• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Titis S. Pitana - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Oleh: Titis S. Pitana - Spada UNS"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Teori

DEKONSTRUKSI

Oleh: Titis S. Pitana

(2)
(3)

Tokoh filsafat Prancis keturunan Yahudi, lahir di El-Biar (Aljazair) 1930

Di Prancis mulai berkenalan dg pemikiran M Blanchot, G Batalle, JP Sartre

Belajar filsafat di Ecole Normale Superieur (ENS), Maurice de Condillac dan Jean Hypolite

Mendalami karya-karya Hegel, Russerl. Dan Heidegger

Mendapat beasiswa ke Universitas Harvard

Dosen filsafat di Sorbone dan ENS (1960), John Hopkins dan Yale University

Th 1974 Terlibat dlm pembentukan Group de Recherche sur L’ enseignement de la Philosophie (GREPH)

Th 1981 Direktur College International de Philosophie.

Menjadi Prof di Ecole des Hautes en Sciences Sociales

Prof. Tamu di Univ California, Irvin, dan Universitas Cornel

(4)

• Writing and Difference (1967)

• Speech and Phenomena (1967)

• Of Grammatology (1967)

• Margins of Philosophy (1972)

(5)

LATAR BELAKANG PEMIKIRAN DERRIDA

Ø Derrida mrpk pemikir poststrukturalis yang bermula dari dekonstruksi : pembongkaran thd pandangan

strukturalisme yg dikembangkan Ferdinan de Saussure, Levi-Strauss, Noam Chomsky, Roman Jacobson

Ø Strrukturaslisme : paham yg mengatakan bahwa kenyataan tertinggi dari realitas adalah struktur

Ø Selanjutnya berkembang menjadi sbuah metoda u/

melihat fenomena sosial budaya

Ø Saussure : bahasa ada karena adanya sistem

perbedaan (system of difference) dengan intinya binary opposition

(6)

Metode dekonstruksi adalah metode pembongkaran atas suatu teks

Sebagai metode pembongkaran” yang kemudian dikonstruksi kembali menjadi konstruksi yang baru.

BEBERAPA KUTIPAN RELEVAN

…..pada awalnya dekonstruksi adalah metode atau cara membongkar teks. …….tujuan yang ingin dicapainya untuk menunjukkan ketidak- berhasilan upaya penghadiran kebenaran absolut……( Muzir dlm Norris 2003 :13-14)

“Satu metode analisis yg dikembangkan Derrida dg membongkar struktur dr kode2 bahasa, khususnya struktur oposisi pasangan sedemikian rupa, shg menciptakan satu permainan tanda yg tanpa akhir dan tanpa makna akhir” (Pilliang, 2003:14)

(7)

“ Mendekonstruksi berarti memisahkan, melepaskan, dlm rangka mencari dan membeberkan asumsi suatu teks. Secara khusus dekonstruksi melibatkan pelucutan oposisi biner hierarkis : tututuran/tulisan, realitas/kenampakan, alam/kebudayaan, nalar/kegilaan.

Yang berfungsi menjamin kebenaran dg cara mengesampingkan dan mendefaluasi bagian ‘inferior’

oposisi biner tsb” (Barker, 2004 :79)

“ Dekonstruksi dapat diartikan sebagai

cara2 pengurangan thd suatu

entitas konstruksi, yaitu gagasan,

bangunan, dan susunan yang sdh

baku bahkan universal” (Ratna,

2004:44)

(8)

Dekonstruksi tdk dpt membatasi dirinya pd netralisasi atau maju menuju netralisasi. Ia hrs menjungkirbalikkan dualisme klasik, memporakporandakan sistem yg ada melalui bhs tubuh berganda dan tulisan berganda.

Hanya dg ini dekonstruksi dpt

menembus masuk dlm dualisme

yg dikritiknya, yg juga merupakan

area kekuatan –kekuatan yang

tidak terputus” (Derrida dalam

Grenz, 2001:236)

(9)

POSTMODERNISME MODERNISME

I.

