A. Hakikat Kurikulum
Pengertian Kurikulum
Perkembangan pengertian/ batasan kurikulum
Klasifikasi kurikulum
Model organisasi pengembangan
kurikulum
Perkembanga n pengertian/
batasan kurikulum
◦Curriculum dalam bahasa Yunani berasal dari kata curir yang artinya “pelari”, dan curere yang artinya “tempat berpacu”. Maknanya adalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari sehingga sampai pada garis finish yang ditetapkan.
◦Secara sederhana kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari/ diselesaikan oleh setiap siswa atau anak didik untuk memperoleh ijazah.
◦Selanjutnya, kurikulum diartikan lebih luas lagi. Hal ini diperkuat oleh penjelasan Patmodewo yang mengungkapkan bahwa kurikulum adalah seluruh usaha/ kegiatan sekolah untuk merangsang anak supaya belajar, baik di dalam maupun di luar kelas.
◦Lebih lanjut, kurikulum diartikan sebagai “program pendidikan” (plan for learning). Kurikulum adalah suatu rencana tertulis yang mengatur segala hal terkait dengan kepentingan pendidikan.
Perkembanga n pengertian/
batasan kurikulum
◦ UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Lanjutan….
Kurikulum dapat diartikan sebagai program pendidikan yang
disusun secara logis dan sistematis sebagai pedoman umum untuk penyelenggaraan system pendidikan, yang memfasilitasi
diperolehnya pengalaman dan atau hasil secara optimal, sehingga dapat melahirkan siswa yang memeiliki kemampuan baik
kompetensi akademik, personal, social, maupun vokasional secara
terintegrasi untuk bekal kehidupan yang akan dihadapinya.
Klasifikasi kurikulum
• Mengembangkan kemampuan intelektual anak.
Fungsi kurikulum sebagai proses
kognitif
• Memfasilitasi anak agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakat dan berkembang sebagai dirinya sendiri.
Fungsi kurikulum sebagai proses
aktualisasi diri
• Membekali anak agar menjadi anggota masyarakat yang secara inovatif dan kreatif mengembangkan kehidupan ke arah yang lebih produktif dan berkualitas.
Fungsi kurikulum sebagai proses
rekonstruksi sosial
• Memperoleh pengetahuan yang diharapkan dapat membekali kemampuan untuk bisa hidup dalam zaman yang dilaluinya.
Fungsi kurikulum
sebagai
program
akademik
Model
organisasi
pengembanga n kurikulum Separated Subject Curriculum (kurikulum
terpisah)
• Penyusunan bahan atau materi pelajaran yang ketat untuk masing-masing mata pelajaran.
• Setiap bahan pelajaran disajikan dalam mata pelajaran yang terpisah-pisah.
Correlated Curriculum (kurikulum terkait)
• Suatu pendekatan penyusunan bahan dengan melihat kaitan antara beberapa mata pelajaran kemudian digabung menjadi satu bidang.
Integrated Curriculum (kurikulum terpadu)
• Mengandung unsur perpaduan, koordinasi, harmoni, kebulatan, dan keseluruhan.
• Meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit/ keseluruhan.
Komponen Kurikulum
Komponen tujuan
Komponen isi/ materi
Komponen kegiatan
Komponen evaluasi
Tujuan
Isi Materi Metode Kegiatan
Evaluasi/
Penilaian
Interelasi Komponen Kurikulum
Komponen tujuan
◦Tujuan kurikulum adalah rumusan tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan dan harus dicapai oleh siswa.
◦Tujuan kurikulum pada setiap program pendidikan harus merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan nasional, yaitu mengacu pada faslafah negara Pancasila dan UUD 1945.
◦UU No. 20 tahun 2003, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Hierarki Tujuan
Tujuan pendidikan nasional
Tujuan institusional (lembaga)
Tujuan mata pelajaran (kurikuler)
Tujuan pembelajaran
(instruksional)
◦Penyelenggaraan TK dan RA difokuskan pada peletakan dasar-dasar pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
◦Kompetensi atau tujuan yang harsu dimiliki anak TK:
1. Menunjukkan pemahaman positif tentang diri dan percaya diri
2. Menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dan alam sekitar
3. Menunjukkan kemampuan berpikir runut 4. Berkomunikasi secara efektif
5. Terbiasa hidup sehat
6. Menunjukkan kepamatangan fisik
◦Tujuan berfungsi:
1. Penentu bagi penetapan komponen-komponen berikutnya (materi, metode, media, sumber, dan evalausi).
2. Penentu arah dan corak kegiatan pendidikan yang akan dilaksanakan.
3. Indikator keberhasilan pelaksanaan pendidikan.
4. Pegangan dalam setiap usaha dan tindakan dari para pengelola dan pelaksana pendidikan.
Komponen isi/ materi
◦Isi kurikulum adalah bahan atau materi yang disusun untuk diberikan kepada siswa agar mencapai tujuan yang ditetapkan.
◦Sudjana (1989) memberikan beberapa kriteria yang harus diindahkan dalam setiap memilih dan menentukan materi kurikulum, yaitu:
1. Isi kurikulum harus sesuai, tepat, dan bermakna bagi perkembangan siswa.
2. Isi kurikulum harus mencerminkan kenyataan social, artinya sesuai dengan tuntutan hidup nyata.
3. Isi kurikulum mendukung pencapaian tujuan yang komprehensif, yaitu mengandung aspek intelektual, moral, dan social secara seimbang.
4. Isi kurikulum harus mengandung pengetahuan ilmiah yang telah teruji kebenarannya sehingga tidak menyesatkan siswa.
5. Isi kurikulum harus mengandung bahan yang jelas.
Komponen isi/ materi
◦ Katz dan Chard (Patmonodewo, 1995) menyarankan hal-hal berikut dalam memilih tema sebagai bahan program kegiatan di TK:
1. Apa yang dipelajari anak senantiasa ada dalam kehidupannya (pengalaman anak).
2. Guru harus mengaitkan tema dengan kemungkinan bagi anak untuk sekaligus dapat memiliki dasar- dasar sebagai persiapan membaca, menulis, dan berhitung yang benar-benar mempunyai arti bagi anak.
3. Adanya buku-buku atau sumber lain yang dapat mendukung topik yang dihadapi dalam pemilohan tema.
Lanjutan….
Komponen kegiatan
◦Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan agar mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan program kurikulum yang direncanakan:
Jenjang pendidikan Proses kegiatan
pembelajaran
Jenjang pendidikan
◦ Setiap jenjang pendidikan memiliki kurikulum sebagai program pendidikannya.
◦ Strategi pelaksanaan kruikulum harus disesuaikan dengan tuntutan, kebutuhan, dan karakteristik jenis sekolah dalam setiap jenjang yang bersangkutan.
◦ Pendidikan Anak Usia Dini (TPA/ KB/ SPS) tidak termasuk
dalam jenjang pendidikan formal, akan tetapi merupakan
pendidikan anak usia dini yang dilakukan melalui pemberian
rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki
kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Proses kegiatan pembelajaran
◦Inti kegiatan kurikulum adalah proses pembelajaran, yaitu suaru proses interaksi antara siswa dengan lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu perubahan tingkah laku.
◦Pembelajaran sering disebut dengan kurikulum aktual.
◦Pembelajaran memiliki 4 komponen pokok yaitu tujuan, isi/ materi, metode dan alat bantu, serta penilaian/ evaluasi.
◦Rambu-rambu pelaksanaan program kegiatan belajar yang diberlakukan di TK adalah minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu dan jam belajar efektif perhari adalah 2,5 jam (150 menit).
1. Pengelolaan kegiatan belajar kedua jenis bidang pengembangan diserahkan sepenuhnya kepada penyelenggara TK.
2. Program kegiatan belajar dalam rangka pengembangan kemampuan dasar meliputi kemampuan berbahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni.
◦Pelaksanaan program pendidikan di TK harus memperhatikan beberapa prinsip berikut (Patmonodewo, 1995).
1. Menciptakan situasi pendidikan yang dapat memberikan rasa aman dan menyenangkan.
2. Setiap anak perlu mendapat perhatian yang bersifat individual, sesuai dengan kebutuhan anak usia prasekolah.
3. Perkembangan adalah hasil proses kematangan dan proses belajar.
4. Kegiatan belajar di TK adalah pembentukan perilaku melalui pembiasaan yang terwujud dalam kegiatan sehari-hari.
5. Sifat kegiatan belajar di TK merupakan pengembangan kemampuan yang telah diperoleh di rumah.
6. Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan anak didik.
