• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepustakaan tentang asal-usul GESTAPU dan tujuan-tujuannya sudah banyak sekali. Karya-karya yang paling penting diberikan daftarnya di Bibliografi, dan semuanya ini dapat dibagi dalam tiga kategori penafsiran utama.

Penafsiran yang pertama mengatakan bahwa asal-usul GESTAPU itu harus dilihat pada polarisasi yang mendalam di kalangan AD tentara Indonesia pada tahun 1965, di mana para perwira “progresif-revolusioner” yang muda-muda dan yunior memukul para komandan puncak “reaksioner” dari AD itu yang telah bersekongkol dengan pihak asing untuk menggulingkan Presiden Sukarno karena kebijakan-kebijakan progresifnya. GESTAPU itu adalah seluruhnya

“masalah intern Angkatan Darat” yang sedang gelisah itu, sedang PKI hanya memainkan peran tambahan saja, mengambil keuntungan dari perkembangan- perkembangan tersebut dengan jalan mendukung mereka yang progresif-

2 Hermawan Sulistyo telah membuat tabulasi tentang berbagai perkiraan jumlah korban pembunuhan massal itu dalam karyanya yang berjudul Palu Arit Di Ladang Tebu. (The Hammer and Sickle in the Sugar Cane Field). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2000, hlm. 44-46.

revolusioner.3 Namun, perintah Presiden Sukarno untuk membersihkan komando puncak AD yang diberikan kepada Untung pada tanggal 4 Agustus 1965, tiga rapat Politbiro PKI dalam bulan Agustus 1965 untuk secara pre- emptive melakukan kudeta sebagai sebuah jalan pintas untuk langsung memegang kekuasaan, penetrasi PKI ke dalam tubuh Angkatan Bersenjata melalui kegiatan-kegiatan Biro Chususnya sejak tahun 1964, dan kemudian mendirikan “Komando Pembersihan [Purge Command]” di bawah Untung yang komposisinya dengan tepat sekali terdiri dari para perwira revolusioner untuk memotong kepala Angkatan Darat, yang semuanya dimuat dokumentasinya di dalam buku ini, menjadikan teori Cornell Paper itu tidak masuk akal.

Teori yang kedua berpendapat bahwa GESTAPU itu direncanakan oleh suatu konspirasi bersama Inggris-Amerika untuk menghentikan lajunya Indonesia ke arah komunisme dengan menggulingkan Presiden Sukarno dan menghancurkan PKI. Teori ini menuduh bahwa pihak Inggris, namun di atasnya lagi Amerika, telah mendorong “teman-teman” mereka di jajaran puncak AD Indonesia untuk melakukan sebuah kudeta militer guna mencapai

3 Asal-usul teori ini adalah “Cornell Paper”, yang ditulis oleh Benedict R. O ’G. Anderson dan Ruth T. McVey, yang berjudul A Preliminary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia. Ithaca, N.Y.: Cornell University Press, 1971. Paper ini pertama kali disiarkan sebagai sebuah studi pribadi dan penulis ini memperoleh satu copy dari Profesor Harry J.

Benda tahun 1969.

Setelah gagalnya kudeta itu, PKI melakukan sebuah upaya untuk memakai beberapa orang akademisi terkemuka di Amerika Serikat dan di tempat-tempat lain untuk mempertahankan status hukumnya dengan menyebar-luaskan disinformasi Aidit yang mengatakan bahwa GESTAPU itu seluruhnya adalah masalah intern Angkatan Darat, di mana PKI tidak memainkan peran apapun di situ. Sebelum kudeta itu di tahun 1965, Dr.

Ruth McVey menjadi seorang dosen tamu pada Institute Aliarcham untuk Ilmu-Ilmu Sosial kepunyaan PKI, di mana partai itu melatih para kadernya dalam administrasi negara agar mampu menjalankan lembaga-lembaga negara itu setelah berhasil memperoleh kekuasaan.

