• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER MATA PELAJARAN AQIDAH KELAS

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER MATA PELAJARAN AQIDAH KELAS "

Copied!
182
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER MATA PELAJARAN AQIDAH KELAS

VIII SMP MUHAMMADIYAH AHMAD DAHLAN METRO TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh:

MUHAMAD BERKAH NPM. 1501010083

Jurusan : Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO 1440 H /2019 M

(2)

ii

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER MATA PELAJARAN AQIDAH KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH

AHMAD DAHLAN METRO TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Memenuhi Sebagai Syarat Memperoleh Gelar S.Pd

Oleh : Muhamad Berkah NPM. 1501010083

Pembimbing I : Dr. Aguswan Khotibul Umam, MA Pembimbing II: Yuyun Yunarti, M.Si

Jurusan : Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO 1440 H / 2019 M

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER MATA PELAJARAN AQIDAH KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH

AHMAD DAHLAN METRO TAHUN PELAJARAN 2018/2019

ABSTRAK OLEH:

MUHAMAD BERKAH

Evaluasi merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh guru untuk mengukur kemampuan peserta didik terhadap materi yang diberikan oleh guru.

Sehingga evaluasi digunakan sebagai alat ukur keberhasilan dari seorang guru dalam mengajarkan materi di kelas dimana dengan adanya evaluasi ini akan diketahui sudah sejauh mana pengetahuan peserta didik terhadap materi yang disampaikan. Oleh karena itu agar tujuan evaluasi sebagai alat ukur kemampuan peserta didik ini dapat berfungsi dengan baik maka dibutuhkan alat ukur yang akurat.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas soal ulangan akhir semester mata pelajaran Aqidah kelas VIII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019 yang ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif.

Soal ulangan akhir semester mata pelajaran Aqidah kelas VIII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 40 butir soal pilihan ganda. Dalam proses analisis butir soal ini dilakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran Aqidah. Soal tersebut dianalisis berdasarkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan program ITEMAN dan SPSS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Validitas butir soal pilihan ganda 37 butir soal atau 92,5% dikatakan valid dan 3 butir soal atau 7,5% dikatakan tidak valid, (2) Reliabilitas soal pilihan ganda sebesar 0,843. (3) Tingkat Kesukaran soal pilihan ganda 21 butir soal atau 52,5% tergolong mudah, 19 butir soal atau 47,5% tergolong sedang. (4) Daya Pembeda soal pilihan ganda 7 butir soal atau 17,5% memiliki daya pembeda jelek, 15 butir soal atau 37,5% memiliki daya pembeda cukup, 18 butir soal atau 45% memiliki daya pembeda baik. (5) Efektivitas Pengecoh soal pilihan ganda 13 butir soal atau 32,5% memiliki pengecoh sangat baik, 9 butir soal atau 22,5% memiliki pengecoh baik, 13 butir soal atau 32,5% memiliki pengecoh buruk, dan 5 butir soal atau 12,5% memiliki pengecoh sangat buruk. Sedangkan pada guru mata pelajararan Aqidah paham dan dan bisa melakukan cara analisis butir soal dan menginterpretasikan hasil analisis butir soal.

Kata kunci: Analisis Butir Soal, Program ITEMAN, Program SPSS

(6)

vi

(7)

vii MOTTO



























































Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian Dia perlihatkan kepada para Malaikat seraya berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu benar!". Mereka menjawab: "Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Q.S. Al-Baqarah: 31-32)

(8)

viii

PERSEMBAHAN

Dengan hati yang ikhlas dan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya untuk terus mengiringi langkahku mencapai cita-cita. Hasil studi ini Penulis persembahkan kepada:

1. Kedua orangtuaku yang aku cintai, yaitu Bapak Wiji dan Ibu Juwariyah, yang selalu memberikan semangat, kasih sayang dan berjuang serta mendoakan keberhasilanku

2. Bapak Dr. Aguswan Khotibul Umam, MA dan Ibu Yuyun Yunarti, M.Si selaku Pembimbing yang selalu Memberikan bimbingan bagi Penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

3. Kakak dan adikku terima kasih atas kasih sayang dan doa yang kalian berikan demi keberhasilan ku.

4. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, khususnya jurusan Pendidikan Agama Islam yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada Penulis

5. Rekan-rekan mahasiswa IAIN Metro angkatan 2015, khususnya rekan-rekan dari jurusan Pendidikan Agama Islam

6. Almamater Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro.

7. Bapak Ali Musyafa, S.Ag, M.M selaku Kepala SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro dan Bapak Ahmad Fauzi, M.Hum, selaku guru Aqidah kelas VII yang telah banyak memberikan bantuan dan bimbingan saat pelaksanaan penelitian kepada Penulis.

(9)

ix

(10)

x DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN ... iii

PENGESAHAN... iv

ABSTRAK ... v

ORISINALITAS PENELITIAN ... vi

MOTTO ... vii

PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Batasan Masalah ... 5

D. Rumusan Masalah ... 5

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6

F. Penelitian Relevan ... 6

BAB II LANDASAN TEORI ... 10

A. Evaluasi ... 10

1. Pengertian Evaluasi ... 10

2. Fungsi dan Tujuan Evaluasi ... 11

3. Prinsip-prinsip Evaluasi ... 13

4. Macam-macam Evaluasi... 14

(11)

xi

B. Analisis Butir Soal Mata Pelajaran Aqidah ... 20

1. Pengertian Analisis Butir Soal ... 20

2. Analisis Butir Soal ... 21

C. Kerangka Konseptual Penelitian ... 27

BAB III METODE PENELITIAN ... 28

A. Rancangan Penelitian ... 28

B. Variabel dan Definisi Operasional Variabel ... 29

C. Subjek dan Obyek Penelitian ... 31

D. Instrumen Penelitian ... 31

E. Teknik Pengumpulan Data ... 32

F. Teknik Analisis Data ... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36

A. Hasil Penelitian ... 36

1. Deskripsi Lokasi Penelitian ... 36

2. Deskripsi Data Hasil penelitian ... 45

B. Pembahasan ... 51

1. Validitas ... 53

2. Reliabilitas ... 55

3. Tingkat Kesukaran ... 55

4. Daya Pembeda ... 56

5. Fungsi Pengecoh ... 57

BAB V PENUTUP ... 59

A. Kesimpulan ... 59

B. Saran ... 60

(12)

xii

DAFTAR PUSTAKA ... 61 LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 63 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 167

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

4.1 Profil SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro ... 38 4.2 Keadaan Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah Ahmad

Dahlan Metro ... 42 4.3 Daftar Keadaan Peserta didik SMP Muhammadiyah Ahmad

Dahlan Metro ... 44 4.4 Daftar Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro ... 44 4.5 Distribusi Validitas Butir Soal Mata Pelajaran Aqidah ... 46 4.6 Distribusi Tingkat Kesukaran Butir Soal Mata Pelajaran Aqidah .... 48 4.7 Distribusi Daya Pembeda Butir Soal Mata Pelajaran Aqidah ... 49 4.8 Distribusi Fungsi Pengecoh Butir Soal Mata Pelajaran Aqidah ... 51

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Triangulasi Komponen Evaluasi ... 13

4.1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro ... 41

4.2 Diagram Persentase Validtas Butir Soal ... 47

4.3 Diagram Persentase Tingkat Kesukaran Butir Soal ... 48

4.4 Diagram Persentase Daya Pembeda Butir Soal ... 50

4.5 Diagram Persentase Fungsi Pengecoh Butir Soal ... 51

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Surat Bimbingan Skripsi ... 64

2. Nota Dinas ... 65

3. Surat Izin Penelitian ... 66

4. Surat Tugas Penelitian dari IAIN Metro ... 67

5. Surat Balasan dari SMP Mu Ahmad Dahlan Metro Izin Penelitian. 68 6. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ... 69

7. Input Data ITEMAN ... 70

8. Output Data ITEMAN... 75

9. Input Data SPSS... 82

10. Output Data SPSS ... 87

11. Hasil Analisis Validitas Butir Soal ... 89

12. Hasil Analisis Reliabilitas Butir Soal... 90

13. Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal ... 91

14. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal ... 92

15. Hasil Analisis Fungsi Pengecoh Butir Soal ... 93

16. Rekap Analisis Butir Soal ... 94

17. Nilai r Product Moment... 96

18. Surat Keterangan Bebas Prodi ... 97

19. Surat Keterangan Bebas Pustaka ... 98

20. Alat Pengumpul Data ... 99

21. Outline ... 101

22. Soal dan Kunci Jawaban ... 104

23. Lembar Jawaban Peserta Didik ... 109

24. Formulir Konsultasi Bimbingan Skripsi ... 115

25. Silabus ... 132

26. RPP... 139

27. Data Nilai Hasil Tes ... 160

28. Foto Kegiatan ... 165

29. Daftar Riwayat Hidup ... 167

(16)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa dipengaruhi oleh kualitas pendidikan itu sendiri. Pendidikan harus dititik beratkan pada pendidikan yang bermutu baik dari segi masukan, proses, maupun hasilnya. Sumber daya manusia yang berkualitas hanya akan muncul dari pendidikan yang berkualitas pula.

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi anak agar memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara.1

Salah satu komponen pendidikan yang perlu dievaluasi adalah hasil belajar peserta didik. Melalui evaluasi hasil belajar dapat diketahui seberapa jauh peserta didik telah menguasai bahan atau materi yang dipelajari sehingga dapat berfungsi sebagai umpan balik bagi perbaikan belajar mengajar di kelas.

Evaluasi pendidikan menurut Undang-undang No 20 Tahun 2005 ayat 18 adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur,

1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang, Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1, 3.

(17)

jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.2

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khususnya Pasal 63 ayat 1 menyatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah. Pasal 64 ayat 1 menyatakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 63 ayat 1 butir (a) dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.3

Dalam hal ini pendidik diharuskan mengadakan analisis butir-butir soal untuk mengetahui tingkat kualitas butir-butir soal yang ditinjau dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh yang digunakan sebagai penilaian perkembangan hasil belajar peserta didik. Soal yang bermutu adalah soal yang dapat memberikan informasi setepat-tepatnya tentang peserta didik mana yang telah menguasai materi dan peserta didik mana yang belum menguasai materi.

Oleh karena itu, pendidik diharuskan mengadakan penilaian terhadap peserta didik dalam pembelajaran agar pendidik mengetahui sejauhmana perkembangan kemajuan peserta didik selama kurun waktu tertentu.

Sehingga, pendidik dapat mengambil langkah yang tepat untuk menangani

2 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang, Standar Nasional Pendidikan, Khususnya Pasal 1 Ayat 18, 2.

3 Ibid., 19.

(18)

permasalah dan hambatan-hambatan yang dialami oleh peserta didik dalam belajar.

Pendidikan Agama Islam yang diberikan di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan terbagi menjadi beberapa mata pelajaran yaitu Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab, Ibadah, Aqidah, Akhlak, Qur‟an Hadist, dan Tarikh. Semua mata pelajaran tersebut dalam proses evaluasi sumatifnya dilakukan oleh masing-masing guru mata pelajarannya. Mata pelajaran yang dikaji dalam penelitian ini yaitu mata pelajaran Aqidah.

Mata pelajaran Akidah merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk menumbuhkan pembentukan kebiasaan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT., mengimani segala sesuatu yang bersumber dari al- qur‟an dan hadist serta dalam proses pembelajaran membahas masalah kalam, ibadah, tauhid dan lain-lainya. Namun, dalam proses evaluasi mata pelajaran Akidah lebih cenderung mengedepankan aspek kognitif.

Dengan melihat kondisi demikian, instrumen yang digunakan dalam menguji perkembangan peserta didik perlu dievaluasi agar mutu mata pelajaran Aqidah semakin meningkat, serta tujuan dari mata pelajaran Aqidah dapat tercapai. Karena evaluasi yang dilakukan dalam mata pelajaran Aqidah pada aspek kognitifnya dan instrumen evaluasinya berupa tes, maka analisis yang dilakukan adalah analisis terhadap butir-butir soal yang digunakan sebagai alat evaluasi.

Berdasarkan hasil pra survei dengan bapak Ahmad Fauzi, guru mata pelajaran Aqidah kelas VIII di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro,

(19)

menjelaskan bahwa bahan ajar utama yang digunakan yaitu buku mata pelajaran Aqidah yang dikeluarkan oleh pimpinan pusat Muhammadiyah bagian pendidik dasar dan menengah.4

Dalam analisis butir soal yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Aqidah berbasis kepada materi yang diajarkan dan belum melakukan analisis butir soal, sehingga belum diketahui kualitas dari masing-masing butir soal. Alasan belum dilakukannya analisis butir soal dikarenakan guru tidak memahami tentang alat uji analisis butir soal. Seharusnya dalam mengukur kualitas butir soal pada ulangan akhir semester guru harus melakukan analisis butir soal yang ditinjau dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh.5

Selain itu guru mata pelajaran Aqidah belum melakukan uji coba terlebih dahulu butir-butir soal yang akan digunakan untuk ulangan akhir semester karena proses yang rumit dan membutuhkan waktu yang panjang, sehingga belum diketahui kualitas butir-butir soal.6

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menganggap perlunya dilakukan penelitian mengenai: “Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Mata Pelajaran Aqidah Kelas VIII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019”.

