JUAL BELI MENGGUNAKAN MEMBER CARD DITINJAU DARI ETIKA BISNIS ISLAM
(Studi Kasus Chandra Super Store 22 Kota Metro)
Oleh : EKA ARINA NPM : 1287544
Jurusan : Ekonomi Syariah (ESy) Fakultas: Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
TAHUN 2017
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS DAN MEMENUHI SEBAGAI SYARAT MEMPEROLEH GELAR SERJANA
EKONOMI (SE)
Oleh EKA ARINA
1287544
Pembimbing I: Drs. Tarmizi, Mag Pembimbing II: Liberty SE,MA
Jurusan : Ekonomi Syariah (Esy) Fakultas: Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
TAHUN 2017
ETIKA BISNIS ISLAM
(Studi Kasus di Chandra Super Store 22 Kota Metro)
Oleh EKA ARINA
Member card adalah kartu keanggotaan pada perusahaan atau toko yang dibuat dengan tujuan tertentu agar mendapatkan keuntungan bagi si pengguna kartu. Keuntungan ini dapat berupa diskon dan penukaran hadiah. Pelanggan menjadi terikat secara terus-menerus di Chandra Super Store demi mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan hadiah. Melihat fenomena itulah peneliti memandang bahwa Member Card Chandra Super Store merupakan strategi penjualan Chandra Super Store. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jual beli menggunakan member card ditinjau dari etika bisnis Islam di Chandra Super Store 22 Kota Metro.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini ada dua, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder.
Sumber data primer adalah sumber data utama yang diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap pihak yang mempunyai member card di Chandra Super Store 22 Kota Metro. Sumber data sekunder merupakan sumber data yang telah tersedia dalam berbagai bentuk seperti tulisan-tulisan yang telah diterbitkan, dokumen-dokumen Negara, buku-buku, balai penerbitan dan lain-lainTekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data wawancara (interview) dan dokumentasi. Semua data-data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif.
Berdasarkan hasil penelitian, member card dalam transaksi jual beli ditinjau dari etika bisnis Islam maka transaksi menggunakan member card diperbolehkan namun barang yang dibelanjakan harus bermanfaat. Terdapat unsur keterbukaan dan kerelaan. Pemberlakukan dan penggunaan member card di Chandra Super Store 22 Kota Metro adalah boleh atau sah dan tidak bertentang dengan etika bisnis Islam karena tidak ditemukan adanya unsur yang merugikan pembeli/pelanggan namun sebaliknya konsumen merasakan keuntungan yang didapat dari member card Chandra Super Store 22 Kota Metro
vii
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan
perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu, dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang
kepadamu” (QS. An-Nisa’ : 29)1
1Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Bandung: Diponegoro, 2010), h. 83
viii
Karya ini saya persembahkan untuk ayah Abdul Wahid dan ibu Endang Pratiwi tercinta atas segala bentuk pengorbanan, kasih sayang serta doa yang selalu mereka panjatkan selama ini.
Untuk suamiku Dedi Setyawan dan anakku Hafidzh Zayn Malik yang tersayang, yang selalu mendukung dan memberi semangat serta doa selama ini.
Untuk adik-adik saya yang bernama M. Riki Izudin dan Sirozul Munir yang turut memberikan keceriaan serta warna dalam segala hal. Dan untuk sahabat seperjuangan Ria Dwi Jayanti, Azizah Arum Muslihatin, Nuir Azizah , Thoyyibatul Mukaromah yang tak pernah lelah untuk mengingatkan saya untuk menyelesaikan skripsi ini
Untuk semua teman-teman seperjuangan Ekonomi Syariah di IAIN Metro Lampung, dan khususnya untuk semua sahabat saya di ekonomi syariah angkatan 2012, kelas A. Begitu banyak kenangan yang telah kita lewati bersama yang akan selalu saya ingat dan saya kenang.
xi
ABSTRAK ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
HALAMAN ORISINALITAS PENELITIAN ... v
HALAMAN MOTTO ... vi
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4
1. Tujuan Penelitian ... 4
2. Manfaat Penelitian ... 4
D. Penelitian Relevan ... 5
BAB II LANDASAN TEORI A. Jual Beli dengan Member Card ... 7
1. Pengertian Jual Beli dengan Member Card ... 7
2. Rukun dan Syarat Jual Beli dengan Member Card ... 8
3. Tujuan Jual Beli dengan Member Card ... 10
B. Etika Bisnis tentang Jual Beli dengan Member Card ... 12
1. Pengertian Etika Bisnis... 12
2. Prinsip Etika Bisnis ... 13
C. Jual Beli dengan Member Card Ditinjau dari Etika Bisnis Islam .. 18
xii
C. Teknik Pengumpulan Data ... 24 D. Teknik Analisis Data ... 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil Chandra Super Store 22 Kota Metro ... 29 B. Jual Beli dengan Member Card di Chandra Super Store 22 Kota
Metro ... 30 C. Analisa ... 34 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 40 B. Saran ... 41 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi, perdagangan bebas dengan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi yang mudah didapat, semakin luas alur keluar masuknya barang dan jasa melintasi batas-batas Negara. Hal ini mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan produk barang dan jasa.
Etika bisnis bertugas melakukan perubahan kesadaran masyarakat tentang bisnis dengan memberikan suatu pemahaman atau cara pandangan baru, yakni bahwa bisnis tidak terpisah dari etika. Etika dibutuhkan dalam bisnis ketika manusia mulai menyadari bahwa dibidang bisnis justru telah menyebabkan manusia semakin tersisih dari nilai-nilai kemanusiaan dan mendorong munculnya egoisme dan praktek monopoli sifat ingin menguasai apa saja tanpa pernah merasa puas.
Akhir-akhir ini masyarakat lebih tertarik membelanjakan kebutuhan dan perlengkapan di store atau toko di banding di pasar tradisional hal ini disebabkan masyarakat beranggapan bahwa dengan belanja di toko maka banyak manfaat yang ia dapat antara lain mendapatkan potongan harga dan mendapatkan harga khusus dengan cara mempunyai kartu anggota pada toko tersebut.
Masyarakat lebih memilih menggunakan member card dalam transaksi jual beli karena toko tersebut mempunyai program khusus yaitu dengan menukaran poin dan mendapatkan potongan harga hal ini mempunyai tujuan untuk menarik pengguna kartu agar meningkatkan lagi jumlah belanja agar mendapatkan potongan harga atau diskon sehingga pengguna kartu secara tidak langsung membuat member card dalam transaksinya pada toko tertentu.1
Member card adalah kartu keanggotaan pada perusahaan atau toko yang dibuat dengan tujuan tertentu agar mendapatkan keuntungan bagi si pengguna kartu. Keuntungan ini dapat berupa diskon dan penukaran hadiah.
Pada pelaksanaannya, tujuan pelanggan membuat member card yaitu pengguna kartu memanfaatkan jumlah nominal pada saat pembelian barang bertujuan untuk mengumpulkan setiap poinnya ketika pengguna kartu membeli barang pada toko tersebut, dalam setiap poinnya pengguna kartu harus belanja minimal Rp 10.000, untuk mendapatkan satu poin begitu pula ketika pengguna kartu membelanjakan barang sampai dengan Rp 100.000 maka pengguna kartu mendapatkan 10 poin. Oleh karena itu pengguna kartu merasa untung ketika membeli barang pada toko tersebut dan mendapatkan manfaat yaitu mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukarkan barang yang telah ditentukan pada toko tersebut.
