• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA UNIVERSTAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER DESEMBER 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA UNIVERSTAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER DESEMBER 2022"

Copied!
167
0
0

Teks penuh

(1)

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.)

Oleh:

MEGAWATI NIM: 203206030007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA UNIVERSTAS ISLAM NEGERI

KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER DESEMBER 2022

i

(2)

ii

Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember” yang ditulis oleh Megawati ini, telah disetujui untuk diuji dan dipertahankan dihadapan dewan penguji tesis.

Jember, 25 Oktober 2022 Pembimbing I,

Dr. H. Mustajab, S.Ag, M.Pd.I NIP: 197409052007101001

Pembimbing II

Dr. H. Mas‟ud, S.Ag., M.Pd.I NIP: 197212192008011007

(3)

iii

dan SMP Islam Al-Hidayah Jember” yang ditulis oleh Megawati, telah dipertahankan didepan dewan penguji Tesis Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember pada hari Selasa 13 Desember 2022 dan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.)

DEWAN PENGUJI

1. Ketua Sidang : Dr. Hj. St. Rodliyah, M.Pd __________________

NIP: 196809111999032001 2. Anggota:

a. Penguji Utama : Prof. Dr. H. Abd. Muis, M.M __________________

NIP: 195504051986031003

b. Penguji I : Dr. H. Mustajab, S.Ag., M.Pd.I __________________

NIP: 197409052007101001

c. Penguji II : Dr. H. Mas’ud, S.Ag., M.Pd.I __________________

NIP: 197212192008011007

Jember, 13 Desember 2022.

Mengesahkan

Pascasarjana UIN KHAS Jember Direktur

Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag.

NIP. 197803172009121007

(4)

iv

Ahmad Siddiq Negeri Jember. Pembimbing I Dr. H. Mustajab, S.Ag, M.Pd.I Pembimbing II Dr. H. Mas‟ud, S.Ag, M.Pd.I

Kata Kunci : Pembiasaan Shalat Berjamaah, Pembentukan Karakter.

Pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang serta dilaksanakan secara sistematis dan sistemik untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku yang baik yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan bangsa.

Pemerintah sebenarnya telah mengidentifikasi 18 nilai yang bersumber dari agama, budaya dan falsafah bangsa, diantaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.

Fokus dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember (2) Bagaimana pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember (3) Bagaimana pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter tanggung jawab peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter religius, disiplin, tanggung jawab peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.

Penelitian ini dilakukan lebih dari satu situs. Subjek penelitian ini menggunakan purposive.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan model interaktif Miles, Huberman dan Saldana yang mencakup tiga proses yakni kondendasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tahap yang terakhir keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik.

Temuan penelitian di SMPN 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember yaitu : (1) Pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah dalam pembentukan karakter religius di SMP Negeri 9 Jember yaitu pelaksanaannya terjadwal dengan baik, melaksanakan ibadah tanpa ada paksaan dan semakin taat menjalankan ibadah. Di SMP Islam lebih hormat kepada guru, mengikuti peraturan sekolah dan melaksanakan shalat tanpa paksaan. (2) Pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah dalam pembentukan karakter disiplin di SMP Negeri 9 Jember adanya kerja sama seluruh guru, peserta didik mampu melaksanakan kegiatan dengan disiplin, patuh terhadap praturan serta mengikuti pembiasaan secara rutin sesuai dengan jadwal. Di SMP Islam diwujudkan peserta didik terbiasa disiplin, baik disiplin waktu, aturan, sikap dan disiplin menjalankan pembiasaan shalat berjamaah. (3) Pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah dalam pembentukan karakter tanggung jawab di SMP Negeri 9 Jember dengan memandu baca yasin setiap hari jum‟at sebelum pembelajaran dimulai, serta mengerjakan tugasnya sabagai peserta didik. Di SMP Islam dengan menjadi muadzim, menjadi imam shalat berjamaah, serta melaksanakan tugansya sebagai peserta didik.

(5)

v

education study program at Kiai H. Ahmad Siddiq University Jember. Advisor I: Dr.

H. Mustajab, S.Ag, M.Pd.I Advisor II: Dr. H. Mas‟ud, S.Ag, M.Pd.I Keywords: Habituation of congregational prayers, character building.

Character education is efforts that are designed and implemented systematically and systemically to help students understand the values of good behavior related to God, oneself, fellow human beings, the environment and the nation. The government has actually identified 18 values originating from religion, culture and the nation's philosophy, including: religious, honest, tolerant, disciplined, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, national spirit, love for the motherland, respect for achievement, friendship and communicative, peace-loving, fond of reading, environmental care, social care, responsibility

The focus of this research are: (1) How to get used to praying dhuha and midday prayers in congregation and their contribution to the formation of the religious character of students at Public Junior High School 9 Jember and Islamic Junior High School Jember(2) How to get used to praying dhuha and midday prayers in congregation and their contribution to forming disciplinary character of students at Public Junior High School 9 Jember and Islamic Junior High School Jember (3) How is the habit of praying dhuha and midday prayers in congregation and their contribution to building the character of the responsibilities of students at Public Junior High School 9 Jember and Islamic Junior High School Jember. The purpose of this research is to describe the habit of praying dhuha and midday prayers in congregation and their contribution to the formation of religious character, discipline, and responsibility of students at SMP Negeri 9 Jember and SMP Islam Al-Hidayah Jember.

This study uses a qualitative approach with a case study type of research. This research was conducted at more than one site. The subject of this research uses purposive. Data collection techniques using non-participant observation, semi-structured interviews and documentation.

Data analysis used descriptive qualitative with the interactive model Miles, Huberman and Saldana which includes three processes namely data conditioning, data presentation and drawing conclusions. The final stage of data validity uses source and technique triangulation.

The research findings at SMPN 9 Jember and SMP Islam Al-Hidayah Jember are: (1) The habit of praying dhuha and midday prayers in congregation in the formation of religious character at SMP Negeri 9 Jember, namely the implementation is well scheduled, carrying out worship without any coercion and being more obedient in carrying out worship. In Islamic Middle Schools, there is more respect for teachers, following school rules and praying without coercion. (2) The habit of praying dhuha and midday prayers in congregation in the formation of disciplinary character at SMP Negeri 9 Jember with the cooperation of all teachers, students are able to carry out activities in a disciplined manner, comply with regulations and follow regular habits according to schedule. In Islamic Middle Schools, it is realized that students are accustomed to discipline, both time discipline, rules, attitudes and discipline in carrying out the habit of praying in congregation. (3) The habit of praying dhuha and midday prayers in congregation in building the character of responsibility at SMP Negeri 9 Jember by guiding yasin reading every Friday before learning begins, and doing their duties as students. In Islamic Middle Schools by becoming a muadzim, becoming an imam for congregational prayers, and carrying out his duties as a student.

(6)

vi

ةيملاسلإا ةطسوتلدا ةيادلذا

دحمأ جالحا يىايك ةعمابج ايلعلا تاساردلا .ةيملاسلإا ةينيدلا ةيبترلا تاسارد مسق .يرتسجالدا ةلاسر .برجم

فرشلدا .برجم ةيموكلحا ةيملاسلإا قيدص 1

فرشلدا .يرتسجالدا باجتسم جالحا روتكدلا : 2

.يرتسجالدا دوعسم جالحا روتكدلا .

