• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Ulfatu Rohmah - - Electronic theses of IAIN Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF Ulfatu Rohmah - - Electronic theses of IAIN Ponorogo"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

Pembentukan karakter Islami (pola sikap terhadap Allah dan sesama) melalui metode induksi di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo. Cara mengamalkan pembentukan karakter islami dengan metode induksi yang digunakan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo.

KAJIAN TEORI

Pengertian Karakter dalam Islam

Pendidikan karakter bukanlah perkara baru dalam sistem pendidikan Islam kerana roh atau intipati pendidikan Islam ialah pendidikan karakter yang pada asalnya dikenali sebagai pendidikan akhlak. Pendidikan Islam telah wujud sejak Islam mula didakwahkan kepada para sahabatnya oleh Nabi Muhammad saw.

Ruang Lingkup Karakter Islami

10) Rasa ingin tahu, sikap dan tindakan yang selalu ingin mengetahui lebih dalam dan luas dari apa yang dipelajari, dilihat dan didengar. Peduli sosial dan lingkungan, yaitu sikap dan tindakan yang selalu berusaha mencegah kerusakan lingkungan alam disekitarnya, dan mengembangkan upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang telah terjadi serta selalu ingin memberikan bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan 27.

Sumber Ajaran Pendidikan Karakter Dalam Islam

Akal manusia tidak akan dapat menentukan semua nilai baik yang ditentukan oleh Al-Quran dan Sunnah atau sebaliknya. Oleh itu, ukuran akhlak yang paling utama dalam Islam ialah Al-Quran dan Sunnah Nabi. 33.

Nilai-nilai Dalam Pendidikan Karakter

7 Sikap dan perilaku mandiri yaitu tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugasnya. 17 Kepedulian Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin membantu orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

Metode Pembiasaan a. Pengertian Pembiasaan

Oleh karena itu, mengajar sebagai awal proses pendidikan merupakan cara yang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dalam jiwa anak. Lalu apa saja syarat yang harus dipenuhi dalam menerapkan pendekatan orientasi dalam pendidikan?

Pembentukan Karakter Islami Melalui Metode Pembiasaan

Salah satu upaya penyelenggaraan pendidikan tersebut di atas adalah agar peserta didik diberikan pendidikan khusus yang misi utamanya adalah pengembangan karakter anak.49. Pendidikan dengan bimbingan menurut Mulyasa dapat dilaksanakan secara terprogram dalam pembelajaran maupun tidak terprogram dalam kegiatan sehari-hari. Kegiatan terprogram untuk membiasakan belajar dapat dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam jangka waktu tertentu untuk pengembangan kemandirian peserta didik secara individu, kelompok dan/atau klasikal dengan cara sebagai berikut: 50 a.

Ajari siswa untuk bekerja sendiri, menemukan sendiri dan . membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru dalam belajar; Belajar bekerja sama dan memberikan laporan kepada kedua orang tua siswa mengenai perkembangan perilakunya; Mendidik siswa dengan inovasi dan improvisasi yang terus-menerus dalam pembelajaran agar dapat melakukan perbaikan lebih lanjut.

Adapun kegiatan kebiasaan siswa yang dilakukan secara tidak terjadwal dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut51: 1) Kegiatan rutin, yaitu kebiasaan yang dilakukan secara terencana, seperti: . upacara bendera, senam, salat berjamaah, ketertiban, menjaga kebersihan dan kesehatan diri; Dalam penerapan pendidikan karakter di sekolah, pembiasaan siswa untuk berperilaku baik hendaknya didukung oleh keteladanan guru dan kepala sekolah.

Faktor Pendukung dan Penghambat Penbentukan Karakter Islami Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi karakter, akhlak,

Di mana ada adat, di situ ada contoh, dan sebaliknya, di mana ada contoh, di situ ada adat. Naluri dapat menjerumuskan manusia ke dalam kehinaan (degradasi), namun juga dapat mengangkatnya ke derajat yang tinggi (mulia), jika naluri tersebut disalurkan pada hal-hal yang baik dengan bimbingan kebenaran.56. 3) Kebiasaan atau Kebiasaan (Habit). Kebiasaan/kebiasaan adalah segala tindakan dan perbuatan seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi suatu kebiasaan, misalnya berpakaian, makan, tidur, dan berolahraga.

Karena kebiasaan adalah tindakan yang diulang-ulang, sehingga mudah dilakukan, maka manusia hendaknya memaksakan diri untuk mengulangi hal-hal baik berulang kali. Pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membentuk watak, akhlak, budi pekerti dan etika seseorang, sehingga baik buruknya akhlak seseorang sangat bergantung pada pendidikan. Orang tua sebagai lingkungan terdekat dengan anak mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang secara sistematis memberikan pendidikan, orientasi, pelatihan, pengajaran dan bimbingan kepada peserta didik untuk membangkitkan potensi dirinya tentu sangat mempengaruhi perkembangan peserta didik. Sedangkan teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi remaja mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan kepribadiannya.61.

TELAAH HASIL PENELITIAN TERDAHULU

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Kehadiran Peneliti
  • Lokasi Penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Temuan
  • Tahapan-Tahapan Penelitian

Dan penelitian ini juga akan menyebutkan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan penanaman karakter islami yang tidak disebutkan pada penelitian sebelumnya. Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa penelitian ini menitikberatkan pada peran guru dalam membentuk karakter siswa, sedangkan dalam penelitian ini pembentukan karakter dilakukan melalui suatu metode yaitu metode induksi. Persamaan penelitian ini dengan penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang pembentukan karakter Islami, namun penelitian ini fokus pada anak putus sekolah atau santri di Pondok Pesantren API Darussalam, sedangkan penelitian ini masih fokus pada santri pada pendidikan formal.

Bedanya, pada penelitian-penelitian terdahulu belum membahas mengenai faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam implementasi pembentukan karakter Islami, sedangkan pada penelitian ini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter Islami. Dalam penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo yang beralamat di Jalan Kenongo 24B Bangunsari Kecamatan Kota Kabupaten Ponorogo. Sumber data utama penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya sumber data tertulis dan foto.

Dalam penelitian ini penulis memperoleh data penelitian yang diperoleh dari beberapa sumber data antara lain kepala sekolah dan guru-guru di sekolah tersebut. Dalam penelitian ini teknik observasi digunakan untuk memperoleh data lapangan mengenai kondisi umum di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo.

DESKRIPSI DATA

Deskrisi Data Umum 1. Letak Geografis

  • Latar Belakang Berdirinya Sekolah Pelangi Alam Ponorogo
  • Visi dan Misi Sekolah Pelangi Alam Visi
  • Hasil yang diharapkan
  • Keadaan Guru
  • Keadaan Siswa

Berdirinya Sekolah Pelangi Alam Ponorogo dilatarbelakangi oleh keinginan yang kuat untuk mewujudkan sekolah ramah anak, yaitu sekolah yang menganggap anak sebagai bagian dari pembelajaran dan bukan objek, mengingat cerita banyak sekolah yang mengajarkan sesuatu yang sangat jauh dari kehidupan mereka. pengalaman. Anak-anak, yang sebenarnya merupakan generasi harapan, tidak mampu menghubungkan pemahaman tentang apa yang mereka pelajari dengan mengelola pengalaman. Anak-anak menjadi makhluk asing setelah mereka putus sekolah, yang seharusnya membekali mereka dengan keterampilan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Anak-anak yang lebih muda hendaknya ditanamkan hikmah yang berwawasan alam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Menggunakan metode yang sesuai usia untuk mendorong siswa mencintai dan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kami berharap anak-anak mampu menghafal beberapa surat dalam Al-Quran selama mereka masih berstatus pelajar.

Kegiatan peralihan pagi hari sebelum masuk kelas berupa penulisan jurnal, fonik, qiroatul Quran dan shalat dhuha. Dari Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa latar belakang pendidikan dan tugas tenaga pengajar Sekolah Pelangi Alam Ponorogo yang sebagian besar bergelar Sarjana (S.1) bahkan ada pula guru yang bergelar S.2.

Data Khusus

  • Pelaksanaan Pembentukan Karakter Islami Melalui Metode Pembiasaan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo
  • Hasil Pembentukan Karakter Islami Melalui Metode Pembiasaan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo
  • Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dalam Pembentukan Karakter Islami Melalui Metode Pembiasaan di Sekolah Pelangi

Sekolah Pelangi Alam tidak menerapkan full day school, namun untuk makan siang anak-anak makan di sekolah. Selain itu, berbagai macam kegiatan dilakukan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo untuk mendukung pembentukan karakter pada anak. Kegiatan lainnya dilaksanakan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo, seperti yang disampaikan oleh Ny. Enik Zulaikah, M.Pd saat diwawancarai.

Demikianlah nilai-nilai umum karakter Islami yang ingin kami tanamkan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo. Hasil Pembentukan Karakter Islami Melalui Metode Pembiasaan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo Sekolah Pelangi Alam Ponorogo. Faktor pendukung dan faktor penghambat pembentukan karakter Islami melalui metode pembiasaan di sekolah Pelangi Karakter Islami melalui metode pembiasaan di sekolah Pelangi Alam Ponorogo.

Telah berlangsungnya implementasi pengembangan karakter di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo tentunya tidak terlepas dari berbagai faktor baik yang bersifat pendukung maupun penghambat, sehingga implementasi pengembangan karakter tidak dapat berlangsung secara maksimal sesuai keinginan dan harapan. . Faktor pendukung dan penghambat pada sekolah ini adalah kurangnya sarana dan prasarana, administrasi sekolah dan sumber daya manusia.

ANALISIS DATA

Pelaksanaan pembentukan karakter islami melalui metode pembiasaan yang diterapkan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo

Demikian disampaikan guru pengajar, katanya, langkah pembentukan karakter adalah pemberian keteladanan oleh seluruh guru dan pegawai sekolah. Namun nilai karakter lebih dalam, yaitu menjangkau bidang emosi dan kebiasaan pribadi.98 Upaya pengembangan karakter seseorang memerlukan waktu yang tidak sedikit dan harus dilakukan secara terus menerus.99. Menurut hasil observasi yang dilakukan peneliti Sekolah Pelangi Alam dalam penanaman karakter pada anak, karakter tidak diberikan secara langsung secara keseluruhan, melainkan disesuaikan dengan kemampuan siswa dan dilakukan secara bertahap.

Kegiatan yang dilakukan di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo untuk mendukung pendidikan karakter antara lain: 100 Gunawan, pendidikan karakter, 94-95. . Rumah tunanetra, peternakan sapi perah, pabrik genteng, tempat pembuangan sampah, PDAM, dan lain-lain merupakan sarana pembentukan karakter sosial, menghargai karya orang lain. Pada hakikatnya karakter yang diajarkan Al-Qur’an mengenai lingkungan hidup bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah.

Pendidikan karakter mempunyai tujuan dan misi yang sangat penting untuk menunjang pengembangan karakter bangsa Indonesia pada umumnya dan keberhasilan pendidikan di sekolah pada khususnya. Faktor Pendukung dan Penghambat Pembentukan Karakter Islami Melalui Metode Pembiasaan di Sekolah Pelangi Alam.

Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dalam Pembentukan Karakter Islami Melalui Metode Pembiasaan di Sekolah Pelangi Alam

Keluarga dapat menjadi faktor pendukung jika keluarga berperan dalam menanamkan karakter islami pada anak. Lingkungan bermain, lingkungan juga mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk karakter siswa, di sekolah mungkin mereka diajarkan untuk berperilaku baik, namun jika anak di rumah bermain dengan teman yang karakternya kurang baik, maka anak juga akan ikut berpengaruh. karakter teman-temannya, sehingga guru dan orang tua harus mampu menciptakan lingkungan yang baik bagi anak. Pakar pendidikan menyebutkan ada empat jenis lingkungan yang akan mempengaruhi perkembangan siswa.

Sedangkan teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi remaja mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan kepribadiannya.110. Ada pula faktor internal, yang dimaksud dengan faktor internal adalah berbagai faktor yang berasal dari pihak sekolah itu sendiri, seperti guru dan sarana prasarana yang ada di Sekolah Pealangi Alam Ponorogo. Oleh karena itu, dalam proses pembentukan karakter, setiap orang yang terlibat di sekolah wajib menumbuhkan karakter positif.

Dengan lengkapnya sarana dan prasarana maka kegiatan yang dilakukan akan dapat mencapai hasil yang direncanakan. Karena Sekolah Pelangi Alam Ponorogo juga merupakan sekolah yang baru berdiri, sehingga sarana dan prasarana di sana belum lengkap.

PENUTUP

Kesimpulan

Hasil dari proses pembentukan karakter Islami di Sekolah Pelangi Alam Ponorogo antara lain: anak menjadi lebih religius, disiplin, tepat waktu, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, memiliki rasa sosial dan empati yang tinggi, serta anak terbiasa dengan kebiasaan yang baik. sejak dini. Faktor yang mendukung dan menghambat pembentukan karakter islami melalui metode pembiasaan antara lain Keluarga dapat menjadi faktor pendukung jika keluarga berperan dalam penanaman karakter islami pada anak, namun keluarga juga dapat menjadi faktor penghambat jika keluarga hanya menyerahkan tanggung jawab pembentukan karakter kepada sekolah sedangkan anak berada dalam keluarga. tidak terbiasa berbuat baik.

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Based on all data above, the researcher concluded that the benefits of using cartoon media in teaching speaking for the eighth grade students of SMPN 5 Ponorogo in academic year

undang-undang Perkawinan disebutkan beberapa halangan perkawinan yaitu : 1 Berhubungan darah dalan garis keturunan lurus ke bawah atau ke atas; 2 Berhubungan darah dalam garis

Setoran panen akibat transaksi hutang piutang di Desa Crabak Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo menurut tinjauan hukum Islam belum sesuai, karena kelebihan atau tambahan yang

Megingat sedemikian pentingnya rasa kepedulian sosial tersebut, maka sudah seharusnya guru mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial pada siswa-siswi sejak ia masih dini salah

This chapter covers about theory related of literature consist of definition of Novel, definition of moral value, characteristic of moral values, kinds of moral values, novel as media

Orang tua, guru, teman sebaya, adalah orang-orang yang sangat penting dalam dunia sosial anak dan hubungan mereka dengan anak dapat memperkuat atau melemahkan pembelajaran anak.11 Pada

Seseorang yang memiliki SQ yang tinggi cenderung menjadi seorang yang bertanggung jawab, untuk membawakan visi dan nilai yang tinggi kepada orang lain dan bisa memberi inspirasi kepada

Dari data diatas dapat penulis simpulkan bahwa antara hukum Islam serta Fatwa DSN dengan praktek yang dilaksanakan pada KJKS Makmur Abadi itu masih belum sesuai menurut hukum Islam,