4 Pra-Survei Melalui Wawancara dengan Bapak Ahmad Fauzi, M.Hum, Guru Mata Pelajaran Aqidah SMP Mu Ahmad Dahlan Metro, pada tanggal 4 Oktober 2018.

5 Pra-Survei Melalui Wawancara dengan Bapak Ahmad Fauzi, M.Hum, Guru Mata Pelajaran Aqidah SMP Mu Ahmad Dahlan Metro, pada tanggal 4 Oktober 2018.

6 Pra-Survei Melalui Wawancara dengan Bapak Ahmad Fauzi, M.Hum, Guru Mata Pelajaran Aqidah SMP Mu Ahmad Dahlan Metro, pada tanggal 4 Oktober 2018.

(20)

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas dapat di identifikasi beberapa masalah sebagai berikut:

1. Guru belum melakukan analisis butir soal karena tidak memahami tentang alat uji analisis butir soal.

2. Belum dilakukannya uji coba terlebih dahulu soal ulangan akhir semester kepada peserta didik sebelum soal diujikan.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, maka penelitian ini dibatasi pada soal ulangan akhir semester satu mata pelajaran Aqidah kelas VIII di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berbentuk objektif yang ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran daya pembeda, dan fungsi pengecoh.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh butir soal ulangan akhir semester mata pelajaran Aqidah Kelas VIII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019?

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu:

Mendeskripsikan tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh butir soal ulangan akhir semester

(21)

satu mata pelajaran Aqidah kelas VIII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019.

2. Adapun manfaat penelitian yang peneliti lakukan ini adalah:

a. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan khususnya evaluasi hasil belajar dalam menganalisis butir soal.

b. Secara Praktis, sebagai bahan masukan bagi guru atau tim penyusun soal ujian, khususnya mata pelajaran Aqidah untuk meningkatkan alat evaluasi sehingga mengukur mutu pendidikan dan ke depan dapat menysusun soal yang dapat mencapai tujuan pembelajaran.

F. Penelitian Relevan

Berikut ini ada beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan:

1. Skripsi yang ditulis oleh Juin Agus Saputro Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2015 dengan judul “Analisis Butir Soal Ujian Teori Produktif Kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta”.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitia ini menunjukan bahwa dari 40 butir soal, kategori valid sejumlah 11 butir dan 29 butir dalam kategori invalid. Indeks reliabilitas soal sebesar 0,36 atau dalam kategori rendah. Tingkat kesukaran, kategori sukar sejumlah 12 butir, kategori sedang sejumlah 17 butir dan kategori mudah sejumlah 11 butir. Daya beda, kategori baik sejumlah

(22)

10 butir dan kategori tidak baik sejumlah 30 butir. Efektifitas pengecoh, distraktor dapat berfungsi sejumlah 7 butir dan distraktor tidak dapat berfungsi sejumlah 33 butir.7

2. Skripsi yang ditulis oleh Lina Savitri Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2014 dengan judul “Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Teori Kejujuran Teknik Kendaraan Ringan Kelas XII SMK N 2 Pengasih Tahun Pelajaran 2013/2014”. Dari hasil penelitiannya menunjukan bahwa kualitas soal UAS Gasal mata pelajaran teori kejuruan TKR Kelas XII SMKN 2 Pengasih tahun 2013/2014 ditinjau dari aspek materi, konstruksi dan bahasanya yaitu 12,5% soal tidak memenuhi aspek materi, 27,5% soal tidak memenuhi aspek konstruksi, dan 60% soal tidak memenuhi aspek bahasa. Dari aspek tingkat kesukaran soal, 72% soaltermasuk dalam kriteria mudah, 18% termasuk pada kriteria sedang dan 10% soal termasuk pada kriteria sukar, yang berarti tes tersebut terlalu mudah. Dari aspek daya pembeda butir soal, 5% soal termasuk dalam kriteria baik sekali, 30% soal termasuk dalam kriteria baik, 15% soal dalam kriteria cukup, 5% soal masuk dalam kriteria jelek, dan 45% soal termauk kriteria sangat jelek. Dari aspek efektivitas pengecoh, seluruh soal pengecohnya belum berfungsi/belum efektif. Dari aspek reliabilitas diperoleh koefisien reliabilitas 0,286

7 Juin Agus Saputro, “Analisis Butir Soal Ujian Teori Produktif Kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta” (Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta, 2015).

Dalam https://eprints.uny.ac.id/30905/1/Juin%20Agus%20Saputro%2011503249031.pdf, diunduh pada 29 September 2018.

(23)

dengan kriteria rendah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif.8

3. Skripsi yang ditulis oleh Yohan Santoso Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2013 dengan judul “Analisis Butir Soal Ulangan Tengah Semester Mata Diklat Teori Produktif untuk Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah I Bantul 2012/2013”. Dari hasil penelitiannya menunjukan bahwa soal ujian tengah semester mata diklat Teori Produktif yang digunakan di SMK Muhammadiyah 1 Bantul memenuhi aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Hasil analisis butir secara kuantitatif dengan ITEMAN menunjukkan bahwa karakteristik soal ujian termasuk dalam kategori yang kurang baik, dengan tingkat kesukaran berkisar 0,325–0,758, daya beda soal cukup; pengecoh berfungsi sebanyak 50% dari total keseluruhan; dan reliabilitas soal sebesar 0,569. Butir soal ujian yang baik sebanyak 31,6% dari total keseluruhan soal, sedangkan sisanya sebanyak 68,3 % termasuk dalam kategori tidak baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif.9

Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu sama-sama meneliti tentang analisis butir soal. Sedangkan perbedaan skripsi

8 Lina Savitri, “Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Teori Kejujuran Teknik Kendaraan Ringan Kelas XII SMK N 2 Pengasih Tahun Pelajaran 2013/2014”

(Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta, 2014). Dalam

https://eprints.uny.ac.id/29969/1/Lina%20savitri%2010504244027.pdf, diunduh pada 29 September 2018.

9 Yohan Santoso, “Analisis Butir Soal Ulangan Tengah Semester Mata Diklat Teori Produktif Untuk Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah I Bantul 2012/2013” (Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta, 2013). Dalam https://eprints.uny.ac.id/21674/1/Yohansantoso- 11503247016.pdf, diunduh pada 29 September 2018.

(24)

ini dengan skripsi-skripsi yang lain yaitu pada subyek penelitian, obyek penelitian dan tempat penelitian, skripsi yang disusun ini tempat penelitiannya di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro dengan obyek penelitian mengenai analisis butir soal mata pelajaran Aqidah kelas VIII secara deskriptif kuantitatif.

