• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA FASE F KELAS XI

N/A
N/A
PPPK263@32_LEONI TRIAS PUTRI

Academic year: 2023

Membagikan "MODUL AJAR BAHASA INDONESIA FASE F KELAS XI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA FASE F KELAS XI

Menganalisis Struktur dan Menulis Teks Berita

Nama : Leoni Trias Putri, S.Pd.

Instansi : SMA Negeri 1 Cirebon Tahun Penyusunan : 2023

Kelas : XI

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu : 90 Menit

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menulis teks prosedur tentang materi kompleks yang dikenalinya dengan alur yang urut/ teratur, menulis teks deskripsi dan eksposisi dengan informasi yang akurat dan merujuk pada sumber-sumber informasi yang valid, menulis teks dengan tata kalimat yang baik dan efektif.

TUJUAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menulis sebuah teks prosedur (eksposisi) dalam bentuk teks berita baik di media cetak (surat kabar), media audio (radio) maupun audiovisual (vlog atau televisi) dengan merujuk pada sumber-sumber informasi yang valid.

1. Menganalisis struktur teks berita (piramida terbalik) dengan tepat.

2. Menulis teks berita dengan struktur piramida terbalik dengan tepat.

PROFIL PELAJAR PANCASILA

1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang ditunjukkan melalui penerapan doa.

2. Berpikir kritis yang ditunjukkan melalui hasil analisis struktur teks berita.

3. Gotong royong yang ditunjukkan melalui kerjasama dan ketergantungan positif dalam menelaah tanda baca dan ejaan teks anekdot.

KATA KUNCI KONSEP UTAMA TUJUAN PEMBELAJARAN PRASYARAT

struktur dan menulis struktur piramida terbalik Menggunakan sumber pendukung lain untuk menganalisis struktur dan menulis teks berita.

PERTANYAAN INTI

(2)

Peserta didik merespons salam dari guru.

Guru bersama peserta didik melakukan doa bersama.

Peserta didik menjawab pertanyaan dari guru berhubungan dengan

pembelajaran sebelumnya.

Peserta didik menerima informasi secara proaktif tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Orientasi, Apersepsi, Motivasi (15 menit) Orientasi, Apersepsi,

Motivasi (15 menit)

Guru memberikan contoh teks anekdot yang belum sempurna dan pertanyaan stimulus mengenai menyunting teks anekdot.

Peserta didik diberi penjelasan cara mengerjakan LKPD.

Peserta didik diminta untuk

menyunting teks anekdot yang telah diberi dengan berpedoman pada KBBI dan EYD.

Beberapa kelompok diminta

menyampaikan hasil suntingannya dan kelompok lain menanggapi.

Peserta didik mengerjakan latihan melalui aplikasi quizziz sebagai bentuk evaluasi.

Orientasi Peserta Didik pada Masalah,

Mengorganisasikan Peserta Didik, Membimbing Penyelidikan Kelompok, Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (60 menit)

Orientasi Peserta Didik pada Masalah,

Mengorganisasikan Peserta Didik, Membimbing Penyelidikan Kelompok, Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (60 menit)

Peserta didik dan guru membuat simpulan pembelajaran hari ini.

Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran.

Pembelajaran diakhiri dengan doa sebagai tanda syukur.

Penutup (15 menit)

Penutup (15 menit)

 Apa yang kamu ketahui tentang piramida terbalik?

TARGET PESERTA DIDIK

PENGATURAN PESERTA DIDIK

METODE 1. Peserta didik regular

2. Peserta didik

berpencapaian tinggi 3. Jumlah peserta didik per

kelas yang disarankan maksimum 36 orang

Individu

Kelompok (3 peserta didik per kelompok)

1. Pembelajaran Berbasis Masalah

2. Diskusi

KETERSEDIAAN MATERI MODEL PEMBELAJARAN 1. Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian

tinggi: YA/TIDAK

2. Alternatif penjelasan metode atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami konsep:

YA/TIDAK

3. Materi khusus untuk peserta didik berkebutuhan khusus: YA//TIDAK

4. Materi pengayaan alternatif menggunakan teknologi: YA/TIDAK

Tatap Muka

KEGIATAN PEMBELAJARAN UTAMA

LK 3 (90 menit)

LK 1 (90 menit)

LK 2 (90 menit)

LK 4 (180 menit)

URUTAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Kegiatan empat menggunakan sintak problem based learning (LK3).

Menulis teks berita dengan strukur piramida terbalik.

Menemukan informasi dalam teks berita.

Memahami jenis-jenis kalimat (tunggal dan majemuk) Membaca teks berita dengan intonasi dan pengucapan yang tepat.

(3)

Peserta didik merespons salam dari guru.

Guru bersama peserta didik melakukan doa bersama.

