Nama : Nabila Aisya Darmawati NIM : 232105030028
Resume Tema : Proses Costing
Proses costing sebagai metode akuntansi biaya untuk menghitung biaya produksi industri yang memproduksi barang secara massal. Metode ini umum digunakan oleh perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk homogen dalam jumlah besar, seperti di sektor kimia, makanan, dan minuman. Adapun tujuan utamanya yakni menentukan biaya per unit produk dengan cara membagi total biaya produksi dengan jumlah unit yang dihasilkan.
Sistem ini mengakumulasikan biaya produksi yang dilakukan oleh departemen untuk periode tertentu. Objek dari sistem ini adalah departemen, dan biaya dibebankan ke setiap unit dengan membagi total biaya yang dibebankan ke pusat biaya dengan jumlah total unit yang diproduksi. Pusat biaya biasanya berupa departemen yang homogen.Namun sebenarnya banyak komponen biaya yang harus kita ketahui seperti biaya rata-rata, biaya marginal dan biaya total. Yang familiar adalah biaya yang terdiri dari :
Biaya Bahan Baku
Biaya Beban Gaji
Biaya Overhead Pabrik
Adapun jenis-jenis proses seperti pemrosesan sikuensial dan pemrosesan paralel. Dalam pemrosesan pastinya dilakukan perhitungan biaya, tanpa melihat proses tersebut termasuk dalam jenis apa Pada proses produksi, unit- unit produk dapat berjalan dengan cara berbeda dalam penyelesaiannya.
Pengetahuan mengenai aliran atau pergerakan fisik sangat penting karena aliran biaya suatu produk mengikuti aliran fisik produk yang diproses.
Aliran Produk Secara Berurutan, dalam aliran ini produk diproses melalui proses yang sama dalam urutan yang sama. Contoh: Produk sepatu diproses melalui Departemen Cutting, Departemen Sewing, dan Departemen Assembling.
Aliran Produk Secara Paralel, aliran ini terdiri dari bagian-bagian tertentu dari tahapan pekerjaan dilakukan secara sinkron lalu digabungkan. Contoh: Pemprosesan bagian-bagian kayu dan logam dilakukan secara simultan.
Aliran Produk Selektif, Produk berpindah ke departemen yang berbeda bergantung pada produk final yang akan dihasilkan. Contoh:
Produk penjagalan dapat dipindahkan ke departemen pengemasan atau pengasapan.
Pelaporan Biaya memiliki syarat yang sebaiknya kita ketahui, yaitu : 1. Total biaya dan biaya per unit produksi dari pekerjaan yang
diterima dari satu atau beberapa departemen lain.
2. Total Biaya yang ditransfer harusnya ke departemen berikutnya atau ke persediaan barang jadi.
3. Biaya dari persediaan barang dalam proses haruslah pada awal dan akhir periode.
Perhitungan proses costing sebagai suatu hal penting bagi perusahaann karena
sebagai buku biaya yang dikeluarkan secara keseluruhan, agar perusahaan dapat mengambil keputusan. Namun metode pembukuan terkadang tidak akurat, oleh karena itu di zaman modern ini para akuntan harus tau alat untuk mempermudah proses costing.
Adapun metodenya yang harus kita tau yaitu analisis ketersediaan, perubahan biaya ketersediaan, hitung biaya yang langsung maupun tidak langsung, perhitungan biaya unit dan penentuan biaya (lengkap maupun tidak lengkap). Demikian, proses costing menjadi alat yang sangat berharga bagi manajer dalam pengambilan keputusan strategis dan perencanaan operasional, serta membantu dalam pengendalian biaya dan analisis profitabilitas.
Daftar Pustaka
Maryanne M. Mowen, Don R Hansen dan Dan L. Heigner. “ Dasar-Dasar Akuntansi Manajerial” disunting Penerbit Salemba Empat, New Tech Park, 2017, h. 232-243.
Mulyana Machmud, Hamida Hasan. “Akuntansi Biaya”, disunting oleh Penerbit Eureka Media Aksara, 2023
William K. Carter, 2009, “Akuntansi Biaya Cost Accounting”,Salemba Empat, hl. 173-181