• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM HYGIENE INDUSTRI VENTILASI

N/A
N/A
Febta Alkarin Putri

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM HYGIENE INDUSTRI VENTILASI"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM HYGIENE INDUSTRI VENTILASI

Disusun oleh :

Nama Febta Alkarin Putri

NRP 0520040067

Kelas K3-2C

Tanggal 8 April 2020

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

2021

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sendiri memiliki manfaat yang sangat penting yaitu agar dapat meminimalisir kemungkingan bahaya.

Selain itu juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman dan nyaman.

Salah satu sumber bahaya yang ada pada lingkungan kerja adalah gangguan ventilasi.

Ventilasi adalah proses pertukaran udara dengan cara mengatur agar terjadi pemasukan udara segar ke dalam ruangan dan pembuangan udara yang pengap. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas udara di ruangan tersebut. Tersedianya udara segar dalam ruangan amat dibutuhkan manusia, sehingga apabila suatu ruangan tidak memiiki sistem ventilasi yang baik dan over crowded maka akan menimbulkan keadaan yang dapat merugikan kesehatan. Ventilasi dalam sangat diperlukan untuk mengolah udara secara serempak dengan mengendalikan temperatur, kelembaban, kebersihan, dan distribusinya untuk memperoleh kenyamanan penghuni dalam ruang yang dikondisikan. Ventilasi dalam lingkup ruangan pekerjaan sangat dibutuhkan karena dapat mempengaruhi kuliatas pekerja

Oleh karena itu, pada praktikum ini dilakukan pengukuran ventilasi agar dapat mengetahui seberapa besar resiko yang timbul dari pekerjaan yang

dilakukan dalam suatu ruangan yang dapat mengganggu. Sehingga kita dapat menganalisis dan meminimalisir potensi bahaya yang mungkin bisa terjadi

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah fungsi ventilasi ?

2. Apakah fugsi alat ukur anemometer?

3. Bagaimana cara menghitung nilai pergantian udara per jam, waktu pergantian tiap udara, aliran udara per luas area, dan volume udara per orang?

4. Bagaimana rancangan dan rekomendasi mengatasi gangguang pada ventilasi?

1.3 Tujuan Praktikum

1. Memahami fungsi ventilasi

(3)

2. Memahami fugsi alat ukur anemometer

3. Memahami cara menghitung nilai pergantian udara per jam, waktu pergantian tiap udara, aliran udara per luas area, dan volume udara per orang?

4. Memahami rancangan dan rekomendasi mengatasi gangguang pada ventilasi?

1.4

Ruang Lingkup

Pengukuran ini dilakukan di beberapa tempat yaitu bengkel las, ruang kalab &

teknisi, tool store dan gudang. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat anemometer.

(4)

BAB II DASAR TEORI

Ventilasi adalah proses pertukaran udara dengan cara pengeluaran udara

terkontaminasi dari suatu ruang kerja, melalui saluran buang, dan pemasukan udara segar melalui saluran masuk. Menurut SNI 03-6572-2001, ventilasi merupakan proses untuk mencatu udara segar ke dalam bangunan gedung dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

Tujuan dari adanya ventilasi menurut SNI 03-6572-2001 adalah :

a. Menghilangkan gas-gas yang tidak menyenangkan yang ditimbulkan oleh keringat dan sebagainya dan gas-gas pembakaran (CO2) yang ditimbulkan oleh pernafasan dan proses-proses pembakaran.

b. Menghilangkan uap air yang timbul sewaktu memasak, mandi dan sebagainya.

c. Menghilangkan kalor yang berlebihan.

d. Membantu mendapatkan kenyamanan termal.

Fungsi utama ventilasi dan jendela antara lain : Sebagai lubang masuk dan keluar angin sekaligus sebagai lubang pertukaran udara atau lubang ventilasi yang tidak tetap (sering berupa jendela atau pintu); Sebagai lubang masuknya cahaya dari luar (sinar matahari).

Agar udara dalam ruangan segar persyaratan teknis ventilasi dan jendela sebagai berikut :

1. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan dan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5% luas lantai, dengan tinggi lubang ventilasi minimal 80 cm dari langit-langit.

2. Tinggi jendela yang dapat dibuka dan ditutup minimal 80 cm dari lantai dan jarak dari langit-langit sampai jendela minimal 30 cm.

3. Udara yang masuk harud udara yang bersih, tidak dicemari oleh asap pembakaran sampah, knaolpot kendaraan, debu dan lain-lain.

4. Aliran udara diusahakan cross ventilation dengan menempatkan lubang hawa berhadapan antara dua dinding ruangan.Aliran udara ini diusahakan tidak terhalang oleh barang-barang seperti almari, dinding, sekat-sekat, dan lain-lain.

5. Kelembaban udara dijaga antara 40% s/d 70%.

(5)

Prinsip utama dari ventilasi adalah menggerakan udara kotor dalam rumah atau di tempat kerja, kemidian menggantikannya dengan udara bersih. Sistem ventilasi menjadi fasilitas penting dalam upaya penyehatan udara pada suatu lingkungan kerja. Menurut ILO (1991), ventilasi digunakan untuk memberikan kondisi dingin atau panas serta kelembaban di tempat Kerja. Fungsi lain adalah untuk mengurangi konsentrasi debu dan gas-gas yang dapat menyebabkan keracunan, kebakaran dan peledakan.

Sistem ventilasi dapat dikelompokkan sebagai berikut :

a. Ventilasi alam / natural, sistem supply udara (Intake Air) dan sistem pengeluaran udara (Exhaust Air) keduanya menggunakan aliran udara alami, yaitu dengan membuat bukaan atau opening sehingga udara dapat mengalir dengan sendirinya.

b. Ventilasi mekanikal, sistem Intake air dan Exhaust Air, menggunakan bantuan Fan, Kelebihan sistem ini kita dapat mengkondisikan sesuai dengan kebutuhan, supply udara yang bersih dengan penggunaan filter.

c. Ventilasi kombinasi, sistem ini mengkombinasikan antara sistem Ventilation Natural dan Ventilation Mekanikal.

(6)

Data yang diperlukan untuk menentukan kapasitas Ventilasi adalah : a. Mengetahui fungsi ruangan

b. Mengetahui volume ruangan ( Panjang x Lebar x Tinggi ruangan) c. Menentukan berapa kali per jam sirkulasi udara yang kita inginkan

d. Setelah didapatkan kapasitasnya, menentukan kapasitas fan yang sesuai dan berapa ukuran bukaan (opening) yang dibutuhkan.

Rumus Penentuan Ventilasi Umum

Beberapa rumus dan perhitungan yang sering dipakai untuk pengukuran ventilasi umum adalah :

a. Pergantian udara per jam (air change per hour)

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 = ….. kali b. Waktu setiap pergantian udara

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛

𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 = ……. menit

c. Aliran udara per unit luas area (air floor per unit floor area)

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑡𝑎𝑖 = ……. cmm/m2

d. Volume udara setiap orang (air volume per person)

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = ……. cmm/orang

Keterangan : cmm adalah satuan udara meter kubik per menit

(7)

- Alat Ukur Anemometer

Keterangan:

1. Sensor air velocity 2. LCD

3. Pilihan unit temperatur 4. Tombol Max / MIN / HOLD 5. Pilihan unit velocity

6. Tombol AVG / Backlight 7. On / Off

8. Battery cover

(8)

- Tabel Kebutuhan Laju udara ventilasi sesuai SNI 03-6572-2001

(9)

BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Prosedur Penggunaan Alat

1. Masukan battery dan nyalakan anemometer dengan menekan tombol On/Off ( 2. Pilih unit velocity (satuan kecepatan angin) dengan menekan tombol UNITS 3. Pilih unit temperatur (Celcius atau Farenheit) dengan menekan tombol °C/°F ( 4. Masukkan luasan area / ruang (cm2 , m2 atau ft2 ), tekan UNITS hingga pilihan

yang diinginkan tampildi LCD. Untuk menaikan besaran data tekan MAX/MIN, dan untuk menurunkan besaran data tekan UNITS. Air Volume akan tampil x100, artinya data yang tampil dikali 100.

5. Arahkan sensor ke ventilasi yang akan diukur. Tekan HOLD untuk menahan data agar tidak berubah.

6. Jika selesai, matikan anemometer dengan menekan tombol On/Off, kemudian lepas battrey

3.2 Prosedur Pengukuran

1. Memakai APD dan menyiapkan alat dan bahan 2. Menentukan tempat untuk melakukan pengukuran

3. Menggambar denah ruangan pengukuran dan menentukan titik pengukuran 4. Melakukan pengukuran dan mengoperasikan alat ukur

5. Mencatat hasil pengukuran

6. Menghitung hasil pengukuran apakah sudah sesuai dengan standar yang ada

3.3 Flow Chart Praktikum

Mulai

Memakai APD dan menyiapkan alat dan bahan

1

(10)

2

Menentukan tempat untuk melakukan pengukuran

Menggambar denah ruangan pengukuran dan menentukan titik pengukuran

Melakukan pengukuran dan mengoperasikan alat ukur

Mencatat hasil pengukuran

Menghitung hasil pengukuran apakah sudah sesuai dengan standar yang ada

Apakah sudah sesuai dengan

standar ?

Selesai Ya

Tidak Menentukan Rekomendasi

(11)

BAB IV

PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

4.1 Data Pengukuran

SURVEI VENTILASI DI LABORATORIUM / BENGKEL A. Gambaran Umum

Tanggal : 8 April 2021 Team Pengukur : Febta Alkarin Putri Alat yang dipakai : Anemometer Informasi Penting Lainnya

1. Apakah alat dalam keadaan baik/rusak? Tidak

2. Apakah semua ventilasi pada ruangan dalam keadaan baik ? Ya, tidak ada ventilasi yang rusak

3. Apakah semua ventilasi alami (pintu dan jendela) serta ventilasi buatan (AC) mengalirkan udara secara maksimal? Ya, pintu dan jendela terbuka lebar, serta AC menghembus maksimal

B. Data Hasil Praktikum

Ruangan P (m)

L (m)

T (m)

Jumlah Orang

Pergantian Udara perjam

(cfm)

Jenis Ventilasi

Bengkel las

16 14 6 35 3163 7 jendela terbuka lebar (v = 0,2 m/s, A = 1m x 0,5 m) dan 1 pintu

(v = 0,5 m/s, A = 2m x 2 m) Ruang

kalab &

teknisi

4 4 3 3 141 1 AC ( v = 1 m/s , A= 30 cm x 1

m)

Tool store

3 3 6 1 318 1 jendela terbuka lebar (v = 0,2

m/s, A = 1m x 0,5 m) dan 1 pintu (v = 0,5 m/s, A = 0,4 m x 1 m)

(12)

Gudang 6 4 3 1 212 1 pintu (v = 0,5 m/s, A = 0.4 m x 1 m)

4.2Analisis Data

Konvesi satuan GVR

1) Bengkel las → 3163 cfm = 5373,97 cmh

2) Ruang kalab & teknisi → 141 cfm = 239,56 cmh 3) Tool store → 318 cfm = 540,29 cmh

4) Gudang → 212 cfm = 360,19 cmh

Perhitungan pergantian udara per jam

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 1) Bengkel las

Diket :

GVR = 5373,97 m3/jam Luas ruangan = 224 m2 Tinggi = 6 m

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 = 5373.97

224 𝑥 6

= 5373.97

1344

= 4 kali/jam

2) Ruang kalab & teknisi Diket :

GVR =239,56 m3/jam Luas ruangan = 16 m2 Tinggi = 3 m

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 = 239,56

16 𝑥 3

= 239,56

48

= 5 kali/jam

3) Tool store Diket :

GVR = 540,29 m3/jam Luas ruangan = 9 m2 Tinggi = 6 m

(13)

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 = 540.29

9 𝑥 6

= 540.29

54

= 10 kali/jam

4) Gudang Diket :

GVR = 360,19 m3/jam Luas ruangan = 24 m2 Tinggi = 3 m

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 = 360.19

24 𝑥 3

= 360.19

72

= 5 kali/jam

Perhitungan waktu setiap pergantian udara 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛

𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 1) Bengkel las

Diket :

