Prof. Dr. Abdullah Sinring, M.Pd Zulfikri, S.Pd., M.Pd
Disusun Oleh : Kelompok 4
Anastasya Sri Wulandari 23206738 Aqilla Nurfadiah Syam 220404500008 Dita Dwi Cahya 23209846
Reni Ulandari 220404502032
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2023
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Adapun tema dari makalah ini adalah " TEORI KEPRIBADIAN LUDWIG KLAGES”.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada Bapak dosen mata kuliah Teori- Teori Kepribadian yang telah memberikan tugas terhadap kami. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam pembuatan makalah ini.
Kami jauh dari sempurna. Dan ini merupakan langkah yang baik dari stadi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, keterbatasan waktu dan kemampuan kami, maka kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan semoga makalah ini dapat berguna bagi saya pada khususnya dan pahak lain yang berkepentingan pada umumnya.
Makassar, 23 September 2023
Penulis
Daftar Isi
Kata Pengantar ... 2
Daftar Isi... 3
BAB I ... 4
PENDAHULUAN ... 4
1.1 Latar Belakang ... 4
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Tujuan ... 5
BAB II ... 6
PEMBAHASAN ... 6
2. 1 Pandangan Teoritik Ludwig Klages ... 6
2.2 Aspek-Aspek Kepribadian ... 7
2.3 Struktur Kepribadian ... 9
BAB III ... 11
PENUTUP ... 11
3.1 Kesimpulan ... 11
3.2 Saran ... 11
Daftar Pustaka ... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangIstilah kepribadian secara etimologis, berasal dari kata “pribadi” yang berarti manusia sebagai perseorangan, yang meliputi keseluruhan sifat-sifat dan watak yang dimilikinya.1 Jika kata dimulai dengan afiks "ke" akhiran
“an” yaitu "ke-pribadi-an", maka artinya adalah karakteristik sifat hakiki yang mencerminkan tindakan seseorang.
Adapun pengertian kepribadian dalam istilah terminologis, ada berbagai definisi yang dikutip oleh Dr. Sarlito Wirawan (Karim, 2020), yakni;
1. Kepribadian adalah kumpulan sifat biologis dalam bentuk dorongan, kecenderungan, rasa dan naluri yang terganggu di alam dan kecenderungan diperoleh melalui pengalaman yang ditemukan pada seseorang.
2. Kepribadian adalah keseluruhan organisasi yang ditemukan pada manusia, di semua tingkat perkembangan.
3. Kepribadian adalah tingkat sifat yang biasanya merupakan sifat tingkat tinggi yang memiliki pengaruh yang menentukan.
4. Kepribadian adalah integrasi dari sistem kebiasaan yang menunjukkan kepada individu cara unik untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka.
Dari batasan-batasan definisi di atas, ditemukan dua kata kunci mengenai kepribadian, yakni “sifat” dan “sikap”. Namun jika kita lebih menafsirkannya, tentu saja ada kata-kata kunci lain yang sangat terkait dengan kepribadian, misalnya; ciri -ciri, karakter, karakter, jiwa, moral, roh, kebiasaan dan perilaku. Dari kata-kata kunci ini, kita dapat merumuskan bahwa kepribadian adalah psiko dan organisasi fisik yang dinamis dari setiap manusia yang menentukan adaptasinya yang unik terhadap lingkungannya.
Dalam mengkaji tentang kepribadian manusia, para ahli menggolongkan atau membuat tipologi berdasarkan kebutuhan yang dirasa pokok bagi masing masing ahli. Dimana pada pembahasan sebelumnya telah dibahas mengenai tipologi kepribadian berdasarkan konstitusi, tempramen, dan nilai kebudayaan. Maka pada makalah ini akan dibahas lebih lanjut lagi tentang
‘Teori Kepribadian Ludwig Klages.’
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat ditentukan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pandangan teoritik menurut Ludwig Klages ? 2. Apa saja aspek-aspek kepribadian menurut Ludwig Klages ? 3. Bagaimana struktur kepribadian menurut Ludwig Klages ? 1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pandangan teoritik menurut Ludwig Klages 2. Untuk mengetahui aspek-aspek kepribadian menurut Ludwig Klages 3. Untuk mengetahui struktural kepribadian Ludwig Klages
BAB II PEMBAHASAN
2. 1 Pandangan Teoritik Ludwig KlagesLudwig Klages adalah seorang tokoh yang terkenal, baik dalam lapangan psikologi maupun dalam lapangan filsafat. Buah pikirannya mengenai kepribadian manusia sangat masyhur dan terdapat hampir dalam tiap-tiap buku yang membicarakan kepribadian, terlebih-lebih karya ahli-ahli di Eropa kontinental.
Sampai dewasa ini, oleh ahli-ahli di Eropa kontinental terutama, Klages masih dipandang sebagai peletak dasar psikologi kepribadian modern, dan karya utamanya dalam lapangan ini: Prinzipien der Cha- rakterologie (Leipzig. 1907), yang pada penerbitan-penerbitan ulangan diubah menjadi Grundslagen der Charakterkunde, diterjemahkan ke da- lam berbagai bahasa dan tetap menjadi sumber studi bagi banyak ahli (Suryabrata, 2016).
Berbicara tentang cara pendekatan, Klages dapat digolongkan pada ahli- ahli yang memakai cara pendekatan pensifatan, dan menen- tang cara pendekatan tipologis. Cara pendekatan tipologi itu sama sekali tidak memuaskan Klages karena tidak dapat memenuhi fungsi- nya untuk memahami sesama manusia.
Seorang ahli tipologi sudah puas dengan memasukkan seseorang ke dalam tipe begini atas tipe begitu. Ahli tipologi sudah menyediakan kategori-kategori tertentu sebagai wadah untuk tempat memasukkan manusia ke dalam golong- an atau tipe tertentu. Dalam tiap-tiap wadah itu telah disediakan daftar sifat-sifat tertentu, sehingga individu-individu yang dikirakan memiliki sifat-sifat yang terdapat pada masing-masing wadah itu ting- gal memasukkan saja ke wadah yang ini atau wadah yang itu (Suryabrata, 2016).
Cara bekerja yang demikian itu dipandang oleh Klages terlalu kasar atau terlalu dangkal, sebab sifat-sifat yang disebut pada masing- masing tipe atau
"wadah" itu hanya sifat-sifat pada garis besar saja, sehingga kalau seseorang telah dimasukkan ke dalam salah satu tipe, maka sifat khas individualnya justru terpaksa diabaikan. Jadi menurut Klages dengan cara pendekatan tipologis itu orang tidak dapat men dekati kepribadian secara layak. Seorang ahli psikologi
kepribadian haruslah tidak puas dengan sifat-sifat garis besar itu, karena tidak ada dua orang yang benar-benar sama kepribadiannya. Masing-masing orang haruslah didekati dan dihadapi menurut apa adanya. Karena dasar pikiran yang demikian itulah maka Klages ingin menyusun teori kepribadian yang dapat digunakan untuk mendekati sifat-sifat kepri- badian manusia sampai garis-garis kecilnya (Suryabrata, 2016).
Teori Ludwig Klages adalah teori yang memakai cara pendekatan pensifatan padatokoh dalam menganalisis karakter tokoh. . Klages mengatakan menggunakan carapendekatan tipologis adalah hal yang tidak memuaskan dalam menganalisis karakterindividu sebab menggunakan pendekatan tipologis tidak memenuhi fungsi untukmemahami sesama manusia (Simbolon, 2023)
2.2 Aspek-Aspek Kepribadian
Klages (Gunawan, 2010) telah mengemukakan ada 4 aspek dalam kepribadian diantaranya adalah :
1. Materi atau bahan (stoff) Materi atau bahan merupakan salah satu aspek kepribadian yang berisikan semua kemampuan (daya) pembawaan beserta talent- talentnya (keistimewaan-keistimewaannya)
2. Struktur Dalam uraiannya mengenai struktur ini, Ludwig Klages juga memberikan istilah tentang struktur, sebagai pelengkap istilah materi. Bila materi dianggap sebagai isi, bahan (der Stoff), maka struktur dipandang sebagai sifat- sifat bentuknya atau sifat-sifat formalnya (formele eigen-schappen)
3. Kualitas atau sifat (artung) Kualitas kepribadian ini merupakan sistem dorongan-dorongan yang berkisar pada tiga pengertian besar yakni: (1) penguasaan diri; (2) nafsu rohaniah; dan (3) hawa nafsu.
Kecuali ketiga aspek tersebut, Klages masih mengemukakan satu aspek lagi, yaitu tektonik atau bangun.
Materi ini merupakan modal pertama yang disediakan oleh kodrat untuk dipergunakan dan diperkembangkan oleh manusia. Dalam uraiannya tentang
materi ini Klages (Suryabrata, 2016) mulai dengan meng- adakan pembedaan antara ingatan dan daya mengenang kembali. Ingatan (Gedachtnis, geheugen, memory). Adapun yang dimaksud dengan ingatan di sini ialah:"suatu kenyataan vital, daya untuk mengingat kembali ke- san-kesan, dan membanding-bandingkan kesan-kesan yang lama serta yang baru".Ingatan ini berfungsi tanpa disadari.
ingatan ini memungkinkan manusia untuk:
a) Mengingat kembali (recognition).
b) Mengingat kebiasaan tingkah laku.
c) Mempunyai harapan-harapan akan kesan-kesan yang akan diterimanya.
d) Mengenangkan kesan-kesan yang keliru sebagai akibat daripada jarak waktu, dan
e) Berfantasi.
