Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas III SD di Kecamatan Depok.

129  22 

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA

PELAJARAN PKn KELAS III SD DI KECAMATAN DEPOK

Oleh: Feriza Anggraeni NIM: 121134174

Kualitas tes dapat diketahui melalui analisis pada setiap butir soalnya. Akan tetapi tidak semua alat tes sudah melalui tahap analisis butir soal seperti yang terjadi di SD di Kecamatan Depok. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn Kelas III SD di Kecamatan Depok.

Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif non eksperimental. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 SD di Kecamatan Depok dan sampel pada penelitian ini adalah 24 SD di Kecamatan Depok. Instrumen yang digunakan berupa check list. Teknik analisis data menggunakan software MicroCat Iteman versi 3.00.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa butir soal UAS memiliki validitas isi yang sebagian besar valid dengan hasil persentase sebesar 95%. Koefisien reliabilitas rendah sebesar 0,215. Tingkat kesukaran dalam kategori mudah 20% dan 80% kategori sulit. Daya beda dalam kategori baik sebesar 50%. Sedangkan efektifitas pengecoh berfungsi dengan baik dengan hasil 62,5%.

(2)

ABSTRACT

THE ANALYSIS OF MULTIPLE CHOICE ITEMS IN THE LAST SEMESTER’S FINAL TEST OF THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 ON CIVIC SUBJECT GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL IN DEPOK DISTRICT

By: Feriza Anggraeni NIM: 121134174

The quality of a test can be detected by analyzing on each item from the questions. However, not all assays have been through the stages of analysis items as occurs in elementary school in Depok district. Therefore, the aim of this research was to know about the content validity, reliability, level of difficulty,

different power, and the effectiveness of the test’s humbug in a multiple choice test

in the last semester’s final test of the academic year 2014/2015 on civic subject grade 3 elementary school in Depok district.

The type of this research was descriptive survey quantitative non exsperimental. The techniques for gathering the data use documentation and interview techniques. The population for this research was 49 Elementary Schools and the sample was 24 Elementary Schools in Depok district. The instrument which was used in this research is check list. The researcher used ITEMAN software 3.00 version to analyze the data.

The result showed that the test items of last semester final test had a validity which largely valid with the percentage 95%. A low reliability with reliability coefficient 0,215. A level of difficulty in the category of easy with the percentage 20% and category difficulty with the percentage 80%. Level of

different power in a good category with the percentage 50%. Had a level of test’s humbug which had a good function with the percentage 53,3%.

(3)

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA

PELAJARAN PKn KELAS III SD DI KECAMATAN DEPOK

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

Feriza Anggraeni

121134174

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(4)

i

ANALISIS BUTIR SOAL PILHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA

PELAJARAN PKn KELAS III SD DI KECAMATAN DEPOK

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh :

Feriza Anggraeni

121134174

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(5)

ii

(6)

iii

(7)

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur, karya ini kupersembahkan untuk:

Tuhan Yesus Kristus Tuhan dan Pengantaraku Bunda Maria Penolongku

Santa Angela Merici Pelindungku

 Kedua orang tuaku yang selalu memberi dukungan dan doa

 Adikku Merryta Puspaningrum yang selalu memberi semangat

 Teman-teman PGSD kelas D ’12 yang luar biasa

 Sahabat-sahabatku yang selalu memberi dukungan dan semangat

(8)

v

MOTTO

‘Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali yang belum kita capai’

(Schopenhauer)

‘Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari

betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah’

(Thomas Alva Edison)

‘Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang

(9)

vi

(10)

vii

(11)

viii

ABSTRAK

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA

PELAJARAN PKn KELAS III SD DI KECAMATAN DEPOK

Oleh: Feriza Anggraeni NIM: 121134174

Kualitas tes dapat diketahui melalui analisis pada setiap butir soalnya. Akan tetapi tidak semua alat tes sudah melalui tahap analisis butir soal seperti yang terjadi di SD di Kecamatan Depok. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn Kelas III SD di Kecamatan Depok.

Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif non eksperimental. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 SD di Kecamatan Depok dan sampel pada penelitian ini adalah 24 SD di Kecamatan Depok. Instrumen yang digunakan berupa check list. Teknik analisis data menggunakan software MicroCat Iteman versi 3.00.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa butir soal UAS memiliki validitas isi yang sebagian besar valid dengan hasil persentase sebesar 95%. Koefisien reliabilitas rendah sebesar 0,215. Tingkat kesukaran dalam kategori mudah 20% dan 80% kategori sulit. Daya beda dalam kategori baik sebesar 50%. Sedangkan efektifitas pengecoh berfungsi dengan baik dengan hasil 62,5%.

(12)

ix

ABSTRACT

THE ANALYSIS OF MULTIPLE CHOICE ITEMS IN THE LAST SEMESTER’S FINAL TEST OF THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 ON CIVIC SUBJECT GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL IN DEPOK DISTRICT

By: Feriza Anggraeni NIM: 121134174

The quality of a test can be detected by analyzing on each item from the questions. However, not all assays have been through the stages of analysis items as occurs in elementary school in Depok district. Therefore, the aim of this research was to know about the content validity, reliability, level of difficulty, different power, and the effectiveness of the test’s humbug in a multiple choice test

in the last semester’s final test of the academic year 2014/2015 on civic subject grade 3 elementary school in Depok district.

The type of this research was descriptive survey quantitative non exsperimental. The techniques for gathering the data use documentation and interview techniques. The population for this research was 49 Elementary Schools and the sample was 24 Elementary Schools in Depok district. The instrument which was used in this research is check list. The researcher used ITEMAN software 3.00 version to analyze the data.

The result showed that the test items of last semester final test had a validity which largely valid with the percentage 95%. A low reliability with reliability coefficient 0,215. A level of difficulty in the category of easy with the percentage 20% and category difficulty with the percentage 80%. Level of

different power in a good category with the percentage 50%. Had a level of test’s humbug which had a good function with the percentage 53,3%.

(13)

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan atas segala penyertaan, kesehatan, terang Roh KudusMu, dan berkatMu sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul “ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA PELAJARAN

PKn KELAS III SD DI KECAMATAN DEPOK”. Skripsi ini disusun untuk

memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana di Universitas Sanata Dharma, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Peneliti menyadari dalam penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan pihak lain. Oleh sebab itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada:

1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah mengizin peneliti untuk melakukan penelitian skripsi.

2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

3. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

4. Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, dorongan, arahan, waktu, tenaga, pikiran, dan motivasi kepada peneliti sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar.

5. Irine Kurniastuti, S.Psi., M.Psi., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, dorongan, arahan, waktu, tenaga, pikiran, dan motivasi kepada peneliti sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar.

6. Para Dosen dan Staf Sekretariat Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma yang telah membimbing dan melayani.

(14)

xi

(15)

xii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN SKRIPSI ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A Latar Belakang ... 2

B Pembatasan Masalah ... 5

C Rumusan Masalah ... 5

D Tujuan Penelitian ... 6

E Manfaat Penelitian ... 7

(16)

xiii

Halaman

BAB II LANDASAN TEORI ... 10

A Kajian Teori ... 10

1 Evaluasi ... 10

2 Instrumen Tes ... 16

3 Analisis Butir soal ... 17

4 Validitas Isi ... 18

5 Reliabilitas ... 20

6 Tingkat Kesukaran ... 21

7 Daya Beda ... 22

8 Efektivitas pengecoh ... 23

9 Pilihan Ganda ... 24

10 PKn ... 27

11 Ulangan Akhir Semester ... 29

12 ITEMAN ... 29

13 Kecamatan Depok ... 31

B Penelitian yang relevan ... 32

C Kerangka Berpikir ... 38

BAB III METODE PENELITIAN ... 40

A Jenis Penelitian ... 40

B Waktu Penelitian ... 40

C Populasi dan Sampel ... 41

1 Populasi ... 41

2 Sampel ... 43

D Variabel Penelitian ... 46

(17)

xiv

Halaman

F Instrumen Penelitian ... 47

G Teknik Analisis Data ... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 54

A Deskripsi Penelitian ... 54

B Hasil Penelitian ... 55

C Pembahasan ... 73

BAB V PENUTUP ... 90

A Kesimpulan ... 90

B Keterbatasan Penelitian ... 91

C Saran ... 92

DAFTAR REFERENSI ... 93

LAMPIRAN ... 97

(18)

xv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ... 28

Tabel 3.1 Daftar Nama SD di Kecamatan Depok ... 41

Tabel 3.2 Daftar Nama SD yang diteliti ... 33

Tabel 3.3 Instrumen Penelitian check list ... 48

Tabel 3.4 Koefisien Reliabilitas ... 50

Tabel 3.5 Kriteria Tingkat Kesukaran ... 51

Tabel 3.6 Kriteria Indeks Deskriminasi ... 52

Tabel 4.1 Tabel Validitas Isi ... 55

Tabel 4.2 Persentase Hasil Analisis Validitas Isi ... 57

Tabel 4.3 Kategori Koefisien Reliabilitas ... 59

Tabel 4.4 Reliability Statistic ... 59

Tabel 4.5 Rentang Tingkat Kesukaran ... 60

Tabel 4.6 Hasil Tingkat Kesukaran ... 62

Tabel 4.7 Persentase Tingkat Kesukaran ... 63

Tabel 4.8 Indeks Daya Beda ... 64

Tabel 4.9 Persentase Daya Beda ... 65

Tabel 4.10 Hasil Efektifvitas Pengecoh ... 66

Tabel 4.11 Persentase Efektivitas Pengecoh ... 72

(19)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Literatur Map ... 37

Gambar 4.1 Diagram Validitas Isi ... 58

Gambar 4.2 Hasil output dengan software microcat iteman ... 61

Gambar 4.3 Pie chart Tingkat Kesukaran... 63

Gambar 4.4 Pie Chart Daya Beda... 66

(20)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN SKRIPSI

Halaman

Lampiran 1 Surat izin melakukan penelitian ... 97

Lampiran 2 Surat keterangan melakukan penelitian ... 98

Lampiran 3 Daftar nama mahasiswa ... 99

Lampiran 4 Soal pilihan ganda UAS genap ... 100

Lampiran 5 Lembar jawab siswa ... 103

Lampiran 6 Kunci jawaban UAS genap... 104

(21)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Analisis soal merupakan suatu prosedur yang sistematis, yang akan

memberikan informasi-informasi yang sangat khusus terhadap butir tes yang

akan kita susun (Arikunto, 2012: 220). Kualitas tes dapat diketahui melalui

analisis pada setiap butir soalnya. Analisis soal bertujuan untuk mengadakan

identifikasi soal-soal yang baik, kurang baik, dan soal yang jelek. Dengan

analisis soal dapat diperoleh informasi mengenai kualitas butir soal sehingga

apabila butir soal kurang baik sehingga dapat diperbaiki. Apabila seluruh

siswa memperoleh skor jelek, berarti soal yang disusun terlalu sukar.

Sebaliknya apabila seluruh siswa memperoleh skor baik, berarti tes yang

disusun terlalu mudah (Arikunto, 2012: 220). Ada empat cara untuk menilai

tes (Arikunto, 2012: 220-222), yaitu: 1) cara pertama meneliti secara jujur

soal-soal yang sudah disusun, kadang-kadang dapat diperoleh jawaban

tentang ketidakjelasan perintah atau bahasa, taraf kesukaran, dan lain-lain

keadaan soal tersebut, 2) cara kedua adalah mengadakan analisis soal, 3) cara

ketiga adalah mengadakan checking validitas. 4) cara keempat adalah dengan

mengadakan checking reliabilitas.

Pada kenyataannya, butir soal tes yang diujikan belum dianalisis pada

(22)

digunakan tersebut. Banyak alat tes yang belum melalui tahap analisis pada

setiap butir soalnya. Seperti halnya yang terjadi di SD di Kecamatan Depok.

Alat tes yang digunakan di Kecamatan Depok belum melalui tahap analisis

butir soal. Dengan diadakannya analisis pada setiap butir soalnya maka akan

diketahui apakah soal yang digunakan baik atau perlu diperbaiki. Ada

beberapa manfaat mengadakan analisis soal (Arikunto: 220) antara lain: (1)

membantu peneliti dalam mengidentifikasi butir-butir soal yang jelek; (2)

memperoleh informasi yang akan dapat digunakan untuk menyempurnakan

soal-soal untuk kepentingan lebih lanjut; (3) memperoleh gambaran secara

selintas tentang keadaan yang peneliti susun.

Analisis kualitas tes berkaitan dengan karakteristik soal yang baik

(Arifin, 2009: 246) ada tiga, yaitu: (1) validitas; (2) reliabilitas; dan (3)

kepraktisan. Tes atau soal dikatakan baik sebagai alat pengukur harus

memenuhi persyaratan tes, (Arikunto, 2012: 72-77), yaitu memiliki: (1)

validitas, sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut dapat tepat mengukur

apa yang hendak diukur; (2) reliabilitas, sebuah tes dikatakan reliabel apabila

memberikan hasil yang tetap jika diujikan berulang-ulang; (3) objektivitas,

sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes

itu tidak ada factor subjektif yang mempengaruhi; (4) praktikabilitas, sebuah

tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes tersebut bersifat

praktis; (5) ekonomis, pelaksanaan tes tidak membutuhkan ongkos/biaya yang

mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang lama.

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Depok karena Kecamatan

(23)

Depok merupakan pusat pendidikan. Hal ini terlihat bahwa terdapat banyak

Universitas Negeri maupun swasta yang berjumlah sekitar 23 universitas. SD

di Kecamatan Depok berjumlah 49 sekolah. Dengan 37 SD berstatus negeri

dan 12 SD berstatus swasta. Dengan banyaknya SD sehingga diharapkan hasil

data yang diperoleh lebih akurat. Selain itu dari 49 SD di Kecamatan Depok

34 SD menerapkan kurikulum 2004 atau Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP).

Berdasarkan wawancara dengan petugas UPTD kecamatan Depok, di

kecamatan ini terdapat 9 gugus dan 3 kelompok belajar besar, yaitu

Caturtunggal, Condongcatur, dan Maguwoharjo. Ibu Kepala UPTD juga

mengatakan bahwa di Kecamatan Depok sangat sering digunakan sebagai

obyek penelitian bagi mahasiswa. Hasil wawancara terhadap beberapa Kepala

SD di Kecamatan Depok mengenai penelitian analisis setiap butir soal di SD

se-kecamatan Depok mengungkapkan bahwa di SD Samirono pernah

dilakukan penelitian analisis butir soal oleh mahasiswa UNY, namun sudah

beberapa waktu yang lalu. Sedangkan di SD Muhamadiyah Kayen belum

pernah ada penelitian seperti ini.

Salah satu butir soal yang jarang diminati peneliti untuk dianalisis yaitu

butir soal mata pelajaran PKn. PKn merupakan materi yang memfokuskan

pada pembentukan diri yang beragam, baik dari segi agama, sosio-kultural,

bahasa, usia, dan suku bangsa, untuk menjadi warga negara Indonesia yang

cerdas, terampil, dan berkarakter (Aryani, 2010: 18). Pada semester genap

mata pelajaran PKn terdiri dari standar kompetensi 3 dan 4. Standar

(24)

terdiri dari dua kompetensi dasar. Jadi, kelas III semester genap terdiri dari

dua standar kompetensi dan lima kompetensi dasar.

Analisis soal dilakukan pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir

Semester (UAS) mata pelajaran PKn kelas III. Alasan peneliti memilih soal

pilihan ganda karena soal tersebut bersifat obyektif, artinya soal tes yang

mengandung kemungkinan jawaban atau respon yang harus dipilih oleh

peserta tes. Jadi kemungkinan jawaban sudah disediakan dan bersifat mutlak

(Widoyoko, 2014: 94). Ulangan Akhir Semester (UAS) merupakan ulangan

yang dilaksanakan setiap akhir semester dan dilaksanakan secara

bersama-sama,baik tingkat rayon, kecamatan, kabupaten maupun provinsi. Alasan

peneliti memilih kelas III, karena usia kelas III (umur 9-10 tahun) masuk

dalam kategori tahap operasional konkret, dicirikan dengan perkembangan

sistem pemikiran yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu yang logis.