1 Anonim, Hukum Member Card, Diakses Melalui Laman:
http://fiqhkontemporer99.blogspot.com/2012/07/hukum-member-card.html. Diakses Pada Tanggal 01 Desember 2015, Pukul 19.00 WIB..
Penulis memilih Chandra Super Store 22 Kota Metro sebagai obyek penelitian, dengan alasan bahwa Chandra Super Store adalah satu dari sekian banyak bisnis di kota Metro yang dalam praktek bisnisnya menggunakan member card. Disini penulis melihat dalam praktek penggunaan member card yaitu manfaat dan tujuan utama dari member card Chandra Super Store ini tidak hanya untuk mendapatkan potongan harga melainkan juga untuk mengikuti program “kumpul-kumpul poin”
yang mana dalam mendapatkan poin minimal pembelanjaan senilai Rp.
10.000 mendapatkan 1 (satu) poin, dan poin tersebut akan di tukar dengan jumlah poin yang ditentukan untuk dapat ditebus dengan produk-produk yang telah ditentukan.
Pelanggan yang mempunyai member card merasa mendapat keuntungan ketika berbelanja di Chandra Super Store 22 Kota Metro dengan menggunakan member card yaitu mendapat potongan harga pada saat promo terhadap barang-barang tertentu dan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya yang nantinya dapat ditukar dengan barang yang telah ditentukan oleh Chandra Super Store 22 Kota Metro. Pemegang Member Card Chandra Super Store juga dapat nomor undian berhadiah.
Meskipun dmeikian, untuk mendapatkan hadiah yang ditetapkan tersbeut, pemegang Member Card Chandra Super Store tidak mengetahui berapa lama ia akan mengumpulkan poin dan mendapat hadiah tersebut.
Belum lagi apabila kartu ang dimaksud kadaluarsa, sehingga poin yang dimiliki pelanggan juga kadaluarsa.
Hal ini tentu membuat pelanggan dirugikan. Belum lagi, pelanggan menjadi terikat secara terus-menerus di Chandra Super Store demi mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan hadiah.
Melihat fenomena itulah peneliti memandang bahwa Member Card Chandra Super Store merupakan strategi penjualan Chandra Super Store.
Untuk itu, peneliti akan melihat member card dari perspektif etika bisnis Islam.
B. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang di atas maka pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah: “Bagaimanakah etika bisnis islam tentang jual beli menggunakan member card di Chandra Super Store 22 Kota Metro”?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan jual beli dalam menggunakan member card di tinjau dari etika bisnis Islam di Chandra Super Store 22 Kota Metro.
2. Manfaat Penelitian
a. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada masyarakat luas tentang member card ditinjau dari etika bisnis Islam.
b. Secara teoritis bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu ekonomi Islam tentang mendeskripsikan sistem member card dalam transaksi jual beli di tinjau dari etika bisnis Islam di Chandra Super Store 22 Kota Metro.
D. Penelitian Relevan
Penulisan proposal skripsi ini penulis menemukan beberapa skripsi yang dapat dijadikan kajian terdahulu bagi penulis, sebagai berikut:
1. Skripsi karya Arifin yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemberian Potongan Harga Dengan Menggunakan Kartu Member Dalam Transaksi Jual Beli di Alfamart Kelurahan Ngalian Semarang”
menyebutkan jual beli itu usaha yang lebih baik dengan adanya catatan (mabrur), yang secara umum diartikan atas dasar suka sama suka dan bebas dari penipuan, itu merupakan prinsip pokok dalam transaksi.2
2. Skripsi Dwi Oktaviani yang berjudul “Pemberian Potongan Harga Dengan Kartu Member Dalam Transaksi Jual Beli Grosir Batik Yudhistira Yogyakarta”, penelitian ini membahas tentang pemberian potongan harga
2 Arifin, yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemberian Potongan Harga Dengan Menggunakan Kartu Member Dalam Transaksi Jual Beli di Alfamart Kelurahan Ngalian Semarang ”Skripsi pada Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang, 2011.
kepada konsumen ketika konsumen mempunyai kartu member pada toko batik sehingga mempermudah konsumen dalam membelanjakan pakaian berupa batik .3
Berdasarkan penelusuran pustaka yang penyusun lakukan, bahwasannya penelitian saudara Arifin membahas tentang pemberian potongan harga terhadap suatu barang dengan menggunakan kartu member dalam transaksi jual beli, sedangkan penelitian yang diteliti oleh saudari Dwi Oktaviani membahas tentang pemberian potongan harga kepada konsumen yang mempunyai kartu member.
Berdasarkan hasil penelusuran penelitian di atas terdapat persamaan yaitu masing-masing penelitian membahas tentang member card dan transaksi jual beli, namun pada penelitian tersebut mempunyai perbedaaan pada penelitian yang peneliti lakukan yaitu peneliti membahas tentang transaksi jual beli menggunakan member card di tinjau dari etika bisnis Islam.
3 Dwi Oktaviani, “Pemberian Potongan Harga Dengan Kartu Member Dalam Transaksi Jual Beli Grosir Batik Yudhistira Yogyakarta”,Skripsi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2011.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Jual Beli dengan Member Card
1. Pengertian Jual Beli dengan Member Card
Jual beli menurut bahasa artinya pertukaran atau saling menukar.
Sedangkan menurut pengertian fikih, jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan rukun dan syarat tertentu. Jual beli juga dapat diartikan menukar uang dengan barang yang diinginkan sesuai dengan rukun dan syarat tertentu. Setelah jual beli dilakukan secara sah, barang yang dijual menjadi milik pembeli sedangkan uang yang dibayarkan pembeli sebagai pengganti harga barang, menjadi milik penjual4.
Jual beli adalah suatu transaksi yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, masyarakat tidak bisa berpaling untuk meninggalkan transaksi yang dilakukan antara dua belah pihak , yang pertama pihak penjual yang mempunyai barang atau jasa, sedangkan pihak kedua pemberli yang membutuhkan barang/jasa.5
Member Card adalah kartu yang mana pemiliknya akan mendapatkan diskon dari harga barang-barang atau beberapa pelayanan yang diberikan oleh perusahan-perusahan tertentu.6
4 Mia Lasmani Wardiah, Dasar-Dasar Perbankan,(Bandung:Pustaka setya,2013)h52 5 Abdul Fatah Idris dan Abu Ahmad,Fiqih Islam Lengkap,(Jakarta:Rineka Cipta,2002),h112 6 Anonim, http://fiqhkontemporer99.blogspot.com/2012/07/hukum-member-card.html, diakses pd tgl 10 JSanuari 2016, pkl. 20.00
Menurut kamus bahasa indonesia member card juga di artikan sebagai kertas besar yang tidak seberapa besar, biasanya persegi panjang dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti tanda anggota.7
Pengertian jual beli dengan membercard dapat dipahami bahwa jual beli yang dilakukan oleh kedua belah pihak atas dasar suka sama suka dengan menyerahkan kartu anggota sebagi bukti bahwasannya ia telah menjadi anggota member.
2. Rukun dan Syarat Jual Beli Dengan Member Card
Jual beli dinyatakan sah apabila memenuhi rukun dan syarat jual beli. Rukun jual beli berarti sesuatu yang harus ada dalam jual beli.
Apabila salah satu rukun jual beli tidak terpenuhi, maka jual beli tidak dapat dilakukan. Menurut sebagian besar ulama, rukun jual beli ada empat macam, yaitu:
a. Penjual dan pembeli b. Benda yang dijual
c. Alat tukar yang sah (uang) d. Ijab Kabul8
Ijab adalah perkataan penjual dalam menawarkan barang dagangan, misalnya: “Saya jual barang ini seharga Rp 5.000,00”. Sedangkan kabul adalah perkataan pembeli dalam menerima jual beli, misalnya: “Saya beli
7 Safuan Afandi,kamus lengkap bahasa indonesia,(solo:sendang ilmu,2003)h247.
8 Abdul Fatah isris dan Abu Ahmad, fiqih Islam, h 145
barang itu seharga Rp 5.000,00”. Imam Nawawi berpendapat, bahwa ijab dan kabul tidak harus diucapkan, tetapi menurut adat kebiasaan yang sudah berlaku. Hal ini sangat sesuai dengan transaksi jual beli yang terjadi saat ini di pasar swalayan. Pembeli cukup mengambil barang yang diperlukan kemudian dibawa ke kasir untuk dibayar.
Jual beli dikatakan sah, apabila memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Persyaratan itu untuk menghindari timbulnya perselisihan antara penjual dan pembeli akibat adanya kecurangan dalam jual beli.
Bentuk kecurangan dalam jual beli misalnya dengan mengurangi timbangan, mencampur barang yang berkualitas baik dengan barang yang berkualitas lebih rendah kemudian dijual dengan harga barang yang berkualitas baik. Rasulullah Muhammad SAW melarang jual beli yang mengandung unsur tipuan. Oleh karena itu seorang pedagang dituntut untuk berlaku jujur dalam menjual dagangannya. Adapun syarat sah jual beli adalah sebagai berikut:
1) Jual beli dilakukan oleh orang yang berakal agar tidak tertipu dalam jual beli. Allah swt.berfirman dalam surah an-Nisaa’ ayat 5 :
ْؤُت َءاَهَفُّسلاا ْوُت ُمُكَلا َوْمَا ىِتَّلا َلَع َج ُالله ْمُكَل اًمَيِق َﻻ َو
Artinya: “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupanmu.” (Q.S. An- Nisaa’:5)9
9 Q.S. Anisaa. (4:5)
2) Jual beli dilakukan atas kemauan sendiri (tidak dipaksa). Dalam Surah an-Nisaa’ ayat 29 Allah berfirman:
اَهُّيَأَي َنْيِذَّلا ٰاا ْوُنَمَﻻ ا ْوُلُكْأَت ْمُكَلآ َوْمَأ ْمُكَنْيَب اِب ِل ِطاَبْل ِاَّﻻ ْنَأ َن ْوُكَت ًةَراَجِت ْنَع ٍضا َرَت ْمُكْنِم Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar) kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.” (Q.S. an-Nisaa’: 29)10
3) Barang yang diperjual belikan bermanfaat dan tidak mubadzir 4) Suci barangnya
5) Penjual dan pembeli sudah baligh atau dewasa.11 3. Tujuan Jual Beli Dengan Member Card
Tujuan melakukan jual beli adalah sebagai berikut:
a. Jual beli dapat menata struktur kehidupan ekonomi masyarakat yang menghargai hak milik orang lain.
b. Penjual dan pembeli dapat memenuhi kebutuhannya atas dasar kerelaan atau suka sama suka.
c. Masing-masing pihak merasa puas. Penjual melepas barang dagangannya dengan ikhlas dan menerima uang, sedangkan pembeli memberikan uang dan menerima barang dagangan dengan puas pula. Dengan demikian, jual beli juga mampu mendorong untuk saling bantu antara keduanya dalam kebutuhan sehari-hari.
10 Q.S. Anisaa. (4:29)
11A.Sony Keraf, Etika Bisnis Tuntunan Dan Relevansinya ,(Yogyakarta: Penerbit Kanisun, 2002), h. 77.
d. Dapat menjauhkan diri dari memakan atau memiliki barang yang haram.
e. Menumbuhkan ketentraman dan kebahagiaan.12
Allah SWT mensyariatkan jual beli sebagai pemberian keluangan dan keleluasaan kepada hamba-hamba-Nya, karena semua manusia secara pribadi mempunyai kebutuhan berupa sandang, pangan, dan papan.Kebutuhan seperti ini tak pernah putus selama manusia masih hidup. Tak seorang pun dapat memenuhi hajat hidupnya sendiri, karena itu manusia di tuntut berhubungan satu sama lainnya. Dalam hubungan ini, taka da satu hal pun yang lebih sempurna daripada saling tukar, dimana seorang memberikan apa yang ia miliki untuk kemudian ia memperoleh sesuatu yang berguna dari orang lain sesuai dengan kebutuhannya masing- masing.
Dalam hal ini tujuan jual beli dengan membercard adalah:
a. Discount 10% untuk setiap pembelian produk yang mendapat promo.
b. Mendapatkan dicount atau tambahan hadiah khusus dalam program lebaran, akhir tahun, natal dan ulang tahun super store.
c. Setiap pembelanjaan produk yang menggunakan member card senilai Rp. 10.000 akan mendapatkan 1 point reward dimana point reward tersebut.
d. Informasi ter-update mengenai promo atau produk dari super store.13
12 Http:// Wordpress.com//Tujuan_Jual Beli. Diakses pada tanggal 26 Mei 2016, Pukul. 09.30 WIB.
13 Http:// Wordpress.com//manfaat member card. Diakses pada tanggal 26 Mei 2016, Pukul.
09.30 WIB
D. Etika Bisnis Islam tentang Jual Beli dengan Member Card 1. Pengertian Etika Bisnis
Istilah etika secara teoritis dapat dibedakan ke dalam dua pengertian. Pertama, etika berasal dari bahasa yunani ethos yang artinya kebiasaan(costom) atau karakter, dalam pengertian ini, etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang ataupun suatu masyarakat atau kelompok masyarakat yang diwariskan dari suatu generasi ke generasi lain. Secra terminiologis etika merupakan studi sistematis tentang tabiat konsep nilai, baik,buruk, harus, benar, salah dan lain sebagainya . disini etika dapat dimaknai sebagai dasar moralitas seseorang dan disaat bersama juga sebagai filsufnya dalam berprilaku14.
Etika adalah cabang filsafat yang mempelajari baik buruknya prilaku manusia di indonesia, studi dalam masalah etis dibidang ekonomi dan bisnis sudah akrab dengan nama”etika bisnis” sejalan dengan kebiasaan umum dalam istilah bahasa inggris yaitu”business ethies”. Namun pada dasarnya istilah tersebut menunjuk kepada studi tentang aspek aspek moral dari kegiaatan ekonomi dan bisnis yang akan dibahas dalam penelitian ini.
Selanjutnya peneliti dapat mendefinisikan etika bisnis sebagai seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar, dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan pada prinsip-prinsip moralitas. Dalam arti lain etika bisnis berarti seperangkat prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harus
14 Faisal Badroen, Etika Bisnis dalam Islam,(Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2006), h.
4
komit padanya dalam berintraksi, berprilaku, dan berelasi guna mencapai tujuan-tujuan bisnisnya dengan selamat, sedangkan titik sentral etika Islam adalah menentukankebebasan manusia untuk bertindak dan bertanggung jawab karena kepercayaannya terhadap kemahakuasaan tuhan. Hanya saja kebebasan manusia itu tidak mutlak dalam arti lebebasan itu terbatas, dengan kebebasan itu manusia mampu memilih antara yang baik atau jahat, benar dan salah, halal dan haram. Dan etika adalah bagian dari filsafat yang membahas secara rasional dan kritis tentang nilai dan norma atau moralitas.15
Islam, sebagai agama rahmat li-alamin yang bersifat universal dan komprehensif, dalam arti bila dikontekskan dengan taraf-taraf tersebut tidak akan pernah membedakan antara taraf satu dengan yang lain. Demi kemaslahatan semua kalangan, Islam mengajarkan manusia agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam segala aktivitas kehidupan. Oleh karena itu, apabila etika dikaitkan dengan masalah bisnis, maka dapat digambarkan bahwa etika bisnis Islam adalah norma-norma etika yang berbasiskan al-Quran dan hadis yang harus di jadikan pedoman oleh siapa pun dalam aktivitas bisnis.
2. Prinsip Etika Bisnis Islam
Bisnis merupakan aktivitas manusia secara keseluruhan dalam upaya mempertahankan hidup, mencari rasa aman, memenuhi kebutuhan, sosial
15 Sri Neni Imaniati, Hukum Ekonomi dan Ekonomi Islam,(bandung:mandarmaju,2002)
dan harga diri serta mengupayakan pemenuhan aktualisasi diri, yang pada kesemuanya secara intern terhadap nilai-nilai etika.16
Berdasarkan pendapat Muhammad dalam bukunya yang berjudul etika bisnis Islam dapat dipahami bahwa pada dasarnya etika dalam bisnis berfungsi untuk menolong pebisnis untuk memecahkan permasalahan dalam praktek bisnis. Etika dibutuhkan dalam bisnis ketika manusia mulai menyadari bahwa di bidang bisnis justru telah menyebabkan manusia semakin tersisih dari nilai-nilai kemanusiaan dan mendorong munculnya egoisme dan praktek smonopoli, sifat ingin menguasai apa saja tanpa pernah merasa puas.
Adapun prinsip dalam menjalankan bisnis antara lain: keesaan tuhan (tauhid), kebebasan (free will), keseimbangan (tawazun=balance), keadilan (qist) dan Tanggung jawab (responbility).17
a. Tauhid
Tauhid adalah azaz filsafat ekonomi Islam yang menjadi orientasi dasar dari ilmu ekonomi dan praktek bank syariah, yang paragdimanya rekevan dengan nilai logik, etik, dan estetik yang dapat difungsionaliskan ke tengah tingkah laku ekonomi manusia.
Tauhid ini memadukan keseluruhan aspek kehidupan manusia baik dalam bidang ekonomi, sosial secara menyeluruh. Prinsip tauhid ini mengajarkan manusia tentang bagaimana mengakui keesaan Allah.
16 Muhammad, Etika Bisnis Islam, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2004), h. 61.
17 Muhammad Dzakfar, Etika Bisnis Dalam Prespektif Islam, (Malang: 2007), h. 9.
Sehingga terdapat suatu konsekuensi bahwa keyakinan terhadap segala sesuatu hendaknya berawal dari dalam bidang ekonomi mengantar para pelaku ekonomi untuk berkeyakinan bahwa harta benda adalah milik Allah semata.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam prinsip tauhid kita harus mengakui keesaan Allah SWT dan yakin atas segala sesuatu yang ada didalam kehidupan ini.
b. Akhlak
Prinsip ini merupakan bentuk dari pengamalan sifat-sifat utama yang dimiliki oleh nabi dan rasul-Nya dalam seluruh kegiatan ekonomi, yaitu shidiq (benar), tabligh (menyampaikan kebenaran), amanah (dapat dipercaya) dan fathanah (intelek).
c. Keseimbangan
Prinsip keseimbangan dalam ekonomi memiliki kekuatan untuk membentuk mozaik pemikiran seseorang bahwa sikap moderat (keseimbangan) dapat mengantarkan manusia kepada keadaan keharusan adanya fungsi sosial bagi harta benda. Artinya, praktek monopoli pemusatan kekuatan ekonomi, penguasaan pangsa pasar dan semacamnya harus dihindari.
Atas dasar prinsip ini pula Islam menolak dasar tertutup pendapatan kekayaan yang semakin menyempit dan hanya berada dalam genggaman kaum kapitalis. Menyikapi persoalan ini dalam al-
Qur’an Allah telah mengingatkan kepada kita agar harta benda itu beredar secara merata, bukan hanya pada orang-orang kaya saja.
Dengan prinsip keseimbangan ini sistem ekonomi Islam mendesak para pelaku ekonomi agar tidak memaksimumkan kesejahteraan margin saja, tetapi juga menetapkan distribusi pendapatan secara merata sebagai sebuah pilihan pertama yang terbaik.
Melalui prinsip keseimbangan ini prilaku ekonomi juga akan dirangsang rasa-rasa sosialnya agar peka dalam memberikan sumbangan sosial kepada yang berhak menerimanya, memberi bantuan keuangan pada pihak lain sehingga dengan demikian tidak hanya tercipta daya beli yang menyemarakan pasar, sebagaimana akan trecipta pula ketenangan, buakan saja bagi yang diberi, tetapi juga pemberi.
d. Kehendak bebas
Dalam pandangan Islam manusia terlahir memiliki kehendak bebas yakni, dengan potensi menentukan pilihan diantara pilihan yang beragam. Karena kebebasan manusia tidak dibatasi dan bersifat voluntaris. Maka dia juga memiliki kebebasan untuk mengambil pilihan yang salah.
Setiap kegiatan bisnis hendaklah bebas, karena pengusaha tahu mana yang baik dan yang buruk, tahu mengenai bidang
kegiatannya, faham akan situasi yang dihadapi serta aturan yang berlaku untuk kegiatannya, sehingga mampu mengambil keputusan sendiri dan bertindak berdasarkan keputusan tersebut.18
e. Adl (Keadilan)
Dalam Islam, keadilan mempunyai makna yang dalam serta menyangkut seluruh aspek kehidupan. Karena itu, keadilan merupakan dasar, sekaligus tujuan semua tindakan manusia dalam kehidupan. Salah satu sumbangan terbesar Islam kepada umat manusia adalah prinsip keadilan dan pelaksanannya dalam setiap aspek kehidupan. Islam mendidik umat manusia bertanggung jawab kepada keluarga, kepada fakir miskin, negara, bahkan seluruh makhluk di muka bumi. Islam memberikan suatu solusi yang praktis terhadap masalah perekonomian modern. Memperbaikinya dengan jalan perbaikan akhlak semaksimal mungkin, dengan campur tangan pemerintah, serta kekuatan undang-undang.
Penerapan prinsip keadilan dalam semua kegiatan ekonomi dapat dilihat pada uraian dibawah ini:
1) Dalam bidang produksi, penerapan prinsip keadilan dapat dilihat dari ajaran Islam yang melarang umatnya berbuat zalim terhadap orang lain, atau mrnggunakan aturang yang tidak adil dalam mencari harta, tetapi Islam meligitimasi tata cara yang
18 Muhammad, Aspek Hukum dalam Muamalat, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2007), h.82-83
adil dan jujur dalam mendapatkan harta kekayaan. Islam menghendaki kesamaan di kalangan manusia dalam berusaha untuk mendapatkan harta kekayaan tanpa memandang perbedaan ras, kepercayaan, dan warna kulit. Setiap orang boleh mendapatkan harta secara bebas menurut kemampuan dan usaha mereka. Karena tujuan ekonomi dalam Islam menurut Afzalur Rahman adalah memberikan peluang yang sama kepada setiap orang dalam mendapatkan harta tanpa memandang status sosial.
2) Dalam bidang konsumsi prinsip keadilan dengan cara penggunaan harta. Penggunaan harta yang dibenarkan Islam ialah pemenuhan kebutuhan hidup dengan cara yang sederhana, seperti keperluan yang wajar dan halal. Satu hal yang tidak diragukan lagi, Islam mengakui hak setiap orang untuk memiliki semua harta benda yang diperoleh dengan cara yang halal. Akan tetapi Islam tidak membenarkan penggunaan harta dengan cara semena-mena. Islam dalam hal ini telah menetapkan berbagai batas dan ikatan yang ketat.19
C. Jual Beli Menggunakan Member Card Ditinjau dari Etika Bisnis Islam Pada zaman modern telah berkembang pada bidang ekonomi yang mempermudah masyarakat membeli produk atau barang pada toko atau store
19 Rozalinda, Ekonomi Islam Teori dan Aplikasiinya pada Aktivitas Ekonomi, (Jakarta: Rajawali Perss, 2014), h.18-21.
tertentu. Oleh karena itu toko atau store berlomba-lomba untuk mendapatkan pelanggan tetap agar grafik penjulan meningkat, salah satunya dengan menggunakan member card pada setiap transaksinya.
Member Card adalah kartu yang mana pemiliknya akan mendapatkan discount dari harga barang-barang atau beberapa pelayanan yang diberikan oleh perusahan-perusahan tertentu.20
Pelanggan yang mempunyai member card akan terus meningkatkan belanjanya agar mendapatkan keuntungan yaitu mendapatkan potongan harga atau poin terhadap barang yang dibelinya.
Pelanggan lebih memilih menggunakan member card dalam transaksinya baik jual beli maupun sewa menyewa, dikarenakan pelanggan merasa mendapatkan manfaat lebih banyak dengan mempunyai dan menggunakan member card dalam transaksinya pada toko tersebut. Manfaat yang pelanggan terima yaitu mendapat potongan harga pada saat membeli barang dan mendapatkan bonus belanja pada toko tersebut.
Islam tidak melarang ketika manusia melakukan transaksi jual beli ataupun sewa menyewa namun semua ini tidak boleh merugikan salah satu pihak. Dalam dunia perdagangan, Islam menganjurkan agar nilai etika dijunjung tinggi dalam kehidupan.21
20 http://fiqhkontemporer99.blogspot.com/2012/07/hukum-member-card.html. diakses pada tanggal 01 Desember 2015, pukul 19.00 wib..
21 M Nejatullah Sidiqqi, Kegiatan Ekonomi dalam Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2002), h. 57
Berdasarkan pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa pada dunia bisnis para pelaku bisnis agar selalu menjunjung tinggi nilai etika dalam berbisnis agar dapat terus meningkatkan kualitas barang atau jasa yang digunakan dalam berbisnis sehingga dunia perdagangan atau bisnis dapat berkembang pesat pada bidang ekonomi.
Namun pada dunia bisnis terutama dalam Islam terdapat pelanggaran nilai etika dalam bisnis atau dalam perdagangan mungkin atau tidak mungkin akan menimbulkan kerugian seketika atau kerugian yang dapat dilihat oleh pihak-pihak yang melakukannya. Tetapi pelanggaran nilai etika biasanya akan melibatkan banyak kerugian bagi orang lain. Al-Qur’an secara jelas dan tegas telah menggariskan seperangkat sistem nilai dan moral untuk mengatur dan memperlancar lalu lintas ekonomi dan bisnis manusia. Ini artinya, bahwa Islam tidak ingin bisnis itu bebas berjalan sesuai dengan logika, aturan dan kodratnya sendiri.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang berusaha untuk mengembangkan konsep, pemahaman, teori dari kondisi lapangan dan berbentuk deskripsi.
Penelitian kualitatif ini suatu penelitian yang mendeskripsikannya melalui bahasa non-numerik dalam konteks dan paradigma alamiah22.
Peneliti akan mengungkap fenomena atau kejadian dengan cara menjelaskan, memaparkan/menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci melalui bahasa yang tidak berwujud nomor/angka.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang pemecahan masalahnya dengan menggunakan data empiris. 23 Pendapat lain mengatakan bahwa penelitian ini merupakan penelitian jenis lapangan (field research) yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci, dan mendalam terhadap suatu objek tertentu dengan mempelajarinya sebagai suatu kasus.24
22Pedoman Penelitian Karya Ilmiah Edisi Revisi,(Metro:STAIN Jurai Siwo Metro,2013)h40 23 Masyhuri dan Zainuddin, Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dan Aplikatif, (Bandung: Refika Aditama, 2011) h.20
24 Suraya Murcitaningrum, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, (Lampung: Ta’lim Pers, 2012), h.95
Berdasarkan pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa penelitian ini termasuk field research atau penelitian lapangan yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari lokasi atau lapangan. 25 Kaitannya dengan penelitian ini, langkah yang dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang dibutuhkan yaitu member card dalam transaksi jual beli di tinjau dari etika bisnis Islam.
2. Sifat Penelitian
Metode deskriptif adalah “suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”.26
Secara harfiah penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk pencandraan (deskripsi) mengenai situasi dan kondisi.27 Sedangkan penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.28
Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat suatu individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu dengan apa adanya.
Penelitian yang peneliti lakukan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mengungkapkan gejala-gejala yang
25 Moh. Nazir, Metode Penelitian, (Bogor : Ghalia Indonesia, 2011) h. 54
26 Ibid.
27 Suraya Murcitaningrum, Metodologi Penelitian, h.22.
28 Ibid
nampak dari mencari fakta-fakta khususnya mengenai member card dalam transaksi jual beli di tinjau dari etika bisnis Islam.
B. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah subjek data yang diperoleh dari sebuah penelitian29. Sumber datanya dapat diperoleh berdasarkan dari dua sumber yaitu:
1. Sumber Primer
Sumber data primer adalah “sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data”.30 Artinya sumber data yang diperoleh langsung dari sumbernya yaitu pihak yang mempunyai member card di Chandra Super Store 22 Kota Metro.
2. Sumber Sekunder
Sumber data sekunder, yaitu sumber data yang diperoleh melalui buku-buku pustaka yang ditulis orang lain, dokumen-dokumen yang merupakan hasil penelitian dan hasil laporan.31
Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa sumber data sekunder adalah sumber data kedua yaitu sumber data yang diperoleh dari sumber lain yang tidak berkaitan secara langsung, seperti data yang diperoleh dari perpustakaan antara lain buku-buku yang membahas tentang
29 Sumadi Suryabarata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), h. 38
30 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R &D), (Bandung: Alfabeta, 2011) h. 308
31 Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, (Bandung: Pustaka Setia, 2008), h. 93
member card dalam transaksi jual beli di tinjau dari etika bisnis Islam dan sumber-sumber lain.
