• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal PTK lK 11A Darni Sartika modul daljab

N/A
N/A
Rasikha Amalia

Academic year: 2023

Membagikan "Proposal PTK lK 11A Darni Sartika modul daljab"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

HALAMAN JUDUL

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Diajukan Untuk Tugas Lokakarya PPG Daljab 2023

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF POSTER COMMENT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI BUKTI

BERIMAN : MEMENUHI JANJI, MENSYUKURI NIKMAT,

MEMELIHARA LISAN, MENUTUPI AIB ORANG LAIN KELAS XI SMA NEGERI 1 TALANG UBI

Oleh :

DARNI SARTIKA, S.Pd.I NIM. 22021140036

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA SELATAN SMA NEGERI 1 TALANG UBI

TAHUN AJARAN 2023/2024

KATA PENGANTAR

1

(2)

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas limpahan rahmat dan karunianya sehingga laporan penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik. Adapun judul laporan penelitiani ini adalah, ” Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif Poster Comment Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Bukti Beriman:

Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain Kelas XI SMA Negeri 1 Talang Ubi”

Penulis menyadari bahwa laporan penelitian ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu adanya kritik dan saran membangun diharapkan agar laporan penelitian ini menjadi lebih berkualitas. Akhir kata semoga laporan penelitian ini memberikan makna dan manfaat khususnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Hormat saya,

Darni Sartika, S.Pd.I

2

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...0

KATA PENGANTAR...0

DAFTAR ISI...2

BAB I PENDAHULUAN...3

A. Latar Belakang Masalah...3

B. Pembatasan dan Rumusan Masalah...7

C. Tujuan Penelitian...8

D. Manfaat Penelitian...9

BAB II KERANGKA TEORI...11

A. Landasan Teori...11

B. Bukti Beriman...16

C. Penelitian Terdahulu...22

D. Hipotesis Penelitian...24

BAB III METODE PENELITIAN...26

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian...26

B. Variabel Penelitian...27

C. Populasi dan Sampel...27

D. Waktu dan Tempat Penelitian...28

E. Rencana Tindakan...28

F. Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data...30

G. Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesis...32 DAFTAR PUSTAKA...353

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan dalam undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Adapun Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan pemaparan di atas pendidikan bertujuan untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran menjadi aktif. Dalam mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut terdapat komponen pembelajaran yang harus dilaksanakan dengan baik. Salah satu dari komponen pembelajaran tersebut adalah penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan baik. Suatu pembelajaran dapat dikatakan berhasil jika seluruh komponen dalam pembelajaran dilaksakan dengan baik.

Pendidikan identik dengan proses pembelajaran, dimana dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari proses belajar mengajar. Seperti yang telah diungkapkan oleh Djamarah (2006) bahwa hakikatnya belajar adalah proses perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, bahkan meliputi segenap organisme atau pribadi. Sedangkan pembelajaran adalah seperangkat komponen yang saling bergantung dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan.

Selama ini, sekolah dan guru diberikan keleluasaan untuk mengembangkan kurikulum dan melaksanakan pembelajaran. Salah satu perubahan paradigma pembelajaran tersebut adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada siswa (student centered).

4

(5)

Karenanya, Menurut Syarifudin (2010) guru harus dapat merumuskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, materi pokok dan pengalaman belajar serta keterampilan hidup apa yang akan dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran, memilih metode alat dan sumber belajar yang akan digunakan serta menetapkan langkah-langkah dan prosedur atau skenario pembelajaran. Dengan demikian diharapkan hasil belajar diharapkan dapat meningkat.

Menurut Sudjana (2016) hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris. Adapun menurut Purwanto (2011) hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa akibat belajar.

Perubahan perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar.

Sesuai dengan pemaparan tersebut, maka hasil belajar untuk perubahan tingkah laku pada siswa yang diakibatkan dari proses belajar. Hasil belajar mencakup dari ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Hasil belajar terhadap proses pembelajaran akan meningkat, jika siswa mampu mengaplikasikan fakta-fakta dan konsep-konsep yang diberikan guru terhadap kehidupan nyata dengan pemahamannya sendiri.

Para Guru harus berusaha membuat mutu pendidikan menjadi lebih baik, sehingga dapat mewujudkan visi dan misi pendidikan yang diharapkan. mutu pendidikan yang tinggi di sekolah akan memberikan landasan yang kuat bagi upaya peningkatan mutu pendidikan pada jenjang pendidikan yang selanjutnya.

Guru sebagai pendidik ataupun pengajar merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha pendidikan. Itulah sebabnya setiap perbincangan mengenai pembaharuan kurikulum, pengadaan alat-alat belajar sampai pada kriteria sumber daya manusia yang dihasilkan oleh usaha pendidikan, selalu bermuara pada guru. 3 Hal ini menunjukan betapa penting posisi guru dalam dunia pendidikan Menurut Syah (2010) Namun yang terjadi masih banyak guru dalam melakukan pembelajaran menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.

Dikarenakan masih banyak guru yang belum memahami metode-metode yang ada di dalam dunia pendidikan. Padahal metode pembelajaran itu sendiri sebagai penunjang dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan pengajaran kepada

5

(6)

siswa secara maksimal. Sehingga, siswa akan merasa senang dan aktivitas dalam pembelajaran akan lebih menarik.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan dan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Talang Ubi, diperoleh bahwa, hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih tergolong rendah dan di bawah KKM. Untuk mencapai KKM itu sangat sulit, di sebabkan masih banyak siswa yang belum paham tentang materi yang diajarkan. Terdapat beberapa permasalahan pembelajaran, diantaranya, proses pembelajaran yang membuat siswa menjadi pasif, sehingga kurang aktif dalam pembelajaran, metode pembelajaran yang konvensional.

Pada umumnya proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam terkadang masih banyak siswa yang merasa bosan, dan tidak tertarik. Karena penyampaian materi Pendidikan Agama Islam masih selalu didominasi oleh guru, sedangkan siswa masih merasakan bosan dengan penyampaian materi tersebut. Proses pembelajaran seperti itu kurang mampu mengembangkan hasil belajar siswa.

Selain itu pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih tergolong rendah. Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi disebabkan kurangnya daya ingat siswa, kurangnya berkonsentrasi, tidak fokus ketika guru menerangkan, serta siswa laki- laki banyak main-main dan bercanda dengan temannya. Selain itu, guru masih menggunakan pendekatan konvensional yaitu pembelajaran yang memusatkan kegiatan pembelajaran pada guru, siswa hanya menjadi pendengar saja, hampir setiap harinya guru hanya menggunakan metode konvensional atau ceramah dan penugasan, materi hanya dijelaskan oleh guru secara garis besar, kemudian siswa diberi tugas oleh guru untuk mengerjakan soal yang sudah dijelaskan. Guru juga jarang sekali menggunakan model pembelajaran yang variatif.

Kegiatan seperti itu jelas membuat siswa jenuh, siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Jika siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran dan hanya menjadi pendengar saja, maka pemahaman siswa akan kurang dan hasil belajarnya pun akan rendah. Guru dalam proses pembelajaran harus mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif, sehingga akan membuat siswa mersa senang dan termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran.

6

(7)

Mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan satu upaya untuk menerapkan suatu metode pembelajaran yang mendorong kemampuan siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Menurut Salahudin (2017) metode merupakan kegiatan ilmiah sebagai cara kerja (sistematis) untuk memahami subyek atau objek penelitian, menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Sedangkan menurut Samiudin (2016) metode adalah cara sistematis dan terpikir dengan baik untuk dilaksanakan dalam mencapai tujuan.

Adapun menurut Abu & Prasetya (2005) metode merupakan teknik penyajian yang dikuasai oleh guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual maupun secara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik.