◦Bermain merupakan metode paling efektif untuk memfasilitasi kegiatan belajar bagi anak.
Komponen evaluasi
◦Evaluasi adalah alat untuk mengukur dan menilai program pendidikan.
◦Penilaian kurikulum dapat diidentifikasi dari segi:
Input (masukan)
• Menilai semua sumber daya seperti dana, tenaga, sarana dan fasilitas, serta siswa sebelum menempuh program.
Proses
• Menilai strategi pelaksanaan seperti kegiatan pembelajaran, administrasi dan supervise, penilaian hasil
belajar, kegiatan bimbingan, dst.
Hasil • Menilai lulusan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Dampak yang ditumbulkan
• Menilai kualitas kemampuan lulusan berkenaan dengan kemampuan
melaksanakan tugas-tugas kehidupan nyata sehari-hari.
B. Ciri Kekhususan Kurikulum
PAUD
Apa saja ciri khususnya?
• Kurikulum PAUD tidak hanya bersifat integrated, tetapi bersifat unified, artinya sangat terpadu, tidak ada mata pelajaran seperti halnya di SD.
Bersifat Unified
• Kurikulum PAUD dapat berubah secara harian, tidak harus menunggu sampai lima tahun sampai kurikulum direvisi.
• Dinamisasi kurikulum sangat dianjurkan untuk mengakomodasi apa yang terjadi di sekitar anak.
Dinamis
• Pengembangan kurikulum PAUD didasarkan atas perkembangan rata-rata anak yang didasarkan atas usia.
Sesuai dengan perkembanga n anak
• Kurikulum mengembangkan semua aspek perkembangan anak.
Bersifat holistic
• Kurikulum PAUD dikembangkan menggunakan pijakan lingkungan terdekat anak, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
Sesuai dengan lingkungan
terdekat anak
C. Pengembangan Kurikulum
Landasan Pengembangan Kurikulum
Landasan Filosofis Landasan Psikologis
Landasan Sosial Budaya
Landasan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi
Landasan filosofis
◦Dewey (1963) mengatakan bahwa pendidikan adalah
“drawing out” yaitu memunculkan potensi anak dan bukan proses “pouring in” atau mengisi anak seperti layaknya sebuah bejana. Martin Luther menyatakan bahwa tujuan utama pendidikan adalah mengajarkan agama, dan model terbaik dalam pengajaran agama adalah dengan pembiasaan.
◦Rousseau menganggap bahwa pendidikan pada anak yang terbaik adalah yang dilakukan secara alamiah atau kembali ke alam.
◦Pestalozzi menyatakan bahwa pendidikan sebaiknya mengikuti sifat-sifat bawaan anak.
Berdasarkan pemikiran para filsuf tersebut, memiliki nilai penting dalam mengembangkan kurikulum karena
pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan manusia.
Landasan psikologis
◦Kebutuhan anak sebagai subjek belajar terdiri dari 2 bagian yaitu psikobiologis dan kebutuhan social.
◦Kurikulum yang didasarkan pada kebutuhan psikobiologis akan lebih bersifat child-centered.
◦Kurikulum sebagai program pendidikan harus memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya potensi yang dimiliki setiap peserta didiksecara optimal (psikologi perkembangan).
◦Kegiatan pembelajaran yang dilakukan hendaknya memperhatikan dan disesuaikan dengan individu yang bersangkutan (psikologi belajar).
◦Pendidikan harus menghormati anak sebagai makhluk yang memiliki potensi alamiah. Belajat terbaik melalui pengalaman langsung (Rousseau).
◦Lingkungan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan setiap anak (John Locke).
◦Setiap manusia sejak lahir dibekali sejumlah potensi, namun untuk berkembangnya potensi tersebut diperlukan dukungan dari lingkungan dimana anak berada (William Stern & Havighurst).