Plural :realitas beragam

I. Realitas adalah sesuatu yg tunggal II. Relasional : realitas slg berhub II. Realitas adalah otonom

III. Holistik : s/ adalah keseluruhan III. Sgl sesuatu : kesatuan yg tunggal IV. Organik : saling berhub IV. Isolatif/terisolir

V. Desentralistis/Desentralisme V. Sentralistik VI. Egaliteristis: sejajar/ setara/

menyebar

VI. Hierarkis : berstrata superior/

inferior

VII. Harmonisme : seimbang/setara VII. Oposisional

VIII. Detotalitas VIII. Totalitas

IX.Komunitasi IX. Realitas Universal

X. Reprodukktif/Rekontruktif X. Alamiah/mekanistik/eksploratif

(10)

Teori estetika resepsi : konsep reproduksi

Teori interteks : konsep relasional

Teori feminis : konsep harmonisme dan egaliterisme

Teori postkolonial : konsep egaliterisme dan antihegemoni

Teori dekonstruksi lahir sebagai

kebangkitan postmodernisme melalui umumnya atau keseluruhan pemikiran yang dimiliki oleh postmodern sabagai suatu paradigma dalam pertentangan dengan modernisme

Paradigma tersebut disebut dengan

dekonstruksionisme

(11)

Dengan dekonstruksi

Derrida berhadapan dengan sistem (atau paradigma)

berpikir sebelumnya, sebagai tradisi berpikir Barat (strukturalisme)

Dengan dekonstruksionisme Derrida ini pula, kemudian menjadi landasan

paradigmatik utama postmodernisme secara khusus (teoritis) menolak

logosentrisme,

phallogosentrisme, dan oposisi biner

(12)

PENOLAKAN TERHADAP

LOGOSENTRISME, berarti menolak:

Ø Akal, pikiran, logos : pusat kebenaran

Ø Realitas : representasi dari akal, pikiran dan logos

Ø Bahasa, kata, atau teks : wakil dari konsepnya

(13)

PENOLAKAN

PHALLOGOSENTRISME , ... INTINYA MENOLAK:

Ø

Cara pandang dlm tradisi berpikir Barat berpijak pada pikiran laki-laki : istilah maskulin (male)

Ø

Akal, pikiran, bahasa sebagai pusat kebenaran

Ø

Laki-laki dipandang sebagai pusat, krn logosentris

berpusat pada (akal, pikiran, bahasa) laki-laki

(14)

PENOLAKAN TERHADAP OPOSISI BINER,

merupakan penolakan terhadap:

Ø

Logosentrisme/phallogosentrisme : menciptakan pandangan dlm tradisi Barat ( Strukturalisme dan Modernisme) bersifat sentral dan dominasional.

Ø

Konsekuensi cara berpikir tersebut : oposisional, biner, dan dikotomis.

Ø

Akal –tubuh: AKAL ---pusat, subyek, mendominasi. TUBUH -- --- obyek, terdominasi, subordinat

Ø

Derrida : realitas tidak dualitas dikotomis, melainkan pluralitas

posisi yg tdk dpat dipastikan/ditentukan dan tdk dominasional,

sentralistis, tetapi menyebar dan sejajar

(15)

v Teori Dekonstruksi : teori yang

memandang /abstraksikan realitas ciptaan (produksi, konstruksi) atau ciptaan kembali (reproduksi,

rekonstruksi)

v Realitas adalah suatu konstruksi realitas baru, konstruksi kembali realitas

sebelumnya yang dikonstruksi.

v Cara pandang teori dekonstruksi thd realitas adalah spt konsep-konsep pemikiran postmodernisme vs konsep realitas modernisme

v Teori dekonstruksi mempunyai konsep- konsep teoritis : tracer, present abcent, dan defferance

(16)

KONSEP TRACE (JEJAK)

q Pertentangannya dg konsep sejarah (historisme)

q Dekonstruksi anti thd sejarah sbg suatu teks historisme

q Sejarah bukan realitas netral, ttp realitas penafsiran oleh dan untuk kepentingan ttt

q Dlm hub dg konsep jejak, sejarah diganti silsilah

q Sbg fakta sejarah, silsilah terlepas dr unsur penafsiran sekaligus kepentingan

q Dg demikian realitas tidak otonom, ttp memiliki silsilah

q Sbg teks realitas merupakan relasi antara teks dg teks lainnya

(17)

KONSEP PRESENT-ABSCENT q Suatu realitas tidak

menghadirkan dirinya

secara penuh (ekslisit), ttp hanya sbgn dari dirinya.

q Bagian dirinya berada

secara implisit, yaitu pada realitas yang lain

q Realitas dipandang sbg

relasi antar realitas (tidak otonom)

q Sbg teks, realitas adalah

realitas antar teks atau

interteks.

(18)

KONSEP TRACE (JEJAK) DAN PRESENT-ABSCENT (KEHADIRAN-KETIDAK HADIRAN) YG MENDASARI TEORI DEKONSTRUKSI DLM MEMANDANG REALITAS SBG REALITAS RASIONAL, ATAU REALITAS ANTARTEKS ATAU

INTERTEKS. DAN SEKALIGUS MENJADI DASAR LAHIRNYA TEORI INTERTEKSTUALISME

(Julia Kristeva)

(19)

KONSEP DIFFERANCE

q Mengacu pada pengertian penangguhan.

q Realitas dipandang sbg realitas yg berada dlm suatu penangguhan

q Realitas bersifat sementara

q Realitas yang tidak memilik awal dan akhir

Konsep ini muncul krn :

Ø teori dekonstruksi memahami kehidupan bukanlah yang seluruhnya sdh dpt atau mampu diketahui o/ akal manussia.

Ø Kehidupan dipandang sbg misteri dan hanya mampu diketahui sebatas ruang dan waktu di mana man. Itu hidup/berada

(20)

v Teori dekonstruksi merupakan salah satu teori yg dpt digunakan dalam penelitian budaya. Khususnya dlm penelitian yang berparadigma postmodernisme.

v Sesuai dg konsep2 pemikirannya, maka teori

dekonstruksi dipergunakan untuk memahami atau memandang budaya sebagai:

1. Realitas ciptaan Produksi, konstruksi) atau ciptaan kembali (reproduksi, rekonstruksi)

2. Realitas plural

3. Realitas relasional vs realitas tdk otonom

4. Realitas holistik, realislitas sbg keseluruhan budaya yg ada.

Tdk ada budaya yg unggul

(21)

5. Realitas organik vs realitas isolatif/terisolir

6. Realitas desentralisme, budaya berdampingan, menyebar vs budaya dominan

7. Realitas egalitarinisme, budaya sama tinggi/rendah/sejajar vs seperior-inferior

8. Realitas harmonis, antar sesama manusia, lingkungan, dan sang pencipta vs realitas sbg konflik subyek-obyek

9. Realtas detotalisme, sesuai dg keberadaannya masing-masing vs peleburan budaya

10. Realitas komunitasi, budaya dimiliki oleh masing-masing komunitasnya/pendukungnya

TUJUAN PENELITIAN DEKONSTRUKSI ADALAH MEMBELA/MEMPERJUANGKAN BUDAYA YG TERPINGGIRKAN/TERHEGEMONI O/ MODERNISME

(22)

I.

Dekonstruksi merupakan metode, yaitu metode

membongkar. Metode pembongkaran atas suatu teks.

II.

Dekonstruksi berkembang dan mempunyai posisi sbg teori dlm perkembangan paradigma postmodernisme yg

menentang modernisme

III.

Sbg. Teori aplikatif, teori dekonstruksi dpt disebut teori budaya postmodernisme, terutama dlm ilmu kajian budaya (cultural study)

IV.

Tujuan penelitian dekonstruksi adalah memperjuangkan keberadaan suatu budaya yang terpinggirkan o/

kebudayaan modern (modernisme)

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Pentingnya kode etik penyuntingan naskah 2,6,8 Ekspositori bervariasi Problem based learning inkuiri Mahasiswa mencari, mengumpulkan, dan menyusun informasi konsep,-teori tentang

P-1 : Menguasai konsep teori-teori dasar dalam bidang linguistik P-5 : Menguasai aksara jawa dan kaidah penggunaannya P-8 : Menguasai dasar-dasar jurnalistik KK-2 : Mampu membaca dan

Problem base learning Mahasiswa mencari, mengumpulkan, dan menyusun informasi konsep,-teori tentang hakikat filsafat Jawa dari berbagai sumber, lalu mempresentasikan dan

Terampil melakukan percobaan materi sistem sirkulasi Tes, praktikum,p erformace, presentasi/ 14% 14 Mampu menjelaskan, menganalisis dan menerapkan konsep materi Sistem Reproduksi

Pengertian Teori • Kumpulan konstruk atau konsep, definisi, dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk

Discovery Learning dan Small Group Discussion: Mahasiswa menca- ri, mengumpulkan, dan menyusun informasi konsep, teori tentang hakikat kajian teori, kerangka ber- pikir, dan

PENGETAHUAN P1 Menguasai konsep teoretis tentang pedagogik meliputi, teori belajar, metode, media, sumber, bahan ajar, dan evaluasi pembelajaran, serta desain instruksional kurikulum,

Bahan Kajian Keilmuan : - Konsep, definisi dan teori warna dyes dan pigment - Golongan zat warna azo, karbonil,pthalocyanin, dll - Aplikasi pewarna tekstil, kulit, karet,makanan -