• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Qurban dan Akikah

N/A
N/A
tharisa shafira

Academic year: 2025

Membagikan "Makalah Qurban dan Akikah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

QURBAN DAN AKIKAH

Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas pada matakuliah:

FIQIH

Dosen pengampu : Riduan Rozi M.Pd.I

Disusun Oleh :

THARISA SHAFIRA (2011040208) Jurusan / Kelas : Pendidikan Bahasa Inggris / 1B

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

RADEN INTAN LAMPUNG 2020

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, Hidayah, serta Inayah- Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Qurban dan Akikah”

ini tepat pada waktunya. Allhamdulillah dengan semangat yang tinggi pula dalam artinya modal yang besar bagi saya untuk menyelesaikan makalah ini.

Penulisan makalah ini berfungsi untuk menyampaikan wawasan dan tambahan pengetahuan mengenai pembahasan Qurban dan Akikah. Semoga makalah ini mampu menyampaikan fungsi yang tidak sedikit tidak hanya bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam penulisan ini saya mengucapkan terima kasih kepada, Bapak dosen Fiqih yaitu Riduan Rozi M.Pd.I yang telah banyak memberikan bimbingan dalam menyelesaikan makalah ini. Teman-teman mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan serta saran hingga selesainya

penyusunan makalah ini, dan mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.

Saya berharap semoga makalah ini mampu bermanfaat untuk pembaca. Saya juga dengan bahagia hati mendapatkan kritik dan saran yang membangun guna untuk memperbaiki setiap kekurangan dari makalah ini.

Lampung Barat, 27 Desember 2020

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI COVER

KATA PENGANTAR……… I DAFTAR ISI……….. II BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang……… 1 B. Rumusan Masalah……….. 1 C. Tujuan………. 1 BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Akikah……….. 2 B. Pengertian Qurban.………. 3 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan.……… 6 B. Saran………... 6 DAFTAR PUSTAKA……… 7

II

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam agama islam terdapat ajaran penyembelihan hewan qurban dan akikah.

Penyembelihan hewan qurban dilakukan pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik.

Adapun akikah dilaksanakan pada hari ketujuh dalam kelahiran seorang bayi. Hukum menyembelih hewan qurban dan akikah adalah sunah muakadah (mendekati wajib), yaitu sunah yang dianjurkan. Penyembelihan hewan qurban dan akikah harus sesuai dengan ketentuan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, karena penyembelihan yang tidak sesuai islam adalah haram. Beberapa dari ketentuan kedua ibadah ini akan dijabarkan dalam pembahasan qurban dan akikah.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka dapat diambil kesimpulan atau rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian Akikah dan bagaimanakah syarat, hukum serta hikmah akikah?

2. Apa pengertian Qurban dan bagaimanakah syarat, hukum serta hikmah Qurban?

3. Bagaimana pelaksanaan Akikah dan Qurban?

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian akikah dan bagaimanakah syarat, hukum serta hikmah akikah.

2. Mengetahui pengertian qurban dan bagaimanakah syarat, hukum serta hikmah qurban.

3. Mengetahui bagaimana pelaksanaan Akikah dan Qurban.

(5)

A. PENGERTIAN AKIKAH

Menurut bahasa, akikah berati menyembelih atau memotong. Sedangkan menurut istilah, akikah adalah menyembelih hewan sebagai rasa syukur kepada Allah atas kelahiran anak. Penyembelihan hewan akikah ini disertai dengan pencukuran rambut anak dan pemberian nama jika dilaksanakan sebelum diberikan nama. Akikah hukumnya sunnah bagi orang tua, hal ini sesuai dengan sebuah hadits nabi Muhammad SAW. Bersabda sebagai berikut: “anak yang baru lahir itu tergadai dengan akikahnya yang disembelih baginya pada hari ke-7, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR.Ahmad dan Taermidzi).

1. Syarat-syarat melaksanakan akikah yaitu:

a. Dari sudut umur hewan akikah dan qurban sama saja yaitu;

 Domba yang telah berumur satu tahun atau sudah berganti gigi.

 Kambing yang telah berumur dua tahun atau lebih.

b. Sembelihan akikah dipotong mengikuti sendinya dengan tidak memecahkan tulang sesuai dengan tujuan akikah itu sebagai “Fida (mempertalikan ikatan diri anak dengan Allah SWT).

c. Sunat dimasak dan dibagi atau dijamu fakir dan miskin, ahli keluarga, tetangga, saudara.

Berbeda dengan daging qurban, sunnah dibagikan daging yang belum dimasak.

d. Anak lelaki disunnahkan akikah dengan dua ekor kambing dan satu ekor untuk anak perempuan karena mengikuti sunnah Rasulullah.

2. Waktu Pelaksanaan Akikah.

Pelaksanaan akikah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran, ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW, yang telah disebutkan diatas. Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa dilaksanakan pada hari keempat belas, dan bila tidak bisa maka pada hari keduanpuluh satu, ini berdasarkan hadits Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata yang artinya: “Hewan akikah itu disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, dan kedua puluh satu.” (Hadits hasan riwayat Al Baihaqiy).

Sedangkan untuk bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan akikahnya, bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan didalam kandungan ibunya. Namun bila seseorang yang belum disembelihkan hewan akikah oleh orang tuanya hingga ia besar, maka dia bisa menyembelih akikah dari dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: “Dan bila tidak diakikahi oleh ayahnya kemudian dia mengakikahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa.

3. Hukum Akikah

Hukum akikah adalah sunnah mu’akkad. Akikah bagi anak laki-laki dengan dua ekor kambing, sedangkan bagi wanita dengan seekor kambing. Apabila mencukupkan diri dengan seekor kambing bagi anak laki-laki, itu juga diperbolehkan.

2

(6)

Anjuran akikah ini menjadi kewajiban ayah (yang menanggung nafkah anak). Apabila ketika waktu dianjurkannya akikah (misalnya ketujuh dari kelahiran), orang tua dalam keadaan faqir (tidak mampu), maka ia tidak diperintahkan untuk akikah. Karena Allah

Ta’ala berfirman yang artinya: “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS.

At Taghobun:16) 4. Hikmah Akikah

Sejak seorang suami memancarkan sperma kepada istrinya, lalu sperma itu berlomba- lomba mendatangi panggilan indung telur melalui signal kimiawi yang dipancarkan darinya, sejak itu tanpa banyak disadari oleh manusia, sesungguhnya setan jin sudah mengadakan penyerangan kepada calon anak mereka. Hal tersebut dilakukan oleh jin dalam rangka membangun pondasi didalm janin yang masih sangat lemah itu, supaya kelak disaat anak manusia tersebut menjadi dewasa dan kuat, setan jin tetap dapat menguasai target sasarannya itu. Maka sejak itu pula Rasulullah saw, telah mengajarkan kepada umatnya cara menangkal serangan yang sangat membahayakan itu bagaimana yang disampaikan beliau saw, melalui sabdanya berikut ini yang artinya; Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a berkata: Rasulullah saw pernah bersabda: apabila seseorang diantara kamu ingin bersetubuh dengan istrinya hendaklah ia membaca; yang artinya: “Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. Wahai tuhanku! Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau karuniakan kepada kami.

Sekiranya hubungan antara suami istri itu ditakdirkan mendapat seorang anak.

5. Fungsi Akikah

Ada bebrapa fungsi atau hikmah bagi orang-orang yang mengerjakan akikah, antara lain:

1. Sebagai bukti rasa syukur orang tua kepada Allah SWT, atas nikmat yang diberikannya berupa anak.

2. Membiasakan bagi orang tua untuk berkorban demi kepentingan anaknya yang baru lahir.

3. Sebagai penebus gadai anak dari Allah SWT, sehingga anak menjadi hak baginya dalam beramal dan beribadah.

4. Hubungan dengan tetangga dan sanak kerabat lebih erat dengan adanya pembagian daging akikah.

5. Sebagai wujud menteladani sunnah Rasulullah saw, sehingga akan memperoleh nilai pahala disisi Allah SWT.

6. Menghilangkan gangguan dari sesuatu yang tidak baik terhadap si anak.

B. PENGERTIAN QURBAN

Kata qurban menurut bahasa berasal dari kata qarraba-yaqrabu-qurbanan,

(7)

artinya mendekat atau dekat. Menurut istilah, kurban adalah menyembelih hewan ternak dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kurban merupakan istilah yang menunjukan tujuan dari suatu ibadah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ilmu fiqih, selain istilah qurban terdapat beberapa istilah lainnya yaitu nahr dan udiyah, yang memiliki arti yang hampir sama, yaitu az zabhu atau menyembelih hewan. Dua istilah itu lebih menunjukan praktek ibadah kurban yang disari’atkan, waktu pelaksanaan ibadah ini disebut yaumun nahri atau lebih dikenal dengan Idul Adha.

1. Syarat-syarat yang disembelih

Binatang yang sah untuk qurban ialah yang tidak bercacat, misalnya pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya, dan telah berumur sebagai berikut:

 Hewan yang diqurbankan merupakan jenis hewan ternak, seperti kambing, sapi atau bisa juga unta.

 Usia hewan harus sudah tepat satu tahun atau lebih.

 Terhindar dari adanya berbagai macam penyakit atau cacat.

 Hewan yang diqurbankan harus milik dari orang yang akan melakukan qurban terkecuali telah diizinkan untuk mewakili baginya berqurban.

 Tidak boleh berhubungan dengan hak dari orang lain, seperti hewan tersebut dalam hewan gadai atau hewan warisan yang belum dibagikan.

 Hewan disembelih pada waktu yang sudah ditentukan, jika belum waktunya sudah melebihi waktunya maka qurban tersebut tidak sah.

2. Syarat orang yang berqurban

a. Orang yang berqurban harus mampu menyediakan hewan qurban pribadi.

b. Orang yang berqurban harus balig dan berakal sehat.

3. Waktu penyembelihan hewan qurban

Penyembelihan hewan biasanya dimulai saat matahari melambung dari terbitnya pada hari Idul Adha yaitu tanggal 10 Dzulhijjah, kira-kira cukup untuk melaksanakan shalat dua rakaat dan khutbah dua kali yang cepat (cukup melaksankan rukun-

rukunya) sampai terbenamnya matahari pada akhir hari tasyrik yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. Namun, yang paling utama penyembelihan dilaksanakan setelah selesai shalat Idul Adha sekira matahari sudah kadar satu tombak.. Sebaiknya penyembelihan ditempat yang enak, tidak keras. Dilaksanakan pada siang hari kecuali ada hajat, maka pada malam hari.

4. Adapun cara penyembelihan hewan qurban adalah sebagai berikut:

1. Cara penyembelihan sama dengan penyembelihan yang disyaratkan islam, yakni Pnyembelihan harus orang islam (khusus qurban, sunnah penyembelihan adalah yang berqurban sendiri, jika diwakilkan disunnatkan hadiri pada waktu penyembelihannya)

4

(8)

2. Alat untuk menyembelih harus benda tajam. Tidak boleh menggunakan gigi, kuku dan tulang.

3. Memotong 2 urat yang ada dikir kanan leher agar lekas matinya, tetapi jangan sampai putus lehernya (makruh)

4. Hewan yang disembelih hendaklah digulingkan kesebelah kiri tulang rusuknya agar mudah saat penyembelihan.

5. Hewan yang disembelih disunnahkan dihadapkam ke arah kiblat.

6. Orang yang menyembelih disunatkan membaca:

a. Basmalah b. Shalawat c. Takbir d. Doa 5. Hukum Qurban

Hukum qurban ada 3 yaitu:

a. Wajib bagi orang yang mampu, dijelaskan oleh firman Allah QS. Al-Kautsar ayat 1-3:

Artinya “Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak,maka dirikanlah shalat karena tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang membenci kamu dialah yang terputus.

b. Sunah, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Saya diperintahkan untuk menyembelih qurban dan qurban itu disunnahkan bagi kamu.

c. Sunnah Muakad, Berdasarkan hadits riwayat Daruqutni, yang artinya; “Diwajibkan melaksankan qurban bagiku dan tidak wajib atas kamu.

6. Pendistribusian Daging Qurban

Terdapat beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits shahih yang menjelaskan pembagian daging hewan qurban. Ayat Al-Qur’an yang menjelaskannya adalah firman Allah Ta`ala: “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan [yaitu tanggal 10-13 Dzulhijjah] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa hewan ternak.

Maka makanlah sebahagian dari padanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

(QS.Al-Hajj [22]:28)

Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (hewan qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka.

(QS.Al-Hajj [22]:34)

(9)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Akikah merupakan penyembelihan kambing dimana saat anak dilahirkan pada hari ketujuh. Dan hukumnya sunnah muakad. Dan hendaklah orang yang berqurban melaksanakan qurban karena Allah semata. Jadi niatnya haruslah ikhlas lillahita’ala, yang lahir dari ketakwaan yang mendalam dalam dada kita. Bukan berqurban karena riya agar dipuji-puji sebagai orang kaya, orang dermawan, atau politisi yang peduli rakyat, dan sebagainya.

Sesungguhnya yang sampai kepada Allah SWT adalah taqwa kita, bukan daging dan darah qurban kita. Secara garis besar, qurban dan akikah memiliki persamaan yakni menyembelih hewan ternak, dan tujuannya sama-sama untuk menjalankan syariat sekaligus bertaqarrub kepada Allah. Hanya saja motif atau latar belakang dilaksanakannya qurban dan akikah berbeda. Perbedaan tersebutlah yang harus dipahami manusia sebagai suatu rahmat dan bentuk kasih sayang Allah. Sebab banyak pelajaran berharga yang dapat kita garis bawahi didalam perbedaan.

B. Saran

Saya menyadari jika dalam penyusunan makalah ini masih banyak hal yang belum terlampirkan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif guna menyusun makalah yang lebih baik. Demikianlah makalah ini saya susun, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, saya mohon maaf. Semoga bermanfaat, Aminn.

6 DAFTAR PUSTAKA

(10)

Unknown. Selasa, November 29, 2016. Pengertian akikah dan qurban. Diakses di https://www.ndondon.net/2016/11/contoh-makalah-aqiqah-dan-qurban.html?m=1

Pada tanggal 27/12/20 pukul 09.35 WIB

October 28, 2017. Kesimpulan dan saran dari Akikah dan Qurban. Diakses di https://www.papermakalah.com/2017/10/makalah-kurban-dan-akikah.html?m=1 Pada tanggal 30/12/20 pukul 11.00 WIB

Referensi

Dokumen terkait

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah:..

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Sistem Hukum

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Hukum

MAKALAH TENTANG PERUMUSAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN Proses Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan : Sejarah, Tokoh, dan Tantangannya Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pancasila

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam yang membahas tentang lembaga pendidikan Islam

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Lembaga Keuangan

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sarana

Makalah "Sunan Giri" disusun untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Atlas