• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.”M”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.”M”"

Copied!
202
0
0

Teks penuh

Laporan tugas akhir ini telah disetujui untuk pembelaan di hadapan Majelis Ujian Politeknik Kemenkes Kaltim. Novia Nurhasanah S.ST, selaku dosen pembimbing II yang banyak memberikan masukan-masukan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan
  • Manfaat
  • Ruang Lingkup
  • Sistematika Penulisan

Mampu memberikan asuhan kebidanan persalinan pada Ny. Mampu memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dan neonatus pada Ny.

Pendahuluan

Tinjauan Pustaka

Subjek Dan Kerangka Pelaksanaan Studi Kasus

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Dasar Manajemen Kebidanan 1. Manajemen Kebidanan Varney

Dada: Payudara simetris, tidak ada retraksi dinding dada, puting menonjol, hiperpigmentasi pada areola Perut: Tidak ada bekas luka operasi, terlihat striae gravidarum, membesar tergantung usia kehamilan, dan terdapat linea nigra. Kehamilan risiko tinggi merupakan suatu keadaan dimana kehamilan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi ibu atau bayinya. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk memilih tempat bersalin dengan fasilitas yang memadai.

Evaluasi)

Konsep Dasar Teori

  • HIV/AIDS 9) Toksoplasmosis

Keputihan yang normal pada ibu hamil tidak akan menimbulkan bahaya yaitu tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal. Nutrisi: ibu hamil membutuhkan energi sebesar 285 kkal per hari yang bisa diperoleh dari nasi, roti, kentang, jagung, dll. Deteksi dini kehamilan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui ibu hamil yang mempunyai faktor risiko dan komplikasi obstetri (Departemen Kesehatan, 2010).

Deteksi dini kehamilan merupakan intervensi dini untuk mengatasi kejadian risiko tinggi pada ibu hamil (Ikhsan, 2006). Ibu hamil yang berisiko harus menjalani pemantauan lebih intensif dan harus dibawa ke layanan kesehatan. Angka kesakitan dan kematian ibu hamil remaja 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan ibu hamil usia 20-35 tahun.

Ibu hamil pada usia ini memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit obstetrik serta mortalitas dan morbiditas perinatal.

Tabel 2.1 Umur  kehamilan berdasarkan Tinggi Fundus Uteri
Tabel 2.1 Umur kehamilan berdasarkan Tinggi Fundus Uteri

R NO Masalah / Faktor Resiko SKOR

Pada ibu yang mengalami persalinan prematur, hal ini mungkin menjadi faktor risiko retensi plasenta. Pasalnya, ibu hamil makan tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk janin yang dikandungnya. Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram (Kristiyanasari, 2009).

Bidan perlu mengetahui kebutuhan transisi bayi untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim sehingga ia dapat melakukan persiapan yang tepat menyambut kedatangan bayi baru lahir (Fraser Diane, 2011). Saluran kemih kembali normal dalam waktu 2 sampai 8 minggu, tergantung kondisi/status sebelum melahirkan, lamanya persalinan saat melahirkan, besarnya tekanan kepala yang menekan saat melahirkan (Suherni, 2009). g) Perubahan tanda-tanda vital (1) Suhu tubuh. Masa neonatal meliputi masa sejak anak dilahirkan sampai dengan usia 4 minggu, yang dibagi menjadi i.a. 3 periode.

Metode kontrasepsi stabil ada 2 jenis yaitu Female Operative Method (MOW) dan Male Operative Method (MOP).

Tabel 2.2 Nilai APGAR
Tabel 2.2 Nilai APGAR

SUBJEK DAN KERANGKA PELAKSANAAN STUDI KASUS

Rancangan Studi Kasus

Subjek Studi Kasus

Kerangka Kerja Pelaksanaan Studi Kasus

Pada saat evaluasi awal, penulis sangat menghormati hak-hak klien dengan cara datang berkunjung dan menjalin hubungan baik dengan klien dan keluarga, serta menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi ini serta memberikan informed consent agar klien memahami dan mengetahui maksudnya. dan tujuan evaluasi dan kunjungan berikutnya. Hasil penelitian didokumentasikan dalam format SOAP, data yang diperoleh dari hasil wawancara akan dianalisis agar konsisten dengan rencana perawatan yang akan diberikan kepada klien.

TINJAUAN KASUS

Dokumentasi Asuhan Kebidanan Antenatal Care 1. Asuhan Kebidanan Antenatal Care Kunjungan ke-I

Istirahat Ibu tidur ± 2 jam/hari pada hari tertentu, Ibu tidur 7-8 jam/hari pada malam hari, tidak ada gangguan pola tidur. Dalam keluarga tidak ada adat istiadat, mitos atau tradisi budaya yang dapat merugikan atau membahayakan kesehatan ibu. Mulut: Bibir tampak simetris, mukosa mulut tampak lembab, tidak ada karies pada gigi, tidak terlihat stomatitis, geraham lengkap dan tidak ada tremor pada lidah.

Alat Kelamin : Vulva tidak bengkak, tidak terdapat varises, tidak terlihat keluar cairan dari vagina, tidak terdapat bekas luka, tidak terlihat adanya fistula. Bawah : Bentuk tampak simetris, terdapat edema, tidak ada varises, pengisian kapiler baik dan patela positif. Perut : tidak ada bekas operasi, membesar sesuai usia kehamilan, terdapat guratan, dan terdapat linea nigra Ekstremitas : Tidak ada edema.

Perut : tidak ada bekas luka operasi, membesar sesuai usia kehamilan, terlihat garis dan linea nigra.

Dokumentasi Asuhan Kebidanan Intranatal Care Persalinan Kala I Fase Laten

Tidak terlihat edema atau varises, tidak ada jaringan parut pada vagina, portio lunak dan tebal, penipisan 25%, melebar 2 cm, selaput ketuban utuh/tidak pecah, tidak ada bagian kecil di sekitar bagian bawah janin, presentasi kepala, penyebut UUK, stasiun/ hodge I. Tidak terlihat edema atau varises, terlihat keluarnya lendir bercampur darah, tidak ada jaringan parut pada vagina, teraba portio tipis lembut, penipisan 50%, melebar 3 cm, cairan ketuban utuh, tidak ada bagian kecil di sekitar bagian bawah janin, presentasi kepala, penyebut UUK, station/hodge II. Tidak terlihat edema dan varises, terlihat keluarnya lendir bercampur darah, tidak ada bekas luka pada vagina, bagian tidak teraba, penipisan 100%, bukaan 10 cm, tidak ada bagian kecil di sekitar bagian bawah janin, presentasi kepala, penyebut UUK, stasiun / hodge III.

Pegang tali pusar yang sudah dijepit (melindungi perut bayi) dan potong tali pusar di antara 2 klip tersebut. Pantau TTV, UC, kontraksi uterus, kandung kemih, dan perdarahan; Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 80x/menit, TFU 2 jari dibawah tengah, kontraksi uterus baik, kandung kemih teraba kosong dan tidak ada perdarahan (data pada partograf). Pantau TTV, UC, kontraksi uterus, kandung kemih, dan perdarahan; Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 84x/menit, TFU teraba 2 jari dibawah tengah, kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong sampai palpasi dan tidak ada perdarahan (data terlampir pada partograf).

Amati TTV, UC, kontraksi uterus, kandung kemih dan perdarahan; Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 80 x/menit, TFU teraba 2 jari dibawah tengah, kontraksi uterus baik, kandung kemih terasa kosong dan tidak ada perdarahan (data terlampir pada partograf).

Tabel Perkembangan HIS
Tabel Perkembangan HIS

Dokumentasi Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir

Telinga: Terlihat simetris, melengkung sempurna, tulang rawan telinga sudah matang, terdapat lubang telinga, tidak ada kulit tambahan dan tidak ada kotoran yang terlihat. Mulut : Tampak simetris, sianosis tidak terlihat, labio palato schizis dan labio schizis serta gigi tidak terlihat, mukosa mulut lembab, anak menangis keras, lidah tampak bersih. Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid, tidak tampak pembesaran kelenjar getah bening, tidak ada pembengkakan, bebas bergerak, tidak terlihat selaput atau lipatan kulit yang berlebihan.

Dada : Tampak simetris, tidak terlihat retraksi dinding dada, tidak ada bunyi nafas tambahan, bunyi jantung teratur, pergerakan dada tampak simetris. Abdomen : Tidak teraba massa abnormal, tali pusat tampak terdapat 2 arteri dan 1 vena, tali pusat tampak putih segar, tidak terlihat adanya perdarahan tali pusat. Punggung : Tampak simetris, tidak teraba skeliosis dan tidak tampak meningokel, spina bifida, bengkak, lesung pipit atau bercak kecil berbulu.

Ekstremitas : pergerakan leher tampak aktif, klavikula teraba utuh, jari tangan dan kaki tampak simetris, tidak ada anyaman, jari tangan tampak lengkap dan bergerak aktif, tidak terlihat polidaktili dan sindaktili.

Dokumentasi Asuhan Kebidanan Post Natal Care 1. Asuhan Kebidanan Post Natal Care Kunjungan ke-I

Genetalia: Vulva tidak ada edema, tidak ada varises, terlihat sekret lochea rubra, tidak ada jaringan parut, tidak terlihat fistula, tidak ada pembengkakan. Atas: Bentuk tampak simetris, tidak terlihat edema, pengisian kapiler baik, refleks bisep dan trisep positif. Genetalia: Vulva tidak ada edema, tidak ada varises, terlihat sekret lochea rubra, tidak ada jaringan parut, tidak terlihat adanya fistula, perdarahan ± 5-10 cc.

Atas: Bentuk terlihat simetris, tidak terlihat edema, pengisian kapiler baik, reflek bisep dan trisep positif. Payudara: Tampak simetris, produksi ASI terlihat, tampak hiperpigmentasi pada areola, puting menonjol dan tidak ada retraksi, payudara tidak tampak bengkak. Abdomen : Tampak simetris, posisi memanjang, terlihat linea nigra, tidak terlihat bekas luka operasi, tidak ada asites, tidak teraba TFU.

Alat kelamin: Vulva tidak bengkak, tidak ada varises, tidak terlihat sekret serosa disertai cahaya, tidak ada bekas luka. Anus: Tidak terlihat wasir.

Dokumentasi Asuhan Kebidanan Neonatus 1. Asuhan Kebidanan Neonatus Kunjungan ke I

Mata : Tampak simetris, tidak terlihat kotoran atau pendarahan, tidak terlihat edema pada kelopak mata, tidak terlihat pucat pada konjungtiva, sklera tampak putih. Mulut : Tampak simetris, sianosis tidak terlihat, labio palato schizis dan labio schizis serta gigi tidak terlihat, mukosa mulut lembab, bayi menangis, refleks rooting dan menghisap baik. Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid, tidak terlihat pembesaran kelenjar getah bening dan refleks tonik leher baik.

Dada: Tampak simetris, tidak tampak retraksi dinding dada, tidak terdengar bunyi napas tambahan, bunyi jantung teratur, gerakan dada tampak simetris, puting tampak menonjol. Abdomen : Tampak simetris, tali pusat mempunyai 2 arteri dan 1 vena, tali pusat tampak putih segar, tidak terlihat adanya perdarahan tali pusat dan tidak ada tanda-tanda infeksi tali pusat, teraba kembung, tidak teraba benjolan/massa. Ekstremitas: Gerakan leher tampak aktif, jari tangan dan kaki tampak simetris, lengkap dan bergerak aktif, tidak terlihat polidaktili dan sindaktili.

Memberikan penyuluhan kepada ibu dalam merawat tali pusat bayi dengan menjaga tali pusat bayi tetap kering dan bersih; Saya memahami penjelasan yang diberikan.

PEMBAHASAN

Pembahasan Proses Asuhan Kebidanan

  • Kehamilan
  • Persalinan
  • Bayi Baru Lahir
  • Nifas
  • Kunjungan Neonatus
  • Pelayanan Keluarga Berencana

Nyonya. Sesuai teori Sulistyawati tahun 2011, pada usia kehamilan 37 minggu, TFU normalnya terletak 3 jari di bawah prosesus xiphoid. Secara keseluruhan penulis tidak mengalami kendala apa pun saat wawancara dengan Ibu M. Hal ini dikarenakan Ibu M bersikap kooperatif dan mau bekerja sama sehingga bimbingan berjalan dengan lancar.

Penulis menyimpulkan bahwa tanda-tanda persalinan yang dialami Ny M sesuai dengan teori yang ada, sehingga tidak terjadi gap antara teori dan praktek. Setelah tali pusat dipotong, bayi langsung dibaringkan di payudara Ny. M untuk inisiasi menyusui dini (IMD). Jadi penulis berpendapat tidak ada gap antara teori dan praktek karena nilai AS bayi Ny. M berada dalam rentang normal yaitu 7/9.

Penulis berpendapat bahwa hasil pemeriksaan fisik Ny. Bayi M dalam batas normal dan sesuai teori.

Keterbatasan Pelaksanaan Asuhan

Dan sebagai deteksi dini apabila terjadi komplikasi pada bayi baru lahir agar tidak terjadi kesenjangan, karena hal ini dapat dilihat pada setiap kunjungan bayi baru lahir, pada saat berat badan bayi ditimbang. M mengalami peningkatan yang signifikan, tidak ada tanda-tanda infeksi neonatal atau tanda-tanda penyakit kuning pada bayi. M mengatakan ingin menggunakan KB IUD dengan alasan alat kontrasepsi sebelumnya sudah menggunakan KB suntik selama 3 bulan dan menurut ibu tidak cocok karena ibu mengatakan ada penurunan berat badan selama menggunakannya.

Melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif bersamaan dengan kegiatan PKK III dan PKL II terkadang menimbulkan kesulitan bagi peneliti dalam mengatur waktunya. Waktu yang tersedia untuk melaksanakan pelayanan terkadang sangat terbatas, sehingga pelayanan yang diberikan kurang optimal.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel 2.1 Umur  kehamilan berdasarkan Tinggi Fundus Uteri
Tabel 2.2  Skrining Skor Poedji Rochjati
Tabel 2.2 Nilai APGAR
Tabel 2.3 Perubahan TFU dan Uterus Pada Post Partum
+3

Referensi

Dokumen terkait

Asuhan Kebidanan komprehensif adalah salah satu upaya untuk pelayanan kebidanan yang diberikan kepada ibu hamil, bersalin, Bayi Baru Lahir (BBL), masa nifas dan keluarga

Dalam perumusan diagnosa kebidanan dan masalah selama dilakukan asuhan pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir sudah sesuai standar nomenklatur

memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas dengan tujuan utama komplikasi pada masa hamil, bersalin, nifas serta komplikasi pada bayi baru lahir BBL dapat di atasi dalam melaksanakan

Tujuan dari asuhan kebidanan ini dilakukan agar dapat mengetahui hal apa saja yang terjadi pada seorang wanita semenjak hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan pelayanan

“S” G1P0000 hamil 24 minggu dimulai sejak masa hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas, neonatus dan pemilihan alat kontrasepsi dalam laporan studi kasus dengan judul “Asuhan Kebidanan

Kesimpulan Penulis melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.D selama hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas, neonatus, hingga pelayanan kontrasepsi, dapat ditarik

Tujuan dari asuhan kebidanan ini dilakukan agar dapat mengetahui hal apa saja yang terjadi pada seorang wanita semenjak hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan pelayanan

Tujuan dari asuhan kebidanan ini dilakukan agar dapat mengetahui hal apa saja yang terjadi pada seorang wanita semenjak hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan pelayanan