• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN "

Copied!
101
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kepedulian dan kesadaran siswa akan pentingnya pola hidup bersih akan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman. Tanggul dan merupakan salah satu sekolah yang menerapkan perilaku hidup bersih melalui Program Kelas Bersih (KPB). Dengan adanya program ruang kelas terbersih ini, kami berharap para siswa semakin aktif dan tertib, serta semakin meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap tugasnya menjaga kebersihan, sehingga kehidupan bersih selalu ada dalam jiwa mereka.

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini diberi judul “Kebiasaan Hidup Bersih Melalui Program Kelas Terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul.

Fokus Penelitian

Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi atau masukan bagi sekolah lain untuk lebih menjaga kebersihan.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang menghambat penerapan perilaku hidup bersih melalui program Kelas Terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul. Agar peserta didik memahami pentingnya kebersihan dan pola hidup bersih serta memiliki ciri ibadah yang baik sehingga menjadi keturunan bangsa yang cerdas secara kognitif dan emosional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alat evaluasi dalam pelaksanaan program KPB di sekolah dan memberikan masukan bagi pelaksanaan program selanjutnya.

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi baru yang positif dan memberikan kontribusi terhadap kepustakaan.

Definisi Istilah

Jadi pembiasaan hidup bersih merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang sebagai hasil belajar hidup bersih dalam arti cinta kebersihan, sehingga perilaku tersebut menjadi suatu kebiasaan. Program Kelas Terbersih (KPB) merupakan program pembersihan kelas yang dilombakan dan dilaksanakan secara berkesinambungan serta dievaluasi sesuai kriteria penilaian dan dievaluasi setiap semester sehingga menghasilkan ruang kelas yang bersih dan nyaman, dengan tujuan untuk menanamkan perilaku hidup bersih pada setiap siswa. Maka pembiasaan hidup bersih melalui program kelas terbersih merupakan program pembiasaan yang dilakukan oleh MTs Negeri 3 Jember sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih pada setiap siswa agar perilaku tersebut menjadi suatu kebiasaan baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. .

Sistematika Pembahasan

Fungsi bab ini adalah memberikan landasan teori bagi bab selanjutnya untuk menganalisis data yang diperoleh dari penelitian. Bab ketiga membahas tentang metode penelitian, meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, topik penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, dan tahapan penelitian. Bab ini menjelaskan tentang deskripsi objek penelitian, penyajian data dan analisis data, serta membahas temuan-temuan penelitian lapangan.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Sedangkan penelitian yang dikaji peneliti adalah pembiasaan hidup bersih melalui program kelas terbersih dengan lokasi penelitian di sekolah/madrasah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sikap siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di SDN Balangan. Berdasarkan nilai mean sebesar 23,04 sikap siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di SDN Balangan 1 Kec. Minggir Kab.

Hasil survei menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di SDN Balangan 1 Kec.

Kajian Teori

  • Pembiasaan Hidup Bersih
  • Kebersihan dalam Perspektif Islam
  • Penerapan Program Kelas Paling Bersih

Hidup bersih akan menjadi sebuah kebiasaan jika diulang setiap hari, hal ini akan membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari proses pembiasaan di sekolah adalah untuk membentuk sikap dan perilaku siswa yang relatif permanen karena sering dilakukan secara berulang-ulang baik dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Dalam hal ini, program “Kelas Terbersih” merupakan upaya mengenalkan siswa untuk selalu hidup bersih baik di dalam maupun di luar sekolah.

Dalam hukum Islam, setidaknya ada tiga istilah yang menyatakan “kebersihan”, yaitu: 18 Pertama, Nazhifah dan Nazif, yaitu bersih dari kotoran dan noda secara fisik dengan benda bersih seperti air sebagai alat pembersihnya. Sedangkan hidup bersih adalah seperangkat perilaku yang dilakukan oleh siswa, guru, dan warga sekolah berdasarkan kesadaran hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih. . 20. Jadi pembiasaan hidup bersih adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara intensif atau berulang-ulang untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih dalam arti cinta kebersihan sehingga perilaku tersebut menjadi suatu kebiasaan.

Sebagai program kelas terbersih yang dilakukan MTs Negeri 3 Jember sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan di lingkungan sekolah sekaligus sebagai bentuk pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kepribadian yang berkualitas dan sadar lingkungan sehingga mampu menerapkan suatu sikap. cinta dan kepedulian terhadap lingkungan baik di sekolah maupun di masyarakat. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program kelas terbersih adalah suatu tindakan yang dilakukan sekolah sesuai dengan perencanaan atau harapan untuk mencapai suatu tujuan yaitu terciptanya suasana belajar yang bersih dan nyaman. Jadi sosialisasi dalam hal ini adalah proses penyampaian pembelajaran yang dilakukan secara langsung melalui media sekolah.

37 http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1943457-pengertian-socialization/html (diakses 22 Januari 2018). untuk mengajar siswa mengetahui bagaimana hidup murni melalui program kelas yang paling murni. Piket kelas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan siswa untuk membersihkan dan merapikan ruang belajarnya yaitu ruang kelas.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Subyek Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data

Sebab peneliti dapat mendeskripsikan secara detail tentang perilaku hidup bersih melalui Program Kelas Terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul. Dalam diskusi kali ini kami akan mengungkap kondisi sebenarnya yang memunculkan kebiasaan hidup bersih melalui Program Kelas Terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember. Penerapan perilaku hidup bersih melalui Program Kelas Terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul.

Penerapan perilaku hidup bersih di MTs Negeri 3 Jember melalui program kelas terbersih dilakukan berdasarkan ketidaknyamanan dalam proses pembelajaran. Faktor pendukung penerapan perilaku hidup bersih melalui Program Kelas Terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul. Dari hasil penelitian perilaku hidup bersih hingga program pengajaran terbersih di MTs Negeri 3 Jember.

Faktor penghambat dalam penerapan perilaku hidup bersih melalui program kelas terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul. Bagaimana penerapan perilaku hidup bersih melalui Program Kelas Terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul. Ada beberapa faktor yang mendukung pembiasaan hidup bersih melalui program kelas terbersih, antara lain: a) dukungan kepala.

Berdasarkan data yang ada di lapangan, terdapat beberapa faktor yang menghambat pembiasaan hidup bersih melalui program kelas terbersih. Faktor pendukung penegakan perilaku hidup bersih melalui program kelas terbersih adalah: dukungan kepala sekolah dan keberadaan tempat higienis yang layak.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Obyek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis

Pada fase ini peneliti mencoba mempersiapkan diri untuk menggali dan mengumpulkan data untuk membuat analisis data mengenai kebiasaan hidup bersih melalui program Kelas Terbersih. Program kelas paling murni ini mulai dilaksanakan pada tahun 2017 hingga saat ini seperti yang disampaikan oleh Bapak. Mahmud sebagai kepala madrasah. Latar belakang munculnya program kelas terbersih adalah pembelajaran harus didukung oleh situasi yang kondusif dalam rasa aman dan nyaman.

Pemaparan siswa ini dapat menjadi pelajaran bagi kita bahwa program kelas terbersih juga berdampak positif terhadap kebiasaan siswa di rumah dan dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk hidup bersih. Mengenai kelas paling murni tentunya ada kelas yang dianggap paling murni sehingga diberi predikat kelas paling murni. Hal ini menunjukkan bahwa program kelas terbersih selain menunjang kenyamanan proses pembelajaran juga dapat meningkatkan kerjasama dan keharmonisan antar sesama siswa.

Dalam pelaksanaan program kelas terbersih juga ditentukan kriteria evaluasi kelas terbersih, seperti yang disampaikan oleh Bapak Mahmud selaku kepala madrasah. Untuk menentukan kelas yang paling murni, ada kriteria penilaian yang antara lain melihat kelengkapan kelas, keindahannya.” 73. Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa penerapan perilaku hidup bersih melalui program kelas bersih juga disertai dengan hadiah atau penghargaan.

Ada beberapa faktor pendukung yang mendukung kelangsungan program kelas terbersih ini, yaitu kepala sekolah/madrasah, sarana/sarana dan prasarana. Dalam melaksanakan program kelas terbersih, ada beberapa faktor yang mendukung kelangsungan program tersebut, salah satunya dijelaskan oleh Pak Mujib. Program kelas terbersih ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan, meningkatkan kerjasama siswa dan mengembangkan kreativitas siswa dalam menciptakan keindahan dan kebersihan.

Apa saja faktor penghambat penerapan perilaku hidup bersih melalui Program Kelas Terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul. Terdapat beberapa faktor penghambat dalam mendorong hidup bersih melalui program Kelas Terbersih, antara lain: a) minat siswa, dan b) pendanaan untuk kebutuhan program seperti pembelian hadiah Kelas Terbersih masih relatif sedikit.

Tabel 1.2  Hasil Temuan
Tabel 1.2 Hasil Temuan

Pembahasan Temuan

Ivan Pavlov dalam Suyono mengemukakan bahwa belajar adalah suatu usaha untuk mengkondisikan terbentuknya suatu tingkah laku atau reaksi terhadap sesuatu, dan kebiasaan dapat terbentuk karena adanya pengondisian.89 Dalam hal ini penerapan kebiasaan hidup murni melalui kelas yang paling murni adalah sesuai. dengan teori yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mendukung penerapan perilaku hidup bersih melalui program Ruang Kelas Bersih (KPB), antara lain: kebersihan kepala sekolah dan fasilitas. Berbeda dengan peran kepala sekolah, lingkungan dan infrastruktur menjadi faktor terpenting dalam penerapan perilaku hidup bersih di ruang kelas terbersih, apalagi jika dilihat dari kata-katanya.

Berdasarkan temuan yang ada, maka kesimpulan dari beberapa temuan dan teori yang disampaikan adalah: Faktor pendukung penegakan perilaku hidup bersih melalui program kelas terbersih antara lain adalah kepala sekolah dan fasilitas yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa minat siswa menjadi faktor penghambat penerapan perilaku hidup bersih di sekolah. Berdasarkan temuan di lapangan, seperti disampaikan Kepala Madrasah MTs Negeri 3 Jember, yang menghambat kelangsungan program adalah kelas yang paling murni, antara lain keterbatasan sumber daya.

Penerapan perilaku hidup bersih melalui program kelas terbersih (KPB) di MTs Negeri 3 Jember Manggisan Tanggul meliputi, a). sosialisasi kepada siswa oleh guru, b). kemudian pembagian jadwal poster, c). menetapkan kriteria penilaian dengan kriteria sebagai berikut: kelengkapan kelas, kebersihan dan keindahan, d). menunjuk tim penilai, e). Faktor penghambat penerapan perilaku hidup bersih melalui program kelas terbersih (KPB) adalah: minat siswa terhadap kebersihan yang relatif minim, serta dana yang dibutuhkan untuk mendukung kelangsungan program KPB yang tergolong kurang. Kepada kepala MTs Negeri 3 Jember, harus terus menjaga segala upaya dan upaya yang telah dilakukan dalam mendidik siswanya agar terbiasa hidup bersih.

Siswa wajib menaati peraturan dan mengikuti program sekolah terkait perilaku hidup bersih dan menampilkan akhlak yang baik. Ganjaran atau hadiah berupa piagam penghargaan dan piala bagi penerima predikat Kelas Terbersih (KPB).

PENUTUP

Kesimpulan

Saran-saran

Gambar

Tabel 1.2  Hasil Temuan

Referensi

Dokumen terkait

: MTs Darul Hikmah Tawangsari.

Penanaman Cinta Al-Quran Melalui Tadarus pada Siswa MTs Ma‟arif NU 1 Purwokerto Kabupaten Banyumas Pembahasannya sama mengenai penanaman cinta Al-Quran Sama-sama menggunakan

Berkaitan dengan hal ini Mohammad Mahfud selaku guru BK mengatakan bahwa: “Di program Bina Insan Cendekia ini penyusunan perencanaan stategisnya ini selalu dibutuhkan dalam

 Mengamati  Peserta didik diminta mengamati gambar /foto yang yang terdapat pada buku maupun melalui penayangan video yang disajikan oleh guru yang berkaitan dengan materi yaitu

Upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh guru PAI di SMP Islam Al-Amin dalam menegakkan disiplin peserta didik sesuai dengan penjelasan dari Winkel bahwa dalam menegakkan disiplin peserta

Seperti halnya baru-baru ini dewan kemakmuran masjid Nur Inka mengadakan program Jumat barakah yang kegiatannya yaitu memberikan makanan kepada orang-orang sekitar sini seperti tukang

Saya memberi tanggungjawab rizal taufiq senagai ketua kebersihan, yang anggotannya 50 orang mereka tugas di lingkungan pesantren yaitu meliputi halaman pesantren, masjid asrama gedung

Beliau mengungkapkan bahwa Penggunaan Media Internet dalam Pembelajaran Fiqih melalui Website di Madrasah Tsanawiyah Al-Qodiri Jember sebagai berikut : ”Penggunaan Internet itu sendiri