• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 GAMBARAN UMUM SIG-POTHAN

N/A
N/A
Rama Dhani

Academic year: 2024

Membagikan "BAB 2 GAMBARAN UMUM SIG-POTHAN "

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

GAMBARAN UMUM SIG-POTHAN

2.1 Kerangka Utama SIG-POTHAN

Kerangka SIG-POTHAN terdiri dari 3(tiga) komponen Utama yaitu Basis Data, Sistem Database dan Sistem Aplikasi SIG-POTHAN yang digambar sebagai berikut:

Input Data Tabular

Input Data Spasial

Database Tabular

Database Spasial

Aplikasi SIG-POTHAN

Web Application Server

Web

Server Data PKBN

Data SDM Data SDAB Data Rana

Peta Wil Militer Peta Wil Administrasi Peta Rana

Peta SDAB

Gambar 2.1 Komponen Utama SIG-POTHAN

(2)

2.2 Basis Data

Basis Data SIG-POTHAN yang terdiri dari:

a. Basis Data Tabular/Atribut mencakup:

a). Data Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Data Kekuatan Dosen Kewarganegaraan, Data TARGATI, Kegiatan Pentaloka / Pembinaan Doswar, Kegiatan PPBN Pramuka, OSIS, SLTP, SMU, Data Peserta PKBN POM, Parpol, Ormas, Pemuda, Budayawan, dll

b). Data Potensi Sumber Daya Manusia

Data Penduduk berdasarkan Jumlah, Jenis Kelamin, Usia, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan dan Agama, Potensi Rakyat Terlatih, Jumlah Personel TNI dan POLRI, Purnawirawan, Veteran, Menwa, PNS, Pramuka, Dosen, Tenaga Medis dan Paramedis, Kekuatan Penerbang, Penduduk yang pernah mendapat pelatihan keprajuritan, dll

c). Data Potensi Sumber Daya Alam dan Buatan

Data Perikanan, Peternakan, Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Pertambangan Migas dan non migas, Sumber Energi dan Pembangkit Listrik, Industri Dasar, energi terbarukan.

d). Data Potensi Sarana dan Prasarana

Data Sarana dan Prasarana Angkutan Darat, Laut dan Udara, Potensi Sarana Logistik Bahan Bakar, Prasarana Kesehatan, Prasarana Industri, Prasarana Pendidikan, dll

PT. Duta Astakona Girinda hal- 7

(3)

b. Basis Data Spasial mencakup:

a). Peta Batas Wilayah Militer (Kodam, Korem, Kodim),

b). Peta Batas Wilayah Administrasi (Propinsi, Kabupaten, Kecamatan),

c). Peta Sumber Daya Alam dan Buatan (Peta Kawasan hutan, Peta Penggunaan lahan, Peta Daya Alam Logam dan Non Logam

d). Peta Sarana dan Prasarana (Peta Angkutan Darat , Peta Angkutan Laut, Peta Angkutan Udara, Peta Prasarana Komunikasi, Peta Sarana Logistik BBM, Peta Sarana Kesehatan, Peta Sarana Listrik)

2.3 Sistem Database

Sistem database yang digunakan dalam SIG-POTHAN didesain khusus dengan struktur database yang mendukung integrasi/link Data Tabular /Atribut dan Data Spasial. Basis Data atribut tersimpan dalam Sistem Database SIG-POTHAN menggunakan Sistem Database Oracle yang telah dibangun sebelumnya, sedangkan Data Spasial tersimpan dalam Sistem Database dalam bentuk file System dalam format MapInfo.

(4)

2.4 Sistem Aplikasi

SIG-POTHAN merupakan sistem aplikasi yang dibangun menggunakan SIG Engine berbasis Web yaitu MapXtreme. Didalam MapXtreme telah tersedia kompone-komponen sistem yang mendukung fungsi-fungsi yang digunakan dalam SIG-POTHAN yaitu fungsi Access, Retrieve, Process, Analysis, Present termasuk fungsi lainnya misalnya proses Pencarian, Visualisasi dan Pelaporan.

Dengan menggunakan MapXtreme, maka SIG-POTHAN dapat secara langsung melakukan akses ke Database untuk melakukan retrive data

PT. Duta Astakona Girinda hal- 9

Gambar 2.2 Database SIG

(5)

baik data atribut maupun spasial secara bersamaan. Melalui webserver engine (Internet Information Service-IIS), SIG-POTHAN dapat diakses melalui browser secara bersamaan oleh lebih dari satu terminal akses (PC) untuk melakukan berbagai proses.

Gambar 2.3. Arsitektur SIG-POTHAN

VISUALSIASI INFORMASI

PENCARIAN INFORMASI

Access, Retrieve, Process, Analysis, Present

DB POTHAN

Spatial Data

WEB Aplikasi SIG-POTHAN MapXtreme

Webserver SQL Server

Concurrent User Access

SIG-POTHAN

HTTP

File System

PENYAJIAN PELAPORAN

PEREKAMAN DATA

User / Pengguna Sistem

Modul Aplikasi

Server

Access Control Layer Control

User Biasa User eksekutif Operator Data

Administrator Syst

(6)

SIG-POTHAN memiliki fungsi-fungsi utama sebagai berikut:

a. Penampilan Informasi: fungsi untuk menampilkan informasi berbasis spasial melalui browser secara dinamis, cepat dan fleksibel:

- tampilan informasi dalam format grafik, peta, dan tabel

- tampilan informasi secara detil dari setiap data/informasi yang terkait dengan obyek lokasi yang ditayangkan

- tampilan informasi berdasarkan tema-tema data atribut yang tersedia

- tampilan informasi dalam berbagai tematik peta-peta dan overlay tema dalam perbedaan warna dan bentuk

- kelengkapan tool map yang berguna dalam interpretasi dan penayangan data spatial

- kelengkapan tool map untuk pengaturan layer peta dan informasi

b. Pencarian Informasi: fungsi untuk pencarian informasi berdasarkan:

- Data Spasial: Wilayah Pemerintahan dan Wilayah Militer - Tema Data: Tema yang ada dalam daftar tema yang tersedia - Kombinasi antara data spasial dan tema data

c. Penyajian Pelaporan: fungsi untuk penyajian laporan dalam format sesuai dengan standar pelaporan yang disediakan:

- Penyajian bentuk pelaporan berdasarkan individual atau summary standar unit geografi (berdasarkan propinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan)

- Penyajian bentuk pelaporan berdasarkan individual atau summary standar unit geografi dikombinasi dengan tema-tema data atribut - Penyajian bentuk pelaporan berdasarkan pilihan field, filter, sort,

group, total data, sub total data, text layout yang ditentukan

PT. Duta Astakona Girinda hal- 11

(7)

- Penyajian bentuk pelaporan yang dikombinasikan dengan data spasial

d. Perekaman/Input Data: fungsi untuk perekaman/input data dengan batasan pengamanan perekaman/input data yang meliputi:

- Perekaman data untuk data-data tabular termasuk penambahan, pengubahan/editing, penghapusan

- Perekaman data untuk bersifat minoritas untuk data Spatial termasuk termasuk penambahan, pengubahan/editing, penghapusan obyek spasial

Gambar 2.4 Tampilan Sistem Aplikasi

Penyajian Informasi berdasarkan Tema Data

Pilihan Informasi berdasarkan

Direktorat Penyajian

Informasi berdasarkan Wilayah

Penyajian Informasi Peta Menu-menu

untuk melakukan proses analisa data dan overylay

(8)

2.5 Sumber Basis Data

Sumber Basis Data SIG-POTHAN diperoleh dari Kanwil/PTF yang dikoordinasikan langsung melalui DITJEN POTHAN dan diperoleh dari Instansi-Instansi Terkait (Data Instansional) lainnya.

Dari Data Instansional, sumber data sebagian besar diperoleh dari DATA Biro Pusat Statistik untuk Data Tabular/Atribut, dan DATA BAKOSURATAL untuk Data Spasial.

PT. Duta Astakona Girinda hal- 13 Gambar 2.5 Sumber Basis Data

(9)

2.6 Proses Perekaman Data

Untuk data yang diperoleh dari Kanwil/PTF, proses perekaman datanya dilakukan oleh masing-masing bagian Penanggung Jawab Data berdasarkan hasil laporan yang diterima dari Kanwil/PTF secara periodik.

Sedangkan untuk perekaman data institusional dilakukan oleh masing- masing bagian Penanggung Jawab Data yang diperoleh dari masing- masing instansi terkait secara periodik.

Perekaman Data langsung melalui Sistem aplikasi menggunakan sistem jaringan Intranet/LAN.

Gambar 2.6 Proses Perekaman Data

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum mencoba untuk merancang suatu aplikasi basis data, sangatlah penting bahwa pertama kali kita harus mengidentifikasi batasan- batasan sistem yang ada dan bagaimana

Pengukuran fungsi klinis dan fungsi manajemen di rumah sakit akan menghasilkan akumulasi data serta informasi. Untuk memahami seberapa baik kemampuan rumah sakit

Meningkatnya ketersediaan data dan teknologi saat ini memungkinkan perusahaan untuk mengambil, mengamati dan menganalisis konten yang telah dibuat pengguna (termasuk

Secara Internal, meliputi pelayanan yang terkait dengan Tugas Pokok dan Fungsi sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2001 Tantangan Pembentukan Organisasi dan

Fungsi utama teknologi ini : untuk memecah sinyal line telepon menjadi suara dan data. Kecepatan maksimum yang dapat digunakan pada generasi terakhir modem ADSL

Data rencana penjualan ini didapat dari bagian merketing, dimana data ini akan digunakan sebagai acuan untuk merencanakan tipe yang akan diproduksi, jumlah , dan spesifikasi

Plant 1-7 bertanggung jawab untuk bagian produksi dari sepatu, departemen QIP bertugas untuk melakukan bonding test, mengolah data yang ada menjadi informasi yang nantinya

Keterkaitan hal tersebut dengan penelitian ini adalah bahwa Situ Ria Rio Jakarta Timur termasuk di dalam kawasan lindung yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi