• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanganan Buah/Benih Pasca Pengunduhan

N/A
N/A
robert

Academic year: 2024

Membagikan " Penanganan Buah/Benih Pasca Pengunduhan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI BENIH

PENANGANAN BUAH/BENIH PASCA PENGUNDUHAN (SORTASI BUAH, EKSTRAKSI DAN PEMBERSIHAN BENIH,

PENYIMPANAN BENIH SEMENTARA)

OLEH

NAMA : ROBERTUS TEKE NIM : 2123812076

KELAS : A / IV

PRODI : PENGELOLAAN HUTAN

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Penangan benih pasca pengumpulan dari sumber benih merupakan kegiatan yang mutlak dilakukan demi menjaga kualitas dari benih tesebut. Kegiatan ini meliputi sortasi benih, ekstrasi benih, dan penyimpanan sementara. Serangkaian kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari ekstrasi benih.

Ekstraksi benih adalah kegiatan mengeluarkan benih dari cangkang atau buah, ada dua cara ekstraksi yang tergantung pada tipe buah, yaitu kering dan basah.

Ekstraksi kering ditujukan pada buah yang tidak berdaging. Untuk benih tanaman Flamboyan yang digunakan dalam praktikum ini dilakukan dengan ekstraksi kering. Sedangkan ekstraksi basah dilakukan pada jenis benih yang berdaging.

Sortasi benih adalah kegiatan yang dilakukan untuk memilah dan memisahkan benda - benda asing dari benih, ukuran dan bentuk benih.

Penyimpanan sementara bertujuan untuk menyimpan benih dalam waktu yang ditentukan untuk dilakukan kegiatan selanjutnya terhadap benih.

Serangkaian kegiatan tadi dilakukan untuk menjaga kemurnian dan mutu dari benih tanaman yang telah dikumpulkan. Dalam menangani benih patut pula diperhatikan watak benih. Watak benih yang dimaksud adalah benih yang ortodoks, rekalsitran maupun intermediet. Sebab penangan benih pada ketiga watak ataupun karkteristik benih tersebut memerlukan metode yang berbeda - beda.

1.2 Tujuan

1. Mengetahui dan melakukan sortasi buah dengan baik dan benar.

2. Mengetahui dan melakukan ekstraksi buah/benih dengan baik dan benar.

3. Mengetahui dan melakukan pembersihan benih dengan baik dan benar.

4. Mengetahui dan melakukan penyimpanan benih dengan baik dan benar.

(3)

BAB II DASAR TEORI

Benih diartikan sebagai bahan tanaman yang berupa bahan generatif (biji) atau bahan vegetatif yang digunakan untuk mengembangbiakkan tanaman hutan.

Mutu benih dibedakan menjadi tiga yaitu mutu fisik, fisiologis, dan genetik. Mutu fisik adalah hasil kinerja fisik seperti kebersihan, kesegaran butiran serta utuhnya kulit benih, dan mutu fisiologis menunjukkan kemampuan benih untuk tumbuh atau disimpan lama. Secara singkat, mutu fisik dan fisiologis menunjukkan kinerja pengadaan benih (“seed procurement”) . Mutu genetik benih menunjukkan tingkat kemurnian varietas, yang dihasilkan dari kinerja pemuliaan pohon (“tree improvement”) (Barner & Ditlevsen, 1988. dalam Nurhasybi, Sudrajat, dan Suita.

2019 ). Mutu genetik juga didefinisikan sebagai tingkat keterwakilan keragaman genetik suatu sumber benih (IFSP, 2000).

Kegiatan penanganan benih setelah pengumpulan buah meliputi pengemasan buah sementara, penyimpanan sementara, pengangkutan buah, perlakuan buah/benih di tempat pengolahan dan pengolahan lepas panen (Marzalina &

Krishnapillay, 2002). Teknologi penanganan benih bertujuan mendapatkan keberhasilan tumbuh yang tinggi; mencakup serangkaian prosedur; dimulai dari pemanenan benih (meliputi penentuan masak buah hingga cara pengumpulan), penanganan pasca panen (meliputi cara ekstraksi, pengeringan, penyimpanan dan pengendalian hama penyakit) hingga perlakuan awal terhadap perkecambahan (pematahan dormansi dan teknik priming) serta teknik persemaian.