Peserta didik menjawab pertanyaan dari guru berhubungan dengan

pembelajaran sebelumnya.

Peserta didik menerima informasi secara proaktif tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Orientasi, Apersepsi, Motivasi (15 menit) Orientasi, Apersepsi,

Motivasi (15 menit)

Guru memberikan contoh teks anekdot yang belum sempurna dan pertanyaan stimulus mengenai menyunting teks anekdot.

Peserta didik diberi penjelasan cara mengerjakan LKPD.

Peserta didik diminta untuk

menyunting teks anekdot yang telah diberi dengan berpedoman pada KBBI dan EYD.

Beberapa kelompok diminta

menyampaikan hasil suntingannya dan kelompok lain menanggapi.

Peserta didik mengerjakan latihan melalui aplikasi quizziz sebagai bentuk evaluasi.

Orientasi Peserta Didik pada Masalah,

Mengorganisasikan Peserta Didik, Membimbing Penyelidikan Kelompok, Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (60 menit)

Orientasi Peserta Didik pada Masalah,

Mengorganisasikan Peserta Didik, Membimbing Penyelidikan Kelompok, Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (60 menit)

Peserta didik dan guru membuat simpulan pembelajaran hari ini.

Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran.

Pembelajaran diakhiri dengan doa sebagai tanda syukur.

Penutup (15 menit)

Penutup (15 menit)

MATERI, ALAT, DAN BAHAN Materi Ajar 1. Teks Anekdot

2. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V Daring 3. Ejaan Yang Disempurnakan V

Alat dan Bahan 1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 2. Laptop

3. Ponsel 4. Proyektor 5. Aplikasi Quizziz

6. Powerpoint berisi tujuan pembelajaran dan materi inti.

REFLEKSI

GURU PESERTA DIDIK

 Apakah pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan urutan aktivitas pembelajaran? Sudah cukup efektif?

 Bagian manakah dari rencana pembelajaran yang sulit dilakukan?

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasinya?

 Apakah 100% peserta didik sudah dapat menelaah tanda baca dan ejaan pada teks anekdot? Bila belum, berapa persentase peserta didik yang tercapai dan berapa persentase peserta didik yang belum tercapai? Lalu, apa yang menjadi kendalanya dan bagaimana solusinya?

 Apakah saya sudah bisa menyunting teks anekdot?

 Apakah saya mampu menemukan kesalahan tanda baca dan ejaan pada teks anekdot?

 Bagaimana keseluruhan proses menyunting teks anekdot? Apakah sudah sesuai keriteria penilaian guru? Bila sudah

baik, bagaimana untuk

mempertahankannya? Lalu, bila belum baik, usaha apa yang akan dilakukan untuk memperbaikinya?

PELAKSANAAN ASESMEN SIKAP

 Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada jurnal, baik kegiatan positif maupun negatif.

 Mengamati refleksi peserta didik.

PENGETAHUAN

 Tes Tertulis KETERAMPILAN

 Portofolio

BAGAIMANA ASESMEN DILAKUKAN?

(4)

1. Observasi guru selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

2. Portofolio pada hasil LKPD.

3. Hasil tes sumatif melalui aplikasi quizziz.

GLOSARIUM

anekdot Cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian nyata.

menyunting Menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat); mengedit.

ejaan Kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.

tanda baca Tanda yang dipakai dalam sistem ejaan (seperti titik, koma, titik dua).

kamus Karya rujukan atau acuan dalam bentuk cetak maupun digital yang memuat kata dan yangkapan, dapat disusun menurut abjad atau tema, berisi

keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahan.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima Daring. Jakarta: Balai Pustaka.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Buku Panduan Guru Cerdas Cergap Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X. Jakarta:

Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/resource/doc/files/SK_EYD_Edisi_V_16082022.pdf [Diakses pada 20 Agustus 2022]

(5)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Sekolah :

Nama :

Kelas/ Semester :

Materi :

Tanggal :

Bacalah teks anekdot berikut!

Di Minggu pagi yang cerah Balai Desa sedang mengadakan penyuluhan terkait dengan kebersihan sampah yang ada di lingkungan desa tersebut. Dalam penyuluhan tersebut, Kepala Desa memberikan sebuah arahan mengenai sampah plastik yang berdampak sangat buruk terhadap lingkungan.

“Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, dalam membuang sampah jenis plastik alangkah baiknya dibuang pada tempat yang tepat.” ujar kepala desa.

Karena sifat dari sampah plastik ini tidak dapat terurai dengan mudah maka saya sarankan Bapak dan Ibu sekalian perlu mendaur ulang dan memanfaatkannya secara langsung,”

tambahnya.

Setelah acara usai, semua peserta diberikan hidangan berupa makanan dan minuman dengan wadah berbahan dasar plastik. Para warga pun kemudian berbondong-bondong mengumpulkan bekas sampah plastik tersebut dan dikemas ke tas milik kepala desa

Kepala desa pun kebingungan dengan aksi para warganya, dan bertanya, “Kenapa bapak bapak dan ibu ibu sekalian memasukan sampah tersebut kedalam tas saya.”

Kegiatan

Kelompok

(6)

Wargapun berujar “Tadi kan Bapak sendiri yang menyampaikan kalau sampah plastik sangat berbahaya dan tidak mudah terurai. Jadi kami mengumpulkan semua sampah tersebut supaya bisa di daur ulang.”

Mendengar hal itu, kepala desa langsung pamit dan pulang.

(https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-teks-anekdot/ dengan pengubahan)

Setelah membaca teks anekdot di atas, telaahlah sepuluh kesalahan penggunaan tanda baca dan ejaan di teks tersebut beserta alasannya!

Jawaban:

No .

Kutipan Tanda Baca atau Ejaan

yang Salah

Alasan dan Perbaikan 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

RUBRIK PENILAIAN

(7)

1. Kognitif No

.

Aspek Penilaian Skor

1. Peserta didik dapat menelaah sepuluh kesalahan tanda baca dan ejaan beserta alasannya dengan tepat.

20 2. Peserta didik dapat menelaah sembilan kesalahan tanda baca dan ejaan

beserta alasannya dengan tepat.

18 3. Peserta didik dapat menelaah delapan kesalahan tanda baca dan ejaan

beserta alasannya dengan tepat.

16 4. Peserta didik dapat menelaah tujuh kesalahan tanda baca dan ejaan beserta

alasannya dengan tepat.

14 5. Peserta didik dapat menelaah enam kesalahan tanda baca dan ejaan beserta

alasannya dengan tepat.

12 6. Peserta didik dapat menelaah lima kesalahan tanda baca dan ejaan beserta

alasannya dengan tepat.

10 7. Peserta didik dapat menelaah empat kesalahan tanda baca dan ejaan beserta

alasannya dengan tepat.

8 8. Peserta didik dapat menelaah tiga kesalahan tanda baca dan ejaan beserta

alasannya dengan tepat.

6 9. Peserta didik dapat menelaah dua kesalahan tanda baca dan ejaan beserta

alasannya dengan tepat.

4 10. Peserta didik dapat menelaah satu kesalahan tanda baca dan ejaan beserta

alasannya dengan tepat.

2 11. Peserta didik tidak dapat menelaah kesalahan tanda baca dan ejaan beserta

alasannya.

0

2. Sikap

Lembar Observasi Guru a. Penilaian Diskusi

No. Kriteria Skor

4 3 2 1 1. Terlibat aktif dalam setiap tahapan selama mengerjakan

tugas.

2. Berkomentar secara positif.

3. Menghargai upaya rekan sekelompok.

4. Partisipasi seimbang dengan seluruh mitra dalam kelompok.

5. Negosisasi dalam kelompok untuk mencari kesepakatan.

Keterangan Skor:

4 = sering dilakukan

(8)

3 = cukup sering dilakukan 2 = jarang dilakukan 1 = tidak dilakukan b. Penilaian Individu

No. Kriteria Skor

4 3 2 1 1. Mengerjakan tugas dengan mandiri.

2. Percaya kemampuan diri (tidak banyak bertanya teman).

3. Tugas dikumpulkan sesuai jadwal.

Keterangan Skor:

4 = sangat baik 3 = baik

2 = cukup baik 1 = kurang baik

PENGAYAAN REMEDIAL

Kegiatan tambahan untuk peserta didik dengan pencapaian tinggi agar lebih mahir. Bentuk pengayaan dengan cara meningkatkan suntingan, yaitu menyunting kata serapan pada teks anekdot.

Kegiatan lanjutan kepada siswa yang hasil belajarnya kurang memenuhi standar. Bentuk remedial dapat berupa: tutor sebaya, mengganti teks yang lebih sederhana, atau memberikan latihan soal untuk mengulang konsep prasyarat (memahami struktur dan kaidah kebahasaan)

REKOMENDASI BACAAN Guru dan Peserta Didik

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia 2. EYD V

Materi Pembelajaran

A.Menyunting Teks Anekdot

Penyuntingan tidak hanya berkaitan dengan ejaan ataupun penulisan kata. Penyuntingan juga berkaitan dengan susunan kalimat dalam paragraf dan paragraf dalam keseluruhan teks.

Hubungan kalimat dengan kalimat harus padu (saling berhubungan). Dalam suatu teks, tidak boleh ada kalimat yang menyimpang dari pokok pembahasan. Demikian halnya penyusunan paragraf, semuanya harus saling berkaitan dan mengusung tema yang sama.

Penyuntingan bertujuan untuk menyempurnakan atau mengurangi kekeliruan yang mungkin terjadi dalam teks. Oleh karena itu, seorang penyunting harus:

(9)

a. mengetahui cara penulisan karangan yang baik, b. memahami masalah yang dibahas dalam karangan itu,

c. memahami aturan-aturan kebahasaan, seperti ejaan dan tanda baca.

Kegiatan penyuntingan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

a. Siapkan teks (anekdot) yang akan disunting!

b. Sediakan bahan-bahan pemandu penyuntingan, seperti Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, baik luar jaringan (luring) maupun dalam jaringan (daring). Selain itu, bahan-bahan tersebut harus disesuaikan dengan karangan yang akan disunting. Kalau berupa teks anekdot, bahan pemandunya ialah buku tentang teknik penulisan anekdot atau komedi tunggal (stand up comedy).

c. Cermati bahan suntingan, baik itu berkenaan dengan cara penyajian, isi, maupun bahasanya!

d. Perbaiki kesalahan yang terdapat dalam bahan suntingan secara benar dengan berpedoman pada sumber-sumber yang dapat dipercaya.

B.Mengenal Tanda Baca

Teks anekdot dapat disajikan secara narasi, dialog, atau narasi dan dialog. Tanda baca yang lazim digunakan dalam teks bentuk dialog, yaitu tanda titik dua (:), dan tanda petik (“…”).

1.Tanda Titik Dua (:)

a. Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang langsung diikuti perincian atau penjelasan.

Misalnya:

Mereka memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

Saya akan membeli alat tulis kantor: kertas, tinta, spidol, dan pensil. 2.

b. Tanda titik dua tidak digunakan jika perincian atau penjelasan itu merupakan bagian dari kalimat lengkap.

Misalnya:

Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.

Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputi a. persiapan, b. pengumpulan data, c.

pengolahan data, dan d. pelaporan.

c. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau frasa yang memerlukan pemerian.

Misalnya:

1) Ketua : Ahmad Wijaya Wakil Ketua : Deni Simanjuntak Sekretaris : Siti Aryani

Bendahara : Aulia Arimbi

(10)

2) Narasumber : Prof. Dr. Saputra Effendi Pemandu : Abdul Gani, M.Hum.

Pencatat : Sri Astuti Amelia, S.Pd.

d. Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Misalnya:

Ibu : "Bawa koper ini, Nak!"

Amir : "Baik, Bu."

Ibu : "Jangan lupa, letakkan baik-baik!"

e. Tanda titik dua digunakan di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, serta (c) judul dan anak judul suatu karangan.

Misalnya:

Ultimart 5 (2): 98–105 Surah Ibrahim: 2–5 Matius 2: 1–3

Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Mastera

f. Tanda titik dua dapat digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Misalnya:

pukul 01:35:20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik) 01:35:20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik) 00:20:30 jam (20 menit, 30 detik) 00:00:30 jam (30 detik)

g. Tanda titik dua digunakan untuk menuliskan rasio dan hal lain yang menyatakan perbandingan dalam bentuk angka.

Misalnya:

Skala peta ini 1:10.000.

Jumlah peserta didik laki-laki dan perempuan di kelas itu adalah 2:3.

2.Tanda Petik (“…”)

a. Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Misalnya:

"Merdeka atau mati!" seru Bung Tomo dalam pidatonya.

"Kerjakan tugas ini sekarang," perintah atasannya, "karena besok akan dibahas dalam rapat!"

Menurut Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan."

(11)

b. Tanda petik digunakan untuk mengapit judul puisi, judul lagu, judul artikel, judul naskah, judul bab buku, judul pidato/khotbah, atau tema/subtema yang terdapat di dalam kalimat.

Misalnya:

Puisi "Pahlawanku" terdapat pada halaman 125 buku itu.

Marilah, kita menyanyikan lagu "Maju Tak Gentar"!

Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani.

Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar.

Perhatikan "Hubungan Antarklausa" dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Ceramah subuh minggu lalu di Masjid Istiqlal berjudul "Hikmah dan Tujuan Berpuasa Ramadan".

Kongres Bahasa Indonesia XI bertema "Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia".

c. Tanda petik digunakan untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Misalnya:

"Peladen" komputer ini sudah tidak berfungsi.

Dilarang memberikan "amplop" kepada petugas!

(12)

Media Pembelajaran

(13)
(14)

Referensi

Dokumen terkait

Các đường trạng thái tới hạn trên mặt phẳng v – p từ thí nghiệm cắt 3 trục CW dưới các độ hút dính ban đầu khác nhau Hình 6 trình bày các đường ứng suất của thí nghiệm cắt 3 trục CW

I Institusi : SDN 17 Betung Tahun Penyusunan : 2023 Jenjang Sekolah : SD Negeri Kelas : I Satu Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan 3 x 35 menit Kompetensi Awal : o Peserta didik