ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI SMARTPHONE MEREK OPPO
(Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar)
SKRIPSI
S U B H A N A K B A R M K NIM: 105721151217
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
2021
ii
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI SMARTPHONE MEREK OPPO
(Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar)
SKRIPSI
Disusun dan Diajukan Oleh:
SUBHAN AKBAR MK.
105721151217
Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
2021
iii
HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk:
Kedua OrangTuaku tercinta, almarhum ayah dan almarhumah ibu. Serta kedua saudari yang paling kusayangi. Ini sebagai tanda hormat dan rasa terimakasih karena telah menjadi harta yang paling berharga dalam hidup dan menjadi orang-orang yang tidak pernah meninggalkan dalam keadaan apapun. Terimakasih untuk seluruh cinta dan kasih sayang, juga untuk do’a- do’a yang tidak pernah putus. Terimakasih untuk dukungan yang tiada henti, untuk selalu memberi semangat dan pelukan. Tak lupa terimakasih pula kepada seluruh keluarga besar yang sampai sekarang selalu memberi dukungan, baik materi maupun non materi. Serta orang-orang spesial, sahabat dan teman-teman sekalian yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang selalu ada dalam suka maupun duka.
MOTTO :
“Inna ma’al-‘usri yusra”
Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
iv
v
vi
vii
ABSTRAKMk, Subhan Akbar, Tahun 2021, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli
SmartphoneMerek Oppo (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar)”. Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Yang dibimbing oleh Pembimbing I Bapak Edi Jusriadi dan Pembimbing II Firman Syah.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Smartphone Merek Oppo (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar).
Secara parsial, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli
SmartphoneMerek Oppo pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Sehingga hipotesis pertama (H1) diterima. Serta Variabel Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli
SmartphoneMerek Oppo pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Sehingga hipotesis kedua diterima (H2).
Kata Kunci: Harga, Kualitas Produk, Minat Beli.
viii ABSTRACT
Mk, Subhan Akbar, 2021, "Analysis of Factors Influencing Interest in Buying Oppo Brand
Smartphones (Case Study of Students of theFaculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar)". Thesis of Management Department, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. Supervised by Supervisor I Mr. Edi Jusriadi and Supervisor II Firman Syah.
This study aims to examine the Analysis of Factors Influencing Interest in Buying Oppo Brand Smartphones (Case Study of Students of the Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar).
Partially, the results of this study indicate that price has a positive and significant effect on Purchase Interest of Oppo Brand
Smartphones inStudents of the Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. So that the first hypothesis (H1) is accepted.
And Product Quality Variables have a positive and significant effect on Purchase Interest of Oppo Brand Smartphones in Students of the Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. So that the second hypothesis is accepted (H2).
Keywords: Price, Product Quality, Buying Interest.
ix
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita masih dapat menghirup udara segar sampai hari ini. Tak lupa pula kita kirimkan salam dan shalawat kepada panutan umat manusia, Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikut beliau yang senantiasa istiqamah dijalan-Nya.
Skripsi yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli
Smartphone Merek Oppo(Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bsinis Universitas Muhammadiyah Makassar).” Yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Tidak lupa penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada orangtua, yang telah melahirkan dan mendidik penulis, terimakasih pula kepada saudara(i) dan keluarga yang senantiasa memberikan harapan, perhatian, dukungan, cinta dan kasih sayang serta do’a tak terhenti yang mengiringi langkah penulis sampai saat ini.Terimaasih untuk semua yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam melaksanakan penelitian ini. Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan skripsi ini ada bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Maka dari itu penulis memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih kepada :
1.
Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse M.Ag. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2.
Bapak Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar.
x
3.
Bapak Muh. Nur R, S.E., M.M., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.
4.
Bapak Dr. Edi Jusriadi, S.E., M.M., selaku Pembimbing I yang senantiasa membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.
5.
Bapak Fiman Syah, S.E., M.M., selaku Pembimbing II yang telah senantiasa membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.
6.
Ibu Syarthini Indrayani, SE, M.Si., selaku Penasehat Akademik (PA) penulis.
7.
Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah mentransfer ilmunya kepada penulis selama mengikuti perkuliahan.
8.
Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
9.
Segenap Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah menjadi responden dalam penelitian ini.
10.
Ucapan terimakasih yang terdalam penulis ucapkan untuk kedua orangtua tercinta, Almarhum Bapak Manggakinreng dan Almarhumah Ibu Makrunjia.
Serta kedua saudari yang paling saya sayangi, Marlina Mk dan Herlina Mk.
11.
Terimakasih untuk Sitti Marwah yang membantu penulis selama menyusun skripsi ini.
12.
Terimakasih untuk seluruh teman-teman Manager 2017 untuk seluruh bantuannya selama ini.
13.
Terimakasih kepada jajaran pengurus HMJ Manajemen Periode 2020-2021 atas segala bantuannya untuk penulis.
14.
Terimakasih untuk teman-teman seperjuangan yang telah membersamai penulis dari awal masuk di Universitas Muhammadiyah Makassar sampai saat ini.
15.
Dan terimakasih untuk semua pihak yang tidak bisa dituliskan satu persatu,
yang telah memberikan semangat, motivasi dan do’a sehingga penulis bisa
menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
xi
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini terdapat banyak kekurangan, maka dari itu kepada semua pihak terutama para pembaca, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan perbaikan untuk kedepannya.
Mudah-mudahan skripsi ini dapat memberikan ilmu dan manfaaat bagi kita semua terutama untuk kampus biru kebanggaan kita, Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis juga mengucapkan permohonan maaf tjika di dalam skripsi ini terdapat kata-kata yang keliru, semua murni karena kesalahan yang penulis miliki karena sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Makassar, 10 Oktober 2021
Ttd.
Subhan Akbar Mk
xii
DAFTAR ISI
SAMPUL
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iv
HALAMAN PENGESAHAN... v
SURAT PERNYATAAN KEABSAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
BAB I PENDAHULUAN
... 1A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
... 9A. TinjauanTeori... 9
1. Manajemen Pemasaran ... 9
2. Harga ... 10
a. Pengertian Harga ... 10
b. Peranan Harga... 11
c. Penetapan Harga ... 12
d. Indikator Harga ... 13
3. Kualitas Produk ... 14
a. Pengertian Kualitas Produk ... 14
b. Dimensi Kualitas Produk ... 15
c. Indikator Kualitas Produk ... 16
4. Minat Beli ... 16
xiii
a. Pengertian Minat Beli ... 16
b. Aspek – Aspek Minat Beli ... 17
c. Indikator Minat Beli ... 18
d. Tahapan Minat beli ... 19
e. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli ... 19
B. Tinjauan Empiris ... 20
C. Kerangka Konsep ... 26
D. Hipotesis ... 27
BAB III METODE PENELITIAN
... 28A. Jenis Penelitian ... 28
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28
C. Definisi Operasional Variabel Dan Pengukuran ... 28
D. Populasi Dan Sampel ... 30
E. Teknik Pengumpulan Data ... 31
F. Teknik Analisis Data ... 31
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 34
A. Gambaran Umum Perusahaan ... 34
B. Hasil Penelitian ... 37
C. Pengujian Hipotesis ... 47
D. Pembahasan ... 49
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 52
A. Kesimpulan ... 52
B. Saran ... 52
DAFTAR PUSTAKA ... 54 LAMPIRAN ...
