• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Metode Penelitian

H. Prosedur Penelitian

Hipotesis dalam penelitian ini yang hendak diuji yaitu:

Ho: Persepsi terhadap perilaku sehat tidak dapat memprediksi pengambilan keputusan hidup sehat dengan kesadaran diri sebagai moderator

Ha: Persepsi terhadap perilaku sehat dapat memprediksi pengambilan keputusan hidup sehat dengan kesadaran diri sebagai moderator

Langkah selanjutnya, peneliti bersama pembimbing mendiskusikan untuk mencari 3 panel expert untuk menguji validitas logis dari skala yang telah dibuat. 3 dosen yang menjadi expert review dalam penelitian ini bersedia memberikan penilaian terhadap skala yang telah dibuat, proses penilaian skala berlangsung sekitar 3 minggu.

Untuk menguji validitas logis dari skala, peneliti menggunakan perhitungan CVR. Berdasarkan hasil dari perhitungan tersebut, peneliti kemudian berdiskusi dengan pembimbing untuk merevisi skala berdasarkan masukan dari expert review.

Setelah proses diskusi dilakukan, pembimbing memberikan persetujuan untuk melakukan uji keterbacaan, yang menilai skala penelitian yang telah dibuat merupakan 5 orang mahasiswa yang memiliki kriteria sama dengan subjek penelitian. Setelah itu, pembimbing memberikan persetujuan untuk melakukan uji coba skala terhadap 150 responden. Hal ini dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas dari skala yang telah dibuat peneliti. Setelah data uji coba terkumpul, peneliti kemudian menguji validitas dan reliabilitas skala dan merevisi skala berdasarkan hasil validitas. Setelah itu, pembimbing memberikan persetujuan untuk melakukan pengambilan data dengan mengumpulkan minimal 400 responden.

2. Pengumpulan Data

Penelitian mulai dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pembimbing I dan Pembimbing II. Penelitian dilakukan mulai dari tanggal 13 Desember 2018 sampai tanggal 18 Januari 2019 dengan jumlah 411 responden yang berusia 18-25 tahun dan bersedia menjadi

responden dalam penelitian ini. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menyebarkan skala cetak ke berbagai universitas yang ada di makassar dan menyebarkan skala dengan google form.

Selama proses pengumpulan data, peneliti mendapatkan beberapa kendala, seperti banyaknya responden yang mengeluh dengan banyaknya jumlah aitem yang harus diisi, skala yang butuh waktu lama untuk diberikan kepada peneliti, dan penolakan dari responden untuk berpartisipasi dalam penelitian. Sehingga peneliti membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengumpulkan responden sesuai dengan target yaitu minimal 400 responden.

3. Tahap Pengolahan Data Dan Laporan

Tahap terakhir setelah data terkumpul yaitu proses pengimputan data dan dianalisis untuk menguji hipotesis yang telah disusun peneliti sebelumnya. Setelah semua responden terkumpul, peneliti kemudian melakukan skoring untuk kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik. Setelah semua data di analisis, peneliti kemudian membuat laporan yang berisi pembahasan, kesimpulan & saran.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Demografi

Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang ada di kota Makassar yang berusia 18-25 tahun. Jumlah keseluruhan sampel yang menjadi subjek dalam penelitian ini sebanyak 411 orang dengan rentang usia 18-25 tahun. Terdapat beberapa karakteristik demografi subjek yang dianalisis dalam penelitian ini, yaitu jenis kelamin, usia, dan universitas yang dilihat dari tiga variabel yang berbeda yaitu pengambilan keputusan hidup sehat, persepsi terhadap perilaku sehat dan kesadaran diri (self awareness).

Berikut akan dipaparkan gambaran umum responden berdasarkan demografinya.

1. Jenis Kelamin

Responden dalam penelitian ini berjumlah 411 orang. Dari hasil didapat jumlah subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 308 responden (75%) dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 103 responden (25%). Dari data tersebut, dapat dikatakan bahwa perempuan lebih banyak menjadi responden dalam penelitian ini.

Berikut diagram penyebaran subjek berdasarkan jenis kelamin: Gambar 4.1. Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin

Perempuan (N=308) Laki-laki (N=103)

25%

75%

N=411

2. Usia

Responden dalam penelitian ini berusia 18-25 tahun. Pada responden yang berusia < 20 tahun sebanyak 259 responden (63%), pada responden yang berusia > 20 tahun sebanyak 152 responden (37%). Dari data tersebut, dapat dikatakan bahwa usia di bawah 20 tahun lebih banyak menjadi responden dalam penelitian ini. Berikut diagram penyebaran subjek berdasarkan usia:

Gambar 4.2. Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Usia

< 20 Tahun (N=259) > 20 Tahun (N=152)

37%

63%

N=411

3. Universitas

Berdasarkan universitas, hasil yang didapat 142 responden berasal dari universitas negeri (35%), dan swasta sebanyak 269 responden (65%) . sehingga, dapat dikatakan responden yang berasal dari universitas swasta yang lebih banyak dibandingkan responden yang berasal dari universitas negeri. Berikut diagram penyebaran subjek berdasarkan Universitas:

Gambar 4.3. Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Universitas

Negeri (N=142) Swasta (N=269)

35%

65%

N=411

B. Deskripsi Variabel Penelitian

Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat

kecenderungan data, menurut Sugiyono (2013) statistik deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti.

Azwar (2017) memaparkan kategori tersebut disusun dengan syarat : Tabel 4.1. Kategorisasi Skor

Batas Kategori Ket.

x > + 1,5 Sangat Tinggi

+ 0,5 < x ≤ + 1,5 Tinggi

- 0,5 < x ≤ + 0,5 Sedang

- 1,5 < x ≤ - 0,5 Rendah

x < - 1,5 Sangat Rendah

Keterangan:

= Mean

= Standar Deviasi

1. Deskripsi Pengambilan Keputusan Hidup Sehat

Tabel 4.2. Hasil Analisis Data Pengambilan Keputusan hidup sehat Jumlah

Mean Skor Standar

Sampel Maksimum Minimum Deviasi

411 41,66 56,89 29,76 5,01

Tabel di atas menunjukkan bahwa variabel pengambilan keputusan hidup sehat diperoleh mean 41,66, skor maksimum sebesar 56,89, skor minimum sebesar 29,76, dan standar deviasi sebesar 5,01.

Kemudian di bawah ini akan dijelaskan mengenai kategorisasi skor yang diperoleh dari subjek yang dibagi ke dalam 5 kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah dengan rumus sebagai berikut:

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Pengambilan Keputusan Hidup Sehat Batas Kategori Frekuensi Persen (%) Keterangan

x > 49,18 35 8,52 Sangat Tinggi

44,17 < x < 49,18 89 21,65 Tinggi

39,16 < x < 44,17 158 38,44 Sedang

34,14 < x < 39,16 102 24,82 Rendah

x < 34,14 27 6,57 Sangat Rendah

Pada tabel distribusi frekuensi pengambilan keputusan hidup sehat dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi memiliki skor 49,18.

Kategori tinggi memiliki skor di atas 44,17 sampai 49,18. Kategori sedang memiliki skor di atas 39,16 sampai 44,17. Untuk kategori rendah memiliki skor di atas 34,14 sampai 39,16. Dan untuk kategori sangat rendah memiliki skor di bawah 34,14.

Berdasarkan kategorisasi pengambilan keputusan, rata-rata responden penelitian berada dalam kategori sedang. Ditunjukkan dengan mean 41,66, berada pada rentang skor antara 39,16 sampai 44,17. Secara rinci dapat dilihat pada tabel di atas yang menunjukkan bahwa terdapat 35 responden (8,52%) memiliki pengambilan keputusan hidup sehat sangat tinggi, 89 responden (21,65%) memiliki pengambilan keputusan hidup sehat tinggi, 158 responden (38,44%) memiliki pengambilan keputusan hidup sehat sedang, 102 responden (24,82%) memiliki pengambilan keputusan hidup sehat rendah, 27 responden (6,57%) memiliki pengambilan keputusan hidup sehat sangat rendah.

Berikut merupakan diagram dari tingkat pengambilan keputusan hidup sehat yang diperoleh:

Gambar 4.4. Kategorisasi Skor Pengambilan Keputusan Hidup Sehat

38,44%

24,82%

21,65%

8,52% 6,57%

Sangat Tinggi

Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

2. Deskripsi Variabel Persepsi Terhadap Perilaku Sehat Pada Mahasiswa

Adapun hasil analisis deskriptif yang diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.4. Hasil Analisis Data Persepsi Terhadap Perilaku Sehat Jumlah

Mean Skor Standar

Sampel Maksimum Minimum Deviasi

411 19,75 28,59 12,69 2,21

Tabel di atas menunjukkan bahwa variabel persepsi terhadap perilaku sehat diperoleh mean 19,75, skor maksimum sebesar 28,59, skor minimum sebesar 12,69, dan standar deviasi sebesar 2,21.

Kemudian di bawah ini akan dijelaskan mengenai kategorisasi skor yang diperoleh dari subjek yang dibagi ke dalam 5 kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah dengan rumus sebagai berikut:

Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Persepsi Terhadap Perilaku Sehat Batas Kategorisasi Frekuensi Persen (%) Keterangan

x>23,07 28 6,81 Sangat Positif

20,86<x<23,07 95 23,11 Positif

18,64<x<20,86 156 37,96 Cukup Positif 16,43<x<18,64 103 25,06 Kurang Positif

x<16,43 29 7,06 Netral

Pada tabel distribusi frekuensi persepsi terhadap perilaku sehat dapat dijelaskan bahwa kategori sangat positif memiliki skor 23,07.

Kategori positif memiliki skor di atas 20,86 sampai 23,07. Kategori cukup memiliki skor di atas 18,64 sampai 20,86. Untuk kategori kurang positif memiliki skor di atas 16,43 sampai 18,64. Dan untuk kategori netral memiliki skor di bawah 16,43.

Berdasarkan kategorisasi persepsi terhadap perilaku sehat, rata- rata responden dalam penelitian berada dalam kategori cukup positif.

Ditunjukkan dengan mean 19,75, berada pada rentang skor 18,64 sampai 20,86. Secara rinci dapat dilihat pada tabel di atas yang menunjukkan terdapat 28 responden (6,81%) memiliki persepsi terhadap perilaku sehat sangat positif, 95 responden (23,11%) memiliki persepsi terhadap perilaku sehat positif, 156 responden (37,96%) memiliki persepsi terhadap perilaku sehat cukup positif, 103 responden (25,06%) memiliki persepsi terhadap perilaku sehat kurang positif, 29 responden (7,06%) memiliki persepsi terhadap perilaku sehat netral. Berikut merupakan diagram dari tingkat persepsi terhadap perilaku sehat yang diperoleh:

Gambar 4.5. Gambaran Tingkat Persepsi Terhadap Perilaku Sehat Mahasiswa

37,96%

23,11% 25,06%

6,81% 7,06%

Sangat Positif

Positif Cukup Positif

Kurang Positif

Netral

3. Deskripsi Variabel Kesadaran Diri (Self Awareness) Pada Mahasiswa

Tabel 4.6. Hasil Analisis Kesadaran Diri (Self Awareness) Jumlah

Mean Skor Standar

Sampel Maksimum Minimum Deviasi

411 14,93 19,35 8,82 1,88

Tabel di atas menunjukkan bahwa variabel kesadaran diri (self awareness) diperoleh mean 14,93, skor maksimum sebesar 19,35, skor minimum sebesar 8,82, dan standar deviasi sebesar 1,88. Kemudian di bawah ini akan dijelaskan mengenai kategorisasi skor yang diperoleh dari subjek yang dibagi ke dalam 5 kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah dengan rumus sebagai berikut:

Tabel 4.7. Kategorisasi Skor Variabel Kesadaran Diri (Self Awareness) Batas Kategorisasi Frekuensi Persen (%) Keterangan

x>17,75 36 8,76 Sangat Tinggi

15,87<x<17,75 91 22,14 Tinggi

13,99<x<15,87 151 36,74 Sedang

12,12<x<13,99 108 26,28 Rendah

x<12,12 25 6,08 Sangat Rendah

Pada tabel distribusi frekuensi kesadaran diri (self awareness) dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi memiliki skor 17,75.

Kategori tinggi memiliki skor di atas 15,87 sampai 17,75. Kategori sedang memiliki skor di atas 13,99 sampai 15,87. Untuk kategori rendah memiliki skor di atas 12,12 sampai 13,99. Dan untuk kategori sangat rendah memiliki skor di bawah 12,12.

Berdasarkan kategorisasi kesadaran diri (self awareness), rata- rata responden penelitian berada dalam kategori sedang. Ditunjukkan dengan mean 14,93, berada pada rentang skor 13,99 sampai 15,87.

Secara rinci dapat di lihat pada tabel di atas yang menunjukkan terdapat 36 responden (8,76%) memiliki kesadaran diri sangat tinggi, 91 responden (22,14%) memiliki kesadaran diri tinggi, 151 responden (36,74%) memiliki kesadaran diri sedang, 108 responden (26,28%) memiliki kesadaran diri rendah, 25 responden (6,08%) memiliki kesadaran diri sangat rendah.

Berikut merupakan diagram dari tingkat kesadaran diri (self awareness) yang diperoleh:

Gambar 4.6. Kategorisasi Skor Kesadaran Diri (Self Awareness)

36,74%

26,28%

22,14%

8,76%

6,08%

Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat

Tinggi Rendah

C. Deskriptif Variabel Berdasarkan Demografi

1. Pengambilan Keputusan Hidup Sehat berdasarkan Demografi a. Pengambilan Keputusan Hidup Sehat Berdasarkan Jenis

Kelamin

Pada demografi ini juga, tingkatan pengambilan keputusan hidup sehat responden akan dilihat berdasarkan jenis kelamin.

Terdapat lima kategorisasi di masing-masing jenis kelamin yakni dari tingkat sangat tinggi hingga sangat rendah. Adapun hasil

gambaran tingkat pengambilan keputusan hidup sehat berdasarkan jenis kelamin yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.7. Gambaran Tingkat Pengambilan Keputusan Hidup Sehat Mahasiswa Berdasarkan Jenis Kelamin

Perempuan (N = 308) Laki-laki (N = 103)

29,44%

16,30%

18,73%

9%

5,84 % 5,35% 6,08%

4,62%

2,68%

1,95%

Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat

Tinggi Rendah

Pada data yang terlihat pada gambar 4.7, diperoleh 24 (5,84%) responden yang berjenis kelamin perempuan dan 11 (2,68%) responden yang berjenis kelamin laki-laki pada kategori tingkat pengambilan keputusan hidup sehat yang sangat tinggi.

Adapun data yang diperoleh untuk kategori tingkat pengambilan keputusan hidup sehat yang tinggi, sejumlah 67 (16,30%) responden yang berjenis kelamin perempuan dan 22 (5,35%) responden yang berjenis kelamin laki-laki.

Untuk kategori pengambilan keputusan hidup sehat dengan tingkatan sedang, sejumlah 121 (29,44%) responden yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan 37 (9%) responden berjenis kelamin laki-laki. Pada kategori pengambilan keputusan hidup

sehat tingkatan rendah, diperoleh 77 (18,73%) responden yang berjenis kelamin perempuan dan 25 (6,08%) responden untuk yang berjenis kelamin laki-laki. Adapun pada kategori sangat rendah, diperoleh 19 (4,62%) responden berjenis kelamin perempuan dan 8 (1,95%) responden yang berjenis kelamin laki-laki.

b. Pengambilan Keputusan Hidup sehat berdasarkan usia

Pada demografi ini juga, tingkatan pengambilan keputusan hidup sehat responden akan dilihat berdasarkan usia. Terdapat lima kategorisasi di masing-masing usia yakni dari tingkat sangat tinggi hingga sangat rendah. Adapun hasil gambaran tingkat pengambilan keputusan hidup sehat berdasarkan usia yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.8. Gambaran Tingkat Pengambilan Keputusan Hidup Sehat Mahasiswa Berdasarkan Usia

< 20 Tahun > 20 Tahun 24,82%

13,63%

15,33%

12,65%

9,00% 9,49%

6,33%

2,19% 3,89% 2,68%

Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat

Tinggi Rendah

Pada data yang terlihat pada gambar 4.8, diperoleh 26 responden (6,33%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 9 responden (2,19%) yang berusia di atas 20 tahun pada kategori tingkat pengambilan keputusan hidup sehat yang sangat tinggi.

Adapun data yang diperoleh untuk kategori tingkat pengambilan keputusan hidup sehat yang tinggi, sejumlah 52 responden (12,65%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 37 responden (9%) yang berusia di atas 20 tahun.

Untuk kategori pengambilan keputusan hidup sehat dengan tingkatan sedang, sejumlah 102 responden (24,82%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 56 responden (13,63%) berusia di atas 20 tahun. Pada kategori pengambilan keputusan hidup sehat tingkatan rendah, diperoleh 63 responden (15,33%) yang berusia di bawah 20 tahun 39 responden (9,49%) berusia di atas 20 tahun. Adapun pada kategori sangat rendah, diperoleh 16 responden (3,89%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 11 responden (2,68%) berusia di atas 20 tahun.

c. Pengambilan Keputusan Hidup sehat berdasarkan Universitas Pada demografi ini juga, tingkatan pengambilan keputusan hidup sehat responden akan dilihat berdasarkan universitas.

Terdapat lima kategorisasi di masing-masing universitas yakni dari tingkat sangat tinggi hingga sangat rendah. Adapun hasil gambaran tingkat pengambilan keputusan hidup sehat berdasarkan universitas yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.9. Gambaran Tingkat Pengambilan Keputusan Hidup Sehat Mahasiswa Berdasarkan Universitas

Negeri Swasta 23,11%

17,03%

13,63% 15,33%

6,57% 8,03% 7,79%

1,95%

5,11%

1,46%

Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat

Tinggi Rendah

Pada data yang terlihat pada gambar 4.9, diperoleh 8 responden yang berasal dari universitas negeri dan 27 responden yang berasal dari universitas swasta pada kategori tingkat pengambilan keputusan hidup sehat yang sangat tinggi. Adapun data yang diperoleh untuk kategori tingkat pengambilan keputusan hidup sehat yang tinggi, sejumlah 33 responden yang berasal dari universitas negeri dan 56 responden yang berasal dari universitas swasta.

Untuk kategori pengambilan keputusan hidup sehat dengan tingkatan sedang, sejumlah 63 responden yang berasal dari universitas negeri dan 95 responden yang berasal dari universitas swasta. Pada kategori pengambilan keputusan hidup sehat tingkatan rendah, diperoleh 32 responden yang berasal dari universitas negeri dan 70 responden untuk yang berasal dari universitas swasta. Adapun pada kategori sangat rendah, diperoleh

6 responden yang berasal dari universitas negeri dan 21 responden untuk yang berasal dari universitas swasta

2. Persepsi terhadap Perilaku Sehat berdasarkan Demografi.

a. Persepsi terhadap Perilaku Sehat berdasarkan Jenis Kelamin Pada demografi ini juga, tingkatan persepsi terhadap perilaku sehat responden akan dilihat berdasarkan jenis kelamin.

Terdapat lima kategorisasi di masing-masing jenis kelamin yakni dari tingkat sangat positif hingga netral. Adapun hasil gambaran tingkat persepsi terhadap perilaku sehat berdasarkan jenis kelamin yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.10. Gambaran Tingkat Persepsi Perilaku Sehat Mahasiswa Berdasarkan Jenis Kelamin

Perempuan Laki-laki 28,22%

17,76% 18,25%

9,73%

5,60% 5,35% 6,81%

5,11%

1,22% 1,95%

Sangat Positif Cukup Kurang Netral

Positif Positif Positif

Pada data yang terlihat pada gambar 4.10, diperoleh 23 responden yang berjenis kelamin perempuan dan 5 responden yang berjenis kelamin laki-laki pada kategori persepsi terhadap perilaku sehat yang sangat positif. Adapun data yang diperoleh untuk kategori tingkat persepsi terhadap perilaku sehat yang positif,

sejumlah 73 responden yang berjenis kelamin perempuan dan 22 responden yang berjenis kelamin laki-laki.

Untuk kategori persepsi terhadap perilaku sehat dengan tingkatan cukup positif, sejumlah 116 responden yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan 40 responden berjenis kelamin laki-laki. Pada kategori persepsi terhadap perilaku sehat sehat tingkatan kurang positif, diperoleh 75 responden yang berjenis kelamin perempuan dan 28 responden untuk yang berjenis kelamin laki-laki. Adapun pada kategori sangat rendah, diperoleh 21 responden berjenis kelamin perempuan dan 8 responden yang berjenis kelamin laki-laki.

b. Persepsi terhadap Perilaku Sehat berdasarkan Usia

Pada demografi ini juga, tingkatan persepsi terhadap perilaku sehat responden akan dilihat berdasarkan usia. Terdapat lima kategorisasi di masing-masing usia yakni dari sangat positif hingga netral. Adapun hasil gambaran tingkat persepsi terhadap perilaku sehat berdasarkan usia yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.11. Gambaran Tingkat terhadap Persepsi terhadap Perilaku Sehat Mahasiswa Berdasarkan Usia

< 20 Tahun > 20 Tahun

22,14%

14,36% 15,82% 14,84%

8,76% 10,22%

6,33% 5,35%

0,49% 1,70%

Sangat Positif Cukup Positif Kurang Netral

Positif Positif

Pada data yang terlihat pada gambar 4.11. di atas, diperoleh 26 responden (6,33%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 2 responden (0,49%) yang berusia di atas 20 tahun memiliki persepsi terhadap perilaku sehat yang sangat positif. Adapun data yang diperoleh untuk kategori tingkat persepsi terhadap perilaku sehat yang positif, sejumlah 59 responden (14,36%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 36 responden (8,76%) yang berusia di atas 20 tahun.

Untuk kategori persepsi terhadap perilaku sehat cukup positif, sejumlah 91 responden (22,14%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 65 responden (15,82%) berusia di atas 20 tahun. Pada kategori persepsi terhadap perilaku sehat tingkatan kurang positif, diperoleh 61 responden (14,84%) yang berusia di bawah 20 tahun, 42 responden (10,22%) berusia di atas 20 tahun. Adapun pada

kategori netral, diperoleh 22 responden (5,35%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 7 responden (1,70%) berusia di atas 20 tahun.

c. Persepsi terhadap Perilaku Sehat berdasarkan Universitas

Pada demografi ini juga, tingkatan persepsi terhadap perilaku sehat responden akan dilihat berdasarkan universitas.

Terdapat lima kategorisasi di masing-masing universitas yakni dari tingkat sangat positif hingga netral. Adapun hasil gambaran tingkat persepsi terhadap perilaku sehat berdasarkan universitas yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.12. Gambaran Tingkat Persepsi Terhadap Perilaku Sehat Mahasiswa Berdasarkan Universitas

Negeri Swasta

23,60%

N=411

14,84%

15,82%

14,36%

8,27% 9,25%

5,84% 5,35%

0,97% 1,70%

Sangat Positif Cukup Kurang Netral

Positif Positif Positif

Pada data yang terlihat pada gambar 4.12, diperoleh 4 responden yang berasal dari universitas negeri dan 24 responden yang berasal dari universitas swasta pada kategori tingkat persepsi terhadap perilaku sehat yang sangat positif. Adapun data yang diperoleh untuk kategori tingkat persepsi terhadap perilaku sehat

yang positif, sejumlah 34 responden yang berasal dari universitas negeri dan 61 responden yang berasal dari universitas swasta .

Untuk kategori persepsi terhadap perilaku sehat dengan tingkatan cukup positif, sejumlah 59 responden yang berasal dari universitas negeri dan 97 responden yang berasal dari universitas swasta. Pada kategori persepsi terhadap perilaku sehat tingkatan kurang positif, diperoleh 38 responden yang berasal dari universitas negeri dan 65 responden untuk yang berasal dari universitas swasta. Adapun pada kategori netral, diperoleh 7 responden yang berasal dari universitas negeri dan 22 responden untuk yang berasal dari universitas swasta.

3. Kesadaran Diri (Self Awareness) berdasarkan Demografi

a. Kesadaran Diri (Self Awareness) berdasarkan Jenis Kelamin Pada demografi ini juga, tingkatan kesadaran diri (self

awareness) responden akan dilihat berdasarkan jenis kelamin.

Terdapat lima kategorisasi di masing-masing jenis kelamin yakni dari tingkat sangat tinggi hingga sangat rendah. Adapun hasil gambaran kesadaran diri (self awareness) berdasarkan jenis kelamin yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.13. Gambaran Tingkat Kesadaran Diri (Self Awareness) Mahasiswa Berdasarkan Jenis Kelamin

Perempuan Laki-laki 27,98%

N=411

17,03%

19,46%

8,76%

5,84%

5,11% 6,81%

4,62%

2,92%

1,46%

Sangat Tinggi

Tinggi Sedang Rendah Sangat

Rendah

Pada data yang terlihat pada gambar 4.13, diperoleh 24 responden yang berjenis kelamin perempuan dan 12 responden yang berjenis kelamin laki-laki pada kategori tingkat kesadaran diri yang sangat tinggi. Adapun data yang diperoleh untuk kategori tingkat kesadaran diri yang tinggi, sejumlah 70 responden yang berjenis kelamin perempuan dan 21 responden yang berjenis kelamin laki-laki.

Untuk kategori kesadaran diri dengan tingkatan sedang, sejumlah 115 responden yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan 36 responden berjenis kelamin laki-laki. Pada kategori kesadaran diri tingkatan rendah, diperoleh 80 responden yang berjenis kelamin perempuan dan 28 responden untuk yang berjenis kelamin laki-laki. Adapun pada kategori sangat rendah, diperoleh 19 responden berjenis kelamin perempuan dan 6 responden yang berjenis kelamin laki-laki.

b. Gambaran Umum Kesadaran Diri (Self Awareness) berdasarkan Usia

Pada demografi ini juga, tingkatan kesadaran diri (self awareness) responden akan dilihat berdasarkan usia. Terdapat lima kategorisasi di masing-masing usia yakni dari tingkat sangat tinggi hingga sangat rendah. Adapun hasil gambaran kesadaran diri (self awareness) berdasarkan usia yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.14. Gambaran Tingkat Kesadaran Diri (Self Awareness) Mahasiswa Berdasarkan Usia

< 20 Tahun > 20 Tahun

23,11%

15,57%

13,63% 13,63%

12,65%

6,57% 6,57%

4,14%

2,19% 1,95%

Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat

Tinggi Rendah

Pada data yang terlihat pada gambar 4.13 di atas, diperoleh 27 responden (6,57%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 9 responden (2,19%) yang berusia di atas 20 tahun pada kategori tingkat kesadaran diri (self awareness) yang sangat tinggi. Adapun data yang diperoleh untuk kategori tingkat kesadaran diri (self awareness) yang tinggi, sejumlah 64 responden (15,57%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 27 responden (6,57%) yang berusia di atas 20 tahun.

Untuk kategori kesadaran diri (self awareness) dengan tingkatan sedang, sejumlah 95 responden (23,11%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 56 responden (13,63%) berusia di atas 20 tahun. Pada kategori kesadaran diri (self awareness) tingkatan rendah diperoleh 56 responden (13,63%) yang berusia di bawah 20 tahun, 52 responden (12,65%) berusia di atas 20 tahun. Adapun pada kategori sangat rendah, diperoleh 17 responden (4,14%) yang berusia di bawah 20 tahun dan 8 responden (1,95%) berusia di atas 20 tahun.

c. Gambaran Umum Kesadaran Diri (Self Awareness) berdasarkan Universitas

Pada demografi ini juga, tingkatan kesadaran diri (self awareness) responden akan dilihat berdasarkan universitas.

Terdapat lima kategorisasi di masing-masing universitas yakni dari tingkat sangat tinggi hingga sangat rendah. Adapun hasil gambaran kesadaran diri (self awareness) berdasarkan universitas yang dapat dilihat pada diagram berikut:

Gambar 4.15. Gambaran Tingkat Kesadaran Diri (Self Awareness) Mahasiswa Berdasarkan Universitas

Negeri Swasta 22,38%

17,03%

16,30% N=411 14,36%

9,98%

3,65% 5,11% 5,11% 4,62%

1,46%

Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat

Tinggi Rendah