Anak sudah dapat mengembangkan operasi-operasi logis. Operasi tersebut

bersifat reversibel, artiya dapat dimengerti dalam dua arah, yaitu suatu

pemikiran yang dapat dikembalikan kepada awalnya lagi. Pemikiran anak

dalam banyak hal sudah lebih teratur dan terarah karena sudah dapat berpikir

seriasi, klasifikasi dengan l ebih baik, bahkan mengambil kesimpulan secara

probabilistis (Suparno, 2000: 69-70).

Peneliti mengangkat masalah ini untuk mengetahui kualitas soal yang

baik. Untuk itu, peneliti melakukan penelitian melalui lembar jawab siswa

dengan menganalisis butir soal UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata

pelajaran PKn kelas III SD di Kecamatan Depok ditinjau dari validitas isi,

(25)

adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan tambahan wawasan dan

pengetahuan untuk pihak UPT, sekolah dan guru.

B. Pembatasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada analisis butir soal yang meliputi validitas isi,

reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh. Penelitian

dilakukan pada 24 SD di Kecamatan Depok yang terdiri dari 21 SD Negeri

dan 3 SD Swasta. Peneliti melaksanakan penelitian hanya pada SD yang

menerapkan kurikulum 2006 (KTSP), karena dalam kurikulum tersebut mata

pelajaran masih terpisah-pisah sehingga peneliti dapat melakukan analisis

butir soal pada mata pelajaran PKn kelas III tahun pelajaran 2014/2015.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana validitas isi pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir

Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas III

di Kecamatan Depok?

2. Bagaimana reliabilitas pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir

Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas III

di Kecamatan Depok?

3. Bagaimana tingkat kesukaran pada butir soal pilihan ganda Ulangan

Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn

(26)

4. Bagaimana daya beda pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir

Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas III

di Kecamatan Depok?

5. Bagaimana efektivitas pengecoh pada butir soal pilihan ganda Ulangan

Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn

kelas III di Kecamatan Depok?

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui validitas isi pada butir soal pilihan ganda Ulangan

Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn

kelas III di Kecamatan Depok.

2. Untuk mengetahui reliabilitas pada butir soal pilihan ganda Ulangan

Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn

kelas III di Kecamatan Depok.

3. Untuk mengetahui tingkat kesukaran pada butir soal pilihan ganda

Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata

pelajaran PKn kelas III di Kecamatan Depok.

4. Untuk mengetahui daya beda pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir

Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas III

di Kecamatan Depok.

5. Untuk mengetahui efektivitas pengecoh pada butir soal pilihan ganda

Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata

(27)

E. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

a. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang analisis butir soal.

b. Sebagai bahan acuan dalam evaluasi pembelajaran PKn supaya dapat

mengembangkan kualitas evaluasi.

c. Untuk mengembangkan pengetahuan khususnya dalam bidang

pembelajaran PKn.

2. Manfaat praktis

a. Bagi guru

Memberi masukan kepada guru dalam menyusun soal agar lebih

memperhatikan kualitas soal yang akan diberikan kepada siswa.

b. Bagi sekolah

Memberi masukan bagi pihak sekolah supaya dapat lebih

memperhatikan butir-butir soal yang akan diberikan kepada peserta

didik.

c. Bagi UPT

Memberi tambahan arsip penelitian tentang analisis butir soal sehingga

dapat memberi masukan dalam pelaksanaan UAS supaya lebih

memperhatikan kualitas soal.

d. Bagi peneliti

Menambah pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai cara

menganalisis butir soal tentang validitas isi, reliabilitas, daya beda,

(28)

F. Definisi Operasional

Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Evaluasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengukur sejauh

mana kemampuan peserta didik dalam memenuhi kriteria hasil belajar

yang telah ditetapkan

2. Instrumen tes adalah alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil

belajar siswa.

3. Analisis butir soal adalah proses untuk mengetahui kualitas soal yang

digunakan baik atau tidak.

4. Validitas isi adalah pengujian validitas berdasarkan kesesuaian antara isi

materi yang diberikan dengan kurikulum dengan cara mencocokkan soal

dengan kisi-kisi soal.

5. Reliabilitas adalah ketepatan alat ukur yang apabila diujikan dari waktu ke

waktu hasilnya selalu reliabel atau ajeg.

6. Daya beda adalah kemampuan suatu soal dalam membedakan kelompok

dengan pengetahuan yang tinggi dan kelompok dengan pengetahuan

rendah.

7. Tingkat kesukaran adalah suatu pengukuran kesulitan pada setiap soal

yang dinyatakan dalam indeks atau bilangan.

8. Efektivitas pengecoh adalah pilihan jawaban yang digunakan untuk

mengecoh peserta didik dalam memilih jawaban yang sesuai dengan

pemahaman materi.

9. Pilihan ganda adalah salah satu tipe tes objektif yang terdiri dari sebuah

(29)

10. Mata Pelajaran PKn adalah salah satu mata pelajaran yang

mengembangkan kemampuan untuk pembentukan diri sehingga menjadi

warga negara yang berkarakter.

11. UAS adalah ulangan umum dengan bahan yang diujikan diambil dari

materi standar, standar kompetensi, dan kompetensi dasar setiap

semesternya.

12. Iteman adalah software yang digunakan untuk melakukan analisis butir

soal dengan jumlah kapasitas responden mencapai 3000 responden.

13. Kecamatan Depok adalah salah satu kecamatan di Yogyakarta yang

memiliki beberapa keistimewaan seperti pusat pendidikan dan sering

(30)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka 1. Evaluasi

a. Pengertian

Menurut Basuki (2014: 222) evaluasi adalah usaha untuk

mengklasifikasikan objek, situasi, siswa, kondisi dan lain-lain sesuai

dengan kriteria kualitas tertentu. Evaluasi juga diartikan sebagai prosedur

yang digunakan untuk menetapkan apakah suatu objek (peserta didk)

memenuhi kriteria yang ditetapkan sebelumnya atau tidak. Zainul dan

Nasution (dalam Putra, 2013: 73) mengemukaan bahwa evaluasi dapat

diartikan sebagai proses pengambilan keputusan menggunakan informasi

yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik menggunakan

instrumen tes maupun non-tes.

Evaluasi adalah pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan

kegiatan yang bersifat hierarki, artinya ketiga kegiatan tersebut saling

berkaitan dengan proses belajar mengajar dan pelaksanaannya arus

berurutan (Tatang, 2012: 227). Menurut Arikunto (dalam Putra, 2013: 74)

menjelaskan bahwa evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan

untuk mengukur keberhasilan program pendidikan.

Guba dan Lincoln (dalam Arifin, 2009: 5) mengemukakan bahwa

(31)

menimbangnya dari segi nilai dan arti. Tyler (dalam Arikunto, 2012: 3)

mengungkapkan bahwa evaluasi adalah sebuah proses pengumpulan data

untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan

pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum dan apa

sebabnya.

Dari beberapa definisi para tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa

evaluasi adalah suatu proses sistematis yang dilakukan untuk memperoleh

keputusan dari hasil belajar yang telah dilakukan dalam kurun waktu

tertentu. Selain itu evaluasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk

mengukur kemampuan peserta didik sejauh mana mereka berhasil dalam

memenuhi kriteria hasil belajar yang telah ditetapkan sebelumnya.

b. Prinsip-prinsip dasar evaluasi

Cronbach (dalam Putra, 2013: 74) menguraikan mengenai

prinsip-prinsip dasar evaluasi sebagai berikut:

1) Evaluasi program pendidikan merupakan kegiatan yang dapat

membantu pemerintah dalam mencapai tujuannya.

2) Evaluasi merupakan suatu seni, dan tidak ada satu pun evaluasi

yang sempurna, walaupun dilakukan dengan teknik yang

berbeda-beda.

