• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Arab Pra Islam

N/A
N/A
Rega Gtg

Academic year: 2024

Membagikan " Makalah Arab Pra Islam"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ARAB PRA ISLAM

Dosen Pengampuh:

H. Syukraini Ahmad, M.A

Disusun Oleh:

Kelompok 2

Rega Kusnadi (2223420052)

Tegar Sulistiawan (2223420053)

PROGRAM STUDI ILMU QUR’AN DAN TAFSIR

FAKULTAS USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH UNVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SOEKARNO BENGKULU

2022/2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur tidak lupa penulis panjatkan kehadiran Allah Subhahu Wa Ta’ala yang berkat Anugerah dari-Nya penulis mampu menyelesaikan makalah yang berjudul Arab Pra Islam.

Penulis sangat bersyukur karena mampu menyelesaikan makalah ini tepat waktu sebagai tugas Mata Kuliah Kodifikasi Alqur’an. Selain itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu untuk merampungkan makalah ini sampai selesai.

Demikian yang bisa penulis sampaikan, semoga makalah ini bisa memberikan manfaat kepada semua pihak. Dan jangan lupa kritik serta sarannya terhadap makalah ini dalam rangka perbaikan makalah-makalah yang akan datang.

Bengkulu, 25 September 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ...3

BAB I PENDAHULUAN ...4

A. Latar Belakang...4

B. Rumusan Masalah...4

C. Tujuan masalah ...4

BAB II PEMBAHASAN ...5

A. Kondisi geografis arab Pra Islam………...5

B. Kondisi Politik Arab Pra Islam…...7

C. Kondisi Sosial Arab Pra Islam………...…………...10

D. Kondisi budaya Arab Pra Islam.…... ...11

E. Kondisi Ekonomi Arab Pra Islam….. ...12

F. Kondisi Keagamaan Arab Pra Islam………..……….13

BAB III PENUTUP ...15

A. Kesimpulan ...15

B. Saran ...15

DAFTAR PUSTAKA ...16

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ulumul Qur’an adalah ilmu yang mempelajari tentang hal – hal yang ada hubungannya dengan Al Qur’an.1 Maka ilmu yang ada dalam Al Qur’an disebut Ulumul Qur’an. Ilmu tersebut diantaranya adalah Ilmu Aqsamul Qur’an yang berisi tentang sumpah didalam al qur’an.

Ulumul Qur'an adalah sebuah metode yang lengkap dan menyeluruh untuk membuka pintu awal dari kedalaman kandungan Al-Quran. Karenanya, umat Islam secara umum, ataupun secara khusus bagi mahasiswa muslim yang merindukan interaksi lebih mendalam dengan Al-Quran, secara otomatis akan dituntut untuk mempelajari Ulumul Quran.2

Sumpah dalam konotasi bahasa Al Qur’an disebut qasam yang membicarakan tentang pengukuhan kalimat yang diselingi dengan bukti yang konkrit dan dapat menyeret lawan untuk mengakui apa yang di ingkarinya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Aqsam Al-Qur’an?

2. Apa rukun Aqsam Al-Qur’an?

3. Apa faedah Aqsam Al-Qur’an?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui pengertian Aqsam Al-Qur’an.

2. Untuk mengetahui rukun Aqsam Al-Qur’an.

1 Teuku Muhammad, Ilmu – ilmu Al Qur’an (Semarang : PT Pustaka Rizki Putra,2002), h. 1 2 Tabrani, hayati, ulumul qur’an (Banda Aceh : Darussalam Publishing, 2013), h.v

(5)

3. Untuk mengetahui faedah/makna Aqsam Al-Qur’an.

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Aqsamul Qur’an dan Unsur-Unsurnya

Aqsam adalah bentuk jamak dari “qasam” yang mengandung arti “sumpah”3 Dalam bahasa Arab, kata “sumpah” juga sering disebut dengan “al-hilf” (فلحلا) atau “al-yamin” ( نيملا). Adapun shighat asli dari kata “qasam” ialah fi’il atau kata kerja “aqsama” atau