Daya mengenang atau mengingat kembali (Erinnerungsvermo- gen, the capasity of recollection, herinneringsvermogen). Daya mengingat kembali ini dibedakan dari ingatan berdasarkan atas kenyataan, bahwa kedua hal tersebut adanya pada seseorang individu itu belum tentu mempunyai korelasi positif.
Orang dapat menjumpai individu yang mempunyai ingatan yang kuat sekali, tetapi apa yang ada dalam ingatannya itu sukar sekali untuk di- timbulkan ke dalam kesadaran. Sebaliknya banyak juga individu yang ingatannya tidak kuat, tidak dapat menyimpan kesan-kesan secara baik, tapi apa yang ada dalam ingatannya itu dengan mudah dapat ditimbulkan kembali dalam kesadaran (Suryabrata, 2016).
Dalam kualitas atau sifat (artung) adapun pertimbangan Klages adalah sebagai berikut: Dalam kemauan menonjollah aktivitas, bangunnya Sang "aku"
mempertahankan diri sekuat tenaga; sedang dalam perasaan tersembunyilah hal melupakan diri, meniadakan diri, meleburkan diri. Dalam perasaan "AKU" pasif saja. Aku tenggelam dalam perasaan. Dalam bahasa sehari-haripun perbedaan itu didapatkan juga misalnya: kemampuan mendorong saya, perasaan mencekam saya; kebencian membutakan, kemarahan membakar; singkat nya: perasaan itu seakan-akan merupakan sesuatu yang tidak saya kenal, yang terletak di luar daerah "AKU" yang sebenarnya, meng gerakkan saya (Suryabrata, 2016).
Kemauan dapat mengikuti atau melawan perasaan, tetapi tak dapat memanggilnya atau menimbulkannya. Perasaan baru dapat dibangkitkan bilamana kemauan dilumpuhkan dukkan. Sifat kemauan adalah aktivitas, kebebasan, sedangkan sifat perasaan adalah bergantung, berhubungan. Dalam ke- mauan
"AKU berkuasa, dalam perasaan "AKU" dikuasai oleh atau ditun- "sesuatu".
Dalam tiap-tiap tindakan yang dilakukan dalam ke adaan sadar, AKU memisah dunia menjadi "subyek" dan "obyek": sebagai sesuatu yang mengalami. Hasrat yang terdalam adalah melangsungkan hidup, kemauan adalah pernyataan nafsu ment pertahankan diri (Suryabrata, 2016).
Jadi di dalam kepribadian terdapatlah dua prinsip pokok: watak dapat dilihat dari pertentangan antara kedua prinsip itu. Apabila ditinjau secara teoritis murni, ada dua bentuk kepriba- dian, yaitu:(Suryabrata, 2016)
a) Kepribadian yang dikuasai oleh roh (der Geist) dan b) Kepribadian yang dikuasai oleh jiwa (die Seele).
Kepribadian bentuk yang pertama menunjukkan kepriba- dian yang meninjau segala sesuatu secara transendental; bentuk kedua diwakili oleh para mistikus, orang-orang yang mabuk akan penyerahan diri. Dalam prakteknya orang menjumpai salah satu dari kedua bentuk itu yang dominan, dengan dilengkapi sebagian oleh yang lain.Penguasaan diri akan ada apabila "AKU" yang lebih stabil me- nguasai "AKU" yang lebih labil. "AKU" yang lebih stabil itu disebut "Aku yang umum" atau roh (Geist). Apabila roh itu tertuju kepada penyerahan diri terjadilah nafsu rohaniah; sedangkan kalau yang me nuju ke penyerahan diri itu adalah "Aku pribadi" (aku yang labil) terjadilah hawa nafsu. Apabila roh menuju ke pertahanan diri terjadilah keinsyafan (re- delijkheid), sedangkan kalau yang menuju kepertahanan diri itu "Aku pribadi terjadilah egoisme (Suryabrata, 2016).
2.3 Struktur Kepribadian
Ludwig klages merupakan ahli teori bidang psikologi kepribadian dan merupakan tokoh dalam ilmu filsasfat, klages membagi struktur kepribadian atas tiga bagian yaitu, (1) tempramen, (2) perasaan, dan (3) daya ekspresi (Soleha et al., 2020).