C. Teknik Pengumpulan Data
Peneliti untuk memperoleh data yang objektif dan valid, berkaitan dengan member card dalam transaksi jual beli di tinjau dari etika bisnis Islam di Chandra Super Store 22 Kota Metro. Maka digunakan beberapa metode ilmiah sebagai landasan untuk mencari pemecahan terhadap permasalahan tersebut. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1. Wawancara
Wawancara yaitu suatu kegiatan dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan- pertanyaan pada responden. Wawancara dilakukan dengan berhadapan langsung antara interviewer dan responden, kegiatan dilakukan secara lisan.32
Wawancara dilihat dari bentuk pertanyaan dapat dibagi menjadi dalam 3 bentuk yaitu:
32 P. Joko Subagiyo, Metodelogi Penelitian Dalam Teori dan Prektek, (Jakarta: Rineka Cipta,2004), h. 39
a. Wawancara berstruktur yaitu wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pertanyaan pertanyaan yang mengarahkan pada jawaban dalam pola pertanyaan yang dikemukakan.
b. Wawancara tak berstruktur yaitu wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pertanyaan pertanyaan yang dapat dijawab secara bebas oleh responden tanpa terkait pada pola tertentu.
c. Campuran yaitu campuran antara wawancara struktur dan tak berstruktur.33
Peneliti menggunakan wawancara tak berstruktur. Wawancara ini bertujuan untuk menyiapakan garis besar mengenai hal-hal yang akan di tanyakan terkait dengan jual beli menggunakan member card menurut etika bisnis di Chandra Super Store 22 Kota Metro.
2. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber tertulis dan dokumen dokumen, baik berupa buku buku, majalah, peraturan peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.34 Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dengan mencatat, menyalin atau menggandakan dokumen yang
33 Ibid., h 120-121
34 Musein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: Rajawali Press, 2000), h. 102
berkaitan dengan jumlah anggota yang menggunakan produk member card di Chandra Super Store 22 Kota Metro
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode ini bertujuan agar dapat mempermudah peneliti dalam mengkaji secra langsung mengenai data data yang berkaitan langsung dengan jual beli menggunakan membercard di Chandra Super Store 22 Kota Metro.
3. Observasi
Observasi merupakan “ Suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan”.35
Pendapat lain mengatakan bahwa teknik pengamatan menuntut adanya pengamatan dari seorang peneliti baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek yang diteliti dengan menggunakan instrumen yang berupa pedoman penelitian dalam bentuk lembar pengamatan atau lainnya. 36
Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa metode observasi merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan catatan dan pengamatan di lokasi penelitian. Penelitian menggunakan
35 Masyhuri dan Zainuddin, Metodologi Penelitian, h.196.
36 Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam,(Jakarta: Rajawali Pers,2008), h.. 150
pengamatan secara langsung yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara terhadap objek yang diteliti.
Metode ini peneliti gunakan untuk mengetahui transaksi jual beli menggunakan member card dan untuk memperoleh gambaran umum daerah penelitian yaitu Chandra Super Store 22 Kota Metro.
D. Teknik Analisis Data
Data mentah yang dikumpulkan oleh peneliti akan ada gunanya setelah dilakukan analisis. Analisis dalam penelitian merupakan bagian dalam proses penelitian yang sangat penting, karena dengan analisis data yang ada akan nampak manfaatnya terutama dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhirnya penelitian.
Analisis kualitatif adalah “proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasiakan kepada orang lain”.37
Setelah peneliti memperoleh data yang diperlukan, maka data tersebut diolah dan dianalisa dengan menggunakan analisis kualitatif yaitu proses mencari dan menyusun secara berurutan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami menjadi sebuah penjelasan mengenai
37 Sugiyono, Metode Penelitian, h.243
tentang member card dalam transaksi jual beli di tinjau dari etika bisnis Islam.
Selanjutnya data tersebut dianalisa dengan metode kualitatif dan menggunakan cara berfikir induktif adalah suatu cara berfikir, dengan cara berangkat dari pengetahuan yang sifatnya bertitik tolak dari khusus, kemudian diambil kesimpulan secara umum.38
Data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi yaitu member card dalam transaksi jual beli di tinjau dari etika bisnis Islam. Setelah semua bahan yang diperlukan didapat, kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan bahwa metode analisis yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode yang cenderung menggunakan sistem berfikir untuk mengemukakan teori dan fakta-fakta nyata dari data yang ada untuk menggali pengetahuan tentang member card dalam transaksi jual beli di tinjau dari etika bisnis Islam di Chandra Super Store 22 Kota Metro.
38 Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid I, (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada, 2002), h.42
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil Chandra Super Store 22 Kota Metro.
Chandra Super Store 22 Kota Metro berdiri pada tanggal 26 Mei 2014 yang beralamat di Jalan Imam Bonjol 22 Hadi Mulyo Pusat dengan jumlah karyawan yaitu 18 karyawan dan 3 security terdiri dari 1 orang sebagai ketua toko, 1 orang sebagai wakil toko, 1 orang sebagai ketua kasir, 3 orang sebagai security, 3 orang sebagai kasir dan 9 orang sebagai karyawan. Tahun berdiri 26 mei 2016, dengan luas wilayah 432
Tujuan dari Chandra Superstore yaitu mempermudah akses belanja bagi masyarakat dengan Motto :belanja hemat mudah dan nyaman, dan mempunyai visi dan misi menjadi pusat perbelanjaan terbaik dan terlengkap.
Sistem perdagangan ritel mini market atau bisa disebut rumah belajna mini market dan merupakan cabang dari chandra group.39
Dalam pembuatan kartu member card(VIP) chandra dapat dilengkapi syarat sebagi berikut:
1. Mengumpulkan fotocopy kartu identitas (KTP) 2. Membayar administrasi sebesar 10.000
3. Melengkapi formulir pendaftaran
39 Dokumentasi, Sejarah Berdiri Chandra Super Store 22 Kota Metro, Tahun 2014
Keuntungan Penggunaan Kartu Chandra VIP
1. Kartu Chandra VIP adalah Kartu Poin Chandra VIP
a. Kumpulkan poin pada saat berbelanja dan tukarkan poin dengan hadiah menarik.
b. Dapatkan 1 Poin setiap pembelanjaan kelipatan Rp. 10.000 baik di Chandra Superstore dan Chandra Minimarket.
2. Kartu Chandra VIP adalah Kartu Diskon
a. Kumpulkan poin pada saat berbelanja dan tukarkan poin dengan hadiah menarik.
b. Dapatkan 1 Poin setiap pembelanjaan kelipatan Rp. 10.000 baik di Chandra Superstore dan Chandra Minimarket.
c. Pemegang Kartu Chandra VIP berhak atas diskon pada tempat (outlet-outlet) yang bekerjasama dengan chandra. Seperti contohnya di outlet Nike atau Adidas, jika anda membeli sepatu akan dapat diskon 10 persen dengan syarat mempunyai kartu VIP Chandra.
Cara Cek point kartu VIP Chandra Departement Store secara online:
1. Cek poin di Chandra Departement store menggunakan online tetapi basisnya hanya di jaringan lokal saja.
2. Untuk cek point silahkan ke Lantai 3 Chandra Departement store tanjung karang
3. Kemudian ada 3 Komputer dan ada alat barcode reader 4. Tempelkan kartu VIP Chandra anda / kode barcodenya
5. Akan Tampil Jumlah poin dan hadiah apa saja yang dapat ditukarkan.
Member card hanya bisa digunakan disetiap Daerah Cabang Chandra Lampung. Adapun dari penukaran poin dari kartu member card yang digunakan anggota terdapat banyak hadiah menarik yang ditawarkan antara lain adalah:
1. Mangkok 2. Piring 3. Gelas 4. T-shirt 5. Payung
6. Jas hujan 7. Jam dinding 8. Oven 9. Megicom
10. Telfon dan lain lain40
B. Jual Beli dengan Member Card di Chandra Super Store 22 Kota Metro
Islam telah mengajarkan bahwa segala perbuatan yang berhubungan dengan sesama manusia harus berlandaskan pada akad dan manfaat terhadap sesamanya dan juga bahwa setiap perbuatan yang merugikan pihak lain itu dilarang terutama dalam pemakaian barang dan/atau jasa, karena Allah SWT. telah mengisyaratkan bahwa transaksi ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia harus dengan cara yang baik dan benar, yaitu harus saling merelakan dan cara-cara yang bathil dilarang oleh agama. Dalam surat An-Nisa’ ayat 29 yang berbunyi:
Artinya: “Hai orang-orang beriman janganlah engkau memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnyA Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.41
40 Dokumentasi, Sejarah berdiri chandra super store 22 kota metro
41 An-Nisa (4): 29.
Setiap pembeli ataupun konsumen seharusnya menerima barang dalam kondisi baik dan dengan harga yang wajar. Mereka juga harus diberitahu apabila terdapat kekurangan-kekurangan pada suatu barang.42
Dalam praktek jual beli di Chandra Departemen Store 22 Kota Metro terdapat berbagai cara bertransaksi, seperti jual beli pada umumnya dan ada juga jual beli menggunakan kartu member yang diterbitkan oleh Chandra Departemen Store kepada konsumenyang disebut dnegan kartu VIP Chandra.
Chandra super store mempunmyai progam khusus yaitu dengan menukarkan poin dan mendapatkan potongan harga hal ini mempunyai tujuan untuk menarik pengguna kartu agar meningkatkan jumlah belanja agar mendapatkan poin dan potongan harga
Member card adalah kartu yang mana pemiliknya akan mendapatkan potongan harga dari barang barang atau beberapa pelayanan yang di berikan oleh perusahaan perusahaan tertentu.43
Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan berbagai narasumber yang terkait adalah sebagi berikut:
Hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Bapak Mikail Tamaro yang merupakan salah satu pengguna member card di Chandra Super Store 22 Metro menyatakan bahwa member card mempunyai keuntungan bagi pelanggan yang sering belanja yaitu dengan cara mengumpulkan poin
42 Rafiq Isa Beekum, Etika Bisnis Islami, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), h. 72.
43 Diakses Melalui Laman: http;//fiqihkontemporer99,blogspot.com/2012/07/hukum-member- card. Diakses pada 01 deseber 2016, Pkl 19.00 WIB
poin yang diperoleh ketika berbelanja yang nantinya bisa ditukar dengan barang barang yang telah disediakan oleh pihak chandra, menurut bapak mikail tamaro dengan membayar uang administrasi sebesar Rp.10.000 ketika pelanggan ingin membuat kartu member card hal ini masih dikatakan wajar karna menuirut Bapak Mikail uang administrasi sebagai ganti biaya dalam pembuatan kartu.44
Ibu Kristina menyatakan bahwa member card merupakan kartu yang sangat berguna dan bermanfaat, dengan penggunaan kartu member card ibu Kristina bisa mendapatkan potongan dalam pembelanjaan serta ibu Kristina dapat mengumpulkan poin yang nantinya bisa ditukar dengan hadiah hadiah yang telah disediakan oleh pihak store, dalam pembuatan kartu member card ibu kristina membayar administrasi sebesar Rp.10.000 namun ibu kristina tidak keberatan karna dengan adanya kartu member tersebut ibu kristina bisa mendapatkan banyak manfaat yang akan diperolehnya45.
Wawancara ibu Martini menganggap wajar ketika akan membuat kartu anggota dengan membayar administrasi sebesar Rp10.000 karena dengan memiliki kartu anggota ibu Martini bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dengan cara pengumpulan poin dan mendapatkan potongan harga, bagi ibu Martini memiliki kartu member sangat bermanfaat karna
44 Mikail Tamaro Selaku Pelanggan Chandra Super Store 22 Kota Metro, Wawancara Tanggal 16 Juli 2016 pkl 09.30 WIB
45 Kristina Selaku Pelanggan Chandra Super Store 22 Kota Metro, Wawancara Tanggal 16 Juli 2016 Pkl 10.30 WIB
kartu member ini bisa digunaklan di seluruh cabang dari chandra misal di Chandra Grup dan Chamart.46
Namun terdapat beberapa pelanggan yang menyatakan keberatan dan adanya unsur keterpaksaan dalam pembuatan kartu anggota member dengan adanya uang administrasi sebesar Rp. 10.000 di Chandra Super Store.
Hasil wawancara menurut ibu Siti Marfuah selaku pelangggan dan anggota dari Chandra Super Store bahwasanya dengan adanya member card banyak keuntungan yang di dapat dari potongan harga dan poin dari setiap pembelanja, namun ibu Marfuah kurang setuju dengan adanya pembebanan administrasi sebesar Rp 10.000 ketika membuat member card dikarenakan nominal yang di keluarkan untuk adminitrasi tidak sesuai dengan syariat Islam dimana setiap teransaksi harus ada unsur kejelasan, ibu Marfuah tidak tau berapa potongan harga yang akan di terima pada setiap berbelanja. jika besar nominal potongan tidak sesuai adminitrasi awal maka terjadi kerugian di salah satu pihak.
Menurut bapak Haji Salim selaku anggota member banyak sekali manfaat yang di dapat yaitu potongan harga dari barang yang di tawarkan dan mendapatkan poin dari belanjaan sebesar 1 poin per Rp.10.000 namun bapak haji salim merasa ada unsur keterpaksaaan dalam pembayaran adminitrasi dengan alasan jika kartu member tidak di gunakan berbelanja
46 Martini Selaku Pelanggan Chandra Super Store 22 Kota Metro, Wawancara Tanggal 16 Juli 2016 Pkl 11.30 WIB
di chandra sama saja dengan mubazir atau sia-sia dan kartu member harus di perbaharui.47
Sementara itu, menurut Bapak Abdul Rachim penggunaan kartu member atau member card Chandra Super Store di satu sisi memiliki keuntungan, yakni mendapatkan diskon pada produk promo dan mendapatkan poin yang kemudian bisa di tukar dengan produk-produk tertentu. Namun, di sisi lain pengguna kartu member card Chandra Super Store akan mengalami kerugian jika tidak sering menggunakan kartu tersebut karena kartu tersebut memiliki masa berlaku, sehingga bila tidak digunakan maka penggunanya akan dirugikan. Member card Chandra Super Store ini merupakan salah satu bentuk cara menarik pembeli yang dilakukan oleh pihak Chandra Super Store.48
Berdasarkan hasil dari wawancara yang peneliti yang lakukan kepada pelanggan yang menggunakan member card dalam berbagai transaksi jual beli dapet di ketahui bahwa konsumen dapat diuntungan dengan adanya member card Chandra Super Store karena adanya manfaat dan kemudahan yang di berikan oleh pihak Chandra Super Store dengan adanya potongan harga dan poin yang bisa di tukarkan dengan hadiah yang telah di sediakan oleh pihak Chandra Super Store.
47 H. Soleh Selaku Pelanggan Chandra Super Store 22 Kota Metro, Wawancara Tanggal 16 Juli 2016 Pkl 12.00 WIB
48 Abdul Rachim Selaku Pelanggan Chandra Super Store 22 Kota Metro, Wawancara Tanggal 16 Juli 2016 Pkl 12.00 WIB.
Namun ada berberapa pendapat yang bertentangan dengan adanya member card karena dalam membuat kartu member card terdapat unsur ketidak jelasan (gharar) dan pengguna kartu member tersebut harus memperpanjang kembali kartunya ketika masa berlakunya habis.
C. Analisa
Pada bagian ini, peneliti akan mengklasifikasikan pendapat mengenai member card dalam perspektif etika bisnis Islam:
1. Yang tidak membolehkan penggunaan member card
Adanya biaya pembuatan member card VIP Chandra sebesar Rp. 10.000 termasuk kedalam gharar. Ketika pelanggan membuat member card maka pelanggan tersebut tidak mengetahui berapa banyak potongan yang akan ia peroleh selama ia menjadi member dan menggunakan member card tersebut.
Selain itu, member card yang kadaluarsa juga termasuk bentuk dzalim terhadap konsumen. Oleh sebab itu, member card dalam etika bisnis Islam dilarang. Gharar mengundang ketidak-pastian atau ketidak-tahuan salah satu atau kedua belah pihak yang terkait kontrak, hal inilah yang banyak mengakibatkan pertikaian dan ketidak-adilan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (QS. An-Nisaa' {4} : 29)
Ayat di atas melarang bisnis yang dilakukan dengan proses kebatilan. Bisnis harus didasari kerelaan dan keterbukaan antara kedua belah pihak dan tanpa ada pihak yang dirugikan.
2. Yang membolehkan member card
Program-program yang diadakan dengan menggunakan member card juga sudah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang memperbolehkan pemberlakuan member card, yaitu dimana kedua belah pihak saling menguntungkan dan tidak ada yang merasa dirugikan.
Dengan demikian penggunaan dan pemberlakuan member card di chandra super store adalah boleh atau sah dan tidak bertentangan dengan etika bisnis Islam. Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dalam penggunaan member card dalam transaksi jual beli tidak di temukan adanya unsur yang merugikan pembeli/pelanggan namun sebaliknya pelanggan merasakan keuntungan yang didapat dari member card.
Penggunaan member card dalam transaksi jual beli ditinjau dari etika bisnis Islam menurut berbagai narasumber memperbolehkan transaksi dengan menggunakan member card. Berdasarkan wawancara
yang peneliti lakukan maka dapat di ketahui bahwa menurut etika bisnis Islam dalam transaksi harus ada unsur kerelaan, suka sama suka, saling menguntungkan dan tidak adanya unsur keterpaksaan antara penjual dan pembeli.di chandra super store dalam membuat member card anggota wajib membayar adminitrasi sebesar Rp 10.000 sebagai syaratnya , apabila pembeli setuju untuk membuat katru member artinya pembeli teresebut rela, suka sama suka, saling menguntungkan antar kedua belah pihak dan dalam etika bisnis itu di perbolekan.
Selanjutnya, peneliti akan mengklasifikasikan prinsip dasar etika Islam dan prakteknya dalam member card:
Ada lima prinsip yang mendasari etika Islam yaitu : 1. Unity (Kesatuan)
Merupakan refleksi konsep tauhid yang memadukan seluruh aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, politik budaya menjadi keseluruhan yang homogen, konsisten dan teratur. Adanya dimensi vertikal (manusia dengan penciptanya) dan horizontal (sesama manusia). Prakteknya dalam member card, yakni tidak ada diskriminasi antara satu member dengan member lainnya.
2. Equilibrium (Keseimbangan)
Keseimbangan, kebersamaan, dan kemoderatan merupakan prinsip etis yang harus diterapkan dalam aktivitas maupun entitas bisnis, termasuk dalam member card. Prakteknya dalam member
card: Tidak ada kecurangan dalam pemberian diskon promo dan point.
3. Free Will (Kebebasan Berkehendak)
Kebebasan disini adalah bebas memilih atau bertindak sesuai etika atau sebaliknya sesuai dnegan firman Allah:
...
Artinya: “Dan katakanlah (Muhammad) kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, barang siapa yang menghendaki (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah ia kafir” (QS. 18:29).
Jadi, jika seseorang menjadi muslim maka ia harus menyerahkan kehendaknya kepada Allah. Aplikasinya dalam member card : Menepati perjanjian, termasuk memberikan hadiah sesuai dnegan poin yang didapatkan oleh member.
Allah SWT berfirman:
...
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji- janji” (QS. Al-Maidah (5): 1).
Berdasarkan ayat di atas, jelas bahwa dalam Islam, memenuhi perjanjian atau kontrak adalah sebuah kewajiban. Oleh sebab itu, pihak Chandra Depatement Store harus memenuhi segala isi perjanjian yang dibuat dengan member/pelanggan.
4. Responsibility (Tanggung Jawab)
Merupakan bentuk pertanggungjawaban atas setiap tindakan.
Prinsip pertanggungjawaban adalah tanggung jawab yang seimbang dalam segala bentuk dan ruang lingkupnya, antara jiwa dan raga, antara orang dan keluarga, antara individu dan masyarakat serta antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Aplikasinya dalam member card : tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba, dan sebagainya.
5. Benevolence (Kebenaran)
Kebenaran disini juga meliputi kebajikan dan kejujuran.
Maksud dari kebenaran adalah niat, sikap dan perilaku benar dalam melakukan berbagai proses baik itu proses transaksi, proses memperoleh komoditas, proses pengembangan produk maupun proses perolehan keuntungan. Aplikasinya dalam member card : memberikan apa yang seharusnya menjadi hak member setelah memiliki member card.
Penerapan etika dan kejujuran dalam bisnis akan meningkatkan nilai entitas bisnis itu sendiri. Dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi ditambah dengan konsumen yang semakin kritis, maka kalau kepusan konsumen tetap dijaga akan menyebabkan perusahaan sustainable dan dapat dipercaya dalam jangka panjang. Pelanggan Chandra Departemen Store akan
merasa puas jika pelayanan dan kinerja Chandra Departemen Store sangat baik.
Beberapa metode pengumpulan data yang di gunakan peneliti guna menyempurnakan penelitian ini maka peneliti dapat menganalisa bahwa jual beli menggunakan member card ditinjau dari etika bisnis Islam di chandra super store 22 kota metro dalam pelaksanaan transaksi terdapat beberapa manfaat bagi anggota sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan member card dalam transaksi jual beli.