• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isim Dhomir, Isim Mausyul, dan Isim Isyarah

N/A
N/A
Andi Eka Salviana

Academic year: 2024

Membagikan " Isim Dhomir, Isim Mausyul, dan Isim Isyarah"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

ISIM DHOMIR, ISIM MAUSHUL DAN ISIM ISYARAH

Makalah

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas pada Mata Kuliah Ushul An-Nahwi Wa Al-Sharfi

Oleh:

ANDI EKA SALVIANA NIM 80400222011

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN BAHASA ARAB

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2023

(2)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Bahasa Arab merupakan salah satu rumpun bahasa semit yang paling tua dan tetap eksis sampai sekarang. Kemampuan bahasa Arab tetap eksis sampai sekarang disebabkan oleh posisinya sebagai bahasa yang dipilih oleh Allah sebagai bahasa kitab suci Al Qur‟an, dan sebagai bahasa agama (dalam shalat, dzikir, dan doa).1

Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat erat dengan unsur-unsur keagamaan, yaitu agama islam. Bahasa Arab adalah kunci untuk mempelajari islam karena bersumber-sumber hukum islam semuanya menggunakan bahasa Arab. Adapun ilmu yang dimaksud yakni Nahwu dan Shorof. Sementara Ilmu Nahwu adalah tentang pokok-pokokyang dengannya dapat diketahui oleh hal ihwal kata-kata bahasa Arab dari segi I‟rob dan Bina‟nya yaitu dari sisi apa yang dihadapinya dalam keadaan kata- kata itu disusun.

Dalam Kitab “Qawaidul Lughah al Arabiyah” dijelaskan bahwa:

Ilmu nahwu adalah ilmu yang kaidah untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir dan untuk mengenal cara mengi‟rob.2

Sedangkan dalam Kitab Syarah Mukhtasor Jiddan „Ala Matni Al Jurumiyah, dijelaskan bahwa ilmu nahwu adalah:

Ilmu Nahwu adalah ilmu yang dengan kaidah tersebut diketahui hukum-hukum bahasa Arab baik dalam keadaan tersusun dari segi i‟rab bina‟

1Abd. Wahab Rosyidi dan Mamlu‟atun Ni‟mah, Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: UIN Maliki Press, Cet.2, 2012), h. 4.

2Fuad Nikmah, Mulakhas Qawaidul Lughah Al Arabiyyah (Beirut: Darul Al Islamiyah, tt), h. 1

(3)

2

dan sesuatu yang mengikutinya berupa syarat-syarat nawasih (merubah mubtada dengan khabar) dan terbuangnya „aid.3

Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari kaidah tata bahasa Arab agar kita dapat mengetahui hukum-hukum akhir dari kata, baik dari segi susunan (tarkib), i‟rab dan bina‟nya, yaitu dari sisi apa yang dihadapinya dalam kata-kata itu disusun.

Berdasarkan kejelasannya isim terbagi menjadi dua macam yaitu isim nakirah dan isim ma‟rifat. Isim nakirah adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang tidak jelas. Sedangkan isim ma‟rifat adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang sudah jelas. Isim ma‟rifat sendiri meliputi tujuh macam, yaitu: dhomir, alam, isim isyarah, isim maushul, mudhaf kepada ma‟rifah bi lam, ma‟rifah bi lam, dan munada maqshud ta‎‟yiinuhu.

Dan diantara ketujuh macam isim ma‟rifah tersebut, penulis memfokuskan pembahasan ini mengenai isim dhamir, isim maushul dan isim isyarah.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakan yang telah dikemukakan maka penulis merumuskan masalah berikut ini:

1. Bagaimana Ruang Lingkup Isim Dhamir?

2. Bagaimana Ruang Lingkup Isim Maushul?

3. Bagaimana Ruang Lingkup Isim Isyarah?

3A.Z Dahlan, Syarah Mukhtasor Jiddan „Ala Matni al Jurumiya, (Semarang: Karya Thoha, tt), h. 2

(4)

3 BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Dhomir

1. Pengertian Dhomir

Dhamir termasuk dalam kelompok isim ma‟rifat, yaitu isim yang menunjukkan sesuatu yang sudah jelas. Dhamir yaitu isim yang menunjukkan arti kata ganti orang pertama (mutakallim), orang kedua (mukhatab) atau orang ketiga (ghaib).4 Di dalam kitab Jamiud Durus „Arabiyah dijelaskan bahwa:

“Dhamir adalah suatu kata yang terdiri dari sipembicara (mutakallim), orang yang diajak bicara (mukhatab) atau orang yang dibicarakan (ghoib)”5

Sedangkan dalam kitab Qawaidul Lughah al Arabiyyah dijelaskan bahwa Dhamir adalah:

“Dhamir adalah isim mabni yang menunjukkan orang yang berbicara(mutakallim), orang yang diajak berbicara (mukhatab) , dan orang yang dibicarakan (ghoib).”6

Dari beberapa pengertian diatas, dapat diketahui bahwa Dhamir adalah isim/kata yang orang yang berbicara (mutakallim), orang yang diajak berbicara (mukhatab) , dan orang yang dibicarakan (ghoib).