“ahlafa” yang dimuta’addi (transitif) dengan “ba” menjadi muqsam bih (sesuatu yang digunakan untuk bersumpah), kemudian muqsam alaih yang dinamakan dengan jawab qasam.4

Qasam didefenisikan sebagai “mengikat jiwa (hati) agar tidak melakukan atau melakukan sesuatu, dengan “suatu makna” yang dipandang besar, agung, baik secara hakiki maupun secara i’tiqadi, oleh orang yang bersumpah itu. Sumpah dinamakan juga dengan “yamin”

(tangan kanan), karena orang Arab ketika bersumpah memegang tangan kanan orang yang diajak bersumpah5.

Qasam secara terminologi telah banyak di definisikan oleh ulama, diantaranya adalah :

3 Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, (Jakarta: PT Hidakarya Agung, 1989), h. 341

4 Manna’ Al-Qaththan, Mabahits fi Ulumil Qur’an, terjemahan Aunar Rafiq El-Mazni, (Jakarta:

Pustaka Al

Kautsar, Cet. IV, 2009), h. 364

5 Manna’ Al-Qaththan, Mabahits fi Ulumul Qur’an, h. 365

(6)

1) Al-Zakarsyl, yang mengatakan bahwa qasam adalah suatu kalimat yang memberikan penegasan atau taukid terhadap berita yang disampaikan.6

2) Jalal al-Din al-Sayuthi, mendefinisikan bahwa qasam itu adalah suatu pembenaran dan penegasan terhadap suatu berita.7

3) Menurut Al-qottan qasam dan yamin adalah dua kata sinonim, memiliki dua kata yang sama, qasaam didenifisikan sebagai mengingatkan jiwa (hati) untuk tidak melakukan sesuatu, dengan suatu makna yang dipandang besar, agunga, baik secara haqiqi maupun I’tiqody, oleh orang yang bersumpah itu. Bersumpah dinamkan juga dengan yamin (tangan kanan), karena orang arab ketika sedang bersumpah memegang tangan kanan sahabatnya.

4) Menurut Abu al-qosim al-Qusyairiy menerangkan bahwa rahasia Allah SWT menyebutkan kalimat “qasam” atau sumpah dalam kitab-Nya adalah untuk menyempurnakan serta menguatkan hujjah-Nya dan dalam hal ini, kalimat “qasam”

memiliki dua keistimewaan, yaitu pertama sebagai “syahadah” atau persaksian serta penjelasan dan kedua sebagai “qasam” atau sumpah itu sendiri.

5) Menurut al-Jurnani seperti yang dikutip oleh Hasan Mansur Nasution sumpah adalah sesuatu yang dikemukakan untuk menguatkan salah satu dari dua berita dengan menyabutkan nama Allah atau sifatnya.

6) Menurut Miftah Faridl dan Agus Syihabudin, sumpah adalah salah satu alat taukid yang cukup efektif di dalam kelaziman perhubungan atau komunikasi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, „sumpah‟ diartikan sebagai:

a) Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan saksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dan sebagainya).

b) Pernyataan yang disertai tekat melakukan sesuatu untuk menguat- kan kebenaran atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar.

c) Janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu).

6 Al-Zakarsyl, al-Burhan, fi’ ulum al-qur’an, (Kairo: ‘Isa al-Baby al-Halaby, 11) h. 45 7 Abu al-Fadl Jalal al-Din al-Sayuthi, Al-Itqan fi ‘ulum al-Qur’an (Bierut: Dar al-Kutub

al-‘Ilmiyah,1991), h. 350

(7)

Sedangkan menurut Louis Ma‟luf, dalam konteks bangsa arab, sumpah yang diucapkan oleh orang Arab itu biasanya menggunakan nama Allah atau selainNya. Pada intinya sumpah itu menggunakan sesuatu yang diagungkan seperti nama Tuhan atau sesuatu yang disucikan.

