• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuransi Syariah dalam Lembaga Keuangan Syariah

N/A
N/A
Anggun Lestia parfita

Academic year: 2024

Membagikan " Asuransi Syariah dalam Lembaga Keuangan Syariah"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

‘’ ASURANSI SYARIAH ‘’

Diajukan untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Lembaga Keuangan Syariah dan dipresentasikan dikelas MBS- A

Dosen pembimbing : DR.H.SYUKRI ISKA, M.AG., IFELDA NENGSIH,SEI.,MA.,CRP

Oleh :

ANGGUN LESTIA PARFITA NIM 2130404021

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM ( IAIN ) BATU SANGKAR

TA.2021/2022

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat yang diberikan-nya sehingga tugas makalah Lembaga Keuangan Syariah dengan judul

‘’ASURANSI SYARIAH ‘’ dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.makalah ini dibuat sebagai kewajiban untuk memenuhi tugasLembaga Keuangan Syariah.

Makalah ini saya susun dengan maksimal dan mengerjakannya dengan referensi- referensi yang tersedia sehingga memperlancar proses pembuatan makalah ini. saya mengucapkan banyak terima kasih.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari teman-teman maupun bapak dosen mata kuliah Lembaga Keuangan Syariah.

Akhir kata saya berharap semoga isi dari makalah ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi siapa saja yang membacanya.terutama teman-teman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam ( IAIN ) Batu Sangkar.

Batu Sangkar, maret 2022

Penyusun anggun lestia parfita

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah...

B. Rumusan Masalah...

C. Tujuan Penulisan...

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian KSPPS...

B. Konsep Syariah dalam KSPPS...

C, Prinsip Operasional KSPPS...

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...

B. Saran...

DAFTAR PUSTAKA

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini membuat manusia tampak mengalami kemajuan dalam hidup dan kehidupan ekonomi yang serba canggih dan modern di dunia. Namun, bila menelusuri lebih detail, sebenarnya bagian mana di belahan dunia ini yang dan berubah dari suasana serba sederhana menjadi berkecukupan dan modern ? Tampaknya, kemajuan yang selama ini di anggap maju ternyata masih mengalami kemunduran. Hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dinikmati oleh setiap warga Negara.

Negara Eropa dan Amerika misalnya mendikte Negara Asia terutama Timur Tengah untuk menerapkan ekonomi konvensional yang berbasis bunga. Hampir semua hukum keperdataan diwarnai oleh system konvensional yang berbasis bunga termasuk penerapan asuransi konensional yang telah menciptakan keresahan dan ketidakadilan kepada nasabahnya. Mudah-mudahan visi dan misi asuransi syariah yang tidak berbasis pada bunga dan dapat mengubah rintangan-rintangan yang selama ini membungkus umat manusia dalam hidup ketidakwajaran dan kecurangan.

Pengkajian pada pokok bahasan ini, penulis akan memaparkan beberapa poin berkenaan asuransi syari’ah dan asuransi konvensional sebagai suatu perbandingan, terutama yang berkaitan keunggulan asuransi syariah bila dibandingkan dengan asuransi konvensional yang selama ini menjadi acuan hidup dalam hukum perasuransian di Indonesia. Demikian pula penulis akan mambahas konsep, sumber hukum, akad perjanjian, pengelolaan dana, dan keuntungan.

B. Rumusan masalah

a. Apa yang dimaksud dengan asuransi?

b. Apa saja jenis-jenis usaha perusahaan asuransi (syariah) dan kovensional?

c. Bagaimana manajemen perusahaan operasional asuransi: tata cara/ prosedur beransuransi, dan istilah-istilah dalam asuransi ?

(5)

C. Tujuan penulisan

a. Untuk mengetahui dan memahami pengertian asuransi syariah

b. Untik mengetahui jenis-jenis usaha perusahaan asuransi syariah dan konvensional c. Untuk menjelaskan manajemen perusahaan operasional asuransi: tata cara/ prosedur beransuransi dan istilah-istilah dalam asuransi

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Asuransi Syariah

Kata “asuransi” banyak berasal dari bahasa-bahasa asing diantaranya adalah Bahasa Belanda ”assurantie”, yang berarti pertangungan, Bahasa Italia “insurensi”, yang berarti jaminan, Bahasa Inggris “assurance”, yang berarti jaminan, Bahasa Arab “At-ta’min”, yang berarti perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari rasa takut.1

Namun ada beberapa dari segi bahasa menurut:

a). Wirjono berarti sebuah persetujuan pihak, yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin atas kerugian yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin karena akibat dari sebuah peristiwa yang belum jelas terjadi.2

b). Abbas Salim berarti suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai (substitusi) kerugian-kerugian yang belum pasti.

c). Syeikh Musthafa az-Zarqa berarti cara dalam menghindari risiko yang akan dihadapinya.

d). Ensiklopedi Hukum Islam berarti transaksi perjanjian antara dua pihak; pihak pertama berkewajiban untuk membayar iuran dan pihak lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran.

e). UU No. 2 thn 1992 pasal 1 berarti perjanjian antara dua pihak atau lebih dimana pihak penangung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan pergantian kepada tertanggung karena suatu kerugian, kerusakan dan lain sebagainya.

f). Faturrahman Djamil berarti suatu persetujuan dimana pihak yang menanggung berjanji terhadap pihak yang ditanggung untuk menerima sejumlah premi mengganti kerugian yang mungkin akan diderita oleh pihak yang ditanggung, sebagai akibat dari suatu hal yang mungkin akan terjadi.

Setelah memperhatikan beberapa definisi asuransi diatas, baik dari segi bahasa ataupun istilah, dapat disimpulkan bahwa dalam suatu perjanjian asuransi minimal terlibat pihak pertama yang sanggup menanggung atau menjamin bahwa pihak lain mendapatkan pergantian dari suatu kerugian yang mungkin akan di derita

1 Rodoni, Ahmad dan Hamid, Abdul, Lembaga Keuangan Syariah (Zikrul Hakim: Jakarta). Hal 93

2 Zainuddin ali, Hukum Asuransi Syariah (Sinar Grafika:Jakarta 2008). Hal 11

(7)

sebagai akibat dari suatu peristiwa yang semula belum tentu terjadi atau belum di tentukan saat akan terjadinya.

Adapun uang yang telah dibayarkan oleh pihak tertanggung akan tetap menjadi milik pihak yang menaggung apabila peristiwa yang dimaksud tidak terjadi.

Dalam Asuransi paling tidak ada tiga unsure yang terlibat. Pertama, pihak tertanggung yang berjanji membayarkan uang premi kepada pihak penangung secara sekaligus atau secara angsur. Kedua, pihak pihak penanggung yang berjanji akan membayar sejumlah uang kepada pihak tertanggung secara sekaligus atau secara angsur apabila ada unsure ketiga. Ketiga, suatu peristiwa yang belum jelas terjadi.3

B. Jenis-jenis Usaha Perusahaan Ansuransi Syariah dan Konvensional Syariah

Ada tiga jenis usaha takaful atau asuransi syariah yang wujudnya sesuai dan disamakan dengan tiga jenis usaha asuransi dalam UU No. 2 Tahun 1992, yaitu Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa), Takaful Umum (asuransi kerugian), Retakaful (reasuransi). Ketiganya akan dibahas lebih dalam sebagimana berikut dibawah ini.

1. Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa)

Takaful Keluarga Takaful keluarga adalah bentuk asuransi syariah yang utamanya memberikan layanan, perlindungan dan bantuan menyangkut asuransi jiwa dan keluarga, untuk kesejahteraan masyarakat yang tentu dilandaskan pada Syariah Islam. Produk yang ditawarkan oleh Asuransi Takaful Keluarga pun meliputi layanan individual, layanan grup atau kumpulan, bancassurance dan khusus asuransi kesehatan. Pengelolaan dana asuransi syariah pada Takaful Keluarga, terdapat dua macam sistem yang dipakai, yaitu sistem pengelolaan dana dengan unsur tabungan dan sistem pengelolaan dana tanpa unsur tabungan. Akad yang dipakai dalam takaful keluarga yaitu akad perjanjian al-mudharabah, al- mudharabah musyarakah, dan wakalah bil ujrah dengan hak dan kewajiban sesuai dengan perjanjian, sedangkan kontribusi/premi takaful bisa diangsur secara bulanan, seperempat tahunan, setengah tahunan atau tahunan. Jumlah angsuran minimal ditetapkan oleh perusahaan dihitung sesuai dengan jangka waktu kontrak, jadwal angsuran dan jumlah pertanggungan. Adapun kontribusi/premi takaful yang dibayar

3 Rodoni, Ahmad dan Hamid, Abdul, Lembaga Keuangan Syariah (Zikrul Hakim: Jakarta). hal 97

(8)

peserta dimasukkan ke dalam dua jenis rekening, yaitu Rekening peserta dan Rekening khusus peserta sesuai dengan porsi masing-masing yang ditetapkan perusahaan. Rekening peserta berfungsi sebagai investasi dan simpanan, sedangkan Rekening khusus sebagai sumbangan (tabbaru’) untuk menutup klaim jika terjadi musibah pada peserta takaful.4

2. Takaful Umum (Asuransi Kerugian)

Takaful Umum Takaful Umum adalah bentuk asuransi syariah yang memberikan perlindungan finansial kepada peserta takaful dalam menghadapi bencana atau kecelakaan harta benda milik peserta. Fokus utamanya memberikan layanan dan bantuan menyangkut asuransi di bidang kerugian seperti perlindungan dari kebakaran, pengangkutan, niaga, dan kendaraan bermotor, dengan harapan bisa tercapainya masyarakat Indonesia yang sejahtera dengan perlindungan asuransi yang sesuai Muamalah Syariah Islam.

Takaful Umum produknya berupa asuransi kerugian, misalnya asuransi risiko pembangunan gedung, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kebakaran, dan asuransi pembongkaran. Setiap premi takaful yang diterima akan dimasukkan kedalam rekening khusus, yaitu rekening yang diniatkan tabarru, dan digunakan untuk membayar klaim kepada peserta apabila terjadi musibah atas harta benda atau peserta itu sendiri. Premi takaful akan dikelompokkan kedalam “kumpulan dana peserta” untuk kemudian diinvestasikan kedalam pembiayaan-pembiayaan proyek yang dibenarkan secara syariah. Dalam akad sama dengan takaful keluarga yaitu perusahaan takaful dan peserta mengikatkan diri dalam perjanjian al-mudharabah, al-mudharabah musyarakah dan wakalah bin ujrah dengan hak dan kewajiban sesuai dengan perjanjian. Peserta takaful umum bisa perseorangan, perusahaan atau yayasan atau lembaga berbadan hukum lainnya. Sedangkan kontribusi/premi takaful dibayar sekaligus pada awal untuk jangka waktu satu tahun dan harus diperbarui apabila kontrak diperpanjang. Adapun jumlah nominal premi ditetapkan oleh perusahaan dihitung sesuai dengan resiko jenis takaful yang dipilih.

Kontribusi/premi takaful yang dibayar peserta, dimasukkan ke dalam kumpulan uang peserta (insurance fund) yang berfungsi sebagai investasi dan sumbangan (tabbaru’) untuk menutup klaim apabila terjadi musibah pada peserta takaful.5

4 Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustarasi, hlm. 104

5 Syakir Sula, Muhammad. Asuransi Syariah (life ang general) Konsep dan system Operasional. Jakarta: Gema Insani. 2004

(9)

3.Retakaful (Reasuransi)

reasuransi syariah (retakaful) adalah suatu proses saling menanggung anatara pemberi sesi (ceding company) dengan penanggung ulang (reasurandur), dimana ada proses suka sama suka(saling menyepakati) resiko dan persyaratannya yang ditetapkan dalam akad. Dalam operasionalnya, menggunakan prinsip syariah terbebas dari praktek riba, gharar, dan maisir. Retakaful merupakan pengembangan dari industri asuransi syariah yang memiliki tujuan yang sama dengan asuransi syariah, yaitu untuk menciptaan kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak yang terlibat, dimana satu pihak bertindak sebagai penanggung beban kerugian (insurer) yang memungkinkan akan menimpa pihak yang tertanggung (insured/policy holder). Pihak insurer dalam konteks asuransi syariah adalah perusahaan asuransi syariah itu sendiri, sedangkan pihak insured adalah individu pemegang polis. Dalam konteks reasuransi syariah, pihak insurer dalam konteks reasuransi syariah adalah perusahaan reasuransi syariah, sedangkan pihak insured adalah perusahaan asuransi syariah.

Transaksi retakaful dimana penangung ulang sepakat untuk menggantii sebagian dari kerugian perusahaan takaful.Perusahaan Retakaful menawarkan jaminan untuk perusahaan takaful terhadap berbagai resiko, kerugian, atau penipisan modal dan cadangan yang disebabkan oleh pembukaan klaim yang tinggi. Dua hal yang membedakan antara reasuransi syariah dan reasuransi konvensional ialah:

1) Mekanisme operasional pada reasuransi syariah harus menggunakan sistem yang dibenarkan secara syariah, dimana harus lepas dari praktek gharar, maisir dan riba.

2) Dalam transaksi kerjasamanya harus menggunakan skim bagi hasil (mudharabah), sebagaimana umumnya dalam aqad tijarah dalam asuransi syariah.

Jadi, Perusahaan retakaful menawarkan jaminan untuk perusahaan takaful terhadap berbagai resiko, kerugian, atau penipisan modal cadangan yang disebabkan oleh pembukaan klaim yang tinggi.6

6 Syakir Sula, Muhammad. Asuransi Syariah (life ang general) Konsep dan system Operasional. Jakarta: Gema Insani. 2004, Hal 120

(10)

konvensional

Jenis bidang usaha perasuransian menurul pasal 3 UU No.2/1992 yaitu Undang-undang Tentang Usaha Perasuransian dibagi atas dua macam yaitu usaha asuransi dan usaha penunjang usaha asuransi.

Adapun usaha asuransi, terdiri dari : a. Asuransi kerugian

b. Asuransi jiwa

c. Reasuransi Penjelasan

dari ketiga jenis bidang usaha perasuransian menurul pasal 3 UU No.2/1992 tersebut diatas akan diterangkan dibawah ini sebagai berikut :

1. Asuransi Kerugian

Asuransi kerugian yaitu perjanjian asuransi yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan, manfaat, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Usaha asuransi kerugian ini dapat dipilah sebagai berikut:

a) Asuransi kebakaran adalah asuransi yang menutup risiko kebakaran.

b) Asuransi pengangkutan adalah asuransi pengangkutan penanggung atau perusahaan asuransi akan menjamin kerugian yang dialami tertanggung akibat terjadinya kehilangan atau kerusakan saat pelayaran.

c) Asuransi aneka adalah jenis asuransi kerugian yang tidak dapat digolongkan kedala kedua asuransi diatas, missal : asuransi kendaraan bermotor, asuransi kecelakaan diri, dan lain sebagainya.

2. Asuransi jiwa

Asuransi jiwa adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis usaha tersebut meliputi bidang asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri dan anuitas, serta mengurus dana pensiun. Asuransi jiwa memberikan:

a. Dukungan bagi pihak yang selamat dari suatu kecelakaan.

b. Santunan bagi tertanggung yang meninggal

c. Bantuan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh meninggalnya orang d. Penghimpunan dana untuk persiapan pensiun

Asuransi jiwa terbagi atas dua jenis yaitu :

(11)

a) Term Life : jenis asuransi jiwa yang memiliki jangka waktu tertentu, misal 15 atau 10 tahun.

b) Whole Life : jenis asuransi yang memiliki masa perlindungan seumur hidup.

Adapun ruang lingkup usaha asuransi jiwa dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu : a) Asuransi jiwa biasa (ordinary life insurance). Biasanya polis asuransi jiwa ini diterbitkan dalam suatu nilai tertentu dengan premi yang dibayar secara periodik (bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan).

b) Asuransi jiwa kelompok (group life insurance). Asuransi jiwa ini biasanya dikeluarkan tanpa ada pemeriksaan medis atas suatu kelompok orang di bawah satu polis induk di mana masing-masing anggota kelompok menerima sertifikat partisipasi.

c) Asuransi jiwa industrial (industrial life insurance). Dalam jenis asuransi ini dibuat dengan jumlah nominal tertentu. Premi umumnya dibayar mingguan yang dibayarkan di rumah pemilik polis kepada agen yang disebut debit agent.

Dengan demikian UU No.2/1992 tidak menyebutkan adanya perusahaan asuransi sosial. Perusahaan asuransi kerugian hanya boleh menyelenggarakan usaha dalam bidang asuransi kerugian termasuk reasuransi. Yaitu penanggulangan risiko atas harta kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum, serta program asuransi sosial.

3. Reasuransi

Pengertian reasuransi sebagaimana tersimpul dalam KUHD pasal 271 sesuai dengan yang dikemukakan oleh pakar reasuransi Robert I Mehr dan E. Cammack dalam bukunya Principle of Insurance yang mengatakan: “Reinsurance is the insurance of insurance”, artinya reasuransi adalah asuransi dari asuransi atau asuransinya asuransi. Dengan kata lain, berdasarkan prinsip kepentingan yang dapat dipertanggungkan, perusahaan asuransi yang telah menutup suatu pertanggungan atas resiko atau resiko-resiko di suatu daerah tertentu dapat mempertanggungkan kembali kelebihan tanggung gugat (excess liability) yang melampaui daya tampungnya sendiri (own retention) kepada penanggung lain. Reasuransi adalah perjanjian asuransi yang memberikan jasa dan pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian di perusahaan asuransi jiwa.7

7 Herman darmawi, Manajemen asuransi, PT.Bumi Aksara, (Jakarta , 2006), hal 26-28

(12)

C. Manajemen Perusahaan Operasional Asuransi: Tata Cara/ Prosedur Beransuransi, dan Istilah-Istilah dalam Asuransi

Prosedur pembelian asuransi

Dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut, yaitu :

1. kenali produknya = mengetahui selera dan kebutuhan pribadi.

2. cari asuransi terpercaya = dapat dilihat dari pihak yang menerbitkan asuransi yang ditawarkan.

3. lengkapi dokumen = harus mengisi berbagai dokumen yang berisi data tertanggung berikut objek pertanggungannya.

4. baca polis dengan teliti = sebaiknya membacanya terlebih dahulu sebelum menyetujuinya.

5. bayar premi = bayar sesuai dengan polis yang di ambil

8

Istilah-istilah dalam asuransi :

1. polis asuransi adalah istilah untuk menyebut kontrak perjanjian kerjasama secara tertulis antara perusahaan penyedia asuransi ( penanggung asuransi ) dengan nasabah pemegang polis.

2. premi asuransi adalah sejumlah pembayaran yang ditetapkan sebagai biaya pengalihan resiko dari pemegang polis kepada penyedia asuransi.

3. tertanggung asuransi adalah kepala keluarga atau anggota keluarga yang memiliki nilai ekonomi.

4. manfaat asuransi adalah proteksi yang didapatkan oleh perusahaan asuransi.

5. klaim adalah tuntutan yang diajukan oleh pemegang polis kepada perusahaan asuransi selaku penanggung asuransi, untuk memenuhi hak pemegang polis sesuai yang tertera dalam polis.

6. biaya akuisisi adalah biaya yang harus dibayarkan oleh pemegang polis untuk mendapatkan layanan sebagai nasabah asuransi.

7. lapse yaitu apabila pemegang polis tidak membayarkan premi yang diwajibkan tersebut melampaui masa tenggang atau grace period ( umumnya selama 45 hari ), maka polis asuransi yang dimiliki otomatis batal atau lapse.

