LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT
TAHUN 2018
PEMERINTAH KABUPATEN AGAM
TAHUN 2018
D
Kata Pengantar
alam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdaya guna, bersih dan bertanggungjawab serta untuk lebih memantapkan pelaksanaan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud pertanggungjawaban dalam mencapai misi dan tujuan instansi pemerintah perlu dikembangkan media pertanggungjawaban yang sistematis dan melembaga.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, sedangkan penyusunannya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Disamping itu, akuntabilitas kinerja harus pula menyajikan penjelasan tentang deviasi antara realisasi kegiatan dengan rencana serta keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah diperlukan pola pengukuran kinerja yang dimulai dari perencanaan strategi dan berakhir pada pengukuran atas kegiatan, program dan kebijakan yang dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Mendasarkan pada kewajiban untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan program dan kegiatan, Inspektorat Kabupaten Agam menyusun LKjIP Tahun 2018 dengan menyajikan pengungkapan keberhasilan dan kegagalan serta hambatan yang dijumpai untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Lubuk Basung, Februari 2018 Inspektur,
H.JUNAIDI,B.Sc,SH Pembina Utama Muda NIP. 19620211 198601 1 005
I
Ikhtisar Eksekutif
nspektorat Kabupaten Agam sebagai Lembaga Pengawas pemerintah Daerah, Inspektorat mempunyai peranan penting dalam mengawal tercapainya akunatabilitas sebagai perwujudan implementasi manajemen pemerintahan Kabupaten Agam dalam menuju good governance dan clean governance. Untuk memaksimalkan fungsi pengawasan serta memenuhi tuntunan dan harapan masyarakat, Inspektorat Kabupaten Agam secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan kinerja yang disusun dalam tahapan yang terencana, konsistensi, terpadu dan berkelanjutan melalui penetapan tujuan dan sasaran yang terukur dirangkum dalam sebuah perencanaan strategis, dengan menetapkan kegiatan yang dapat diandalkan.
Akuntabilitas kinerja yang dicapai Inspektorat menggambarkan suatu hasil yang dicapai dengan membandingkan antara target (hasil yang ingin dicapai dalam suatu periode) dengan realitas capaian kinerja, capaian kinerja ini disajikan dalam suatu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) sebagai sarana evaluasi dan monitoring setiap pelaksanaan kegiatan untuk melakukan perbaikan serta peningkatan kinerja ke depan.
Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2016 – 2021 menetapkan tujuan dan sasaran organisasi untuk berperan aktif dalam mewujudkan Visi Kabupaten Agam “Terwujudnya Kabupaten Agam yang Berkeadilan, Inovatif, Sejahtera, Agamais dan Beradat menuju Agam Mandiri, Berprestasi Yang Madani ” melalui misi ke dua (2) yaitu: Mewujudkan tata pemerintahan yang baik, bersih (good and clean governance) dan profesional.
Adapun Sasaran Strategis yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2016-2021 yaitu:
1. Indeks Reformasi Birokrasi.
2. Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Agam.
Kategori keberhasilan capaian indikator kinerja dibagi dalam skala ordinal yaitu capaian 95% kategori Sangat Berhasil, 80<95% kategori Berhasil, 50 s/d <80% kategori Cukup Berhasil dan capaian <50% kategori Kurang Berhasil.
Dengan mendasarkan pada seluruh dokumen perencanaan, Inspektorat Kabupaten Agam menetapkan 4 (empat) Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu:
1. Presentase Peningkatan Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi dengan Nilai B 2. Hasil Penilaian Peningkatan Maturitas SPIP
3. Presentase OPD yang dibina menjadi unit WBK / WBM
5. Presentase OPD yang memiliki Nilai Evaluasi SAKIP dengan Nilai B 6. Presentase Kasus Pengaduan yang dapat tertangani
7. Hasil Leveling Peningkatan Kapabilitas APIP pada Level III
Realisasi kinerja IKU dapat dicapai sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan, dengan demikian dapat disimpulkan sasaran strategis pada tahun sampai dengan tahun 2018 dapat diwujudkan.
Sedang apabila dilihat dari penetapan kinerja maka ditetapkan 3 (dua) sasaran kinerja strategis dengan 8 (delapan) indikator kinerja dengan rincian sebagai berikut:
1. Sasaran 1 sebanyak 1 indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja 98% kategori sangat berhasil.
2. Sasaran 2 sebanyak 5 indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja 100% kategori sangat berhasil.
3. Sasaran 3 sebanyak 1 indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja 104,5%
kategori sangat berhasil.
Permasalah/kendala dalam pencapaian sasaran antara lain:
1. Penetapan sasaran dan indikator kinerja pada SKPD belum seluruhnya berorientasi hasil, metode pengukuran belum ditetapkan dan belum adanya basis data yang memadahi.
2. Belum seluruh personil memahami pentingnya implementasi SPIP dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya
3. Tindaklanjut yang melibatkan pihak ketiga, khususnya berkaitan dengan kerugian dan kewajiban setor sangat lambat perkembanganya.
4. Belum seluruh personil memahami dengan baik PP 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Adapun Strategi/upaya pemecahan masalah melalui:
1. Reviu dokumen perencanaan secara berkala dan evaluasi capaian kineja setiap triwulan melalui system e-Sakip.
2. Evaluasi maupun penilaian maturitas SPIP secara berkala.
3. Penagihan penyelesaian tindak lajut hasil pemeriksaan secara berkala melalui kedinasan maupun pendekatan personal.
4. Pemantauan penerapan PP 53/2010.
5. Pendampingan kepada SKPD yang beresiko/menghadapi kendala dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.
Daftar Isi
KATA PENGANTAR i IKHTISAR EKSEKUTIF ii
DAFTAR ISI iv
BAB I
PERENCANAAN KINERJA
9 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Struktur Organisasi dan Kelembagaan 1
C. Aspek Strategis Pengawasan 6
D. Permasalahan Utama dan Isu Strategis Pengawasan 7
E. Strategi dan Kebijakan Pengawasan 8
F. Sistematika Laporan Kinerja 8
BAB II PERENCANAAN KINERJA
9
A. Perjanjian Kinerja 9
B. Indikator Kinerja Utama 10
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
11
A. Capaian Kinerja Organisasi 25
1) Kerangka Pengukuran Kinerja 11
2) Capaian Indikator Kinerja Utama 11
3) Capaian Kinerja Sasaran Strategis 12
4) Evaluasi Kinerja Sasaran Strategis 13
B. Realisasi Anggaran 25
BAB IV PENUTUP
27
LAMPIRAN
LAMPIRAN
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang selanjutnya disebut SAKIP, adalah rangkaian sistemik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengiktisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah.
Penyelenggaraan SAKIP dilaksanakan untuk penyusunan Laporan Kinerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelenggaraan SAKIP pada Perangkat Daerah dilaksanakan oleh Entitas Akuntabilitas Kinerja Perangkat Daerah.
Penyelenggaraan SAKIP meliputi: rencana strategis; perjanjian kinerja; pengukuran kinerja; pengelolaan data kinerja; pelaporan kinerja; reviu dan evaluasi kinerja.
B. Struktur Organisasi dan Kelembagaan
Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Agam ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Agam Nomor: 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Agam, dan Peraturan Bupati Agam Nomor: 48 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja Inspektorat Kabupaten, Inspektorat Kabupaten mempunyai tugas membantu Bupati melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan perangkat daerah.
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Inspektorat Kabupaten Agam mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;
2. Pelaksanaan pengawasan internal melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, asistensi dan kegiatan pengawasan lainnya;
3. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati;
4. Penyusunan laporan hasil pengawasan;
5. Pelaksanaan kesekretariatan Inspektorat; dan
6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya dan atau sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Adapun susunan organisasi Inspektorat Kabupaten Agamadalah sebagai berikut : 1. Inspektur.
2. Sekretariat
1) Subbagian Umum, Keuangan dan Kepegawaian 2) Subbagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 3. Inspektur Pembantu Wilayah I .
4. Inspektur Pembantu Wilayah II.
5. Inspektur Pembantu Wilayah III.
7. Kelompok Jabatan Fungsional.
a. Auditor b. P2UPD
C. Sumber Daya Aparatur
Sumber daya manusia sebagai kekuatan internal pada Inspektorat Kabupaten Agam saat ini berjumlah sebanyak 43 ( empat puluh tiga ) orang dengan rincian gambaran sebagai berikut :
a. Berdasarkan status kepegawaian/jenis kelamin :
NO
STATUS KEPEGAWAIAN
JUMLAH (ORANG) KET
Lk Pr
1
2
Pegawai Negeri Sipil
PTT/ Pegawai Kontrak
15
2
20
-
1. 1 orang Supir 2. 1 orang K3 Kantor
JUMLAH 17 20
*) Data per-Desember 2018
b. Berdasarkan tingkat pendidikan formal :
NO TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL
JUMLAH (orang)
KET 1
2 3 4
Pasca Sarjana (S2) Sarjana (S1) Sarjana Muda SLTA/STM/SMEA
2 27
2 5
Lulus / Berijazah
JUMLAH 37
*) Data per-Desember 2018
1) Tenaga Fungsional : a. Auditor
NO JABATAN
JUMLAH
(ORANG) KET 1
2 3 4 5
Auditor Madya / Pengendali teknis
Auditor Ahli Muda/ Ketua Tim Auditor Penyelia / Anggota Auditor Pertama
Auditor Pelaksana
6 6 2 2 1
b. Pejabat Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD)
NO JABATAN JUMLAH
(ORANG)
KET
1
2
Pengawas Madya
Pengawas Muda
5
1
*) Data per-Desember 2018
2) Berdasarkan Formasi Jabatan/Eselon :
NO JABATAN ESELON JUMLAH
(ORANG)
KET 1
2 3 4 5
Inspektur Sekretaris
Irban Pembantu Wilayah I,II & III Kasubag Staf
II b III a III a IV a -
1 1 3 2 7
*) Data per-Desember 2018
D. Sumber Daya Aparatur
Sarana dan prasarana merupakan salah satu indikator penentu untuk
kelancaran kegiatan operasional pengawasan, adapun jenis dan kondisi
sarana/ prasarana yang ada pada Inspektorat Kabupaten Agam saat ini adalah
sebagai berikut :
1. Kendaraan Dinas :
Kendaraan yang ada di Kantor Inspektorat Kabupaten Agam, sebanyak 12 unit yang terdiri dari : 3 Unit kendaraan roda 4 dan 9 Unit kendaraan roda 2
No Nama Barang / Jenis Barang Unit
1 Mobil Operasional 3
2 Kendaraan roda 2 Motor 9
2. Komputer :
Alat pendukung kelancaran pelaksanaan tugas kantor terdiri dari Laptop sebanyak 15 unit, Komputer Pc sebanyak 6 unit, printer sebanyak 6 unit.
No Nama Barang / Jenis Barang Unit
1 Laptop 15
2 Komputer PC 6
3 Printer 6
Bagan Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Agamberdasarkan Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2016 adalah sebagai berikut:
C. Aspek Strategis Pengawasan
Pengawasan merupakan bagian integral dari sistem manajemen modern termasuk manajemen pemerintahan yang mutlak tidak dapat dieliminir, karena pengawasan melekat pada setiap gerak langkah pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Inspektorat Kabupaten Agam merupakan unsur pengawas pemerintah daerah, secara garis besar pelayanan yang diberikan yaitu melaksanakan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah dan desa untuk mewujudkan pemerintahan yang good governenance.