Abu al-Qosim al-Qusyairiy menerangkan bahwa rahasia Allah SWT menyebutkan kalimat

“qasam” atau sumpah dalam Kitab-Nya adalah untuk menyempurnakan serta menguatkan

“hujjah”Nya, dan dalam hal ini, kalimat “qasam” memiliki dua keistimewaan, yaitu pertama sebagai “syahadah” atau persaksian serta penjelasan dan kedua sebagai “qasam” atau sumpah itu sendiri.8

Jadi dapat disimpulkan bahwa Aqsamul Qur’an adalah salah satu dari ilmu-ilmu tentang al-Qur’an yang mengkaji tentang arti, maksud, hikmah, dan rahasia sumpah-sumpah Allah yang terdapat dalam al-Qur’an. Selain pengertian diatas, qasam dapat pula diartikan dengan gaya bahasa Al-Qur’an menegaskan atau mengukuhkan suatu pesan atau pernyataan menyebut nama Allah atau ciptaan-Nya sebagai muqsam bih. Dalam Al-Qur’an, ungkapan untuk memaparkan qasam dengan memakai kata aqsama, dan kadang menggunakan kata halafa.

B. Unsur-Unsur dari Qasam a. Fi’il Qasam

Qasam atau sumpah itu sering dipergunakan dalam percakapan, sehingga tak jarang qasam tersebut diringkas: yaitu dengan menghilangkan “fi’il qasam” dan dicukupkan dengan “baa”

saja9 Kemudian “baa” pun diganti dengan “wawu” pada isim dzahir, seperti:

ىَشْغَي اَذإإ إلْيلَلاَو

“Demi malam, bila menutupi (cahaya siang)”. (QS. Al-Lail: 1) Dan diganti dengan “taa” pada lafazh jalalah, misalnya:

ْمُكَماَنْصَأ َنَدْيإكَل إلَاتَو 8 Jalaluddin as-Syuyuthi asy-Syafi’i, Al-Itqaan fi Ulumil Qur’an, (Beirut: Darul Fikr, 1429H/2008M),

h. 487

9 “Baa” tidak terdapat dalam Alquran kecuali dengan fi’il qasam, seperti dalam QS. An-Nur: 53

(8)

“Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhalamu.” (QS. Al- Anbiyaa’: 57).

b. Al-Muqsam bihi

Al-Muqsam bihi yaitu sesuatu yang dijadikan sumpah oleh Allah. Sumpah dalam al- Qur’an ada kalanya dengan memakai nama Allah dan ada kalanya dengan menggunakan nama-nama ciptaan-Nya. Allah bersumpah dengan zat-Nya dalam Al Qur’an pada tujuh tempat10yaitu

1. Surat Al Taghabun ayat 7

ٌريإسَي إ َا ىَلَع َكإل َٰذَو ۚ ْمُتْلإمَع اَمإب َنُؤَبَنُتَل َمُث َنُثَعْبُتَل يّبَرَو ٰىَلَب ْلُق ۚ اوُثَعْبُي ْنَل ْنَأ اوُرَفَك َنيإذَلا َمَعَز

“Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan.

Katakanlah: "Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

2. Surat Saba’ ayat 3

َلَو إضْرَ ْلا يإف َلَو إتاَواَمَسلا يإف ٍةَرَذ ُلاَقْثإم ُهْنَع ُبُزْعَي َل ۖ إبْيَغْلا إمإلاَع ْمُكَنَيإتْأَتَل يّبَرَو ٰىَلَب ْلُق ۖ ُةَعاَسلا اَنيإتْأَت َل اوُرَفَك َنيإذَلا َلاَقَو

ٍنيإبُم ٍباَتإك يإف َلإإ ُرَبْكَأ َلَو َكإلَٰذ ْنإم ُرَغْصَأ

“Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami".

Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)",”

3. Surat Yunus ayat 53

َنيإزإجْعُمإب ْمُتْنَأ اَمَو ۖ ّقَحَل ُهَنإإ يّبَرَو يإإ ْلُق ۖ َوُه ّقَحَأ َكَنوُئإبْنَتْسَيَو

10 Teuku Muhammad, Ilmu – ilmu Al Qur’an, (Semarang : PT Pustaka Rizki Putra, 2002), h. 185

(9)

“Dan mereka menanyakan kepadamu: "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah:

"Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)".”