8. nilai tunai ( cash value ) adalah sejumlah uang yang bisa ditebus oleh pemegang polis diperiode waktu tertentu.

9. asuransi tambahan ( rider ) adalah istilah untuk menyambut manfaat tambahan yang dapat kamu tambahkan pada program asuransi dasar.

8 Cermati.com

(13)

10. cuti premi ( premium holiday ) adalah dimana pemegang polis dibolehkan tidak membayar premi atau berhenti membayar premi tanpa kehilangan manfaat asuransi.9

9 Manulife.co.id

(14)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Kata “asuransi” banyak berasal dari bahasa-bahasa asing diantaranya adalah Bahasa Belanda ”assurantie”, yang berarti pertangungan, Bahasa Italia “insurensi”, yang berarti jaminan, Bahasa Inggris “assurance”, yang berarti jaminan, Bahasa Arab “At-ta’min”, yang berarti perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari rasa takut.

Ada tiga jenis usaha takaful atau asuransi syariah yang wujudnya sesuai dan disamakan dengan tiga jenis usaha asuransi dalam UU No. 2 Tahun 1992, yaitu Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa), Takaful Umum (asuransi kerugian), Retakaful (reasuransi).

Prosedur pembelian asuransi

Dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut, yaitu :1. kenali produknya mengetahui selera dan kebutuhan pribadi. 2. cari asuransi terpercaya dapat dilihat dari pihak yang menerbitkan asuransi yang ditawarkan. 3. lengkapi dokumen harus mengisi berbagai dokumen yang berisi data tertanggung berikut objek pertanggungannya. 4. baca polis dengan teliti sebaiknya membacanya terlebih dahulu sebelum menyetujuinya. 5. bayar premi bayar sesuai dengan polis yang di ambil.

B. Saran

Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini di karenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Rodoni, Ahmad dan Hamid, Abdul, Lembaga Keuangan Syariah (Zikrul Hakim: Jakarta). Hal 93

Zainuddin ali, Hukum Asuransi Syariah (Sinar Grafika:Jakarta 2008).

Ha11

Rodoni, Ahmad dan Hamid, Abdul, Lembaga Keuangan Syariah (Zikrul Hakim: Jakarta). hal 97

Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustarasi, hlm. 104

Syakir Sula, Muhammad. Asuransi Syariah (life ang general) Konsep dan system Operasional. Jakarta: Gema Insani. 2004

Syakir Sula, Muhammad. Asuransi Syariah (life ang general) Konsep dan system Operasional. Jakarta: Gema Insani. 2004, Hal 120

Herman darmawi, Manajemen asuransi, PT.Bumi Aksara, (Jakarta , 2006), hal 26-28

Cermati.com Manulife.co.id

Referensi

Dokumen terkait

Strategi Menjual Asuransi Syariah: Memahami Prinsip prinsip dan Etika Asuransi Syariah, Kompas Gramedia, Jakarta.. Aspek Hukum Lembaga Keuangan Syariah, Graha Ilmu,

Koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) Amanah Ummah merupakan salah satu lembaga keuangan berbasis syariah yang ada di Surabaya. Lembaga yang satu ini setidaknya bisa dikatakan

Pada kenyataanya sistem kemitraan yang ada di PT.Asyki ini sudah terlaksana dengan baik terlihat bahwa Lembaga keuangan syariah yang menjadi mitra bisnis

Pada prinsipya, yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi konvensional adalah asuransi syariah menghapus unsur ketidak pastian (gharar), unsur spekulasi aliasbunga

Perkembangan lembaga keuangan syariah semakin meluas, tidak hanya dunia perbankan dan lembaga mikro (BMT), namun telah mengalami perkembangan yang sangat pesat salah satunya adalah penggadaian syariah.

Makalah ini membahas seputar perbankan syariah, sejarah dan perkembangannya serta akad-akad yang berlaku di lembaga keuangan

Makalah ini membahas tentang ketidakpastian (gharar) dan ketidakpastian dalam keuangan

Makalah ini membahas tentang mekanisme keuangan syariah berbasis bagi