Tektonik Lempeng dan
Struktur Bumi
Teori Tektonik Lempeng
• Continental Drift: Alfred Wegener, 1929, dalam buku‘‘The Origin of the Continents and Oceans’. Beliau menyatakan bahwa afrika dan amerika selatan bentuk benua dengan (bukti) geologinya memiliki kecocokan.
• Tektonik (yunani: “To Build”):
• studi tentang bagaimana permukaan bumi terbentuk,
• suatu proses yg mengkontrol struktur dan properti yang ada di kerak bumi dari waktu ke waktu
• studi ilmiah tentang deformasi batuan yang membentuk kerak bumi dan kekuatan yang menghasilkan deformasi tersebut.
• Lempeng: Pecahan Litosfer yang bergerak akibat gaya endogen (arus konveksi) dan dibatasi oleh batas lempeng (konvergen, divergen, dan transform)
Siklus Tektonik dan Arus Konveksi
Batas Lempeng
• Konvergen (saling mendekat): zona subduksi, dan collision (tabrakan)
• Lempeng Benua – samudera
• Lempeng Benua – benua
• Lempeng Samudera- samudera
• Divergen (saling menjauh):
• Lempeng benua
• Lempeng samudera
• Transform (sinistral/dekstral): batas lempeng membentuk patahan geser
Konvergen samudera-benua
Konvergen samudera-samudera
barat Pacific, termasuk pulau Tonga dan Marianas, dan kepulauan Philippine
Konvergen benua-benua
Divergen samudera-samudera
Divergen benua-benua
Batas Transform
Tektonik lempeng adalah model yang menjelaskan asal-usul pola
deformasi pada kerak bumi, distribusi gempa bumi, pergeseran benua, dan punggungan tengah samudera, serta menyediakan mekanisme bagi Bumi untuk mendingin.
Komponen Bumi
• Atmosfer
Lapisan Udara yg di didominasi oleh nitrogen dan oksigen
• Litosfer
• Hidrosfer
Lapisan air, yang berada diatas maupun dibawah permukaan
• Biosfer
Lapisan yang menandakan adanya kehidupan yang mencakup atmosfer, litosfer, maupun hidrosfer
Litosfer
• Litho = batuan
• Litosfer merupakan “kulit Bumi” berupa Lapisan batuan yang terdiri dari material padat bersifat rigid, memiliki ketebalan 80-100 km.
• Litosfer terpecah menjadi lempeng-lempeng yang dibatasi oleh batas lempeng, dan bergerak akibat gaya endogen diatas lapisan astenosfer yang bersifat plastis.
• Litosfer terdiri dari kerak dan mantel bagian paling atas
Tektonik
Berdasarkan komposisi kimia Berdasarkan sifat fisik
Struktur Bumi
• Terdiri dari : Kerak, Mantel, dan Inti
• Kerak terdiri dari kerak benua dan kerak samudera
Kerak Benua Kerak Samudera
Lebih tebal (0-75 km) Lebih tipis (0-10 km) Batuan Lebih terang/granitik (lebih
banyak silica)
Btuan lebih gelap/basaltik (sedikit silica)
Lebih tua Lebih muda
Massa jenis lebih kecil (sekitar 2,7 g/cc) Massa Jenis lebih besar (sekitar 2,9 g/cc)
• Mantel terdiri dari: mantel bagian paling atas, astenosfer, dan mantel bagian bawah
• Mantel bagian atas merupakan bagian bawah dari litosfer yang berada pada kedalam sekita 100 km, mengandung mineral piroksen dan olivine (ultrabasa).
• Astenosfer merupakan lapisan yang bersifat plastis. Pada temperature
rendah massa jenisnya tinggi karena mengandung garnet, pada temperatur tinggi menjadi ringan dan mencair, bersifat basalt, naik ke atas sebagai
magma
• Mantel bagian bawah massa jenisnya lebih tinggi dibandingkan mantel bagian atas. Terdiri dari magnesium silicate Perovskite (Mg, Fe,
A1)(Si,A1)O3, Magnesiowustite (Mg, Fe)O, and calcium silicate Perovskite (CaSiO3)
• Inti Bumi Terbagi menjadi Inti bagian luar dan inti bagian dalam
• Inti bagian luar lebih bersifat liquid dan inti bagian dalam lebih bersifat padat
• Massa jenis inti 2x massa jenis mantel
• Saat bumi berputar, inti cairan luar berputar, dan dengan demikian menciptakan medan magnet karakteristik bumi. Oleh karena itu, inti luarnya panas, bersifat konduktif yang menghasilkan arus konveksi.
Lapisan konduktif ini bersamaan dengan rotasi bumi menciptakan efek dinamo yang mempertahankan system arus listrik yang dikenal sebagai medan magnet bumi