• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kerja Praktek

N/A
N/A
widya reski

Academic year: 2023

Membagikan "Laporan Kerja Praktek "

Copied!
131
0
0

Teks penuh

Penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktek yang berjudul “Kajian Pengolahan Sampah Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik di PLTSa Merah Putih Bantargebang”. Kak Natasya Putri Agatha, S.T., selaku pembimbing kerja praktek penulis di PLTSa Merah Putih Bantargebang yang banyak memberikan bantuan dan arahan kepada penulis. Tujuan keseluruhan dari pelaksanaan kerja praktek ini adalah untuk mengetahui proses pengelolaan sampah dan teknologi yang diterapkan di PLTSa Bantargebang Merah Putih.

Untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis sampah yang diolah sebagai bahan bakar pembangkit listrik di PLTSa Merah Putih Bantargebang. Untuk mengetahui karakteristik sampah yang diolah sebagai bahan bakar pembangkit listrik di PLTSa Merah Putih Bantargebang. Studi kasus terkait pengolahan sampah sebagai bahan bakar pembangkit listrik di PLTSa Merah Putih Bantargebang.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Maksud dan Tujuan
  • Ruang Lingkup Kerja Praktik
  • Sistematika Penulisan Laporan

Secara garis besar artikel ini terbagi menjadi lima bab, yaitu: Pendahuluan, Gambaran Umum Badan, Metode Kerja Praktek, Hasil dan Pembahasan, dan diakhiri dengan Kesimpulan disertai kesimpulan dan saran.

GAMBARAN UMUM INSTANSI

Gambaran Umum PLTSa Merah Putih Bantargebang

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih Bantargebang berlokasi di Jalan Pangkalan V, RT.002/RW.005, Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. PLTSa Merah Putih Bantargebang merupakan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah menjadi energi yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. PLTSa ini dirancang dengan mengacu pada teknologi yang telah terbukti digunakan oleh negara-negara maju sehingga terbukti kinerjanya baik dan terhindar dari terbentuknya senyawa berbahaya dari proses pembakaran sampah (PLTSa Bantagebang, 2022).

Kehadiran pilot plant pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) ini bertujuan untuk menjadi percontohan nasional sebagai solusi mengatasi tumpukan sampah di kota-kota besar dan mendapatkan manfaat energi listrik. Teknologi yang dipilih menggunakan tungku jenis stoker, dimana teknologi ini paling banyak digunakan di seluruh dunia (74%) karena paling ekonomis dan cocok untuk limbah di Indonesia (PLTSa Bantagebang, 2022). Dimana pada PLTSa Bantargebang, penggunaan material limbah gas buang yang diekspor adalah penggunaan limbah fly ash.

Gambar 2. PLTSa Merah Putih Bantargebang
Gambar 2. PLTSa Merah Putih Bantargebang

Sejarah Singkat PLTSa Merah Putih Bantargebang

Proyek percontohan PLTSa ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Proyek Infrastruktur Strategis Nasional. Pilot project PLTSa Merah Putih ini merupakan kerja sama antara Pusat Teknologi Lingkungan (PLTS), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kini terintegrasi ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ). PLTSa Merah Putih dibangun dengan kapasitas pengolahan sampah hingga 100 ton per hari dan mampu menghasilkan listrik sebesar 700 kW.

PLTSa Merah Putih merupakan pilot project yang ditujukan sebagai solusi percontohan nasional untuk mengatasi tumpukan sampah perkotaan secara cepat dan ramah lingkungan (BPPT, 2019). Pada tanggal 21 Februari 2022, dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) tentang peruntukan/pengalihan pengelolaan aset PLTSa Merah Putih Bantargebang melalui BAST No. Pengelolaan pilot project PLTSa Bantargebang Merah Putih ini dapat menjadi rekomendasi penerapan teknologi PLTSa di Indonesia dan khususnya optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) DKI Jakarta di Bantargebang sebagai pusat kajian sampah nasional.

