Jumat, 7 September 2012
Making Higher Education
Open All
Sesi 5
Menulis Karya Ilmiah
Lis Setiawati Cahyo Hasanudin
Tujuan Tutorial
Tujuan Umum
Mahasiswa dapat menulis karya ilmiah dengan baik.
Tujuan Khusus
1. Menggunakan bahasa Indonesia dengan benar dalam penulisan
karya ilmiah.
2. Menulis abstrak dengan benar.
Bahasa dalam Karya Ilmiah
1. Bahasa Indonesia ragam tulis 2. Bahasa formal
3. Bertolak dari gagasan (ide) 4. Bersifat objektif
5. Bermakna lugas 6. Kalimat hemat 7. Kalimat lengkap 8. Bersifat konsisten
Bahasa dalam Karya Ilmiah
Bahasa Indonesia ragam tulis tergolong ke dalam ragam berbahasa formal, menggunakan kosakata baku.
Tulis/Formal/Baku Lisan/Nonformal/
Nonbaku
bekerja kerja
menjual jual
tidak gak/tak
menulis nulis
memang emang
daripada ketimbang
berkata bilang
membuat bikin
Bahasa dalam Karya Ilmiah
Bentukan kata
Formal Nonformal
ditemukan diketemukan
legalisasi legalisir realisasi realisir
tertabrak ketabrak
pergelaran pagelaran
metode metoda
mengubah merubah
Bahasa dalam Karya Ilmiah
Bertolak dari Gagasan: Penekanan diarahkan pada
gagasan atau hal-hal yang diungkapkan, bukan pada hal lain.Orientasi Gagasan Orientasi Penulis
Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa membina anak berbakat sangat
penting.
Dari uraian tadi penulis menyimpulkan bahwa
membina anak berbakat sangat penting
Perlu diketahui bahwa
pendidikan di lingkungan keluarga sangat penting
dalam penanaman moral dan mental yang kuat.
Kita tahu bahwa pendidikan di lingkungan keluarga
sangat penting dalam penanaman moral dan mental yang kuat.
atau
Hasil observasi Yulianto (2015) menunjukkan bahwa mahasiswa baru Jurusan Matematika, Fakultas Sains Universitas Terbuka (UT) suka bereksperimen.
Bahasa dalam Karya Ilmiah
Bersifat Objektif
Objektif Subjektif
Dari paparan tersebut dapat disimpulkan sebagai
berikut…………
………
……….. .
Dari paparan tersebut
kiranya dapat disimpulkan sebagai berikut
………
………. .
Kata-kata yang membuat kalimat menjadi subjektif:
betapa, seandainya, kiranya, dsb.
Bahasa dalam Karya Ilmiah
Bersifat lugas = tidak ambigu
Bersifat hemat (tidak mubazir)
Ambigu Lugas
Sumbangan kedua dermawan itu telah kami terima.
Sumbangan kedua dari dermawan itu telah kami terima.
atau
Sumbangan kedua orang dermawan itu telah kami terima.
Tidak Hemat Hemat
Nilai etis tersebut di atas
menjadi pedoman dan dasar pegangan hidup bagi setiap warga Indonesia
Nilai etis tersebut menjadi pedoman bagi setiap warga Indonesia.
Bahasa dalam Karya Ilmiah
Kalimat lengkap
Konsisten/taat azas/ajeg
Lengkap Tidak lengkap
Manusia memerlukan bahasa
S P O
sebagai alat komunikasi.
K
Pada diri manusia memerlukan bahasa
K P O
sebagai alat komunikasi.
K
Konsisten Tidak Konsisten Perlucutan senjata di wilayah
Libanon Selatan itu tidak
penting bagi pejuang Hisbullah.
Bagi mereka, yang penting adalah pencabutan embargo senjata.
Perlucutan senjata di wilayah Libanon Selatan itu tidak
penting bagi pejuang Hisbullah.
Untuk mereka, yang penting adalah pencabutan embargo senjata.
Unsur Mekanik dalam Karya Ilmiah
Peran penting ejaan dan tanda baca dalam tulisan.
1. Hubungan ejaan dan tanda baca terhadap makna kalimat
2. Hubungan ejaan dan penghematan pengungkapan 3. Unsur ejaan dan tanda baca yang perlu mendapat penekanan/perhatian:
Penggunaan tanda koma, tanda hubung, tanda pisah,
tanda titik dua, tanda titik koma, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurung, huruf kapital, huruf miring, huruf tebal, dan penomoran.
Jenis Karya Ilmiah
1. Karya Ilmiah Akademik
Karya ilmiah yang disusun berdasarkan hasil pengamatan, penelitian, kajian, dan peninjauan terhadap bidang ilmu tertentu dengan persyaratan- persyaratan tertentu.
2. Karya Ilmiah Populer
Karya tulis yang berpegang kepada standar ilmiah, tetapi ditampilkan dengan bahasa umum yang mudah dipahami oleh masyarakat awam dan layout yang menarik sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membacanya.
Karakteristik Karya Ilmiah
Karya Ilmiah
Akademik/Murni Karya Ilmiah Populer
• Logis (bisa diterima akal sehat)
• Bahasa baku
(menggunakan kata baku dan istilah ilmiah)
• Objektif (tidak subjektif)
• Tidak ambigu
• Data sesuai fakta
• Dapat diuji kebenarannya
• Disusun secara sistematis
• Dimuat dalam jurnal akademik
• Berisi fakta objektif
• Menggunakan bahasa
yang cermat, tidak terlalu formal tetapi tetap taat
asas
• Tidak ambigu
• Data sesuai fakta
• Disusun secara sistematis
• Dimuat di media massa (majalah, surat kabar, internet/website)