2. Pembagian Dhomir

Dhomir dalam kitab jami‟ud durus dibagi menjadi tujuh, yaitu:

4Imanuddin Sukamto, Tata Bahasa Arab Sistematis (Pendekatan Baru Mempelajari Tata Bahasa Arab), (Yogyakarta: Nurma Media Idea, 2007), h. 4.

5Mushtafa Al-Ghulayaini, Mushtaf Bin Muhammad Salim, Jami‟ud Durusil Arabiyah (Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2010), h. 88

6Fuad Nikmah, Mulakhas Qawaidul Lughah al Arabiyyah (Beirut: Darul Al Islamiyah), h.

113.

(5)

4 a. Dhomir Muttashil

1) Pengertian Dhomir Muttashil

Dhomir muttashil adalah kata hubung atau kata yang bersambung baik bersambung dengan isim, fiil maupun huruf.7

Namun, penulis mengutip arti dhomir muttashil yang ada di kitab Jami‟ud Durus Al Arabiyah:

دعب ُعقي لاو ،وب ُأدتبُي لا ام ُلصتلما ُيرمَّضلا

“ لاإ ِءاتلاك .رعشلا ةرورَض في َّلاإ ”

نم فاكلاو َكُتمركأ “

ُلاقُي لاف ، ” َكّلاإ ُتمركأ ام “

”.

Dhomir muttasil adalah kata ganti yang tidak digunakan di permulaan kalam, dan tidak jatuh setelah illa (‎الإ) kecuali pada dhorurotusy syi‟ri.

Contohnya seperti:

ta‟ dan kaf pada lafadz

َكُتمركأ

. Maka tidak boleh disebutkan dengan

ام كّلاإ ُتمركأ

‎ َ (diselingi kaf-nya didahului illa, kalau diselingi illa harusnya ditulis

َتْنَا َ ّلاإ ُتمركأ ام

).

Jadi, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa tidak mungkin dhamir muttashil itu:

a) ada di permulaan kalam, pasti dia ada di belakang (bersambung) dengan kata lainnya. Contohnya di atas, dia ada di belakang lafadz akroma.

b) Tidak jatuh setelah lafadz illa.

7Akhmad Munawari, Belajar Cepat Tata Bahasa Arab (Yogyakarta: Nurma Media Idea, 2003), h.10

(6)

5

Jika dia ada di permulaan kalam atau jatuh setelah illa, maka disebut dhomir munfashil. Pengecualian dhomir muttasil dalam syiir dhoruroh. Telah disebutkan di dalam syi‟ir karena dhorurah, seperti syiir berikut ini (pakai dhamir muttashil setelah illa):

انَتَراج ِتنُك ام اذإ انْيلَع امو ِّرَّيََّد ِكَّلاإ نازِواُيُ َّلاأ …

Syiir lain juga menyebutkan

ْتَغَ ب ٍةَئِف نم ِشرَعلا ِّبَرِب ُذوعَأ ُرِصنا ُهاَّلاِإ ُضْوَع ليامف ،َّيلع …

Adapun pembagian dhomir menurut Musthafa dalam kitab Jami‟ud Durus Al „Arabiyah

يىو ،ٌةعست ُةلصتلما ُرئامضلاو ُءالهاو ُءايلاو ُفاكلاو ُنونلاو ُفللأاو ُواولاو ناو ُءاتلا :

. اهو

2) Pembagian Dhomir Muttashil

Dhomir muttasil itu jumlahnya ada sembilan, yaitu: (a) ta‟ (‎ ءاتلا), nantinya ada yang berharakat fathah (ta), kasroh (ti) dan dhommah (tu). (b) Nun alif (baca naa: او ): untuk mutakallim ma‟al ghair atau orang pertama lebih dari satu, (c) wawu (‎ واىلا) untuk jamak mudzakkar salim, (d) Alif, (e) Nun, (f) Kaf, (g) Ya, (h) ha (‎ ءاهلا) bisa dibaca hu atau hi nantinya dan (i) haa (ha‟ alif: اه): dhomir muttasil ا ه menunjukkan kata ganti untuk perempuan (muannats) ghaibah 1 orang (dia perempuan 1), contohnya madrosatun karena ada ta‟ marbuthoh maka masuk kategori muannats dan kata gantinya adalah ا ه (muttashil).