Banyak pemimpin PKI mempunyai hubungan pribadi dengan para akademisi terkemuka spesialis Indonesia di Amerika Serikat, Negeri Belanda, Australia, dan di tempat-tempat lain. “…tanggal 20 November 65 sebuah ‘Appeal of the Committee for the Defence of the PKI [Seruan dari Komite untuk Mempertahankan PKI]’ telah diterbitkan di Djakarta, yang diterbitkan kembali dalam sejumlah organ komunis di luar-negeri yang menegaskan bahwa PKI sama sekali tidak bersalah dan mengucapkan terimakasih kepada kelompok-kelompok para sahabat di luar-negeri atas bantuan dan dukungannya. Secara tak disengaja, teman saya seorang perwira (AD) Indonesia mengatakan kepada saya tentang sebuah laporan yang menyatakan bahwa Njoto telah menulis kepada beberapa orang teman di Cornell di akhir tahun 1965 meminta dukungan mereka. (Apakah ada benarnya laporan ini, terus-terang saya tidak mengetahuinya.)” John O. Sutter dalam suratnya kepada Arnold Brackman tanggal 27 Maret 1969. Lihat juga KATA PENGANTAR Sutter untuk buku ini tentang Cornell Paper.

tujuan-tujuan mereka.4 Saripati teori ini mempertahankan bahwa dengan jalan mendorong, atau sekurang-kurangnya membantu mendorong, kudeta GESTAPU itu, maka sayap kanan dari tentara Indonesia punya alasan untuk menghabisi saingan-saingannya di pusat AD, dan dengan demikian melapangkan jalan untuk menghabisi kaum kiri sipil yang sudah lama direncanakan, dan pada akhirnya mendirikan suatu kediktatoran militer. Dengan kata lain, GESTAPU hanyalah merupakan fase pertama saja dari “tiga fase kudeta sayap kanan”—

sesuatu yang secara publik telah didorong dan secara rahasia dibantu oleh para juru-bicara dan pejabat Amerika. Akan tetapi, dokumen-dokumen CIA dan lain-lain yang sudah tidak dirahasiakan lagi (declassified) dan diterbitkan oleh Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2001, dan dilampirkan dalam studi ini sebagai DOKUMEN No. 18 dan No. 19, menjadikan teori Scott itu tidak masuk akal, karena CIA, atas pengakuannya sendiri, tidak mempunyai aset-aset alias sumberdaya di Indonesia untuk melakukan “kudeta” secanggih itu untuk menurunkan Sukarno atau menghancurkan PKI.

Teori ketiga meyakini bahwa GESTAPU itu diatur oleh PKI sebagai jalan pintas untuk langsung berkuasa. Meskipun partai itu sebagai keseluruhan tidak memiliki sebuah rencana untuk mengambil-alih kekuasaan secara langsung, sambil berharap untuk mengadakan revolusi agraria di negara itu dalam lima tahun berikutnya, namun Politbironya dengan cepat memutuskan untuk mengadakan kudeta pre-emptive, sebagai suatu tindakan darurat, pada pertengahan bulan Agustus 1965 karena dua alasan. Pertama, karena kemungkinan Presiden Sukarno meninggal tiba-tiba atau lumpuh secara permanen, setelah ia jatuh pingsan tanggal 4 Agustus 1965. Kedua, karena Mao Zedong telah mendesak Aidit pada tanggal 5 Agustus 1965 untuk cepat bergerak dengan sebuah pukulan pre-emptive memenggal komando puncak AD untuk mengenyahkan pesaing utamanya menuju kekuasaan dan menggantikan Presiden dengan seorang kandidat dari PKI, namun sedapat mungkin bukan seorang anggota partai.5

4 Peter Dale Scott adalah pakar teori terkemuka tentang peran Amerika yang dituduhkan itu dalam konspirasi ini. Lihatlah makalahnya “The United States and the Overthrow of Sukarno, 1965-1967.” Pacific Affairs, Vancouver: University of British Columbia, Vol. 58, No. 2, musim panas 1985, hlm. 239-264.

5 Notosusanto, Nugroho, The Coup Attempt of the “September 30 Movement” in Indonesia.

Djakarta: Pembimbing Masa, 1968; juga Brackman, Arnold C. The Communist Collapse in Indonesia. New York: W.W. Norton and Co. Inc., 1969. Lihat pula kumpulan dokumen yang diterbitkan oleh berbagai lembaga Pemerintah Indonesia dan dimuat daftarnya dalam Bibliografi.