1
MAKALAH TANDA TANDA WAQAF
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Kuliah Pembelajaran Baca Tulis Al Quran
Oleh:
Kelompok 13
Roy Sopiyan Tanjung Yumna
Dosen Pembimbing:
Dr. Muhammad Idris, MA
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL-HIKMAH MEDAN
2022
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah- Nya, Kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul " Makalah Tanda Tanda Waqaf” dengan tepat waktu.
Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pembelajaran Baca Tulis Al Quran”. Selain itu, makalah ini bertujuan menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Idris, MA selaku Dosen. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu diselesaikannya makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
WAssalam
Penulis
3 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 2
BAB I ... 4
PENDAHULUAN ... 4
A. Latar Belakang ... 5
B. Rumusan Masalah ... 5
C.Tujuan Masalah ... 5
BAB II ... 6
PEMBAHASAN ... 6
A. Pengertian Waqaf ... 6
B. Macam-Macam Wakaf ... 6
1. Waqaf Taamm (مات ْفَق َو) (Wakaf yang sempurna) ... 6
2. Waqaf Kaaf (فاﻛ ْفَق َو). (Waqaf yang wajar atau memadai). ... 6
3. Waqaf Hasan (ﻦﺴﺣ ْفَق َو). (Waqaf yang baik) ... 6
4. Waqaf Qabiih (ﺢْﻴﺒَق ْفَق َو). (Waqaf yang buruk) ... 7
C. Macam-Macam Tanda Waqaf ... 7
1. Waqaf La Washal ... 7
2. Waqaf Lazim ... 7
3. Waqaf Waqfu ... 7
4. Waqaf Muraqabah/Mu'anaqah... 8
5 . Saktah ... 8
6. Waqaf Jaiz ... 8
7. Waqaf Waslu Ula ... 8
D. Cara Mewaqafkan Bacaan Dalam Al-Qur’an ... 9
BAB III ... 11
PENUTUP ... 11
A. Kesimpulan ... 11
B. Saran ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 12
4 BAB I PENDAHULUAN
5 A. Latar Belakang
Manusia fitrahnya untuk beribadah kepada Tuhan, Salah satu beribadah kepada Tuhan adalah dengan membaca ayat suci Al qur’an, dengan menbaca al quran dengan tajwid dan makhraj yang benar akan bernilai pahala di sisi Tuhan. Di sini penulis akan mencoba memberikan uraian dari salah satu cara membaca Al qur’an yaitu waqaf.
B. Rumusan Masalah 1. Apa itu waqaf ?
2. Apa saja pembagian waqaf ? 3. Apa saja tanda-tanda dari waqaf ? 4. Apa saja cara-cara berwaqaf ?
C.Tujuan Masalah
1. Agar penulis serta pembaca tahu dimana kita harus waqaf ketika membaca Al qur’an.
2. Agar penulis dan pembaca tahu tanda-tanda waqaf dan bagaimana memahaminya.
6 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Waqaf
Waqaf menurut bahasa mempunyai arti berhenti atau menahan.
Sedangkan menurut istilah (ilmu tajwid) pengertian waqaf adalah berhenti sejenak ketika membaca suatu lafadz atau kalimat yang terdapat tanda waqaf guna mengambil nafas untuk melanjutkan kembali bacaan ayat selanjutnya.
Selain waqaf, terdapat juga wasal. Wasal berarti terus dibaca atau bersambung. Membaca Al-Qur’an dengan wasal artinya jika ada tanda baca wasal, cara membacanya diteruskan atau disambung dengan kalimat berikutnya. Tanda waqaf dan wasal ini sering disebut dengan nama tanda- tanda waqaf.
B. Macam-Macam Wakaf
Ada 4 (empat) macam waqaf, yaitu :
1. Waqaf Taamm (
مات ْفَق َو
) (Wakaf yang sempurna)Yaitu mewaqafkan (memberhentikan) suatu bacaan secara sempurna, tidak terputus di tengah – tengah ayat atau bacaan. Sehingga tidak mempengaruhi makna dari suatu ayat yang tengah dibaca. Karena tempat berhentinya tidak berkaitan dengan ayat atau makna sebelum atau sesudahnya.
2. Waqaf Kaaf ( فاﻛ ْفَق َو). (Waqaf yang wajar atau memadai).
Yaitu mewaqafkan / memberhentikan suatu bacaan dengan sempurna. Tidak terputus di tengah-tengah ayat atau bacaan, meskipun sebenarnya ayat tersebut masih mempunyai kaitan dengan arti dan ayat sesudahnya .
3. Waqaf Hasan (ﻦﺴﺣ ْفَق َو). (Waqaf yang baik)
Yaitu mewaqafkan / memberhentikan bacaan tanpa mempengaruhi dari arti dan ayat sesudahnya. Namun, secara bacaan ayat tersebut masih berkaitan dengan ayat sesudahnya.
7
4. Waqaf Qabiih (ﺢْﻴﺒَق ْفَق َو). (Waqaf yang buruk)
Yaitu mewaqafkan / memberhentikan bacaan secara tidak sempurna. Atau berhenti di tengah-tengah ayat.
Usahakan untuk menghindarinya, karena ketika berhenti di sini, lafadz dan arti yang kita jadikan waqaf tersebut masih berkaitan dengan lafadz dan arti sesudahnya. Sehingga bisa membuat arti yang berbeda pula pada suatu bacaan.
C. Macam-Macam Tanda Waqaf
Berikut ini tanda waqaf yang sering ditemukan dalam Al-Qur'an :
1. Waqaf La Washal tanda waqaf (لا) artinya "tidak boleh berhenti". Jika terdapat tanda waqaf ini di tengah ayat, maka tidak diperbolehkan berhenti. Tetapi jika tanda waqaf ini berada di akhir ayat maka diperbolehkan berhenti.
Contoh Waqaf La Washal terdapat dalam surat An-Nahl ayat 32 :
2. Waqaf Lazim tanda baca (م) berarti "harus berhenti". Waqaf lazim juga disebut waqaf tamm (sempurna), karena tanda waqaf ini menandakan sempurnanya suatu kalimat. Jadi kalimat sebelumnya tidak ada hubungannya dengan kalimat setelahnya. Contoh waqaf lazim terdapat dalam surat Al-An’aam ayat 20 :
3. Waqaf Waqfu Aula tanda waqaf (لاق) berarti "diutamakan berhenti". Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.
Contoh Waqaf Waqfu Aula terdapat dalam surat Al-Maaida : 38
8
4. Waqaf Muraqabah/Mu'anaqah tanda waqaf (.’. .... .’.) artinya "berhenti disalah satu tanda". Waqaf ini akan selalu muncul sebanyak dua kali, dan kita harus berhenti disalah satu tanda waqah tersebut. Contoh Waqaf Muraqabah / Mu'anaqah terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 2 :
5. Saktah (هتﻛاس) tanda waqaf (س) "Berhenti sejenak tanpa bernafas". Jadi apabila terdapat tanda waqaf tersebut, maka anda harus berhenti sejenak sehingga memutus bacaan tetapi tidak diperbolehkan bernafas.
Di dalam Al-Qur’an Saktah hanya ada 4 tempat, yaitu:
a. Di dalam surah Al-Muthaffifin, ayat 14.
b. Di dalam surah Al-Qiyaamah, ayat 27, yaitu :
c. Di dalam surah Yaasiin, ayat 52.
d. Di dalam surah Al-Kahfi, ayat 1.
6. Waqaf Jaiz tanda waqaf (ج) artinya "boleh berhenti atau boleh melanjutan". Contoh waqaf jaiz terdapat pada surat Az-Zukhruf ayat 35 :
7. Waqaf Waslu Ula tanda waqaf (ىلص) berarti "diutamakan untuk melanjutkan ". Apabila menjumpai tanda waqaf, kita boleh berhenti atau melanjutkan. Tetapi lebih diutamakan untuk melanjutkan. Contoh Waqaf Waslu Ula terdapat pada surat Az-Zukhruf ayat 44 :
Tanda waqaf lainnya, namun jarang ditemui antara lain :
1. Waqaf Mutlaq tanda waqaf (ط) artinya "harus berhenti". Jadi apabila anda menemukan tanda waqaf pada bacaan, maka anda harus berhenti.
2. Waqaf Mustahab tanda waqaf (فﻴق) berarti "diutamakan berhenti".
Apabila tedapat tanda waqaf ini dianjurkan untuk berhenti daripada melanjutkan.
9
3. Waqaf Murakh-khas tanda waqaf (ص) berarti "tidak berhenti". Selama tidak menemukan alasan untuk berhenti atau kita kehabisan napas karena panjangnya suatu ayat, maka kita meneruskan bacaan.
4. Waqaf Qabih tanda waqaf ( ق) artinya "diutamakan untuk melanjutkan".
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan melanjutkan bacaan.
5. Waqaf Mujawaz tanda waqaf (ز) berarti "diutamakan untuk melanjutkan"
Untuk tanda waqaf mujawaz ini anda dianjurkan untuk melanjutkan membaca.