Terkait dengan hal tersebut pelayanan yang diberikan oleh Inspektorat Kabupaten Agam menghadapi tantangan:
1. Tingginya tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan informasi penyelesaian pengaduan masyarakat;
2. Tingginya tuntutan stakeholder atas penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, terdapat peluang bagi pengembangan pelayanan pengawasan, antara lain:
1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP);
2. Peningkatan kapabilitas APIP sebagai bagian dari agenda pembangunan dalam RPJMN Tahun 2015-2019;
3. Adanya komitmen pemimpin daerah dalam penguatan lembaga pengawasan yang dituangkan dalam Piagam Audit Intern;
4. Penguatan pengawasan sebagai bagian dari area perubahan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi sesuai Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2011 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia Tahun 2010–2025.
D. Permasalahan Utama dan Isu Strategis Pengawasan
Permasalahan-permasalahan yang ditemui dalam bidang pengawasan di Kabupaten Agam dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Evaluasi berkala atas efektifitas pengendalian/pemantauan SPIP belum optimal;
2. Pengelolaan barang inventaris dan barang persediaan pada satuan unit kerja belum tertib;
3. Respon penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan oleh pimpinan satuan unit kerja belum optimal;
4. Belum ada unit kerja sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK);
5. Reviu berkala atas cascading antara Pemkab ke SKPD belum optimal;
6. Penerapan elemen dalam kerangka kapabilitas APIP belum optimal.
Berdasarkan identifikasi permasalahan tersebut, dapat dirumuskan isu strategis yang terkait dalam bidang pengawasan yaitu :
1. Tingkat maturitas SPIP masih pada level 3 dari skala 1-5;
2. Tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan oleh satuan unit kerja harus diselesaikan 60 hari setelah laporan diterima;
3. Pengelolaan barang inventaris dan barang persediaan yang tertib pada satuan unit kerja merupakan bagian dalam mempertahankan Opini WTP;
4. Peningkatan indeks Reformasi Birokrasi;
5. Pengukuran kinerja secara terintegrasi merupakan bagian dalam peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah;
6. Lembaga APIP pada tahun 2019 harus mencapai level 3.
F. Sistematika Laporan Kinerja Tahun 2018 Kata pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
Bab II Perencanaan Kinerja Bab III Akuntabilitas Kinerja
A. Capaian Kinerja Organisasi B. Realisasi Anggaran
Bab IV Penutup Lampiran
BAB II
Perencanaan Kinerja
A. Perjanjian Kinerja
Perjanjian Kinerja adalah lembar/dokumen yang berisi penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.
Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahunan bersangkutan, tetapi termasuk kinerja sasaran strategis yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup kinerja yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.
Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2018 seperti dibawah ini:
No Sasaran Startegis Indikator Kinerja Target 1. Indeks Reformasi Birokrasi Presentase OPD yang dilakukan penilaian
Mandiri Reformasi Birokrasi dengan Nilai B
B (64.03) Hasil Penilaian Peningkatan Maturitas SPIP Level 3
(3.06) Presentase OPD yang dbina menjadi Unit
WBK /WBM
10%
2. Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Agam
Presentase tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan Eksternal dan Internal.
80%
Presentase OPD yang memiliki Nilai Evaluasi SAKIP dengan Nilai B
20%
Presentase Kasus Pengaduan yang dapat tertangani
56.41%
Hasil Leveling Peningkatan Kapabilitas APIP Pada Level III
Level III (3.00)
Jumlah anggaran yang dialokasikan untuk mencapai sasaran tersebut seluruhnya sebesar Rp. 5.208.278.317,00-
Untuk mewujudkan sasaran strategis tersebut melalui program-program sebagai berikut : 1. Program Peningkatan Sistem Pengawasan dan Pengendalian pelaksanaan Kebijakan KDH
B. Indikator Kinerja Utama
Inspektorat Kabupaten Agam telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dituangkan dalam Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Agam Tahun 2016-2021 sebagai berikut:
No Indikator Kinerja Satuan Target 1 Presentase OPD yang dilakukan penilaian Mandiri Reformasi
Birokrasi dengan Nilai B
% B
(64.03)
2 Hasil Penilaian Peningkatan Maturitas SPIP Obrik Level 3
(3.06)
3 Presentase OPD yang dbina menjadi Unit WBK /WBM % 10%
4 Presentase tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan Eksternal dan Internal.
% 80%
5 Presentase OPD yang memiliki Nilai Evaluasi SAKIP dengan Nilai B % 20%
6 Presentase Kasus Pengaduan yang dapat tertangani % 56.41%
7 Presentase Peningkatan Kapabilitas APIP Pada Level III % Level III (3.00)
BAB III
Akuntabilitas Kinerja
A. Capaian Kinerja Organisasi
1) Kerangka Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.
Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.
Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokkan dalam skala pengukuran dan predikat kinerja sebagai berikut:
No Nilai Kinerja Predikat Kinerja
1 95 s/d 100 Sangat Berhasil 2 80 s/d <95 Berhasil 3 50 s/d <80 Cukup Berhasil 4 0 s/d <50 Kurang Berhasil
Penetapan angka capaian kinerja terhadap hasil persentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai lebih dari 100% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 100.
Angka capaian kinerja terhadap hasil persentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai kurang dari 0% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 0.
2) Capaian Indikator Kinerja Utama
Hasil pengukuran indikator kinerja utama sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2018
Target Realisasi Capaian (%) 1 Presentase OPD yang dilakukan penilaian
Mandiri Reformasi Birokrasi dengan Nilai B
% B
(64.03)
- -
2 Hasil Penilaian Peningkatan Maturitas SPIP Obrik Level 3 (3.060)
Level 3 (3.02)