(25)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Evaluasi

1. Pengertian Evaluasi

Evaluasi adalah proses yang sistematis dan bekelanjutan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan, menginterpretasikan dan menyajikan informasi tentang suatu program sebagai dasar membuat keputusan, menyusun program selanjutnya.10

Evaluasi sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar karena dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana ketercapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai.11

Evaluasi juga dapat digunakan untuk menentukan kualitas sesuatu hal dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi adalah suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai keputusan- keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pengajaran.12 Secara lebih spesifik evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas dari sesuatu, berdasarkan

10 Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016), 6–7.

11 Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), 3.

12 Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem (Jakarta:

Bumi Aksara, 2011), 210.

(26)

pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan.13 Selain itu evaluasi diartikan membandingkan sesuatu dengan satu kuran untuk mengambil suatu keputusan terhadap dengan ukuran baik buruknya.14

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah suatu proses sistematis dalam kegiatan pembelajaran yang berguna untuk menilai komponen pembelajaran dan menghasilkan informasi yang akan digunakan untuk menentukan kualitas suatu komponen yang diukur serta untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

2. Fungsi dan Tujuan Evaluasi

Tujuan umum evaluasi pendidikan adalah untuk memperoleh data pembuktian, yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam tujuan-tujuan kurikuler, setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Selain itu, tujuannya yaitu untuk mengukur dan menilai sampai dimanakah efektivitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik.15

Fungsi Evaluasi secara umum sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki fungsi-fungsi pokok yaitu mengukur kemajuan,

13 Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017), 5.

14 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, 3.

15 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011), 16.

(27)

menunjang penyusunan rencana, dan memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.

Adapun secara khusus, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dibedakan menjadi enam yakni Pertama, Penilaian berfungsi sebagai selektif, dimana penilaian guru menggunakan cara mengadakan seleksi atau penilaian terhadap peserta didiknya. Kedua, Penilaian berfungsi sebagai diaknosis, dimana guru mengadakan diaknosis terhadap peserta didik tentang kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahuinya sebab- sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasi.

Ketiga, Penilaian berfungsi sebagai penempatan, dimana penilaian dimaksudkan untuk menentukan tempat peserta didik sehingga seorang peserta didik yang mempunyai hasil penilaian yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar. Keempat, Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan, dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program pendidikan berhasil diterapkan. Kelima, Penilaian berfungsi formatif (formative test), dimaksudkan untuk memantau atau memonitori kemajuan belajar peserta didik guna memberikan umpan balik (feedback), baik kepada peserta didik maupun kepada guru. Keenam, Penilaian berfungsi sumatif (Sumative Test) dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana suatu program berhasil diterapkan.16

Berdasarkan urain di atas dapat dipahami bahwa tujuan evaluasi pembelajaran yaitu untuk mengukur kemampuan yang dimiliki peserta

16 Sudaryono, Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), 53–

54.

(28)

didik dalam proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Sedangkan fungsi dari evaluasi pembelajaran yaitu penilaian berfungsi sebagai selektif, penilaian berfungsi sebagai diaknosis, penilaian berfungsi sebagai penempatan, penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan, penilaian berfungsi formatif (formative test), penilaian berfungsi sumatif (Sumative Test).

3. Prinsip-prinsip Evaluasi

Prinsip-prinsip umum dalam evaluasi yaitu kontinuitas, komprehensif, adil dan objektif, kooperatif, dan praktis.17 Pendapat lain tentang prinsip-prinsip evaluasi adalah bahwa ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu adanya triangulasi atau hubungan erat tiga komponen, yaitu:

1) Tujuan pembelajaran 2) Kegiatan pembelajaran 3) Evaluasi

Triangulasi tersebut dapat digambarkan dengan bagan sebagai berikut:

Tujuan

KBM Evaluasi Gambar 1.

Triangulasi Komponen Evaluasi18

17 Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, 31.

18 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, 38.

(29)

Penjelasan dari bagan triangulasi di atas adalah sebagai berikut:

1. Hubungan antara Tujuan dengan KBM

Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dirancang dalam bentuk rencana mengajar disusun dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai.

2. Hubungan antara Tujuan dengan Evaluasi

Evaluasi digunakan untuk mengukur sejauh mana tujuan sudah tercapai. Dalam menyusun alat evaluasi mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan.

3. Hubungan antara KBM dengan Evaluasi

Selain mengacu pada tujuan, evaluasi juga harus mengacu atau disesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan.

4. Macam-macam Evaluasi a. Evaluasi Diagnostik

Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan peserta didik sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan perlakuan-perlakuan yang tepat.19

b. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok

19 Ibid., 48.

(30)

bahasa, dan bertujuan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari satu unit pembelajaran ke unit yang berikutnya20

c. Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif yaitu kegiatan penilaian yang bertujuan untuk mencari umpan balik (feedback), yang selanjutnya hasil penilaian tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar-mengajar yang sudah atau sednag dilaksanakan.21

Berdasarkan uraian di atas bahwa jenis-jenis evaluasi dalam pembelajaran yang bisa dilakukan yaitu evaluasi diagnostik, evaluasi sumatif, dan evaluasi formatif.

B. Analisis Butir Soal

1. Pengertian Analisis Butir Soal

Analisis butir soal atau analisis items adalah pengkajian pertanyaan- pertanyaan tes agar diperoleh perangkat pertanyaan yang memiliki kualitas yang memadai.22 Selain itu pengertian analisis butir soal adalah suatu kegiatan yang prosedur dan sistematis dalam penyusunan soal agar diperoleh butir soal yang bermutu.23

20 Elis Ratnawulan and A. Rusdiana, Evaluasi Pembelajaran (Bandung: Pustaka Setia, 2015), 41.

21 Ngalim Purwanto, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), 26.

22 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), 135.

23 Kusaeri dan Suprananto, Pengukuran dan Penilaian Pendidikan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), 163.

(31)

Analisis butir soal tes dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi penting yang berguna untuk evaluasi hasil pembelajaran peserta didik. Berdasarkan informasi hasil analisis butir soal guru maupun evaluator akan melakukan perbaikan penyempurnaan terhadap butir-butir soal yang digunakan dalam tes, sehingga pada masa yang akan datang tes hasil belajar yang disusun oleh guru maupun evaluator dapat berfungsi sebagai alat evaluasi hasil belajar yang berkualitas baik.

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa analisis butir soal adalah sebuah kegiatan yang sistematis yang digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kualitas tes, baik tes secara keseluruhan maupun setiap butirnya dan dilakukan dengan tujuan agar dihasilkan sebuah tes yang berkualitas.

2. Analisis Butir Soal

Dalam melakukan analisis butir soal bisa menggunakan alat bantu komputer seperti Anates, ITEMAN, Microsoft Excel, Minitap, dan SPSS, dari masing-masing program komputer tersebut bisa digunakan untuk menganalisis butir soal yang ditinjau dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan fungsi pengecoh.