3) Evaluasi merupakan suatu prosedur terus-menerus sehingga di

dalam proses kegiatannya dimungkinkan untuk revisi bila

(32)

Dalam evaluasi belajar prosedur dan teknik harus dilakukan dalam

paduan prinsip. Prinsip-prinsip tersebut diuraikan Nurkacana, dkk dan

dikutip oleh Dr. Basrowi (dalam Putra, 2013: 89) sebagai prinsip

triangulasi, ada hubungan erat dengan tiga komponen berikut:

a) Tujuan pembelajaran.

b) Kegiatan belajar atau KMB

c) Evaluasi.

c. Tujuan evaluasi

Menurut Putra (2013: 82-83) tujuan evaluasi ada dua, yaitu tujuan

secara umum dan tujuan secara khusus. Tujuan secara umum meliputi:

1) Memperoleh data pembuktian dalam yang akan menjadi petunjuk

tingkat kemampuan dan keberhasilan peserta didik dalam mencapai

berbagai tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran

dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

2) Mengukur dan menilai efektivitas mengajar serta berbagai metode

mengajar yang diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta

kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik.

Sedangkan tujuan secara khusus meliputi:

1) Merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program

pendidikan. Tanpa adanya evaluasi, gairah siswa tidak akan muncul

(33)

2) Mencari dan menemukan berbagai factor keberhasilan dan

ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan

sehingga dapat menemukan jalan keluar.

Menurut Basrowi (2012) (dalam Putra, 2013: 83-84) mengungkapkan

bahwa tujuan pendidikan digolongkan dalam empat kategori, yaitu:

a) Memberikan umpan balik terhadap proses belajar mengajar dengan

dan mengadakan program perbaikan (remedial) bagi siswa.

b) Menentukan angka kemajuan masisng-masing siswa yang antara

lain dipakai sebagai pemberian laporan kepada orang tua.

c) Penentuan kenaikan tingkat atau status dan lulus tidaknya.

d) Menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat,

misalnya dalam penentuan program studi atau jurusan dengan

tingkat kemampuan dan karakteristik lain.

Tatang (2012: 241) mengemukakan bahwa tujuan evaluasi adalah

melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran.

Proses pembelajaran meliputi tiga hal penting, yaitu 1) input, adalah

peserta didik yang telah dinilia kemampuannya dan siap menjalani proses

pembelajaran. 2) transformasi, adalah segala unsur yang terkait dengan

proses pembelajaran, yaitu guru, media, dan baan belajar, metode

pengajaran, sarana penunjang, dan sarana administrasi. 3) output, adalah

capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran.

d. Fungsi evaluasi

Menurut Putra (2013: 84-86) fungsi evaluasi ada dua, yaitu fungsi

(34)

1) Mengukur kemajuan untuk mengetahui seberapa jauh atau sseberapa

besar kemajuan atau perkembangan program yang dilaksanakan dalam

rangka pencapaian tujuan yang telah dirumuskan.

2) Menunjang penyusunan rencana. Berdasarkan data yang hasil evaluasi

dicari metode lain yang lebih tepat dan sesuai dengan keadaan

sehingga dimungkinkan adanya penyusunan ulang.

3) Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali. Apabila

berdasarkan data evaluasi itu diperkirakan ada tujuan yang tidak akan

dicapai sesuai rencana maka dilakukan perbaikan atau penyempurnaan

untuk mencari jalan keluar dan melakukan berbagai perubahan.

Fungsi secara khusus dilihat dari tiga segi, yaitu:

1) Psikologi. Dari segi ini dapat disoroti dari dua sisi, yaitu peserta didik

dan pendidik. Bagi pendidik, evaluasi dapat memberikan pedom,an

atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenai kapasitas dan

statusnya di tengah-tengah kelompok atau kelasnya.

2) Didaktik. Bagi pendidik evaluasi memiliki lima macam fungsi, yaitu:

a) Memberikan landasan untuk hasil usaha (prestasi) yang telah

dicapai oleh peserta didiknya.

b) Memberikan informasi yang sangat berguna untuk mengetahui

posisi masing-masing peserta didik di tengah-tengah kelompoknya.

c) Memberikan bahan yang penting untuk memilih, kemudian

menetapkan status peserta didik.

d) Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar

(35)

e) Memberikan petunjuk tentang seberapa jauh program pengajaran

yang telah dicapai.

3) Administratif, evalusi ada tiga macam fungsi, yaitu:

a) Memberikan laporan

b) Memberikan berbagai bahan keterangan (data)

c) Memberikan gambaran.

Menurut Sanjaya (dalam Putra, 2013:88) mengemukakan bahwa ada

enam fungsi evaluasi meliputi:

1) Sebagai umpan balik bagi siswa.

2) Untuk mengetahui proses ketercapaian siswa dalam menguasai

tujuan yang telah ditentukan.

3) Memberikan informasi untuk mengembangkan program

kurikulum.

4) Digunakan oleh siswa untuk mengambil keputusan secara

individual, khususnya dalam menentukan masa depan sehubungan

dengan pemilihan pekerjaan.

5) Menentukan kejelasan tujuan khusus yang ingin dicapai oleh para

pengembang kurikulum.

6) Umpan balik untuk semua pihak yang berkepentingan dengan

pendidikan di sekolah.

e. Jenis evaluasi

Ada beberapa jenis evaluasi (Tatang, 2014: 236-237), yaitu

1) Evaluasi formatif, adalah evaluasi yang ditujukan untuk

(36)

2) Evaluasi sumatif, adalah evaluasi yang ditujukan untuk keperluan

penentuan angka kemajuan atau hasil belajar siswa.

3) Evaluasi penempatan, adalah evaluasi yang ditujukan untuk

menempatkan siswa dalam situasi belajar atau program pendidikan

yang sesuai dengan kemampuannya.

4) Evaluasi diagnotik, adalah evaluasi yang ditujukan guna membantu

memecahkan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa tertentu.

2. Instrumen Tes

Menurut Tatang (2012: 243) instrumen merupakan alat yang dilakukan

untuk melakukan evaluasi yang meliputi 2 jenis, yaitu teknik non tes dan

teknik tes. Teknik non tes meliputi kuesioner, check list, wawancara, dan

observasi (Anzwar, 2013). Sedangkan teknik tes ada tiga macam tes dalam

evaluasi pendidikan, yaitu:

a. Tes Diagnostik

Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui

kelemahan-kelemahan siswa sehingga berdasarkan hal tersebut dapat

dilakukan penanganan yang tepat (Arikunto, 2013: 48).

b. Tes Formatif

Tes formatif ini adalah tes yang diberikan pada akhir program/materi

c. Tes Sumatif

(37)

3. Analisis Butir Soal a. Pengertian

Kusaeri dan Suprananto (2012: 173) menyatakan bahwa analisis

butir soal sebagai proses penelaahan butir soal melalui informasi dari

jawaban peserta tes guna meningkatkan mutu butir soal yang

bersangkutan. Menurut Basuki (2014: 129) analisis butir soal adalah

jawabanya. Analisis butir soal adalah cara yang berharga serta relatif

mudah pengerjaannya, dan merupakan suatu prosedur yang dapat

digunakan untuk menjawab pertanyaan.

Analisis butir soal ingin menjawab pertanyaan seberapa baik suatu tes

dapat membedakan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang

dirancang oleh guru (Basuki,2014: 130). Arikunto (2005: 206)

mengatakan bahwa analisis butir soal merupakan identifikasi soal-soal

yang baik, kurang baik, dan soal yang jelek. Dengan analisis soal dapat

diperoleh informasi tentang kejelekan sebuah soaldan ‘petunjuk’ untuk

mengadakan perbaikan. Sedangkan menurut Sudjana: 2012 135)

mengartikan analisis butir soal merupakan pengkajian

pertanyaan-pertanyaan tes agar diperoleh perangkat pertanyaan-pertanyaan yang memiliki kualitas

yang memadai.

Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis butir

soal merupakan identifikasi soal untuk mengetahui seberapa baik suatu tes

yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga dapat dilakukan

(38)

b. Manfaat

Menurut Basuki (2014: 130) analisis butir soal memiliki sembilan

manfaat, yaitu sebagai berikut:

1) Membantu para siswa pengguna tes dalam evaluasi terhadap tes

yang digunakan.

2) Mendukung penulisan butir soal yang efektif.

3) Meningkatkan validitas dan reliabilitas soal.