6. Wakaf Kadzalik tanda waqaf ( ﻙ) berarti "sama dengan waqaf sebelumnya". Jadi apabila anda menemukan tanda waqaf ini, maka anda harus menyamakan dengan tanda waqaf sebelumnya.
D. Cara Mewaqafkan Bacaan Dalam Al-Qur’an
1. Jika huruf terakhir berharakat sukun (mati), maka membacanya tida ada perubahan sama sekali. Contohnya:
ْبَغ ْراَف
— ْث ِّ دَحَف
—
ْمُهَلاَمْعَا (tetap dibaca a’maalahum, fahaddits – dan farghab )
2. Jika huruf terakhir berharakat fathah, kasrah, dan dhammah, Maka huruf terakhir tersebut dibaca sukun (mati). Contohnya:
Lafadz دَلَﺒلْا (al-baladi) dibaca menjadi ْدَلَﺒْلا (al-balad), lafadz َقَلَخ (Khalaqa) dibaca menjadi ْقَلَخ (khalaq).
3. Jika huruf terakhir ta’ marbuthah (ة ), baik letaknya di tengah ataupun di akhir kalimat. Maka, membacanya adalah dengan mengganti huruf ta’
marbuthah (ة ) tersebut dengan huruf ha’ ( ْه) yang dibaca sukun (mati).
Contohnya:
Kata ٌةِّنج— ُةَع راَقلا – ٌة َر خأ dibaca menjadi ْهَّنَج— هَع راَقلا— ْه َر خأ
4. Jika huruf terakhir berharakat (hidup), tetapi sebelumnya didahului huruf mati (sukun), maka dua huruf tersebut dibaca sukun semuanya, tapi huruf yang terakhir dibaca suara yang pelan. Contohnya:
Lafadz ل ْزَهْلا ب (bil hazli) dibaca menjadi ْل ْزَهْل اب (bil hazl)
10
5. Jika di akhir kalimat, didahului bacaan mad ashli atau mad layyin (bacaan mad yang huruf sebelumnya berharakat fathah) . Maka cara membacanya dengan mematikan huruf yang terletak di akhir kalimat tersebut, dengan dipanjangkan sedikit antara dua sampai empat harakat.
Contohnya: َن ْو ُرُعْشَي — ُمْﻴ كَحلا — فۡﻴَّصلٱ َو — ٍف ْوَخ ْﻦ م
6. Ketika berhenti di akhir kalimat, tetapi huruf akhirnya berharakat fathah tanwin ( ً), maka cara mewaqafkan bacaan tersebut dengan membaca harakat fathahnya saja sebanyak dua harakat. Sehingga ketika berhenti bacaannya menjadi bacaan mad ‘iwadh.
Contohnya: Lafadz ا جا َوْفَا dibaca menjadi اَجا َوْفا , kemudian lafadz َلاَس ا م dibaca menjadi اَم َلاَس
a. atau akhir suku kata terdiri dari huruf Hamzah berharakat fathah tanwnn [ ء] dibaca fathah [ َء] , seperti : ءاَم dibaca = اَئاَم
b. atau akhir suku kata terdiri dari Alif maqshurah dan sebelumnya berharakat fathah tanwin [ ى ـ ] dibaca fathah [ ى َـ], seperti :ىًّمَﺴُم dibaca = ىَّمَﺴُم
7. Jika huruf terakhir bertasydid, maka dimatikan tanpa menghilangkan fungsi tasydidnya, seperti : َّﻦُهـْن م dibaca ِّْﻦُهـْن م , َّﻦُهَقَلخdibaca ِّْﻦُهَقَلَخ
8. Hamzah di akhir kata yang ditulis di atas waw [ ؤ ] dimatikan bila waqaf, dan dibaca pendek bila washal, seperti : اُؤـَّﻴـَفـَتـَي dibaca ْأـَّﻴـَفـَتـَي
11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Waqaf adalah salah satu hukum yang penting dipelajari dalam ilmu tajwid, dengan mempelajari waqaf kita dapat mengetahui kapan dan dimana kita harus berhenti sejenak dalam membaca ayat-ayat Al qur’an, pemahaman yang minim dapat menyebabkan seseorang jatuh pada kesalahan ketika membaca Al qur’an
B. Saran
Demikian makalah ini penulis buat, jika terdapat kesalahan dalam penulis maupun penyampaiannya penulis mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca. Atas kritikan dan saran dari pembaca penulis ucapkan terima kasih.
12
DAFTAR PUSTAKA
Ade Hanafi Abu Raudhah. (2010). Materi Praktis Tahsin Tilawah 4. Bandung:
Tar-Q Press.