Dalam menganalisis butir terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan, yaitu:

a. Validitas

Validitas (kesahihan) adalah kualitas yang menunjukkan hubungan antara suatu pengukuran (diagnosis) dengan arti atau tujuan kriteria belajar

(32)

atau tingkah laku.24 Suatu tes dapat dikatakan valid apabila tes tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur.25 Validitas tes perlu ditentukan untuk untuk mengetahui kualitas tes dalam kaitannya dengan mengukur hal yang seharusnya diukur.

Dalam menentukan suatu tes hasil belajar agar memiliki validitas atau ketepatan mengukur, dapat dilakukan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:

1. Validitas Tes

Validitas tes digunakan untuk mengukur soal secara keseluruhan. Berikut ini adalah macam-macam validitas tes:

a. Validitas Rasional (logical analysis)

Validitas rasional adalah validitas yang diperoleh atas dasar hasil pemikiran, validitas yang diperoleh dengan berpikir secara logis.

Untuk dapat menentukan apakah tes hasil belajar sudah memiliki validitas rasional ataukah belum, dapat dilakukan penelusuran dari dua segi yaitu dari segi isinya dan dari segi susunan atau konstruksinya.

b. Validitas Isi

Validitas isi adalah validitas yang ditilik dari segi isi tes itu sendiri sebagai alat pengukur hasil belajar yaitu sejauh mana tes hasil belajar sebagai alat pengukur hasil belajar peserta didik, isinya telah dapat mewakili secara representatif terhadap keseluruhan materi atau bahan pengajaran yang seharusnya diteskan.

c. Validitas Konstruksi

Suatu tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai tes yang telah memiliki validitas konstruksi, apabila tes hasil belajar tersebut ditinjau dari segi susunan, kerangka atau rekaannya secara tepat mencerminkan suatu konstruksi dalam teori psikologi.26

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa validitas tes yang digunakan untuk mengukur soal secara keseluruhan ada tiga jenis validasi tes yaitu validitas rasional (logical analysis), validitas isi, dan validitas konstruksi.

24 Ngalim Purwanto, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, 137.

25 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, 80.

26 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, 163.

(33)

2. Validitas Empirik

Validitas empirik adalah ketepatan mengukur yang didasarkan pada hasil analisis yang bersifat empirik. Berikut ini penelusuran dari dua segi untuk menentukan tes hasil belajar yang memiliki validitas empirik, yaitu:

a. Validitas Ramalan

Validitas ramalan adalah suatu kondisi yang menunjukkan seberapa jauh sebuah tes secara tepat menunjukkan kemampuannya untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada masa mendatang.

b. Validitas Bandingan

Suatu tes dikatakan memiliki validitas bandingan apabila tes tersebut dalam kurun waktu yang sama dengan secara tepat telah mampu menunjukkan adanya hubungan yang searah, antara tes pertama dengan tes berikutnya.

3. Validitas Item

Validitas item adalah ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item (yang merupakan bagian yang tak terpisah dari tes sebagai suatu totalitas), dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut.27 Untuk menghitung validitas item dapat menggunakan rumus Ypbi sebagai berikut:

𝒀𝒑𝒃𝒊 =𝑴𝒑−𝑴𝒕

𝑺𝒕 𝒑 𝒒

27 Ibid., 182.

(34)

Keterangan:

Ypbi = Koefisien korelasi biserial

Mp = Rerata skor dari subjek yang menjawab betul bagi yang dicari validitasnya

Mt = Rerata skor total

St = Standar deviasi dari skor total proporsi p = Proporsi peserta didik yang menjawab benar

(𝑝 =banyaknya peserta didik yang benar jumla h seluruh peserta didik )

q = Proporsi peserta didik yang menjawab salah (q = 1 - p)28

Indeks korelasi point biserial (Ypbi) yang diperoleh dari hasil perhitungan dikonsultasikan dengan r tabel pada taraf signifikansi 5%

sesuai jumlah peserta didik yang diteliti. Apabila Ypbi > r tabel maka butir soal tersebut valid. Rumus yang akan digunakan untuk menghitung validitas adalah (Ypbi).

b. Reliabilitas

Reliabilitas adalah sama dengan konsistensi atau keajegan. Suatu instrumen evaluasi dikatakan mempunyai reliabilitas tinggi apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur.29 Ada tiga metode untuk mengetahui besarnya reliabilitas:

1. Metode bentuk paralel (equivalent)

Metode bentuk paralel yaitu metode dua bentuk tes yang memiliki kesamaan tujuan, tingkat kesukaran, dan susunan, tetapi butir-butir soalnya berbeda.

2. Metode tes ulang (tes-retest method)

Metode tes ulang yaitu metode satu bentuk tes yang diujikan dua kali pada kelompok peserta didik yang sama namun pada kesempatan yang berbeda.

3. Metode belah dua (split-half metod)

Metode tes belah dua yaitu metode satu bentuk tes dan hanya diujikan satu kali pada kelompok peserta didik yang sama dan pada

28 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, 93.

29 Sukardi, Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), 29.

(35)

kesempatan yang sama. Kelompok peserta didik tersebut dibagi menjadi dua kelompok.30

Reliabilitas tes untuk soal bentuk pilihan ganda dapat dihitung dengan rumus K-R 20 yaitu:

r

11

= (

𝑛

𝑛−1

)(

𝑠

2−∑𝑝𝑞 𝑠2

)

Keterangan:

r11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan

p = Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar q = Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah

∑ pq = Jumlah hasil perkalian antara p dan q n = Banyaknya item

S = Standar deviasi dari tes31

Berbeda dengan soal berbentuk objektif, untuk soal yang berbentuk uraian dalam mencari reliabilitas tes dapat dilakukan dengan menggunakan rumus alpha yaitu:

r

11

= (

𝑛

𝑛−1

)(1 −

∑𝜎𝑖2

𝜎𝑡2

)

Keterangan:

r11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan

∑ 𝜎𝑡2 = Jumlah varians skor tiap item 𝜎𝑡2 = Varians total

n = Banyaknya item32

Apabila r11 sama dengan atau lebih besar dari 0,70 maka tes hasil belajar yang sedang diujikan dinyatakan reliabel. Tapi jika r11 kurang dari 0,70 maka tes hasil belajara dinyatakan tidak reliabel.33

30 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, 105–107.

31 Ibid., 115.

32 Ibid., 122.

(36)

Metode yang digunakan untuk menghitung besaran reliabilitas pada tes objektif atau tes pilihan ganda dalam penelitian ini yaitu metode belah dua (split-half metod) dengan rumus alpha.

b. Tingkat Kesukaran

Perhitungan tingkat kesukaran soal yaitu pengukuran seberapa besar angka yang menunjukkan proporsi peserta tes yang menjawab benar dalam satu soal yang dilakukan dengan metode tes objektif.34 Jika suatu soal memiliki tingkat kesukaran seimbang (proposional), maka dapat dikatakan bahwa soal tersebut baik. Suatu soal tes hendaknya tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah. Untuk mencari tingkat kesukaran dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

P = 𝑩

𝑱𝑺

Keterangan:

P = Indeks kesukaran

B = Banyaknya peserta didik menjawab butir soal dengan benar JS = Jumlah seluruh peserta didik yang ikut tes

Besarnya Tingkat Kesukaran Soal (TK) kurang dari 0,30 maka kategorinya sulit, besarnya TK 0,31-0,70 maka kategorinya sedang dan besarnya TK lebih dari 0,71 dapat dikategorikan mudah.35

33 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, 209.

34 Sukardi, Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya, 136.

35 Kusaeri dan Suprananto, Pengukuran dan Penilaian Pendidikan, 175.

(37)

c. Daya pembeda

Perhitungan daya pembeda adalah pengukuran sejauh mana suatu butir soal mampu membedakan peserta didik yang sudah menguasai kompetensi dengan peserta didik yang belum/kurang menguasai kompetensi berdasarkan kriteria tertentu.36 Semakin tinggi koefisien daya pembeda suatu butir soal, semakin mampu butir soal tersebut membedakan antara peserta didik yang menguasai kompetensi dengan peserta didik yang kurang menguasai kompetensi. Daya pembeda dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

𝑫 = 𝑷𝑨 − 𝑷𝑩 Keterangan

D = Daya pembeda BA = Batas atas

JA = Jumlah batas atas BB = Batas bawah

JB = Jumlah batas bawah 𝑃𝐴 =𝐵𝐴

𝐽𝐴 = Proporsi kelompok atas yang menjawab benar (ingat P, sebagai indeks keseluruhan).

𝑃𝐵 =𝑁𝐵

𝐽𝐵 = Proporsi kelompok bawah yang menjawab benar.

Patokan yang pada umumnya dipegang adalah besarnya daya pembeda kurang dari 0,00-0,20 dapat diklasifikasikan Poor dengan interprestasi butir item jelek tidak memiliki daya pembeda yang baik, 0,21-0,40 klasifikasinya Satisfactory dengan interprestasi cukup, 0,41- 0,70 klasifikasinya. Good dengan interprestasi baik, 0,71-1,00

36 Rahmatika Rahayu dan M Djazari, “Analisis Kualitas Soal Pra Ujian Nasional Mata Pelajaran Ekonomi Akuntansi,” Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia XIV, no. 1 (2016): 89.

(38)

klasifikasinya Excellent dengan interprestasi baik sekali dan bertanda negatif berarti daya pembeda tidak baik semuanya.37

d. Fungsi Pengecoh

Dalam tes objektif bentuk multi choice dikenal dengan option atau alternatif. Option atau alternatif jumlahnya berkisar antara tiga sampai dengan lima buah, dan kemungkinan jawaban yang benar merupakan jawaban betul (kunci jawaban), sedangkan sisa-sisanya merupakan jawaban yang salah. Jawaban-jawaban yang salah merupakan distraktor atau pengecoh. Fungsi pengecoh ini dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

𝐈𝐏 = 𝑷

(𝑵−𝑩)/(𝒏−𝟏)× 𝟏𝟎𝟎%

Keterangan:

IP = Indeks pengecoh

P = Jumlah peserta didik yang memilih pengecoh N = Jumlah peserta didik yang ikut tes

B = Jumlah peserta didik yang menjawab benar pada setiap soal N = Jumlah alternatif jawaban

1 = Bilangan Tetap38

Butir soal yang baik, pengecohnya akan dipilih secara merata oleh peserta didik yang menjawab salah, sebaliknya, butir soal yang kurang baik, pengecohnya akan dipilih secara tidak merata. Fungsi pengecoh dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5% dari seluruh

37 Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, 232.

38 Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, 279.

(39)

peserta tes.39 Kriteria yang digunakan untuk menginterpretasikan fungsi pengecoh butir soal sebagai berikut :

a. Apabila semua pengecoh pada butir soal berfungsi, maka soal tersebut dikatakan sangat baik dan dapat disimpan dalam bank soal.

b. Apabila terdapat satu pengecoh pada butir soal tidak berfungsi, maka soal tersebut dikatakan baik dan dapat disimpan dalam bank soal dengan syarat opsi yang tidak berfungsi direvisi.

c. Apabila terdapat dua pengecoh pada butir soal tidak berfungsi, maka soal tersebut dikatakan tidak baik dan tidak dapat disimpan dalam bank soal. Soal tersebut harus direvisi sampai memenuhi kriteria soal yang baik.

d. Apabila terdapat tiga atau lebih pengecoh pada butir soal yang tidak berfungsi, maka soal tersebut dikatakan sangat tidak baik dan tidak dapat disimpan dalam bank soal. Soal tersebut harus direvisi sampai memenuhi kriteria soal yang baik atau soal tersebut dibuang dan diganti dengan soal yang baru.40

C. Kerangka Konseptual Penelitian

Soal ulangan akhir semester yang dibuat oleh guru bidang studi itu sendiri. Soal bertujuan untuk mengetahui seberapa baik peserta didik menguasai seluruh materi pelajaran yang telah disampaikan. Selain itu juga dilakukan untuk evaluasi pembuatan soal UAS selanjutnya, karena soal yang

39 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, 411.

40 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D (Yogyakarta: Alfabet, 2015), 93.

(40)

baik dapat memperlihatkan penguasaan materi yang dimiliki peserta didik.

Untuk mendapatkan soal yang berkualitas, maka soal tersebut perlu diuji terlebih dahulu. Butir soal yang telah teruji kualitasnya dapat dipercaya untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik secara meyakinkan. Kualitas soal tersebut meliputi:

1. Validitas butir soal. Sebuah soal dikatakan valid apabila telah mencerminkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu tes berfungsi sebagai alat ukur hasil belajar. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas apabila tes tersebut dapat mengukur objek yang seharusnya diukur dan sesuai dengan kriteria tertentu.

2. Reliabilitas. Butir soal dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi apabila dapat memberikan hasil yang sama bila diteskan pada kelompok peserta didik yang sama dan pada waktu atau kesempatan yang berbeda oleh subjek yang berbeda, maka setiap peserta didik akan tetap berada pada urutan yang sama dalam kelompoknya.

3. Tingkat kesukaran. Butir soal dikatakan memiliki tingkat kesukaran yang baik apabila butir soal tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah, dengan kata lain derajat kesukaran tes tersebut adalah sedang atau cukup. Soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar akan memberikan kesempatan pada peserta didik yang pandai maupun kurang pandai untuk menjawab dengan benar.

4. Daya pembeda. Soal yang mempunyai daya pembeda yang baik adalah soal yang dapat membedakan antara peserta didik yang pandai atau

(41)

berkemampuan tinggi dengan peserta didik yang kurang pandai atau berkemampuan rendah.

5. Fungsi Pengecoh/Distractor. Distractor dalam pola penyebaran item yang menggambarkan peserta tes menentukan pilihan jawabannya terhadap kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada setiap butir soal.

Pengecoh yang baik ditandai dengan dipilih oleh sedikitnya 5% dari peserta tes. Efektivitas pengecoh ini dinyatakan dalam bentuk kategori pengecoh.

Oleh karena itu perlu dilakukan analisis butir soal yang digunakan pada ulangan akhir semester satu mata pelajaran. Hasil analisis butir soal ini akan memberikan informasi tentang tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh dari tiap butir soal yang dibuat oleh guru mata pelajaran itu sendiri.

(42)

Gambar 2.1.

Kerangka Konseptual Analisis Butir Soal

Soal, Lembar Jawaban dan Kunci Jawaban Ulangan Akhir Semester Mata Pelajaran Aqidah Kelas VIII SMP Muhammadiyah

Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019

Analisis Butir Soal

Hasil Analisis Butir Soal

Soal yang tidak baik

Fungsi Pengecoh

Validitas Reliabilitas Tingkat

Kesukaran Daya

Pembeda

Dibuang Soal yang

kurang baik

Direvisi Bank Soal

Soal yang baik

(43)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Metode deskriptif dalam penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang ditunjukan untuk menggambarkan fenomena- fenomena yang berlaku pada saat itu atau pada masala lampau yang menggambarkan suatu kondisi apa adanya tanpa memanipulasinya dan menginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya.41 Variabel dalam penelitian ini yaitu validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh.

Subjek dan obyek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII dengan jumlah 226 dan lembar soal, lembar jawaban peserta didik. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data menggunakan tiga metode yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi, serta teknik analisis data menggunakan bantuan program komputer ITEMAN dan SPSS. Programa SPSS ini digunakan untuk menghitung validitas butir soal dan reliabilitas butir soal, sedangkan program ITEMAN digunakan untuk menghitung tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh.

41Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), 54.

(44)

B. Variabel dan Definisi Operasional Variabel 1. Variabel

Variabel dalam penelitian ini yaitu analisis butir soal. Analisis butir soal yaitu sebuah kegiatan yang sistematis yang digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kualitas tes, baik tes secara keseluruhan maupun setiap butirnya dan dilakukan dengan tujuan agar dihasilkan sebuah tes yang berkualitas yang ditinjau dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan fungsi pengecoh.

2. Definisi Operasional Variabel a) Validitas

Validitas merupakan tingkat ketepatan sebuah tes yang digunakan sebagai alat ukur prestasi peserta didik. Angka yang menunjukkan tingkat validitas diperoleh dengan menghitung Indeks korelasi point biserial (Ypbi) yang diperoleh dari hasil perhitungan dibandingkan dengan r tabel pada taraf signifikansi 5% sesuai jumlah peserta didik yang diteliti. Apabila Ypbi > r tabel maka butir soal tersebut valid dan jika Ypbi < r tabel maka butir soal tersebut tidak valid.

b) Reliabilitas

Reliabilitas yaitu pengukuran untuk mengetahui tingkat atau derajat konsistensi atau keajegan perangkat tes yang diberikan secara berulang kali pada objek yang sama. Tes dikatakan reliabel apabila nilai r11 sama dengan atau lebih besar dari 0,70 dan apabila nilai r11

lebih kecil dari 0,70 maka tes tidak reliabel.

(45)

c) Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukara yaitu proporsi peserta tes yang menjawab secara tepat dalam butir tes dengan benar terhadap suatu butir soal tes.

Semakin tinggi indeks kesukaran berarti semakin mudah soal tersebut bagi peserta didik, sebaliknya semakin rendah indeks kesukaran berarti semakin sukar soal tersebut bagi peserta didik.

Soal yang memili indeks kesukaran dengan kategori mudah pada rentan nilai 0,71-1,00, kemudian indeks kesukaran pada kategori sedang rentan nilainya 0,31-0,70 dan indeks kesukaran pada kategori sulit rentan nilainya 0,00-0,30.

d) Daya Pembeda

Daya pembeda yaitu kemapuan soal dalam membedakan peserta tes ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok pandai dan kurang pandai.Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai dengan +1,00. Semakin tinggi daya pembeda suatu soal maka semakin baik butir soal soal tersebut. Soal dikatakan memiliki daya pembeda sangat baik dengan rentan nilai 0,71-1,00, sedangkan daya pembeda yang baik rentan nilainya 0,41-0,70, kemudian daya pembeda dengan kategori cukup rentan nilainya 0,21-40, daya pembeda dengan kategori jelek rentan nilainya 0,00-0,20 dan apabila nilai daya pembeda bertanda negatif maka kategorinya jelek sekali.

(46)

e) Efektifitas Pengecoh

Efektifitas pengecoh yaitu pola penyebaran item yang menggambarkan peserta tes menentukan pilihan jawabannya terhadap kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada setiap butir soal. Pengecoh yang baik ditandai dengan dipilih oleh sedikitnya 5% dari peserta tes. Efektivitas pengecoh ini dinyatakan dalam bentuk kategori pengecoh.

C. Subjek dan Obyek Penelitian

Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas VIII dengan jumlah 226 peserta didik di SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019.

Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar soal, lembar jawaban peserta didik, dan kunci jawaban ulangan akhir semester satu mata pelajaran Aqidah kelas VIII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan dalam kegiatan penelitian meliputi pengukuran fenomena alam maupun sosial yang diamati.42 Dalam penelitian ini instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal ulangan akhir semester satu mata pelajaran Aqidah kelas VIII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Tahun Pelajaran 2018/2019.

42Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Yogyakarta: Alfabet, 2015), 102.

(47)

E. Teknik Pengumpulan Data

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan maka Penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:

1. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya.

Dokumentasi yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumentasi yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.43

Metode ini digunakan untuk mendapatkan data utama dan data dukung dalam penelitian ini. Data utama dalam penelitian ini yaitu lembar soal, lembar jawaban peserta didik, kunci jawaban, silabus, da rencana pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan data dukung dalam penelitian ini yaitu sejarah berdirinya SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, profil sekolah, visi, misi, tujuan sekolah, jumlah guru, Karyawan, peserta didik, struktur organisasi, dan sarana prasarana.

2. Metode Wawancara

Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab. Wawancara digunakan sebagai metode pengumpul data dalam melakukan studi pendahuluan untuk

43Ibid., 240.

(48)

menemukan permasalahan yang diteliti dan juga untuk memenuhi hal- hal atau informasi dari responden yang lebih mendalam.

Metode wawancara ini digunakan untuk mewawancarai guru mata pelajaran Aqidah untuk mendapatkan informasi tentang keadaan peserta didik, bagaimana proses evaluasi pembelajaran, serta untuk memperoleh data yang mendukung penelitian tentang analisis butir soal ulangan akhir semester mata pelajaran Aqidah. Metode wawancara ini merupakan penguat dan pelengkap data yang diperoleh dari penggunaan metode dokumentasi.

3. Metode Observasi

Observasi merupakan suatu aktifitas yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Observasi meliputi kegiatan pemuatan, perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi, mengobservasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecap.44

Metode observasi ini merupakan penguat dan pelengkap data yang diperoleh dari penggunaan metode dokumentasi. Dalam penelitian ini, observasi digunakan untuk memperoleh data tentang situasi dan kondisi pelaksanaan ulangan akhir semester mata pelajaran Aqidah Tahun Pelajaran 2018/2019.

44Suharsimi Arikunto, Prosedur Penilitian Suatu Pendekatan Praktis, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), 199.

(49)

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yaitu cara atau proses mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil penelitian sehingga dapat mudah dipahami.45 Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan program SPSS dan ITEMAN. Dalam proses analisis butir soal ini peneliti melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran Aqidah, tujuan dari kolaborasi ini yaitu agar guru mata pelajaran Aqidah memahami alat analisis butir soal dan mampu menjalankan aplikasi yang digunakan dalam analisis butir soal.

SPSS merupakan program untuk olah data statistik yang banyak digunakan oleh para peneliti untuk berbagai keperluan. Salah satu keperluan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas butir soal. Item and Test Analysis (ITEMAN) merupakan perangkat lunak (software) yang dibuat melalui bahasa pemrograman komputer yang diciptakan khusus untuk analisis statistik butir soal. Hasil analisis item berupa:

1. Seq. No. adalah nomor urut butir soal dalam file data 2. Scale-item adalah nomor urut butir soal dalam skala

3. Pro. Correct adalah proporsi peserta didik yang menjawab benar butir soal atau disebut juga sebagaii tingkat kesukaran

4. Biser adalah indeks daya pembeda soal dengan menggunakan korelasi biserial. Poin Biser adalah indeks daya pembeda soal dan pilihan jawaban (alternatif) dengan menggunakan koefisiensi korelasi poin biserial.

5. Alt; menyatakan banyaknya alternatif dalam tiap butir

6. Prop. Endorsing menunjukkan proporsi alternatif jawaban yang dijawab oleh peserta didik.46

45Zuhairini et al., Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2016), 41.

46 Kusaeri dan Suprananto, Pengukuran dan Penilaian Pendidikan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), 179.

(50)

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa kedu aplikasi tersebut bisa digunakan untuk menganalisis butir soal mulai dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh.

Program SPSS digunakan untuk menganalisis validitas butir soal dan reliabilitasnya, sedang ITEMAN digunakan untuk menganalisis tingkat kesukaran, daya pembeda, dan fungsi pengecoh.

(51)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN D. Hasil Penelitian

5. Deskripsi Lokasi Penelitian

a. Sejarah Berdirinya SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Ada beberapa dasar pemikiran yang melatarbelakangi inisiatif pendirian SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan, yaitu :

Pertama, Tingginya minat dan keinginan para orang tua atau masyarakat kota Metro yang menginginkan adanya sebuah lembaga pendidikan formal setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menawarkan konsep pendidikan holistik yaitu sebuah lembaga pendidikan yang mengintegrasikan potensi-potensi kecerdasan peserta didik baik kecerdasan ruhiyah, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional sekaligus kecerdasan sosialnya dalam bingkai dan sendi-sendi nilai-nilai Islam, keunggulan dan keluhuran moral/akhlak serta keunggulan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Harapan terbesar para orang tua terhadap putra-putrinya adalah agar menjadi generasi yang sholeh dan sholehah, berakhlakul karimah, menguasai ilmu pengetahuan yang luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kedua, Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi saat ini telah mencoba menggeser dan mengobrak-abrik tata nilai agama dan sosial yang ada di dalam masyarakat. Disadari atau tidak bahwa dampak negatif dari kemajuan teknologi dan informasi yang deras

(52)

menerjang tata nilai dan hidup yang ada sekarang dan kondisi ini tidak bisa dihindari. Hal inilah yang menyebabkan kekhawatiran dan kegelisahan para orang tua atas kehidupan generasi putra-putri di masa yang akan datang. Maka, mau tidak mau, kesadaran sejak dini para orang tua untuk mendidik dan menyekolahkan putra-putrinya di lembaga pendidikan yang membekali, menanamkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan, sekaligus memperkuat kecakapan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peserta didik agar mampu menjawab tantangan zaman adalah sebuah keharusan dan menjadi kebutuhan mendesak para orang tua.

Ketiga, keberadaan lembaga-lembaga pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta yang saat ini, dirasakan belum seluruhnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat kota Metro dan tantangan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi dengan segala ekses negatifnya. Sehingga banyak dari masyarakat Kota Metro yang pada akhirnya memilih menyekolahkan putra-putrinya setelah lulus di sekolah dasar (SD) ke sekolah-sekolah menengah pertama yang ada di luar kota Metro atau di luar propinsi Lampung.

Keempat, secara khusus adanya kegelisahan para orang tua/wali siswa dari SD Muhammadiyah Metro yang merasa kesulitan untuk memasukkan/menyekolahkan putra-putri ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memiliki kualitas serta keunggulan dalam

Gambar

Lampiran 28. Foto Kegiatan
Foto 1. Guru Mata Pelajaran Aqidah Sedang Melakukan Pengamat UAS
Foto  4.  Pengawas  UAS  Melakukan  Pengawasan  Peserta  Didik    dalam  Proses  Mengerjakan Soal UAS
Foto 3. Peneliti Melakukan Wawancara dengan Guru Mata Pelajaran Aqidah

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektifitas pengecoh butir soal pilihan ganda UAS genap tahun

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektifitas pengecoh butir soal pilihan ganda UAS genap tahun

Analisis butir soal pilihan ganda UAS genap tahun ajaran 2014/2015 mata pelajaran matematika kelas IV SD di Kecamatan Depok, meliputi analisis validitas, reliabilitas,

Berdasarkan hasil analisis butir soal yang terdiri dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan fungsi pengecoh terhadap soal Penilaian Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, tingkat diskriminasi dan distraktor atau pengecoh dari butir soal UAS Mata

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan analisis butir soal yang meliputi segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektifitas pengecoh

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesukaran soal, mengukur daya pembeda, mengukur efektifitas pengecoh, mengukur tingkat reliabilitas serta untuk

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan analisis butir soal yang meliputi segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektifitas pengecoh