• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI HUKUM TATA NEGARA (SIYASAH) FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI HUKUM TATA NEGARA (SIYASAH) FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM ISLAM "

Copied!
98
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis dapat menarik beberapa permasalahan pokok dalam penelitian ini yaitu bagaimana “pemeliharaan kode etik penuntut umum dalam perkara pidana di Kota Parepare dalam Perspektif Siyasah Syar’iyah”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengetahui penerapan kode etik kejaksaan di lingkungan Kejaksaan Negeri Kota Parepare dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan (referensi) bagi para peneliti yang akan melakukan penelitian serupa atau berkaitan dengan penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan dan pengalaman penulis dan pembaca serta dapat digunakan sebagai bahan perkuliahan dan kebutuhan praktik lainnya.

Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat kota Parepara untuk mengetahui dan memahami kode etik penuntutan. Penelitian ini merupakan suatu proses pembelajaran dalam menulis artikel ilmiah tentang bagaimana menerapkan teori-teori yang diperoleh selama perkuliahan pada disiplin ilmu Hukum Tata Negara, serta hasil tulisan ini sebagai bahan pustaka bagi penulis dan pengembangan disiplin ilmu utama yang berkaitan dengan dia. riset. Selain itu, penelitian ini juga dapat dijadikan bahan penilaian penulis terhadap kemampuannya dalam menulis artikel ilmiah.

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Teoritis

  • Teori Pengawasan
  • Teori Efektivitas Hukum
  • Teori Mashlaha
  • Teori Siyasah Dusturiyah

Dalam konteks ini, pemantauan dilakukan hanya untuk menilai sejauh mana undang-undang tersebut dapat memberikan manfaat ketika diterapkan di negara tersebut.20. Efektivitas juga dapat dipahami sebagai pengaruh atau akibat, baik dalam arti akibat, pengaruh atau kesan, maupun penegakan suatu peraturan hukum. Sebab pada tataran sosiologi hukum akan dibahas mengenai derajat ketaatan atau ketaatan subjek hukum dalam pelaksanaan suatu undang-undang yang merupakan salah satu faktor penentu efektif atau tidaknya suatu undang-undang.

Efektivitas suatu undang-undang tidak lepas dari penilaian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi terlaksananya suatu undang-undang. Efektifitas suatu undang-undang dapat dilihat ketika diundangkannya suatu undang-undang dapat mewujudkan tujuan dibentuknya undang-undang tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya suatu undang-undang.

Secara teoritis, teori siyasah dusturiyah merupakan salah satu cabang ilmu siyasah yang khusus membahas tentang peraturan hukum. Ruang lingkup yang dibahas dalam siyasah dusturiyah meliputi sejarah peraturan hukum, materi substantif, proses terbentuknya, asas-asas dan hal-hal lain yang termasuk dalam lingkup ilmu peraturan hukum.35 Tujuan akhir dari siyasah dusturiyah adalah untuk melihat keefektifan suatu hukum. pengaturan yang dibuat untuk memberikan manfaat. Namun perlu dipahami bahwa siyasah dusturiyah hanya menilai kesesuaian antara peraturan yang dibentuk oleh pembuat undang-undang dengan prinsip-prinsip agama yang menjadi dasar hukum Islam.36 Dengan kata lain, siyasah dusturiyah adalah ilmu tentang peraturan hukum Islam.

Pada dasarnya siyasah dusturiyah tidak lepas dari proses musyawarah (syura) yang menjadi cikal bakal adanya peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, pelembagaan atau pembentukan dewan syura atau yang disebut dengan lembaga perwakilan dipandang sebagai sesuatu yang penting dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Partisipasi masyarakat secara keseluruhan tidak mungkin dilakukan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan sehingga diperlukan orang atau kelompok wakil rakyat terpilih yang dapat mewakili rakyat dalam pembahasan atau pembentukan peraturan perundang-undangan.

Setiap masyarakat mempunyai karakteristik dan tingkat kemampuan yang berbeda-beda, yang mana hal ini akan sangat mempengaruhi mekanisme pembentukan hukum dan aturan yang kompleks. Keberadaan lembaga perwakilan dalam konsep siyasah dusturiyah diimbangi dengan beberapa prinsip pembentukan peraturan perundang-undangan. Siyasah dusturiyah pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari dua hal pokok, yaitu: dalil-dalil kully (meliputi ayat-ayat Al-Qur'an, hadits, muqosidu syariat dan ruh ajaran Islam dalam masyarakat yang memerintah) dan kaidah-kaidah yang dapat berubah karena adanya perubahan sosial. dan kondisinya.37 Oleh karena itu, teori siyasah dusturiyah dalam penelitian ini penting untuk digunakan untuk meninjau sejauh mana pelaksanaan asas peraturan perundang-undangan yang dijiwai nilai-nilai hukum Islam dalam pelaksanaan fungsi dan tugas. jaksa.