صلا ةسرامد ىلع ديوعتلا :ةيسيئرلا تاملكلا .ةيصخشلا نيوكت ،ةعاجم تاول

وتئيبو هيرغو وسفنو وبرب ةقلعتلدا ةيمركلا قلاخلأا نم ميقلا مهف ىلع ةبلطلا دعاست ةمظنم ةططمخ ةلوامح ةيصخشلا ةيبرت نإ قدصلاو ةنايدلا :كلذ نمو ،بعشلا ةفسلفو ةفاقثلاو نيدلا نم ردصت ةميق ةرشع نياثم فينصتب ةموكلحا تماق دقو .وبعشو

ستلاو تازامذلإا ريدقتو نطولا بحو ةينطولا ةملذاو ةفرعلدا في ةبغرلاو ةيطارقويمدلاو لقتسلداو عادبلإاو دلجاب لمعلاو طابضنلااو حما

.ةيلوؤسلداب لمحتلاو ةيعامتجلااو ةئيبلاب مامتىلااو ةءارقلا ىلع ةبظاولداو حلصلا في بلحاو ةبحاصلداو : ىلع ثحبلا ةلئسأ لمتشت 1

ديوعتلا فيك ) ةيصخش نيوكت في اىدوهجو ةعاجم رهظلا ةلاصو ىحضلا ةلاص ةسرامد ىلع

ا ةسردم في ةينيدلا ةبلطلا ةيملاسلإا ةطسوتلدا ةيادلذ

.برجم 2 اىدوهجو ةعاجم رهظلا ةلاصو ىحضلا ةلاص ةسرامد ىلع ديوعتلا فيك )

ا ةسردم في ةيطابضنلاا ةبلطلا ةيصخش نيوكت في ةيملاسلإا ةطسوتلدا ةيادلذ

برجم . 3 ةلاصو ىحضلا ةلاص ةسرامد ىلع ديوعتلا فيك )

ةسردم في ةيلوؤسلداب لمحتلل ةبلطلا ةيصخش نيوكت في اىدوهجو ةعاجم رهظلا ةيملاسلإا ةطسوتلدا ةيادلذا

اذى فادىأ امأو .برجم

ا ةبلطلا ةيصخش نيوكت في اىدوهجو ةعاجم رهظلا ةلاصو ىحضلا ةلاص ةسرامد ىلع ديوعتلا فصو وهف ثحبلا ةيطابضنلاا و ةينيدل

ا ةسردم في ةيلوؤسلداب لمحتلاو ةيملاسلإا ةطسوتلدا ةيادلذ

.برجم

عجم ةقيرط مادختسا متيو .ةفدالذا ةنيعلاب ثحبلا اذى ثحبمو .ةلالحا ةسارد وعونو يفيكلا لخدلداب ثحبلا اذى مادختسا متي و .قئاثولاو ةمظنلدا وبش ةلباقلداو ةكراشلدا ةظحلالداب تانايبلا جذونم ساسأ ىلع يفيكلا يفصولاب اهمادختسا متيف تانايبلا ليلتح امأ

متي تيلا تانايبلا ةحص ةيرخلأا ةوطلخاف .اهجاتنتساو اهضرعو تانايبلا ضيفتخ نم ةيادب تاوطخ ثلاث ىلع لمتشي ثيح .ةينقتلاو رداصلدا ثيلثتب اهمادختسا :يى برجم ةيملاسلإا ةطسوتلدا ةيادلذا ةسردم في ثحبلا اذى جئاتنو 1

رهظلا ةلاصو ىحضلا ةلاص ةسرامد ىلع ديوعتلا نأ )

متي ةينيدلا ةبلطلا ةيصخش نيوكت في اىدوهجو ةعاجم ب

ةدابعلا ءادأب مايقلا في رابجإو فيلكت يأ اهيف سيلو اىءادأ لودج بيتتر

لاطلا ناكو .اىءادأ ىلع ةعاطلاو فيلكت يأ يرغ ةبوتكلدا تاولصلا ءادأب مايقلاو ةسردلدا ماظن ىلع ينعيطلداو مهسردلد ينمترمح ب

.رابجإو 2 نوك اهيف ةيطابضنلاا ةبلطلا ةيصخش نيوكت في اىدوهجو ةعاجم رهظلا ةلاصو ىحضلا ةلاص ةسرامد ىلع ديوعتلا نأ )

ذيفنت ىلع ةبلطلا ةعاطتساو ضعب نع مهضعب نواعتي ينسردلدا في مهتكراشم لىإ ةفاضلإاب ماظن ومر ةعاطلاو طبضنم وجوب ةطشنلأا

ءادأ ىلع اطابضناوأ اكولس اماظنو اتقو ينطبضنم ةسردلدا هذى في اوناك بلاطلاو .ينعلدا لودلجا بسح اىءادأ ىلع ةلصاوتلدا ةسراملدا .ةعاجم تاولصلا 3

وهجو ةعاجم رهظلا ةلاصو ىحضلا ةلاص ةسرامد ىلع ديوعتلا نأ) و ةينيدلا ةبلطلا ةيصخش نيوكت في اىد

لبق ةعملجا موي لك سي ةءارقب مهتقفارم في متي برجم يلمذام ةيملاسلإا ةطسوتلدا ةيادلذا ةسردم في ةيلوؤسلداب لمحتلاو ةيطابضنلاا

بلطلاك متهابجاو ذيفنتو ةعاجم ةلاصلل امامإو انذؤم منهوكك اهيف متهابجاوب مايقلاو ميلعتلا ةيلمع ءارجإ

.مهسفنأ ة

(7)

vii

Allah Subhanahuwata'ala, sehingga tesis dengan judul "Pembiasaan Shalat Dhuha dan Dzuhur Berjamaah Serta Kontribusinya Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Jember dan Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Al-Hidayah Jember" dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu'alaihi Wasallam yang kita harapkan syafaatnya kelak.

Banyak pihak yang turut berpartisipasi membantu dalam penyelesaian tesis ini, untuk itu penulis sampaikan terimakasih serta penghargaan sebesar-besarnya.

Jazakumullah Khoiron Jaza' khususnya kepada:

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M. selaku rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, yang telah memberikan izin dan bimbingan yang bermanfaat.

2. Prof. Dr. Moh. Dahlan,M.Ag. selaku direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, yang telah memberikan banyak ilmu bimbingan.

3. Dr. Hj. St. Rodliyah, M.Pd. selaku Ketua Prgram Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah banyak meberikan saran dan arahan dalam penulisan tesis ini.

4. Prof. Dr. H. Abd. Muis, M.M selaku penguji utama dalam tesis ini yang telah banyak memberikan masukan kepada penulis sehingga penulisan tesis ini jauh lebih baik dari sebelumnya

(8)

viii

6. Dr. H. Mas‟ud, S.Ag., M.Pd.I selaku dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan motivasi serta ilmu dalam penulisan tesis ini 7. Kedua orang tua saya yang senantiasa memberi nasehat dan doa tiada henti untuk

menyelesaikan tugas akhir

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Tesis ini tentu memiliki banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan sumbangsih pemikiran, kritik serta saran konstruktif demi kesempurnaan Tesis ini. Semoga Tesis ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca sekalian. Aamiin ya Rabhal Alamin.