Dari 9 jenis isim dhomir muttashil tersebut, bisa dikelompokkan menjadi 3 berdasarkan i‟robnya, yaitu:

a) Dhomir muttashil mahal rofa‟ (dhamir muttashil marfu)

(7)

6

Isim Dhamir Muttashil yang hanya berlaku dalam keadaan rofa„

disebabkan karena hanya ada dalam fa‟il atau naibul fa‟il. Ada 4 dhomir yang hanya berlaku dalam keadaan rofa‟:

(1) alif:

اَبتك

, untuk isim tatsniyah. artinya dia berdua laki-laki telah menulis, dan dhamir alif tersebut berfungsi sebagai pelaku/fail/subjek.

(2) ta‟, contohnya

تْبتك

(bisa dibaca katabta, katabti, katabtu). dhomir tersebut juga lil fail.

(3) wawu, contohnya:

اْوُ بتك

(untuk jamak mudzakkar salim). lil fail juga.

(4) nun. contohnya:

َْبتكو.

(jamak muannats salim). lil fail.

b) Dhomir muttashil yang bisa rofa‟, nashob dan jar

Dua isim dhomir muttashil yang masuk pada keadaan rofa‟, nasob, dan jer adalah:

(1) Dhamir naa

(a) rofa‟: contohnya

اَنْ بَ تك

(kami telah menulis, dhamir berfungsi sebagai fa‟il atau subjek)

(b) nashob:

ُملعلما انَمَركأ

(c) jer:

اَنُ باَتِك.

(2) Dhamir ya‟

(a) rofa‟:

ِبُتكا , َْيِْبُتكَت.

(b) nashob: مِّ ل ع مْلا‎ًى م سْك أ (c) jer:

ِباَتِك

.

(3) Tidak bisa rofa‟

Sisanya, ada 3 dhomir muttasil, itu tidak mungkin dalam keadaan rofa„

karena ketiganya tidak bisa di-isnadi, yaitu: kaf, haa, dan ha (‎ ءاهلا)

(8)

7 (a) Dhamir muttashil mansub Contohnya:

kaf:

كُتْمَرْكَأ

(akromtuka atau akromtuki).

haa:

اَهُ تْمَرْكَأ.

ha (

ُوُتْمَرْكَأ :)ُءالها.)

(b) Dhamir muttashil majrur Contohnya:

kaf:

كيلإ ُتنسحأ

(ilaika atau ilaiki).

haa:

اهيلإ ُتنسحأ.

ha (

ِويلإ ُتنسحأ :)ُءالها.

b. Dhomir Munfashil

1) Pengertian Dhomir Munfashil

Dhomir munfashil adalah dhamir yang terpisah, bisa berdiri sendiri, tidak tergantung pada kalimah lainnya, bisa diletakkan di awal kalam dan bisa jatuh setelah lafadz illa (‎ لإ).8 Dhamir munfashil adalah dhomir yang yang terpisah atau berdiri sendiri.9

2) Pembagian Dhomir Munfashil

Dalam buku jamiúl Durus karangan Mustafa menyebutkan ada 2 macam dhomir munfashil, yaitu:

a) Dhomir rafa munfashil

Dhomir rafa munfashil adalah dhomir/kata ganti yang marfu‟ yang berdiri sendiri dan penulisannya tidak bersambung dengan kata kerja (fi‟il), kata benda

8Mushtafa Al-Ghulayaini, Mushtaf Bin Muhammad Salim, Jami‟ud Durusil Arabiyah (Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2010), h. 90

9Akhmad Munawari, Belajar Cepat Tata Bahasa Arab (Yogyakarta: Nurma Media Idea, 2003), h.10

(9)

8

(isim), dan huruf. yang menempati mubtada‟, khobar, fa‟il dan na‟ibul fa‟il.