Kerangka Konseptual

Sedangkan kode etik dipahami sebagai seperangkat nilai dan standar mengenai integritas seseorang dalam menjalankan profesinya dengan baik dan benar, yang dituangkan secara tertulis sebagai pedoman. Pada prinsipnya kode etik mengatur tentang apa yang boleh dan apa yang dilarang dalam menjalankan fungsi dan tugas suatu profesi. Menurut Djam'an Satori, kode etik terdiri dari tata cara, pedoman, dan aturan etika dalam menjalankan suatu kegiatan sebagai suatu profesi.

Kode etik juga dapat diartikan sebagai seperangkat aturan yang disusun secara sistematis dan memuat nilai-nilai moral yang diperlukan untuk menjalankan tugas dan fungsi suatu profesi. Berdasarkan Lampiran Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Surat Keputusan nomor 074/J.A/1987 tanggal 17 Juli 1978 dikatakan bahwa pengertian Jaksa adalah: “Jaksa, asal kata Jaksa berasal dari seloka satya.adhy wicaksana yaitu trapsila adhyaksa yang menjadi landasan jiwa dan prestasi setiap warga negara adhyaksa yang dicita-citakan serta mempunyai arti dan makna sebagai berikut: Satya yang berkaitan dengan sikap setia seorang jaksa yang dilandasi sikap jujur. terhadap TME, diri sendiri, keluarga, dan Wicaksana, berkaitan dengan sikap bijaksana seorang jaksa baik dalam berperilaku maupun tutur kata dalam menjalankan perannya.

Dalam pasal 1 angka 6 Undang-Undang Nomor 81 Tahun 1981 disebutkan: (1) Penuntut adalah pejabat yang diberi wewenang oleh Undang-undang ini untuk bertindak sebagai penuntut umum dan menerapkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; dan (2) Penuntut umum adalah jaksa yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan putusan hakim. 39 Dengan demikian, penerapan kode etik kejaksaan merupakan upaya untuk memberikan pedoman perilaku bagi jaksa dalam pelaksanaan tugasnya. tugas dan fungsi. Dalam hal ini penerapan kode etik bagi Jaksa terkait berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Jaksa pada Kejaksaan Negeri Kota Parepare. Sedangkan kejahatan berasal dari kata straf (Belanda) yang berarti penderitaan yang sengaja ditimpakan kepada subjek hukum yang melawan hukum atau bersalah.

Dalam konteks ini sanksi atau hukuman hanya diperuntukkan bagi subjek hukum yang melakukan tindak pidana. Menurut Moeljatno, dalam Muladi dan Barda Nawawi Arief, istilah hukum yang berasal dari kata hukuman merupakan istilah yang konvensional. Hukum syariah bersifat multidimensi dan dimulai dari permasalahan hukum, sosial, agama, politik dan lainnya.

Sedangkan menurut Abdurrahman Taj, siyasah syar’iyah adalah seperangkat hukum yang mengatur sistem kenegaraan dan permasalahan masyarakat secara keseluruhan berdasarkan syariat Islam. Sebaliknya, Bahansi berpendapat bahawa siyasah syar'iyah adalah seperangkat peraturan yang berorientasikan memberi manfaat kepada manusia berdasarkan ketentuan syariah. Manakala para fuqaha sebagaimana yang dinukilkan oleh Khallafi mendefinisikan sijasah syar’iyah sebagai dasar yang ditakrifkan dan.

Kerangka Pikir

Selain itu, penelitian ini juga mengacu pada beberapa referensi yang dijadikan pedoman pendukung dalam menyelesaikan penelitian skripsi ini. Oleh karena itu, pada bab ini akan dijelaskan beberapa hal yang mendasari metode penelitian tugas ini, mulai dari jenis penelitian hingga teknik analisis datanya.42.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Fokus Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Sejauh ini implementasi kode etik jaksa di Kejaksaan Negeri Kota Parepare sudah cukup baik; para jaksa juga sangat disiplin dalam menjalankan tugasnya.” 60. Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa jaksa penuntut umum di Kabupaten Parepare telah melaksanakan tugas profesional dan etika profesinya dengan baik. Namun Kode Etik Jaksa juga didukung dengan pelaksanaan pengawasan Kode Etik Jaksa di lingkungan Kejaksaan Negeri Kota Parepare yang akan diuraikan pada sub bab berikutnya.

Hal ini juga dilakukan Kejaksaan Kabupaten Kota Parepare untuk menjamin terlaksananya Kode Etik Kejaksaan. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan kode etik kejaksaan pada Kejaksaan Negeri Kota Parepare dilakukan melalui pengawasan yang melekat. Peran masyarakat dalam penerapan kode etik jaksa di Kejaksaan Negeri Kota Parepare juga sangat dibutuhkan.

Datang langsung ke Kejaksaan Negeri Kota Parepare untuk melaporkan tindakan yang melanggar kode etik jaksa; Dan. Menurut pendapat saya, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Kota Parepare telah memenuhi standar kode etik dan sesuai dengan fungsinya...". 79. Hal ini tentunya merugikan para Jaksa di Kejaksaan Negeri Kota Parepare. Kantor kantor, karena mereka telah menerapkan kode etik sebagaimana mestinya.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Kota Parepare menyempurnakan sistem pengawasan kode etik kejaksaan dalam penanganan perkara penuntutan. Upaya apa saja yang dilakukan Kejaksaan Kota Parepare agar jaksa patuh terhadap Kode Etik? Apakah Kejaksaan Kota Parepare bekerjasama dengan pihak lain untuk mengoptimalkan penerapan Kode Etik Jaksa?

Pernahkah Anda mengalami atau mendengar pelanggaran kode etik kejaksaan di Kota Parepare? Menurut Anda, apakah Jaksa pada Kejaksaan Negeri Kota Parepare menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai dengan kode etik profesinya? Menurut Anda, apa yang kurang dalam penerapan Kode Etik Jaksa di Kejaksaan Negeri Kota Parepare?

Teknik Pengumpulan dan Pengelohan Data

Uji Keabsahan Data

Uji validitas data dalam penelitian kualitatif meliputi uji kredibilitas, validitas eksternal, reliabilitas, dan objektivitas.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang kedua ini berkaitan dengan tahapan penyaringan, pengelompokan dan pengumpulan data yang berkaitan dengan objek penelitian yang harus diikuti untuk menarik kesimpulan. Untuk memperoleh kemudahan dalam menganalisis data, maka data tersebut disederhanakan terlebih dahulu agar lebih mudah dipahami.50. Setelah melakukan reduksi data dan penyajian data, tahap selanjutnya adalah menarik kesimpulan penelitian.

Untuk menarik kesimpulan penelitian harus mengacu pada data yang diperoleh selama penelitian di lapangan. 51 Secara konseptual, kesimpulan dapat diambil ketika tahapan penelitian dan analisis data telah selesai. Kesimpulan merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian, karena melalui kesimpulan pembaca akan lebih mudah memahami isi suatu penelitian. Namun kesimpulan akhir penelitian tersebut harus diverifikasi untuk diuji kebenarannya dan kesesuaiannya dengan fakta di lapangan.52.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Kode Etik Jaksa di

PENUTUP

Saran

Kejari Kota Parepare mengejar pihak luar yang mengaku sebagai bagian dari Kejari Kota Parepare demi kepentingan pribadi. Bagaimana pendapat Anda mengenai isu yang beredar di masyarakat bahwa jaksa yang melanggar Kode Etik mencari ganti rugi dan melakukan intervensi dengan mudah? Apakah para jaksa di Kejaksaan Negeri Kota Parepare tertib dan disiplin ketika berada di kantor Kejaksaan Negeri Kota Parepare?

Gambar 1 (Wawancara dengan Bapak Amanat Panggalo selaku Jaksa di Kejaksaan  Negeri Kota Parepare)
Gambar 1 (Wawancara dengan Bapak Amanat Panggalo selaku Jaksa di Kejaksaan Negeri Kota Parepare)

Gambar

Gambar 1 (Wawancara dengan Bapak Amanat Panggalo selaku Jaksa di Kejaksaan  Negeri Kota Parepare)
Gambar 2 (Wawancara dengan Bapak Rusdi Ali selaku masyarakat Kota Parepare)
Gambar 4 (Wawancara dengan Ibu Sri Wahyuni selaku PNS di Kejaksaan Negeri  Kota Parepare)
Gambar 3 (Wawancara dengan Bapak Wiwin selaku mahasiswa hukum IAIN  Parepare)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pengelolaan penerangan jalan umum dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Jalan Umum

Seorang anak yang tidak dapat diasuh dengan baik oleh orang tuanya dapat mengakibatkan pembatalan hak asuh orang tua.42 Namun berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan beberapa

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1 tingkat kesadaran politik masyarakat Dusun Salubone Kelurahan Data Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang terbilang masih rendah sebab

Khusus mengenai batasan usia diatur dalam Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan, “perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19

Telah melakukan sebuah perbuatan tercelah atau pelanggaran etika atau aturan undang-undang yang telah berlaku Sebelumnya telah dilakukan sosialisasi oleh Sekertaris Daerah di Kecamatan

48 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Penerapan Konsep Negara Hukum dalam Made Of Law di DPRD Kabupaten Pinrang DPRD Kabupaten Pinrang dalam penerapan konsep negara

Kemudian ditambahkan oleh Supardi seorang buruh, bahwa: “Kalau musim panen itu yang punya oto passangking ji itu biasa tawarkan kita untuk jadi buruh bekerja di mobilnya, jadi yang

iv PENGESAHAN SKRIPSI Nama Mahasiswa : Mayani Judul Skripsi : Analisis Maslahat Terhadap Pemenuhan Hak Konstitusional Warga Negara Di Sidrap Studi Kasus BPJS Nomor Induk Mahasiswa