• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV drainase perkotaan

N/A
N/A
Rahmat

Academic year: 2024

Membagikan "BAB IV drainase perkotaan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

DATA DAN ANALISIS DATA

4.1. Perhitungan Curah Hujan

4.1.1. Perhitungan Curah Hujan Rancangan Dengan Menggunakan Metode Gumbel

Curah Hujan Maksimum

TAHUN MAX (mm)

2007 96,0

2008 112,0

2009 97,0

2010 114,0

2011 142,7

2012 80,0

2013 129,0

2014 178,0

2015 62,2

2016 102,2

2017 125,0

2018 103,0

2019 158,5

2020 122,8

2021 101,8

2022 79,3

Analisa Frekuensi

No X (Xi-X rata-

rata)^2 (Xi-X rata-

rata)^3 (Xi-X rata-rata)^4

1 178,0 4261,6 278205,3 18161589,1

2 158,5 2095,9 95954,0 4392892,6

3 142,7 898,9 26949,4 807976,9

4 129,0 265,1 4315,8 70266,9

5 125,0 150,8 1852,4 22749,4

6 122,8 101,6 1024,6 10329,0

7 114,0 1,6 2,1 2,7

8 112,0 0,5 -0,4 0,3

9 103,0 94,5 -918,0 8921,6

10 102,2 110,6 -1163,8 12242,1

11 101,8 119,2 -1301,7 14213,2

12 97,0 247,1 -3883,8 61048,1

13 96,0 279,5 -4673,2 78129,5

14 80,0 1070,5 -35026,0 1146005,8

15 79,3 1116,8 -37322,5 1247270,9

16 62,2 2552,1 -128931,1 6513439,5

(2)

Jumlah 1803,5 13366,5 195083,1 32547077,7 X rata-rata 112,719

Standar Deviasi

(s) 29,851

Sn 1,032

Yn 0,516

1/a 28,937

b 97,7960

Cs 0,559

Ck 3,844

Cv 0,265

3Cv 0,794

Curah Hujan Harian Maksimum Rata-rata

PUH KT XT

2 0,366

51 108,402 5 1,499

99 141,201 10 2,250

37 162,915 20 2,970

19 183,744 50 3,901

94 210,706

4.1.2. Uji Kesesuaian Distribusi (Smirnov-Kolmogorov dan Chi Square)

Uji Smirnov-Kolmogorov

No Xi P(Xi) f(t) Yn Sn Yt T P'(Xi) P

1 178,0 0,059 2,19 0,515

7 1,031

6 2,771

7 16,49 0,060

7 0,001 8 2 158,5 0,118 1,53 0,515

7 1,031

6 2,097

8 8,66 0,115

5 0,002 1 3 142,7 0,176 1,00 0,515

7 1,031

6 1,551

8 5,24 0,190

9 0,014 5 4 129,0 0,235 0,55 0,515

7 1,031

6 1,078

3 3,47 0,288

5 0,053 2 5 125,0 0,294 0,41 0,515

7 1,031

6 0,940

1 3,09 0,323

4 0,029 2 6 122,8 0,353 0,34

0,515 7

1,031 6

0,864

1 2,91

0,343 9

0,009 0 7 114,0 0,412 0,04 0,515

7 1,031

6 0,560

0 2,30 0,435

2 0,023 4 8 112,0 0,471 -0,02 0,515

7 1,031

6 0,490

9 2,18 0,457

9 0,012 7

(3)

9 103,0 0,529 -0,33 0,515

7 1,031

6 0,179

8 1,77 0,566

3 0,036 9 10 102,2 0,588 -0,35 0,515

7 1,031

6 0,152

2 1,74 0,576

3 0,011 9 11 101,8 0,647 -0,37 0,515

7 1,031

6 0,138

4 1,72 0,581

4 0,065 7

12 97,0 0,706 -0,53

0,515 7

1,031 6

- 0,027

5 1,56

0,642 1

0,063 8

13 96,0 0,765 -0,56 0,515

7 1,031 6

- 0,062

1 1,53 0,654

7 0,110 0

14 80,0 0,824 -1,10 0,515

7 1,031 6

- 0,615

0 1,19 0,842

7 0,019 2

15 79,3 0,882 -1,12

0,515 7

1,031 6

- 0,639

2 1,18

0,849 6

0,032 8

16 62,2 0,941 -1,69 0,515

7 1,031 6

- 1,230

1 1,03 0,967

3 0,026 2 Jumlah 1811,5 16,3

Xrt 112,719

S 29,851

MAX ∆ P 0,110

x2 hitung < x2 kritis

0,330 < 0,110  Jadi distribusi yang digunakan sesuai.

Uji Chi Square

K 5,0000866 6

DK 3

n 16

Xrt 112,719 Sx 29,851

Kelas Distribusi = 17%

P T YT KT XT

17% 6,00 1,702

0 1,1499 147,04 61 33% 3,00 0,902

7 0,3752 123,91 79 50% 2,00

0,366

5 -0,1446

108,40 17 67% 1,50 - -0,5911 95,074

(4)

0,094

0 5

83% 1,20

- 0,583

2 -1,0652 80,920 0

Kelas Interval Ei Oi Oi-Ei

(Oi- Ei)^2/Ei

1 > 147,0461 2,6666

667 2

- 0,666

67 0,2

2 123,9179 - 147,0461 2,6666

667 3 0,333

333 0,0

3 108,4017 - 123,9179

2,6666

667 3

0,333

333 0,0

4 95,0745 - 108,4017 2,6666

667 5 2,333

333 2,0

5 80,9200 - 95,0745 2,6666

667 0

- 2,666

67 2,7

6 < 80,9200 2,6666

667 3 0,333

333 0,0

Jumla

h 5,0

x2 hitung < x2 kritis

5,0 < 7,815  Jadi distribusi yang digunakan sesuai.

4.2. Perhitungan Luas Tata Guna Lahan Daerah Perkotaan Tata guna lahan di stasiun dibagi menjadi :

- pemukiman = 12,203 km2

Total luas tata guna lahan 12,203 km2

4.3. Perhitungan Debit Air Hujan Kala Ulang 5 Tahun 1. Cara Rasional

Rumus: Q = 0,278 x C x I x A Dengan:

Q = debit air hujan yang mengalir ke dalam saluran (m3/dtk) C = koefisien pengaliran

I = intensitas hujan selama waktu konsentrasi (mm/jam) A = luas daerah pengaliran (km2)

Perhitungan:

(5)

Primer

Q = 0,278 x C x I x A

= 0,278 x 0,70 x 24,9887x 2672977,333

=12,998159 (m3/dt) Sekunder

Q = 0,278 x C x I x A

= 0,278 x 0,70 x 19,1667x 579175,093

= 2,160235 (m3/dt) Sekunder

Q = 0,278 x C x I x A

= 0,278 x 0,70 x 22,6069 x 377219,190

= 1,659503 (m3/dt)

2. Debit Air Kotor Akibat Pemukiman Penduduk Rumus: Qak = (Pn x q) / A

Dengan:

Qak= debit air kotor (l/dt/km2) Pn = jumlah penduduk

A = luas daerah (km2)

q = jumlah air buangan (l/orang/hari) Perhitungan:

Qak = (Pn x q) / A

= (8.200 X 80) / 12,203

= 161339492,7 (lt/hari/Km2) / 1,8673433 (m3/dt/Km2)

3. Intensitas Hujan

Rumus: I = ( R24 / 24 ) x ( 24 / Tc )2/3 Dengan:

I = intensitas hujan selama waktu konsentrasi (mm/jam) R24= curah hujan maksimum harian selama 24 jam (mm) Tc = waktu konsentrasi

= ( 0,0195 / 60 ) x ( L / S0,5 )0,77 L = panjang saluran (km)

S = slope saluran

(6)

Perhitungan:

Primer

I = (R24 / 24) x (24 / Tc)2/3 =24,9887

Sekunder

I = (R24 / 24) x (24 / Tc)2/3

=19,1667 Sekunder

I = (R24 / 24) x (24 / Tc)2/3 =22,6069

Rekap Debit

No

saluran Q air hujan

( m3/dt )

Q air kotor ( m3/dt

)

Q rancang

an ( m3/dt )

Q total rancangan

( m3/dt ) Primer 12.9981

59 0.4090

278 13.4071

87 13.407187 Sekunder

1 2.16023

5 0.0886

273 2.24886

2 2.248862

Sekunder

2 1.65950

3 0.0577

233 1.71722

6 1.717226

4.4. Perhitungan Pertambahan Jumlah Penduduk a. Geometric Rate of Growth

Rumus : Pn = Po (1 + r)n

dengan : Po = jumlah penduduk pada tahun awal r = angka pertumbuhan penduduk (%)

n = jumlah waktu dalam tahun Pn = jumlah penduduk tahun n

Diketahui pada tahun 2018, jumlah penduduk 8.300 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 3,3 %, maka proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2024 adalah :

Perhitungan:

Pn = Po (1 + r)n

= 8.300 (1 + 0,033)6

= 8.301,215

= 8.301 jiwa

(7)

b. Exponential Rate of Growth Rumus : Pn = Po. ern

dimana : Po = jumlah penduduk pada tahun awal r = angka pertambahan penduduk (%)

n = jangka waktu/interval waktu dalam tahun Pn = jumlah penduduk pada tahun n

Diketahui pada tahun 2018, jumlah penduduk 8.300 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 3,3 %, maka proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2024 adalah :

Perhitungan Pn = Po. ern

= 8.300. e(0.033 . 6)

= 10.118,60683 = 10.118 jiwa

4.5. Perencanaan Saluran Drainase Perkotaan 4.5.1 Dimensi Saluran Primer

Analisa dimensi saluran persegi empat dengan data perencanaan sebagai berikut :

-Debit air yang masuk = 12.998159 m3/det -Lebar dasar saluran (b) = 3 m

-Tinggi air saluran (h) = 1,5 m -Kemiringan dasar saluran (I) = 0,0050 -Koefisien Kekasaran Manning (n) = 0,015 Perhitungan:

1. Luas penampang basah (A) A = b x h

= 3 x 1,5

= 4,5 m2

2. Keliling basah (P) P = b + 2h

= 3 + 2 (1,5)

= 6 m

(8)

3. Jari – jari hidrolis (R)

R =

= 0,75 m

4. Kecepatan Aliran (V) V = 2/3 (I) ½ = 3,89 m 5. Kontrol

Qhitung = A x V

= 4,5 x 3,89

= 17,5111 m3/det

= 12.998159 masuk / 17,5111 keluar = 0,742 m3/ det (oke)

4.5.2 Dimensi Saluran Sekunder 1

Analisa dimensi saluran persegi empat dengan data perencanaan sebagai berikut :

-Debit air yang masuk = 2,160235 m3/det -Lebar dasar saluran (b) = 1,5 m -Tinggi air saluran (h) = 1 m

-Kemiringan dasar saluran (I) = 0,0020 -Koefisien Kekasaran Manning (n) = 0,010 Perhitungan:

1. Luas penampang basah (A) A = b x h

= 1,5 x 1

= 1,5 m2

2. Keliling basah (P) P = b + 2h

= 1,5 + 2 (1)

= 3,5 m

3. Jari – jari hidrolis (R)

R =

(9)

= 0,42 m

4. Kecepatan Aliran (V) V = 2/3 (I) ½

= 2,54 m

5. Kontrol

Qhitung = A x V

= 1,5 x 2,54

= 3,813 m3/det

= 3,813 masuk / 2,160235 keluar = 0,56 m3/ det (oke)

4.5.3 Dimensi Saluran Sekunder 2

Analisa dimensi saluran persegi empat dengan data perencanaan sebagai berikut :

-Debit air yang masuk = 1.659503 m3/det -Lebar dasar saluran (b) = 1,5 m -Tinggi air saluran (h) = 1 m

-Kemiringan dasar saluran (I) = 0,0020 -Koefisien Kekasaran Manning (n) = 0,010 Perhitungan:

1. Luas penampang basah (A) A = b x h

= 1,5 x 1

= 1,5 m2

2. Keliling basah (P) P = b + 2h

= 1,5 + 2 (1)

= 3,5m

3. Jari – jari hidrolis (R)

R =

= 0,42 m

4. Kecepatan Aliran (V)

(10)

V = 2/3 (I) ½

= 2,54 m 5. Kontrol

Qhitung = A x V

= 1,5 x 2,54

= 3,813 m3/det

= 3,813 masuk / 1.659503 keluar = 0,43 m3/ det (oke)

(11)

4.6 Lampiran Gambar

300

150 50

105

100 25

GAMBAR RENCANA PENAMPANG SALURAN PRIMER

GAMBAR RENCANA PENAMPANG SALURAN SEKUNDER

GAMBAR RENCANA SALURAN

SKALA 1 : 100

Referensi

Dokumen terkait

ditemukan pada jangka waktu tertentu (umumnya 1 tahun), dibanding dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan jangka waktu yang

Dalam beberara tahun terakhir jumlah penduduk di Kota probolinggo terus mengalami kenaikan hingga bulan Oktober tahun 2019 jumlah penduduk Kota Probolinggo sudah menyentuh

Dari hasil skenario 2 berdasarkan prediksi jumlah penduduk yang mempengaruhi kondisi kualitas air khususnya berdasarkan beban limbah domestik dengan proyeksi pertambahan

Sumber daya manusia dan ketenagakerjaan Jumlah penduduk dan angkatan kerja, rasio ketergantungan, angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah penduduk dan tenaga kerja

Adapun jumlah total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan sanitasi di Kabupaten Bengkayang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun 2015 – 2019, baik berdasarkan sumber

Jumlah penduduk di Gugus Pulau Kaledupa tersebut mewakili 16,37% dari total jumlah penduduk Kabupaten Wakatobi dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,45% pada tahun 2007.. Tingkat

Persentase laju pertambahan penduduk Berdasarkan tabel maka tahun 1951 jumlah penduduk 10,16 juta jiwa, sedangkan tahun 1963 jumlah penduduk 39.95.. Keadaan penduduk di atas tidak

Tabanan, Tahun 2022 S 4 Angka Perceraian Kasar No Kecamatan JUMLAH PENDUDUK Angka Perceraia n Kasar Status Cerai Hidup Tahun 2021 Tahun 2022 Tengah Th... No Kecamatan JUMLAH