Tempramen merupakan sifat atau bisa dikatakan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, tempramen ada dua yaitu sanguinis dan pleghmatis. Seseorang yang memiki kepribadian sangunis cenderung memiliki sifat pantang menyerah dalam keadaan apapun sedangkan tempramen pleghmatis kebalikan dari tempramen sanguinis, orang yang mempunyai kepribadian pleghmatis selalu mempertimbangkan suatu hal dan bergerak lambat tapi jika pertimbangannya telah matang maka orang itu akan mempunyai kekuatan besar dalam dirinya untuk mencapai apa yang diinginkannya. Klages membagi kepribadian manusia berdasarkan pada dua tempramen, yakni tempramen sanguinis dan phlegmatis (Zuhroh, 2021). Sanguinis merupakan seseorang yang memiliki sifat sanguinis yang menunjukkan sifat yang tidak kenal lelah dengan kuatnya menuju sesuatu tujuan yang dianggap benar. Ada juga orang sanguinis yang banyak “petingkah”, mudah berubah dan dan mudah tertarik pada suatu hal lain. Reaksi yang tinggi pada orang sanguinis biasanya berkeinginan untuk bergerak (bereaksi). Selain itu, perasaan juga menjadi pendukung pada tindakan sanguinis. Sedangkan plegmatis merupakan sifat yang dimiliki seseorang dengan sifat lambat tidak mempunyai minat dan apatis. Di samping itu ada orang-orang plegmatis yang suka bertindak sesekali muncul dan harus memenangkan kekuatan besar. Sifat seorang plegmatis merupakan kebalikan dari orang-orang yang bertempramen sanguinis (Sugiati &
Oktaviani, 2022).
Perasaan merupakan bentuk suasana hati seseorang yang dirasakan seperti kesedihan ataupun kebahagiaan, perasaan terdiri atas dua bagian yaitu kegiatan batin serta taraf kejelasan, kegiatan batin merupakan sesuatu yang belum dikerjakan oleh seseorang namun sudah mampu dirasakan sedangkan taraf kejelasan adalah sesuatu yang sudah dikerjakan dan mampu dirasakan oleh perasaan seseorang yang berupa suasana hati. Daya ekspresi merupakan suatu dorongan pada diri manusia untuk mengungkapkan maksudnya yang diekspresikan tersebut seperti sedih, bahagia, atau takut (Suryabrata, dalam Islami
& Shofiani, 2021)
BAB III PENUTUP
3.1Kesimpulan
Teori Ludwig Klages adalah teori yang memakai cara pendekatan pensifatan padatokoh dalam menganalisis karakter tokoh.Klages mengatakan menggunakan carapendekatan tipologis adalah hal yang tidak memuaskan dalam menganalisis karakterindividu sebab menggunakan pendekatan tipologis tidak memenuhi fungsi untukmemahami sesama manusia. Klages memiliki pendekatan yang berbeda dengan ahli tipologi, karena ia merasa bahwa pendekatan tersebut terlalu kasar dan tidak memadai untuk memahami kepribadian individu yang unik.
Sebagai gantinya, ia berusaha untuk mengembangkan teori kepribadian yang dapat mendekati sifat-sifat kepribadian manusia hingga pada tingkat yang lebih rinci dan mendalam. Klages telah mengemukakan ada 4 aspek dalam kepribadian diantaranya adalah materi atau bahan,struktur,kualitas atau sifat serta tektonik atau bangun.Selain itu klages membagi struktur kepribadian atas tiga bagian yaitu, tempramen, perasaan, dan daya ekspresi.
3.2Saran
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Oleh sebab itu, kami mengharapkan saran dan masukan yang membangun dan kemudian dapat menyempurnakan makalah ini.
Daftar Pustaka
Gunawan, I. (2010). MOTIVASI KERJA GURU TIDAK TETAP DI BERBAGAI SMA SWASTA DI KOTA SEMARANG.
Islami, A. N., & Shofiani, A. K. A. (2021). ANALYSIS OF PERSONALITY CHARACTER OF CHARACTERS IN NOVEL RUMANTI BUKAN PEREMPUAN BIASA BY ACHMAD MUNIF ( LUDWIG KLAGES STUDY ) RUMANTI BUKAN PEREMPUAN BIASA KARYA ACHMAD MUNIF PENDAHULUAN Kehidupan setiap manusia pasti memiliki kepribadian yang berbeda de. 3, 122–140.
Karim, B. A. (2020). Teori Kepribadian dan Perbedaan Individu. 1(1), 40–49.
Simbolon, N. K. (2023). Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora Volume 2 Nomor 2 ( 2023) 11446. 2(2), 11446–11454.
Soleha, F., Supratno, H., & Raharjo, Resdianto, P. (2020). Tempramen Analysis In The novel Catatan Juang by Fiersa Besari (Ludwig Klages Personality).
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 2(2), 97–
106. https://doi.org/10.33752/disastri.v2i2.836
Sugiati, & Oktaviani, N. (2022). ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL TRAUMA KARYA Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 4(1), 1–12.
Suryabrata, S. (2016). Psikologi Kepribadian.
Zuhroh, R. A. (2021). AMBISI TOKOH NOVEL POLITIK TRESNA KARYA TULUS SETIYADI (KAJIAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN LUDWIG KLAGES). 1–22.