4. Surat Maryam ayat 63

اًّيإقَت َناَك ْنَم اَنإداَبإع ْنإم ُثإروُن يإتَلا ُةَنَجْلا َكْلإت

“Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.”

5. Surat Al Hijr ayat 96

َنوُمَلْعَي َفْوَسَف ۚ َرَخآ اًهَٰلإإ إ َا َعَم َنوُلَعْجَي َنيإذَلا

“(Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).”

6. Surat An Nisa ayat 65

اًميإلْسَت اوُمّلَسُيَو َتْيَضَق اَمإم اًجَرَح ْمإهإسُفْنَأ يإف اوُدإجَي َل َمُث ْمُهَنْيَب َرَجَش اَميإف َكوُمّكَحُي ٰىَتَح َنوُنإمْؤُي َل َكّبَرَو َلَف

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

7. Surat Al Ma’arij ayat ke 40

َنوُعَج ْرُي اَنْيَلإإَو اَهْيَلَع ْنَمَو َضْرَ ْلا ُثإرَن ُنْحَن اَنإإ

(10)

“Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.”

c. Muqsam ‘alaih

Muqsam ‘alaih artinya bentuk berita yang ingin dipercaya/diterima oleh orang yang mendengarnya sehingga diperkuat dengan sumpah tersebut atau disebut juga jawab qasam.

Posisi muqsam alaih terkadang bisa menjadi taukid, sebagai jawaban qasam karena yang dikehendaki dengan qasam adalah untuk mentaukidi muqsam alaih (menguatkannya).

Menurut Mana’ul Quthan ada empat hal yang harus dipenuhi muqsam alaih, yaitu :

1. Muqsam alaih/berita itu harus terdiri dari hal-hal yang baik, terpuji, atau hal-hal yang penting.

2. Muqsam alaih itu sebaiknya disebutkan dalam setiap bentuk sumpah. Jika kalimat muqsam alaih tersebut terlalu panjang, maka muqsam alaihnya boleh dibuang.

3. Jika jawab qasamnya berupa fi’il madhi mutaharrif yang positif (tidak dinegatifkan), maka muqassam alaihnya harus dimasuki huruf “lam” dan “qod”.

4. Materi isi muqsam alaih itu bisa bermacam-macam, terdiri dari berbagai bidang pembicaraan yang baik-baik dan penting.

C. Macam-macam Aqsamul Qur’an

Dilihat dari segi fi’ilnya, Abdul Djalal membagi qasam dalam Al-Qur’an ada dua macam, yaitu;

a. Qasam Dhahir (nampak/ jelas), yaitu qasam yang fi’il qasamnya disebutkan bersama dengan muqsam bihnya. Seperti ayat berikut :

( ُتوُمَي نَم ُ ّا ُثَعْبَي َل ْمإهإناَمْيَأ َدْهَج إ ّلاإب ْاوُمَسْقَأَو (٣٨ :لحنلا....

Artinya : “Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh- sungguh: ‘Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati’.”

(11)

b. Qasam Mudhmar (tersimpan/ samar) yaitu qasam yang didalamnya tidak dijelaskan/disebutkan fi’il qasam dan muqsam bihnya. Tetapi yang menunjukkan bahwa kalimat tersebut kalimat qasam adalah kata-kata setelahnya yang diberi lam taukid yang masuk kedalam jawab qasamnya, seperti :

(ْمُكإسُفنَأَو ْمُكإلاَوْمَأ يإف َنُوَلْبُتَل (١٨٦:نارمع لآ...

Artinya : “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu.”

Dilihat dari segi muqsam bihnya, maka qasam ada tujuh macam:

1. Qasam dengan DzatAllah SWT atau sifat-sifatNya yang terdapat pada 7ayat, diantaranya seperti dalam surat Al Hijr ayat 92.

َنيإعَمْجَأ ْمُهَنَلَأْسَنَل َكّبَرَوَف

2. Qasam dengan perbuatan-perbuatan Allah SWT, seperti dalam surat As Syams ayat 5.

اَهاَنَب اَمَو إءاَمَسلاَو

3. Qasam dengan yang dikerjakan Allah SWT, seperti dalam surat At Thur ayat 1.

إروّطلاَو 4. Qasam dengan malaikat-malaikat Allah SWT, seperti dalam surat An-Nazi’at ayat 1-3

٣﴿ اًحْبَس إتاَحإباَسلاَو ﴾٢﴿ اًطْشَن إتاَطإشاَنلاَو ﴾١﴿ اًق ْرَغ إتاَعإزاَنلاَو﴾ 5. Qasam dengan Nabi Allah SWT, seperti dalam surat Al Hijr ayat 72.

َنوُهَمْعَي ْمإهإتَرْكَس يإفَل ْمُهَنإإ َكُرْمَعَل 6. Qasam dengan makhluk Allah SWT, seperti dalam surat At Tin ayat 1-2.

(12)

﴿ إنوُتْيَزلاَو إنيّتلاَو

﴿ َنيإنيإس إروُطَو ﴾١

٢ ﴾

7. Qasam dengan waktu, seperti dalam surat Ad Dhuha ayat 1-2.

﴿ ٰىَحّضلاَو

﴿ ٰىَجَس اَذإإ إلْيَللاَو ﴾١

٢ ﴾

D. Huruf-huruf Qasam

Huruf-huruf yang biasa digunakan untuk pernyataan qasam ada tiga;

1. Huruf waw, semisal dalam firman Allah SWT.:

َنوُقإطْنَت ْمُكَنَأ اَم َلْثإم ّقَحَل ُهَنإإ إضْرَ ْلاَو إءاَمَسلا ّبَرَوَف Artinya: “Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS. Adz-Dzariyat: 23)

2. Huruf ta, semisal firman Allah SWT.:

َنوُرَتْفَت ْمُتْنُك اَمَع َنُلَأْسُتَل إ َلاَت ۗ ْمُهاَنْقَزَر اَمإم اًبيإصَن َنوُمَلْعَي َل اَمإل َنوُلَعْجَيَو Artinya: “Demi Allah, Sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada- adakan.” (An-Nahl: 56).

Sumpah dengan menggunakan huruf ta tidak boleh menggunakan kata yang menunjukkan sumpah dan sesudah ta harus disebutkan kata Allah atau rabb.

3. Huruf ba, semisal firman Allah SWT.:

إةَماَيإقْلا إم ْوَيإب ُمإسْقُأ َل Artinya: “Aku bersumpah demi hari kiamat” (QS. Al-Qiyamah: 1)

(13)

Kalimat sumpah dengan menggunakan huruf ba boleh diikuti kata yang menunjukkan sumpah, sebagaimana contoh di atas, dan boleh pula tidak menyertakan kata sumpah, sebagaiman dalam firman Allah SWT.

E. Tujuan dan Hikmah Aqsamul Qur’an

Tujuan Aqsamul Qur’an

a. Sumpah dilakukan untuk memperkuat pembicaraan agar dapat diterima atau dipercaya oleh pendengarnya. Sedang sikap pendengar sesudah mendengar qasam akan bersikap salah satu dari beberapa kemungkinan:

-Pendengar yang netral, tidak ragu dan tidak pula mengingkarinya. Karena telah diperkuat dengan sumpah apalagi dengan menggunakan kata Allah swt. Maka pendengar yang seperti ini akan diberi ungkapan ibtida’ (berita yang diberi penguat taukid ataupun sumpah).

-Pendengar mengingkari berita yang didengar. Oleh karenanya berita harus berupa kalam ingkari (diperkuat sesuai kadar keingkarannya). Bila kadar keingkarannya sedikit, cukup dengan satu taukid saja. Sedang apabila kadar keingkarannya cukup berat, maka menggunakan dua taukid (penguat).

b. Untuk mengukuhkan dan mewujudkan muqsam alaih. Oleh karena itulah muqsam alaih haruslah berupa hal-hal yang layak didatangkan qasam baginya, seperti hal-hal ghaib dan tersembunyi jika qasam itu dimaksudkan untuk menetapkan keberadaannya.

c. Untuk menjelaskan tauhid atau untuk menegaskan kebenaran al-Qur’an.

Hal ini sejalan dengan tanggapan manusia pada umumnya terhadap ajaran yang disampaikan kepada manusia. Dengan kata lain tujuan sumpah adalah untuk memperkuat pemberitaan kepada orang lain, yang mungkin akan mengingkari kebenarannya, sehingga pemberitaan tersebut dapat diterima dengan yakin.

(14)

Di antara golongan manusia itu ada yang meragukan, mempertanyakan bahkan menolak kebenaran al-Quran. Dalam hal ini sumpah dalam al-Quran ditunjukkan untuk menghilangkan keraguan, menegakkan argumentasi dan menguatkan hujjah yang dalam hal ini yaitu ajaran atau pesan yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.11

Hikmah Aqsamul Qur’an

1. Berita itu sudah sampai pendengar dan jika dia bukan orang yang menolak, tentunya berita tersebut sudah diterima dan dipercaya karena sudah diperkuat dengan sumpah, apalagi memakai nama Allah SWT.

2. Pemberi berita sudah merasa lega, karena telah menaklukkan pendengar dengan cara memperkuat berita-beritanya dengan sumpah atau dengan beberapa taukid (penguat). Hal ini berbeda sebelum dia bersumpah, jiwanya masih merasa kecewa, karena beritanya belum diterima pendengar.

3. Dengan bersumpah memakai nama Allah atau sifat-sifat-Nya, kita telah menjadikan nama-Nya selaku Dzat yang diagungkan sebagai penguat sumpahnya. Tidak memakai nama atau benda-benda lain, sesuai dengan peraturan dan definisi sumpah itu sendiri.

F. Manfaat Aqsamul Qur’an

1) Tujuan Aqsamul Qur’an.

2) Dalam substansinya sumpah dilakukan untuk memperkuat pembicaraan agar dapat diterima atau dipercaya oleh pendengarnya.

3) Pendengar yang netral, tidak ragu dan tidak pula mengingkarinya. Maka pendengar yang seperti ini akan diberi ungkapan ibtida’ (berita yang diberi penguat taukid ataupun sumpa) contohsurat Al-Hadid:8.

11 Op. Cit, Manna’ al-Qaththan, Mabahits, hlm. 285

(15)

4) Pendengar mengingkari berita yang didengar. Oleh karenanya berita harus berupa kalam ingkari (diperkuat sesuai kadar keingkarannya). ContohsuratAnNisa’:40. Sedang apabila kadar keingkarannya cukup berat, maka menggunakan dua taukid (penguat).

Sepertisurat Al-Maidah:72.

5) Untuk mengukuhkan dan mewujudkan muqsam alaih (jawab qasam, pernyataan yang kerenanya qasam diucapkan).

6) Untuk menjelaskan tauhid atau untuk menegaskan kebenaran al-Qur’an.

Faedah Qasam dalam al-Quran

Sebagaimana kita ketahui bahwa Qasam dalam Al-Quran bermuatan rahasia untuk menguatkan pesan-pesan Al-Quran yang sampai kepada manusia terutama untuk orang yang masih ragu-ragu, menolak bahkan mengingkari kebenaran ajaran-ajaran al-Quran.

Menurut Hasan, ada tiga macam pola penggunaan kalimat berita dalam al-Quran, yaitu:

ibtida’, thalabi, dan inkari.

Ibtida’ (berita tanpa penguat), yaitu untuk orang yang netral dan wajar-wajar saja dalam menerima suatu berita, tidak ragu-ragu dan tidak mengingkarinya.

Thalabi, yaitu untuk orang-orang yang ragu terhadap kebenaran suatu berita, sehingga berita yang disampaikan kepadanya perlu diberikan sedikit penguat yang disebut dengan kalimat thalabi atau taukid untuk meyakinkan dan menghilangkan keraguannya.

Inkari, yaitu untuk orang-orang yang bersifat ingkar dan selalu menyangkal suatu berita, untuk kondisi seperti ini beritanya harus disertai dengan kalam inkari (diperkuat sesuai dengan kadar keingkarannya). Oleh karena itu, Allah menggunakan kalimat sumpah dalam al-Quran untuk menghilangkan keraguan, menegakkan hujjah dan menguatkan berita terhadap orang-orang yang seperti ini.

(16)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Rukun-rukun yang ada dalam aqsam Al quran adalah fi’il qasam, muqsam bih dan muqsam alaih.Huruf-huruf yang digunakan dalam aqsam, pertama huruf wau dan huruf ba’.Sumpah yang menggunakan huruf wau tidak perlu menggunakan lafad aqsama, ahlafa. Sumpah yang menggunakan huruf ba’ bisa disertai dengan kata yang menunjukkan sumpah dan boleh tidak menyertakan sumpah.

Dalam qasam juga terdapat faedah-faedah diantaranya adalah berita yang sudah sampai pendengar, dan dia bukan orang yang apriori, berita itu sudah diterima dan dipercaya karena sudah diperkuat dengan sumpah. Pemberita berita itu sudah merasa lega, karena telah menaklukkan pendengar dengan cara memperkuat berita dengan sumpah. Dan dengan

(17)

bersumpah menggunakan nama Allah atau sifat-sifat-Nya berarti memuliakan atau mengagungkan Allah SWT. karena telah menggunakan nama-Nya selaku Dzat yang diagungkan sebagai penguat sumpah.

B. Saran

Demikianlah tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Al-Qur’an. Harapan kami dengan adanya tulisan makalah ini kita dapat sama- sama belajar dan paham mengenai Aqsamil Qur’an.

Apabila terdapat kesalahan di dalam makalah ini, kami memohon maaf sebesar-besarnya karena kami masih dalam proses belajar untuk menjadi seorang mahasiswa yang

sesungguhnya.

DAFTAR PUSTAKA

Manna’ Al-Qaththan, Mabahits fi Ulumil Qur’an, terjemahan Aunar Rafiq El-Mazni, Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2009

Muhammad, Teuku, Ilmu – ilmu Al Qur’an, Semarang : PT Pustaka Rizki Putra, 2002 Yunus, Mahmud, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: PT Hidakarya Agung, 1989

Khalaf Abdul Wahab, Kaidah Hukum Islam, Jakarta: Pustaka Amani, 2003

(18)

Syafe’i Rahmat, Ilmu Ushul Fiqih, Bandung: CV Pustaka Setia, 2010

Abu al-Fadl, Jalal al-Din al-Sayuthi, 1991, Al-Itqan Fi ‘Ulum al-Qur’an Bierut: Dar al- Kutub al-‘Ilmiyah

Al-Zakarsyl, al-Burhan, 11, Fi’ Ulum al-Qur’an, Kairo: ‘Isa al-Baby al-Halaby

Jalaluddin as-Syuyuthi asy-Syafi’i, 1429H/2008M, Al-Itqaan fi Ulumil Qur’an, Beirut:

Darul Fikr

Tabrani, hayati, Ulumul Qur’an, Banda Aceh : Darussalam Publishing, 2013 Nasution, Hasan Mansur, Uulumul Qura n, Medan : Duta Azhar, 2011

Referensi

Dokumen terkait

(Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Pendidikan Islam)..

Pengaruh Tradisi Arab Pra-Islam Terhadap Perkembangan Hukum Islam Dalam wilayah hukum Islam, para jurist berpendapat bahwa tradisi pada masa Arab sebelum Islam juga menjadi sumber

makalah pemenuhan tugas akhir mata kuliah pendidikan agama

Makalah ini membahas tentang teori kepemilikan dalam Islam yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fiqih

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Sistem Hukum

Makalah ini berjudul "Kekerasan dalam Rumah Tangga" yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hak Asasi

Makalah "Sunan Giri" disusun untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Atlas

Makalah mengenai feminisme Islam yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Advokasi Anak dan