 3.
Arti tingkat penguasaan : 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 3, terutama bagian yang belum dikuasai.
Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal 100%
Kunci Jawaban Tes Formatif
Tes Formatif 1
1) A
2) C
3) D
4) D
5) C 6) A 7) D 8) C 9) B 10) B
Tes Formatif 2 1) B
2) A 3) C 4) D 5) C 6) D 7) D 8) C 9) A 10) A
Tes Formatif 3 1) C
2) A 3) C 4) B 5) B 6) D 7) D 8) B 9) D 10) D
Daftar Pustaka
Bandyopadhyay, J.K. (2005). A model framework for developing industry specific quality standards for effective quaity assurance in global supply chains in the new millennium. International Journal of Management, 22(2): 294-299.
Biazo, S., & Bernardi, G. (2003). Process management practices and quality systems standards: Risks and opportunities of the new ISO 9001 certification. Business Process Management Journal, 9(2):149-169.
Casadesus, M., & Karapetrovic, S. (2005). An empirical study of the benefits and costs of ISO 9001: 2000 compred to ISO 9001/2/3: 1994. Total Quality Management, 16 (1):105-120.
Chang, D.S., & Lo, L. K. (2005). Measuring the relative efficiency of a firm’s ability to achieve organizational benefits after ISO certification.
Total Quality Management, 16(1): 57-69.
Chatab, N. (1996). Panduan penerapan dan sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9000. Jakarta: Gramedia.
Conti, T. (2004). How to conceptually harmonile ISO 9000 certification, levels of excellence recognition and real improvement. Total Quality Management, 15(5-6): 665-677.
Elliot, S. (1993). Management of quality in computing systems education:
ISO 9000 series quality standards applied. Journal of System Mangement, September: 6 - 11 dan 41 -42.
Gagliardi, J. (1995). ISO 9000: Another viewpoint. Machine Design Journal, May, 202.
Gaspersz, V. (2001). Total quality management. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
George, S. (1992). The baldrige quality system. Singapore: John Wiley &
Sons Inc.
Gryna, F.M. (2001). Quality planning and analysis: From product development through use (4th edition). Singapore: Mc-Graw Hill Int.
Edition.
Hughes, T., Williams, T., & Ryall, P. (2000). It is not what you achieve it is the way you achieve it. Total Quality Management, 11(3): 329-340.
International Standard ISO 9000 Compendium.
Johnson, P. L. (1993). ISO 9000: Meeting the new international standars.
New York: Mc Graw-Hill International Edition.
Karapetrovic, S., & Willborn, W. (2001). Audit system: Concepts and practices. Total Quality Management, 12(1):13-28.
Krajewski, L., & Ritzman, L.P. (1999). Operations management: Strategy and Analysis (5th edition). Singapore: Addison Wesley.
Larsen, B., & Haversjo, T. (2000). The year 2000 problem of ISO 9000: Will the quality standards survive the proposed year 2000 revision. The TQM Magezine. 12(4): 226-237.
Lim, T. E., & Niew, B. C. (1995). Quality management system, assessment to ISO 9000: 1994 series. Singapore: Prentice Hall.
Navaratnam, K.K. (1994). Quality assurance audits in technical and further education. Total Quality Management, 5(4): 219-225.
Oakland, J. S. (1994). Total quality management (2nd edition). Sydney:
Butterworth-Heinemann Ltd.
Patel, A. (1994). Quality Assurance (BS5750) in social services departments.
International Journal of Health Care Quality Assurance, 7(2): 26-32.
Pike, J., & Barnes, R. (1996). TQM in action, London: Chapman & Hall.
Rabbit, J. T., & Bergh, P. A. (1993). ISO 9000 Book: A global competitor’s guide to complience and certification. New York: Quality Resources.
Russel, R. S., & Taylor, B. W. III. (1996). Production and operatons management: Focusing on quality and competitiveness. New Jersey:
Prentice Hall. Inc.
Russell, S. (2000). ISO 9000: 2000 and The EFQM Excellence model:
competition or co-operation? Total Quality Management, 11: 657-665.
Sallis, E. (1993). Total quality management in education. London: Kogan Page Educational Management Series.
Standar Nasional Indonesia. (2005). SNI: Panduan audit sistem manajemen mutu dan/atau lingkungan.
Stebbing, L. (1993). Quality Assurance: The route to efficiency and competitiveness. Singapore: Ellis Horwood.
Tummala, V.M., & Tang, C.L. (1996). Strategic quality management, malcolm baldrige and european quality awards and ISO 9000 certification: Core concepts and comparative analysis. International Journal Of Quality and Reliability Management, 13(4): 8-38.
Walley, K., Parsons, S., & Bland, M. (1999). Quality assurance and the consumer: Conjoint study. British Food Journal, 101(2): 148-161.
Yorke, M. (1997). The elusive quarry: Total quality in higher education.
Tertiary Education and Management, 3(2):145-156.
Kepemimpinan Kualitas
Dr. Dorothea Wahyu Ariani, S.E., M.T.
ualitas produk merupakan hasil dari serangkaian proses produksi dan layanan yang dimulai dari perencanan, pengembangan, produksi, penyimpangan, dan pengiriman produk, atau penyampaian layanan.
Berkaitan dengan hal tersebut, kualitas produk tidak dapat dibebankan pada satu unit produksi atau salah satu departemen dalam organisasi. Kualitas harus menjadi tanggung jawab seluruh bagian dan seluruh personil dalam organisasi tersebut.
Keberhasilan organisasi mengimplementasikan kualitas sebagai bagian dari kehidupan seluruh karyawan tergantung dari peran yang dijalankan pemimpin organisasi tersebut. Pemimpin harus mampu memberikan arahan dan merumuskan tujuan organisasi. Pemimpin adalah orang yang merealisasikan alasan mengapa organisasi harus beroperasi. Pemimpin menyusun tujuan dan sasaran berdasarkan visi organisasi.
Pemimpin memberikan arahan untuk pencapaian tujuan organsasi.
Tujuan kepemimpinan adalah memperbaiki kinerja orang dan mesin, memperbaiki kualitas, meningkatkan output, dan secara simultan membawa kebanggaan para karyawan untuk bekerja. Tujuan kepemimpinan tidak hanya menemukan dan melaporkan kegagalan atau kesalahan karyawannya, melainkan menghilangkan penyebab kegagalan dengan membantu karyawan bekerja lebih baik dengan sedikit usaha.
Pemimpin juga dituntut untuk bereaksi terhadap situasi yang berbeda dengan gaya kepemimpinan yang tepat untuk memotivasi karyawannya.
Pemimpin yang efektif juga berusaha membangun kepercayaan dengan karyawannya. Para pemimpin tersebut berusaha dekat dengan pengikutnya dan mencari informasi mengenai situasi yang ada, menyusun prioritas, dan memonitor kemajuannya. Pemimpin harus mempunyai dan menggunakan pemahaman untuk mengelola fakta dengan mengetahui penyimpangan dan membuat keputusan dengan tepat. Pemimpin harus menciptakan budaya yang
K
PEN D A HU L UA N
berfokus pada pelanggan yang bekerja untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dalam semua kegiatan setiap harinya. Dengan pemimpin yang baik maka perubahan positif dapat terjadi. Pemimpin yang efektif memiliki beberapa karakteristik. Mereka pada umumnya optimis dan baik, dengan mengutamakan kontak personal. Mereka juga menunjukkan kemandirian dalam berpendapat, merupakan pemain tim yang setia, mendampingi dan melindungi pengikutnya. Pemimpin juga menunjukkan karakteristik tenang walaupun berada di bawah tekanan. Mereka juga mampu menentukan, mampu mengombinasikan pemahaman yang luas, tetapi masih melihat hal- hal secara mendetail.
Pada Modul 4 ini, Anda akan mempelajari mengenai kepemimpinan kualitas dan audit kualitas dalam organisasi. Lebih rincinya, pada Kegiatan Belajar 1 Anda akan mempelajari mengenai kepemimpinan dalam manajemen kualitas dan pada Kegiatan Belajar 2 Anda akan mempelajari mengenai keefektifan organisasi. Kedua materi tersebut akan menghantarkan Anda untuk mempelajari materi-materi berikutnya mengenai TQS, JIT, six sigma, lean management, pengukuran kinerja kualitas, serta alat dan teknik perencanaan dan pengendalian kualitas dan pengendalian kualitas statistik yang akan diuraikan pada modul-modul berikutnya. Secara umum, setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan mengenai pengertian kepemimpinan dalam manajemen kualitas, kerja tim, TQL, dan hubungan MSDM dan TQM, peran pemimpin dalam organisaasi yang efektif, SQM, MSDM strategik, serta hubungan MSDM dan produktivitas. Secara khusus, setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan:
1. Kepemimpinan dalam Manajemen Kualitas.
2. Kepemimpinan dan Kerja Tim dalam TQM.
3. Total Quality Leadership.
4. Manajemen Sumber Daya Manusia dan TQM.
5. Pemimpin pada Organisasi yang Efektif.
6. Strategic Quality Management.
7. MSDM Strategik.
8. MSDM dan Produktivitas.