Landasan sosial
budaya
◦Syaodih mengemukakan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum yaitu sebagai berikut:
1. Pendidikan mengandung nilai dan memebrikan pertimbangan nilai.
2. Pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat.
3. Pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat.
◦Kurikulum sebagai program pendidikan harus peka terhadap permasalahan, potensi, harapan, unsur pendukung dan penghambat yang mungkin muncul dari lingkungan masyarakat, baik local maupun global.
Landasan ilmu
pengetahuan dan teknologi
◦Pendidikan merupakan usaha untuk menyiapkan peserta didik menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan sebagai dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
◦Proses pendidikan harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang mampu secara cepat dan tepat melakukan proses adaptasi dengan situasi kehidupan yang secara terus menerus mengalami perubahan.
◦Dalam pengembangan kurikulum diperlukan kejelian untuk memilih dan menentukan prioritas pengetahuan yang dianggap penting dan berharga bagi anak.
Pendekatan dan Prosedur Pengembangan Kurikulum
Pendekatan dari atas ke
bawah (Top down approach)
Pendekatan dari bawah ke
atas (Grass-roots approach)
Pendekatan dari atas ke bawah (Top
down approach)
◦Ada 4 tahap kegiatan yang ditempuh dalam proses pengembangan kurikulum dengan pendekatan top down approach:
1. Pembentukan tim pengarah dengan tugas utama merumuskan konsep dasar, merumuskan garis-garis besar kebijakan, dan merumuskan falsafah dan tujuan umum pendidikan.
2. Pembentukan tim kelompok kerja untuk menjabarkan kebijakan atau rumusan-rumusan yang telah disusun oleh tim pengarah.
3. Setelah rumusan kurikulum selesai dibuat, kurikulum diserahkan kembali kepada tim pengarah untuk dikaji kelebihan dan kekurangannya berdasarkan hasil uji coba terbatas.
4. Jika sudah dianggap sempurna, maka kurikulum disebarluaskan kepada setiap sekolah untuk dilaksanakan.
Pendekatan dari bawah ke atas (Grass-
roots approach)
◦ Pengembangan grass-roots approach dimulai dari munculnya keinginan dari pihak sekolah atau guru.
◦ Para pejabat di tingkat pusat hanya bertindak selaku motivator dan fasilitator untuk terwujudnya penyempurnaan yang diinginkan oleh pihak sekolah.
◦ Pengembangan grass-roots approach hanya
mungkin dilakukan apabila para guru di sekolah
memiliki kemampuan dan profesionalisme serta
inisiatif dan kreativitas yang tinggi.
Model-model pengembangan kurikulum lainnya
Model Taba
• Memfokuskan pada upaya
mengembangkan kurikulum sebagai suatu proses
perbaikan dan penyempurnaan.
Model Tyler
• Menyesuaikan dan mengarahkan pada visi, misi, dan
tujuan dari masing- masing lembaga pendidikan.
Model Oliva
• Dilakukan secara sederhana,
komprehensif, dan sistematis.
• Terdapat 12 tahap kegiatan dalam pengembangan kurikulum.
Model Beauchamp
• Menetapkan wilayah yang akan
melakukan perubahan.
• Menetapkan orang- orang atau tim yang akan melakukan pengembangan kurikulum.
• Merumuskan
prosedur sebagai langkah
pengembangan kurikulum.
• Menerapkan kurikulum.
• Melaksanakan
evaluasi kurikulum.
Prinsip Umum Pengembanga n Kurikulum
Prinsip relevansi
• Relevansi internal mengacu pada kesesuaian di antara komponen kurikulum seperti tujuan, isi, strategi, dan evaluasi.
• Relevansi eksternal mengacu pada kesesuaian kurikulum dengan tuntutan ilmu pengetahuan, tuntutan dan potensi siswa, serta kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
Prinsip fleksibilitas
• Kurikulum memberi peluang pada pelaksana untuk melakukan penyesuaian yang didasarkan pada kondisi lingkungan sekolah.
Prinsip kontinuitas
• Pengalaman belajar siswa dilakukan secara logis dan sistematis.
• Pengalaman belajar harus mampu merespon dunia luar yang lebih luas.
Prinsip efisiensi dan efektivitas
• Mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber pendidikan lainnya secara optimal untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal.