• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bentuk Bilangan, Kongruensi slide

N/A
N/A
Erik Gunawan

Academic year: 2024

Membagikan " Bentuk Bilangan, Kongruensi slide"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Bentuk Bilangan, Kongruensi

Nabil Nabawi Wibisono

Institut Teknologi Bandung

January 1, 2022

(2)

Topik Bahasan

1 Pendahuluan

2 Bentuk Bilangan

3 Kongruensi

(3)

Pendahuluan

(4)

Apa itu Teori Bilangan?

Teori Bilanganadalah cabang matematika yang mempelajari tentang sifat-sifat bilangan bulat.

Pada Teori Bilangan, kita hanya fokus ke bilangan bulatsaja.

(5)

Bentuk Bilangan

(6)

Sejak SD kita sudah diajarkan cara membagi sebuah bilangan dengan bilangan lain:

2 9 4 8 1

7 45 6 42 3

22 100 4 88 12

5 60 12 5 10 10 0

73 2021 27 146

561 511 50 Ada 4 isitilah penting disini:

Bilangan yang kamu bagi, atau kita sebut aja yang dibagi.

Bilangan yang paling kiri, atau disebut pembagi.

Bilangan yang paling atas, atau disebut hasil bagi.

(7)

Sejak SD kita sudah diajarkan cara membagi sebuah bilangan dengan bilangan lain:

2 9 4 8 1

7 45 6 42 3

22 100 4 88 12

5 60 12 5 10 10 0

73 2021 27 146

561 511 50 Keempat bilangan tersebut dapat dituliskan dalam satu persamaan:

9 = 2·4 + 1 45 = 7·6 + 3 100 = 22·4 + 12 60 = 5·12 + 0

(8)

Teorema Hasil Bagi dan Sisa Bagi

Ada sebuah teorema mengenai hal ini:

Teorema Hasil Bagi dan Sisa Bagi

Jikaadibagi b̸= 0, maka terdapat k danr sehingga a=bk +r dengan 0≤r <b.

a= yang dibagi.

b = pembagi.

(9)

Perhatikan bahwa terdapat syarat bagi “sisa bagi”, yaitu 0≤r <b.

Misalkan ajab= 2, yang artinya kamu membagi suatu bilangan dengan 2.

Tentu sisa bagi yang kamu dapatkan pasti kalau bukan 0 ya 1.

Dan hal ini selaras dengan teorema : ketika suatu bilangana dibagi 2, maka terdapatk danr sehingga

a= 2k+r dengan 0≤r <2.

Maka hanya ada 2 kemungkinan:

Jika r = 0 =⇒ a= 2k, atau bilangan yang habis dibagi 2.

Jika r = 1 =⇒ a= 2k+ 1, atau bilangan yang jika dibagi 2 bersisa 1.

Yang mana biasa kita sebut denganbilangan genapdan bilangan ganjil.

(10)

2k dan 2k+ 1 tadi, disebut juga bentuk bilangan.

Jadi kamu bisa bilang bahwa bilangan genap itu berbentuk 2k.

Sedangkan bilangan ganjil berbentuk 2k+ 1.

Jadi jika kamu membagi bilangan dengan 2, maka semua bilangan bulat dapat dibagi jadi 2 kelompok (berdasarkan sisanya):

berbentuk 2k =⇒ {. . . ,−8,−6,−4,−2,0,2,4,6,8, . . .}

berbentuk 2k+ 1 =⇒ {. . . ,−7,−5,−3,−1,1,3,5,7,9, . . .}

(11)

Tentu bentuk bilangan tidak hanya 2k dan 2k+ 1.

Sekarang coba kamu bagi bilangan dengan 3.

Dari teorema : ketika suatu bilangana dibagi 3, maka terdapatk danr sehingga a= 3k+r dengan 0≤r <3.

Maka ada 3 kemungkinan:

Jika r = 0 =⇒ a= 3k, atau bilangan yang habis dibagi 3.

Jika r = 1 =⇒ a= 3k+ 1, atau bilangan yang jika dibagi 3 bersisa 1.

Jika r = 2 =⇒ a= 3k+ 2, atau bilangan yang jika dibagi 3 bersisa 2.

(12)

Jadi jika kamu membagi bilangan dengan 3, maka semua bilangan bulat dapat dibagi jadi 3 kelompok (berdasarkan sisanya):

berbentuk 3k =⇒ {. . . ,−12,−9,−6,−3,0,3,6,9,12, . . .}

berbentuk 3k+ 1 =⇒ {. . . ,−11,−8,−5,−2,1,4,7,10,13, . . .}

berbentuk 3k+ 2 =⇒ {. . . ,−10,−7,−4,−1,2,5,8,11,14, . . .}

Tentu dengan cara yang sama kamu bisa membagi dengan bilangan berapapun, dan akan mendapat berbagai macam bentuk bilangan.

Bentuk bilangan sangat berguna untuk melihat sifat-sifat bilangan bulat.