Sesuai dengan pemaparan tersebut, maka metode adalah cara sistematis untuk memahami dan mendapatkan jawaban dari suatu penelitian yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan, serta merupakan teknik penyajian yang harus dikuasai oleh seorang guru. Salah satu pembelajaran aktif adalah metode Poster Comment.

Menurut Taha (2017) Metode Poster Comment merupakan salah satu metode mengomentari gambar yang digunakan pendidikan dengan maksud mengajak siswa untuk memunculkan ide yang terkandung dalam gambar. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang luas terhadap siswa untuk mengembangkan daya nalar yang luas dalam mengemukakan pendapat yang tidak terbatas agar siswa benar-benar merasa ikut ambil bagian dan berperan aktif dalam proses belajar mengajar.

Metode Poster Comment merupakan salah satu dari beberapa jenis metode- metode yang ada di dalam pembelajaran. Metode ini dipilih karena bisa memunculkan ide apa yang terkandung dalam suatu gambar. Gambar tersebut tentunya sesuai dengan materi apabila ingatan dan pemahaman siswa tentang sebuah materi telah meningkat dan siswa bisa menguasai materi, maka tujuan dan target pembelajaran akan semakin mudah untuk dicapai.

Metode Poster Comment dapat membangkitkan suasana belajar siswa dari pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif dan menyenangkan. Tetapi kenyataannya metode pembelajaran yang dilakukan di sekolah masih bersifat

7

(8)

konvensional. Maksud dari konvensional tersebut yaitu pembelajaran yang hanya berpusat pada guru saja, sehingga kurangnya siswa untuk ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran. Metode Poster Comment diterapkan pada materi Bukti Beriman : Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain. Siswa akan lebih mudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode tersebut siswa akan ikut berpartisipasi dan menggali pengetahuan dengan memberikan pertanyaan–

pertanyaan yang melibatkan siswa aktif dalam meningkatkan hasil belajar.

Sehingga siswa dapat mendapatkan pengetahuan yang mendalam.

Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, nilai hasil belajar siswa yang harus dicapai sesuai dengan KKM yaitu 70. Sehingga guru harus mengusai berbagai macam metode pembelajaran yang dilakukan di kelas untuk dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa dengan rata-rata nilai siswa yang mencapai KKM.

Berdasarkan pemaparan diatas maka penulis tertarik meneliti dengan judul

“Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif Poster Comment Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Bukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain Kelas XI SMA Negeri 1 Talang Ubi

B. Pembatasan dan Rumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini hasil belajar siswa menjadi peran utama dalam pemegang kunci keberhasilan penerapan strategi belajar aktif Poster Comment pada pelajaran Pendidikan agama islam. Masalah ini di pilih akibat hasil belajar sangat berpengaruh terhadap prestasi individu.

Penerapan model pembelajaran aktif Poster Comment sangat mendukung dimana siswa dituntut agar berfikir aktif, kooperatif, kreatif, dan kritis serta nantinya diharapkan siswa mampu menggali ide kreativitasnya masing-masing. Hal ini nantinya diharapkan akan menjadi pembelajaran yang menarik dan meningkatkan hasil belajar dibandingkan cara konvensional

2. Rumusan Masalah

8

(9)

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana komparasi dari hasil belajar antara kelompok eksperimen dengan menerapkan model Poster Comment dibandingkan kelompok kontrol yang menerapkan metode pembelajaran konvensional pada pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Bukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain Kelas XI SMA Negeri 1 Talang Ubi

b. Seberapa jauh implementasi model Poster Comment dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI pada pelajaran Pendidikan Agama Islam terutama Materi Bukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain Kelas XI di SMA Negeri 1 Talang Ubi?

c. Apakah strategi Poster Comment dapat meningkatkan hasilbelajar siswa kelas XI materi Bukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain Kelas XI di SMA Negeri 1 Talang Ubi?

Dengan merumuskan masalah-masalah di atas, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan penerapan model Poster Comment dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI pada pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Talang Ubi.

C. Tujuan Penelitian

Penelitian Tindakan kelas ini bertujuan diantaranya:

1. Meningkatan hasil belajar siswa terutama materi Bukti Beriman:

Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain Kelas XI setelah diimplementasikannya strategi belajar Poster Comment dan mengganti metode belajar konvensional dengan siswa menjadi aktif, kreatif, analisis dan berfikir kritis dengan media poster.

2. Meningkatkan semangat belajar, pemahaman terhadap konsep ilmu 9

(10)

pengetahuan siswa terhadap pelajaran agama islam

3. Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengimplementasikan nilai- nilai ajaran agama dalam kehidupan realitas sehari-hari

D. Manfaat Penelitian

Adapun secara detail penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak baik secara teoritis maupun praktis.

1. Manfaat Teoritis

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan informasi dalam menerapkan metode pembelajaran Poster Comment ini di sekolah dan menambah keilmuan sebagai bekal menjadi guru yang profesional kelak juga mengetahui sampai mana kemampuan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang disampaikan oleh guru sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

1) Menambah suatu pengetahuan serta pengalaman dalam mengetahui dan menerapkan metode yang menarik dan menyenangkan.

2) Dapat mengetahui langkah-langkah dalam menerapkan metode Poster Comment.

b. Bagi Guru

1) Sebagai tambahan wawasan bagi guru untuk memilih metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.

2) Membantu guru dalam mengatasi masalah belajar siswa.

3) Memberikan metode yang layak untuk diterapkan dalam pembelajaran.

c. Bagi Siswa

1) Mempermudah siswa untuk menyerap materi yang diberikan.

2) Meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

10

(11)

3) Meningkatkan keaktifan siswa saat mengikuti pembelajaran di dalam kelas.

d. Bagi Lembaga Sekolah

1) Dapat menjadi acuan untuk lembaga sekolah agar dapat mengaktifkan suasana belajar siswa terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, guna agar dapat tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang telah di rencanakan. Seiring perkembangan zaman yang semakin berkembang.

2) Dapat meningkatkan mutu proses pendidikan keilmuan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

11

(12)

BAB II

KERANGKA TEORI

A. Landasan Teori 1. Strategi

Istilah strategi pada awalnya digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Sekarang, istilah strategi banyak digunakan dalam berbagai bidang kegaiatan yang bertujuan memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan. Istilah strategi juga digunakan dalam pembelajaran dalam dunia pendidikan. Guru menginginkan siswanya untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang baik, dengan cara menerapkan strategi-strategi pembelajaran yang bervariasi.

Istilah strategi (strategy) berasal dari “kata benda” Dan “kata kerja” dalam bahasa Yunani. Sebagai kata benda, strategeos merupakan gabungan kata stratos (milter) dan “ago” (memimpin). Sebagai kata kerja strategio berarti merencanakan (to plan).9

Menurut Abdul Majid dalam bukunya “starategi bembelajaran” strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan.

2. Pembelajaran

Istilah pembelajaran merupakan padanan dari kata dalam Bahasa Inggris instruction, yang berarti membuat orang belajar. Tujunnya ialah membantu orang belajar, atau memanipulasi (merekayasa) lingkungan sehingga memberi kemudhan bagi orang yang belajar. Selanjutnya, Gagne dan Briggs dalam Mulyono mendefinisikan pembelajaran sebagai suatu rangkaian event (kejadian, peristiwa, kondisi, dsb.) yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi peserta didik (pembelajar), sehingga proses belajarnya dapat berlangsung dengan mudah. Selanjutnya Mulyono mengungkapkan bahwa pembelajaran bukan hanya terbatas pada peristiwa yang dilakukan oleh guru saja, melainkan mencakup

12

(13)

semua peristiwa yang mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar manusia. Pembelajaran mencakup pula kejadian-kejadia yang dimuat dalam bahan-bahan cetak, gambar, program radio, televisin film, maupun kombinasi dari bahan-bahan tersebut

3. Strategi Pembelajaran

Menurut Sudirdja dan Siregar dalam Mulyono Strategi pembelajaran adalah upaya menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah (facilitated) pencapaiannya. Strategi mencerminkan keharusan untuk mempermudah tujuan pembelajaran.

Menurut Gagne dalam Mulyono strategi pembelajaran meliputi beberapa aktivitas dalam pembelajaran yakni:

1) Menarik perhatian peserta didik.

2) Memberikan informasi tujuan pembelajaran pada peserta didik.

3) Mengulang pembelajaran yang bersifat prasarat untuk memastikan peserta didik menguasainya.

4) Memberikan stimulus.

4. Strategi Poster Comment

Strategi poster comment adalah salah satu dari strategi dalam pembelajaran.

Strategi ini termasuk dalam model pembelajaran aktif (active learning).

Pembelajaran aktif (active learning) adalah suatu proses pembelajaran dengan maksud untuk memberdayakan peserta didik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara/strategi secara aktif.

Stategi poster comment, Yaitu sebuah strategi yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk memunculkan ide apa yang terkandung dalam suatu gambar. Gambar tersebut tentu saja berkaitan dengan pencapaian suatu kompetensi dalam pembelajaran. Langkah-langkah penerapannya:

a) Pendidik menyediakan potongan gambar yang dihubungkan dengan materi bahasan.

b) Jangan ada tulisan apapun dalam gambar tersebut.

13

(14)

c) Peserta didik disuruh berkomentar dengan bebas secara bergiliran, kira-kira ide apa yang dimunculkan setelah melihat gambar tersebut.

d) Peserta didik boleh mengeluarkan pendapat yang berbeda, karena pikiran manusia juga berbeda-beda.

e) Pendidik sudah memersiapkan rumusan jawaban yang tepat mengenai gambar tersebut, sehingga peserta didik merasa dapat penjelasan sekaligus dapat pula menyaksikan gambarnya.

Peneliti bisa memodifikasi penggunaan stretegi poster comment ini sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Misalnya pada langkah- langkah penerapannya, peneliti bisa menggantinya dengan gambar yang disediakan pada slide power point, karena gambar yang ditampikan bisa menjadi besar.

5. Macam-Macam Media Pembelajaran

Media yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran itu bermacam- macam, sepperti media gambar dan proyeksi. Kedua media ini termasuk pada media visual. Media visual, yaitu media yang dapat ditangkap dengan indra penglihatan atau media yang dapat dilihat. Berikut ini penjelasannya:

a. Media gambar diam (still pictures) dan Grafis

Media ini adalah hasil potretan dari berbagai peristiwa objek yang dituangkan dalam bentuk gambar-gambar, garis, kata-kata, simbol-simbol maupun gambaran. Yang termasuk ke dalam kelompok media ini, antara lain:

1) Grafik, yaitu gambaran dari data statistik yang ditunjukkan dengan lambang-lambang.

2) Chart atau bagan, yaitu gambar dari sesuatu, yang menunjukkan adanya hubungan, perkembangan, atau perbandingan.

3) Peta, yaitu gambar yang menjelaskan permukaan bumi atau beberapa bagian dari padanya.

4) Diagram, yaitu penampung atau irisan dari sesuatu benda atau objek.

5) Poster, yaitu gambar yang disederhanakan bentuknya dengan pesan biasanya menyindir.

b. Media dengan Proyeksi

14

(15)

Media ini adalah penggunaan media dengan menggunakan proyektor, sehingga gambar nampak pada layar. Yang termasuk dalam kelompok media ini, antara lain:

1) Slide.

2) Film strips.

3) Overhead Projector.

4) Transparansi.

5) Mikro film dan mikrofische.

6. Pembelajaran Menggunakan Gambar

Guru sangat membutuhkan sarana-sarana yang membantunya dalam menyampaikan materi pelajaran dengan bentuk yang lebih afdhal dan lebih mudah. Diantara sarana-sarana itu antara lain gambar, proyektor, papan tulis, peta konsep, dan lain sebagainya. anda bisa membandingkan pembelajaran yang hanya menggunakan ceramah saja, dengan ceramah disertai dengan gambar dan alat lainnya. Pasti hasilnya lebih mengena yang ceramah dengan disertai dengan gambar.

Guru besar (Muhammad) Shallallahu alaihi wasallam telah mendahului sistem pendidikan modern empat belas abad yang lalu, dimana beliau membantu membantu ucapannya disebagian pembicaraannya dengan gambar-gambar yang akan mendekatkan makna kepada otak dan membantu menghafal, diataranya:

a. Dari Ibnu Mas’ud RA, dia berkata, Nabi SAW membuat garis segi empat dan membuat garis tengah keluar dari garis tersebut. Lalu membuat garis- garis kecil ke arah garis tengah dari garis yang ada di samping garis tengah seraya bersabda,

“Ini angan-angan (manusia), dan ini ajalnya. Ketika ia dalam keadaan demikian (mengejar angan-angannya), tiba-tiba datang kepadanya garis yang terdekat (ajalnya).” (HR. Al-Bukhari hadits no. 5939; al-Tirmizi, hadist no. 2256; Ibn Majah, hadist no. 4222; Ahmad, hadist no. 11791, 11938, 1191, 13201 dan 13294).

15

(16)

Setelahnya, kita tambahkan beberapa perkara lain, yaitu:

b. Agar guru memperhatikan kejelasan mater yang ditulis atau yang digambar.

c. Agar memastikan bahwa semua siswa dapat melihat materi yang ditulis atau yang digambar, dan menyingkirkan semua penghalang yang menghalanginya.

d. Menggunakan (tinta/kapur) warna yang menyeragamkannya supaya menarik perhatian.

Kesimpulan:

1) Mendukung penjelasan dengan gambar dan tulisan akan menambah kuat penjelasan.

2) Menggabungkan antara gambar dan tulisan dengan metode ceramah membantu menyampiakan pelajaran dengan mudah dan lebih cepat.

3) Tulisan dan gambar haruslah jelas, dapat dilihat oleh semua siswa dengan memperhatikan tidak adanya penghalang-penghalang yang bisa menghalangi penglihatan siswa kedepannya.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas, strategi poster comment yang akan diterapkan tentunya relevan dengan teori. Stretegi poster comment ini menggunakan gambar yang bisa dilihat oleh semua siswa di kelas, kemudian siswa mengomentari dengan ide-idenya. Diharapkan setelah penerapan strategi ini pembelajaran lebih mudah dan cepat diiangat oleh siswa sehingga hasil belajarpun menjadi meningkat.

7. Hasil Belajar

Hasil belajar sering kali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan. Untuk mengaktualisasikan hasil belajar tersebut diperlukan serangkaian pengukuran menggunakan alat evaluasi yang baik dan memenuhi syarat. Pengukuran demikian dimungkinkan karena pengukuran merupakan kegiatan ilmiah yang dapat diterapkan pada bebagai bidang termasuk pendidikan.

Hasil Belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu “hasil” dan “belajar”. Pengertian hasil (product) menunjuk pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang

16

(17)

mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Hasil produksi adalah perolehan yang didapat karena adanya kegiatan mengubah bahan (raw material) menjadi barang jadi (finished goods). Hal yang sama berlaku untuk memberikan batasan bagi istilah hasil panen, hasil penjualan, hasil pembangunan, termasuk hasil belajar. Dalam siklus input-proses-hasil, hasil dapat dengan jelas dibedakan dengan input akibat perubahan oleh proses. Begitu pula dalam kegiatan belajar- mengajar, setelah mengalami belajar, siswa berubah prilakunya dibanding sebelumnya.

Bukti Beriman

Buku teks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas XI BAB II kurikulum merdeka, memuat materi pembelajaran sebagai berikut:

a. Rukun dan Cabang Iman

b. Iman Membutuhkan Bukti yang Jelas c. Bukti Dari Iman, Diantaranya:

1) Memenuhi Janji 2) Mensyukuri Nikmat 3) Memelihara Lisan

4) Menutupi Aib Orang Lain

Dalam menyampaikan materi pelajaran di atas, guru diharapkan memberitahukan kepada siswa bahwa bukti dari iman mencakup adab dan akhlak umat muslim dan kita wajib mengimani dan menerapkanya

1. Cabang-Cabang Iman

Secara garis besar, Dinul Islam terdiri dari 3 pokok (rukun) ajaran, yaitu: Pertama: Akidah, yaitu pokok-pokok ajaran tentang keimanan yang dikenal dengan sebutan 6 Rukun Iman. Kedua; Syariah, yakni pokok-pokok ajaran tentang hukum Islam yang dikenal dengan istilah 5 Rukun Islam.

Selanjutnya yang Ketiga: Akhlak, yaitu etika atau moralitas hidup manusia yang bersumber dari wahyu Allah Swt. 39 Ketiganya (Akidah, Syariah dan Akhlak) harus menyatu dan tidak boleh terpisah. Akidah (Iman) menghasilkan Syariah (Islam), dan Syariah tidak melupakan Akhlak (Ihsan).

Tentunya, penyatuan tersebut memiliki makna yang amat dalam, bahwa kepribadian muslim itu ditopang oleh Iman, Islam dan Akhlak. Rasulullah

17

(18)

Saw. juga bersabda:

Artinya: Iman itu memiliki 63 cabang, sedangkan malu menjadi bagian dari cabang iman. (HR. al-Bukhāri)

Hadits ini menjelaskan, bahwa iman itu memiliki 63 cabang (bagian). Di antara cabang iman yang dibahas, sesuai materi ajar ada 4, yakni: (1) Memenuhi Janji, (2) Mensyukuri Nikmat, (3) Memelihara Lisan, dan (4) Menutupi Aib Orang Lain. Berikut ini, mari kita kaji bersama tentang keempat cabang iman tersebut:

a. Memenuhi Janji

memenuhi janji merupakan kewajiban dan menjadi tanda orang itu beriman atau tidak. Itu sebabnya, jika dikaitkan dengan makna bahasa, maka janji itu harus ditepati dan dipenuhi, dan kita diingatkan bahwa setiap janji akan diminta pertanggung jawaban, sebagaimana Firman Allah Swt.:

Artinya:….dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggung– jawabannya. (Q.S. al-Isrā’/17: 34).

Pembagian janji terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1) Janji Kepada Allah Swt

Sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, bahwa semua manusia tak terkecuali pernah melakukan penjanjian kepada Allah Swt. (di alam ruh/rahim) dan bentuk janjinya adalah nanti jika sudah di dunia akan mengimani Allah sebagai Rabb-Nya dan berjanji menjadi hamba-Nya yang taat. Sebagaimana firmannya:

18

(19)

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab,

“Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan,

“Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” (Q.S. al- A’rāf/7: 172) Ayat ini dengan jelas menyampaikan bahwa setiap manusia saat berada di alam ruh/rahim sudah menyampaikan janji setia untuk bertauhid dan menjalani hidup di dunia yang didasari fitrah, karena fitrah itu sebenarnya jati diri manusia.

Hati menjadi tentram.

2) Janji kepada sesama manusia.

Janji kepada manusia adalah janji-janji yang sudah dibuat dan disepakati, baik sebagai pribadi maupun dengan lembaga atau pihak lain. Melalui janji- janji inilah reputasi dan nama baik dipertaruhkan. Sekali atau beberapa kali janji tidak ditepati, tanggung sendiri akibatnya. Seperti paparan di muka, sulit sekali menumbuhkan kepercayaan, jika orang atau pihak lain sudah pernah dicederai atau dilukai, akibat janji yang tidak ditepati.

Adapun orang yang memenuhi janji, mendapatkan manfaat berupa:

a. Mendapatkan predikat sebagai muttaqin dan menjadi sebab tergapainya sifat muttaqin (Q.S. Ali Imrān/3: 76).

b. Menjadi sebab datangnya keberhasilan, keamanan dan ketenteraman, serta jauh adanya konflik dan perselisihan.

c. Menghindari pertumpahan darah, dan terjaga dari mengambil hak orang lain, baik dari pihak muslim atau non muslim (Q.S.

19

(20)

al-Anfāl/8: 72).

d. Dapat menghapus kesalahan, dan menjadi sebab dimasukkan ke dalam surga (Q.S. al-Baqarah/2: 40, dan Q.S al-Māidah/5: 12).

b. Mensyukuri Nikmat

Mensyukuri nikmat adalah berterima kasih kepada Allah Swt.

atas segala nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita. Caranya adalah menggunakan segala nikmat tersebut, sesuai dengan tujuan nikmat itu diberikan. Misalnya nikmat tangan, mata, dan kaki, semuanya digunakan untuk hal-hal yang benar menurut Allah Swt, bukan keinginan nafsu, syahwat, apalagi perbuatan maksiat.

Pribadi yang bersyukur, ditandai menyatunya hati, lisan dan perbuatan. Tidak boleh terpisah, atau terpotong-potong, sehingga jika kesatuan itu dapat dilakukan, muncul kepribadian muslim yang utuh, bukan pribadi pecah yang hanya sesuai, misalnya antara lisan dan perbuatan, melupakan hati. Begitu juga, hati dan lisan menyatu, tetapi perbuatannya tidak sesuai

Keuntungan menjadi orang bersyukur diantaranya:

1) Jauh Lebih Produktif 2) Lebih Bahagia dan Optimis

3) Manfaatnya Kembali pada diri senditri, Hal ini Allah Swt. juga berfirman:

Artinya: “Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (Q.S. Luqmān/31: 12) c. Memelihara Lisan

Lidah atau lisan merupakan bagian tubuh yang sangat berharga.

Melalui lisan yang tidak tertata, muncul pertengkaran dan 20

(21)

perselisihan. Lisan juga, bisa membuat malapetaka yang besar, bahkan pembunuhan yang tidak terkira akibatnya.

Sebaliknya, melalui lisan juga, muncul berbagai macam kedamaian, kesejukan, cinta dan harapan yang tersemai di lubuk jiwa untuk satuan, puluhan, ribuan, jutaan bahkan milyaran umat manusia.

Tipis sekali perbedaan antara bahagia dan celaka serta senang susah, hanya dari penggunaan lidah. Apalagi jika dikaitkan dengan ajaran Islam yang sudah memberi rambu-rambu dalam penggunan lidah. Kita diingatkan oleh Allah Swt. dengan fiman-Nya, yakni:

Artinya: “Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (Q.S.

an-Nūr/24: 24).

Ayat ini menjelaskan, saat orang-orang yang begelimang dosa akan diazab oleh Allah Swt. di akhirat nanti, mereka membantah dan mengingkari perbuatan buruk mereka, maka anggota tubuhnya menjadi saksi. Lidah, lisan, tangan dan kaki mereka menjadi saksi dan menceritakan dengan rinci apa saja yang mereka lakukan, sehingga tidak bisa berdalih lagi. Penggunaan lisan yang tidak pada tempatnya, mengakibatkan 3 hal yaitu:

1) Fitnah, merupakan komunikasi satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan fakta palsu yang dapat mempengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang

2) Ghibah, adalah membicarakan orang lain yang tidak hadir, sesuatu yang tidak disenanginya

3) Buhtan (bohong besar), yaitu sama sepeti ghibah namun Jika yang dibicarakan itu, keburukan orang yang disebut, tidak disandang oleh yang bersangkutan

21

(22)

Berikut ini, beberapa petunjuk Islam dalam penggunaan lisan, antara lain:

1. Menjauhi kebiasaan berkata bohong dan tidak bermanfaat.

Jangan pula berbicara yang berlebihan.

2. Jauhi pembicaraan yang batil, kotor, dan jorok

3. Jangan berbicara dusta atau palsu. Ingat! Tanda-tanda orang munafik, salah satunya, jika berbicara berdusta atau bohong.

4. Jangan gunakan lisanmu untuk menggunjing (Q.S. al- Hujurāt/49: 12)

5. Jangan berkata kasar (Q.S. Ali Imrān/3: 159). Jauhi pula melakukan celaan dan melaknat orang lain

d. Menutup Aib Orang Lain

Aib adalah keburukan yang bersifat rahasia. Disebabkan sifatnya yang rahasia, biasanya hanya diketahui oleh yang bersangkutan, atau beberapa orang tertentu.

Macam-macam aib jika ditinjau dari sifatnya, maka aib dibagi menjadi 2, yakni:

1. Aib Dzahir, yaitu: aib yang nampak dan dapat diketahui secara lahir, jika diperhatikan betul. Misalnya cacat pada barang- barang perdagangan, contohnya buah-buahan yang busuk, atau mebeler yang kelihatan cacatnya.

2. Aib Tersembunyi, yaitu aib yang tidak nampak, karena disembunyikan. Tidak terlihat, meski sudah diperhatikan betul- betul. Ambil contoh, beras yang sudah dicampur antara beras premium, super, dengan golongan yang biasa. Atau kacang- kacangan yang bagus atasnya, sementara yang bawah kondisinya kurang baik. Semuanya tidak kelihatan, jika tidak diurai atau dibuka semuanya.

Di dunia modern ini, di antara penyalahgunaan teknologi adalah orang begitu mudah membuka aib orang lain. Hal ini boleh jadi dilatarbelakangi adanya rivalitas (persaingan), persinggungan kepentingan, bahkan sifat iri dengki yang dimiliki. Saat ini, orang

22

(23)

begitu mudah tumbang nama baik dan martabatnya dari penyalahgunaan media sosial (medsos). . Kita diingatkan oleh Allah Swt. melalui firmannya, yaitu:

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang” (Q.S. al-Hujurāt/49:

12).

Melalui ayat ini, Allah Swt. melarang orang beriman melakukan prasangka buruk, mencari-cari kesalahan pihak lain, dan melarang bergunjing. Bahkan, bagi yang gemar bergunjing diumpamakan seperti orang yang memakan daging saudaranya yang sudah meninggal. Sungguh perilaku yang bukan saja menimbulkan dosa, tetapi juga amat menjijikkan.

Aib bukan saja membawa madharat (bahaya) kepada yang bersangkutan, tetapi juga pihak lain, termasuk masyarakat luas.

Membuka aib orang lain, sama saja dengan membuka aib diri sendiri

C. Penelitian Terdahulu

Hasil penelitian berikut ini menjadi faktor pendukung sebelum peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Metode Poster Comment. Kajian kajian atau telaah dilakukan penulis terhadap penelitian- penelitian terdahulu diantaranya, yaitu:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Misbahul Hakimah, 2013 Mahasiswa 23

(24)

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim dengan judul “Penerapan Metode Pembelajaran Poster Comment untuk Meningkatkan Keterampilan Kitabah Pada Pelajaran Bahasa Arab Kelas IV-A Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang” Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa penerapan metode pembelajaran Poster Comment diketahui 14 dapat meningkatkan keterampilan kitabah (menulis) mata pelajaran bahasa Arab siswa kelas IV-A Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang. Dari hasil nilai evaluasi juga dapat dilihat tentang peningkatan keterampilan kitabah siswa mulai dari pre tes hingga siklus 2 dengan rincian rata-rata kelas nilai pre tes 60,4 siklus I 65,6; siklus II 75,6 dan didukung nilai pos tes 77,5. Peningkatan nilai menulis pada lembar observasi siklus I lebih besar 17%, dan pada siklus II Sebesar 39%.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Latifatul Husna (2017) dalam skripsinya yang berjudul: “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Mind Mapping pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Kelas IV MIS Al-Ihsan Dusun I Tambak Rejo Desa Amplas”, mengemukakan bahwa hasil/evaluasi pembelajaran SKI pada materi hijrah para sahabat Nabi ke Habasyah dan hijrah Nabi ke Thaif mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Perbedaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitian karya Latifatul Husna berbeda pada variabel pertama, jika pada penelitian Latifatul Husna menggunakan Motode Mind Mapping, sedangkan penulis menggunakan metode Poster Comment.

3. Skripsi dari Robith Haqiqi, Mahasiswa Jurusan PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang 2016, yang berjudul Penerapan Strategi Poster Comment Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Fiqih Kelas XI MIPA I Di SMA Negeri 1 Talang Ubi. Terkait masalah pada skripsi ini yaitu; bagaimana perencanaan penerapan strategi poster comment untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIPA I di SMA Negeri 1 Talang Ubi pada mata pelajaran Fikih, bagaimana penerapan strategi poster

24

(25)

comment untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIPA I di SMA Negeri 1 Talang Ubi pada mata pelajaran Fikih, bagaimana hasil belajar siswa kelas XI MIPA I di SMA Negeri 1 Talang Ubi setelah diterapkannya strategi poster comment. Pendekatan yang digunakan peneliti yaitu menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Adapun jenis penelitian menggunakan PTK. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu metode poster comment. Dapat disimpulkan bahwa, penggunaan metode poster comment berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar fiqih siswa SMA Negeri 1 Talang Ubi. Terbukti bahwa perolehan hasil belajar kelas rata-rata total yang diperoleh seluruh siswa adalah 94,79.1 Persamaan yang peneliti temukan yaitu sama-sama menggunakan metode poster comment, sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada penerapan mata pelajaran yang digunakan yaitu Fiqih

4. Penelitian yang dilakukan oleh miftahul janna taha, 2017 Mahasiswa Universitas Islam Negri Alauddin Makassar dengan judul “Pengaruh Metode Poster Comment Dengan Menggunakan Media Kartu Bergambar Terhadap Keaktifan Belajar siswa Pada Pelajaran Fisika Di SMPN 1 Tanete Riaja”. Hasil penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimental research that aims berjumlah 194 orang yang tersebar dalam 6 kelas. Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang dipilih dari dua kelas dengan menggunakan teknik Matching. Dengan jumlah sampel penelitian 30 siswa yang dipilih dari dua kelas yang digunakan untuk observasi, Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata keaktifan belajar fisika siswa yang diajar dengan metode Poster Comment menggunakan media kartu bergambar 88.33 dan nilai rata-rata siswa yang diajar dengan metode Poster Comment tanpa menggunakan media kartu bergambar 57.27, di mana pada kelas eksperimen yang diajar dengan metode Poster Comment menggunakan media kartu bergambar berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi, sedangkan kelas kontrol yang diajar dengan metode Poster Comment tanpa menggunakan media kartu bergambar berada pada kategori sedang dan rendah.

Berdasarkan dari empat penelitian tersebut, bahwa metode Poster Comment 25

(26)

dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan agama islam untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa dan sangat cocok digunakan dalam pembelajaran materi bukti beriman: memenuhi janji, mensyukuri nikmat, memelihara lisan, menutipi aib orang lain. Faktor penggunaan metode ini salah satunya disebabkan atas dasar kurangnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2010:64), menyatakan bahwa

“hipotesis penelitian adalah suatu jawaban sementara terhadap masalah yang ada dalam penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Akan tetapi dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan belum didasarkan suatu fakta-fakta empiris yang diperoleh dalam pengumpulan data.

Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui keadaan siswa dan pembelajarnnya di kelas, setelah itu penulis ingin menerapkan strategi poster comment. Penulis ingin mengethui proses bagaimana proses penerapan strategi ini. Kemudian bisa diambil sebuah hasil penlitian, mengenai kelebihan dan kelemahan steregi ini.