Struktur Organisasi PLTSa Merah Putih Bantargebang

Pada Desember 2021, telah diterbitkan surat persetujuan Menteri Keuangan atas hibah BMN PLTSa dari BRIN kepada Pemprov DKI Jakarta. Pada bulan Februari 2022 telah ditandatangani kontrak swakelola Nomor: 1201 /PPK-STR/-1.799.21 dan Nomor: 6/PKS/PB/BRIN/II/2022 mengenai pekerjaan operasional dan pemeliharaan PLTSa tahun 2022 yang bertujuan untuk lebih meningkatkan penelitian dan pengembangan terkait pengelolaan residu (fly ash bottom ash), pemanfaatan fasilitas pretreatment limbah dan pengelolaan pengadaan barang/jasa, serta peningkatan kemampuan teknis staf operasional di PLTSa Merah Putih melalui transfer teknologi (transfer pengetahuan) dari tenaga ahli atau sumber daya manusia yang dimiliki BRIN.

Tugas dan Fungsi

Deskripsi Kegiatan

Ketenagakerjaan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Fasilitas

Pretreatment merupakan tahap awal proses pengolahan sampah yang akan menjadi bahan bakar PLTSa Merah Putih. Sampah yang berasal dari pemukiman dan perkantoran di wilayah DKI Jakarta akan diangkut menuju pre-treatment untuk dipilah terlebih dahulu. Pada pretreatment, drum screen berfungsi untuk memisahkan sampah berukuran kecil (halus) dengan sampah berukuran besar (kasar).

Pemilahan secara manual dilakukan guna memastikan kesesuaian jenis sampah yang akan masuk ke sistem feeding. Pre-treatment pemilahan manual PLTS Merah Putih Bantargebang Alur proses pengolahan sampah yang berlangsung pada pre-treatment dapat dilihat pada gambar berikut. Sampah yang masuk ke dalam hopper merupakan sampah kering atau mempunyai kadar air (kadar air) yang rendah sehingga lebih mudah untuk dibakar.

Sampah yang masuk ke dalam hopper selanjutnya akan menuju ke tungku dengan menggunakan alat yang disebut dengan hydraulic pusher. Limbah yang dimasukkan ke dalam hopper dan didorong melalui pendorong hidrolik akan masuk ke tungku melalui jeruji.

Gambar 5. Pengisian Sampah ke Conveyor dengan Bantuan Ekskavator  Trommel  screen  atau  yang  biasa  disebut  dengan  rotating  screen  menurut  Kranc (1992) dalam Rumbino (2022) adalah  suatu mesin ayakan yang berbentuk  silinder  (drum)  yang  dipasang
Gambar 5. Pengisian Sampah ke Conveyor dengan Bantuan Ekskavator Trommel screen atau yang biasa disebut dengan rotating screen menurut Kranc (1992) dalam Rumbino (2022) adalah suatu mesin ayakan yang berbentuk silinder (drum) yang dipasang

METODE KERJA PRAKTIK

Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktik

Objek dan Ruang Kerja Praktik

Jadwal Pelaksanaan

Metode Pengambilan dan Pengumpulan Data

Metode Analisa Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah dan Jenis Sampah Yang Diolah Sebagai Bahan Bakar PLTSa Merah

Limbah yang diolah sebagai bahan bakar pembangkit listrik di PLTSa Merah Putih Bantargebang berasal dari limbah perumahan warga DKI Jakarta. Jumlah sampah yang diolah menjadi bahan baku proses insinerasi disesuaikan dengan kapasitas insinerasi yang direncanakan sebelumnya. Dengan demikian, tidak seluruh sampah yang dihasilkan warga DKI Jakarta akan diolah menjadi bahan baku proses pembakaran PLTSa Merah Putih.

Pada saat pra-pengolahan, jumlah sampah yang masuk dihitung berdasarkan hasil penimbangan truk sampah di jembatan timbang. Jumlah sampah yang masuk ke bunker dihitung berdasarkan jumlah truk yang masuk dan perkiraan berat sampah yang diangkut, tergantung jenis truk. Jumlah sampah yang masuk oven selama 8 hari berturut-turut dapat dilihat pada tabel berikut.

Berdasarkan tabel di atas, rata-rata jumlah sampah yang masuk ke tungku insinerasi pada saat pengukuran adalah 102.318 ton/hari. Sampah yang diolah menjadi bahan bakar PLTSa merupakan sampah yang telah melalui pengolahan awal, karena tidak semua jenis sampah dapat diolah menjadi bahan bakar. Residu merupakan salah satu jenis sampah yang sulit didaur ulang karena merupakan sampah organik dan anorganik (Peraturan Desa Kesiman Petilan Nomor 2 Tahun 2022).

Limbah kaca dan logam juga berkurang karena kedua jenis limbah tersebut sulit dibakar. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan pengolahan kadar air limbah sebagai bahan bakar PLTSa Bantargebang Merah Putih. Sampel 2 = sampel sampah yang ada di bunker dan siap diumpankan ke hopper Sampel 3 = sampel sampah yang ada di hopper.

Berdasarkan hasil pengujian juga diperoleh data bahwa nilai kadar air limbah yang akan dijadikan bahan bakar PLTSa Merah Putih adalah sekitar 31-41%.

foto struk hasil penimbangan kepada petugas  pre-treatment  yang bertanggung  jawab dalam pencatatan jumlah truk yang masuk
foto struk hasil penimbangan kepada petugas pre-treatment yang bertanggung jawab dalam pencatatan jumlah truk yang masuk

Efektivitas Reduksi Sampah di PLTSa Merah Putih Bantargebang

Hal ini sesuai dengan pernyataan Arisemayana (2018) dimana kandungan air pada sampah bergantung pada komposisi sampah, karena setiap komponen sampah mempunyai daya ikat air yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa sampah yang dibakar sudah sesuai dengan rekomendasi Kementerian PUPR (2018) dimana sampah yang dapat diolah dengan cara dibakar adalah sampah dengan kadar air dibawah 50%. Efektivitas pengurangan limbah di PLTSa Merah Putih Bantargebang PLTSa Merah Putih Bantargebang merupakan proyek percontohan yang sudah mapan.

PLTSa Merah Putih Bantargebang menerapkan teknologi insinerasi dengan tungku stroker untuk membakar sampah dan dirancang untuk mengolah sampah dengan kapasitas 100 ton/hari. Sampah yang dibakar dengan teknologi ini menghasilkan residu berupa fly dan bottom ash. Besarnya sampah hasil pembakaran, fly ash, dan bottom ash yang dihasilkan pada proses pembakaran sampah PLTSa Merah Putih Bantargebang dapat disajikan sebagai berikut.

Pada tanggal 1-15 Januari, PLTSa Merah Putih Bantargebang tidak melakukan pengolahan sampah karena pada saat itu sedang berlangsung proses pemeliharaan, sehingga proses pembakaran sampah baru dimulai pada tanggal 16 Januari 2023. Jumlah sampah yang dibakar pada bulan Februari dalam kurun waktu 8- jangka waktu sehari dapat dilihat pada Tabel 7. Total jumlah sampah yang dibakar sebanyak 818.040 ton dengan rata-rata jumlah sampah yang dibakar per hari sebanyak 102.255 ton/hari.

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengolahan sampah secara termal oleh PLTS Merah Putih Bantargebang efektif dalam mereduksi atau mengurangi sampah yang ada, dimana tingkat pengurangan sampah bervariasi antara 88-96%. Tingkat pengurangan ini masih dalam kisaran efisiensi sampah menjadi energi sebesar 70-90% (Kristyawan, 2021). Tingkat pengurangan sampah dipengaruhi oleh jumlah sampah yang dibakar dan jumlah pengurangan sampah atau FABA yang dihasilkan.

Semakin tinggi jumlah sampah yang dibakar dan semakin rendah jumlah FABA yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula tingkat pengurangannya.

Tabel 6. Reduksi Sampah di PLTSa Merah Putih Bantargebang Januari 2023
Tabel 6. Reduksi Sampah di PLTSa Merah Putih Bantargebang Januari 2023

Evaluasi Proses Pengolahan Sampah di Area Pre-Treatment PLTSa Merah

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Jumlah sampah yang diolah sebagai bahan bakar pembangkit listrik di PLTSa Merah Putih Bantargebang pada tanggal 28 Januari s/d 4 Februari 2023 sebanyak 818,54 ton dengan rata-rata jumlah sampah yang diolah sebesar 102.318 ton/hari. Sedangkan jenis sampah yang dijadikan bahan bakar pembangkit listrik didominasi oleh plastik (31%) dan kertas (31%). Berdasarkan hasil pengujian, karakteristik limbah yang dijadikan bahan bakar pembangkit listrik di PLTSa Merah Putih Bantargebang memiliki nilai kadar air 31-41%.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi Kementerian PUPR (2018) dimana sampah yang dapat diolah dengan cara insinerasi adalah sampah dengan kadar air kurang dari 50%. PLTSa Merah Putih Bantargebang efektif dalam mereduksi sampah dimana tingkat pengurangan sampah pada periode 16 Januari hingga 8 Februari 2023 berkisar antara 88,78% hingga 96%. Proses pengolahan sampah pada area pre-treatment masih mempunyai beberapa kekurangan dimana pada bahan baku pembakaran masih terdapat sampah yang tergolong sulit terbakar dan berukuran besar.

Untuk meningkatkan proses pengolahan sampah, perlu dilakukan penambahan peralatan pemotongan dan teknologi penampung kantong agar sampah dapat diolah secara efektif dan efisien. Selain itu, perlu disediakan alat keselamatan berupa sarung tangan dan edukasi kepada petugas mengenai jenis sampah yang tergolong sulit dan mudah terbakar.

Saran

Kajian Produksi Sampah Rumah Kompos serta Pengurangan dan Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca di Surabaya Timur. Efektivitas Penambahan Reaktor Biofilm Moving Bed (MBBR) terhadap Kualitas Air Limbah di Instalasi Pengolahan Air Limbah Pondok Pesantren Mahasiswa Universitas Islam Lamongan. Pengetahuan tentang sikap dan perilaku siswa sekolah dasar terhadap pengelolaan sampah di wilayah kerja Puskesmas Sidemen Tahun 2019.

Pengolahan lindi menggunakan metode koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan aluminium sulfat dan metode ozonasi untuk menurunkan parameter BOD, COD dan TSS (Studi Kasus lindi TPA Jatibarang). Pengolahan lindi menggunakan reaktor biofilm moving bed (MBBR) dengan pretreatment kimia untuk menurunkan konsentrasi organik dan nitrogen. Update kinerja reduksi sampah PLTSa Bantargebang Pilot Plant Waste to Energy.

Terkait percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah di Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, dan Kota Makassar. Mengenai kebijakan dan strategi nasional (Jaktranas) pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah rumah tangga sejenis. Evaluasi proses pra-pengolahan limbah di PLTSa Bantargebang (Studi Kasus Pra-Pengolahan di PLTSa Bantargebang).

Perancangan sistem pengeringan sampah dengan sisa gas pembakaran dan konveyor otomatis di Pltsa Bantargebang berkapasitas 700 kW. Penurunan emisi gas rumah kaca dari kegiatan bank sampah di Kabupaten Sleman dengan metode IPCC.

Gambar

Gambar 1. Peta Lokasi PLTSa Merah Putih Bantargebang
Gambar 2. PLTSa Merah Putih Bantargebang
Gambar 3. Struktur Organisasi PLTSa Merah Putih Bantargebang  D.  Tugas dan Fungsi
Gambar 5. Pengisian Sampah ke Conveyor dengan Bantuan Ekskavator  Trommel  screen  atau  yang  biasa  disebut  dengan  rotating  screen  menurut  Kranc (1992) dalam Rumbino (2022) adalah  suatu mesin ayakan yang berbentuk  silinder  (drum)  yang  dipasang
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

feed pump ikut berputar, fuel dari fuel tank kemudian di hisap oleh feed pump melewati straner kemudian mengalir ke water separator, di water separator ini

Air yang digunakan harus murni dan tidak terdapat kandungan lain dan non  –   mineral untuk menghidari korosi yang terjadi pada boiler, Air tersebut diolah pada Water

Akses keluar masuk kendaraan proyek yang melewati jalan umum/antar kota Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi pasti akan

Proses pengerjaan pemasangan plafon dilakukan secara bertahap, mulai dari tahap persiapan yaitu dimana memastikan bahwa langit-langit yang akan dipasangi plafon

Penyadapan dilakukan untuk mendapatkan lateks segar yang bebas dari kotoran dan diolah lebih lanjut menjadi RSS (Rubber Smoke Sheet) dan alat-alat yang digunakan harus bersih

Rangkaian Penghitung Jumlah Orang Secara Keseluruhan Rangkaian penghitung jumlah orang dalam suatu ruangan dengan menggunakan sensor infra merah secara keseluruhan dapat dilihat pada

LAPORAN KERJA PRAKTEK DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK “PERANCANGAN APLIKASI SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR BERBASIS WEBSITE BIDANG UMUM DAN KEPEGAWAIA DI DINAS

i LAPORAN KERJA PRAKTEK DINAS TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA DAN PETERNAKAN PENGARSIPAN DATA SURAT MASUK DAN KELUAR DINAS TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA DAN PETERNAKAN BERBASIS