Cara penanganan yang tepat akan meningkatkan perolehan hasil, baik terhadap perkecambahan, pembibitan maupun kualitas tegakan. Setiap elemen dari kegiatan penanganan sangat menentukan derajat kualitas genetik yang diembannya. Pengolahan benih (seed processing) meliputi ekstraksi dengan melakukan pemisahan benih dari bagian buah lainnya (kulit, daging, tangkai,

(4)

Pada ekstraksi kering, buah dijemur di tempat terbuka selama 1-2 hari dengan cara meletakkan buah pada lantai. Ekstraksi basah dilakukan pada buah berdaging (Azadirachta indica) dengan cara buah direndam dalam air selama 24 jam, perendaman dihentikan ketika daging buah sudah lunak dan benih mudah dikeluarkan dari buah. Buah dengan kulit benih keras, daging buahnya dikupas dan kulit benih dibersihkan dari daging buah dengan pengikisan/pengupasan dapat menggunakan modifikasi pengupas kopi atau blender.

Seleksi benih sangat penting dilakukan untuk memperbaiki viabilitas kelompok benih. Seleksi benih harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari terjadinya degradasi genetik karena benih yang ringan atau yang memiliki ukuran lebih kecil kemungkinan mempunyai keragaman genetik atau mengandung sifat-sifat yang lebih unggul dibandingkan dengan benih lainnya (Schmidt, 2002.

Sudrajat, et al. 2017). kegiatan sortasi benih antara lain :

a) Seleksi benih dilakukan untuk memisahkan benih berisi dari benih kosong, kotoran dan benih jenis lain.

b) Sortasi benih dilakukan berdasarkan ukuran benih (berat dan dimensi) c) Seleksi dan sortasi dapat menggunakan seed gravity table (SGT), saringan dengan ukuran tertentu, teknik pengapungan/perendaman dan blower.

d) Kegiatan pembersihan, pengeringan, seleksi dan sortasi dapat dilakukan secara bersamaan.

(5)

BAB III

METODE PRAKTIKUM 3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum “ Penanganan Buah/Benih Pasca Pengunduhan (Sortasi Buah, Ekstraksi Dan Pembersihan Benih, Penyimpanan Benih Sementara) ” dilakukan pada Senin, 06 Maret 2023 dan bertempat di Laboratorium PFF, Jurusan Kehutanan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

3.2 Alat dan Bahan Alat :

1) Wadah buah 2) Alat pemecah buah 3) pisau

4) Parang 5) Timbangan 6) Tampi 7) Label sortasi 8) Wadah ektraksi 9) Label ekstraksi 10) Kantong plastik 11) Ruang penyimpanan 12) Label penyimpanan 13) Alat tulis menulis Bahan :

1) Buah atau benih hasil pengunduhan buah 3.3 Prosedur Kerja

1) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum.

2) Menetapkan buah yang akan disortasi dan diekstraksi.

(6)

6) Tiap wadah diberi label sesuai ketentuan.

7) Melakukan penyimpanan benih sementara sesuai dengan syarat-syarat penyimpanan.

8) Mendokumentasikan semua proses kegiatan penanganan benih.

(7)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 1. Kegiatan Ekstraksi benih Flamboyan di lapangan

Benih Flamboyan merupakan benih yang berkarakteristik ortodoks dengan bentuk buah polong. Dengan bentuk buah yang demikian jenis benih ini dapat langsung terpisah dari buahnya apabila telah masak. Ekstraksi dengan teknik kering dilakukan pada buah yang tidak memiliki daging, berbentuk polong, follicles, kapsul dan kerucut/bersisik seperti Pinus merkusii (Sudrajat, et al. 2017).

Sehingga pada saat pengunduhan berlangsung, kegiatan ekstraksi dapat langsung dilakukan di lapangan. Karena terdapat banyak benih yang telah keluar dari buahnya.

(8)

Pemrosesan (processing) benih bertujuan untuk menghasilkan benih dengan tingkat kebersihan dan kemurnian tinggi sehingga mampu meningkatkan kualitas fisik dan fisiologi benih. Seleksi dan sortasi benih dapat dilakukan berdasarkan berat dan ukuran benih. Seleksi dilakukan untuk memisahkan benih berisi dari benih kosong, benih jenis lain dan kotoran (Nurhasybi, Sudrajat, dan Suita. 2019).

Ukuran dari benih Flambotan yang diunduh memiliki keseragaman ukuran. Pada kegiatan penyortiran hanya dilakukan pada benda-benda asing yang terdapat di dalam benih, seperti seresah, batu kecil dan lain-lain.

Gambar 2. penyimpanan sementara

Tempat penyimpanan buah/benih sementara di lapangan harus memiliki sirkulasi udara yang baik, terlindung dari organisme pengganggu, terlindung dari cahaya sinar matahari secara langsung dan hujan (di bawah naungan) (Schmidt, 2002). Penyimpanan harus dilakukan dengan baik untuk mempertahankan daya kecambah, menghindari serangan hama penyakit, dan menjaga agar benih tidak berkecambah ditempat penyimpanan. Ada dua faktor yang penting selama penyimpanan benih yaitu suhu dan kelembaban udara. Umumnya viabilitas benih dapat dipertahankan tetap tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama bila suhu dan kelembaban udara dapat dijaga tidak naik-turun. Untuk itu diperlukan ruang khusus untuk ruang khusus untuk penyimpanan benih. Penyimpanan dapat dilakukan dengan menggunakan wadah yang mudah didapat tetapi cukup baik untuk penyimpanan benih, misalnya karung kain, ember, kaleng, toples kaca atau plastik (Mulawarman, et al. 2002).

(9)

BAB V KESIMPULAN

1. Sortasi benih dilakukan dengan menyeleksi benih yang telah diunduh dari kotoran-kotoran (ranting, daun, batu kecil dan lain-lain), dan juga menyortir benih berdasarkan ukuran benih.

2. Ekstraksi benih dilakukan dengan dua cara yakni kering dan basah. Cara kering diterapkan pada buah yang tidak memiliki daging, salah satunya adalah Flamboyan. Sedangkan cara basah untuk buah yang berdaging. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan biji yang masih terdapat di dalam buah.

3. Pembersihan benih dilakukan untuk membersihkan benih dari organisme, dan kotoran-kotoran yang terbawa saat pengunduhan benih di lapangan.

4. Benih harus disimpan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan terjaga, agar benih terbebas dari kelembapan dan suhu udara yang tidak stabil.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2020. VADEMECUM KEHUTANAN INDONESIA. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan : Jakarta.

Sudrajat, D. J., Yuniarti, N., Nurhasybi., Syamsuwida, D., Danu., Pramono, A.

A., dan Putri, K. P. 2017. Bunga Rampai KARAKTERISTIK DAN PRINSIP PENANGANAN BENIH TANAMAN

HUTAN BERWATAK INTERMEDIET DAN

REKALSITRAN. IPB Press : Bogor.

Nurhasybi., Sudrajat D. J., Suita, E. 2019. KRITERIA BIBIT TANAMAN HUTAN SIAP TANAM : untuk pembangunan hutan dan rehabilitasi lahan. IPB Press : Bogor.

Mulawarman., Roshetko, J., Sasongko, S. M., dan Iriantono, D. 2002.

PENGELOLAAN BENIH POHON Sumber Benih,

Pengumpulan dan Penanganan Benih Pedoman Lapang untuk Petugas Lapang dan Petani. ICRAF & Winrock International : Bogor.

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi Sistem Pakar untuk Penanganan Pasca Panen Buah-buahan.. Dibawah birnbingan

Diagram pareto ini digunakan untuk mengidentifikasi jenis- jenis kecacatan yang paling sering terjadi, sehingga prioritas penanganan terhadap permasalahan kualitas

Tujuan dan signifikansi : Kegiatan penanganan pasca panen simplisia ini dimaksudkan untuk menghasilkan SOP pasca panen simplisia dari pegagan dan kumis kucing untuk

· Jika benih yang digunakan untuk penanaman pohon benih berasal dari sumber yang lebih baik, maka diperlukan jalur isolasi untuk menjaga kontaminasi serbuk sari yang berasal

Tujuan penanganan pascapanen benih kedelai adalah menjaga viabilitas benih kedelai supaya tetap sama seperti pada waktu panen dan mengurangi kehilangan hasil pada semua

Memahami saat masa berbunga dan masa berbuah pohon jati di sumber benih seperti KBK Jati adalah kegiatan yang penting, karena menyangkut kesiapan KBK dalam menyediakan benih

Penanganan pasca panen yang tepat sangat penting untuk menjaga mutu jagung yang telah dihasilkan dari proses budidaya yang

Makalah ini membahas tentang penanganan panen dan pascapanen benih tanaman pangan kacang