Volume ruangan = 1344 m3 Ventilation rate = 89.57 m3/menit

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛

𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 = 1344

89.57

= 15 menit 2) Ruang kalab & teknisi

Diket :

Volume ruangan = 48 m3 Ventilation rate = 4 m3/menit

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 = 48

4

= 12 menit 3) Tool store

Diket :

Volume ruangan = 54 m3 Ventilation rate = 9 m3/menit

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 = 54

9

= 6 menit

(14)

4) Gudang Diket :

Volume ruangan = 72 m3 Ventilation rate = 6 m3/menit

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 = 72

6

= 12 menit

Aliran udara per luas area

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑡𝑎𝑖 1) Bengkel las

Diket :

GVR = 89.57 m3/menit Luas daerah lantai = 224 m2

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑡𝑎𝑖 = 89.57

224

= 0.4 cmm/ m2 2) Ruang kalab & teknisi

Diket :

GVR = 4 m3/menit

Luas daerah lantai = 16 m2

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑡𝑎𝑖 = 4

16

= 0.25 cmm/ m2 3) Tool store

Diket :

GVR = 9 m3/menit

Luas daerah lantai = 9 m2

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑡𝑎𝑖 = 9

9

= 1 cmm/ m2 4) Gudang

Diket :

GVR = 6 m3/menit

Luas daerah lantai = 24 m2

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑡𝑎𝑖 = 6

24

= 0.25 cmm/ m2

(15)

Volume udara per orang

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 1) Bengkel las

Diket :

GVR = 89.57 m3/menit Jumlah orang = 35 orang

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 89.57

35

= 2.56 cmm/ orang 2) Ruang kalab & teknisi

Diket :

GVR = 4 m3/menit Jumlah orang = 3 orang

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 4

3

= 1.33 cmm/ orang 3) Tool store

Diket :

GVR = 9 m3/menit Jumlah orang = 1 orang

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 9

1

= 9 cmm/ orang 4) Gudang

Diket :

GVR = 6 m3/menit Jumlah orang = 1 orang

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = 6

1

= 6 cmm/ orang

(16)

Data Hasil Pengukuran

Ruangan P (m)

L (m)

T (m)

Jumlah Orang

Pergantian Udara (perjam)

Waktu Tiap Pergantian

Udara (menit)

Aliran udara per

luas area (cmm/ m2)

Vol udara per orang (cmm/

orang)

Bengkel las

16 14 6 35 4 15 0.4 2.56

Ruang kalab &

teknisi

4 4 3 3 5 12 0.25 1.33

Tool store

3 3 6 1 10 6 1 9

Gudang 6 4 3 1 5 12 0.25 6

4.3 Rancangan ruangan dengan sistem ventilasi umum, untuk memenuhi persyaratan K3 (Analisis AREP)

1) Antisipasi

Identifikasi bahaya dan resiko praktikum pada ventilasi di bengkel. Upaya antisipasi dapat dilakukan dengan cara mendata potensi bahaya yang mungkin terjadi pada ruangan tesebut.

2) Rekognisi

Mengenali bahaya atau hazard lingkungan yang lebih detail. Upaya yang dilakukan seperti memeriksa dan menyelidiki kemungkinan adanya gangguan kesehatan

3) Evaluasi

Standard hasil perhitungan dengan NAB SNI 03-6572-2001 tentang ventilasi sebagai berikut :

- Pergantian udara perjam

Ruangan Pergantian udara perjam (perhitungan)

Pergantian udara perjam (SNI 03-

6572-2001)

Keterangan

Bengkel las 4 6 Tidak aman

Ruang lab &

teknisi

5 6 Tidak aman

Tool store 10 6 Aman

Gudang 5 6 Tidak aman

- Volume udara per orang

Ruangan Volume udara per orang (perhitungan)

Volume udara per orang (SNI 03-6572-2001)

Keterangan

Bengkel las 2.56 0.21 Aman

(17)

Ruang lab &

teknisi

1.33 0.15 Aman

Tool store 10 0.30 Aman

Gudang 5 0.30 Aman

4) Pengendalian b. Eliminasi

Pada tahap ini ventilasi tidak mungkin dieliminasi atau dihilangkan karena ventilasi sangat penting dalam proses pertukaran udara dalam suatu ruangan c. Subtitusi

Pada tahap ini dapat dilakukan upaya subtitusi atau penggantian ventilasi yang sudah rusak dengan yang lebih baik

d. Engineering control

Pada tahap ini dapat dilakukan perawatan pada ventilasi dengan cara membersihkan ventilasi.

e. Administrasi control

Karena pada tahap evaluasi secara rata-rata volume udara yang diperlukan tiap orang sudah aman secara SNI 03-6572-2001 maka pada tahap ini

diabaikan.

f. APD

Perlengkapan APD yang dapat digunakan dalam praktikum, antara lain:

1. Masker 2. Safety helmet 3. Safety Shoes 4. Safety glasses 5. Wearpack

(18)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1. Ventilasi berfungsi mengalirkan udara dari luar kedalam dan sebaliknya sehingga terjadi pergantian udara kotor menjadi bersih untuk dihirup. Sehingga dapat mengurangi polusi dalam suatu ruangann

2. Anemometer berfungsi mengukur kecepatan angin serta dapat digunakan dalam penentuan cuaca. Namun pada praktikum kali ini anemometer digunakan dalam mengetahui kondisi udara di dalam suatu ruangan seperti bengke las, ruang lab &

teknisi, tool store, dan gudang.

3. Cara menghitung nilai pergantian udara per jam, waktu pergantian tiap udara, aliran udara per luas area, dan volume udara per orang sebagai berikut :

a. Pergantian udara per jam (air change per hour)

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 = ….. kali b. Waktu setiap pergantian udara

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛

𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒 = ……. menit

c. Aliran udara per unit luas area (air floor per unit floor area)

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑡𝑎𝑖 = ……. cmm/m2

d. Volume udara setiap orang (air volume per person)

𝑔𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑣𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑒

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 = ……. cmm/orang

4. Pada praktikum ini ruangan yang tidak aman atau tidak memenuhi standart perlu dilakukan rekomendasi. Rancangan dan rekomendasi yang dapat dilakukan seperti penambahan ventilasi pada bengkel las, ruang lab & teknisi, dan di gudang.

5.2 Saran

Pada parktikum ini dilakukan pengukuran kondisi udara pada suatu ruangan dengan adanya ventilasi dengan menggunakan alat anemometer. Namun karena situasi pandemic seperti ini, praktikum kali ini tidak dilakukan secara langsung jadi sudah ada data yang dihasilkan. Saran pada praktikum ini adalah dilakukan secara langsung agar kita juga bisa mengetahui lebih jauh tentang cara pengukurannya serta cara kerja alat

(19)

ukur anemometer. Mungkin disarankan dilakukan di kampus, namun Kembali mengingat lagi kita juga tidak tahu pandemic ini kapan akan berakhir.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Santiasih, Indri, dkk.2019.Job Sheet Ventilasi : Anemometer: PPNS

Yudisaputro, Hendra.2014.Parameter Utama Pengukuran Vibrasi diakses dari https://berbagienergi.com/2014/05/23/parameter-utama-pengukuran-

vibrasi/#:~:text=Velocity%20(Kecepatan%20Vibrasi).,pada%20suatu%20periode%20waktu

%20tertentu.&text=Kecepatan%20vibrasi%20dapat%20ditentukan%20melalui%20persamaan pada pada tanggal 14 April 2021

KESMAS.2020.Prinsip Kerja Ventilasi diakses dari http://www.indonesian- publichealth.com/prinsip-kerja-ventilasi/ pada tanggal 14 April 2021

dr Andrian, Kevin.2018.Manfaat Ventilasi bagi Kesehatan dan Risiko Polusi Udara di Rumah diakses dari https://www.alodokter.com/ini-alasan-penting-kenapa-harus-ada-ventilasi-di- rumah#:~:text=Ventilasi%20yang%20baik%20adalah%20faktor,penyebaran%20penyakit%20 infeksi%20saluran%20pernapasan.&text=Volume%20dan%20kualitas%20udara%20dari%20 luar%20yang%20dapat%20masuk%20melalui%20ventilasi. pada tanggal 14 April 2021

(21)

LAMPIRAN

Tugas Pendahuluan

1. Apa yang di maksud dengan velocity, acceleration dan displacement ? - Velocity (kecepatan vibrasi) adalah kecepatan gerakan secara bolak-balik

pada suatu periode waktu tertentu. Kecepatan vibrasi dapat ditentukan melalui persamaan.

Velocity (mm/s) = 2πfA Cos (2πft)

- Acceleration (percepatan vibrasi) dalah percepatan gerak secara bolak-balik pada suatu periode waktu tertentu. Percepatan selalu berubah sepanjang jarak yang ditempuhnya, dimana maximum pada saat displacement mencapai positif maximum atau mendekati negatif maximum. Percepatan vibrasi dapat ditentukan melalui persamaan.

Acceleration (mm/s2) = – (2πf)2 A Sin (2πft)

- Displacement (Jarak Vibrasi) Adalah jarak yang ditempuh oleh gerakan bolak-balik (getaran) pada suatu periode waktu tertentu. Parameter ini didapatkan dengan melakukan pengukuran jarak pergeseran titik putar piringan yang disebabkan oleh gaya sentripetal melalui persamaan :

Displacement (µ) = A Sin ( 2πft ) 2. Mengapa ventilasi sangat penting diperhatikan ?

- Karena ventilasi dapat mengurangi dan menghilangkan polutan di udara di dalam ruangan. Didalam ruangan yang tertutup, udara tidak dapat keluar dengan mudah. Hal ini membuat udara berpolutan tetap berada di dalam ruangan dan akan terus bertambah. Situasi tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan manusia di dalam ruangan tersebut. Ventilasi sangat penting untuk menghilangkan udara yang berpolutan tersebut.

3. Kapan ventilasi natural, mekanikan dan kombinasi harus diterapkan ? Jelaskan ! - Ventilasi natural diterapkan pada luas lantai tempat kerja yang lebih dari 20%

nya yang tidak terlalu memiliki sumber bahaya yang tinggi

- Ventilasi mekanika diterapkan pada ruangan yang memperhatikan supply udara menggunakan filter contohnya AC (Air Conditioner), Fan (Baling- baling), Exhauser

- Ventilasi kombinasi diterapkan pada ruangan yang memiliki ukuran yang luas.

4. Bagaimana penerapan ventilasi untuk ruang yang tidak akses ke udara bebas ?

(22)

- Dapat menggunakan sistem ventilasi mekanika yaitu AC (Air Conditioner).

Sebab AC tidak memerlukan akses udara bebas, sejatinya AC digunakan pada keadaan ruangan tertutup

Dokumentasi

Referensi

Dokumen terkait

Dalam praktikum kali ini, yang dilakukan adalah membuat persamaan Phillip dari data yang telah ada, yaitu data pengukuran laju infiltrasi di petak sawah Jatinangor pada

Dari pelaksanaan praktikum pengukuran dimensi tubuh, kita dapat mengaplikasikan metode pengukuran antropometri dengan menggunakan kursi antropometri, serta dapat

Hasil pengukuran VFA pada praktikum yaitu -505 hal ini berbeda jauh dari kadar VFA normal seperti yang dinyatakan oleh Sutardi (1980), bahwa kadar VFA yang dibutuhkan untuk

Modul praktikum pengukuran besaran non listrik adalah media pembelajaran yang berbentuk alat peraga sistem pengukuran otomatis yang menggunakan suatu sensor dan tranduser untuk

Alat-alat praktikum sangat dibutuhkan dalam proses penelitian ataupun praktikum terutama dalam proses praktikum kimia banyak sekali alat-alat yang digunakan dan mempunyai

'alam praktikum ,ang +ertempat di sungai pe*eruk mataram) dilakukan  pengamatan dan pengukuran terhadap parameter 2isika) kimia dan +iologi perairan terse+ut5 'alam

Di tambang batu bara perlu dilakukan berbagai macam pengukuran untuk memeriksa apakah disetiap tempat di dalam pit telah dilakukan ventilasi udara yang cukup, dengan maksud

Laporan praktikum perancangan proses modul 2 mengenai perencanaan proses yang dilakukan oleh kelompok 15 pada tanggal 12 September