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Market Share Smartphone di Kota Makassar ... 4
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 20
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel ... 29
Tabel 3.2 Skala Pengukuran Variabel ... 30
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 37
Tabel 4.2 Distribusi Variabel Penelitian Berdasarkan Harga ... 38
Tabel 4.3 Distribusi Variabel Penelitian Berdasarkan Kualitas Produk ... 39
Tabel 4.4 Distribusi Variabel Penelitian Berdasarkan Minat Beli ... 39
Tabel 4.5 Hasil Analisis Deskriptif ... 40
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Variabel X1 ... 41
Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Variabel X2 ... 42
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Variabel Y ... 43
Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas X1 ... 44
Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas X2 ... 45
Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas Y ... 46
Tabel 4.12 Hasil Regresi Linear Berganda... 47
Tabel 4.13 Hasil Uji T (Parsial) ... 48
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Pertumbuhan Jumlah Pengguna Smartphone di Indonesia .... 2 Gambar 2.1 Kerangka Konsep... 27 Gambar 4.1 Smartphone Oppo ... 36
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar BelakangKomunikasi adalah proses atau kegiatan mentransfer informasi dari satu pihak ke pihak lain dalambentuk pesan, ide atau gagasan untuk maksud atau tujuan tertentu. Komunikasi merupakan salah satu prasyarat penting dalam kehidupan setiap orang.Berbagai bidang komunikasi berkembang dan tumbuh seiring dengan perkembangan peradaban manusia.Di era globalisasi seperti sekarangini, jarak, ruang dan waktu tidak lagi menjadi penghalang untuk saling berkomunikasi.
Globalisasi adalah proses interaksi antara individu dan masyarakat dari berbagai belahan dunia,termasuk pertukaran dan penyatuan informasi tentang berbagai hal yang dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan di suatunegara.Adanya globalisasi telah memberikan banyak dampak positif bagi perkembangan suatu negara.Salah satu dampak positif yang dialami adalah peningkatan di berbagai sektor industri, salah satunya adalah industri teknologi informasi dan komunikasi.Peran teknologi informasi dan komunikasi sangat penting saat ini karenamasyarakat membutuhkan pertukaran informasi secara cepat dan akuratagar segalasesuatunya menjadi lebih praktis.
Kelancaran komunikasi, industri teknologi informasi dan komunikasi mengalami peningkatan yang cukup pesat.Berbagai jenis perangkat telekomunikasi yang dibangun oleh para ahli dari seluruh dunia telah memicu persaingan tingkat tinggi di industri telekomunikasi khususnya di Indonesia.Saat ini salah satu alat komunikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah smartphone.Munculnya ponsel pintar untuk memenuhi kebutuhan manusia dan dapat saling terhubung tanpa memandang jarak, ruang dan waktu.Kita dapat berkomunikasi melalui telepon atau SMS kapan saja, dan juga dapat mengakses informasi berita dan hiburan melalui aplikasi dan jejaring sosial yang tersedia (Facebook, Instagram, Line, Twitter, WhatsApp, dll).
Awalnya, ponsel pintar adalah barang langka, dianggap barang mewah, dan hanya bisa mencapai eselon atas ekonomi, sehingga tidak semua orang bisa memilikinya.Namun seiring berjalannya waktu dan semakin majunya zaman terutama di era digital saat ini, ponsel pintar telah menjadi komoditas
utama yang tidak dapat dipisahkan dari semua aspek kehidupan manusia.
Selain digunakan sebagai alat komunikasi, ponsel pintar juga menjadi tren yang mendukung gaya hidup dan mempermudah pekerjaan.Bahkan, banyak juga orang yang menggunakan smartphone untuk mengatasi kebosanan.Semua orang kini bisa menggunakan smartphone karena harganya yang berkisar dari yang termurah hingga yang termahal.Saat ini, ponsel pintar paling digemari oleh semua lapisan masyarakat, baik itu anak-anak, remaja maupun orang tua.Penggunaan smartphone jelas membuktikan betapa dekatnya teknologi dengan kehidupan modern saat ini. Tampilan ponsel pintar dan berbagai fungsi yang dikandungnya menjadi pertimbangan jenis ponsel pintar apa yang dipilih masyarakat untuk digunakan.
Perkembangan pengguna smartphone di Indonesia sangat pesat. Menurut data yang penulis peroleh dari lembaga riset emarketer, pertumbuhan smartphone di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, terlihat dari data berikut:
Gambar 1.1 Pertumbuhan jumlah pengguna smartphone di Indonesia (2016-2019) (Sumber: databooks.katadata.co.id)
Dilihat dari data pada Gambar 1.1 di atas, jumlah pengguna smartphone di Indonesia terus meningkat dari tahun 2016 hingga 2019.Jumlah penduduk Indonesia sebanyak 267 juta jiwa, dimana 92 juta diantaranya merupakan pengguna smartphone (sumber: databooks.katadata.co.id). Hal ini
3
menunjukkan bahwa pengguna smartphone Indonesia menargetkan sekitar 34% dari total penduduk Indonesia.Peningkatan jumlah pengguna smartphone ini tentunya diiringi dengan globalisasi yang menjadi peluang bagi produsen smartphone sehingga berbagai supplier dari seluruh dunia bermunculan di Indonesia.Besarnya potensi pangsa pasar smartphone di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi produsen ponsel dunia.Bahkan, Indonesia kini menjadi safe haven (tempat yang aman) bagi pabrikan asing di Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan China, yang terus menghadirkan produk-produk terbaru bagi Indonesia.Indonesia dianggap sebagai pasar paling potensial di kawasan Asia- Pasifik karena didukung oleh tingkat penetrasi 4G.
Seiring dengan peningkatan jumlah pengguna Internet seluler dari tahun ke tahun dan kebiasaan masyarakat menggunakan berbagai jaringan meningkat, tingkat penetrasi 4G juga meningkat.cepat.Aplikasi ponsel pintar seperti media sosial.Untuk bisnis, pekerjaan dan belanja online. Menurut riset Global Network Index, hampir 97% pengguna Internet di Indonesia menggunakan smartphone untuk terhubung ke Internet. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia diperkirakan akan menjadi pengguna smartphone terbesar ketiga di dunia, dan jumlah pengguna diperkirakan akan mencapai 410 juta pada tahun 2025. Untuk itu, Indonesia akan terus tumbuh hingga China (1,4 miliar) dan India. (983) .million) sebagai tiga teratas di pasar ponsel pintar global.(Sumber:https://makassardigitalvalley.id/usersaat-mobile- indonesia-diprediction-jadi-third-biggest-di-dunia/).
Hal ini menyebabkan persaingan yang semakin ketat di industri smartphone Indonesia.Maka dari itu, setiap perusahaan akan melakukan pengembangan kompetitif dalam menciptakan dan memasok berbagai produk berkualitas tinggi dengan inovasi dan kreativitas yang berbeda, sehingga produk yang disediakan memiliki keunikan tersendiri, sehingga mudah diingat dan menempati benak konsumen. berbagi (Kotler dan Keller, 2009). Pangsa pasar menggambarkan kekuatan pasar merek dalam hal pelanggan yang sebenarnya.Pangsa pasar diukur berdasarkan merek terakhir yang digunakan konsumen dalam periode waktu tertentu.