Dhomir rafa munfashil ini terbagi menjadi 14 huruf yaitu:

(10)

9

Contoh Penggunaan dhomir munfashil ketika diawal kalimah

(11)

10 b) Dhomir nasab munfashil

Dhomir nasab munfashil adalah kata ganti yang dapat berdiri sendiri, oleh sebab itu, kelompok kata ini penulisannya tidak dapat bersambung dengan kata lain. yang menempati maf‟ul bih (objek) sebagai tanda nasabnya. Dhomir nasab munfashil ini terbagi menjadi 14 huruf yaitu:

(12)

11 c. Dhomir Baris dan Mustatir

Dhamir bariz adalah kata ganti dalam bahasa arab yang jelas tertulis dalam lafadz, bisa dilihat secara kasat mata, tidak tersembunyi.10

Berikut ini contoh dhamir bariz di dalam Al Quran:

Surat Al Baqarah ayat 6:

َلا ْمُىْرِذْنُ ت َْلَ ْمَأ ْمُهَ تْرَذْنَأَأ ْمِهْيَلَع ٌءاَوَس اوُرَفَك َنيِذَّلا َّنِإ َنوُنِمْؤُ ي

. Ada wawu, Ha, ta‟ di situ sebagai dhamir.

Dhamir mustatir adalah kata ganti dalam bahasa arab yang tidak tertulis secara jelas di dalam kalam, akan tetapi dikira-kirakan berdasarkan pemikiran dan maksud tujuannya. Dhamir itu tersimpan, jadi tidak terlihat kasat mata, dan butuh analisi pemikiran untuk mengetahuinya.11

d. Dhomir Rafa‟, Nasab, dan jar 1) Isim Dhomir Marfu

Dhamir yang menempati tempat isim dzahir, juga berkedudukan i‟rab seperti isimdzahirnya, bisa marfu‟, manshub, atau majrur. Di dalam posisi rofa‟, isim dhamir berkedudukan sebagai fa‟il atau naibul fa‟il. Atau bisa juga sebagai mubtada‟.

Contohnya sebagai berikut:

sebagai mubtada‟:

ٍكِلاَم ُنْبا َوُى

(Dia adalah Ibnu Malik), huwa sebagai mubtada‟.

Sebagai fail misalkan:

َدَْحَْا ُتْرَصَن

. (aku telah menolong ahmad).

10Mushtafa Al-Ghulayaini, Mushtaf Bin Muhammad Salim, Jami‟ud Durusil Arabiyah (Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2010), h. 92

11Mushtafa Al-Ghulayaini, Mushtaf Bin Muhammad Salim, Jami‟ud Durusil Arabiyah (Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2010), h. 92

(13)

12

Sebagai naibul fail contohnya:

َتْقِلُخ

. (kamu telah diciptakan) 2) Isim Dhamir Manshub

Isim dhamir juga ada yang pada posisi nashab, terutama karena menjadi maf‟ul bih atau objek.

Berikut ini contoh isim dhamir dalam posisi nashob.

َكَتْمَرْكَا

artinya aku telah memuliakan kamu. Dhamir kaf pada akramtuka berstatus mansub karena menjadi maf‟ul bih.

3) Isim Dhamir Majrur

Dhamir juga bisa berstatus majrur, bisa karena menujukkan kata ganti kepemilikan (menjadi mudhaf ilaih), atau didahului oleh huruf jer.

Contohnya:

َكُباَتِك اَذَى

(ini adalah buku kamu). Dhamir kaf menjadi mudhaf ilaih sehingga dibaca jer.

Sura Al Baqarah ayat 2:

َيِْقَّتُمْلِل ىًدُى ِويِف َبْيَر َلا ُباَتِكْلا َكِلَذ

. Karena

jatuh sesudah huruf jer maka statusnya adalah dhamir majrur.

B. Konsep Mushul

1. Pengertian Isim Maushul

Definisi isim maushul di kitab jamiud durus al arabiyah

ٍيَْعُم ىلع ُّلدَي ام ُلوصولما ُمسلإا َةلِص( ُةلملجا هذى ىّمسُتو .هدعب ركذُت ةلجم ةطساوب

لوصولما (

12

12Mushtafa Al-Ghulayaini, Mushtaf Bin Muhammad Salim, Jami‟ud Durusil Arabiyah (Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2010), h. 99

(14)

13

Isim Mausul adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang spesifik dengan perantara jumlah (kalimat) yang disebutkan setelahnya. Jumlah ini (yang jatuh setelah isim mausul) disebut dengan shillatul mausul. Jadi, setiap ada isim mausul, maka harus ada shillatul maushulnya.

Maksud isim maushul di kitab an-nahwu at-tathbiqiyy

دئاعو ةلص لىإ رقتفا ام وى : لوصولما مسلاا

Isim mausul adalah isim yang memerlukan shilah (hubungan) dan „aaid (yang kembali).

Shilah: bisa diterjemahkan sebagai anak kalimat, yaitu kalimat yang jatuh setelah isim mausul.„aaid (دئاع) adalah isim dhomir yang kembali kepada isim mausul (baik itu bariz maupun mustatir).

Contohnya:

ُوُتْمَرْكَا يِذَّلا َرَضَح

Telah datang (orang) yang aku memuliakan-nya.

يِّرالا adalah isim mausul. Jumlah (kalimat) ‎ ه تْم سْك ا adalah shilatul maushul.

Sedangkan dhomir ha pada ‎ ه تْم سْك ا adalah „aid yang menghubungkan antara shilah dengan maushulnya. Dhomir tersebut kembali kepada يِّرالا .

2. Pembagian Isim Maushul

Isim mausul terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu:

a. Isim maushul khas (khusus)

صالخا لوصولما

Kata penghubung ini khusus hanya digunakan untuk mufrad, tatsniyah, jamak, serta mudzakkar dan muannats. Masing-masing memiliki kata penghubung yang berbeda.

(15)

14

Jumlah Laki-laki (Mudzakkar) Perempuan (Muannats)

Mufrod

يِذَّلا ِتَّلا

Tatsniyah

ِناَذَّللا ِناَتَّللا

Jamak

َنْيِذَّلا يِئ َّلالا / ِتِ َّلالا

Contohnya dalam Bahasa Arab:

laki laki satu:

ُوُتْمَرْكَا يِذَّلا َرَضَح

laki laki dua:

اَمُهُ تْمَرْكَا ِناَذ َّلا َرَضَح .

laki laki jamak:

ْمُهُ تْمَرْكَا َنْيِذَّلا َرَضَح

perempuan satu:

اَهُ تْمَرْكَا ِتَّلا َرَضَح

perempuan dua:

اَمُهُ تْمَرْكَا ِناَتَّلا َرَضَح

perempuan jamak:

َّنُهُ تْمَرْكَا ِتِ َّلالا َرَضَح.

b. Isim maushul musytarak / „aam (umum) كستشملا‎لىصىمل ا

Yaitu kata sambung yang bisa digunakan untuk semuanya baik laki laki maupun perempuan, tunggal ganda maupun jamak. Semuanya memakai kata sambung yang sama. Maushul musytarak terdiri dari:

ْنَم اَم و اَذ و ُّيَأ و وُذ و

Dengan ketentuan:

1) ‎ْه م digunakan untuk isim yang berakal.

2) ام digunakan untuk isim yang tidak berakal (meskipun terkadang digunakan juga untuk yang berakal).

3) و ذ‎ُّي أ‎ا ذ bisa untuk yang berakal atau tidak berakal.

Contohnya:

(16)

15

تادهتجا نمو ،ادهتجا نمو ، ْتدهتجا نمو ،َدهتجا ْنَم َحََنَ

نمو ،اودهتجا نمو ،

َنْدهتجا

Yang paling banyak digunakan adalah isim mausul ma dan man.

3. I‟rab Isim Mausul

Isim maushul bersifat mabni, artinya harakat akhirnya tidak mengalami perubahan meskipun ada „amil yang jatuh kepadanya. Kecuali untuk bentuk tatsniyah, maka mengalami perubahan seperti isim tatsniyah

Laki-laki

a. Dalam keadaan rofa‟, dengan menggunakan alif (‎ِّنا رللا ), contohnya dalam Surat An Nisa ayat 19:

اَُهُْوُذٰاَف ْمُكْنِم اَهِنٰيِتَْيَ ِنٰذَّلاَو

.

b. Dalam keadaan nashab dan jer menggunakan ya (‎ِّهٌْ راللا) dibaca al-ladzaini, contohnya dalam surat Al Fussilat ayat 29:

ِماَدْقَا َتَْتَ اَمُهْلَعَْنَ ِسْنِْلااَو ِّنِْلجا َنِم اَنّٰلَضَا ِنْيَذَّلا َنَِرَا ٓاَنَّ بَر اْوُرَفَك َنْيِذَّلا َلاَقَو َنَْوُكَيِل اَن

َْيِْلَفْسَْلاا َنِم .

Menyikapai ini ulama berbeda pendapat mengenai status i‟rabnya. Ada yang berpendapat, isim ini dalam keadaan rofa‟ mabni „alal alif, nashab dan jer mabni „alal ya‟. Sementara yang lain berpendapat, untuk mengi‟robkan isim ini, seperti tandanya i‟rab isim mutsanna.

Perempuan

a. Dalam keadaan rofa‟, dengan menggunakan alif (‎ِّنا تاللا ).

b. Dalam keadaan nashab dan jer menggunakan ya (‎ِّهٍْ تاللا) dibaca al-lataini, Sama seperti di atas, ada yang menghukuminya tetap mabni, ada juga yang menghukumi i‟rab untuk dua isim ini.

(17)

16 4. Pengertian Shilatul Maushul

Shilatul maushul adalah kalimat yang jatuh setelah isim maushul yang berfungsi untuk menghilangkan kerancuan makna dari isim tersebut. Isim maushul itu masih rancu, tidak jelas maksudnya, kecuali dengan adanya shilah setelahnya yang menghilangkan kerancuan maksud.

Contohnya:

يِذَّلا َءاَج

Telah datang yang

Siapa yang datang, gak jelas kan?

Kalimat di atas masih tidak jelas maknanya. Berbeda halnya jika ditambahkan dengan shilatul maushul sebagai berikut:

ُوتْمَرْكَأ يِذَّلا َءاَج

Telah datang (orang) yang aku memuliakannya.

‎ هتْم سْك أ ini disebut shilatul maushul. Shilatul Maushul tidak mempunyai kedudukan i‟rob.

5. Macam Macam Shilatul Maushul

Shilatul maushul dibagi menjadi dua yaitu:

a. Jumlah (Kalimat)

Shilah maushul jumlah dibagi menjadi dua:

1) Jumlah ismiyah

Terdiri dari susunan mubtada dan khobar.

Contohnya dalam Al Quran surat An-Nahl ayat 125:

(18)

17

ُنَسْحَا َيِى ِْتَّلِبِ ْمُْلهِداَجَو

‎ ه سْح ا‎ ًِّه adalah susunan mubtada khobar yang menjadi shilatul maushul.

‎ ًِّهmerupakan dhomir, mabni „alal fath, berkedudukan rofa‟ karena menjadi mubtada. ‎ ه سْح ا merupakan khobar, dalam keadaan rofa‟.

2) Jumlah fi‟liyah

Terdiri dari susuna fi‟il + fa‟il atau fi‟il + fa‟il + maf‟ul bih.

Contohnya di dalam Al Quran:

َُت ِْتَّلا َلْوَ ق ُّٰللّا َعَِسَ ْدَق ِّٰللّا َلىِا ْٓيِكَتْشَتَو اَهِجْوَز ِْفي َكُلِدا

‎ ك لِّدا ج ت adalah susunan fi‟il + fa‟il + maf‟ul bih atau jumlah fi‟liyah yang menjadi shilatul maushul. ‎ لِّدا ج ت merupakan fiil mudhari‟ dengan fa‟il dhomir mustatir ‎ yang kira-kiranya adalah hiya (‎ ًِّه). Kaf (‎ ك) adalah dhomir muttashil mabni „alal fath, berkedudukan nashab karena menjadi maf‟ul bih.

b. Syibhul Jumlah (Serupa Dengan Kalimat) Dibagi menjadi dua juga:

1) Dzorof, Contohnya ada di Surat Al Fushilat ayat 38:

ْنِع َنْيِذَّلاَف اْوُرَ بْكَتْسا ِنِاَف وَل َنْوُحِّبَسُي َكِّبَر َد

ِلْيَّلِبِ ‎ َ ِراَهَّ نلاَو ْمُىَو

َلا َنْوُمَ ْسَي

‎ دْىِّع adalah dhorof makan, keterangan tempat.

2) Jer Majrur, Contohnya di dalam Al Quran Surat Ghafir ayat 49:

ْمُكَّبَر اْوُعْدا َمَّنَهَج ِةَنَزَِلخ ِراَّنلا ِفِ َنْيِذَّلا َلاَق ِباَذَعْلا َنِّم اًمْوَ ي اَّنَع ْفِّفَُيُ

‎ِّزااىلا‎ىِّف adalah susunan jer majrur yang menjadi shilatul maushul.

6. Huruf Maushul

Dalam Bahasa Arab, maushul itu dibagi menjadi dua:

(19)

18

a) maushul ismi (ًمسلا‎ لىصىملا) seperti yang telah dijelaskan di atas butuh pada shilah dan „aid.

b) maushul harfi (ًفسحلا‎لىصىملا), yang akan kita bahas kali ini > hanya butuh pada shilah saja.13

Huruf maushul ada 5 yaitu:

ْوَل ،ْيَك ،اَم ،َّنَا ،ْنَا

C. Konsep Isyarah

1. Pengertian Isim Isyarah (‎ِّة زا شِّ ْلا‎ مْسِّا)

Di kitab Jaami‟ud Durus Al‟Arabiyyah, disebutkan definisi isim isyaroh sebagai berikut:

ويلإ ُراشلما ناك نإ ،اىونحو ِديلبِ ٍةَّيّسِح ٍةراشإ ةطساوب ٍيْعُم ىلع ُّلُدي ام ِةراشلإا ُمسا ةرضاح َيرغ ًتااذ وأ ،ًنىعم ويلا ُراشلما ناك اذإ ةَّيونعم ةراشإ وأ ،ًارضاح

Isim isyarah adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang spesifik dengan perantara penunjuk yang jelas (fisik / lahiriyah / indrawi), dengan menggunakan tangan atau sejenisnya.

Ada kalanya yang ditunjuk itu hadir (ada di hadapan), atau kata tunjuk ma\‟nawiyyah jika yang ditunjuk adalah makna, atau subjek yang bukan hadhirah (tidak di hadapan).

Sedangkan dalam kitab an-nahwu at-tathbiqiyy, maksud dari isim isyaroh sebagai berikut:

ويلإ ةراشلإاو ،يًّمسم ىلع َّلداموى

13Hermanto Wicaksana, Apa Itu Isim Maushul? Ini Pembagian, Huruf, Maksud, Contoh Di Al Qur‟an, Blog Phinhome, https://www.pinhome.id/blog/apa-itu-isim-maushul-ini-pembagian- huruf-maksud-contoh-di-al-quran/, (5 Mei 2023)

(20)

19

Isim isyaroh adalah isim yang menunjukkan pada sesuatu yang disebut, dan yang ditunjuk kepadanya.

2. Pembagian Isim Isyarah

Di dalam kitab An Nahwu At-Tathbiqiyy, jenis isim isyarah dibagi menjadi dua:

a. Isim Isyarah Lil Ba‟id (Jarak Jauh)

Isim isyaroh lil baid merupakan kata tunjuk dalam Bahasa Arab untuk menunjuk sesuatu yang jauh. kata tunjuk dalam Bahasa Arab ini dibedakan antara:

laki-laki dan perempuan, satu (mufrad), dua (mutsanna) atau lebih dari dua (jamak).

Isim isyaroh lil ba‟id terdiri dari:

Isim Laki-

laki/Mudzakkar

Perempuan/Muannats Artinya Mufrad

َكِلٰذ / َكاَذ َكْلِت / َكِي ِت

Dia Itu (satu)

Tatsniyah

َكِناَذ َكِنَتا

Mereka Itu (dua) berdua

Jamak

َكِئَلوُأ َكِئَلوُأ

Mereka itu (lebih

dari 2) Contohnya di dalam Al Quran Surat Al Baqarah:

ْوُحِلْفُمْلا ُمُى َكِٕى ٰۤ

ٰلوُاَو ۙ ْمِِّبَّّر ْنِّم ىًدُى ىٰلَع َكِٕى ٰۤ

ٰلوُا َن

‎ كِٕىٰۤ لو ا di sini menjadi mubtada isim isyarah.

b. Isim Isyarah Lil Qarib (Jarak Dekat)

Isim isyaroh lil qarib adalah kata tunjuk dalam Bahasa Arab untuk menunjukkan sesuatu yang dekat. Dibedakan juga antara mudzakkar / muannats, serta mufrad / tatsniyah / jamak.

(21)

20

Berikut ini macam-macam kata tunjuk dalam Bahasa Arab jarak dekat:

Isim Laki-

laki/Mudzakkar

Perempuan / Muannats

Artinya

Mufrad

اَذٰى ِهِذٰى

Ini (satu)

Tatsniyah

ِناَذٰى ِنَتاَاى

Mereka berdua Ini

(dua) Jamak

ِء َلاُؤٰى ِء َلاُؤٰى

Mereka Ini (lebih

dari 2)

Contoh isim isyarah jarak dekat di dalam ayat Al Quran surat Al Baqarah:

ِّٰللّا ِدْنِع ْنِم اَذٰى َنْوُلْوُقَ ي َُّثُ

.

3. Hukum I‟rab Isim Isyarah

Isim isyarah adalah isim ma‟rifat yang bersifat mabni. Artinya huruf akhirnya tidak akan mengalami perubahan saat ada ‟amil yang masuk kepadanya.

Baik dalam keadaan rofa, nashab, maupun jer, tetap sama. Kecuali untuk dua isim isyarah berikut ini:

a. ‎ِّنا ر ه, hanya berlaku dalam posisi rofa\‟, sedangkan dalam posisi nashob dan jer berubah seperti isim tatsniyah, menjadi ‎ِّهٌْ ر ه.

b. ‎ِّنا ت اه, berlaku dalam posisi rofa\‟ saja, sedangkan dalam keadaan i\‟rob nashob dan jer berubah menjadi ‎ِّهٍْ تا ه.

(22)

21 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Penggunaan dhomir dalam bahasa arab adalah untuk menggantikan dari isim dzahir. Kedudukan i\‟rab isim dhamir bisa marfu\‟, mansub dan majrur. Isim dhomir ada yang terlihat, disebut dhomir bariz, dan ada yang tersembunyi, disebut dhomir mustatir. Dhomir bariz sendiri dibedakan menjadi dhomir mustatir dan munfashil.

Maushul ada 2: Maushul ismi dan maushul harfi. Maushul ismi atau isim mausul dibagi menjadi dua: khas dan „aam / musytarak. Isim mausul butuh kepada silah shilah dan „aid, beda halnya dengan huruf mausul, hanya butuh pada shilah.

Isim isyaroh adalah kata tunjuk dalam Bahasa Arab, Isim isyarah dilihat dari sisi jauh dekat bisa dibedakan menjadi: isim isyaroh lil baid dan isim isyaroh lil qorib. (ada juga yang menambahkan mutawasithah)

Isim isyaroh dilihat dari jenis kelamin dibedakan menjadi: isim isyaroh lil muannats dan isim isyaroh lil mudzakkar.

Sedangkan dari sisi ‟adad, dibedakan menjadi: isim isyaroh lil mufrad, isim isyaroh lil mutsanna dan isim isyaroh lil jam‟i

B. Saran

Demikian makalah yang kami buat. Kami menyadari didalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan baik pada segi penulisan maupun minimnya buku referensi. Untuk itu, pemakalah mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin

(23)

22

DAFTAR PUSTAKA

Rosyidi, Abd. Wahab dan Mamlu‟atun Ni‟mah. Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: UIN Maliki Press. 2012.

Nikmah, Fuad. Mulakhas Qawaidul Lughah Al Arabiyyah. Beirut: Darul Al Islamiyah.

Dahlan, A.Z. Syarah Mukhtasor Jiddan „Ala Matni al Jurumiyah. Semarang:

Karya Thoha.

Sukamto, Imanuddin Tata Bahasa Arab Sistematis (Pendekatan Baru Mempelajari Tata Bahasa Arab). Yogyakarta: Nurma Media Idea. 2007.

Al-Ghulayaini, Mushtafa dan Mushtaf Bin Muhammad Salim. Jami‟ud Durusil Arabiyah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah. 2010.

Munawari, Akhmad. Belajar Cepat Tata Bahasa Arab. Yogyakarta: Nurma Media Idea. 2003.

Wicaksana, Hermanto. Apa Itu Isim Maushul? Ini Pembagian, Huruf, Maksud, Contoh Di Al Qur‟an. Blog Phinhome. https://www.pinhome.id/blog/apa- itu-isim-maushul-ini-pembagian-huruf-maksud-contoh-di-al-quran/. 5 Mei 2023.

Referensi

Dokumen terkait

Semua isim yang diakhiri dengan huruf-huruf shohih (kecuali hamzah) maka dia adalah isim shohih akhir.. Bahasa Arab Dasar 17: Dhomir (Kata Ganti Orang) رجيرمبض

2.1 Mendengar kosa kata bahasa Arab tentang benda-benda yang ada di dalam kelas dengan isim isyarah dekat dan jauh jenis muzakkar 2.2 Menyebutkan kosa kata bahasa Arab

Berdasarkan hasil perbandingan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab khususnya materi isim isyaroh dengan menggunakan model pembelajaran cooperative

Analisis Kesalahannya berupa pemakaian dhomir mustatir wujuban َدٔأ (mufrod mudzakar mukhotob) yang terkandung dalam fi‟il mudhori‟ بِّشدذ untuk menggantikan isim

Analisis Dhomir mustatir jawazan (kata ganti yang bisa dimahalkan seperti isim dhohir dan terdapat pada fi‟il mudhori‟ yang ghoibah) berupa َّ ُ فَغْؼُ ر

12 AL-ASMA’: Pengenalan Isim dalam Bahasa Arab Makna Kalimat Umar ٌر َم ُع Utsman ٌ ناَمثْع ُ Hamzah ٌة َزْمَح Nama benda dan semua nama benda yang tidak bersambung dengan ta’

makalah bahasa arab yang membahas tentang tata bahasa

Makalah ini membahas tentang objek penelitian bahasa Arab dan penentuan masalah penelitian bahasa