Jember. 13 Desember 2022 Penulis

Megawati

NIM: 203206030007

(9)

ix

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

ABSTRAK ... iv

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

DAFTAR TRANSLITERASI ... xiv

BAB I PEDAHULUAN ... 1

A. Konteks Penelitian ... 1

B. Fokus Penelitian ... 10

C. Tujuan Penelitian ... 10

D. Manfaat Penelitian ... 11

E. Definisi Istilah ... 12

F. Sistematika Penulisan ... 14

BAB II KAJIAN PUSTRAKA ... 16

A. Penelitian Terdahulu ... 16

B. Kajian Teori ... 33

1. Pembiasaan Shalat Dhuha dan Shalat Dzuhur Berjamaah ... 33

2. Pembentukan Pendidikan Karakter ... 46

C. Kerangka Konseptuan ... 65

(10)

x

C. Kehadiran Peneliti... 68

D. Subyek Penelitian ... 68

E. Sumber Data ... 68

F. Teknik Pengumpulan Data ... 69

G. Analisis Data ... 71

H. Keabsahan Data ... 73

I. Tahap-tahap Penelitian ... 73

BAB IV PAPARAN DATA DAN ANALISIS ... 75

A. Paparan Data dan Analisis ... 75

B. Temuan Penelitian ... 110

BAB V PEMBAHASAN TEMUAN ... 113

A. Pembentukan Karakter Religius ... 113

B. Pembentukan Karakter Disiplin ... 119

C. Pembentukan Karakter Tanggung Jawab ... 123

BAB VI PENUTUP ... 128

A. Kesimpulan ... 128

B. Saran ... 130

DAFTAR RUJUKAN ... 132 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(11)

xi

1. Tabel 2.1 Orisinilitas Penelitian ... 27

2. Tabel 2.2 18 nilai-nilai Pendidikan Karakter Dalam Kemendiknas ... 54

3. Tabel 2.3 Kerangka Konseptual ... 65

4. Tabel 4.1 Temuan Penelitian ... 110

(12)

xii

2. Gambar 4.1 Jadwal Pelaksanaan Shalat Berjamaah ... 78

3. Gambar 4.2 Pelaksanaan Shalat Berjamaah ... 82

4. Gambar 4.3 Pelaksanaan Shalat Berjamaah ... 86

5. Gambar 4.4 Pembiasaan Pagi Hari ... 91

6. Gambar 4.5 Jadwal Muadzim dan Imam ... 95

7. Gambar 4.6 Membaca Yasin Bersama ... 100

8. Gambar 4.7 Melaksanakan Piket ... 103

9. Gambar 4.8 Membaca Al-Qur‟an Bersama ... 106

10. Gambar 4.9 Membaca Yasin Bersama ... 109

(13)

xiii 2. Pedoman Pengumpulan Data

3. Surat Ijin Penelitian 4. Jurnal Penelitian 5. Surat Selesai Penelitian

6. Jadwal Imam Sholat Berjemaah 7. Jadwal Sholat Berjemaah 8. Daftar Muadzin Dan Imam

9. Surat Keterangan Bebas Tanggugan Plagiasi 10. Riwayat Penulis

(14)

xiv

1 ا „ Koma di atas ط ṭ te dg titik di bawah

2 ب B Be ظ Z Zed

3 ث T Th ع ` koma di atas terbalik

4 ث Th te ha غ Gh ge ha

5 ج J Je ف F Ef

6 ح ḥ ha dg titik di

bawah

ق Q Qi

7 خ kh ka ha ك K Ka

8 د D De ل l El

9 ذ dh de ha م m Em

10 ر R Er ن N En

11 س Z Zed و w We

12 س S Es ه h Ha

13 ش Sh es ha ء „ koma di atas

14 ص ṣ es dg titik di

bawah

ي y es dg titik di bawah

15 ض ḍ de dg titik di

bawah

- - de dg titik di bawah

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian

Secara filosofis pancasila menyebutkan manusia yang ideal adalah manusia yang menghargai nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial.1 Oleh karena itu, untuk mencapai manusia yang ideal diperlukan sebuah pendidikan yang dapat menghantarkan para peserta didik menjadi manusia yang ideal, mengingat di Indonesia saat ini sedang terjadi krisis moral, maka sangat perlu melakukan usaha perbaikan moral pada generasi penerus bangsa, dengan menerapkan pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.

Jika ditelaah dari sudut pandang sosiologis, manusia Indonesia hidup dalam masyarakat heterogen, manusia yang berada ditengah-tengah masyarakat dengan suku, etnis, agama, status sosial dan ekonomi yang berbeda-beda.2 Dengan kondisi demikian maka sangat penting untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan toleransi diantara berbagai perbedaan masing-masing golongan, sehingga akan tercipta masyarakat yang makmur dan rukun. Dari hal tersebut tampak bagaimana pentingnya menerapkan pendidikan karakter pada anak sejak dini, sehingga mereka mampu menjadi penerus bangsa.

Pendidikan karakter menjadi isu yang terus eksis dalam dunia pendidikan, melihat berbagai fenomena yang terjadi di kalangan pelajar yang

1 Sukatin, Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Pendidikan Islam, (Jambi : IAIN Batanghari), 103.

2 Sukatin, Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Pendidikan Islam, 104

(16)

semakin hari meningkat dan beragam. Seperti penggunaan obat-obatan terlarang, seks diluar nikah, kekerasan, pelangggaran HAM, menjadi bukti bahwa telah terjadi krisis jati diri dan karakteristik pada bangsa Indonesia.3 Di tahun 2020 Polda Jawa Timur termasuk kategori terbesar ke-lima menganai kejahatan dari sisi jumlah kejadian (crime total) mencapai angka 17.642.4

Character education is undoubtedly the essence and soul of education.

However, most of the modern schools, nowadays, focus mainly on the teaching of the abstract knowledge and the practical skills, entirely marginalizing or even completely ignoring the significance and meaning of the character education "Character education is based on the idea that there are traits of character children ought to know, that they learn these by example, and that once they know them, they need to practice them until theybecome second nature".5

Pendidikan karakter merupakan esensi dan jiwa dari pendidikan.

Namun, sebagian besar sekolah modern saat ini hanya fokus pada pengajaran pengetahuan dan keterampilan, sepenuhya pendidikan karakter dipinggirkan atau bahkan sepenuhnya memgabaikan arti pendidikan karakter. Pendidikan karakter didasarkan pada pada gagasan yang berupa sifat yang harus diketahui peserta didik yang mereka pelajari dengan contoh dan begitu mereka mengenalnya, mereka perlu berlatih sampai mereka menjadi kodrat kedua.

3 Nur Ainiyah, Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam, Jurnal Al-Ulum

Vol. 13 No. 1, Juni (2013), 26.

4 Badan Pusat Statistik, Statistik kriminal 2021, 11.

5 Kuangfei Xie, “Character Education: From The Perspective Of Confucian Ethics”, Educstion Journsl, 2016 : 5 (1): 1-6.

(17)

Character education is not merely to teach what is right and what is wrong to the child, but more than that character education inculcate the habit (habituation) of the good that students understand, able to feel and want to do good. Character education is a mission similar to moral education or moral education.6

Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan apa yang benar dan apa yang salah pada peserta didik, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter juga menanamkan kebiasaan (pembiasaan) yang baik yang dipahami peserta didik, mampu merasakan, dan ingin barbuat baik.

Pendidikan menjadi sebuah kebutuhan bagi masing-masing individu dalam membangun kualitas, potensi dan bakat yang dimilikinya, sebagaimana fungsi pendidikan yang telah tercantum dalam Permendikbud Nomor 20 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter, pada pasal 2 dijelaskan penguatan pendidikan karakter dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tau, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan bertanggung jawab.7 Karakter yang baik tidak terbentuk secara otomatis melainkan berkembang seiring waktu melalui proses mengajar yang

6 Syamsu A. Kamaruddin, “Character Education And Students Social Behavior”, Journal

Of Education And Learning. Vol. 6 (4) pp. 223-230.

7 Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018, Tentang Penguatan pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal, Pasal 2

(18)

berkelanjutan, memberikan contoh, belajar, dan berlatih (yaitu, pendidikan karakter).8

Dalam Peraturan Presiden Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).9

Pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan bangsa.10 Tahap perkembangan selanjutnya peserta didik akan mampu membedakan baik buruk, benar salah, sehingga peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu akan berpengaruh pada mudah tidaknya peserta didik diterima oleh masyarakat sekitarnya dalam hal bersosialisasi.11

Sebagaimana dalam Al-Qur‟an di jelaskan yang menjadi dasar pendidikan ahklak adalah (Surah Al Luqman ayat 17-18).

8 Sokip, dkk., “Character Building in Islamic Society: A Case Study of Muslim Families in

Tulungagung, East Java, Indonesia”, Journal of Social Studies Education Research 10 (9), 2019.

9 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

10 Jamal Ma‟mur Asmani, Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah, (Jogyakarta : DIVA Press, 2011), 35.

11 Sri Harini dan Aba Firdaus al-Hallwani, Mendidik Anak Sejak Dini, (Yogyakarta : Kreasi

Wacana, 2003), 87.

(19)







































































Artinya: “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (Q.S. Luqman ayat 17-18).12 Juga sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur‟an (Surah Al Ankabut ayat 45).













Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar”.

Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa Al-Qur‟an adalah sumber pertama dan utama yang menjadi rujukan bagi umat Islam dalam konteks pendidikan karakter, dan shalat itu mengandung hikmah, yaitu dapat menjadi pencegah diri dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar. Dalam hal ini, Yatimin Abdullah menegaskan bahwa sumber ajaran karakter atau akhlak adalam perspektif Islam adalah Al-Qur‟an dan Hadist.13

Maka dapat dipahami bahwa ajaran Islam serta pendidikan akhlak mulia yang harus diteladani agar menjadi manusia yang hidup sesuai dengan

12 Departemen Agama Republik Indonesia, Al Qur’an dan Terjemah, Surah Luqman, ayat

:17-18 (Garut: CV Penerbit Jumanatul Ali-Art, 2017), 412.

13 Anggi Fitri, Pendidikan Karakter Perspektif Al-Qur’an Hadist, Ta’lim : Jurnal Studi Pendidikan Islam, Vol. I No. 2 Juli 2018.

(20)

tuntutan syari‟at, yang bertujuan untuk kemaslahatan serta kebahagiaan manusia. Sesungguhnya Rasulallah SAW adalah contoh serta teladan bagi manusia yang mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai akhlak yang sangat mulia kepada umatnya. Sebaik-baik manusia adalah yang paling mulia akhlaknya dan manusia yang paling sempurna adalah yang memiliki akhlak al-karimah.

Pada dasarnya pendidikan memiliki tujuan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Agar manusia memiliki akhlak yang mulia, manusia perlu diasah perasaan (hati), pikiran (akal), dan raganya secara terpadu. Dalam hal ini guru Pendidikan Agama Islam menjadi seseorang yang memiliki tugas mengasuh, memberikan pendidikan yang bermuara pada penyempurnaan akhlak. Menurut Sudrajat bahwa, “Sekolah di tuntut untuk memainkan tanggung jawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik dan membantu peserta didik dalam pembentukan karakter diri mereka”.

Selanjutnya pendidikan karakter memang seharusnya diarahkan untuk memberikan pembelajaran dan pembiasaan pada nilai-nilai baik seperti rasa hormat, tanggung jawab, peduli, dan jujur, serta membantu peserta didik memahami nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.14

Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa mengembangkan karakter dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Di antaranya, hasil penelitian di Harvard University, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan

14 Ajat sudrajat, Mengapa Pendidikan Karakter?, jurnal pendidikan karakter, tahun i, nomor 1, oktober (2011), 48.

(21)

dan kemampuan teknis (hard skill), tetapi oleh kemampuan mengolah diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan bahwa kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill, dan sisanya (80%) oleh soft skill Bahkan, orang-orang tersukses didunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung oleh kemampuan soft skill dari pada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter siswa sangat penting untuk ditingkatkan.15

Kondisi saat ini dengan banyaknya kasus sosial yang mengarah pada krisis moral yang menghawatirkan. Salah satu contoh misalya makin meningkatnya kenakalan-kenakalan di kalangan remaja, tauran antar pelajar, pemerasan, kekerasan (bullying), penggunaan narkoba dan lain sebagainya.16 Sebagaimana yang kita saksikan bersama, bahwa indonesia sedang menghadapi persoalan yang amat rumit berupa gejala merosotnya karakter, akhlak dan moralitas dalam praktik beragama, berbangsa dan bernegara.

Dalam rangka membentuk karakter peserta didik maka perlu adanya optimalisasi pendidikan seperti membentuk karakter melalui pembiasaan kegiatan keagamaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah yang bisa membawa peserta didik kearah yang positif. Melihat banyaknya peristiwa yang terjadi di kalangan remaja khususnya, SMPN 9 Jember dan SMPI Al-Hidayah adalah salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Jember mengadakan

15 Badrus Zaman, Pembinaan Karakter Siswa Melalui Pelaksanaan Shalat Sunnah Dhuha

di Sekolah Dasar Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, 3.

16 Muchlas Samasi & Drs. Hariyanto, M.S, Konsep dan Model Pendidikan Karakter, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012), 2.

(22)

kegiatan atau program pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah dalam membentuk karakter peserta didik.

Membahas tentang pendidikan karakter, di mana di SMP Negeri 9 Jember ini merupakan lembaga umum yang memiliki kegiatan-kegiatan keagamaan yang sangat menarik seperti pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah, ini merupakan salah satu usaha untuk membentuk karakter peserta didik, ada beberapa peserta didik yang masih belum bisa menerapkan nilai- nilai yang lebih baik, seperti contohnya siswa belum semua bisa menerapkan sikap hormat terhadap guru serta belum mampu untuk menegakkan shalat secara berjemaah tepat waktu. Pelaksanaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah sudah berjalan sejak lama. Untuk shalat dhuha dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai, pelaksanaan shalat disini secara bergantian disesuaikan dengan jadwal yang sudah ditetapkan, untuk pelaksanaan shalat dzuhur disini dilaksanakan secara bergantian sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Tujuan dari diadakan program yaitu, pastinya mendekatkan kita kepada yang maha kuasa, untuk membentuk karakter siswa, pembiasaan kegiatan keagamaan dilakukan melihat kondisi anak jaman sekarang masih belum bisa menerapkan perilaku yang baik. 17

Selajutnya hasil wawancara di SMP Islam Al-Hidayah Jember dengan salah satu guru PAI yaitu pak Riski, beliau menyatakan: bahwa di SMP Islam Al-Hidayah mengadakan program shalat berjamaah, sepeti shalat dhuha dan dzuhur, ini merupakan salah satu program untuk membentuk karakter peserta

17 Peneliti, Observasi Pra Penelitian, SMPN 9 Jember.

(23)

didik di SMP Islam Al-Hidayah Jember agar memiliki akhlak yang baik, sopan terhadap guru dan yang pasti untuk mendekatkan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, namun kegiatan shalat dhuha di SMP Islam Al-Hidayah dilaksanakan setiap hari setelah jam istirahat pertama, dan Shalat dzuhur dilaksanakan setelah jam pelajaran kedua. Shalat dhuha dan dzuhur dilaksanakan secara bersamaan dengan seluruh siswa dan di dampingi oleh semua guru.18 Oleh karena itu, untuk mengatasi ketidak disiplinan peserta didik, semua guru menguntrol kedisiplinan peserta didik pada setiap kegiatan pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah. Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang berbunyi:

ُلُضْفَت ِتَعاَمَجلا ُةَلاَص ْهِم

تجَرَد َهْيِزْسِعَو ٍعْبَسِب ِّذَفْلا َةَلاَص

Artinya: “Shalat berjamaah itu lebih utama dari pada shalat sendiri dengan pahala dua puluh tujuh derajat”. ( HR. Bukhari Muslim No. 645)19 Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Hidayah Jember yang sudah mulai berinovasi untuk membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah, selain menjadi ciri khas dari sekolah ini, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melatih dan membentuk karakter religius, disiplin dan bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan yang ada di sekolah, kegiatan ini penting untuk dilakukan sebagai sebuah pembiasaan yang positif. Untuk itu maka sangat penting pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah di adakan dan di terapkan di lembaga pendidikan tersebut.

18 Riski, Wawancara, Jember, 7 Juni 2022.

19 Ibn Al Jawzi, Shahih Bukhari Ma’a Kasyfil Musykilil, vol. I (Gohar El-Qaed, 2008), 302.

(24)

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengangkat judul “Pembiasaan Shalat Dhuha dan Shalat Dzuhur Berjamaah serta Kontribusinya dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Jember dan Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Hidayah Mangli Jember”.

B. Fokus Penelitian

1. Bagaimana pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember?

2. Bagaimana pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember?

3. Bagaimana pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter tanggung jawab peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan penelitian ini yakni:

1. Mendeskripsikan serta menganalisis pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember.

2. Mendeskripsikan serta menganalisis pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember.

(25)

3. Mendeskripsikan serta menganalisis shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah serta kontribusinya dalam pembentukan karakter tanggung jawab peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan SMP Islam Al-Hidayah Jember.

D. Manfaat Penelitian

Dari penelitian yang telah peneliti lakukan maka peneliti berharap agar penelitian ini menjadi bermanfaat bagi segala pihak dalam perkembangan ilmu penegetahuan, manfaat tersebut ialah sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Peneliti berharap agar seacara teoritis penelitian ini dapat memberi kontribusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan lebih spesifik dalam dunia pembentukan karakter.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat secara praktis bagi beberapa pihak diantaranya:

a. Bagi peneliti, penelitian yang telak dilakukan diharapkan agar hasil penelitian bisa bermanfaat bagi peneliti, khususnya dalam kemampuan menulis karya ilmiah dan dapat menambah wawasan peneliti dalam pembentukan karakter.

b. Bagi lembaga, penelitian yang telah dilakukan diharapkan hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat bagi lembaga dalam memberika masukan dan acuan serta pertimbangan untuk menerapkan pembentukan karakter.

(26)

c. Bagi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq.

d. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi tambahan informasi, penambah wawasan, dan acuan dilingkungan masyarakat secara umum dalam pembetukan karakter dalam pembiasaan shalat dhuha da dzuhur berjamaah.

E. Defini Istilah

Dalam membatasi agar penelitian ini lebih terfokus dan tidak terjadi kesalahan penafsiran, maka peneliti memberikan penjelasan terkait istilah dalam penelitian yakni sebagai berikut:

1. Pembiasaan Shalat Dhuha dan Shalat Dzuhur Berjamaah

Pembiasaan merupakan sebuah proses berulang terhadap suatu bentuk pekerjaan untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu agar terbiasa dengan kata lain, melakukan suatu pekerjaan tanpa ada bentuk pemikiran terlebih dahulu. Shalat dhuha merupakan shalat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Shalat dzuhur adalah salah satu shalat dari shalat wajib lima waktu. Yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim yang sudah balig. Sedangkan shalat berjamaah merupakan shalat yang dikerjakan secara bersama-sama yang terdiri dari satu imam dan ma‟mum dilaksanakan di masjid atau mushollah dan dikerjakan di awal waktu shalat.

(27)

Dari pemaparan di atas yang dimaksud dengan pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah adalah sebuah proses tindakan dalam membentuk sikap dan perilaku dalam shalat berjamah yang dilakukan secara terus menerus atau berulang-ulang untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Pembentukan Karakter

Pembentukan karakter adalah sebuah proses yang dilakukan dalam pendidikan untuk membentuk nilai-nilai karakter pada diri peserta didik untuk membangun keperibadian tersebut, baik nilai karakter yang harus ada antara manusia dengan Tuhan-Nya, nilai karakter yang harus ada antara sesama manusia, lingkungan, maupun nilai karakter diri pribadi peserta didik. Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan dengan seseorang dengan yang lain. Karakter yang di maksudkan oleh peneliti adalah karakter religius, karakter disiplin dan karakter tanggung jawab.

Berdasarkan penjelasan definisi operasional di atas, maka maksud dari peneliti pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah dalam pembentukan karakter religius, disiplin dan tanggung jawab pasa peserta didik merupakan serangkain kegiatan sistematis yang di atur oleh pihak sekolah mengenai kewajiban dalam melaksanakan shalat berjamaah secara terus menerus.

(28)

F. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan berisi tentang deskripsi alur pembahasan tesis yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup.20 Maka dibuat pembahasan oleh peneliti sebagai berikut:

Bab pertama pendahuluan, bagian ini memuat komponen dasar penelitian yakni konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, defisini istilah serta sistematika pembahasan.

Bab kedua kajian kepustakaan, bagian ini berisi ringkasan kajian terdahulu yang memiliki kaitan atau relevansi dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, pada kajian kepustakaan juga memuat kajian teori.

Bab ketiga metode penelitian, bagian ini memuat pembahasan tentang metode yang akan digunakan meliputi: pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian subjek penelitian, teknik pengumpulan data, keabsahan data, serta tahapan dalam penelitian.

Bab keempat penyajian data dan analisis data, bagian ini memuat pembahasan tentang penguraian data dan hasil penelitian tentang permasalahan yang telah dirumuskan meliputi: gambaran objek penelitian penyajian data dan analisi.

Bab kelima pembasahan, bagian ini membahas temuan-temuan penelitian yang sudah dijelaskan pada bab empat yang bertujuan menjawab analisis data pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjalamah dalam membentuk karakter peserta didik, masalah penelitian menafsirkan temuan

20 Tim Penyusun IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, (jember: IAIN Jember Press, 2018), 48.

(29)

penelitian untuk kemudian diintegrasikan kedalam pengetahuan yang padu, memodifikasi teori yang ada, serta menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian.

Bab enam penutup, bagian ini memuat kesimpulan dari pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya serta berisi saran konstruksi bagi pihak yang bersangkutan dalam penelitian ini.

(30)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

1. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti akan mencantumkan hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan. Adapun beberapa penelitian terdahulu yang penurut peneliti memiliki relevansi dengan penelitian yang akan dilakukan antara lain yaitu :

a. Tesis tahun 2019 oleh Bagiono dengan judul ”Problem Implementasi Shalat Dzuhur Berjmaah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Karakter di MTSN 2 Pulang Pisau”. Hasil penelitian21:

Problem implementasi pembiasaan shalat dzuhur berjamaah di MTSN 2 Pulau Pisau adalah terletak pada ketertiban peserta didik, sarana kurang memadai, kedisiplinan siswa, kehusu‟an peserta didik dan guru yang tidak melaksanakan shalat dzuhur berjamah.

Penyelesaian problem implementasi pembiasaan shalat dzuhur berjamaah di Pulau Pisau dilakukan dengan cara memberikan bimbingan yang dilakukan oleh guru BP dan sangsi berupa denda maupun hukuman bagi yang mengulagi pelanggaran. Denda biasanya diberikan sebesar Rp 2000 dan hukuman berupa tugas membersihkan wc, menyapu selasar, membersihkan tempat wudhu‟, di jemur dan push‟up.

21 Bagiono, Problem Implementasi Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Karakter Di Mtsn 2 Pulang Pisau. (Tesis: IAINPalangka Raya 2019).

16

(31)

Adapun persamaan dan perbedaan dri penelitian yang dilakukan oleb bagiono dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama membahas tentang pembiasaan shalat berjamaah dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.

2) Yang membedakan pada penelitian ini memfokuskan pada shalat dzuhur saja, sedangkan penelitian peneliti memfokuskan pada shalat dzuhur dan shalat dhuha berjamaah dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian Bagiono di lakukan di satu lokasi, sedangkan Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yaitu di SMPN 9 Jember dan di SMPI Al-Hidayah Jember.

b. Tesis tahun 2017 oleh Muji Astuti, dengan judul “Pendekatan Pembiasaan Shalat Berjamah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan peserta didik (Studi Multi Kasus di MI Hidayatul Mubtadi‟in Wates dan MIN Pandansari Ngunut Tulungagung)”. Hasil penelitian22 :

Strategi pembiasaan shalat berjamaah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik melalui: pendekatan-pendekatan yaitu pendekatan individual dan kelompok, mengarahkan pada kemampuan dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik dengan disertai proses memasukkan nilai-nilai agama ke dalam diri masing-masing peserta didik agar membiasakan shalat berjamaah dapat terlaksana, mengingatkan para peserta didik untuk mengikuti

22Muji Astuti, “Pendekatan Pembiasaan Shalat Berjamaah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa (Studi Multi Kasus di MI Hidayatul Mubtadi’in Wates dan MIN Pandansari Ngunut Tulungagung) (Tesis Pasca Serjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung,2017).

(32)

shalat, terutama shalat dzuhur berjamaah yang memungkinkan untuk dilaksanakan di sekolah melalui pengadaan kartu shalat, adanya peraturan-peraturan tentang kedisiplin dan tata tertib sekolah dalam melaksanakan shalat berjamaah.

Adapun ersamaan dan perbedaan dri penelitian yang dilakukan oleb Muji Astuti dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama membahas tentang pembiasaan shalat berjamaah, menggunakan pendekatan kualitatif dan melakukan penelitian di dua lokasi.

2) Yang membedakan pada penelitian ini pembiasaan shalat berjamaah pada kedisiplinan peserta didik saja dan Muji Astuti dilakukan di MI Hidayatul Mubtadi‟in Wates dan MIN Pandansari Ngunut Tulungagung, sedangkan penelitian peneliti membahas pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah dalam pembentukan karakter peserta didik di SMPN 9 Jember dan SMPI Al-Hidayah Jember.

c. Tesis tahun 2020 oleh Nasiruddin, dengan judul “Pembentukan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Halaqah Film Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Talawe Kebupaten Sidenreng Rappang”.

Hasil penelitian23

Pelaksanaan halaqah film di pondok pesantren Nurul Azhar Talawe terdiri atas tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaa, pasca

23 Nasruddin, Pembentukan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Halaqah Film Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Talawe Kebupaten Sidenreng Rappang, (Tesis: IAIN Parepare.

2020).

(33)

pelaksanaan. Ketiga tahap ini masing-masing berkaitan dengan persiapan film yang layak setelah di seleksi oleh pembina pesantren, pelaksanaan pemutaran film yang di mulai dengan pemberian petunjuk dan penuntun dari pembina dan pemutaran film, dan terakhir adalah refleksi para santri setelah menonton film. Pelaksanaan halaqah film berdampak positif terhadap pembentukan karakter positif para santri seperti penanaman nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Nasruddin dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama mengkaji tentang pendidikan karakter peserta didik, dan sama-sama menggunakan penelitian kualitatif.

2) Yang membedakan dalam penelitian ini pembentukan karakter melalui kegiatan Ekstrakurikuler Halaqah Film Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Talawe Kebupaten Sidenreng Rappang.

Sedangkan peneliti membahas pembentukan karakter melalui pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah di SMP 9 Jember dan di SMPI Al-Hidayah Jember.

d. Tesis tahun 2012 oleh Indra, dengan judul “Internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam membentuk peserta didik berkarakter mulia di

(34)

SMA Negeri 15 Binaan Negeri antara Takengon Aceh Tengah”. Hasil penelitian24.

Temuan di lapangan ialah peserta didik belum mencerminkan karakter mulia, terbukti waktu itu banyak peserta didik yang malas melakukan shalat dhuha dan shalat dzuhur di sekolah, ugal-ugalan dalam berkendara, kurang disiplin, suka membantah guru dan orangtua di rumah, kurang peka terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Terlebih kurangnya rasa jujur dan kesadaran diri yang dimiliki peserta didik. Upaya internalisasi nilai-nilai agama Islam di sekolah diawali dengan kebijakan kepala sekolah yang tertuang dalam tata tertib dan program kegiatan sekolah yang harus diikuti peserta didik, memberikan pemahaman akan nilai baik dan buruk kepada peserta didik dengan pengajaran dan bimbingan.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Indra dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama membahas pendidikan karakter peserta didik sama- sama menggunakan penelitian kualitatif.

2) Yang membedakan dalam penelitian ini membahas pembentukan karakter mulia di SMA Negeri 15 Binaan Negeri antara Takengon Aceh Tengah, Sedangkan peneliti membahas mengenai pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah dalam

24 Indra, Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Dalam Membentuk Siswa Berkarakter Mulia Di SMA Negeri 15 Binaan Negeri Antara Takengon Aceh Tengah, ( Tesis: Program studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2012).

(35)

pembentukan karakter peserta didik di SMP 9 Jember dan di SMPI Al-Hidayah Jember

e. Tesis tahun 2010 oleh Abdur Rahim, dengan judul “Kegiatan Salat Dhuha Berjamaah Dalam Membentuk Karakter peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember”. Hasil penelitian25 :

Program kegiatan madrasah sangatlah mempunyai pengaruh besar pada pengalaman peserta didiknya. Melalui pembiasaan program yang baik akan menambah pembelajaran diluar pengetahuan teori yang didapat dikelas. Dikarenakan usia mereka merupakan usia peralihan atau usia percobaan yang sangat penting sekali diberi bekal berupa pendidikan karakter yang baik, dikarenakan tujuan dalam pendidikandi sekolah untuk menunjang pembentukan krakter dalam jenjang masa depan peserta didiknya.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Abdur Rohim dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama membahas pembentukan karakter melalui pembisaan shalat dhuha, dan sama-sama menggunakan penelitian kualitatif.

2) Yang membedakan dalam tesis ini membahas pembentukan karakter peserta didik di Madrasah, dan penelitian yang akan saya teliti membahas pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur dalam

25 Abdur Rohim, Kegiatan Saolat Dhuha Berjamaah Dalam Membentuk Karakter Siswa Di

Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, Vol 5 No 2 Tahun 2020.

(36)

pembentukan karakter peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan di SMPI Al-Hidayah Jember.

f. Tesis tahun 2020 oleh Moh.Holilurrohman, dengan judul

“Pembentukan Karakter Religius Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Keagamaan di SMPN 31 Surabaya”. Hasil Penelitian26

Bahwa strategi pembentukan karakter religius peserta didik di SMPN 31 Surabaya dapat diterapkan melalui beberapa cara baik pada saat kegiatan pembelajaran maupun diluar jam pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Adapun implementasi kegiatan ektrakurikuler keagamaan yang diadakan oleh SMPN 31 Surabaya adalah shalat dhuha berjama‟ah, doa bersama sebelum memulai pelajaran, shalat wajib berjama‟ah, istighotsah bersama, program baca tulis alQur‟an, kegiatan hari besar Islam, program Jum‟at berbagi.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Moh. Holilurrohman dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama membahas pempentukan karakter yang objek penelitiannya sama-sama di lembaga pendidikan formal.

2) Yang menjadi perbedaan penelitian ini fokus pada pembentukan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 31 Surabaya, sedangkan penelitian peneliti fokus pada pembentukan karakater

26 Moh. Holilurrohman,Pembentukan Karakter Religius Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Keagamaan Di SMPN 31 Surabaya, ( Tesis: UIN Sunan Ampel Surabaya, 2020).

(37)

melalui pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah di SMPN 9 Jember dan di SMPI Al-Hidayah Jember.

g. Tesis tahun 2022 oleh Mhd Syahrial, dengan judul “Pembiasaan Shalat Dhuha Dalam Pembentukan Karakter Relegius Siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Kelurahan Ulu Gedong Kota Jambi”. Hasil penelitian.27

Pembiasaan shalat dhuha dalam pembentukan karakter relegius siswa madrasah tsanawiyah nurul imanyaitu, membiasakan dengan melaksanakan shalat dhuha, pada masa pandemi ini pelaksanaan sholat dhuha di ganti sementara waktu dengan membaca ayat-ayat al-qur‟an di aula madrasah yaitu pada hari senin surah al- waaqiah, selasa surah al-mulk, rabu surah as-sajadah, kamis surah al- insaan, jum‟at surah yasin dan hari sabtu surah ar rahman.

Adapun persamaan dan perbedaan dari tesis yang dilakukan oleh Mhd Syahrial dengan tesis ini adalah:

1) Sama-sama membahas pembentukan karakter melalui pembisaan shalat dhuha, dan sama-sama menggunakan penelitian kualitatif.

2) Yang membedakan dalam penelitian ini pembentukan karakter religius peserta didik di Madrasah Tsanawiyah, dan penelitian peneliti pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur dalam pembentukan karakter religius, disiplin da tanggung jawab peserta didik di SMP Negeri 9 Jember dan di SMPI Al-Hidayah Jember.

27 Mhd Syahrial, Pembiasaan Shalat Dhuha Dalam Pembentukan Karakter Relegius Siswa

Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Kelurahan Ulu Gedong Kota Jambi, (Tesis: UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2022).

(38)

h. Jurnal tahun 2017 oleh Syaifullah, dengan judul “Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Kitab Kuning (Risalatul Muawanah) di SMA Ma'arif Sukorejo”. Hasil Penelitian28

Menunjukan bahwa adanya berbagai kegiatan yang ada dilembaga tersebut seperti pembelajaran kitab kuning, tadarus Al- Qur'an, Salat berjamaah, ceramah agama, musafaha(cium tangan) dengan dewan guru. Adalah sangat mendukung dengan pembentukan akhlak peserta didik. Berdasarkan observasi dan pengumpulan data diperoleh dengan adanya kegiatan tersebut banyak terjadi perubahan setelah kegiatan yang mengacu dalam membentuk karakter akhlak peserta didik di SMA Ma'arif semakin baik.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Syaifullah dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama membahas karakter dan sama-sama menggunakan metode kualitatif.

2) Yang membedakan dalam penelitian ini penanaman karakter melalui kitab kuning, dan penelitian peneliti membahas tentang pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamah dalam pembentukan karakter di SMP Negeri 9 Jember dan di SMPI Al-Hidayah Jember i. Jurnal tahun 2014 oleh Kamni, dengan judul “Implementasi

Kebijakan Sekolah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan

28 Syaifullah, Maftum: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, Vol 2, No 2 Tahun 2017.

(39)

Karakter Melalui ProgramPembiasaan Salat Zuhur Berjamaah”. Hasil penelitian.29

Bentuk implementasi program pembiasaan shalat dzuhur berjalan selama 30 menit setiap hari secara bersama-sama dan kontinyu. Faktor pendukung, adanya dukungan dari seluruh warga sekolah dan masyarakat dalam membina dan membimbing pelaksanaan secara intensif, sarana prasarana yang menunjang pelaksanaan program menjadi lebih maksimal, sedangkan faktor kendala, masyarakat dan orang tua yang kurang memberikan dukungan baik, sedangkan dari sekolah, kurangnya kedisiplinan.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Kamni dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama membahas tentang karakter melalui pembiasaan shalat berjamaah dan Sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif.

2) Yang membedakan dalam jurnal ini membahas tentang implementasi kebijakan sekolah dalam upaya pengembangkan pendidikan karakter melalui program pembiasaan salat dzuhur berjamaah. Sedangkan peneliti membahas tentang pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur secara berjamaah dalam pembentukan karakter peserta didik di SMPN 9 Jember dan SMPI Al-Hidayah Jember.

29 Kamni, Implementasi Kebijakan Sekolah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Program Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah, jurnal kebijakan dan pengembangan pendidikan vol 2, nomor 2, juli 2014.

(40)

j. Jurnal tahun 2015 oleh Binti Mauna, dengan judul “Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembentukan Kepribadian Holistik peserta didik di MTs N Jabung dan SMPN 1 Talun Blitar”. Hasil penelitian30

Pengelolaan pendidikan karakter dapat dibagi menjadi dua strategi, yaitu internal dan eksternal sekolah, strategi internal sekolah dapat ditempuh melalui empat pilar, yakni kegiatan belajar mengajar di kelas, kegiatan keseharian dalam bentuk school culture, kegiatan habituation, kegiatan ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler; dan strategi eksternal dapat ditempuh melalui kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Binti Maunah dengan penelitian ini adalah:

1) Sama-sama membahas pembentukan karakter, menggunakan penelitian kualitatif dan melakukan penelitian di dua lokasi.

2) Yang membedakan, penelitian ini membahas implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan kepribadian holistik peserta didik di MTs N Jabung dan SMPN 1 Talun Blitar, sedangkan penelitian yang akan dilakukan membahas tentang pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamah dalam pembentukan karakter peserta didik di SMPN 9 Jember dan SMPI Al-Hidayah Jember

30 Binti Maunah, Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa: jurnal pendidikan karakter (IAIN Tulungagung) Tahun V, Nomor 1, April 2015.

(41)

Tabel 2.1 Orisinilitas Penelitian No.

Nama Judul &

Tahun

Hasil Penelitian Perbedaan Persamaan 01 Tesis:

Bagiono“Problem Implementasi Pembiasaan Shalat Dzuhur Berjamaah Dalam Upaya

Pengembangan Pendidikan

Karakter di MTSN 2 Pulang Pisau. Tahun 2019

Shalat dzuhur berjamaah dilaksanakan setiap hari kecuali hari jum‟at.

terletak pada ketertiban peserta didik, sarana kurang memadai, kedisiplinan peserta didik, kehusu‟an peserta didik dan guru yang tidak melaksanakan shalat dzuhur berjamah.

Dilakukan dengan cara memberikan bimbingan yang dilakukan oleh guru BP dan sangsi berupa denda maupun hukuman bagi yang mengulagi pelanggaran.

Denda biasanya

diberikan sebesar Rp 2000 dan hukuman

berupa tugas

membersihkan wc, menyapu selasar, membersihkan tempat wudhu‟, di jemur dan push‟up.

- Tesis ini lebih fokus pada shalat dzuhur saja

- Sedangkan

penelitian yang penulis lakukan fokus pada shalat dzuhur dan shalat dhuha berjamaah.

- Penelitian Bagiono di lakukan di satu lokasi

- Sedangkan

penelitian penulis dilakukan di dua lokasi

- Membahas tentang pembiasaan shalat berjamaah - Menggunakan

pendekatan kualitatif.

(42)

02 Tesis:Muji Astuti,

“Pendekatan Pembiasaan Shalat Berjamah Dalam

Meningkatkan Kedisiplinan peserta didik (Studi Multi Kasus di MI Hidayatul

Mubtadi‟in Wates

dan MIN

Pandansari Ngunut

Tulungagung).

Tahun 2017

Dapat menumbuhkan sikap saling menyayangi sesama teman. Dampak pembiasaan shalat berjama‟ah dalam meningkatkan

kedisiplinan peserta

didik dapat

menumbuhkan sikap saling menyayangi sesama teman. Metode keteladanan digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik, sehingga siswa tidak usah disuruh, sudah melaksanakan shalat berjamaah.

pendekatan-pendekatan yaitu pendekatan individual dan kelompok

- Tesis ini fokus pada pembiasaan shalat berjamaah pada kedisiplinan peserta didik saja - Sedangkan yang

peneliti lakukan fokus pada pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah dalam pembentukan karakter religius, displin dan tanggung jawab

- Membahas pembiasaan shalat berjamaah dalam

pembentukan karakter - Menggunakan

pendekatan kualitatif - Melakukan

penelitian di dua lokasi.

03 Tesis: Nasruddin

“Pembentukan Karakter Melalui Kegiatan

Ekstrakurikuler Halaqah Film Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Talawe Kebupaten Sidenreng

Rappang”. Tahun 2020.

Pelaksanaan halaqah film berdampak positif terhadap pembentukan karakter positif para santri seperti penanaman nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas. Nilai-nilai ini mampu di pahami dan di hayati dengan baik oleh para santri yang pada akhirnya memberikan efek dalam

mempengaruhi pikiran, perasaan dan tindakan para santri. Kegiatan ini berdampak pula dalam penguatan kompetensi literasi para santri melalui kegiatan menyimak dan merefleksikan sebuah nerasi yang di bangun dari film.

- Tesis ini fokus pada

pembentukan karakter melalui kegiatan

Ekstrakurikuler Halaqah Film Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Talawe Kebupaten SidenrengRappang - Sedangkan yang peneliti lakukan fokus pada pembentukan karakter melalui pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah di SMP 9 Jember dan di SMPI Al- Hidayah Jember.

- Membahas pembentukan karakter - Menggunakan

penelitian kualitatif.

(43)

04 Tesis: Mhd Syahrial,

“Pembiasaan Shalat Dhuha Dalam

Pembentukan Karakter Relegius Siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Kelurahan Ulu Gedong Kota Jambi. Tahun 2022

Pembiasaan shalat dhuha dalam pembentukan karakter relegius siswa madrasah tsanawiyah nurul imanyaitu, membiasakan dengan melaksanakan shalat dhuha, siswa yaitu Mampu mengamalkan ibadah diantaranya adalah sholat sunnah maupun yang wajib, Mampu membaca al- Qur‟an ataupun juga

hafalan, Mampu

menghormati ketua orang tua, guru dan

lainnya, Mampu

menjalin silahturohmi, Mampu menjadikan dirinya sebagai penyabar.

- Tesis ini fokus pada pembentukan karakter religius peserta didik di Madrasah.

- Sedangkan

peneliti fokus pada pembentukan karakter religius, disiplin dan tanggung jawab peserta didik di SMPN 9 Jember dan di SMPI Al- Hidayah Jember.

- Membahas pembiasaan shalat dhuha pada

pembentukan karakter peserta didik.

- Menggunakan penelitian kualitatif.

05 Tesis: Indra

“Internalisasi nilai- nilai agama Islam dalam membentuk peserta didik berkarakter mulia di SMA Negeri 15 Binaan Negeri antara Takengon Aceh Tengah”.

Tahun 2012.

Memperdalam

penghayatan siswa akan nilai-nilai agama Islam melalui bimbingan dan keteladanan. Mendorong siswa untuk

mengaplikasikan nilai- nilai mulia di lingkungan sekolah dan di rumah sehingga menjadi karakter mulia pada pribadi peserta didik, menciptakan nuansa budaya religius sebagai wadah dalam

mendorong peserta didik selalu mengaplikasikan karakter mulia

dilingkungan sekolah dan dengan kegiatan- kegiatan keislaman yang mengandung nilai-nilai agama islam terkait

- Tesis ini fokus pada

membentukan karakter mulia di SMA Negeri 15 Binaan Negeri antara Takengon Aceh Tengah - Sedangkan peneliti

fokus pada

pembiasaan shalat dhuha dan shalat dzuhur berjamaah dalamn

pembentukan karakter peserta didik di SMP 9 Jember dan di SMPI Al-Hidayah Jember

- Membahas pembentukan karakter - Menggunakan

penelitian kualitatif.

Gambar

Tabel 2.1  Orisinilitas Penelitian  No.
Tabel 2.3  Kerangka Konseptual
Tabel 4.1  Temuan Penelitian  No  Fokus

Referensi

Dokumen terkait

Tinjauan Hukum Ekonomi Syari‟ah Pada Transaksi Digital Resource Game ( Studi Kasus Jual Beli Resource “Rise Of Kingdom” Oleh TM STORE Di Desa Rogojampi Kecamatan

Dalam sebuah pemberdayaan, tentunya akan menghadapi hambatan atau tantangan tersendiri. Untuk membentuk profesional dan komitmen bersama dalam hal kebaikan juga bukan merupakan

Kata Kunci: Peran Guru Akidah Akhlak, Karakter Peserta didik. Globalisasi menjadikan peserta didik semakn kehilangan moralnya yakni adanya kekerasan seksual, tawuran

Beliau juga kalau dalam hal pekerjaan tidak pernah menunda nunda pekerjaan, jadi para pegawai segan akan kedisiplinan beliau.”43 Dari strategi kepemimpinan yang dilakukan Kepala Kantor

Perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu menggunakan Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2014 di Kabupaten Jember yang lebih terfokus kepada penanganan gelandangan dan pengemis yang

Peran pendamping dalam pencapaian prestasi non akademik penyandang disabilitas di National Paralympic Committe of Indonesia Kabupaten Jember Orangtua dan pelatih sebagai pendamping

Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan internalisasi karakter cinta tanah air dalam organisasi Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama

Paling juga sama teman-teman kelas laki-laki itu yang masih bisa berinteraksi tapi juga pas di kampus aja dan kalo ada tugas atau gimana gitu, kalo gaada keperluan saya lebih baik engga