Pangsa pasar yang terus berubah setiap tahunnya terutama di beberapa kota besar di Indonesia. Dibandingkan tahun 2018, beberapa merek mengalami kenaikan dan penurunan persentase di tahun 2019, dan hanya lima merek yang
berhasil menguasai lebih dari 90% pangsa pasar Indonesia. Pada tahun 2018, merek Samsung secara konsisten menempati peringkat pertama, menempati 23,6% dari pangsa pasar, tetapi pangsa pasar turun pada tahun berikutnya, hanya menyisakan 21,2%. Alhasil, posisi Samsung tergantikan oleh beberapa pemasok smartphone baru asal China, yang kini juga merambah ke Indonesia.Diantaranya, merek OPPO telah berhasil meningkatkan pangsa pasarnya dalam dua tahun terakhir dan dapat menjadi merek terkenal di pasar smartphone Indonesia, menempati urutan pertama, melampaui merek terkemuka seperti Apple dan Huawei.
Seperti kota-kota besar lainnya, Makassar adalah salah satu kota metropolitan paling terkenal di Indonesia. Kota ini juga menjadi pusat perdagangan smartphone Indonesia. Menurut data yang diperoleh peneliti dari Frontier Research Group, mereka melakukan penelitian terhadap beberapa responden yang membeli smartphone dalam 6 bulan terakhir tahun 2019-2020 khususnya di kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu merek smartphone People from China, China, dan Makassar menjadi populer dan sangat populer.Salah satunya adalah merek OPPO. Data pangsa pasar berikut membuktikannya:
Tabel 1.1 Data market share smartphone di Kota Makassar (2020)
Brand Market Share (percentage)
Samsung 32.7%
OPPO 24.7%
Xiaomi 6.7%
Vivo 24.7%
Apple/Iphone 2.7%
Asus 2.7%
Others 2.4%
(Sumber: Frontier Research Group-data market share area Sulawesi) Seperti terlihat dari tabel di atas, penjualan utama beberapa produsen ponsel pintar khususnya di Kota Makassar adalah produk dari pabrikan China, termasuk merek OPPO. Hal ini dikarenakan keberhasilan harga yang diberikan oleh pemasok China menarik konsumen di Kota Makassar Selain itu, banyak mahasiswa pengguna smartphone yang menggunakan smartphone mereka untuk keperluan dan keperluan lain, seperti mengambil foto dan komunikasi
5
media sosial, yang menjadikan merek OPPO sebagai Dengan dukungan fungsi OPPO, smartphone memiliki keunggulan kamera depan canggih pilihan Anda, yang dapat mendukung aktivitas fotografi konsumen, terutama anak muda yang aktif di media sosial dan memperbarui produk terbaru setiap saat.
OPPO Electronics Corporation adalah penyedia layanan elektronik dan teknis global dari Dongguan, Cina, yang menyediakan peralatan elektronik bergerak.OPPO saat ini menjadi salah satu brand besar di industri smartphone khususnya di Indonesia. Sejak memasuki pasar internasional pada 2010, pemasok OPPO kini telah sukses meluncurkan bisnis di lebih dari 20 negara di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan website counterpoint gadget, salah satu pencapaian pangsa pasar brand OPPO adalah terus meningkat, hal ini dikarenakan brand OPPO telah memperluas proses distribusi ke marketing plan yang sangat intensif. Menurut laporan dari (www.arenalte.com), salah satu strategi OPPO untuk merebut pangsa pasar adalah dengan membangun brand image dan menjadikan brand OPPO sebagai smartphone dengan kualitas kamera selfie terbaik. Menurut CEO OPPO Indonesia, OPPO telah mengubah strategi pengembangan produknya dari smartphoneOPPO menjadi ponsel kamera OPPO.
OPPO memposisikan diri sebagai smartphone untuk selfie Pabrikan OPPO ini fokus pada pengembangan ponsel dengan fungsi kamera depan yang canggih, terutama fungsi selfie. Saat ini, selain permintaan, minat beli dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti harga dan kualitas produk, yang semuanya merupakan faktor yang mempengaruhi pembelian.Strategi penetapan harga sangat penting untuk menarik perhatian konsumen.Harga yang pantas adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk yang baik dan harga yang dapat memuaskan konsumen.Pemasar berusaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui komponen harga. Harga produk handphone sangat berpengaruh terhadap minat beli konsumen yaitu semakin terjangkau harga maka semakin baik kualitas produk atau produk tersebut, dan harga akan sangat mempengaruhi minat beli atau kualitas produk. produk konsumen tersebut.
Indonesia juga merupakan negara kelima di dunia dalam penggunaan smartphone.Saat ini, 250 juta penduduk Indonesia merupakan pasar yang besar.Pengguna smartphone di Indonesia juga berkembang pesat.Emarketer,
organisasi riset pemasaran digital, memperkirakan jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia pada 2019 melebihi 100 juta. Dapat dilihat bahwa peningkatan penggunaan smartphone di Indonesia saat ini akan menyebabkan persaingan yang ketat di pasar smartphone. Semakin banyak merek ponsel di pasaran, seperti OPPO, Samsung, Iphone, Asus, Lenovo, Smartfren, Evercross, Xiaomi, vivo, Nokia, Blackberry, LG, Sony Ericsson dan merek lainnya.
Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan sebuah produk atau jasa. Dalam kehidupan bisnis, harga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pemasaran suatu produk. Tinggi rendahnya harga selalu menjadi perhatian utama para konsumen saat mereka mencari suatu produk. Sehingga harga yang ditawarkan menjadi bahan pertimbangan khusus, sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang maupun menggunakan suatu jasa.
Selanjutnya dikemukakan oleh Nawawi dalam bauran pemasaran, harga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pemasaran suatu produk. Tinggi rendahnya harga selalu menjadi perhatian utama para konsumen saat mereka mencari suatu produk, sehingga harga yang ditawarkan menjadi bahan pertimbangan khusus, sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang maupun menggunakan suatu jasa. Dari kebiasaan para konsumen, strategi penetapan harga sangat berpengaruh terhadap penjualan maupun pemasaran produk yang ditawarkan.
Menurut Gaspersz, (2011: 86). Kualitas produk menjadi fokus utama perusahaan dalam menciptakan produk.Produk berkualitas tinggi menjadi kriteria utama konsumen dalam memilih produk yang disediakan oleh perusahaan.Perusahaan selalu dapat menjaga dan meningkatkan kualitas produknya untuk memenuhi keinginan konsumen.Dengan produk yang berkualitas tinggi, perusahaan dapat bersaing dengan pesaing untuk menguasai pangsa pasar.
Niat atau minat beli adalah sikap yang dihasilkan konsumen ketika mereka menanggapi suatu produk atau jasa, mereka akan membeli sebelum konsumen membeli atau menunda pembelian atau tidak membelinya. Menurut Kotler (2012:228), tahap alternatif dan keputusan pembelian dimulai dengan evaluasi
7
alternatif, minat/niat beli, kemudian sikap orang lain dan faktor situasi yang tidak terduga, dan terakhir keputusan pembelian.
Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Smartphone Merek OPPO (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar).”
B. Rumusan Masalah
1. Apakah harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli smartphone merek OPPO pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar ?
2. Apakah kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli smartphone merek OPPO pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar ?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap minat beli smartphone merek OPPO pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Untuk mengetahi pengaruh kualitas produk terhadap minat beli smartphone merek OPPO pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Praktis
a. Sebagai bahan referensi dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan masalah yang dikaji dalam penelitian ini.
b. Dapat memberikan gambaran dan informasi dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli smartphone merek OPPO dan mempertimbangkan dalam mengambil kebijakan terkait faktor-faktor tersebut.
2. Manfaat Teoritis
Selain manfaat praktis yang telah dikemukakan di atas, penelitian ini juga memiliki manfaat teoritis yaitu sebagai bahan referensi bagi yang tertarik dalam bidang manajemen dan ingin melakukan penelitian lebih lanjut tentang masalah yang serupa dimasa yang akan datang.
9 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori1. Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran yang efektif biasanya melibatkan perencanaan dan pembuatan strategi untuk pekerjaan seluruh perusahaan. Manajemen pemasaran dapat terjadi dalam suatu organisasi atau perusahaan, terkait dengan pasarnya, dan juga dapat mempengaruhi tingkat, ruang lingkup, waktu dan komposisi permintaan, sehingga membentuk perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Menurut Kotler (2012:146), konsep manajemen pemasaran adalah sebagai berikut: Manajemen pemasaran adalah analisis, implementasi, dan pengawasan rencana yang dirancang untuk berkomunikasi dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan organisasi. Ini sangat bergantung pada produk organisasi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar ini, dan untuk menentukan harga, komunikasi, dan distribusi yang efektif untuk menginformasikan, mendorong, dan melayani pasar.
Definisi singkat Stanton (2005:88) dapat dirumuskan kembali, yaitu:
“Manajemen pemasaran adalah konsep pemasaran dalam tindakan”.
Definisi ini memiliki arti sebagai berikut: Kegiatan pemasaran perusahaan harus dikoordinasikan dan dikelola semaksimal mungkin.Manajer pemasaran harus memainkan peran penting dalam perencanaan bisnis.
Proses manajemen pemasaran akan meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Terlihat bahwa manajemen pemasaran lebih menekankan pada fungsi perencanaan atau pelaksanaan analisis dan pemantauan.
Untuk membuat suatu perencanaan, fungsi analisis sangat penting, agar perencanaan dapat lebih matang dan akurat. Sedangkan implementasi adalah kegiatan melaksanakan rencana, dan fungsi terakhir manajemen adalah memonitor, yaitu mengendalikan berbagai kegiatan agar tidak terkesan bias. Oleh karena itu, fungsi ini untuk mewaspadai kemungkinan penyimpangan.
Pengusaha yang sudah mulai menyadari bahwa pemasaran merupakan faktor penting dalam keberhasilan usahanya akan mengetahui bahwa ada cara dan filosofi baru yang disebut konsep pemasaran. Kotler (2012:17) mendefinisikan konsep pemasaran sebagai berikut: Konsep pemasaran menunjukkan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi adalah mengintegrasikan secara efektif kegiatan pemasaran sebagai pesaing untuk menentukan dan memenuhi kebutuhan dan keinginan tujuan.
Pasar berhasil melalui konsep pemasaran, jika didasarkan pada tiga faktor dasar, antara lain:
a. Rencana dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen atau pasar.
b. Penjualan yang menguntungkan dapat dicapai dengan memenuhi kebutuhan konsumen.
c. Harus mengkoordinasikan dan mengintegrasikan semua kegiatan pemasaran untuk memberikan kepuasan konsumen yang terbaik.
Konsep pemasaran dijabarkan dengan menggunakan 3 faktor dasar, seperti yang ditunjukkan oleh Swastha dan Irawan (2005:8):
a. Orientasi Konsumen. Tentang memperkenalkan konsumen untuk bisnis dengan menunjukkan layanan yang tersedia.
b. Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan. Berarti bahwa sikap karyawan dan seluruh bagian perusahaan memuaskan pelanggan dan dengan demikian mencapai tujuan perusahaan.
c. Mendapatkan keuntungan melalui kepuasan pelanggan. Tujuan penggunaan konsep pemasaran ini adalah untuk meningkatkan hubungan pelanggan, karena hubungan yang lebih baik sangat menguntungkan bagi bisnis dan dapat meningkatkan keuntungan.
2. Harga
a. Pengertian Harga
Harga adalah jumlah yang dibebankan untuk suatu produk atau jasa, atau jumlah nilai yang dipertukarkan oleh konsumen untuk keuntungan memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut (Kotler dan Armstrong, 2010:314).
11
Harga adalah elemen bauran pemasaran dan dapat menghasilkan pendapatan melalui penjualan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menetapkan harga produknya dengan tepat dan sesuai, sehingga konsumen tertarik dan mau membeli produk yang disediakan, sehingga dapat menguntungkan perusahaan.
Berikut ini adalah beberapa pengertian harga berdasarkan berbagai sumber:
1) Menurut Tjiptono (2007:151), harga adalah satuan moneter atau standar ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) untuk tujuan memperoleh hak milik atau penggunaan. atau jasa yang dilakukan.
2) Menurut Basu Swastha (2010:147), harga adalah kuantitas yang diperlukan untuk memperoleh kombinasi beberapa barang dan jasa (ditambah beberapa produk jika memungkinkan).
3) Menurut Kotler dan Keller (2009:67), harga merupakan salah satu unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan.
Harga adalah elemen yang paling mudah untuk disesuaikan dalam rencana pemasaran. Fitur produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan lebih banyak waktu.
4) Menurut Djaslim Saladin (2003:95), harga adalah suatu mata uang yang digunakan sebagai alat tukar untuk memperoleh produk atau jasa.
b. Peranan Harga
Harga memegang peranan penting dalam perekonomian makro, konsumen dan perusahaan, yaitu (Fandy Tjiptono, 2008:471):
1) Bagi ekonomi
Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan keuntungan. Harga merupakan dasar pengatur sistem perekonomian karena mempengaruhi alokasi faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, modal, dan kewirausahaan.
2) Bagi konsumen/pembeli
Sebagian besar konsumen agak sensitif terhadap harga, tetapi mereka juga mempertimbangkan faktor lain (seperti citra,
merek, lokasi toko, layanan, nilai, dan kualitas). Selain itu, persepsi konsumen terhadap kualitas produk seringkali dipengaruhi oleh harga. Dalam beberapa kasus, harga tinggi dianggap mencerminkan kualitas tinggi, terutama dalam kategori produk khusus.
3) Bagi perusahaan/produsen
Harga produk merupakan penentu utama permintaan produk di pasar. Harga mempengaruhi posisi bersaing dan pangsa pasar perusahaan. Oleh karena itu, harga akan mempengaruhi pendapatan dan laba bersih perusahaan. Singkatnya, bisnis menghasilkan uang dengan membebankan harga yang dibebankan untuk produk atau layanan yang dijualnya.
c. Penetapan Harga
Perusahaan harus menetapkan harga berdasarkan nilai yang diberikan dan dipahami oleh pelanggan. Jika harga lebih tinggi dari nilai yang diterima, perusahaan akan kehilangan kemungkinan untung;
jika harga lebih rendah dari nilai yang diterima, perusahaan tidak akan dapat memanfaatkan kemungkinan keuntungan (Benyamin Molan, 2005:142).
Menurut Kotler dan Keller (2012:411), perusahaan dapat menggunakan penetapan harga untuk mengantisipasi salah satu dari lima tujuan utama: kelangsungan hidup, laba saat ini maksimum, dan pangsa pasar maksimum. Kuota), menjarah pasar semaksimal mungkin, dan berada di posisi terdepan dalam hal kualitas produk dan tujuan lainnya.