Setelah penerapan strategi poster comment, berhasil dilakukan, penulis ingin mengetahui bagaimana hasil yang diperoleh dari penerapan strategi tersebut. Harapannya adalah setelah dilakukan beberapa refleksi terjadi beberapa perubahan dan hasil yang lebih baik lagi.

Berdasarkan kerangka teoritis dan landasan teoritis yang sudah dirumuskan.

Maka yang menjadi hipotesis penelitian ini sebagai berikut:

Ha: Tidak Terdapat Pengaruh Penggunaan Metode Poster Comment Terhadap pemahanan siswa terkait materi bukti beriman: memenuhi janji, mensyukuri nikmat, memelihara lisan, menutupi aib orang lain kelas XI SMA Negeri 1 Talang Ubi tahun ajaran 2023/2024

Ho: Terdapat Pengaruh Metode Penggunaan Poster Comment Terhadap pemahanan siswa terkait materi bukti beriman: memenuhi janji, mensyukuri nikmat, memelihara lisan, menutupi aib orang lain kelas XI SMA Negeri 1

26

(27)

Talang Ubi tahun ajaran 2023/2024

27

(28)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan deskriptif- kualitatif.

Menurut Boghdan dan Taylor, sebagaimana yang telah dikutip oleh Lexy Moleong menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data dreskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

Adapun jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK merupakan suatu penelitian yang akar permasalahnnya muncul di kelas dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan sehingga sulit dibenarkan jika ada anggapan bahwa permasalahan dalam tindakan kelas diperoleh dari lamunan seorang peneliti. Permasalahan yang ada di dalam kelas tentunya ada, dan bermacam-macam, contohnya siswa yang tidak bersemangat, penggunaan metode dan stretegi yang kurang variatif, rendahnya nilai siswa dan lain sebagainya.

PTK termasuk penelitian dengan pendekatan kualitatif, walaupun data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif dan kualitatif. PTK mempunyai memiliki beberapa karakteristik sebagi berikut:

a. (On the job problem oriented) didasarkan pada masalah yang benar-benar dihadapi oleh guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

b. (Problem solving oriented) beroreientasi pada pemecahan masalah.

c. (improvement-oriented) berorientasi pada peningkatan mutu.

d. (Cyclic) siklus, konsep tindakan dalam PTK ditetapkan melalui utaran yang terdiri dari beberapa tahap daur ulang.

e. (Action oriented) selalu didasarkan pada adanya tindakan.

Ada dua tujuan utama yang dapat dicapai dalam PTK, yaitu:

1. PTK ini bertujuan untuk memperbaiki, meningkatkan dan mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik sebagai upaya pemecahan masalah.

2. Menentukan model dan prosedur tindakan yang memberikan jaminan terhadap upaya pemecahan masalah yang mirip atau sama, dengan

28

(29)

melakukan modifikasi dan penyesuian seperlunya.

Adapun PTK yang digunakan pada penelitian ini adalah model Kemmis &

McTaggart. Model Kemmis & McTaggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan Kurt Lewin sebagimana yang diutarakan di atas. Hanya saja, komponen acting (tindakan) dengan observing (pengamatan) dijadikan sebagai satu kesatuan. Pada model ini siklus dimulai dari 1. Plan (rencana), 2.

Acting (tindakan) dan observing (pengamatan), serta, 3. Reflection (refleksi).

B. Variabel Penelitian

Pengukuran dan observasi perlu dilakukan dengan bantuan variable-variabe dalam penelitian Tindakan kelas, diantaranya:

1. Variabel Bebas (X) merupakan variable perlakuan atau berpengaruh hal ini merujuk pada implementasi strategi/model Poster Comment dan moden konvensional

2. Variabel Terikat (Y) merupakan variable yang terpengaruh. Hal ini tentunya merujuk pada hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam mengikuti pelajaran agama islam materi Bukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain

3. Variabel Kontrol merupakan variable yang dibuat sama. Hal tersebut merujuk pada golongan Kelas XI, materi pelajawan agama islam yaitu Bukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain, dan peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Talang Ubi

Observasi dan perlakuan pada penelitian Tindakan kelas terhadap variable- variabel tersebut dapat memberikan kesimpulan apakah metode/strategi pembelajaran yang semula konvensional ke Comment Poster mempengaruhi hasil belajar, analisis, aktif,, semangat, serta kemampuan kognitif lainya dalam mengikuti pelajaran agama islam pada SMA Negeri 1 Talang Ubi

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Talang Ubi tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel

29

(30)

merupakan siswa satu kelas XI yang berjumlah 25 orang

D. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Talang Ubi sebanyak 3 siklus pada semester satu tahun pelajaran 2023/2024. Dengan rincian waktu dan tempat penelitian:

1. Waktu Penelitian

a. Perencanaan: 22 Juni - 13 Juli 2023

b. Pelaksanaan Tindakan: 21 Juli 2023 hingga 21 Agustus 2023 c. Observasi dan Evaluasi: 22 Agustus 2023

d. Analisis Data dan Penyusunan Laporan: Bulan Agustus 2023 2. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Talang Ubi, khususnya pada kelas XI pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan materi Bukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain dan sisesuaikan dengan jadwal akademik sekolah yang berlaku tahun ajaran 2023/2024.

Seluruh kegiatan mecakup penerapan, perencanaan, pengumpulan data, observasi dan evaluasi dilakukan pada lingkungan SMA Negeri 1 Talang Ubi

E. Rencana Tindakan 1. Tahap Perencanaan

1) Mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

2) Merumuskan tujuan penelitian dan tujuan pembelajaran yang spesifik.

3) Menentukan materi pembelajaran yang akan dijadikan fokus.

4) Mengembangkan perangkat pembelajaran poster comment, seperti penugasan, sumber belajar, dan instrumen penilaian.

5) Merencanakan jadwal pelaksanaan tindakan 2. Tahap Pelaksanaan Tindakan

1) Menginformasikan peserta didik tentang tujuan dan proses penelitian.

2) Mengimplementasikan model Poster Comment dalam pembelajaran 30

(31)

Pendidikan Agama Islam di kelas XI sebagai kelompok eksperimen.

3) Mengadakan sesi pembelajaran yang melibatkan tahapan-tahapan Poster Comment, seperti identifikasi masalah, analisis, penyusunan solusi, dan refleksi.

4) Memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah melalui pembelajaran Poster Comment.

5) Memantau dan mendokumentasikan proses pembelajaran serta interaksi peserta didik selama pelaksanaan tindakan

3. Tahap Observasi dan Evaluasi

1) Mengumpulkan data tentang hasil belajar peserta didik melalui tes tulis yang mencakup pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah.

2) Mengumpulkan data tentang motivasi dan keaktifan peserta didik melalui angket atau observasi.

3) Menganalisis data yang terkumpul untuk mengevaluasi efektivitas model Poster Comment dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.

4) Mengadakan sesi refleksi bersama peserta didik dan meminta umpan balik mengenai pengalaman mereka dalam pembelajaran Poster Comment.

5) Mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan dalam implementasi model Poster Comment

4. Tahap Analisis Data dan Penyusunan Laporan

1) Menganalisis data hasil belajar dan motivasi peserta didik menggunakan metode statistik yang sesuai.

2) Menginterpretasikan hasil analisis data untuk memperoleh temuan dan kesimpulan penelitian.

3) Menyusun laporan penelitian yang mencakup pendahuluan, metodologi, hasil penelitian, analisis, temuan, dan rekomendasi.

4) Menyajikan laporan penelitian kepada pihak sekolah dan dewan guru untuk mendapatkan umpan balik.

Dalam rencana tindakan penelitian ini, setiap tahapan akan dilakukan secara 31

(32)

berulang-ulang dalam siklus tindakan yang kontinu selama dua siklus pada semester satu. Dengan melakukan tindakan berulang dan refleksi secara berkala, diharapkan dapat terjadi perbaikan dan pengembangan yang signifikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan model Poster Comment.

Adapun langkah-langkah penelitian dapat dilihat pada diagram berikut ini:

F. Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data 1. Jenis Data

a. Data Kuantitatif: Berupa hasil numerik yang didapat dari skort es tertulis siswa

b. Data Kualitatif: Berupa deskripsi a mendalam tentang pengalaman, sikap, dan pendapat peserta didik, seperti umpan balik dari angket atau catatan observasi.

2. Sumber Data a. Peserta Didik:

b. Guru Pendidikan Agama Islam:

c. Dokumen dan Materi Pembelajaran seperti perangkat pembelajaran, tes tulis, dan materi pembelajaran digunakan sebagai sumber data untuk melihat perkembangan peserta didik dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan model Poster Comment.

Pra siklus

(Permasalahan) Perencanaan Pelaksanaan

Siklus I Pengamatan

Refleksi

Penyempurnaan Siklus I, Skenario

2

Perencanaan Pelaksanaan Siklus 2

Pengamatan Refleksi Hasil

32

(33)

3. Teknik Pengumpulan Data

Pada bagian ini dikemukakan bahwa, dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi paricipant, wawancara mendalam studi dokumentasi, dan gabungan ketiganya atau triangulasi. Berikut akan penulis jeaskan beberapa teknik pengumpulan data pada penelitian ini:

1. Interview (wawancara)

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respindennya sedikit/kecil. Wawancara biasanya ditujukan kepada orang- orang tertentu yang dianggap penting. Orang-orang yang diamksud tersebut diantaranya adalah: kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dewan guru, guru mata pelajaran, siswa, dan lain-lain yang bersangkutan terhadap penelitian.

Menganai alat yang digunakan dalam wawancara, diataranya: buku cacatan, handphone, tape recoder, camera, handycam, dan lain sebagainya.

Wawancara yang akan digunakan yaitu terdiri dari dua macam, yaitu:

a. Wawancara Terstruktur

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawancara terstruktur harus menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis dan opsi jawabannya juga telah disediakan oleh peneliti.

b. Wawancara Tidak Terstruktur

Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang ditanyakan. Dalam wawancara tidak terstruktur ini

33

(34)

peneliti belum mengeatahui secara pasti apa yang akan diperoleh oleh peneliti. Pada wawancara tidak terstruktur ini peneliti bebas menanyakan apa saja yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti tanpa mengikikuti alur wawancara.

c. Observasi

Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuisioner. Yaitu jika teknik pengumpulan data yang lain biasanya selalu berhungungan dengan orang, maka observasi mempunyai ciri khusus. Ciri khusus ini yaitu tidak dengan orang, tetapi juga objek- objek alam yang lain.

Sutrisno Hadi dalam Sugiono mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Penggunaan alat-alat yang mendukung seperti alat tulis, camera, handycam, diperlukan untuk menyimpan hasil teknik observasi ini. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian bekenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Dalam penelitian ini, teknik observasi ini tentu diperlukan, karena peneliti akan memneliti lingkup yang kecil yaitu kelas.

Dalam penelitian kali ini, peneliti akan menggunakan jenis observasi berperan serta (participant observation). Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau orang yang akan digunakan sebagai sumber data penelitian. Karena pada observasi berperan serta ini peneliti ikut langsung, maka data yang diperoleh data yang akan diperoleh akan semakin nyata dan lengkap.

d. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Catatan peristiwa yang sudah berlalu dalam hal penelitian ini bisa 34

(35)

disimpan dengan berbagai alat-alat baik eketronik maupun non elektronik. Macam-macam dokuman ini bisa berbentuk tulisan, gambar, video, dan lain sabagainya.

G. Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesis 1. Teknik Analisis Data

Analisis merupakan usaha untuk memilih, memilah, membuang, menggolongkan, serta menyusun kedalam kategorisasi, mengklasifikasikan untuk menjawab pertanyaan pokok: (1) tema apa yang dapat ditemukan pada data, (2) Seberapa jauh data dapat mendukung tema/arah/tujuan penelitian.44

Analisis data dilakukan setelah proses pengumpulan data. Peneliti harus mampu menganalis data yang telah ia peroleh karena itu sangat berkaitan dengan hasil penelitian. Hasil penelitian ini adalah yang menjadi nilai tambah terhadap suatu penelitian. Supardi mengungkapkan walaupun data yang dikumpulkan lengkap dan valid jika peneliti tidak mampu menganalisisnya maka datanya tidak akan memiliki nilai ilmiah yang dapat digunakan untuk perkembangan ilmu pengetahuan.45

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif, yaitu digambarkan dengan kata-kata atau kalimat.

Maksudnya adalah setelah data hasil observasi, wawancara, dokumentasi penulis kumpulkan, kemudian disusun berdasarkan urutan pembahasan yang telah direncanakan. Selanjutnya penulis melakukan interpretasi (pendapat) secukupnya dalam usaha memahami kenyataan yang ada untuk menarik kesimpulan.

Proses analisis data dilakukan oleh peneliti adalah melalui tahapan- tahapan sebagai berikut:

1. Pengumpulan data, dimulai dari berbagai sumber yaitu dari beberapa informasi dan pengamatan langsung yang telah dituliskan dalam catatan lapangan, transkip wawancara dan dokumentasi, setelah dibaca dan depalajari serta ditelaah, maka langkah berikutnay mengadakan reduksi data yang dilakukan dengan jalan membuat

35

(36)

abstraksi. Abstraksi yang akan membuat rangkuman inti.

2. Proses pemilihan, yang selanjutnya menyusun dalam satuan-satuan yang kemudian di integrasikan pada langkah berikutnya, dengan membuat koding. Koding merupakan symbol dan singkatan yang diterapkan pada sekelompok kata-kata yang bisa berupa kalimat atau paragraf dari catatan di lapangan

3. Pemeriksaan keabsahan data, setelah selesai tahap ini mulailah pada tahap pembahasan hasil penelitian.

Untuk mengetahui hasil belajar siswa diperlukan adanya nilai. Nilai yang diperoleh ini didapat dengan skor hasil test yang yang bermacam- macam. Tes itu bisa berupa ulangan harian, UTS, UAS, kuis, dan lain sebagainya. Skor pengukuran hasil belajar menjadi bermakna dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan setelah diubah menjadi nilai.

Berdasarkan itu nilai menjadi kehadiran nilai menjadi penting untuk mengetahui hasil belajar siswa.

Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai adalah sebagai berikut:

Misalnya: pada sebuah tes yang terdiri dari 10 butir soal, siswa A menjawab dengan benar sebanyak 7 butir soal. Bila skor tertinggi di kelas adalah 90 dan penilaian didasarkan pada dan skala yang digunakan adalah 0- 100, maka nilai A adalah (70/90) x 100 = 77. Selanjutnya pengambilan keputusan atas nilai tersebut mengacu kepada standar minimal ketuntasan yang diharapkan.

2. Pengujian Hipotesis

Menurut Moleong, yang dimaksud dengan keabsahan data dalam metode kualitatif adalah bahwa setiap keadaan harus memenuhi49 :

1. Medemonstrasikan Nilai yang benar

2. Menyediakan dasar agar hal itu dapat diterapkan

3. Memperbolehkan keputusan luar yang dapat dibuat dengan konsistensi dari prosedurnya dan kenetralan dari temuan dan

36

(37)

keputusan-keputusannya.

Dalam penelitian ini, untuk menguji kebenaran data maka menggunakan teknik sebagaimana yang dikemukakan oleh Moleong yaitu:

1) Ketekunan Pengamat, 2) Triangulasi

3) Kecukupan refrensial.

37

(38)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Uraian berikut ini adalah salah satu upaya untuk mendeskripsikan hasil penelitian yang telah berhasil dilaksanakan.

A. Paparan Data Gambaran Objek Penelitian 1. Profil SMA Negeri 1 Talang Ubi

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Talang Ubi bertempat di jalan Beringin Talang Subur Kecamatan Talang Ubi. Pada tanggal 30 Mei 1991 dan sesuai dengan (Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no. 0283/0/1991 tentang pembukaan dan penegerian sekolah tahun pelajaran 1990/1991. Sekolah didirikan dan diberi nama Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Talang Ubi, pada tanggal 15 Juli 1991, pertama kali dimulainya aktivitas belajar mengajar dengan kondisi seadanya dan tenaga pengajar yang kurang memungkinkan, tetapi sekarang SMA Negeri 1 Talang Ubi telah menjadi sekolah yang banyak diminati oleh masyarakat Kecamatan Talang Ubi khususnya dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dan sekitarnya, jumlah siswa sekitar ± 737 orang siswa

2. Identitas SMA Negeri 1 Talang Ubi

a. Nama sekolah : SMA Negeri 1 Talang Ubi b. Status Sekolah : Negeri

c. Akreditasi : A

d. Alamat : Jl. Beringin Talang Subur 31211 e. Kelurahan : Talang Ubi Selatan

f. Kabupaten/Kota : Penukal Abab Lematang Ilir

g. Telepon : (0713) 390179

h. NPSN : 10600903

i. Website : smansatalangubi.sch.id

j. E-Mail : [email protected]

3. Visi dan Misi a. Visi

38

(39)

 Unggul Dalam Prestasi Berdasarkan Iman Dan Taqwa b. Misi

 Mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran secara efektif sehingga setiap siswa berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

 Melaksanakan evaluasi dan penilaian hasil belajar secara konsisten dan berkesinambungan.

 Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah.

 Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat dikembangkan secara optimal.

 Menerapkan disiplin tinggi dalam segala kegiatan sekolah.

 Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan juga budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.

Gambar 1. Gedung SMA Negeri 1 Talang Ubi

4. Keadaan Kepsek, Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Talang Ubi Tabel 4.1. Guru dan status kepegawaian dan PTK

No Nama Status Kepegawaian Jenis PTK

1 Jainul Abidin PNS Kepala Sekolah

2 Gunadi PNS Guru Mapel

39

(40)

3 Nurleli PNS Guru Mapel

4 Marnona PNS Guru Mapel

5 Maryati PNS Guru Mapel

6 Siska Oktarika PNS Guru Mapel

7 Revi Martzusani PNS Guru Mapel

8 Ria Harmoni PNS Guru Mapel

9 Sri Supartini PNS Guru Mapel

10 Hendrisman PNS Guru Mapel

11 Erly Zahara PNS Guru Mapel

12 Desi Sulistiana PNS Guru Mapel

13 Rita Octavianie PNS Guru Mapel

14 Rina Yunita Sari PNS Guru Mapel

15 Alpin Murdani PNS Guru Mapel

16 Ending Saputra PNS Guru Mapel

17 Sri Kusrina PNS Guru Mapel

18 Yuni Susanti PNS Guru Mapel

19 Trimurti Mayasari PNS Guru Mapel

20 Inderatana PNS Guru Mapel

21 Nuraisah PNS Guru Mapel

22 Ranita Sari PNS Guru Mapel

23 Sonia Desmalia PNS Guru Mapel

24 Vera Setiawati PNS Guru Mapel

25

5 Oktabri Erwanda PNS Guru Mapel

26 Aprina Yupenta PNS Guru Mapel

27 Mbarep Wicaksono PNS Guru Mapel

28 Wulan Fitriani PNS Guru Mapel

29 Yuke Agustin PNS Guru Mapel

30 Maria Ulfa Mahmudah PNS Guru Mapel

31 Galuh Titi Fatimah PNS Guru Mapel

32 Handayani PNS Guru Mapel

33 Wahyu Dwi Lestarii PNS Guru Mapel

34 Ibnu Hanif Asnawi PNS Guru Mapel

35 Sapta Risnanto PNS Guru Mapel

36 Darni Sartika PPPK Guru Mapel

37 Desi Triwindari PPPK Guru Mapel

38 Lina Karlina PPPK Guru Mapel

39 Bella Viona Hendrista PPPK Guru Mapel

40 Deni Agriansya PPPK Guru Mapel

40

(41)

41 Erwin Saputra PPPK Guru Mapel

42 Heni Andriani PPPK Guru Mapel

43 Indro Guru Honor Sekolah Guru Mapel

44 Kartina Guru Honor Sekolah Guru Mapel

45 Rena Apriani Guru Honor Sekolah Guru Mapel

46 Warmi Guru Honor Sekolah Guru Mapel

47 Angga Wahyu Pengasih Guru Honor Sekolah Guru Mapel

48 Lian Susanto Guru Honor Sekolah Guru Mapel

49 Novella Mutiara Guru Honor Sekolah Guru Mapel

50 Okta Vianti Guru Honor Sekolah Guru Mapel

B. Paparan data Tindakan

1. Pemeriksaan di Lapangan

Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti mengadakan wawancara terlebih dahulu dengan pihak yang terkait. Peneliti melakukan wawancara dengan wakil kepala bagian kurikulum tepatnya pada tanggal 23 Juli 2023 terkait gambaran secara umum mengenai SMA Negeri 1 Talang Ubi. wawancara ini membicarakan tentang kurikulum yang sedang diterapkan, tentang RPP, dan lain sebagainya. Hasil wawancara ini selanjutnya digunakan sebagai pertimbangan untuk memilih SMA Negeri 1 Talang Ubi sebagai lokasi penelitian. Selanjutnya, berdasarkan beberapa pertimbangan peneliti memilih SMA Negeri 1 Talang Ubi sebagai lokasi penelitian.

Peneliti selanjutnya berdiskusi dengan waka lebih menuju pada rencana penelitian. Penelitian yang akan dilaksanakan disini adalah Penelitian Tindakan yang dijadikan objek penelitian adalah kelas XI MIPA 1.

Setelah melakukan wawancara dengan waka kurikulum, maka dipilihlah SMA Negeri 1 Talang Ubi sebagai setting penelitian.

Selanjutnya, peneliti melakukan wawancara dengan guru BK mengenai rencana pelaksanaan penelitian tindakan kelas.

Peneliti melakuan penelitian tindakan kelas pada kelas XI MIPA 1 Setelah ditetapkannya setting penelitian, Hasil wawancara yang

41

Gambar

Gambar 1. Gedung SMA Negeri 1 Talang Ubi
Tabel 4.2 Hasil ulangan harian kondisi awal
Tabel 4.3 Hasil Evaluasi siklus pertama
Tabel 4.4. Penilaian Aktivitas Peserta Didik No Kegiatan Pembelajaran dengan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan awal - Guru memberikan appersepsi dan motivasi - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru memberikan pretest secara lisan Kegiatan inti - Guru membagi kelompok dan

2) Guru memberikan motivasi mengenai pentingnya materi sumber hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 4) Guru menerangkan secara

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Memotivasi guru untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan PTK, 2)

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Memotivasi guru untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan PTK, 2)

Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai hal sehari-hari yang akan diajarkan pada pertemuan kali ini.. Motivasi : Guru menyampaikan manfaat dari pembelajaran kali ini

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan : ● Guru membuka pelajaran dengan diawali berdoa bersama ● Guru menanyakan kondisi kesehatan siswa ● Guru melakukan presensi peserta didik

Guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai pada pembelajaran hari ini Inti 35 Menit Orientasi peserta didik pada masalah Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan stimulus tentang

Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang materi pada pertemuan sebelumnya Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 5 20 menit Inti Guru : 1.. Guru memberikan