4) Memberikan masukan kepada peserta didik tentang

kemampuannya.

5) Memberikan masukan kepada guru tentang kesulitan-kesulitan

siswa.

6) Memberikan masukan kepada guru tentang efektivitas

pembelajaran.

7) Merevisi atau mengganti sama sekali butir soal yang dinilai tingkat

kesukarannya terlalu tinggi atau terlalu rendah, yang validitas dan

reliabilitasnya rendah.

8) Meningkatkan keterampilan guru dalam penulisan soal.

9) Memberi masukan hal-hal tertentu yang bermanfaat bagi

pengembangan kurikulum.

4. Validitas Isi

Validitas adalah kebenaran dari suatu pemikiran bahwa pemikiran

tersebut benar-benar dilaksanakan (Sangadji, 2010: 147). Instrumen

(39)

untuk mengukur aspek yang akan diukur (Sukmadinata, 2007: 228).

Validitas terdiri dari beberapa jenis, yaitu content validity, contruct

validity, predictive validity, dan concurrent validity (Purwanto, 2009:

138).

Validitas isi merupakan validitas yang sangat penting. Tujuan

utamanya adalah untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai

materi pelajaran yang telah disampaikan, dan perubahan-perubahan

psikologis apa yang timbul pada diri peserta didik tersebut setelah

mengalami proses pembelajaran tertentu (Arifin,2009: 248). Sedangkan

menurut Basuki (2014: 124) validitas isi bertujuan untuk menilai

kemampuan tes merepresentasikan dengan baik ranah yang hendak diukur.

Menurut Masidjo (1995: 243) validitas isi merupakan validitas yang

menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur

mencerminkan hal-hal yang mau diukur atau diteskan. Sebuah tes

dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus tertentu

yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan (Arikunto,

1995: 67).

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa validitas isi merupakan

kesesuaian suatu tes antara isi materi pelajaran yang diberikan dengan

kurikulum sehingga dapat mengukur seberapa jauh peserta didik

(40)

5. Reliabilitas

Reliabilitas adalah ketepatan alat ukur dalam suatu pengukuran

(Sangadji, 2010: 145). Arifin (2009: 258) mengatakan reliabilitas

merupakan tingkat atau derajat konsistensi dari suatu instrumen.

Sedangkan menurut Azwar (1996: 180) selain mengartikan reliabilitas

sebagai keterpercayaan, keterandalan, keajegan, konsistensi, dan

kestabilan, reliabilitas juga memiliki arti sejauh mana hasil suatu

pengukuran dapat dipercaya. Dari beberapa definisi diatas dapat

disimpulkan bahwa reliabilitas adalah ketepatan suatu alat ukur yang mana

hasil atau tingkat derajat menunjukkan keajegan dan hasilnya dapat

dipercaya.

Instrumen dikatakan mempunyai reliabilitas tinggi apabila

instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur aspek selama

beberapa kali dan hasilnya relatif sama atau tetap. Instrumen yang

digunakan dalam penelitian ini adalah soal essai karena soal essai dapat

digunakan untuk mengukur hasil belajar sampai level tinggi (Purwanto,

2009: 71). Tujuan utama mengukur reliabilitas adalah untuk mengetahui

tingkat ketepatan dan keajegan skor tes (Kusaeri,2012: 177). Menurut

Kusaeri (2012: 177) ada lima faktor yang mempengaruhi skor tes, yaitu:

a. Semakin banyak jumlah butir soal, semakin ajek suatu tes.

b. Semakin lama suatu tes, semakin ajek

c. Semakin sempit range butir soal, semakin besar keajekan.

(41)

e. Semakin objektif dalam pemberian skor, semakin besar

keajekan.

Untuk menguji reliabilitas menggunakan rumus Alpha (Riduwan, 2009:

115) sebagai berikut:

Keterangan :

r1 = reabilitas instrumen k = jumlah item

Si2 = jumlah varians skor tiap item St2 = varians total

6. Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran adalah ukuran yang menunjukkan kesulitan soal

untuk diselesaikan oleh siswa (Rahkmat, 2001: 190). Menurut Arifin

(2009: 266) tingkat kesukaran adalah pengukuran seberapa besar derajat

kesukaran suatu soal. Sedangkan Kunandar (2013: 240) menyatakan

bahwa tingkat kesukaran soal adalah proporsi jumlah peserta tes yang

menjawab benar, yaitu perbandingan jumlah peserta tes yang menjawab

benar dengan jumlah peserta tes seluruhnya. Dari beberapa definisi diatas

dapat disimpulkan bahwa tingkat kesukaran adalah pengukuran yang

menunjukkan proporsi jumlah peserta tes yang menjawab benar.

Sebuah soal dikatakan sukar jika sebagian besar peserrta didik gagal

menyelesaikannya, sebaliknya soal dikatakan mudah jika sebagian besar

peserta didik mampu menyelesaikannya (Surapranata, 2004: 12). Salah

satu cara sederhana untuk mengetahui tingkat kesukaran soal adalah

(42)

(1-dengan menghitung persentase jawaban benar yang diperoleh peserta didik

dalam menyelesaikan soal (Rakmat, 2001: 191). Indeks kesukaran

dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar dari 0 sampai 1

(Kusaeri, 2012: 174).

Berikut rumus untuk menghitung tingkat kesukaran yang dikemukakan

oleh Arikunto (2012: 223):

Keterangan :

P = tingkat kesukaran

B = banyaknya siswa yang menjawab soal benar

JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes

7. Daya Beda

Daya pembeda adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan

antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang

bodoh (berkemampuan rendah (Arikunto, 2012: 226). Daya beda adalah

kemampuan butir soal dapat membedakan antara peserta didik yang telah

menguasai materi yang ditanyakan dan peserta didik yang belum

menguasai materi yang diujikan (Kusaeri& Suprananto, 2012: 175).

Sedangkan menurut Arifin (2009: 273) daya pembeda adalah sejauh mana

suatu butir soal mampu membedakan peserta didik yang sudah menguasai

kompetensi dengan peserta didik yang belum/kurang kompetensi

(43)

disimpulkan bahwa daya beda merupakan kemampuan suatu soal dalam

membedakan peserta didik antara peserta didik yang menguasai materi dan

yang belum menguasai kompetensi berdasarkan kriteria tertentu.

Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks

diskriminasi, disingkat (D). Indeks diskriminasi berkisar antara 0,00

sampai 1,00 (Arikunto, 2012: 226). Untuk menghitung daya pembeda

setiap butir soal dapat digunakan rumus (Arifin,2009: 273-274), sebagai

berikut:

Keterangan:

DP = daya pembeda

WL = jumlah peserta didik yang gagal dari kelompok bawah.

WH = jumlah peserta didik yang gagal dari kelompok atas

n = 27% x N -> jumlah keseluruhan peserta tes

8. Efektivitas Pengecoh

Pengecoh merupakan jawaban pengecoh atau jawaban-jawaban salah

(Sudijono, 2006: 409). Menurut Azwar (1996: 137) mengemukakan bahwa

efektivitas pengecoh merupakan kemampuan soal dalam membedakan

antara siswa yang mempunyai kemampuan tinggi (dalam hal ini diwakili

oleh mereka yang masuk kelompok tinggi) dan siswa yang mempunyai

kemampuan rendah (diwakili oleh mereka yang termasuk dalam kelompok

(44)

adalah penyebaran pilihan jawaban yang digunakan untuk membedakan

siswa yang berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah.

Tujuan utama dari pemasangan distraktor pada setiap butir soal adalah

agar para peserta didik yang mengikuti tes, tertarik untuk memilih dan

menyangka bahwa itu jawaban benar (Sudijono, 2006: 410). Butir soal

yang baik, distraktornya akan dipilih secara merata oleh peserta didik yang

menjawab salah (Arifin, 2009: 279). Jawaban distraktor dikatakan

berfungsi dengan baik (Kusaeri, 2012: 177) apabila: 1) distraktor paling

tidak dipilih oleh 5% peserta tes atau pesserta didik, 2) distraktor lebih

banyak dipilih oleh kelompok peserta didik yang belum memahami materi

yang diujikan.

Menurut Arifin (2009: 279) indeks distraktor dihitung dengan rumus:

Keterangan:

IP : Indeks distraktor

P : jumlah peserta didik yang memilih distraktor

N : jumlah peserta didik yang ikut tes

B : jumlah peserta didik yang menjawab benar pada setiap soal

n : jumlah alternatif jawaban (opsi)

1 : bilangan tetap

9. Pilihan Ganda

a. Pengertian Pilihan ganda

Pilihan ganda adalah suatu tes yang menyediakan tiga sampai lima

(45)

baik daripada pilihan lainnya (Jihad, 2012: 81). Menurut Azwar

(1996:80) pilihan ganda adalah aitem tes yang umumnya terdiri atas

satu kalimat pernyataan atau kalimat pertanyaan, yang disebut stem,

dan beberapa pilihan jawaban yang disebut alternatif atau options.

Sedangkan Arikunto (2005: 168) mengatakan bentuk tes pilihan ganda

merupakan bentuk tes objektif yang paling banyak digunakan karena

banyak sekali materi yang dapat dicakup.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa tipe tes

pilihan ganda merupakan bentuk tes objektif yang terditi dari satu

kalimat pernyataan atau pertanyaan dengan beberapa pilihan jaawaban,

tetapi hanya ada satu jawaban yang benar.

b. Kelebihan Pilihan Ganda

Menurut Jihad (2012: 83) ada lima kelebihan butir tes pilihan ganda,

yaitu:

1) Hasil belajar dari yang sederhana sampai yang komplek dapat

diukur.

2) Terstruktur dan petunjuknya jelas.

3) Alternatif jawaban yang salah dapat memberikan informasi

diagnotik,

4) Tidak dimungkinkan untuk menerka jawaban.

5) Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.

Sedangkan menurut Hamzah (2014: 37) ada enam kelebihan butir tes

pilihan ganda, sebagai berikut:

(46)

2) Hasil penilaian bersifat objektif karena tidak dipengaruhi oleh

subyektivitas penilai.

3) Ruang lingkup materi yang diujikan luas dan menyeluruh.

4) Jawaban yang benar sudah tertentu dan pasti.

5) Pemeriksaan bisa diserahkan ke orang lain.

6) Analisis butir tes dapat dilakukan dengan mudah.

c. Kelemahan Pilihan Ganda

Ada empat kelemahan butir tes pilihan ganda (Jihad, 2012: 83), sebagai

berikut:

1) Menyusunnya membutuhkan waktu lama.

2) Sulit menemukan pengacau.

3) Kurang efektif mengukur beberapa tipe pemecahan masalah,

kemampuan untuk mengorganisir dan mengekspresi ide.

4) Nilai dapat dipengaruhi dengan kemampuan baca yang baik.

Sedangkan menurut Hamzah (2014: 37) butir tes pilihan ganda

memiliki delapan kelemahan, yaitu:

1) Proses pembuatan soal sukar dan lama.

2) Proses berpikir siswa untuk menemukan jawaban lama.

3) Jawaban tidak dapat diukur.

4) Ada faktor menebak dari siswa.

5) Lebih mementingkan hasil akhir daripada proses pengerjaan.

6) Kurang bisa menggambarkan daya pikir dan analisis siswa.

7) Biaya pengadaan relatif lebih mahal.

(47)

10. PKn

a. Pengertian PKn

Pendidikan kewarganegaraan merupakan materi yang

memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam, baik dari segi agama,

sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa, untuk menjadi warga negara

Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter (Aryani, 2010: 18).

Waite (dalam Erwin, 2011: 2) mengartikan PKn adalah ilmu

kewarganegaraan yang membicarakan hubungan manusia dengan manusia

dalam perkumpulan-perkumpulan yang terorganisasi. Pendidikan

kewarganegaraan di Indonesia sebagai pendidikan kebangsaan dan

kewarganegaraan yang berhadapan dengan keberadaan Negara Kesatuan

Republik Indonesia, demokrasi, HAM, dan cita-cita untuk mewujudkan

masyarakat madani dengan menggunakan filsafat pancasila sebagai pisau

analisisnya. Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa

pendidikan kewarganegaraan adalah cabang ilmu yang mempelajari

tentang hubungan antar manusia untuk mewujudkan warga negara

Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter.

b. Tujuan pendidikan PKn

Erwin (2011: 6) mengemukakan tujuan pendidikan

kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia diupayakan untuk membentuk

manusia Indonesia seutuhnya, sebagaimana yang diamanatkan dalam

Pembukaan UUD 1945, yakni sebagai manusia Indonesia yang religius

berkemanusiaaan dan berkeadaban, yang memiliki nasionalisme, yang

(48)

Dari dua tujuan yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa

pendidikan kewarganegaraan untuk jenjang sekolah dasar sangat penting

karena dapat membentuk karakter peserta didik menjadi warga negara

yang cerdas dan bermartabat dan aktif dalam kehidupan berbangsa dan

bernegara.

c. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Berikut ini merupakan tabel standar kompetensi dan kompetensi dasar

mata pelajaran PKn kelas III SD semester genap:

Tabel 2.1 Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 3. Memiliki harga diri

sebagai individu

3.1 Mengenal pentingnya harga diri. 3.2 Memberi contoh bentuk harga diri,

seperti menghargai diri sendiri, merngakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain-lain.

3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri. 4. Memiliki kebanggaan

sebagai bangsa Indonesia

4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan.

4.2 Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia.

Pada tabel 2.1, dijelaskan bahwa kelas III SD pada semester genap

terdiri dari standar kompetensi 3 dan 4. Standar kompetensi 3 terdiri dari

tiga kompetensi dasar dan standar kompetensi 4 terdiri dari dua

kompetensi dasar. Jadi, kelas III semester genap terdiri dari dua standar

kompetensi dan lima kompetensi dasar.

11. Ulangan Akhir Semester

Menurut Mulyasa (2006: 245-246) UAS sering disebut juga ulangan

(49)

a. Soal diambil dari materi standar, standar kompetensi, dan kompetensi

dasar semester pertama.

b. Soal diambil dari gabungan materi standar, kompetensi dasar, dan

kompetemsi dasar semester pertama dan kedua, dengan menenkankan

pada materi standar, standar kompetensi, dan kompetensi dasar

semester.

UAS dilaksanakan secara bersamaan untuk kelas-kelas paralel, dan

pada umumnya dilaksanakan secara bersama, baik tingkat rayon,

kecamatan, kodya/ kabupaten, maupun provinsi. Ini dilakukan untuk

meningkatkan pemerataan mutu pendidikan dan untuk menjaga keakuratan

soal-soal yang diujikan (Mulyasa, 2006: 246).

12. ITEMAN

a. Pengertian

Item and Test Analysis (ITEMAN) merupakan perangkat lunak

(software) yang dibuat melalui bahasa pemrograman komputer yang

diciptakan khusus untuk analisis statistik butir soal dan tes (Kusaeri dan

Suprananta, 2012: 178). Program ini dibuat dengan pendekatan analisis

statistik secara klasikal yang berguna untuk menentukan kualitas butir

soal dan tes berdasarkan data empiris hasil uji coba. Program ITEMAN

mampu menganalisis maksimal 250 butir soal dalam satu file dengan

kapasitas 3000 responden. Hasil dari analisis mencakup informasi

mengenai tingkat kesukaran, daya pembeda, dan statistik sebaran

(50)

yaitu: (1) statistik butir soal, (2) analisis butir soal yang diujikan, dan

(3) skala statistik.

b. Output dari setiap butir soal

1) Sequence No adalah nomor urut soal dalam file data

2) Scale-Item adalah nomor urut butir soal dalam skala

3) Prop. Correct adalah proporsi siswa (peserta tes) yang menjawab

benar butir soal.

4) Biser adalah indeks daya pembeda soal dengan menggunakan

koefisien korelasi biserial.

5) Point Biser adalah indeks daya pembeda soal dan pilihan jawaban

(alternatif) dengan menggunakan koefisien korelasi point biser.

6) Prop. Endorsing menunjukkan proporsi alternatif jawaban yang

dijawab oleh peserta.

c. Cara input data

020 O N 10

ACBBACCACBABCCCABCBC

33333333333333333333

YYYYYYYYYYYYYYYYYYYY

001 ABBBACCACBBACCCABCBC

002 ABBBCCCACBAACCCABCBC

Keterangan:

1) Baris pertama:

a) 020 = jumlah soal (maksimal 250)

(51)

c) N = soal yang belum sempat dijawab

d) 10 = spasi antara nomor siswa dan jawaban siswa

2) Baris kedua: berisi kunci jawaban

3) Baris ketiga: berisi jumlah pilihan jawaban (option)

4) Beris keempat: soal yang dianalisis

d. Langkah-langkah menggunakan ITEMAN

1) Klik dua kali pada program ITEMAN

2) Pada tulisan ‘Enter the name of the input file:’ ketik nama hasil.txt

3) Pada tulisan ‘Enter the name of the output file:’ ketik nama

prestasi.txt

4) Pada tulisan ‘Do you want the scores written to a file? (Y/N)’ ketik

Y

maka akan muncul tulisan ‘Enter the name of the score file:’ lalu

tulis hasill.txt

13. Kecamatan Depok

Berdasarkan wawancara dengan petugas UPTD Kecamatan Depok,

Kecamatan Depok adalah salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten

Sleman. Kecamatan Depok terdapat 9 gugus dan 3 kelompok belajar besar,

yaitu Caturtunggal, Condongcatur, dan Maguwoharjo. Kecamatan Depok

memiliki beberapa keistimewaan, diantaranya adalah Kecamatan Depok

merupakan pusat pendidikan. Hal ini terlihat bahwa terdapat banyak

Universitas Negeri maupun swasta yang berjumlah sekitar 23 universitas.

(52)

negeri dan 12 SD berstatus swasta. Dari 49 SD, terdapat 5 SD yang

menerapkan kurikulum 2013 yaitu SD Negeri Babarsari, SD Negeri

Nogopura, SD Muhammadiyah Condongcatur, SD Budi Mulia Dua

Seturan, dan SD Budi Mulia Dua Pandeansari.

B. Penelitian yang relevan

Adiputra (2011) meneliti tentang analisis butir soal tes IPS Terpadu

buatan MGMP IPS Kabupaten Gianyar Kelas VII Semester 1 Tahun ajaran

2011/2012. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas butir soal tes

tersebut ditinjau dari relevansi antara kisi-kisi, SK, KD, dan Indikator mata

pelajaran, validitas isi tes, validitas butir soal, reliabilitas tes, taraf kesukaran

butir soal, daya beda butir soal, dan efektivitas pengecoh butir soal. Penelitian

ini menggunakan jenis penelitian ex-post pacto dengan mengambil populasi

seluruh hasil tes berupa lembar jawaban siswa kelas VII dari lima sekolah

SMP terpilih di Kabupaten Gianyar yang bisa mewakili sekolah negeri dan

swasta dari 45 SMP dilihat status sekolah yaitu RSBI, SSN, Sekolah Potensial,

dan Sekolah Swasta. Sedangkan sampel yang digunakan adalah sebesar 1000

sampel dipilih. Analisis yang dilakukan adalah analisis tes dan analisis butir

soal. Hasil penelitian menunjukkan relevansi antara Standar Kompetensi,

Kompetensi Dasar, dan Indikator dengan butir soal dari 60 butir soal terdapat

56 (93%) butir soal relevan dan 4 butir soal (7%) tdak relevan dengan

indikator soal. Validitas isi yang diuji dengan Uji Gregory menunjukkan

validitas yang sangat tinggi (0,933). Bila ditinjau dari validitas butir

(53)

dinyatakan tdak valid. Reliabilitas tes didapatkan r11 = 0,860 dengan formula

KR 20. Jika ditinjau dari taraf kesukaran tes didapatkan 23% butir soal

kategori soal mudah, 62 % butir kategori soal sedang, dan 15 % butir kategori

soal sukar. Dilihat dari daya beda, 82 % memiliki daya beda yang dapat

diterima, yang memiliki daya beda kurang baik 13% dan yang buruk harus

dibuang 5%. Dan jika ditinjau dari efektivitas pengecoh 85% memiliki

pengecoh yang berfungsi dengan baik dan 15% tidak dapat menjalankan

fungsinya dengan baik.

Sartika (2013) meneliti tentang analisis soal ulangan tengah semester

bahasa Indonesia kelas XII Mas Raudhatul Ulum Meranti. Tujuan penelitian

ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas soal ulangan tengah semester

Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif,

berbentuk kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan

studi dokumenter. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kartu

pencatatat, kartu telaah dan dokumen wawancara. Butir soal dari segi

reliabilitas masih dikategorikan rendah yaitu 0,322. Butir soal dari segi tingkat

kesukaran yaitu 5 soal dikategorikan sangat sukar, 3 sukar, 9 sedang, 12

mudah, dan 11 sangat mudah. Kualitas butir soal dari segi daya beda yaitu

8sangat jelek, 9 jelek sekali, 6 tidak mempunyai daya pembeda sama sekali

atau 0, 8 cukup, dan 7 sangan baik dan 1 soal memiliki daya beda yang sangat

baik. Butir soal dari segi materi, konstruksi dari bahasa soal sebagian diterima

namun perlu diperbaiki.

Rahayu (2013) meneliti tentang analisis butir soal ujian sekolah Bahasa

(54)

untuk mengetahui sejauh mana kualitas soal tersebut. Populasi dalam

penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA N 5 Magelang. Sampel

dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan sampel

sejumlah 28 siswa pada kelas XII IPS IV Tahun ajaran 2012/2013. Metode

pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

dokumentasi berupa arsip tes butir soal Ujian Sekolah Kelas XII mata

pelajaran Bahasa Jepang. Bentuk penelitian ini menggunakan analisis

deskriptif kuantitatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan

bahwa dalam menganalisis butir soal dengan menggunakan daya pembeda dan

taraf tingkat kesukaran yaitu tingkat kesukaran secara keseluruhan bahwa soal

ujian sekolah tersebut dikatakan mudah karena hampir seluruh siswa bisa

mengerjakan dengan mudah, dan berdasarkan daya beda pada soal ujian

sekolah tersebut mengalami kesulitan untuk membedakan antara siswa pandai

dan siswa kurang pandai.

Sofiana (2010) meneliti tentang analisis butir soal ulangan kenaikan kelas

mata pelajaran kimia kelas X SMA N 8 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas soal ulangan kenaikan

kelas mata pelajaran kimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini

adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi,

wawancara, dan kuesioner. Sumber data berupa lembar soal ulangan kenaikan

kelas mata pelajaran kimia kelas X SMA N 8 Surakarta Tahun Ajaran

2009/2010, respon jawaban siswa, kisi-kisi penulisan soal, serta standar

kompetensi, kompetensi dasar dan indikator mata pelajaran kimia kelas X

(55)

ditinjau dari aspek materi, kontribusi dan bahasanya yaitu 6% tidak memenuhi

aspek materi, 6% soal tidak memenui aspek kontribusi dan 20% soal tidak

memenuhi aspek bahasa. (2) distribusi jenjang ranah kognitif taksonomi

Bloom yang terukur yaitu C1 46%, C2 43&, C3 11%, C4 0%, C5 0% dan C6

0%. (3) ditinjau dari validitasnya tidak semua valid. (4) ketercapaian

kompetensi dasar yaitu 56,5% telah mencapai kompetensi dasar mencapai

kompetensi dasar pertama, 40,1% siswa telah mencapai kompetensi dasar

kedua, 52,7% siswa mencapai kompetensi dasar ketiga dan 52,4% siswa telah

mencapai kompetensi dasar keempat.

Rahmani (2015) meneliti tentang analisis kualitas butir soal buatan guru

biologi kelas X SMA N 1 Tanah Pinoh. Penelitian ini bertujuan untuk

menganalisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan

distraktor butir soal buatan guru mata pelajaran biologi kelas X SMA N 1

Tanah Pinoh tahun pelajaran 2012/2013. Sampel diambil dengan teknik

sampling jenuh. Instrument dalam penelitian ini adalah lembar soal ulangan

harian buatan guru mata pelajaran biologi kelas X SMA N 1 Tanah Pinoh

tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 20 soal pilihan ganda. Analisis validitas

soal UH 1 menunjukkan 40% soal valid, reliabilitas sebesar 0,76 artinya

memiliki keajegan tinggi; tingkat kesukaran butir soal 40% sukar; 55% sedang

dan 5% mudah; daya beda 45% jelek, 35% cukup dan 20% baik; 80%

pengecoh berfungsi. Pada UH 2, 60% soal valid, reliabilitas sebesar 0,78

artinya memiliki keajegan tinggi ; 35% soal sukar; 55% sedang dan 65%

sedang; daya beda 30% jelek, 45% cukup dan 25% baik; 75% pengecoh

(56)

dilakukan oleh peneliti yaitu menganalisis validitas isi, reliabilitas, tingkat

kesukaran, daya beda, dan efektifitas pengecoh. Tujuan, jenis penelitian, dan

teknik pengumpulan data juga memiliki persamaan yaitu jenis penelitian

deskriptif dan teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dan

teknik wawancara. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan

dilakukan yaitu analisis dilakukan pada mata pelajaran PKn kelas III SD.

Dengan demikian, kebaruan untuk penelitian yang akan dilakukan adalah

penelitian ini dilakukan pada analisis butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir

Semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas III SD

di Kecamatan Depok.

Literature Map dari penelitian yang relevan ini akan dipaparkan pada halaman

(57)

Bagan 2.1 Literature map penelitian-penelitian sebelumnya

Dari gambar 2.1 dapat dijelaskan bahwa penelitian yang relevan

dengan penelitian ini terdiri dari lima judul penelitian. Penelitian tersebut

memiliki beberapa persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti

yaitu tentang analisis butir soal dan mata pelajaran. Penelitian yang memiliki

persamaan tentang analisis butir soal yaitu yang pertama berjudul analisis

butir soal tes IPS Terpadu buatan MGMP IPS Kabupaten Gianyar Kelas VII

Semester 1 Tahun ajaran 2011/2012. Kedua berjudul analisis butir soal ujian

sekolah Bahasa Jepang kelas XII di SMA Negeri 5 Magelang. Dan yang Adiputra (2011)

Analisis butir soal- IPS Terpadu

Rahayu (2013)

Analisis soal ujian sekolah – Bahasa Jepang

Yang perlu diteliti :

Analisis butir soal UAS- mata pelajaran PKn SD Kelas III

Rahmani (2015)

Analisis kualitas soal buatan guru – Biologi

Sartika (2013) Analisis soal UTS- Bahasa

Indonesia

Sofiana (2010)

(58)

ketiga berjudul analisis kualitas butir soal buatan guru biologi kelas X SMA

N 1 Tanah Pinoh.

Persamaan selanjutnya pada penelitian ini yaitu tentang mata pelajaran

yang ada pada penelitian yang relevan dengan judul analisis soal ulangan

tengah semester bahasa Indonesia kelas XII Mas Raudhatul Ulum Meranti.

Dan pada judul analisis butir soal ulangan kenaikan kelas mata pelajaran

kimia kelas X SMA N 8 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010.

Persamaan-persamaan yang terdapat pada penelitian yang relevan dapat dijadikan sumber

referensi dan evaluasi bagi peneliti untuk dapat mengembangkan penelitian

yang lebih baik.

C. Kerangka Berpikir

Evaluasi adalah pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan kegiatan

yang bersifat hierarki, artinya ketiga kegiatan tersebut saling berkaitan dengan

proses belajar mengajar dan pelaksanaannya arus berurutan (Tatang, 2012:

227). Kualitas suatu alat tes dapat dilakukan melalui analisis pada setiap butir

soalnya. Analisis butir soal dapat dilakukan melalui analisis validitas,

reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh. Analisis

butir soal merupakan suatu cara untuk menjawab pertanyaan mengenai

kualitas soal itu baik atau tidak. Analisis butir soal menjawab pertanyaan

seberapa baik suatu tes dapat membedakan siswa dalam mencapai tujuan

pembelajaran yang dirancang oleh guru (Basuki, 2014: 130). Arikunto (2005:

206) mengatakan bahwa analisis butir soal merupakan identifikasi soal-soal

(59)

diperoleh informasi tentang kejelekan sebuah soaldan ‘petunjuk’ untuk

mengadakan perbaikan

Berdasarkan penjabaran di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

validitas isi, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan keberfungsian

distraktor butir soal UAS semester genap mata pelajaran PKn kelas III SD

Tahun Pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok. Penelitian ini dilakukan

dengan cara menganalisis butir soal menggunakan bantuan software

ITEMAN. Dengan hasil yang diperoleh diharapkan dapat mengetahui apakah

kualitas butir soal UAS semester genap termasuk baik atau tidak. Apabila

kualitas jelek maka diharapkan para pembuat soal dapat memperbaiki butir

Figur

Gambar 2.1 Literatur Map ..............................................................................
Gambar 2 1 Literatur Map . View in document p.19
Tabel 2.1 Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar
Tabel 2 1 Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar . View in document p.48
Tabel 3.1 Daftar Nama SD di Kecamatan Depok
Tabel 3 1 Daftar Nama SD di Kecamatan Depok . View in document p.61
Tabel 3.2 Daftar Nama SD yang Diteliti
Tabel 3 2 Daftar Nama SD yang Diteliti . View in document p.64
Tabel 3.3 Instrumen penelitian check list
Tabel 3 3 Instrumen penelitian check list . View in document p.68
Tabel 3.3 Koefisien Reliabilitas
Tabel 3 3 Koefisien Reliabilitas . View in document p.70
Tabel 3.5 Kriteria Indeks kesukaran
Tabel 3 5 Kriteria Indeks kesukaran . View in document p.71
Tabel 3.6 merupakan tabel kriteria indeks diskriminasi. Kriteria indeks
Tabel 3 6 merupakan tabel kriteria indeks diskriminasi Kriteria indeks . View in document p.72
Tabel 4.1 Tabel Validitas Isi
Tabel 4 1 Tabel Validitas Isi . View in document p.75
Tabel 4.2 di atas dapat diketahui bahwa 19 butir soal valid dengan
Tabel 4 2 di atas dapat diketahui bahwa 19 butir soal valid dengan . View in document p.77
Gambar 4.1 Diagram Validitas Isi
Gambar 4 1 Diagram Validitas Isi . View in document p.78
Tabel 4.3 Kategori Koefisien Reliabilitas
Tabel 4 3 Kategori Koefisien Reliabilitas . View in document p.79
tabel di bawah ini:
tabel di bawah ini: . View in document p.80
Gambar 4.2 Hasil Output dengan software MicroCat Iteman
Gambar 4 2 Hasil Output dengan software MicroCat Iteman . View in document p.81
Tabel 4.6 Hasil Tingkat Kesukaran
Tabel 4 6 Hasil Tingkat Kesukaran . View in document p.82
Tabel di atas menunjukkan bahwa butir soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6,
Tabel di atas menunjukkan bahwa butir soal nomor 1 2 3 4 5 6 . View in document p.83
Tabel 4.8 Indeks Daya Beda
Tabel 4 8 Indeks Daya Beda . View in document p.84
Tabel 4.9 Persentase Daya Beda
Tabel 4 9 Persentase Daya Beda . View in document p.85
Gambar 4.3Pie Chart Daya Beda
Gambar 4 3Pie Chart Daya Beda . View in document p.86
Tabel 4.11 Persentase Efektivitas Pengecoh
Tabel 4 11 Persentase Efektivitas Pengecoh . View in document p.92
Gambar 4.4 Pie Chart Efektivitas Pengecoh
Gambar 4 4 Pie Chart Efektivitas Pengecoh . View in document p.93
Tabel 4.11 Tingkat Kesukaran, Daya Beda, dan Efektivitas Pengecoh
Tabel 4 11 Tingkat Kesukaran Daya Beda dan Efektivitas Pengecoh . View in document p.97
Gambar 4.5 hasil Output Iteman
Gambar 4 5 hasil Output Iteman . View in document p.109

Referensi

Memperbarui...