• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertemuan 4

N/A
N/A
Ridho Maulana

Academic year: 2025

Membagikan "Pertemuan 4"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Magma dan Batuan Beku

Teori

(2)

Kontrol Tektonik

(3)
(4)

• Magma adalah campuran batuan cair, kristal, dan gas. Ditandai

dengan berbagai macam komposisi kimia, dengan suhu tinggi, dan bersifat cair.

• Magma memiliki densitas yg kecil dibandingkan batuan sekitarnya, dan karena itu akan bergerak ke atas.

• Jika magma mecapai permukaan akan meletus dan kemudian mengkristal membentuk batuan ekstrusif atau vulkanik.

• Jika mengkristal sebelum mencapai permukaan maka akan

membentuk batuan beku di kedalaman yang disebut batuan beku plutonik atau intrusif.

(5)

Komposisi Magma

Magma secara alami berbentuk cairan. Dalam magma apa pun, 99%

darinya terdiri 10 unsur, antara lain:

Silikon (Si), Titanium (Ti), Aluminium (Al), Besi (Fe), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Natrium (Na), Kalium (K), Hidrogen (H), dan Oksigen (O)

(6)

Evolusi Magma

Magma dapat berubah sifatnya oleh proses dibawah ini :

1. Hibridisasi : Pembentukan magma baru karena percampuran 2 magma yang berlainan jenisnya

2. Sinteksis : Pembentukan magma baru karena proses asimilasi dengan batuan samping

3. Anateksis : Proses pembentukan magma dari peleburan batuan pada kedalaman yang sangat besar

(7)

Diferensiasi Magma

Merupakan semua proses yang mengubah magma dari keadaan awal yang homogen dalam skala besar menjadi massa batuan beku dengan komposisi yang bervariasi

(8)

Proses diferensiasi magma meliputi :

1. Fragsinasi : Pemisahan kristal dari larutan magma karena proses kristalisasi berjalan tidak seimbang akibat perubahan temperature dan tekanan yang menyolok dan tiba-tiba.

2. Crystal Settling/Gravitational Settling: Pengendapan kristal oleh gravitasi dari kristal-kristal berat Ca, Mg, Fe yang akan memperkaya magma pada bagian dasar waduk .

3. Liquid Immisibility: Larutan magma yang mempunyai suhu rendah akan pecah menjadi larutan yang masing-masing akan membeku membentuk bahan yang heterogen

4. Crystal Flotation: Pengembangan kristal ringan dari sodium dan potasium yang akan memperkaya magma pada bagian atas waduk

5. Vesiculation: Magma yang mengandung komponen CO2, SO2, S2,CL2 dan H2O sewaktu naik ke permukaan membentuk gelembung-gelembung gas dan membawa serta komponen volatil

Sodium (Na) dan Potasium (K)

6. Diffusion: Bercampurnya batuan-batuan dinding dengan magma didalam waduk magma secara lateral

(9)

Viskositas (kekentalan) Magma

• Viskositas adalah resistensi untuk mengalir (berlawanan dengan fluiditas). Tergantung komposisi, suhu, & kandungan gas.

• Magma dengan kandungan SiO2 yang lebih tinggi memiliki viskositas yang lebih tinggi daripada magma dengan kandungan SiO2 yang lebih rendah

• Magma suhu rendah memiliki viskositas lebih tinggi daripada magma suhu tinggi.

(10)

Jenis Magma

(11)

Pembentukan Batuan Beku

Batuan merupakan suatu bentuk padatan alami yang disusun oleh satu atau lebih mineral, dan kadang-kadang oleh material non-kristalin.

Kebanyakan batuan merupakan heterogen (terbentuk dari beberapa

tipe/jenis mineral), dan hanya beberapa yang merupakan homogen (disusun oleh satu mineral atau monomineral).

Batuan beku terbentuk dari kristalisasi dari cairan, atau magma. Batuan beku terdiri dari dua jenis:

Batuan beku vulkanik atau ekstrusif terbentuk ketika magma mendingin dan mengkristal di permukaan bumi

Batuan beku plutonik atau intrusif di mana magma mendingin dan mengkristal di kedalaman Bumi

(12)

Bowen (1915) menemukan melalui eksperimen bahwa urutan mineral mengkristal dari magma basaltic tergantung pada suhu.

Ketika magma basaltik didinginkan Olivin dan plagioklas kaya Kalsium mengkristal terlebih dahulu.

Setelah pendinginan lebih lanjut, Olivin bereaksi dengan silica (SiO2) untuk menghasilkan piroksen.

Deret sebelah kanan adalah mineral felsik (kelompok plagioklas) yang terbentuk setelah kristalisasi, dan dengan proses yang berkesinambungan dengan turunnya temperatur terbentuk komposisi yang kaya akan kalsium (anortit) s/d komposisi yang kaya akan sodium (albit). Mineral bersifat

continuous series (mineral-mineral yang terbentuk diawal deret tetap dapat terbentuk lagi pada deret selanjutnya).

Kedua deret bertemu pada kelompok mineral stabil yang tidak mudah terubah menjadi mineral lain (Orthoklas – Quartz)

(13)
(14)
(15)
(16)

Lingkungan Ekstrusif

• Ketika magma mencapai permukaan bumi terjadi erupsi dari lubang yang disebut gunung berapi. Erupsi dapat terjadi secara eksplosif atau non-eksplosif.