Tujuan penetapan harga terbagi menjadi tiga menurut Rahman (2010: 79), yaitu:
1) Pendapatan. Sebagian besar bisnis berorientasi pada pendapatan, dan hanya bisnis nirlaba atau utilitas yang cenderung berfokus pada titik impas.
2) Kapasitas. Beberapa unit bisnis sering kali mencocokkan penawaran dan permintaan dan menggunakan kapasitas produksi maksimum.
13
3) Pelanggan. Harga yang biasanya diberikan sangat representatif dan dapat disesuaikan dengan semua jenis pelanggan, segmen pasar dan perbedaan daya beli. Dapat menggunakan sistem diskon, bonus, dll.
Sedangkan menurut Djaslim Saladin (2003:95), sasaran harga antara lain:
1) Memaksimalkan keuntungan berarti memaksimalkan keuntungan perusahaan.
2) Merebut pangsa pasar.
3) Memperoleh hasil yang cukup untuk memulihkan uang kas dengan cepat.
4) Membuat penetapan harga yang ditargetkan berdasarkan target penjualan dalam jangka waktu tertentu.
5) Harga promosi. Penetapan harga produk untuk tujuan mempromosikan penjualan produk lain.
6) Harga tinggi. Jika sekelompok pembeli bersedia membayar harga tinggi untuk produk yang disediakan, perusahaan akan menetapkan harga tinggi meskipun harga turun.
d. Indikator Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:345), indikator harga ada 4 yaitu:
1) Keterjangkauan harga.
Merupakan daya beli konsumen atas harga yang ditetapkan oleh produsen.
2) Kesesuaian harga dengan kualitas produk.
Harga yang ditetapkan oleh produsen sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan.
3) Daya saing harga.
Bagaimana perbandingan harga produk dengan produk pesaing.
4) Kesesuaian harga dengan manfaat produk.
Manfaat dari produk yang dijual oleh perusahaan, sesuai dengan manfaat yang didapatkan oleh pembeli/konsumen.
3. Kualitas Produk
a. Pengertian Kualitas Produk
Ada beberapa variabel yang mempengaruhi minat beli, salah satunya adalah kualitas produk. Menurut definisi Oentoro (2012:127), kualitas produk adalah salah satu alat utama untuk mencapai positioning produk, di mana kualitas produk mewakili kemampuan merek atau produk tertentu untuk melakukan fungsi tertentu. Kualitas produk dapat dimasukkan dari perspektif evaluasi yang beragam, sehingga produk tersebut dapat dikatakan berkualitas tinggi, baik berupa barang maupun jasa. Ada delapan indikator kualitas produk yaitu kinerja, karakteristik, keandalan, penerapan, daya tahan, pelayanan, estetika dan respon.
Pentingnya produk bagi perkembangan perusahaan dan promosi bisnis yang sedang berjalan. Produk yang memenuhi harapan pembeli akan keberhasilan dalam penjualan produk.
Produk dibuat sesuai dengan minat dan selera konsumen. Kotler (2009:143) percaya bahwa kualitas produk adalah karakteristik umum dari suatu produk yang mempengaruhi kemampuan untuk memuaskan kebutuhan eksplisit atau implisit. Kualitas produk adalah pengetahuan tentang nilai suatu produk untuk membedakannya dari produk lain. Dengan cara ini, perusahaan dapat fokus pada beberapa produk untuk bersaing dan menarik minat pembeli pada produk yang dijual.
Produk sangat penting artinya bagi perusahaan, karena tanpa produk, perusahaan tidak akan dapat menjalankan bisnis. Pembeli akan merasa seperti ini, sehingga produk harus disesuaikan dengan kebutuhan atau kebutuhan pembeli agar produk berhasil dijual. Dengan kata lain, pembuatan produk lebih berorientasi pada keinginan pasar atau selera konsumen.
Kualitas produk diukur dari seberapa baik produk tersebut memuaskan pelanggannya. Selain itu, suatu produk juga dapat didefinisikan sebagai persepsi pelanggan yang digambarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Secara lebih rinci,
15
keseluruhan konsep produk meliputi merchandise, brand packaging, label, service dan warranty.
Peningkatan kualitas produk atau jasa merupakan tantangan utama bagi persaingan usaha dan merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di pasar global.
b. Dimensi Kualitas Produk
Keunikan kualitas produk yang andal harus memiliki dimensi, karena harus memberikan kepuasan dan nilai yang besar kepada konsumen melalui berbagai cara. Menurut Sviokla, kualitas memiliki delapan dimensi pengukuran, antara lain sebagai berikut:
1) Perfomance atau kinerja, di sini kinerja mengacu pada karakteristik inti produk, termasuk merek, atribut yang dapat diukur, dan kinerja pribadi. Kinerja produk sering didasarkan pada preferensi pelanggan subjektif, yang bersifat universal.
2) Fiture, yang merupakan aspek yang berguna untuk menambahkan fungsi dasar, terkait dengan pemilihan dan pengembangan produk.
3) Reliability atau keandalan, merupakan aspek yang terkait dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan.
4) Canformance atau kinerja, yaitu berkaitan dengan tingkat kesesuaian dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan keinginan pelanggan.
5) Durability atau daya tahan yang merupakan cerminan umur ekonomis merupakan indeks untuk mengukur daya tahan atau umur pakai suatu komoditi.
6) Serviability atau kemampuan layanan. Artinya, karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, keterampilan, kenyamanan dan ketepatan dalam memberikan layanan kargo pemeliharaan.
7) Aesthetics atauestetika adalah karakteristik subjektif dari nilai estetika, yang terkait dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi pribadi.
8) Perceived quality, konsumen tidak selalu memiliki informasi yang lengkap tentang atribut produk. Namun, konsumen biasanya memperoleh informasi tentang produk secara tidak langsung.
c. Indikator Kualitas Produk 1) Kadar produk
2) Desain produk 3) Daya tahan produk 4. Minat Beli
a. Pengertian Minat Beli
Minat beli adalah kecenderungan konsumen yang tertarik untuk melakukan tindakan terkait pembelian melalui berbagai tahapan dan tingkat kemungkinan hingga mereka dapat membeli produk, jasa, atau merek tertentu.
Minat beli adalah keinginan konsumen terhadap produk dalam proses mengamati dan memahami produk. Konsumen yang tertarik untuk membeli produk menunjukkan perhatian dan kesenangannya terhadap produk tersebut, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk perilaku pembelian.
Menurut Abdullah (2003:142), minat beli merupakan komponen perilaku konsumen dalam sikap konsumen, dan responden cenderung mengambil tindakan sebelum keputusan pembelian yang sebenarnya diimplementasikan.
Menurut Kotler (2008:345), minat beli adalah sesuatu yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang Anda lihat, dari mana minat mencoba produk itu dihasilkan, hingga keinginan untuk membelinya untuk mendapatkannya.
Menurut Kotler dan Keller (2009:15), minat beli adalah perilaku konsumen yang menanggapi barang yang menunjukkan keinginan pribadi mereka untuk membeli.
Menurut Sciffman dan Kanuk (2007:228), minat beli adalah model sikap seseorang terhadap suatu objek produk, yang sangat cocok untuk mengukur sikap terhadap produk, jasa, atau kelompok merek tertentu.
17
Menurut Durianto (2013:58), minat beli adalah keinginan terhadap produk, jika konsumen telah dipengaruhi oleh kualitas dan kualitas produk dan informasi produk maka mereka akan memiliki minat beli.
b. Aspek-Aspek Minat Beli
Minat beli adalah tahap akhir dari proses pengambilan keputusan pembelian yang kompleks. Proses ini diawali dengan munculnya kebutuhan untuk membangkitkan produk atau merek, kemudian pengolahan informasi konsumen (consumer information processing), kemudian konsumen mengevaluasi produk atau merek tersebut.Hasil evaluasi ini pada akhirnya mengarah pada niat atau minat beli konsumen sebelum melakukan pembelian yang sebenarnya.
Menurut Schiffman dan Kanuk (2007:201), ada beberapa aspek minat beli konsumen, yaitu:
1) Minat mencari informasi tentang produk. Konsumen yang didorong oleh permintaan akan didorong untuk mencari lebih banyak informasi. Ada dua tingkat dorongan atau dorongan untuk kebutuhan konsumen, yaitu tingkat pencarian informasi atau peningkatan perhatian yang lebih ringan, dan tingkat pencarian informasi yang aktif dengan mencari bahan bacaan, bertanya kepada teman, atau mengunjungi toko untuk mempelajari produk tertentu.
2) Pertimbangkan untuk membeli. Melalui pengumpulan informasi, konsumen memahami merek pesaing dan karakteristik merek tersebut. Evaluasi pilihan dan mulailah berpikir untuk membeli produk.
3) Tertarik untuk mencoba. Setelah konsumen mencoba memenuhi permintaan dan memahami karakteristik merek pesaing dan merek tersebut, konsumen akan mencari beberapa manfaat dari solusi produk dan mengevaluasi produk tersebut. Penilaian ini dianggap sebagai proses yang diarahkan secara kognitif.
Maksudnya adalah konsumen dipandang menilai produk dengan cara yang sangat sadar dan rasional agar dapat membangkitkan minat untuk mencobanya.
4) Ingin mengetahui produk. Setelah menjadi tertarik pada suatu produk, konsumen akan ingin belajar tentang produk tersebut.
Konsumen mempersepsikan produk sebagai seperangkat atribut dengan kemampuan yang berbeda untuk memberikan manfaat bagi pemenuhan kebutuhan.
5) Ingin memiliki produk. Konsumen akan sangat memperhatikan atribut-atribut yang memberikan manfaat yang mereka cari.
Akhirnya, konsumen akan mengembangkan sikap (keputusan, preferensi) terhadap produk melalui evaluasi atribut produk, dan membentuk kemauan untuk membeli atau lebih memilih produk.
c. Indikator Minat Beli
Menurut Ferdinand (2002:25-26), minat beli dapat diidentifikasi melalui beberapa indikator yaitu sebagai berikut :
1) Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli suatu produk. Artinya konsumen sudah tertarik untuk membeli produk tertentu yang mereka inginkan.
2) Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk merekomendasikan suatu produk kepada orang lain. Artinya konsumen yang sudah tertarik untuk membeli akan menyarankan orang terdekatnya untuk membeli produk yang sama.
3) Minat preferensial, yang menggambarkan minat pada perilaku orang-orang yang memiliki preferensi utama terhadap produk.
Preferensi ini hanya dapat diganti jika ada masalah dengan produk yang Anda pilih.
4) Minat eksploratif, menggambarkan perilaku seseorang, ia selalu mencari informasi tentang produk yang diminatinya, dan mencari informasi yang mendukung karakteristik positif dari produk tersebut.
d. Tahapan Minat Beli
Ada empat tahap di mana produsen menentukan minat atau motivasi beli konsumen untuk membeli produk atau jasa yang
19
disediakan. Keempat tahapan ini disebut model AIDA, yaitu: perhatian, minat, keinginan dan tindakan (Kotler, 2008:5):
1) Attention (perhatian). Tahap ini merupakan tahap awal evaluasi produk atau jasa berdasarkan kebutuhan calon pelanggan, selain itu calon pelanggan juga memahami produk atau jasa yang diberikan.
2) Desire. Pada tahap ini, setelah memperoleh informasi yang lebih detail mengenai produk atau jasa yang diberikan, calon konsumen mulai tertarik untuk membeli produk atau jasa yang diberikan. Calon pelanggan mulai memikirkan dan mendiskusikan produk atau jasa yang ditawarkan, karena keinginan dan keinginan untuk membeli mulai muncul. Pada tahap ini calon konsumen sudah mulai tertarik dengan produk atau jasa yang diberikan. Tanda dari tahap ini adalah calon pelanggan telah menunjukkan minat yang kuat untuk membeli dan menguji produk atau layanan yang diberikan.
3) Action. Pada tahap ini, calon pelanggan memiliki tingkat stabilitas yang tinggi dalam membeli atau menggunakan produk atau jasa yang diberikan.
e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Beli
Menurut Assael (2002:72), ada dua faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen, yaitu:
1) Lingkungan. Lingkungan sekitar akan mempengaruhi minat beli konsumen dalam memilih produk tertentu.
2) Stimulus Pemasaran atau stimulate marketing, pemasaran bertujuan untuk merangsang konsumen dan memungkinkan mereka untuk menarik minat beli konsumen.
B. Tinjauan Empiris
Metode empiris adalah cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (Sugiyono, 2014:2)
Berikut adalah pemaparan para penulis yang telah melakukan penelitian terdahulu terkait hal ini :
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No
. Nama/Tahun Judul Metode
Penelitian Hasil Penelitian 1. Gangsar
Upoyo (2018)
Faktor-faktor yang
mempengaruhi konsumen membeli smartphone OPPO (studi kasus pada pengguna
smartphone
OPPO di
Universitas Sanata Dharma)
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif
Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil analisis data penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen membeli smartphone
OPPO dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil analisis karakteristik responden yang membeli
Smartphone OPPO, diperoleh data sebagai berikut:
a. Berdasarkan umur, responden paling banyak berumur
diatas 20 tahun yaitu sebesar (57%)
b. Berdasarkan jenis kelamin, responden paling banyak
berjenis kelamin perempuan (64%) c. Dari hasil analisis chochran (setelah melakukan pengujian dan perhitungan dengan melewati beberapa tahap) dapat
disimpulkan bahwa dari dua belas faktor,terdapat sepuluh faktor yang mempengaruhi
konsumen membeli Smartphone OPPO yaitu memiliki bentuk, warna, dan ukuran
yang berkelas, memiliki perangkat keras untuk penyimpanan
data semetara (RAM) yang sesuai kebutuhan, memiliki media
21
penyimpanan data (ROM) yang sesuai kebutuhan, kapasitas baterai yang sesuai kebutuhan, harga yang terjangkau, pusat
pelayanan (service center) yang mudah ditemukan, adanya duta besar merek (brand ambassador) yang disukai, rekomendasi teman, pengalaman pembelian OPPO
sebelumnya dan
penggemar foto selfie.
2. Saddam Panji Anwari (2019)
Pengaruh
kualitas produk, citra merek, dan harga terhadap keputusan pembelian OPPO F9.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif
Berdasarkan analisis dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
pertama, Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk OPPO F9, dengan semakin baik tingkat kualitas produk yang diberikan oleh
OPPO F9 bagi
konsumen maka dapat meningkatkan
keputusan
pembelian. Kedua, Citra merek berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan
pembelian pada produk OPPO F9, hal ini dikarenakan
pengalaman yang didapatkan
konsumen terhadap
handphone OPPO
terkesan mudah panas dan sering terjadinya eror selain
itu handphone OPPO merupakan produk dari
China yang belum mempunyai citra yang baik
di benak konsumen. Dan
ketiga, Harga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk OPPO F9, dengan ini harga mengalami kenaikan maka
keputusan
pembelianpun juga ikut mengalami kenaikan yang diberikan oleh OPPO F9 bagi
konsumen.
3. Grace Veronica Piri,Listbeth Mananeke,Ime lda Ogi (2019)
Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen terhadap
smartphoneSam sung galaxy A di Chikal celular sukur airmadidi
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif
1. Variabel harga dan kualitas produk secara bersama-sama
berpengaruh positif dan signifikan pada minat beli konsumen terhadap smartphone Samsung galaxy A series dan dari hasil perhitungan didapatkan angka F hitung (93.454) > F tabel (3.190) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Artinya, harga dan kualitas produk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli.
2. Variabel harga berpengaruh positif dan signifikan minat beli konsumen terhadap smartphone Samsung galaxy A series dan dari hasil uji t dapat dilihat bahwa pengendalian internal signifikan (X1) p- value = 9.623 > 2.008, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan menolak H0 atau harga (X1) berpengaruh
23
signifikan terhadap minat beli (Y).
3. Variabel kualitas produk positif namun tidak signifikan pada minat beli konsumen terhadap smartphone Samsung galaxy A series dari hasil uji t dapat dilihat bahwa kualitas produk (X2) signifikan p-value = 0,561 < 2.008, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan menolak H0 atau kualitas produk (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli (Y).
4. Beni Agus Setiono, Enni Sustiyatik (2019)
Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian smartphone merek OPPO
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif
1. Pada variabel laten kualitas produk
(X1) menunjukkan nilai Original
Sample (O) sebesar 0,256 atau
(25,6%), T-statistice sebesar 1,900
(<1,96) dan P-Values atau
signifikansinya sebesar 0,058 (>0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa variabel
kualitas produk (X1) berpengaruh
sebesar 25,6% pada keputusan
pembelian (Y) tetapi tidak signifikan.
Ini artinya tidak ada pengaruh positif
dan signifikan dari variabel kualitas
produk terhadap keputusan pembelian smartphone brand OPPO pada
mahasiswa di lingkungan Universitas
Kadiri, sehingga hipotesis pertama atau H1 ditolak dan H0 diterima.
2. Pada variabel laten harga (X2)
menunjukkan bahwa nilai original
sample (O) sebesar 0,359 atau 35,9%, T-statistics sebesar 2,770 (>1,96) dan P-values sebesar 0,006 (<0,05). Hal ini
menunjukkan bahawa variabel laten
harga (X2) berpengaruh positif dan
signifikan sebesar 35,9%
terhadap
keputusan pembelian (Y) smartphone
brand OPPO pada mahasiswa di
lingkungan Universitas Kadiri,
sehingga hipotesis kedua atau H2
diterima dan H0 ditolak.
3. Pada variabel laten promosi (X3)
menunjukkan bahwa nilai dari Original
sample (O) sebesar 0,376 atau 37,6%, T-statistics sebesar 2,835 (>1,96) dan nilai P-values atau signifikansinya
sebesar 0,005 (<0,05).
Hal ini
menunjukkan bahwa variabel laten
promosi (X3) mempunyai pengaruh
positif dan signifikan sebesar 37,6%
terhadap keputusan pembelian (Y)
25
pada mahasiswa di lingkungan
Universitas Kadiri, sehingga hipotesis ketiga atau H3 diterima dan H0
ditolak.
5. Rahmawati Setyaningsih (2018)
Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi ekuitas merek untuk
meningkatkan minat beli ulang (studi kasus pada kedai kopi
dome di
Surabaya)
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif
1. Pengaruh Country of Origin Perception terhadap Ekuitas Merek.
Semakin tinggi country of origin perception maka semakin tinggi ekuitas merek.
2. Pengaruh promosi penjualan terhadap ekuitas merek. Semakin tinggi promosi penjualan maka semakin tinggi ekuitas merek.
3.Pengaruh physical environment terhadap ekuitas merek. Semakin tinggi kualitas physical environment maka semakin tinggi ekuitas merek.
Berdasarkan penelitian diatas, maka novelty atau keterbaruan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan kuisioner secara online. Dari sisi produk, smartphone OPPO telah melakukan inovasi dan pembaharuan secara terus menerus terhadap produknya sehingga peneliti mampu untuk mendapatkan hasil penelitian yang berbeda dari penelitian terdahulu. Selain itu, penelitian ini dilakukan pada saat pandemi Covid-19 sehingga memungkinkan terjadinya pembaruan pada hasil penelitian. Karena melihat penelitian terdahulu pada tabel diatas yang dilakukan sebelum pandemi terjadi.
C. Kerangka Konsep
Sugiyono (2014:128) mengemukakan bahwa kerangka pikir akan menghubungkan secara teoritis antara variabel penelitian yaitu antara variabel independen dengan variabel dependen.
Gambar 2.1 Kerangka Konsep
D. Hipotesis Harga (X1) a. Keterjangkauan harga
b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
c. Daya saing harga d. Kesesuaian harga
dengan manfaat Kotler dan Amstrong
(2008:3
45)
Kualitas Produk (X2) a. Kadar produk b. Desain produk c. Daya tahan produk
A. Ulla (2016:11)
Minat Beli (Y) a. Minat transaksional
b. Minat referensial c. Minat preferensial
d. Minat eksploratif
Ferdinand (2002:25-26)
27
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian maka dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Pengaruh harga terhadap minat beli
H1 : Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli smartphone merek OPPO pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Pengaruh kualitas produk terhadap minat beli
H2 : Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli smartphone merek OPPO pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis PenelitianJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Penelitian deskripsi kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan subjek atau objek pada saat sekarang dengan tidak menyimpang dari kondisi yang sesungguhnya atau berdasarkan fakta yang tampak.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Universitas Muhammadiyah Makassar yang berlokasi di jln. Sultan Alauddin No.295 Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini akan dilaksanakan selama 2 dua bulan dimulai dari bulan Agustus-September 2021.
C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran 1. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional, akan diketahui baik buruknya suatu variabel. Maka definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel
Variabel Definisi Operasional Indikator Harga (X1) Harga adalah suatu mata
uang yang digunakan sebagai alat tukar untuk memperoleh produk atau jasa.
a. Keterjangkauan harga b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk c. Daya saing harga d. Kesesuaian harga dengan manfaat
Kualitas Produk (X2)
Kualitas produk adalah pengetahuan tentang nilai suatu produk untuk membedakannya dari produk lain.
a. Kadar produk b. Desain produk c. Daya tahan produk
Minat Beli (Y) Minat beli adalah
kecenderungan
a. Minat transaksional
30
konsumen yang tertarik untuk melakukan tindakan terkait pembelian melalui berbagai tahapan dan tingkat kemungkinan hingga mereka dapat membeli produk, jasa, atau merek tertentu.
b. Minat referensial c. Minat preferensial d. Minat eksploratif
2. Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel perlu menentukan skala pengukuran variabel terlebih dahulu.Skala Pengukuran adalah acuan pengukuran yang akan digunakan penelitian untuk megukur variabel penelitian. Skala pengukuran akan menghasilkan data yang akan dianalisis guna menjawab tujuan penelitian.
Alat pengukuran penelitian ini adalah dengan skala likert.Skala likert merupakan model skala yang banyak digunakan untuk megukur sikp, pendapat, dan persepsi sesorang atau kelompok tentang fenomena sosial.
Untuk memberikan penelitian terhadap jawaban kuesioner dibagi menjadi lima tingkat alternatif jawaban yang disusun peringkat dengan pemberian bobot (skor) 1-5 rincian sebagai berikut:
Tabel 3.2 Skala Pengukuran Variabel
D. Populasi dan Sampel
Skor Keterangan
1 Sangat tidak setuju (STS) 2 Tidak Setuju (TS)
3 Netral (N)
4 Setuju (S)
5 Sangat Setuju (SS)
Populasi adalah sekumpulan individu dengan kualitas dan karakter yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Ciri, karakteristik, dan kualitas itu dinamakan sebagai variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Manajemen Angkatan 2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, yaitu berjumlah 454 mahasiswa.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat di jangkau serta memiliki sifat yang sama dengan populasi yang di ambil sampelnya tersebut.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus Slovin seperti berikut:
n=
(𝟏 + 𝐍𝐞²)𝐍Keterangan:
n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi
e = Kelonggaran kesalahan dalam penentuan jumlah sampel yang dapat diterima dalam hal ini 0,1.
Adapun sampel yang diambil menggunakan rumus slovin dengan populasi sebanyak 454 dengan nilai presesi sebesar 10%. Maka jumlah yang dihasilkan sebagai berikut :
n = 454
n = 454 / (1+ 454 (10%2) n = 454 / (1 + 454 (0,1)2) n = 454 / (1 + 4,54) n = 454 / 5,54 n = 81, 95 n = 82
Berdasarkan perhitungan rumus diatas dengan jumlah populasi sebanyak 454 mahasiswa dan nilai presesi sebesar10%, maka jumlah sampel yang dihasilkan berjumlah 82 orang.
E. Teknik Pengumpulan Data
32
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Sugiyono (2014:224). Teknik pengumpulan data perlu dilakukan dengan tujuan agar mendapatkan data-data yang valid dalam penelitian. Untuk memperoleh informasi dan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan mmenggunakan kuisioner (online.
Kuisioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner/angket kepada responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Kusioner berupa pernyataan tertutup atau terbuka yang diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui internet.
Dalam penelitian ini, kuesioner digunakan untuk memperoleh data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli smartphone merek OPPO pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan, yang terutama adalah masalah yang tentang sebuah penelitian. Atau analisis data juga bisa diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari sebuah penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan untuk mengambil sebuah kesimpulan.Adapun teknik analisis data.
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar (konstruk) pernyataan dalam mendefinisikan suatu variabel.Uji validitas berguna untuk mengetahui apakah ada pernyataan pada kuesioner yang harus dibuang/diganti karena dianggap tidak relevan. Produser pengajuan validitas instrument dilakukan dengan menghitung skor variable dari skor butir, perhitungan ini menggunakan perhitungan korelasi yang diolah dengan menggunakan program SPSS 21.0. suatu skor dikatakan
totalnya.
Bila r hitung > r table maka H₀ ditolak, artinya variabel valid.
Bila r hitung < r table maka H₀ diterima, artinya variabel tidakvalid.
2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas digunakan untuk megukur suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan di susun dalam suatu kuesioner.
Dari hasil uji validitas, pertanyaan-pertanyaan yang valid kemudian diuji reliablitas.Untuk mengukur reliabilitas caranya adalah dengan membandingkan nilai r tabel dan r hasil.Dalam uji reliabilitas sebagai nilai r hasil adalah nilai alpha (Crobonc’s Alpha) ketentuanya; bila r alpha >r tabel, maka pertanyaan tersebut reliabilitas.
3. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua variabel atau lebih variabel independen ( x1, x2) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui hubungan antara varibel independen dengan variabel dependen. Apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk mempredikisi nilai variabel nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan.Menurut Sugiyono (2014) persamaan regresi linear berganda yang di tetapkan sebagai berikut:
Keterangan :
Y = Minat Beli
a = Koefisien kostanta b1,b2, b3 = Koefisien regresi X1 = Harga
X2 = Kualitas Produk
e = Error, variabel gangguan 4. Uji Statistik t
Y= b
0+ b
1X
1+ b
2X
2+ e
34
Uji Statistilkt ini dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikasi 5%.Jika nilai signifikansi t < 0.05 artinya pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi t > 0,05 artinya terdapat pengaruh antara satu variabel independen.
35
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan
OPPO adalah penyedia layanan elektronik dan teknologi global yang membawakan perangkat elektronik seluler terbaru dan tercanggih di lebih dari 20 negara, termasuk Amerika Serikat, China, Australia dan negara- negara lain di Eropa, Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika OPPO berusaha memberikan pengalaman menggunakan ponsel terbaik melalui desain yang cermat dan teknologi yang cerdas. OPPO berusaha keras mengejar teknologi terkini, standar kualitas perangkat lunak tertinggi, dan mewujudkan pengalaman pengguna yang terbaik Kami merancang, memproduksi, dan mempromosikan produk kami sendiri supaya pelanggan bisa mendapatkan produk yang paling andal dan canggih dari awal sampai akhir.
OPPO memproduksi peralatan elektronik seperti MP3 Player, Portable Media Player, LCD TV, eBook, DVD, dan Disc Player Barulah pada tahun 2008 OPPO mulai menggarap pasar Smartphone.Pada bulan April tahun 2013 ini OPPO untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di pasar Indonesia secara resmi.Sebelum memasarkan produknya ke Indonesia, OPPO terlebih dahulu melebarkan sayapnya ke beberapa negara seperti, Amerika, Vietnam, Thailand, Rusia, dan Qatar Sejak saat itu OPPO terus melakukan promosi dalam rangka memperkenalkan kualitas brandnya melalui iklan TV, Internet, Media Cetak dil Produk Smartphone Unggulan OPPO yaitu, Oppo Find 5, Oppo Find Way U7015, dan OPPO Find Piano Kisaran harga Smartphone OPPO yang beredar di pasar Indonesia sampai saat ini dari mulai 2 juta hingga 6 juta.
36
2. Visi Misi Perusahaan
VISI : Oppo meyakini bahwa melalui inovasi teknologi saat ini, oppo akan menemukan solusi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan hari esok. Teknologi membuka kesempatan bagi bisnis untuk tumbuh, bagi warga negara di pasar yang sedang berkembang untuk hidup sejahtera dengan memasuki tahap ekonomi digital, dan agar masyarakat dapat menemukan peluang baru. Berorientasi kedepan, tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini, mengekspresikan kreatifitas, berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat.
MISI : Oppo membangun kerja sama jangka panjang dengan mitra internasional yang paling bepengaruh seperti Qualcomm, untuk menjamin bahwa OPPO memiliki perangkat keras terbaru dan terbaik di pasarnya
3. Jenis-Jenis Smartphone Oppo
OPPO Find X3 Pro OPPO Find X2 Pro
OPPO Find X2 OPPO Reno6 Pro 5G
OPPO Reno6 5G