98,69
3 Presentase OPD yang dbina menjadi Unit WBK /WBM
% 10% - -
4 Presentase tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan Eksternal dan Internal.
% 80% 86% 107
5 Presentase OPD yang memiliki Nilai Evaluasi SAKIP dengan Nilai B
% 20%
(63.06)
102%
(66,36)
102%
6 Presentase Kasus Pengaduan yang dapat tertangani
% 56.41%
48 Kasus
81,25%
39 Kasus
81,25%
7 Presentase Peningkatan Kapabilitas APIP Pada Level III
% Level III (3.00)
Level III (2.98)
99,34%
Perbandingan capaian kinerja dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 sebagai berikut:
No Indikator Kinerja
Realisasi
2016 2017 2018
1 Presentase OPD yang dilakukan penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi dengan Nilai B
- - -
2 Hasil Penilaian Peningkatan Maturitas SPIP Level 3 (3.02)
Level 3 (3.02)
Level 3 (3.02)
3 Presentase OPD yang dbina menjadi Unit WBK /WBM
- - -
4 Presentase tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan Eksternal dan Internal.
86% 86% 86%
5 Presentase OPD yang memiliki Nilai Evaluasi SAKIP dengan Nilai B
102%
(66,36)
102%
(66,36)
102%
(66,36) 6 Presentase Kasus Pengaduan yang dapat
tertangani 81,25%
39 Kasus
81,25%
39 Kasus
81,25%
39 Kasus 7 Presentase Peningkatan Kapabilitas APIP
Pada Level III
Level III (2.98) Level III (2.98)
Level III (2.98)
Indikator kinerja pengawasan dalam mendukung mewujudkan misi 2 (dua) Kabupaten Agam dapat ditunjukan melalui Akuntabilitas Kinerja Pemerintah pada unit kerja, penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan, dan capaian tingkat kapabilitas APIP dari capaian indikator tersebut terlihat selama 5 tahun terakhir realisasi kinerja dapat dicapai sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan.
Dengan demikian dapat disimpulkan Sasaran Strategis pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 dapat diwujudkan.
3) Capaian Kinerja Sasaran Strategis
Dari 2 sasaran strategis dengan indikator kinerja sebanyak 8 indikator kinerja, pencapaian kinerja sasaran Inspektorat Kabupaten Agam adalah sebagai berikut :
No Predikat Jumlah Indikator Kinerja
1 Sangat Berhasil 4
2 Berhasil 1
3 Cukup Berhasil 0
4 Kurang Berhasil 2
Jumlah 8
Adapun pencapaian kinerja sasaran dirinci dalam tabel, sebagai berikut :
No Sasaran Jumlah Rata-rata 0 s/d 50 s/d 80 s/d 95 s/d 100 Indikator Capaian <50 <80 <95 1 Indeks Reformasi
Birokrasi
2 85% Kurang
Berhasil
Berhasil
2 Meningkatkan
Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Agam
4 98,56 Sangat
Berhasil
4) Evaluasi Kinerja Sasaran Strategis Sasaran 1 :
“Indeks Reformasi Birokrasi “
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Indeks Reformasi Birokrasi dengan 2 (dua) indikator kinerja sasaran memperlihatkan capaian kinerja sebesar 85 % dengan uraian 1 Indikator dengan predikat Kurang Berhasil dan 1 Indikator dengan predikat Sangat Berhasil
Hasil pengukuran indikator kinerja sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2018
Target Realisasi Capaian 1 Presentase OPD yang dilakukan penilaian Mandiri
Reformasi Birokrasi dengan Nilai B
% 100 20% 60.00
2 Hasil Penilaian Peningkatan Maturitas SPIP % 100 Level 3 (3.028)
95,83
Perbandingan realisasi kinerja dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 sebagai berikut:
No Indikator Kinerja
Realisasi
2016 2017 2018
1 Presentase OPD yang dilakukan penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi dengan Nilai B
- - 20%
2 Hasil Penilaian Peningkatan Maturitas SPIP - 2,035 3,028
Perbandingan realisasi kinerja dari tahun 2018 sampai dengan akhir periode RPJMD sebagai berikut:
Target
No Indikator Kinerja Satuan Akhir Realisasi Tingkat RPJMD 2018 Kemajuan 1 Presentase OPD yang dilakukan penilaian
Mandiri Reformasi Birokrasi dengan Nilai B
% 100 65,85 98
1. Presentase OPD yang dilakukan penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi dengan Nilai B, target 15 OPD yang akan dinilai 20%, terealisasi 6 OPD sehingga capaiannya 60.00%.
Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu berdasarkan Laporan Hasil Peninaian Tingkat Maturitas SPIP OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2018.
Pada tahun 2018, Inspektorat Kabupaten Agam melaksanakan penilaian terhadap 10 OPD. Hasil penilaian menunjukan jumlah unit kerja (OPD) dengan tingkat implementasi SPIP minimal baik sebanyak 10 OPD atau 60.00% dengan rincian sebanyak 5 OPD mendapatkan predikat Baik dan 1 OPD mendapatkan predikat Cukup.
Capaian kinerja SKPD dengan tingkat implementasi SPIP minimal Baik = 60%
Target kinerja unit kerja dengan tingkat implementasi SPIP minimal Baik = 100%
Tingkat capaian kinerja = (60/100) x 100% = 60%.
2. Hasil Penilaian Peningkatan Maturitas SPIP, target 20 OPD yang akan dinilai 20%, terealisasi 17 OPD sehingga capaiannya 85.00%.
Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu berdasarkan laporan hasil penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah oleh BPKP Perwakilan Daerah Propinsi Sumatera Barat .
Berdasarkan Laporan Hasil Penilaian BPKP Perwakilan Propinsi Sumatera Barat hasil penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Nomor: LAP-214/PW12/3/2018 tanggal 18 Juli 2018 tentang Hasil Penilaian Tingkat Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pegendalian Intern Pemerintah pada Pemerintah Kabupaten Agam Tahun 2018 hasil evaluasi penerapan tata kelola APIP Inspektorat Kabupaten Agam menunjukkan bahwa tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP pada level “terdefinisi” (level 3 dengan Nilai 3,028) atau tingkat 4 dan 6 tingkat maturitas SPIP.
Capaian kinerja hasil penilaian maturitas SPIP = Level 3 Target kinerja hasil penilaian maturitas SPIP = level 3 Tingkat capaian kinerja = (3/3) x 100% = 95,83%
14 Sasaran 2 :
“
Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Agam“
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Agam dengan 5 (lima) indikator kinerja sasaran memperlihatkan capaian kinerja sebesar 98,56 % dengan uraian 1 Indikator dengan predikat Kurang Berhasil dan 4 Indikator dengan predikat Sangat Berhasil
1. Presentase OPD yang dibina menjadi Unit WBK / WBM, target 2 OPD yang akan dinilai , terealisasi tidak ada dinilai sehingga capaiannya 0 %.
Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu berdasarkan Laporan Hasil Penilaian OPD untuk dijadikan Unit WBK/WBM di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2018.
Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu unit kerja yang mendapatkan pembinaan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI-WBK/WBBM) oleh tim penilai ZI- WBK/WBBM kabupaten sampai dengan tahun 2018.
Pada tahun 2018, Inspektorat Kabupaten Agam belum bisa melaksanakan penilaian terhadap 2 OPD. Disebabkan belum adanya pencanangan Zona Integritas terhadap Pemerintah Daerah dan baru bersifat Sosialisasi terhadap Zona Integritas Tersebut.sehingga pencapaian untuk pelaksanaan penilaian Zona Tidak Terealisasi.
2. Presentase tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan eksternal dan internal, target 80%, terealisasi 86,92%, sehingga capaiannya 108,65%.
Hasil pengukuran indikator tersebut merupakan rata-rata dari dua (2) sub indikator kinerja yaitu:
a. Persentase rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) selesai ditindaklanjuti;
b. Persentase rekomendasi Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) selesai ditindaklanjuti.
Dengan penjelasan pengukuran sebagai berikut:
a. Persentase rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) selesai ditindaklanjuti.
Metode pengukuran indikator kinerja persentase rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) selesai ditindaklanjuti yaitu tindak lanjut dengan status Sesuai Rekomendasi pada periode pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Semester II pada tahun berjalan.
Pembukaan Pemeriksaan BPK RI Perwakilan subar
BPK setiap 6 bulan (semester) melaksanakan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas seluruh jenis pemeriksaan yang dilaksanakan oleh BPK selama periode 10 tahun terakhir (pemeriksaan tahun 2009 sampai dengan tahun 2018). Status penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan ada 3 tingkatan yaitu: Sesuai Rekomendasi, Belum Sesuai Rekomendasi, dan Belum Ditindaklanjuti.
Inspektorat Kabupaten Agam sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya pada saat proses pemeriksaan mengkoordinasikan dan mendampingi OPD, selanjutnya pada saat proses tindak lanjut hasil pemeriksaan mengkoordinasikan dan memfasilitasi OPD dalam penyelesaian rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.
Hasil pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan periode Semester II Tahun 2018, menunjukan Laporan Hasil Pemeriksaan atas 43 obyek pemeriksaan mengungkapkan 415 temuan pemeriksaan dan 808 rekomendasi. Pemerintah Kabupaten Agamtelah menindaklanjuti rekomendasi dengan status Sesuai Rekomendasi sebanyak 647 atau 80%, Belum Sesuai Rekomendasi sebanyak 161 atau 20% dan Belum Ditindaklanjuti 0%.
Perkembangan Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI per Semester II tahun 2018 sebagai berikut:
No Uraian Sampai dengan Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1 Jumlah Temuan 296 340 368 393 415
2 Jumlah Rekomendasi 532 627 688 759 808
3 TL Sesuai Rekomendasi 509 579 608 684 738
4 TL Belum Sesuai Rekomendasi 23 35 80 75 70
5 TL Belum Ditindaklanjuti 0 13 0 0 0
% Tindak lanjut sesuai rekomendasi 95,67 92,34 88,37 90,12 91,33
Dari temuan hasil pemeriksaan BPK tersebut, terdapat temuan hasil pemeriksaan dan rekomendasi yang masuk dalam kategori sulit untuk ditindaklanjuti antara lain karena melibatkan kewenangan dari Pemerintah Pusat (temuan dengan sumber dana dari APBN), person wajib setor ke Kas Negara/Daerah telah meninggal dunia.
Terhadap temuan yang sulit untuk penyelesaiannya, Pemerintah Kabupaten Agam telah mengirimkan surat kepada BPK RI untuk meninjau kembali kebijakan penyelesaian tindaklanjutnya.
b. Persentase rekomendasi Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) selesai ditindaklanjuti. .
Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu penyelesaian rekomendasi hasil pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Agam atas Pemeriksaan Reguler (Komprehensif) dan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu termasuk pemeriksaan pada pemerintahan desa yang dilaksanakan pada tahun berjalan.
Pada tahun 2018, Inspektorat Kabupaten Agam melaksanakan pemeriksaan reguler pada 24 unit kerja, pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada 36 unit kerja, pemeriksaan khusus pada pemerintahan Nagari sebanyak 24 desa dan pemeriksaan kasus sebanyak 10 kasus, sehingga seluruhnya sebanyak 94 obyek pemeriksaan.
Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dalam proses pemeriksaan berkewajiban membantu obyek pemeriksaan untuk segera menindaklanjuti kelemahan- kelemahan yang diperoleh dalam masa pemeriksaan, terutama kelemahan dalam kegiatan fisik pembangunan dan pencatatan/administrasi. Disamping itu untuk kelemahan yang bersifat perbaikan manajemen dituangkan dalam poin hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian.
Perkembangan Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Agam Tahun 2014 sampai dengan tahun 2018.
No Uraian Sampai dengan Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1 Jumlah Obyek Pemeriksaan 144 148 96 108 94
2 Jumlah Temuan 64 103 88 82 103
3 Jumlah Tindaklanjut 52 88 71 57 85
4 % Tindaklanjut temuan 81,25 85,44 80,68 70 82,52
Capaian kinerja Persentase rekomendasi hasil pengawasan ditindaklanjuti = (91,33% + 82,52%) / 2 = 86,92%
Target kinerja Persentase rekomendasi hasil pengawasan ditindaklanjuti = 80%
Tingkat capaian kinerja = (86,92/80) x 100% = 108,65%
3. Persentase SKPD dengan nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (AKIP) dengan Nilai B, target 20%, terealisasi 85.71% sehingga capaian kinerjanya 98%.
Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu berdasarkan laporan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2018.
Hasil evaluasi menunjukan jumlah unit kerja (OPD) yang mendapatkan predikat minimal B sebanyak 23 SKPD atau 85.71% dengan rincian sebagai berikut:
sebanyak 31 OPD mendapatkan predikat BB atau Memuaskan, 16 OPD mendapatkan predikat B atau Memuaskan dan 2 OPD mendapatkan predikat CC.
Capaian kinerja unit kerja dengan tingkat akuntabilitas minimal B = 35 OPD atau 85.71 % dari 43 SKPD
Target kinerja unit kerja dengan tingkat akuntabilitas minimal B = 20%
Tingkat capaian kinerja = (85.71/20) x 100% = 104%.
4. Presentase Kasus pengaduan yang dapat tertangani, target 56.41%, terealisasi 100%, sehingga capaiannya 100%
Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu berdasarkan laporan Pengaduan Masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam yang telah di setujui oleh Kepala daerah untuk di periksa yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2018.
Hasil evaluasi menunjukan jumlah Kasus (OPD) yang dapat ditangani sebanyak 48 Kasus dengan realisasi sebanyak 41 Kasus atau 98,76 % dengan rincian sebagai berikut:
1) Penanganan Kasus dan Pemeriksaan Khusus dari tahun sebelumnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini sebagai berikut :
Unit Kerja
Jumlah obrik pemeriksaan
Jumlah rencana pelaksanaan penanganan pemeriksaan kasus
/ khusus yang diperiksa
2016 2017 2018 2016 2017 2018
Perceraian 22 20 26 22 20 26
Verifikasi 10 15 18 10 15 18
Jumlah 40 38 48 40 38 48
Realisasi capaian Kinerja atas pengaduan kasus Masyarakat dan khusus melebihi dari target kinerja yang telah ditetapkan Tahun 2018 dengan hasil sebagai berikut :
Unit Kerja
Jumlah obrik pemeriksaa
n
Jumlah realisasi obrik yang diperiksa
2014 2015 2016 2017 2018
Kasus
Pengaduan 46
4 15 6 2 2
Disiplin Pegawai 53 5 18 3 1 2
Perceraian 159 23 32 38 24 19
Verifikasi 117 70 2 43 17 18
Jumlah 375 102 67 90 44 41
Capaian kinerja penanganan Kasus = 48 Kasus atau 98.76 % dari 41 OPD Target kinerja unit kerja dengan penanganan kasus pengaduan =
56.41% Tingkat capaian kinerja = (98.76/56.41) x 100% = 175%.
Melebihi dari target yang ditetapkan disebabkan karena jumlah kasus yang masuk tidak dapat diprediksi
5. Hasil Leveling Peningkatan Kapabilitas APIP pada Level III target Level III (3.00) terealisasi 100%, sehingga capaiannya 100%
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Meningkatnya Kapabilitas APIP dengan 1 (satu) indikator kinerja sasaran memperlihatkan capaian kinerja sebesar 100%
dengan predikat Sangat Berhasil.
Hasil pengukuran indikator kinerja sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2018
Target (%) Realisasi (%) Capaian (%)
1 Hasil leveling lembaga pengawasan level 3 3 100
Perbandingan capaian kinerja dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018
No Indikator Kinerja Realisasi
2014 2015 2016 2017 2018
1 Hasil leveling lembaga pengawasan 2 2 2 3 3
Perbandingan realisasi kinerja tahun 2018 sampai dengan akhir periode RPJMD
No Indikator Kinerja Satuan Target Akhir Realisasi Tingkat RPJMD 2018 Kemajuan
1 Hasil leveling lembaga pengawasan level 3 3 100
Hasil leveling lembaga pengawasan, target level 3, terealisasi level 3 pada semua elemen sehingga capaian kinerjanya 100%.
Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu berdasarkan laporan hasil evaluasi penerapan tata kelola APIP Inspektorat Kabupaten Agam yang dilaksanakan oleh BPKP Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018.
Berdasarkan LHE BPKP Perwakilan DIY Nomor: LQAPIP-322/PW12/6/2018 tanggal 2 November 2016 tentang Laporan Hasil Penjaminan Kualitas (Quality Assurance) atas Penilaian Mandiri Kapablitas APIP Level 3 pada Inspektorat Kabupaten Agam, menyebutkan Inspektorat Kabupaten Agamberada pada Level 3 untuk semua elemen.
Capaian kinerja Hasil Leveling lembaga pengawasan = level 3 Tagret kinerja Hasil Leveling lembaga pengawasan = level 3 Tingkat capaian kinerja = (3/3 )x 100% = 100%
5) Program / kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja sasaran
“Indeks Reformasi Birokrasi dan Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Agam “ adalah sebagai berikut:
1. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH.
2. Program Peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur.
Realisasi anggaran yang dipergunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp. 5,101,311,103,- dari anggaran sebesar Rp. 5,024,811,303 atau 97.63%. Realisasi keuangan 98.50% jika dibandingkan dengan realisasi capaian kinerja sasaran sebesar 13.96 %, maka terdapat efisiensi penggunaan sumber daya keuangan dalam mencapai sasaran tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran adalah:
Komitmen seluruh ASN untuk meningkatkan kapabilitas APIP Hambatan/masalah :
Kompetensi dan kapabilitas SDM belum cukup memadai.
Strategi/upaya pemecahan masalah :
1. Menyusun prioritas kegiatan pengawasan dan melaksanakannya sesuai dengan pedoman yang berlaku.
2. Mengimplementasikan Key Process Area (KPA) secara baik.
3. Melakukan Self Assessment secara berkala untuk menjaga dan memelihara Kapabilitas APIP Level 3.
6). Program/kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian kinerja sasaran “Indeks Reformasi Birokrasi dan Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Agam adalah sebagai berikut:
1. Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH, dengan kegiatan:
a. Pengawasan internal secara berkala.
b. Penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah c. Pengendalian manajemen pelaksanaan kebijakan KDH.
d. Penyusunan Kebijakan System dan prosedur Pengawasan
2. Program Peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur, dengan kegiatan:
a. Pelatihan Pengembangan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan
Realisasi anggaran yang dipergunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp1.330.172.900,- dari anggaran sebesar Rp1.304.538.186,- atau 98.07%. Realisasi
keuangan 98.50% jika dibandingkan dengan realisasi capaian kinerja sasaran sebesar 13.96 %, maka terdapat efisiensi penggunaan keuangan dalam mencapai sasaran tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran adalah:
1. Tingginya kepedulian aparat dan stakeholder untuk melaksanakan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan/akuntabel.
2. Adanya komitmen Bupati dan pimpinan OPD untuk pengawalan terhadap Indeks Reformasi Birokrasi dengan 8 Area Perubahaan termasuk penilaian Zona Integritas dengan Opini WBK dan WBM sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan Penilaian Reformasi Birokrasi dari Menteri Pendayagunaan
3. Adanya komitmen Bupati dan pimpinan OPD bahwa Implementasi SPIP sebagai salah satu strategi untuk mempertahankan Opini WTP.
3. Komitmen pimpinan yang tinggi untuk segera menyelesaikan seluruh temuan/kelemahan hasil pemeriksaan internal dan eksternal.
4. Tingginya harapan stakeholder termasuk komponen masyarakat akan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.
Hambatan/masalah :
1. Penetapan sasaran dan indikator kinerja pada OPD belum seluruhnya berorientasi hasil, metode pengukuran belum ditetapkan dan belum adanya basis data yang memadahi.
2. Belum seluruh staf/personil memahami pentingnya Penilaian Reformasi Birokrasi dan implementasi SPIP dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya 3. Tindaklanjut yang melibatkan pihak ketiga, khususnya berkaitan dengan kerugian
dan kewajiban setor sangat lambat perkembanganya.
4. Belum seluruh staf/personil memahami dengan baik PP 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Strategi/upaya pemecahan masalah :
1. Reviu dokumen perencanaan secara berkala dan evaluasi capaian kineja setiap triwulan melalui sistem e-Sakip.
2. Evaluasi maupun penilaian maturitas SPIP secara berkala.
3. Melakukan identifikasi Dokumen Penilaian Reformasi birokrasi dan Zona Integritas serta meevaluasi dokumen penilaian tersebut.
4. Penagihan penyelesaian tindak lajut hasil pemeriksaan secara berkala melalui kedinasan maupun pendekatan personal.
5. Pemantauan penerapan PP 53/2010.
6. Pendampingan kepada SKPD yang beresiko/menghadapi kendala dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.
B. Realisasi Anggaran
Penggunaan biaya untuk mencapai sasaran strategis tahun 2018 sesuai dengan Perjanjian Kinerja tahun 2018, yaitu untuk mencapai 2 sasaran strategis, dianggarkan sebesar Rp. 5.101.311.103,- dan terealisasi sebesar Rp. 5.024.811.303 atau 98.50%.
Adapun anggaran dan penggunaan dana untuk masing-masing sasaran strategis terdapat dalam tabel berikut:
LAPORAN REALISASI ANGGARAN INSPEKTORAT KABUPATEN AGAM
TAHUN 2018 NOMOR
URUT
URAIAN ANGGARAN REALISASI %
5 BELANJA 5,101,311,103 5,024,811,303 98.50
5.1 URUSAN WAJIB
5.1.20.07 INSPEKTORAT 5.1.01.1.20.07.
1
BELANJA TIDAK LANGSUNG
2,938,278,289 2,911,526,613 99.09 5.1.01.1.20.07.
1.1
Belanja Pegawai 2,938,278,289 2,911,526,613 5.1.01.1.20.07.
2
BELANJA LANGSUNG
2,163,032,814 2,113,284,690 97.70 5.1.01.1.20.07.
2.1
Belanja Pegawai 128,670,000 125,790,000 97.76
5.1.01.1.20.07.
2.2
Belanja Barang dan Jasa
1,902,337,814 1,855,846,190 97.56 5.1.01.1.20.07.
2.3
Belanja Modal 132,025,000 131,648,500 99.71
Jumlah Tahun 2018 5,101,311,103 5,024,811,303 98.50 Jumlah Tahun 2017 5,059,704,768 4,939,704,768 97.63 Naik ( Turun ) 41,606,335. 120,000,000 111,59
Belanja pegawai dialokasikan untuk pembayaran gaji dan tunjangan, gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan beras, honorarium, dan lembur pegawai dengan realisasi sebesar Rp. 2.590.109.068,- atau 97,90% dari anggaran. Belanja barang dan jasa disediakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan kantor, pemeliharaan sarana dan prasarana kantor, serta perjalanan dinas dengan realisasi sebesar Rp. 2.195.884.400,- atau 97,12% dari anggaran. Kelompok belanja lainnya adalah belanja modal yang realisasinya sebesar Rp.50.823.000,- atau 99,74 %. Sehingga total realisasi seluruh anggaran tahun 2018 sebesar Rp.4.836.816.468,- atau 97.56 % dari total anggaran sebesar Rp.4.957.651.162,-. Dibandingkan dengan anggaran dan realisasi tahun 2017 terdapat peningkatan realisasi anggaran tahun 2018 sebesar Rp.527.816.708,- atau
dinas yang berjumlah Rp. 2.195.884.400,- meningkat dibandingkan anggaran tahun 2017 sebesar Rp 1.569.570.500,- dan direalisasikan sebesar Rp 1.511.036.011, Penyerapan anggaran perjalanan dinas ini merupakan komponen terbesar untuk melaksanakan tugas dan kegiatan Inspektorat Kabupaten Agam ke seluruh unit kerja dilingkungan Pemerintah Daerah
ANGGARAN LIMA TAHUNAN TAHUN 2014 - 2018 INSPEKTORAT KABUPATEN AGAM URAIAN
ANGGARAN
2018 2017 2016 2015 2014
BELANJA TIDAK LANGSUNG
2,938,278,289 2.911.292.368 2.518.579.112 2.387.545.581 2.555.772.298
Belanja Pegawai 2,938,278,289 2.911.292.368 2.518.579.112 2.387.545.581 2.555.772.298 BELANJA LANGSUNG 2,163,032,814 2.148.412.400 2.439.072.050 1.928.900.159 1.133.411.000
Belanja Pegawai 128,670,000 147.718.500 127.120.000 127.450.000 86.365.000 Belanja Barang dan Jasa 1,902,337,814 2.0000.693.900 2.260.994.050 1.569.570.500 1.016.046.000
Belanja Modal 132,025,000 - 50.958.000 231.879.659 31.000.000
Jumlah 5,101,311,103 5,059,704,768 4.957.651.162 4.316.445.740 3.689.183.298
Berdasarkan data keuangan lima tahunan (2014-2018), terlihat bahwa perbandingan komponen biaya tahun 2014 - 2018 secara total cenderung mengalami kenaikan mulai sejak tahun 2015. Namun jika dilihat per jenis komponen belanja, ternyata terdapat kenaikan anggaran yang sangat signifikan pada tahun 2017 dan 2018 pada komponen belanja barang operasional dengan total kenaikan Rp. 41.606.335,- Hal ini tingkat target capaian kinerja Inspektorat kabupaten Agam dibandingkan dengan perbandingan tahun 2016 dengan 2015, sangat berbeda.
No Uraian Kegiatan Anggaran
(Rp)
Realisasi
Keuangan (%)
Realisasi Fisik
(%)
Keterangan
I PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
580.529.004
96,20
100 Efesien
1 penyediaan jasa komunikasi , sumber daya air dan listrik
88.009.928
87,31
100 Efisien
2 Penyediaan Alat Tulis Kantor
49.939.450
99,88
100 Efisien
3 Rapat - Rapat Koordinasi keluar daerah luar propinsi
126.527.750
96,40
100 Efisien
4 Penunjang Operasiona Administrasi Perkantoran
111.355.850
99,65
100 Efisien
5 Penunjang Operasiona Jasa Perkantoran
204.696.026
97,65
100 Efisien
II PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR
228.217.500
99,47
100 Efesien
1 Pengadaan perlengkapan gedung kantor 228.217.500
99,47
100 Efisien
PENGAWASAN INTERNAL DAN PENGENDALIAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN KDH
1.189.442.269 99,55
1 Pelaksanaan Pengawasan internal secara berkala
32.410.000
99,95
99,93 Efisien
2 Penanganan Kasus Pengaduan dilingkungan Pemerintah Daerah
131.235.000
99,90
98,76 Efisien
3 Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan KDH
87.890.000
99,27
85,71 Efisien
4 Penyusunan Kebijakan System dan prosedur Pengawasan
131.235.000
99,87
99,23 Efisien
IV PROGRAM PENINGKATAN
PROFESIONALISME TENAGA PEMERIKSA DAN APARATUR PENGAWASAN
115.095.917
85,02
97,94 Efesien
1 Pelatihan Pengembangan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan
115.095.917
85,02
97,94 Efisien
Efisiensi penggunaan sumber daya keuangan terjadi antara lain karena:
1. Realisasi pengadaan barang dan jasa dilaksanakan sesuai harga pasar/lebih rendah dari Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ), tidak sepenuhnya mengacu pada harga yang tercantum dalam SHBJ.
2. Terdapat anggaran yang tidak direalisasikan, khususnya yang bersifat supporting (misalnya makan minum rapat, perjalanan dinas dalam dan luar daerah), tanpa mengurangi efisiensi pemenuhan kebutuhan.
3. Mekanisme perubahan anggaran dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran, lebih pada pergeseran anggaran yang tidak terealisir ke dalam pos-pos pembiayaan yang membutuhkan anggaran lebih.
L
BAB IV
Penutup
aporan Kinerja Instansi Pemerintah Inspektorat Kabupaten Agam Tahun 2018 merupakan wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2018 dalam pencapaian misi dan tujuan instansi
pemerintah, serta dalam rangka perwujudan good governance. Laporan kinerja ini memuat pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja atas pelaksanaan kegiatan dan program yang dijalankan dalam tahun 2018 yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan serta efektivitas dan efisiensi program dan kebijakan yang ditetapkan.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja sebagaimana yang diuraikan pada BAB III maka dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja sasaran Inspektorat Kabupaten Agam tahun 2018 dengan 2 sasaran secara keseluruhan berhasil dapat disimpulkan dalam empat kategori hasil penilaian, yaitu:
1. Indikator Capaian Kinerja melebihi target yang ditetapkan, sebanyak 2 Indikator Kinerja.
2. Indikator Capaian Kinerja sesuai dengan target yang ditetapkan, sebanyak 5 indikator Kinerja .
3. Indikator Capaian Kinerja dibawah target yang ditetapkan sebanyak 1 Indikator Kinerja . 4. Indikator Capaian Kinerja tidak terlaksana 1 Indikator kinerja tidak terlaksana dengan baik.
Secara umum capaian kinerja tahun 2018, Inspektorat Kabupaten Agam, telah berhasil, hal ini didukung dengan keberhasilan atas 7 indikator kinerja kegiatan atau capaian kinerja kegiatannya mencapai target yang ditetapkan dalam Renstra atau Tapkin tahun 2018. Meskipun demikian masih terdapat 2 Indikator Kinerja kegiatan yang mendukung sasaran tersebut masih belum mencapai hasil yang optimal atau masih di bawah target yang ditetapkan tahun 2018.
Harapan kami agar dari hasil pengukuran kinerja yang tertuang dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini dapat memperbaiki kinerja di masa yang akan datang.
Lubuk Basung, Februari 2018 Inspektur,
H.JUNAIDI,B.Sc,SH Pembina Utama Muda NIP. 19620211 198601 1 005