• Letusan non-eksplosif kandungan gas yang rendah dan magma dengan viskositas rendah (magma basaltik hingga andesit dan terkadang magma riolitik).

Ciri khasnya terjadi semburan api sebelum gas keluar, terbentuk aliran lava di permukaan, terbentuk lava bantal di bawah laut

(17)

Letusan eksplosif memiliki kandungan gas yang tinggi dan viskositas tinggi (andesit untuk magma riolitik).

Ekspansi gelembung gas “ditahan” oleh viskositas magma yang tinggi, menghasilkan naiknya tekanan

Tekanan tinggi pada gelembung gas menyebabkan gelembung meledak saat mencapai rendah tekanan di permukaan bumi.

Meletusnya gelembung memecah magma menjadi piroklas dan tephra (abu).

Awan gas dan tephra naik di atas gunung berapi untuk menghasilkan kolom letusan yang dapat naik hingga 45 km ke atmosfer.

Tephra yang jatuh dari kolom letusan menghasilkan endapan jatuhan tephra.

Jika kolom erupsi runtuh dapat terjadi aliran piroklastik, di mana gas dan tephra

mengalir ke bawah sisi gunung berapi dengan kecepatan tinggi (wedhus gembel). Ini adalah jenis letusan gunung berapi yang paling berbahaya. endapan yang dihasilkan disebut ignimbrit.

(18)
(19)

Lingkungan Intrusif

Magma yang mendingin di kedalaman membentuk badan batuan yang disebut badan intrusi atau badan plutonik disebut pluton (berasal dari bahasa Yunani, dewa dunia bawah, Pluto). Saat magma masuk biasanya mempengaruhi batuan sekitarnya dan juga dipengaruhi oleh batuan

sekitarnya.

Ketika terjadi kontak dengan batuan sekitarnya, memungkinkan juga terjadi penggabungan dengan potongan-potongan di sekitarnya tanpa terjadi pelelahan. Potongan tersebut disebut xenolit (batuan asing).

(20)
(21)

• Dike: magma mengintrusi ke celah batuan, baik memotong seluruh lapisan batuan atau melalui massa batuan yang tak berlapis

(diskordan)

• Sill: intrusi magma diantara perlapisan batuan tanpa memotong perlapisan (konkordan)

• Lakolit: intrusi berbentuk jamur yang mengakibatkan pengangkatan dan pelipatan batuan yang sudah ada sebelumnya di atas intrusi

• Stok: adalah tubuh yang lebih kecil dari batolit yang kemungkinan disuplai dari batolit

• Batolit: tubuh intrusi yang besar hasil pembekuan dapur magma

(22)

Klasifikasi Batuan Beku

(23)

Berdasarkan Tempat Pembekuan

1. Batuan Beku Dalam (Abysis/Plutonis)

Tempat pembekuan jauh di dalam kulit bumi. Berstruktur

holokristakin/granitis, semua bagian dari batuan terdiri dari kristal-Kristal (besar-besar dan kasar).

Contoh : Granit, Diorit, Gabro, Syenit dll.

Gabro

(24)

2. Batuan Beku Gang

Tempat pembekuan pada sela-sela lapisan batuan / pada corong diatrema.

Berstruktur porfiris-fenokrist pengkristalan sempurna, ada sebagian yang Besar dan kasar adapula yang halus.

Contoh : Porfir granit, porfirit, porfir syenit, porfir gabro.

Porfir granit

(25)

3. Batuan Beku Luar (ektrusif)

Tempat pembekuan di permukaan bumi (lava). Berstruktur amorf : kristal terberbentuk, sangat halus.

Contoh : Rhyolit, Andesit, Trachit, Basalt, Obsidian, dll.

Andesit

(26)
(27)

Berdasarkan komposisi mineralnya

1. Batuan beku asam SiO2 > 66% (granit, monzonit).

2. Batuan beku intermediet SiO2 52 - 66 % (granodiorit, diorit, andesit).

3. Batuan beku basa SiO2 45 - 52 % (basalt, gabro).

4. Batuan beku ultra basa SiO2 < 45 % (peridotit, hazburgit).

(28)
(29)

Berdasarkan

komposisi mineral

dan tekstur batuan

(30)
(31)
(32)
(33)

Referensi

Dokumen terkait

Batuan beku berasal dari bahasa latin Inis yang artinya api (fire). Batuan beku terbentuk akibat pembekuan cairan magma baik di dalam maupun di atas

• Magma yang bergerak ke atas melalui celah lempeng benuaakan menghasilkan batuan beku di bawah permukaan bumi serta menghasilkan gunung-gunung pada permukaan bumi. • Jika dua

Batuan beku korok yaitu batuan beku yang terbentuk di daerah korok atau celah kerak bumi sebelum magma sampai ke perrnukaan bumi. Batuan ini mengalami proses

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: Ignis, &#34;api&#34;) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa

&#34;api&#34;) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai

Batuan beku intrusif terbentuk di dalam kerak bumi, sedangkan batuan beku ekstrusif terbentuk saat proses vulkanik yang mengeluarkan muntahan lava yang kemudian

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, “api”) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa

Pengertian Batuan Beku Batuan beku atau batuan igneus dari Bahasa Latin: ignis, "api" adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa