• Tidak ada hasil yang ditemukan

Riwayat Hidup Pak Bulan

Pak Bulan berumur sekitar 30 tahun. la lahir di Palingkau tetapi orang tuanya berasal dari Hulu Sungai yang tiba di Palingkau tahun '60-an. Orang tuanya membuat lahan persawahan seluas 1,5 hektare. Di lahan itu, mereka menanam dua jenis tanaman, yaitu padi danpuron di handil Lasar yang beIjarak 3 km dari sungai.

la menikah dan dikaruniai tiga anak.

79

Pemilikan tanah

la diwarisi 1,5 helctare lahan persawahan namun hasil yang diperolehnya sangat kecil (di bawah 1 ton/ha). Dengan demikian, hanya \/5 hektare yang ditanami.

Mereka membuat kebun rambutan sedikit demi sedïkit: sekitar 10 pohon yang ditanam dan mulai berbuah, hanya cukup untukdimakansendiri. Mereka membuka

\15hektare lahan di tanggul handilSaka Betapung yang terletak seberang sungai di Palingkau. Empat tahun yang lalu di awal kegiatan pembukaan lahan harganya Rp 6.000,00/borong, atau Rp 20,00Im2Karena banyaknya orang membuka lahan, harganya meningkat menjadi Rp 100.000,00/borong, atau Rp 346,00Im2Tempat itu ditinggalkan sejak l5-an tahun yang lalu karena serangan hama. Sekarang hasilnya baïk.

Kegiatan Sampingan

la melakukan bermacam-macam "kerja harian kecil-kecilan" bergantung pada musim tahun itu: buruh tani pada musim hujan (membersihkan petak sawah, tanam padi, membuat tokong untuk menanam pohon, dU...). Pada musim kemarau kesem- patan kerja lebih bervariasi dan lebih menguntungkan: ia membantu membangun rumah, pembabatan hutan, panen rotan, menangkap ikan, memotong dan menjual kayu bakar, dU. Keluwesan beradaptasi itu terjadi berkat makin luasnya lapangan kerja di Kalimantan. Istrinya mengayam mendong dan membantunya dalam ber- bagai kegiatan tani:tanam,panen, ia juga menanam sayur-sayuran untuk keperluan sendiri.

Sebagian pendapatan yang diperoleh dari produksi padi dan tidak untuk konsumsi sendiri, sebesar 52% atau Rp 650.000,00. Pendapatan yang diperolehdarikegiatan tani kecil. la terpaksa mencari kerja rutin untuk mencukupi keperluan keluarga sehari-hari. Berbagai kegiatan sampingan yang diperkirakan dapat mendatangkan penghasilan:

• sebagai buruh tani di musim hujan ia memperoleh upah rata-rata Rp 6.500,00/hari;

• kerja di musim kemarau. Gaji yang diperoleh kira-kira sebesar Rp 12.000,00/hari.

la memperkirakan bahwa selama masa itu ia pergi sekitar 20 hariberturut-turut dan berada di desa selama lima hari.

Diperkirakan bahwa cara kerja seperti itu memberikan penghasilan sekitar Rp 2.300.000,00Itahun. Jadi, total pendapatan tahunan mencapai Rp 3.500.000,00.

yaitu hampir Rp 300.000,00/bulan. Dari beberapa sumber dapat disimpulkan bahwa keperluan pangan keluarga dan kebutuhan rumah tangga (belum termasuk sandang) diperkirakan antara Rp 200.000,00 dan Rp 240.000,00/bulan. Dengan memban- dingkan keperluan dan masukan uang bulanan yangkamiperkirakan, petani pemula hanya dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Dntuk memperbesar pengha- silannya, ia membutuhkan waktu atau memperoleh kerja sampingan dengan upah yang lebih besar.

80

Padi lokal l,lha 1,8 ton/ha (40borong) (5 blek/borong)

Barga rata-rata Rp 620/kg (Rp 6.500/blek)

Bab III

IluDkotor

pJ ....

1.300.000

Laba Kotor

Upah buruh panen padi Pendapatan pertanian bersih

o

20.000

Basilkotor(Rp)

Padi lokal 1.300.000

1.300.000

Rp 1.280.000

Rp 32.500

Rp 1.247.500/tabun

Jadwa/ Kerja

la mengolah petak sawah setidak-tidaknya dengan istrinya. la menggunakan buruh harian hanya untuk sebagian kegiatan panen padi: suami istri ini memulainya sendiri dan j ika sebagian besar padi sudah masak, mereka menggunakan buruh harian. la berangkat mencari kerja sampingan setelah persediaan uangnya habis.

Pada musim kemarau, ia pergi ke tempat yang jauh selama satu bulan untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih menarik.

Logika dan Peranan berbagai Produksi

Pendapatan kerja sampingan akan digunakan untuk keperluan per minggu: pangan dan lain-Iain. Produksi padi untuk konsumsi sendiri dan akan dijual dalam jumlah yang tidak banyak untuk menopang keperluan bulanan. Jika ada keperluan mendadak, "bank padi" diambil. Jadi, ia mempunyai hutang selama masa paceklik dan mengembalikannya setelah panen.

Tipe petani "pemula" berkeinginan membeli lahan persawahan yang lebih produktif: atau letaknya lebih strategis, atau dibuka kembali. Peningkatan lahan dengan produktivitas tinggi memungkinkan surplus sehingga dapat memulihkan kembali kondisi keuangannya. la akan dapat mencurahkan waktunya untuk penanaman rambutan yang merupakan investasi jangka menengah yang paling menguntungkan.

Hambatan da/am Perkembangan

Dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari, ia sulit meluangkan waktu atau mengeluarkan uang untuk membuka lahan barn atau membuat kebun rambutan. la terpaksa pergi mencari pekerjaan seadanya untuk memperoleh uang secara cepat.

Pembukaan lahan seluas satu hektare memerlukan waktu satu bulan. Selama itu diperlukan dana sebesar Rp 100.000,00 yang sebelumnya harns ditabung untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Dalam keadaan normal, keperluan keluarga inidapat ditutup dengan masukan dana dari hasil kerja sampingan.

81

Pembuatan kebun dengan 100 pohon rambutan memerlukan investasi sebesar Rp100.000,00 untuk pembelian cangkok, sedangkan Rp 150.000,00 untuk pem- buatan tokong oleh buruh tani. Jika ia me1akukannya sendiri ia akan memer1ukan waktu dua pu1uh hari penuh (satuhari=5 tokong).

Jika ia tidak punya waktu dan uang cukup untuk membuka 1ahan atau membuat kebun rambutan, ia akan mencoba membeli petak yang sudah dibuka. Namun sekarang, pembelian' semacam itu su1it dilakukan dan mahal terutama karena pennintaan 1ahan meningkat. Hal itu disebabkan adanya arus pegawai negeri yang membanjiri Kapuas. Ja1an ke1uar untuk menambah kepemi1ikan tanah ada1ah ikut serta da1am program transmigrasi. Tetapi, keinginan itu terhambat karena petani tidak diizinkan bekeIja di1uar daerah transmigrasi se1ama 1ebih dari tigahariper minggu se1ama 1,5 tahun pertama masa pemberian j aminan hidup.

Perluasan Tipe Petan;

Bagi pasangan petani muda, pe1uang yang dipero1eh tidak sama pada awalnya.

Beberapa petani itu mempero1eh petak yang 1etaknya 1ebih strategis yang memberikan hasil 1ebih baik atau beberapa pohon rambutan yang sudah berbuah.

Hal itu memudahkan mereka da1am pengembangan berikutnya.