(13)

Bilangan Genap dan Ganjil

Sifat penjumlahan / pengurangan:

1 genap ±genap = genap.

2 genap ±ganjil = ganjil.

3 ganjil± ganjil = genap.

Sifat perkalian:

4 genap ×genap = genap.

5 genap ×ganjil = genap.

6 ganjil× ganjil = ganjil.

(14)

Contoh 1 : Dari dua bilangan berurutan, pasti terdapat satu bilangan genap.

(15)

Contoh 2 : Dari tiga bilangan berurutan, pasti terdapat satu bilangan kelipatan 3.

(16)

Contoh 3 : Perkalian tiga bilangan berurutan pasti merupakan kelipatan 6.

(17)

Contoh 4 : Apakah mungkin sebuah bilangan kuadrat bersisa 2 ketika dibagi 3.

(18)

Contoh 5 : Apakah mungkin sebuah bilangan kuadrat mempunyai satuan 2?

(19)

Contoh 6 : Adakah bilangan ganjila,b yang memenuhi 1

a+ 1 b = 1

5 ?

(20)

Contoh 7 : Misalkan Sita menuliskan bilangan 1 sampai 10 pada papan secara berurutan. Diantara setiap 2 bilangan yang berurutan, dia memberi tanda + atau−, lalu menghitung hasilnya. Mungkinkah hasilnya 0?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(21)

Contoh 8 : Misalkan n bilangan ganjil dan a1,a2,a3, . . . ,an adalah bilangan bulat.

Jika diketahui

a1+a2+a3+. . .+an= ganjil,

buktikan bahwa pada bilangana1,a2,a3, . . . ,an ada sebanyak ganjil bilangan ganjil .

(22)

Kongruensi

(23)

Kongruensi

Definisi Kongruensi

Jikaadan b memiliki sisa yang sama ketika dibagid >0, maka kita katakan a kongruen b dalam modulo d. Dinotasikan:

a≡b (mod d).

Contoh:

4≡6 (mod 2). Benar karena 4 dan 6 bersisa 0 ketika dibagi 2.

22≡4 (mod 9). Benar karena 22 dan 4 bersisa 4 ketika dibagi 9.

92 ≡26 (mod 11). Benar karena 81 dan 26 bersisa 4 ketika dibagi 11.

19≡ −2 (mod 7). Benar karena 19 dan −2 bersisa 5 ketika dibagi 7.

(24)

6≡0 (mod 3). Benar karena 6 bersisa 0 ketika dibagi 3.

11≡1 (mod 5). Benar karena 11 bersisa 1 ketika dibagi 5.

200≡4 (mod 14). Benar karena 200 bersisa 4 ketika dibagi 14.

−31≡5 (mod 6). Benar karena −31 bersisa 5 ketika dibagi 6.

Kongruen dengan sisa bagi Jikaadibagi d bersisa r, maka

a≡r (modd).

(25)

Misalkanx adalah suatu bilangan sehinggax ≡0 (mod 2).

Berdasarkan hasil sebelumnya, makax harus bersisa 0 ketika dibagi 2.

Artinya,x adalah suatu bilangan genap.

Apakah semua bilangan genap memenuhi? Ya.

Makax={. . . ,−8,−6,−4,−2,0,2,4,6,8, . . .}. Ataux = 2k.

Jadi,

x ≡0 (mod 2) sama saja artinya dengan x= 2k Dan

. . .≡ −8≡ −6≡ −4≡ −2≡0≡2≡4≡6≡8≡. . . (mod 2).

(26)

Maka semua bilangan pasti masuk di salah satu kelompok, 0 (mod 2) atau 1 (mod 2).

. . .≡ −8≡ −6≡ −4≡ −2≡0≡2≡4≡6≡8≡. . . (mod 2).

. . .≡ −7≡ −5≡ −3≡ −1≡1≡3≡5≡7≡9≡. . . (mod 2).

Semua bilangan pasti masuk di salah satu kelompok, 0 (mod 3),1 (mod 3), atau 2 (mod 3).

. . .≡ −12≡ −9≡ −6≡ −3≡0≡3≡6≡9 ≡12≡. . . (mod 3).

. . .≡ −11≡ −8≡ −5≡ −2≡1≡4≡7≡10≡13≡. . . (mod 3).

. . .≡ −10≡ −7≡ −4≡ −1≡2≡5≡8≡11≡14≡. . . (mod 3).

(27)

Sifat-sifat Dasar Kongruensi

1 a≡a (mod d).

2 Jika a≡b (mod d), makab≡a (mod d).

3 Jika a≡b (mod d) danb≡c (mod d), makaa≡c (mod d).

Catatan : Sampai disini, sifat “kongruensi” (≡) sama seperti “sama dengan” (=).

(28)

Sifat-sifat Lain Kongruensi

Jikaa≡b (mod d) danc suatu bilangan bulat, maka:

1 a+c ≡b+c (modd).

