Kemudian Allah SWT memerintahkan mereka untuk menjelajahi bumi dan melihat negeri-negeri yang didiami oleh orang-orang yang zalim itu. Maksudnya: Orang-orang yang Kami beri Al Kitab, mereka membacanya dengan betul, mereka beriman kepadanya. Orang yang kufur dengan cara ini dikatakan kepada Allah sebagai orang yang rugi di dunia dan akhirat.
Maka Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang apa yang mereka perselisihkan tentang kehendak-Nya. Oleh itu Allah mengutus rasul-rasul untuk membawa berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan ancaman kepada orang-orang yang mengingkari kebenaran risalah rasul-rasul itu.
Surat al-Baqorah (2): 214
Allah mengutus para nabi untuk memperingatkan umatnya tentang apa yang mereka lalai. Apa yang mereka sampaikan hanyalah dari Allah Taala yang memberi ganjaran dan azab. Tetapi kerana keadaan yang amat berat dan kesusahan itu, beliau berkata: “ا أر ْــصَن ىَتَم أهــَعَم اوــأنَمآ َنیِذّلاَو الواسّرلا” “Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Dan apabila Allah berputus asa dan pertolongan. pada setiap masa.semuanya telah terasa sukar lalu menjadi luas, Allah berfirman, "Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."
Demikianlah sesiapa yang berpegang pada kebenaran pasti akan diuji, dan apabila masalah itu menjadi semakin sukar, dan dia bersabar dan teguh menghadapinya, pasti ujian itu akan berubah menjadi rahmat baginya, dan segala kesulitan akan berubah menjadi ketenangan. maka Allah akan mengikuti semua itu. Ayat ini selari dengan firman Allah SWT, "Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga sedangkan Allah belum menurunkan orang-orang yang berperang di antara kamu dan orang-orang yang sabar belum diturunkan." (Ali Imran: 142). Adakah orang-orang itu menyangka mereka kembali berkata, 'Kami telah beriman' sedang mereka tidak diuji lagi.
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3).
زيِزَع
Surah Saba' Ayat 28
Artinya: Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bukan sahaja diutuskan kepada seluruh umat manusia. Dia bertugas sebagai pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman dan mengamalkan risalah yang dibawanya, dan sebagai pemberi peringatan bagi mereka yang menderhakainya atau menolak ajarannya.
Nabi Muhammad adalah nabi terakhir, tiada lagi nabi dan rasul yang diutuskan Allah kepadanya. Tuhan yang kuasanya sangat besar, tidak akan menurunkan mesej yang meliputi seluruh umat manusia jika peraturan dan peraturan itu tidak meliputi 'semua kepentingan manusia pada setiap masa. Maka sudah pasti risalah tersebut merupakan risalah yang baik untuk diterapkan kepada sesiapa sahaja dan mana-mana manusia di dunia ini.
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqan (Al-Quran) kepada hamba-Nya agar menjadi peringatan bagi seluruh alam. Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang memberi. hidup dan mati, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. Nabi ummi yang beriman kepada Allah dan kepada firman-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk”.
Surat Asy Syuura 51
Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahawa Allah tidak akan bercakap kepada hamba-Nya melainkan dengan salah satu daripada tiga cara berikut. Dengan wahyu, iaitu Allah SWT menciptakan dalam hati seorang nabi suatu kefahaman bahawa tidak syak lagi apa yang diterimanya adalah daripada Allah SWT. Sesungguhnya Ruhul Qudus menghembuskan ke dalam lubuk hatiku bahawa seseorang itu tidak akan mati sehingga dia mendapat rezeki dan ajalnya serta menyambung hubungan dengan sempurna, maka bertakwalah kepada Allah SWT dan berusahalah dengan sebaik-baiknya.
Pengutusan seorang rasul, iaitu, Allah Taala. mengutus seorang utusan yang berupa malaikat Jibril, kemudian rasul itu menyampaikan wahyu kepada sesiapa yang dikehendakinya, sebagaimana Jibril turun kepada Nabi Muhammad saw dan nabi-nabi yang lain. Aisyah ra berkata: Sesungguhnya aku melihat Nabi ketika wahyu turun kepadanya pada hari yang sangat dingin, kemudian setelah wahyu itu berhenti, aku melihat dahinya bercucuran peluh. Ayat ini diakhiri dengan penegasan bahawa Allah itu Maha Tinggi dan Maha Suci dari sifat-sifat ciptaan-Nya.
Dia terpanggil sesuai dengan hikmah-Nya, berbicara kepada hamba-hamba-Nya, terkadang tanpa perantara apapun, baik berupa ilham maupun berupa percakapan dari balik tabir.
Surah Asy Syuura 52
Allah SWT menjelaskan bahawa sebagaimana Dia menurunkan wahyu kepada rasul-rasul terdahulu, Dia juga menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad dalam bentuk al-Quran sebagai rahmat-Nya. Selanjutnya Allah SWT menjelaskan bahawa Muhammad saw, sebelum berumur empat puluh tahun dan berada di kalangan umatnya, tidak mengetahui apa itu Al-Quran dan apa itu iman, dan begitu juga baginda tidak mengetahui apa itu syariat. tidak. a adalah secara terperinci dan pemahaman tentang perkara-perkara mengenai wahyu yang diturunkannya, tetapi Allah menjadikan al-Quran sebagai cahaya yang terang yang dengannya Allah SWT membimbing hamba-hamba yang dikehendaki-Nya dan membimbing mereka kepada agama yang benar, iaitu agama Islam. Dengan cahaya al-Quran, Allah SWT membimbing ke jalan yang lurus, agama yang benar.
Teks ayat Surat Al-Maidah: 48. al-Qur'an) kepadamu Dan Kami menurunkannya. menjadi saksi). Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, ini adalah kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] dari kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."
Dimana Al-Quran adalah Kitab yang menyempurnakan Kitab-kitab yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul yang terdahulu, kerana Kitab-kitab sebelumnya memang telah banyak diubah dan dimanipulasi oleh perkataan manusia. Al-Quran adalah kitab yang terpelihara dengan baik, maka ia tidak akan mengalami sebarang perubahan atau pemalsuan. Oleh itu adalah wajar, bahkan wajib, untuk menghukum dan memutuskan kes Anak Manusia menurut hukum yang diwahyukan oleh Tuhan dan terdapat di dalamnya, dan tidak sesuai untuk menghukum keinginan dan kehendak nafsu mereka untuk mengikuti. yang bertentangan dengan kebenaran yang dibawa oleh Tuhan kita Nabi Muhammad (saw).
Seperti yang ditentukan dalam kitab syurgaNya, untuk diberi pahala atau diseksa.
Surat Yunus 57
Orang yang benar-benar beriman akan mendapat pahala, sedangkan orang yang mengingkari dan mengingkari kebenaran serta menyimpang dari-Nya tanpa alasan atau bukti akan mendapat siksa dan dimasukkan ke dalam Neraka. Pada ayat 57 Allah berfirman untuk memberikan dukungan kepada manusia agar mereka menerima kitab mulia (Al-Qur'an) ini dengan menyebutkan sifat-sifat Al-Qur'an yang baik yang sangat diperlukan bagi hamba, Allah berfirman. Al-Quran sesungguhnya merupakan obat (obat) penyakit-penyakit dada, baik berupa penyakit syahwat yang menghalangi ketundukan pada syariat, maupun penyakit keragu-raguan yang merusak ilmu keimanan (iman).
Segala yang ada dalam al-Quran, berupa nasihat, motivasi, janji dan ancaman, semua ini menanamkan dalam diri hamba cinta kepada kebaikan dan benci kepada kejahatan. Apabila perasaan cinta kepada kebaikan dan benci kepada kejahatan terdapat dalam jiwa seseorang, dan jiwa itu tumbuh pada makna ayat-ayat Al-Quran yang diulang-ulang yang terdapat dalam Al-Quran, semua ini menyebabkan hamba meletakkan kehendak Tuhan melebihi keinginan jiwanya. Begitu juga segala yang terdapat di dalam al-Quran adalah berupa penjelasan dan dalil yang Allah berikan dengan sebaik-baik penjelasan dan Allah menerangkan dengan sebaik-baik penjelasan, sesuatu yang dapat menghilangkan keraguan yang boleh merosakkan kebenaran.
Akan tetapi, kamu tidak akan bisa mengambil manfaat dari Al-Qur'an, dan Al-Qur'an tidak akan menjadi berkah kecuali bagi orang-orang yang beriman. Maka kenikmatan agama yang berhubungan dengan kebahagiaan dunia dan akhirat tidak bisa disamakan (kenikmatan agama) dengan apapun di dunia yang akan hilang dan hilang dalam waktu dekat. Adapun mengapa Allah Ta'ala memerintahkan kita untuk bergembira atas karunia dan rahmat-Nya, inilah yang menciptakan semangat yang luas, aktivitas, rasa syukur kepada Allah dan semangat yang kuat dan berlimpah.
Begitu juga dengan firman Tuhan tentang mereka yang berpuas hati dengan dusta dalam hidup mereka, yang menentang ajaran yang dibawa oleh para rasul.
PENUTUP
Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada mereka) membawa penjelasan, mereka ridha terhadap pengetahuan itu.” (QS. Al Mu’min: 83). Semua itu telah dilakukan oleh syaitan-syaitan yang ada di negeri kita, tetapi juga oleh orang-orang yang melampauinya.Dikuatkan jiwa dan nafsu bis su, yang mengajak kepada dunia, melupakan kematian dan hisab akhirat, neraka dan syurga, serta menenangkan diri dengan mengingati Allah SWT .
Manusia sangat memerlukan seseorang yang memberi peringatan dan berteriak kepada mereka: Bangunlah dari mabuk, bangunlah dari tidur, berjalanlah di atas jalan yang lurus, bertaubatlah kepada Tuhanmu, sebelum datang hari yang tidak ada lagi harta dan kerabat. bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih. Akhir kata, semoga Allah memberi kekuatan kepada kita semua untuk menjadikan Allah sebagai matlamat hidup kita, Rasulullah Muhammad SAW.