• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT KEL 2 AKL 2

N/A
N/A
Muhammad Ikbal

Academic year: 2024

Membagikan "PPT KEL 2 AKL 2"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KELOMPOK 1

Anggota :

1. Muhammad Ikbal (203010303030) 2. Tesalonika H. Bessy (203030303168) 3. Michael Fro Dayindo (193030303198) 4. Dewi Purtuna (193030303240)

5. Nia Enjeli (203010303040)

6. Ni Putu Yunitania (203010303045)

7. Ridho Bangun Setiawan (203020303062) 8. Nova Theresia (203020303078)

9. Dyna Maria Septiani (203020303088) 10.Dahliati (203020303101)

11.Nova Primasari (203020303109) 12.Ratna Dewi (203020303114) 13.Mia Olivia (203030303165) 14.Septiana (203030303193) 15.Della Natalia (203030303228)

Dosen Pengampu : Wahyu Febri Eka Susanti S.E., M.Si., Ak., CA

(2)

LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI HUBUNGAN PERUSAHAAN INDUK DAN PERUSAHAAN ANAK

Akuntansi Keuangan Lanjutan II

(3)

Pengendalian Terhadap Perusahaan Lain Melalui Pemilikan Saham

Untuk mengendalikan manajemen dan operasi perusahaan lain, dapat dilakukan dengan jalan pemilikan sebagian besar dari seluruh modal sahamnya. Meskipun perusahaan lain yang dimaksud masih tetap melanjutkan usaha dan

mempertahankan identifikasinya (sebagai unit yang terpisah)

Segi Ekonomis Segi Yuridis

Merge atau konsolidasi Unit usaha yang berdiri sendiri

(4)

Holding Company

Perusahaan Induk dan Holding Company

Suatu perusahaan dibentuk dengan tujuan khusus untuk memiliki saham – saham dan mengendalikan operasi perusahaan lain

Suatu perusahaan yang memiliki sebagian besar dari atau seluruh modal saham yang beredar dari perusahaan lain, sehingga berhak untuk

mengendalikan operasi dan manajemen perusahaan lain.

Perusahaan Induk

(5)

Pencatatan Investasi Pada Perusahaan Anak

01 Pembelian Langsung

02 Pertukaran dengan aktiva lainnya

03 Pertukaran dengan surat – surat berharga

Pemilikan saham – saham oleh suatu perusahaan

terhadap perusahaan lain dapat dilakukan dengan

berbagai cara :

(6)

Laporan Keuangan Konsolidasi

Neraca perusahaan induk yang melaporkan pemilikan sahamnya pada

perusahaan anak sebagai investasi dan perusahaan anak yang melaporkan hak- hak perusahaan induk atas perusahaannya sebagai modal saham, kedua-

duanya menunjukkan laporan keuangan dari perusahaan afiliasi sebagai unit usaha yang terpisah. Untuk perusahaan afiliasi laporan keuangan semacam itu tidak dapat menunjukkan infor- masi bahwa sebenarnya di antara perusahaan- perusahaan tersebut merupakan satu kesatuan ekonomis. Dilihat dari

hubungannya dengan pihak ketiga, status yuridis perusahaan afiliasi yang merupakan badan. hukum yang berdiri sendiri terpisah satu sama lain tersebut harus dikesampingkan dan oleh sebab itu pemilikan perusahaan induk atas perusahaan anaknya harus digabungkan di dalam satu laporan keuangan sehingga menunjukkan informasi yang menyeluruh bahwa perusahaan-

perusahaan tersebut merupakan satu kesatuan ekonomis. Laporan keuangan

yang disusun, dengan mengabaikan status yuridis dan lebih menitik beratkan

pada segi ekonomisnya itu disebut dengan "Laporan Keuangan Konsolidasi".

(7)

Laporan Keuangan Konsolidasi

Contoh 1 :

PT X yang bertempat kedudukan di Yogyakarta, bermaksud untuk

membuka sebuah kantor cabangnya di Jakarta pada tanggal 1

Januari 1977. Untuk maksud tersebut PT X telah mengirim uang

tunai dan barang dagangan masing-masing sebesar Rp 100.000,00

dan Rp 400.000,00.

(8)

Laporan Keuangan Konsolidasi

(9)

Laporan Keuangan Konsolidasi

(10)

Laporan Keuangan Konsolidasi

(11)

Laporan Keuangan Konsolidasi

(12)

Laporan Keuangan Konsolidasi

Contoh 2 :

Jika pada contoh no. 1 tersebut Kantor Cabang di Jakarta adalah

merupakan suatu perseroan terbatas yang diberi nama PT A dan

dibentuk dengan mengeluarkan modal saham sebesar nominal Rp

50.000,00 yang seluruhnya dibeli oleh PT X dengan harga Rp

100.000,00. Sedang barang dagangan PT A di Jakarta sebesar harga

pokok Rp 400.000,00 seluruhnya dibeli secara kredit dari PT X,

maka hubungan antara PT X di Yogyakarta dengan PT A di Jakarta

merupakan hubungan antara perusahaan induk dengan perusahaan

anaknya.

(13)

Laporan Keuangan Konsolidasi

(14)

Laporan Keuangan Konsolidasi

Dibawah ini perbandingan tentang eliminasi yang dilakukan masing-masing jika PT X dan PT A di Jakarta merupakan hubungan antara Kantor Pusat dan Kantor Cabangnya disatu pihak dan hubungan antara Perusahaan Induk dengan Perusahaan Anaknya dipihak yang lain, didalam rangka penyusunan neraca konsolidasi.

(15)

Laporan Keuangan Konsolidasi

(16)

Masalah – masalah umum yang dihadapi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi

01 Periode dimana laporan atau neraca konsolidasi tersebut disusun

02 Jumlah saham yang dimiliki oleh perusahaan induk

dan harga perolehan (pengorbanan) yang telah

dikeluarkan untuk memperoleh saham tersebut

(17)

Pemilihan saham dari suatu perusahaan yang sudah berjalan

Timbulnya hubungan antara perusahaan induk dengan perusahaan anak setelah perusahaan anak berdiri dan beroperasi. Dalam Hal Pemilikan saham kurang dari 100% modal saham yang beredar, maka eliminasi terhadap saldo rekening investasi saham dilakukan tidak dari seluruh modal saham (hak-hak pemegang saham), Melainkan sesuai dengan persentase pemiliknya. Sedangkan Jumlah selebihnya tetap dilaporkan dalam neraca Konsolidasi sebagai hak para pemegang saham minoritas.

Masalah lain yang mungkin timbul di sini ialah bahwa Pemilikan saham saham

tersebut bisa terjadi kurang, lebih atau versi sama dengan nilai buku saham saham

yang bersangkutan. Untuk Itu penyusunan neraca konsolidasi harus dilakukan

analisis secara teliti. Oleh Karena hal ini menyangkut masalah perlakuan dan

penyajian dari perbedaan jumlah tersebut di dalam neraca konsolidasi.

(18)

Pemilikan terhadap saham – saham perusahaan anak dengan harga diatas nilai bukunya :

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pemilikan terhadap saham-saham perusahaan lain dilakukan/terjadi tidak sama dengan nilai bukunya, yang secara umum dapat digolongkan ke dalam 3 faktor sebagai berikut :

1. Kesalahan dalam melaporkan kekayaan bersih perusahaan anak pada saat pemilikan saham terjadi.Kekayaan bersih dilaporkan terlalu besar atau terlalu kecil dari jumlah yang semestinya.

2. Adanya motivasi tertentu dalam rangka

penggabungan perusahaan.

3. Kombinasi dari kedua faktor yang tersebut di atas.

(19)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak

diselenggarakan dalam Renminbi (RMB), untuk tujuan penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi, aset dan kewajiban anak perusahaan pada tanggal Neraca dijabarkan

diselenggarakan dalam mata uang Renminbi (RMB), untuk tujuan penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi, aset dan kewajiban Anak Perusahaan pada tanggal Neraca

Aset keuangan dan kewajiban keuangan dilakukan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca konsolidasi jika, dan hanya jika Bank dan Anak Perusahaan memiliki hak

Kertas kerja yang menghasilkan laporan laba rugi, laba ditahan, dan neraca konsolidasi dibentuk dengan menyajikan kolom laporan keuangan induk, kolom laporan

Laporan keuangan konsolidasi mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan anak perusahaan. Pengendalian ada apabila Perusahaan mempunyai

4 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi, antara lain menyatakan Semua perusahaan induk Keuangan Konsolidasi, antara lain menyatakan Semua perusahaan induk (kecuali ada

diselenggarakan dalam Renminbi (RMB), untuk tujuan penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi, aset dan kewajiban anak perusahaan pada tanggal Neraca dijabarkan