Teori
DEKONSTRUKSI
Oleh: Titis S. Pitana
• Tokoh filsafat Prancis keturunan Yahudi, lahir di El-Biar (Aljazair) 1930
• Di Prancis mulai berkenalan dg pemikiran M Blanchot, G Batalle, JP Sartre
• Belajar filsafat di Ecole Normale Superieur (ENS), Maurice de Condillac dan Jean Hypolite
• Mendalami karya-karya Hegel, Russerl. Dan Heidegger
• Mendapat beasiswa ke Universitas Harvard
• Dosen filsafat di Sorbone dan ENS (1960), John Hopkins dan Yale University
• Th 1974 Terlibat dlm pembentukan Group de Recherche sur L’ enseignement de la Philosophie (GREPH)
• Th 1981 Direktur College International de Philosophie.
Menjadi Prof di Ecole des Hautes en Sciences Sociales
• Prof. Tamu di Univ California, Irvin, dan Universitas Cornel
• Writing and Difference (1967)
• Speech and Phenomena (1967)
• Of Grammatology (1967)
• Margins of Philosophy (1972)
LATAR BELAKANG PEMIKIRAN DERRIDA
Ø Derrida mrpk pemikir poststrukturalis yang bermula dari dekonstruksi : pembongkaran thd pandangan
strukturalisme yg dikembangkan Ferdinan de Saussure, Levi-Strauss, Noam Chomsky, Roman Jacobson
Ø Strrukturaslisme : paham yg mengatakan bahwa kenyataan tertinggi dari realitas adalah struktur
Ø Selanjutnya berkembang menjadi sbuah metoda u/
melihat fenomena sosial budaya
Ø Saussure : bahasa ada karena adanya sistem
perbedaan (system of difference) dengan intinya binary opposition
Metode dekonstruksi adalah metode pembongkaran atas suatu teks
Sebagai metode pembongkaran” yang kemudian dikonstruksi kembali menjadi konstruksi yang baru.
BEBERAPA KUTIPAN RELEVAN
…..pada awalnya dekonstruksi adalah metode atau cara membongkar teks. …….tujuan yang ingin dicapainya untuk menunjukkan ketidak- berhasilan upaya penghadiran kebenaran absolut……( Muzir dlm Norris 2003 :13-14)
“Satu metode analisis yg dikembangkan Derrida dg membongkar struktur dr kode2 bahasa, khususnya struktur oposisi pasangan sedemikian rupa, shg menciptakan satu permainan tanda yg tanpa akhir dan tanpa makna akhir” (Pilliang, 2003:14)
“ Mendekonstruksi berarti memisahkan, melepaskan, dlm rangka mencari dan membeberkan asumsi suatu teks. Secara khusus dekonstruksi melibatkan pelucutan oposisi biner hierarkis : tututuran/tulisan, realitas/kenampakan, alam/kebudayaan, nalar/kegilaan.
Yang berfungsi menjamin kebenaran dg cara mengesampingkan dan mendefaluasi bagian ‘inferior’
oposisi biner tsb” (Barker, 2004 :79)
“ Dekonstruksi dapat diartikan sebagai
cara2 pengurangan thd suatu
entitas konstruksi, yaitu gagasan,
bangunan, dan susunan yang sdh
baku bahkan universal” (Ratna,
2004:44)
Dekonstruksi tdk dpt membatasi dirinya pd netralisasi atau maju menuju netralisasi. Ia hrs menjungkirbalikkan dualisme klasik, memporakporandakan sistem yg ada melalui bhs tubuh berganda dan tulisan berganda.
Hanya dg ini dekonstruksi dpt
menembus masuk dlm dualisme
yg dikritiknya, yg juga merupakan
area kekuatan –kekuatan yang
tidak terputus” (Derrida dalam
Grenz, 2001:236)
POSTMODERNISME MODERNISME
I.
Plural :realitas beragam
I. Realitas adalah sesuatu yg tunggal II. Relasional : realitas slg berhub II. Realitas adalah otonomIII. Holistik : s/ adalah keseluruhan III. Sgl sesuatu : kesatuan yg tunggal IV. Organik : saling berhub IV. Isolatif/terisolir
V. Desentralistis/Desentralisme V. Sentralistik VI. Egaliteristis: sejajar/ setara/
menyebar
VI. Hierarkis : berstrata superior/
inferior
VII. Harmonisme : seimbang/setara VII. Oposisional
VIII. Detotalitas VIII. Totalitas
IX.Komunitasi IX. Realitas Universal
X. Reprodukktif/Rekontruktif X. Alamiah/mekanistik/eksploratif
Teori estetika resepsi : konsep reproduksi
Teori interteks : konsep relasional
Teori feminis : konsep harmonisme dan egaliterisme
Teori postkolonial : konsep egaliterisme dan antihegemoni
Teori dekonstruksi lahir sebagai
kebangkitan postmodernisme melalui umumnya atau keseluruhan pemikiran yang dimiliki oleh postmodern sabagai suatu paradigma dalam pertentangan dengan modernisme
Paradigma tersebut disebut dengan
dekonstruksionisme
•
Dengan dekonstruksi
Derrida berhadapan dengan sistem (atau paradigma)
berpikir sebelumnya, sebagai tradisi berpikir Barat (strukturalisme)
•
Dengan dekonstruksionisme Derrida ini pula, kemudian menjadi landasan
paradigmatik utama postmodernisme secara khusus (teoritis) menolak
logosentrisme,phallogosentrisme, dan oposisi biner
PENOLAKAN TERHADAP
LOGOSENTRISME, berarti menolak:
Ø Akal, pikiran, logos : pusat kebenaran
Ø Realitas : representasi dari akal, pikiran dan logos
Ø Bahasa, kata, atau teks : wakil dari konsepnya
PENOLAKAN
PHALLOGOSENTRISME , ... INTINYA MENOLAK:
Ø
Cara pandang dlm tradisi berpikir Barat berpijak pada pikiran laki-laki : istilah maskulin (male)
Ø
Akal, pikiran, bahasa sebagai pusat kebenaran
Ø
Laki-laki dipandang sebagai pusat, krn logosentris
berpusat pada (akal, pikiran, bahasa) laki-laki
PENOLAKAN TERHADAP OPOSISI BINER,
merupakan penolakan terhadap:
Ø
Logosentrisme/phallogosentrisme : menciptakan pandangan dlm tradisi Barat ( Strukturalisme dan Modernisme) bersifat sentral dan dominasional.
Ø
Konsekuensi cara berpikir tersebut : oposisional, biner, dan dikotomis.
Ø
Akal –tubuh: AKAL ---pusat, subyek, mendominasi. TUBUH -- --- obyek, terdominasi, subordinat
Ø
Derrida : realitas tidak dualitas dikotomis, melainkan pluralitas
posisi yg tdk dpat dipastikan/ditentukan dan tdk dominasional,
sentralistis, tetapi menyebar dan sejajar
v Teori Dekonstruksi : teori yang
memandang /abstraksikan realitas ciptaan (produksi, konstruksi) atau ciptaan kembali (reproduksi,
rekonstruksi)
v Realitas adalah suatu konstruksi realitas baru, konstruksi kembali realitas
sebelumnya yang dikonstruksi.
v Cara pandang teori dekonstruksi thd realitas adalah spt konsep-konsep pemikiran postmodernisme vs konsep realitas modernisme
v Teori dekonstruksi mempunyai konsep- konsep teoritis : tracer, present abcent, dan defferance
KONSEP TRACE (JEJAK)
q Pertentangannya dg konsep sejarah (historisme)
q Dekonstruksi anti thd sejarah sbg suatu teks historisme
q Sejarah bukan realitas netral, ttp realitas penafsiran oleh dan untuk kepentingan ttt
q Dlm hub dg konsep jejak, sejarah diganti silsilah
q Sbg fakta sejarah, silsilah terlepas dr unsur penafsiran sekaligus kepentingan
q Dg demikian realitas tidak otonom, ttp memiliki silsilah
q Sbg teks realitas merupakan relasi antara teks dg teks lainnya
KONSEP PRESENT-ABSCENT q Suatu realitas tidak
menghadirkan dirinya
secara penuh (ekslisit), ttp hanya sbgn dari dirinya.
q Bagian dirinya berada
secara implisit, yaitu pada realitas yang lain
q Realitas dipandang sbg
relasi antar realitas (tidak otonom)
q Sbg teks, realitas adalah
realitas antar teks atau
interteks.
KONSEP TRACE (JEJAK) DAN PRESENT-ABSCENT (KEHADIRAN-KETIDAK HADIRAN) YG MENDASARI TEORI DEKONSTRUKSI DLM MEMANDANG REALITAS SBG REALITAS RASIONAL, ATAU REALITAS ANTARTEKS ATAU
INTERTEKS. DAN SEKALIGUS MENJADI DASAR LAHIRNYA TEORI INTERTEKSTUALISME
(Julia Kristeva)
KONSEP DIFFERANCE
q Mengacu pada pengertian penangguhan.
q Realitas dipandang sbg realitas yg berada dlm suatu penangguhan
q Realitas bersifat sementara
q Realitas yang tidak memilik awal dan akhir
Konsep ini muncul krn :
Ø teori dekonstruksi memahami kehidupan bukanlah yang seluruhnya sdh dpt atau mampu diketahui o/ akal manussia.
Ø Kehidupan dipandang sbg misteri dan hanya mampu diketahui sebatas ruang dan waktu di mana man. Itu hidup/berada
v Teori dekonstruksi merupakan salah satu teori yg dpt digunakan dalam penelitian budaya. Khususnya dlm penelitian yang berparadigma postmodernisme.
v Sesuai dg konsep2 pemikirannya, maka teori
dekonstruksi dipergunakan untuk memahami atau memandang budaya sebagai:
1. Realitas ciptaan Produksi, konstruksi) atau ciptaan kembali (reproduksi, rekonstruksi)
2. Realitas plural
3. Realitas relasional vs realitas tdk otonom
4. Realitas holistik, realislitas sbg keseluruhan budaya yg ada.
Tdk ada budaya yg unggul
5. Realitas organik vs realitas isolatif/terisolir
6. Realitas desentralisme, budaya berdampingan, menyebar vs budaya dominan
7. Realitas egalitarinisme, budaya sama tinggi/rendah/sejajar vs seperior-inferior
8. Realitas harmonis, antar sesama manusia, lingkungan, dan sang pencipta vs realitas sbg konflik subyek-obyek
9. Realtas detotalisme, sesuai dg keberadaannya masing-masing vs peleburan budaya
10. Realitas komunitasi, budaya dimiliki oleh masing-masing komunitasnya/pendukungnya
TUJUAN PENELITIAN DEKONSTRUKSI ADALAH MEMBELA/MEMPERJUANGKAN BUDAYA YG TERPINGGIRKAN/TERHEGEMONI O/ MODERNISME
I.
Dekonstruksi merupakan metode, yaitu metode
membongkar. Metode pembongkaran atas suatu teks.
II.
Dekonstruksi berkembang dan mempunyai posisi sbg teori dlm perkembangan paradigma postmodernisme yg
menentang modernisme
III.
Sbg. Teori aplikatif, teori dekonstruksi dpt disebut teori budaya postmodernisme, terutama dlm ilmu kajian budaya (cultural study)
IV.
Tujuan penelitian dekonstruksi adalah memperjuangkan keberadaan suatu budaya yang terpinggirkan o/
kebudayaan modern (modernisme)