2 a−c ≡b−c (modd).

3 ac ≡bc (mod d).

Catatan : Sampai disini, sifat “kongruensi” (≡) masih sama seperti “sama dengan”

(=).

(29)

Sifat-sifat Lain Kongruensi

Jikaa≡b (mod d) danx ≡y (modd), maka:

4 a+x ≡b+y (mod d).

5 a−x ≡b−y (mod d).

6 ax ≡by (modd).

Catatan : Disini, sifat “kongruensi” (≡) berbeda dari “sama dengan” (=).

(30)

Pembagian pada Kongruensi

Kita tahu bahwa 16≡8 (mod 4). Jika dibagi 2, didapat 8≡4 (mod 2).

Apakah benar? Ya.

Sekarang kita coba pada kongruensi 12≡8 (mod 4). Jika dibagi 2, didapat 6≡4 (mod 4).

Apakah masih benar? tidak.

Jadipembagian tidak selalu bisa dilakukan pada kongruensi.

(31)

Pangkat pada Kongruensi

Kita tahu bahwa 5≡2 (mod 3). Apakah:

52 ≡22 (mod 3) ? 53 ≡23 (mod 3) ? 54 ≡24 (mod 3) ? 55 ≡25 (mod 3) ? 52000 ≡22000 (mod 3) ? Ingat sifat ke−6 kongruensi:

Jikaa≡b (mod d) danx ≡y (modd), maka ax ≡by (mod d).

Jika kita piliha=x = 5 danb=y= 2, maka

(32)

Untuk yang lainnya, kita bisa gunakan sifat ke−6 lagi:

Jikaa≡b (mod d) danx ≡y (modd), maka ax ≡by (mod d).

Karena 52≡22 (mod 3) dan 5≡2 (mod 3), maka

52×5≡22×2 (mod 3) =⇒ 53 ≡23 (mod 3).

Karena 53≡23 (mod 3) dan 5≡2 (mod 3), maka

53×5≡23×2 (mod 3) =⇒ 54 ≡24 (mod 3).

Karena 54≡24 (mod 3) dan 5≡2 (mod 3), maka

54×5≡24×2 (mod 3) =⇒ 55 ≡25 (mod 3).

(33)

Dari hal diatas, dapat disimpulkan Sifat Pangkat pada Kongruensi Jikaa≡b (mod d), maka

an≡bn (mod d) untuk semuan bilangan asli.

(34)

Contoh 9 : Tentukan sisa bagi dari 32000 ketika dibagi 13.

(35)

Contoh 10 : Tentukan angka satuan dari 192000.

(36)

Contoh 11 : Tentukan bilangan aslik terkecil sehingga 269+k merupakan kelipatan 127.

(37)

Contoh 12 : Tentukan sisa bagi dari 200520072009 ketika dibagi 7.

(38)

Contoh 13 : Tentukan bilangan asli terkecil yang bersisa 1 ketika dibagi dengan 3,4 dan 5.

(39)

Contoh 14 : Tentukan bilangan asli terkecil yang bersisa 1 ketika dibagi 2, bersisa 5 ketika dibagi 6, dan bersisa 3 ketika dibagi 7.

(40)

Contoh 15 : Tentukan dua digit terakhir dari 72000.

(41)

Contoh 16 : Berapakah sisa bagi dari 6273+ 8273 ketika dibagi dengan 49?

(42)

Selesai !

Referensi

Dokumen terkait

Bilangan irasional adalah bagian dari bilangan real yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan dimana bilangan bulat dan.. Selain dinyatakan dalam bentuk

Dari garis bilangan terlihat bahwa bekerja dengan bilangan 8 bit nilai biner terendah adalah 0000000 yang dalam desimal 0d dan dalam heksa desimal 00H.. Jadi dalam sistem

Himpunan bilangan rasional adalah himpunan bilangan yang mempunyai bentuk p/q atau bilangan yang dapat ditulis dalam bentuk p/q, dimana p dan q adalah anggota bilangan bulat dan q ≠

Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mempunyai kemampuan berpikir kreatif dalam mengoperasikan bilangan pada penyelesaian soal-soal perkalian bilangan bulat bentuk

Dari contoh-contoh diatas dapat disimpulkan bahwa setiap bilangan bulat yang dibagi oleh 9, maka sisanya adalah jumlah berulang dari angka-angka yang terdapat pada bilangan yang

Untuk bilangan besar masih sulit mendeteksi primalitasnya karena kita perlu memastikan suatu bilangan bulat n dapat dibagi oleh banyak bilangan primaa. Dengan mudah dapat

Tentukan bilangan bulat positif a dan b dengan sifat banyaknya bilangan bulat positif n yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk ax + by untuk suatu bilangan bulat non-negatif x,

Pangkat bulat negatif Pangkat bulat negatif terjadi dalam pembagian bilangan berpangkat jika pangkat pembagi lebih besar dari pada pangkat yang dibagi.. Pangkat nol Perhatikan