TEORI
EVOLUSI
KEBUDAYAAN
Adinda Nurliana 22406244009
Kelompok 13
Nasywa Az Zahra
224062410035
02 03
Teori Evolusi Kebudayaan menurut
Harbert Spancer
Teori Evolusi Kebudayaan
menurut Richard Dawkins
Contoh Teori Evolusi
Kebudayaan
01
Pembahasan
Teori Evolusi Kebudayaan menurut Harbert Spancer
Herbert Spencer menilai perkembangan kebudayaan yang terjadi telah dan akan selalu melalui tingkatan evolusi yang sama. Namun, dalam saat yang bersamaan, ia menilai secara khusus sub-sub kebudayaan bisa mengalami tingkatan evolusi yang berbeda-beda.
Spencer mengatakan: “Kebutuhan yang paling penting bagi
masyarakat adalah kehendak untuk berkuasa, yang paling mampu,
dan yang paling pandai.” Singkatnya, Spencer berpendapat bahwa
daya tahan dari individu adalah mereka yang paling cocok dengan
ciri-ciri lingkungannya.
Menurut Richard Dawkins, evolusi kebudayaan mempunyai lintasan yang agak berbeda, seperti praktik sosial, gagasan sosial, kreasi manusia, dan perilaku sosial yang lebih terbukti agar peluang ketahanan budaya manusia dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Gagasan yang sekiranya tidak terlalu berguna dalam kehidupan manusia tidak lagi disebarkan dan diturunkan pada generasi selanjutnya. Secara perlahanan, kebudayaan tersebut menuju kepunahan karena ditinggalkan. Proses pergantian kebudayaan baru yang menggantikan kebudayaan lama ini terjadi secara progresif. Inilah yang menjadi dasar pandangan evolusi kebudayaan.
Teori Evolusi Kebudayaan
menurut Richard Dawkins
Kebudayaan silih berganti, diganti dan menggantikan kebudayaan yang lama dengan yang baru. Misalnya, dalam pembabakan kehidupan sosial di masa praaksara, kita mengalami perubahan dari yang awalnya berburu dan menggunakan peralatan yang sangat sederhana, lama kelamaan dari kebiasaan yang terus berevolusi kita menghasilkan kebudayaan yang lebih kompleks.
Masyarakat primitif yang semula hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti berburu untuk makan dan mencari tempat untuk ditinggali, akhirnya mulai berkembang menjadi masyarakat yang lebih kompleks dengan mereka mulai menganut kepercayaan, membentuk pemerintahan dan lambat laun mereka mulai mengenal sistem barter.