Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
No. 561/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Sel.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara :
NY. SORAYA ALDJUFRIE - beralamat di Jln. Cisanggiri No. 5 RT.003 RW.004 Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam hal ini memberi kuasa kepada MUHAMMAD SOLIHIN HD, SH Advokat & Konsultan Hukum pada Law Office M. Solihin HD & Partners, Fully Integrated Legal Service berkantor di Gedung Wisma Seba, Jln. Kramat Kwitang I NO.11 A Jakarta Pusat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 12 September 2013, selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;
M e l a w a n :
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Cq. PANGLIMA TNI Cq. KEPALA STAF TNI ANGKATAN DARAT Cq. PANGDAM V JAYA – beralamat di Jalan Mayjen Sutoyo No. 5 Kelurahan Cililitan Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT ;
PENGADILAN NEGERI TERSEBUT;
Telah membaca surat-surat dalam berkas perkara ;
Telah mendengar para pihak dan keterangan saksi-saksi dari para pihak dipersidangan
;
Telah memeriksa/ memperhatikan bukti-bukti surat dari para pihak dipersidangan ;
TENTANG DUDUKNYA PERKARA
Menimbang, bahwa Penggugat dengan Surat Gugatannya tanggal 19 Agustus 2013 yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Register No. 561/
Pdt.G/2013/PN.Jkt.Sel, tanggal 26 September 2013 telah mengajukan gugatan terhadap Tergugat dengan alasan sebagai berikut :
DALAM POKOK PERKARA
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1 Bahwa Penggugat pemilik sah atas sebidang tanah dan bangunan seluas 548 M2 (lima ratus empat puluh delapan meter persegi) terletak di Tebet Timur Dalam VII Blok GG Persil No.1248 RT.003 RW.06 No.103A Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, setempat dikenal dengan Jln. Tebet Timur Dalam VII No.103 A dan Nomor 103/7 sebagaimana ternyata dalam Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor : 3111 atas nama Nyonya Soraya Aldjufrie (Penggugat) ; 2 Bahwa kepemilikan Penggugat diatas tanah yang terletak di Tebet Timur Dalam VII Blok
GG Persil No.1248 RT.003 RW.06 No.103A Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta dimaksud berasal dari pemindahan atas tanah (kaveling) Persil Nomor 1248 Blok GG, Tipe OKW, Phase IIIc/II, seluas kurang lebih 300 M2 (tiga ratus meter persegi) sebagaimana ternyata dalam Akta Pemindahan Hak dan Kuasa Nomor :01 tanggal 3 Mei 2010 Notaris & PPAT Budiono, SH Notaris di Jakarta, berdasarkan surat ijin untuk mempergunakan tanah (occupatie vergunning) yang dikeluarkan oleh Dewan Asean Game IV 1962 Departemen III Lapangan/ Bangunan saksi urusan tanah tertanggal 28 Nopember 1960, Nomor :5/229B/IIB/I yang diperoleh pihak pertama berdasarkan surat kuasa dna oper hak atas tanah occupatie vergunning pada tanggal 31 Desember 1961 yang juga diketahui Lurah Melayu Besar ;
3 Bahwa selanjutnya, Pednggugat telah mendapatkan tanmbahan luas tanah seluas 248 M2 ( dua ratus empat puluh delapan meter persegi) dari Sekratariat Negara Republik Indonesia selaku pihak Pengelola Hak atas tanah yang berada disekeliling tanah Persil Nomor : 1248 Blok GG, Tipe OKW, Phase IIIc/II, sehingga dengan demikian total luas tanah Penggugat sampai sekarang ini menjadi seluas 548 M2 ( lima ratus empat puluh delapan meter persegi) ;
4 Bahwa sejak Penggugat memiliki dan menguasai tanah yang terletak di Tebet Timur Dalam VII Blok GG Persil No.1248 RT.003 RW.06 No.103A Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, hingga gugatan aquo didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum pernah mengalihkan hak atas tanah tersebut kepad apihak manapun termasuk kepada Tergugat, namun pada sekitar bulan Mei 2011, dimana pada saat itu Penggugat ingin membuat dan atau mengadakan renovasi bangunan diatas tanah milik Penggugat tersebut, secara tiba-tiba Tergugat dengan cara memerintahkan orang-orang suruhan yang juga anggota Tergugat atau Anggota TNI AD secar amelawan hukum telah melakukan perbuatan dengan cara pelarangan atas kegiatan renovasi
rumah yang dilakukan Tergugat diatas tanah milik Penggugat yang telah bersertipikat tersebut, padahal sebelumnya Tergugat tidak pernah mempersoalkan keberadaan Penggugat diatas tanah milik Penggugat dalam perkara aquo dimaksud dan juga tidak pernah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
mengajukan klaim atau keberatan pada saat akan diterbitkannya Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor : 3111 atas nama Penggugat pada Kantor Badan Pertanahan Kotamadya Jakarta Selatan, selain itu Tergugat dengan semena-mena juga melakukan pemblokiran diatas tanah milik Penggugat tanpa prosedur yang sah, perbuatan Tergugat tersebut jelas merupakan tindakan mengintimidasi Penggugat, karena Tergugat tidak memiliki bukti kepemilikan secara sah tetapi berarti menghalang-halangi renovasi rumah Penggugat, perbuatan Tergugat tersebut jelas merupakan perbuatan melawan hukum ;
5 Bahwa tanah yang terletak di Tebet Timur Dalam VII Blok GG Persil No.1248 RT.003 RW.06 No.103A Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, bukan merupakan asset Tergugat, sehingga atas perbuatan Tergugat dalam menciptakan upaya gagalnya terhadap renovasi rumah Penggugat, maka pekerjaan renovasi rumah Penggugat menjadi terbengkalai atau tidak terlaksana, sehingga perbuatan Tergugat tersebut telah menimbulkan kerugian baik material maupun immaterial bagi Penggugat ;
6 Bahwa sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata Perbuatan Tergugat dalam menghalangi pemilik sah yakni Penggugat untuk mempergunakan dan menikmati harta benda milik pribadi Penggugat yaitu tanah berdasarkan Sertipikat Hak Milik No.3111 atas nama Penggugat adalah merupakan inbreuk op eens andersrecht atau dapat dikwalifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum, yaitu perbuatan yang mengganggu hak milik orang lain atau mengahalangi pemilik sah untuk mempergunakan dan menikmati kebendaan milik pribadi yaitu tanah sebagaimana maksud dari Sertipikat Hak Milik No.3111 atas nama Penggugat ;
7 Bahwa sejak Sertipikat Hak Milik Nomor : 3111 atas nama Penggugat tersebut diterbitkan, sampai sekarang ini sertipikat hak milik tersebut tidak pernah dibatalkan atau dimintakan pembatalannya oleh Tergugat, oleh karenanya Penggugat adalah satu-satunya pemilik sah pemilik atas tanah perkara aquo ;
8 Bahwa akibat perbuatan yang dilakukan oleh Tergugat kepada Penggugat, maka Penggugat telah dirugikan secara material yaitu berupa biaya-biaya renonasi rumah yang telah dikeluarkan Penggugat sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah);
9 Bahwa selain kerugian material Penggugat juga menderita kerugian secara immaterial yang apabila dinilai dengan uang jumlahnya tidak dapat dihitung, akan tetapi untuk dapat menentukan besarnya nilai ganti rugi immaterial dimaksud, maka Penggugat meminta ganti rugi immaterial yang harus dibayar pihak Tergugat secara tanggung renteng sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
10 Bahwa selain kerugian material dan immaterial sebagaimana tersebut diatas, maka Tergugat supaya mau melaksanakan isi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini maka sudah sepatutnya Tergugat dihukum untuk membayar uang dwangsom ;
11 Bahwa selain itu Tergugat juga layak untuk dihukum dengan membayar biaya perkara yang timbul ;
PERMOHONAN / PETITUM :
Berdasarkan uraian sebagaimana tersebut diatas, maka kami mohon agar kiranya Bapak Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dna menyidangkan perkara Penggugat dapat memberikan putusan dengan amar sebagai berikut :
1 Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
2 Menyatakan Penggugat adalah Pemilik sah atas sebidang tanah dan bangunan sebagaimana termaksud dalam Sertipikat Hak Milik (SHM) No.3111/Tebet atas nama Nyonya Soraya aldjufrie ;
3 Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum (onrechtmaticht geedaadge) ;
4 Menghukum Tergugat memberikan ganti rugi kepada Penggugat sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) ;
5 Menghukum Tergugat memberikan ganti rugi kepada Penggugat sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) ;
6 Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi material kepada Penggugat sebesar Rp.1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) ;
7 Menghukum Tergugat membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 15.000.000,- (lim abelas juta rupiah) per hari apabila lalai melakukan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini ;
8 Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ;
Atau apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;
Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah ditetapkan, untuk Penggugat hadir kuasanya seperti tersebut diatas, sedangkan untuk Tergugat hadir Kuasanya Mayor Chk. Anggiat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Lumban Toruan, SH dan Mayor Chk Muhammad Al Hadi, SH berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 8 Nopember 2013 ;
Menimbang, bahwa pada kesempatan sidang pertama , majelis telah erusaha untuk mendamaikan kedua belah pihak dan sesuai dengan PERMA No.01 Tahun 2008 Majelis telah menunjuk PRANOTO, SH Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai Hakim Mediator untuk memediasi kedua belah pihak akantetapi upaya mana ternyata tidak berhasil sehingga pemeriksaan perkara tetap dilanjutkan dengan terlebih dahulu Penggugat membacakan surat gugatannya dan pada kesempatan tersebut Penggugat menyatakan bertetap pada isi gugatannya semula ;
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat, Tergugat telah mengajukan Jawaban secara tertulis tertanggal 23 Desember 2013 yang pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut :
I DALAM EKSEPSI
1 Bahwa Tergugat dengan tegas menolak seluruh alasan Penggugat, kecuali secara tegas diakui keberadaannya ;
2 Gugatan Kurang Pihak
a Bahwa tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Tebet Timur Adalam VII Persil 1248 dan No. 1250 Kelurahan Tebet Timur Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan dengan jumlah luas + 600 M2 adalah milik TNI AD yang didapat berdasarkan pembelian tahun 1967 peruntukan Rumah Dinas Disbintalad 2 (dua) unit, yang di klaim oleh Penggugat berdasarkan Sertipikat Hak Milik 3111/Tebet Timur an. Soraya Aldjufrie yang diterbitkan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) Jakarta Selatan ; b Bahwa dalam gugatan Penggugat tidak mengikut sertakan Kepala Kantor BPN
Jakarta Selatan sebagai pihak dalam perkara ini ;
c Bahwa tanah dan bangunan yang menjadi obyek sengketa perkara adalah milik TNI AD dan kedua persil tersebut sudah masuk dalam daftar Inventarisasi Kekayaan Milik Negara Simak BMN dengan Nommor Registrasi 30504040 ;
d Bahwa dalam gugatan Penggugat tidak mengikutsertakan Menteri Keuangan Republik Indonesia sebagai pihak Pengelola Barang Milik Negara ;
Bahwa berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI yaitu :
1). Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 938 K/SIP/1971 yang menyatakan bahwa :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
“sepanjang masih ada hubungan hukum antara subyek hukum dengan obyek sengketa tanah aquo, harus diikutsertakan sebagai pihak dalam perkara aquo, guna kejelasan dalam permasalahan” ;
2). Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.1078 K/SIP/1972 tanggal 11 Nopember 1975 yang menyatakan bahwa :
“Seharusnya Paultje itu diikutsertakan dlaam perkara, sebagai pihak yang telah menjual tanah tersebut kepada Penggugat”;
3). Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.1125 K/SIP/1984 tanggal 18-9-1983 yang menyatakan bahwa :
“Semestinya pihak ketiga yang bernama Oji sebagai sumber perolehan hak Tergugat I, yang kemudian dipindahkan Tergugat I kepada Tergugat II, harus ikut digugat sebagai Tergugat. Alasannya Oji mempunyai urgensi untuk membuktyikan hak kepemilikannya maupun asal usul tanah sengketa serta dasar hukum Oji menghibahkan kepada Tergugat I “;
4). Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.2752 K/Pdt/1983 tanggal 12-12-1948 yang menyatakan bahwa :
“ Secara formil harus ikut digugat pihak ketiga dari siapa tanah terperkara diperoleh Tergugat”;
e Bahwa karena Kepala Kantor BPN Jakarta Selatan dan Menteri Keuangan tidak diikutsertakan sebagai pihak dalam gugatan Penggugat maka gugatan tersebut adalah harus dinyatkaan gugatan kurang pihak ;
Karena gugatan Penggugat kurang pihak, maka gugatan Penggugat dalam perkara ini ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima (Niet Onvantkelijk Verklaard) ;
3 Penggugat tidak berkualitas sebagai Penggugat .
a Bahwa HIR maupun RBG serta peraturan lainnya tidak ada menyebutkan secara jelas tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam suatu surat gugatan, namun agar surat gugatan memenuhi syarat harus ada syarat formil maupun syarat Materiil.
Bilamana salah satu syarat formil terabaikan mengakibatkan gugatan cacat artinya gugatan tidka memenuhi ketentuan tatatertib beracara yang ditentukan oleh Undang- Undang, bilamana dalam gugatan terabaikan salah satu syarat formil mengakibatkan gugatan yang seperti itu haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvantkelijk Verklaard) atau Pengadilan tidak berwenang mengadili sedangkan syarat Materiil suatu gugatan harus ada perselisihan hukum antara Penggugat dengan Tergugat ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
b Bahwa untuk mengajukan gugatan tentunya harus diajukan oleh orang yang benar- benar berhak dalam hal ini, apakah Penggugat selaku kuasa yang sah menurut hukum dalam mengajukan gugatan ini, karena Penggugat mengajukan gugatan pada tanggal 19 Agustus 2013 sedangkan Surat Kuasa Penggugat yang tertera dalam gugatan dibuat pada tanggal 12 September 2013, bagaimana mungkin Penggugat bisa mengajukan gugatan sedangkan Penggugat belum mempunyai Surat Kuasa untuk mengajukan gugatan ;
c Bahwa berdasarkan pasal 1792 KUHPerdata yang berbunyi “Pemberi kuasa adalah suatu persetujuan dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain yang menerimanya untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan” dan berdasarkan pasal 123 (1) HIR/ pasal 147 (1) RBG yang menentukan syarat untuk bertindal sebagai kuasa atau wakil dari Penggugat sebagai berikut :
1). Harus mempunyai surat kuasa ; 2). Ditunjuk sebagai kuasa atau wakil ;
3). Ditunjuk oleh Penggugat sebagai kuasa atau wakil dalam persidangan;
d Bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas Penggugat tidak ada kepentingan dan tidak ada hak untuk mengajukan gugatan terhadap Tergugat, karena tidak dilengkapi dengan Surat Kuasa disaat mengajukan gugatan. Dengan demikian mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menolak gugatan Penggugat atau setidaknya tidak dapat diterima ;
4 Gugatan Penggugat Kabur dna Tidak Jelas (Obscuur Libel ).
Bahwa dalam dalil gugatan Penggugat tidak menyebutkan dengan jelas batas-batas pada obyek perkara, maka dalil gugatan Penggugat untuk ditolak atau setidka-tidaknya tidak dapat diterima, vide Yurisprudensi MARI Nomor :566 K/Sip/1973 tanggal 21-8-1973 jo MARI No.1149 K/Sip/1975 tanggal 17 April 1975 menyatakan :
“ Tidak jelasnya obyek sengketa yaitu tidak menyebutkan lokasi tidak jelas batas-batas ukuran dan luas serta tidak ditemukan obyek sengketa harus dinyatakan ditolak atau tidak dapat diterima “ ;
Bahwa berdasarkan alasan yang dikemukakan dalam eksepsi tersebut diatas, maka kepada Majelis Hakim dalam perkara ini agar yang memeriksa dan memutus, menerima eksepsi Tergugat dan selanjutnya menyatakan gugatan Penggugat ditolak atau setidaknya tidak dapat diterima menurut hukum seluruhnya (Niet Ontvankelijk Verklaard) ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
II DALAM POKOK PERKARA
1 Bahwa apa yang telah dikemukakan oleh Tergugat dalam Eksepsi merupakan suatu kesatuan yang tidak terpidahkan dengan pokok perkara ini ;
2 Bahwa Tergugat menolak secara tegas seluruh dalil gugatan Penggugat kecuali tentang hal-hal yang tegas diakui kebenarannya ;
3 Bahwa terhadap dalil gugatan Penggugat tidak berdasar oleh karena Penggugat tidak menjelaskan proses perolehan kepemilikan tanah dan bangunan yang menjadi obyek sengketa dari siapa dan bagaimana cara mendapatkannya sampai dengan diterbitkannya SHM (Sertipikat Hak Milik) oleh kantor Badan Pertanahan Nasional Jakarta Selatan, yang senyatanya obyek sengketa adalah milik TNI AD yang sudah dimasukan dalamm Inventarisasi Kekayaan Negara (IKN) ;
4 Tanggapan terhadap dalil gugatan Penggugat angka 1 dna angka 2 yang pada intinya menunjuk obyek perkara sebagai milik Penggugat sebagaimana tertera dalam mSertipikat Hak Milik (SHM) Nomor :3111 atas nama Penggugat adalah tidak benar karena sesuai faktanya obyek perkara adalah milik TNI AD yang berupa tanah dan 2 (dua) unit bangunan rumah dinas yang berpenghuni, oleh sebab itu untuk lebih terangnya perkara ini perlu Tergugat jelaskan kronologis obyek perkara sebagai berikut :
a Pada tahun 1967 TNI AD memperoleh dua bidang tanah di Jln. Tebet Timur Dalam VII Jakarta Selatan dengan cara pembelian yaitu tanah Persil No.1248 seluas 300 m2 berikut rumah seluas 150 m2 dibeli dari Dra Anisah Bekti sesuai Akte No.5 tanggal 28 April 1967 dan tanah Persil No.1250 dengan luas yang sama dibeli dari Ny.Sri Mulyani Soetrisno Soemakno Kedua persil tanah dan rumah tersebut telah terdaftar dalamm IKMN ;
b Tanah dan rumah Persil No.1248 dan Persil 1250 sejak tahun 1968 dihuni oleh Romo Poedjo Saputro Kapusrohkat TNI AD (sekarang Disbintalad) tahun 1984 Persil 1248 dihubi oleh Kapten Tit Theresia Sri Rahayu anggota Disbintalad sampai pensiun tahun 1984 dan selanjutnya dihuni keluarganya sampai dengan awal Agustus 2010, sedangkan tanah dan rumah Persil 1250 sejak tahun 1985 dihuni oleh Mayor Tit AR Joearno anggota Disbintalad yang pensiun tahun 1994 dan telah meninggal dunia selanjutnya dihuni olehkeluarganya sampai dengan awal Agustus 2010 ;
c Pada awal Agustus 2010 kedua penghuni tersebut telah mengosongkan rumah dinas tanpa menyerahkannya kepada Kadisbintalad selaku Penanggungjawab Rumdis
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tersebut. Dan berdasarkan informasi dari warga setempat rumah tersebut telah dijual kepada sdr. Soraya Aldjufrie ;
d Obyek perkara yang terletak di Jl. Tebet Timur Dalam VII Persil No.1248 dan 1250 RT.003/06 Kelurahan Tebet , Kecamatan Tebet, Kota Administrasi Jakarta Selatan luas 600 m2 adalah milik TNI AD cq Kodam Jaya hasil pembelian tahun 1967 sesuai Akta Notaris tanggal 28 April 1967 yang sudah tercatat dalam Buku Inventarisasi Kekayaan Negara (IKN) Nomor Reg.
30504040-00001 dan sudah dilaporkan dalam SIMAK BMN yang dalam pengalihan hak dan penghapusannya harus mendapatkan ijin/ persetujuan dari Kemenkeu (Permenkeu No.96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan, dan Pemindah tanganan Barang Milik Negara) ;
e Bahwa menurut informasi Penggugat telah memberikan sejumlah uang kepada dua (dua) orang penghuni rumah dinas dengan tujuan agar tanah dan bangunan tersebut dapat dikuasai Penggugat dan kemudian Penggugat merobohkan kedua rumah dinas tersebut dan berusaha membangun gedung baru ;
f Bahwa Penggugat telah melakukan pembelian atas tanah dan bangunan milik Kodam Jaya/Tergugat tanpa melalui prosedur yang telah ditetapkan dalam aturan perumahan ;
g Bahwa dalam Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 30 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009 tentang Tata Cara Pembinaan Rumah Negara dilingkungan Departemen Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia dinyatakan :
1). Pasal 12 ayat (3) : Penghuni Rumah negara dilarang menyerahkan sebagian atau seluruh rumah kepada pihak lain ;
2). Pasal 14 ayat (1) : Penghapusan rumah Negara dapat dilakukan antara lain karena : dialihkan haknya kepada penghuni atau pihak lain dengan cara tukar menukar sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan ;
5 Bahwa dalil gugatan Penggugat pada angka 3 harus ditolak dengan tegas karena pada waktu akan membeli tanah dan bangunan tersebut sudah barang tentu Penggugat mengetahui kalau tanah dan bangunan itu milik YNI AD karena ada penghuni yaitu purnawirawan TNI AD (Disbintalad) ;
6 Bahwa dalil gugatan Penggugat angka 4 harus ditolak dengan tegas karena memang seharusnya Penggugat tidak berhak atas tanah dan bangunan yang menjadi obyek perkara apalagi telah mengurus sertipikat dan merobohkan kedua rumah dinas tanpa ijin dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tanpa sepengetahuan Tergugat sebagai pemilik sah dan perbuatan Penggugat dapat dikategorikan perbuatan melawan hukum ;
7 Bahwa dalil gugatan Penggugat angka 5 dan angka 6 harus secara tegas ditolak karena memang tanah dan bangunan yang menjadi obyek perkara adalah benar milik TNI AD yang perolehannya berdasarkan pembelian sejak tahun 1967 dan ini dibuktikan bahwa tanah dan bangunan tersebut telah terdaftar dalam Inventarisasi Kekayaan Milik Negara (IKMN) dan Penggugat merasa hanya
sebagai pemilik karena didasarkan sertipikat nomor 3111 yang dikeluarkan BPN Jakarta Selatan tahun 2010 ;
8 Bahwa dalil gugatan Penggugat angka 7 dan angka 8 harus ditolak karenasenyatanya tidak pernah Tergugat melakukan perbuatan melawan hukum terhadap Penggugat sebaliknya Penggugatlah yang telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan merobohkan 2 (dua) unit bangunan rumah dinas (Rumdis) Disbintalad yang sebelumnya sudah berdiri ;
Perlu Tergugat jelaskan bahwa obyek perkara yang terletak di Jl. Tebet Timur Dalam VII Persil 1248 dan 1250 RT.003/06 Kelurahan Tebet Kecamatan Tebet, Kota Administrasi Jakarta Selatan luas 600 m2 adalah milik TNI AD Cq Kodam Jaya hasil pembelian tahun 1967 sesuai Akte Notaris tanggal 28 April 1967 yang sudah tercatat dalam Buku Inventarisasi Kekayaan Negara (IKN) Nomor Reg.305040404-00001 dan sudah dilaporkan dalam SIMAK BMN yang dalam pengalihan hak dan penghapusannya harus mendapatkan ijin / persetujuan dari Kemenkeu (Permenkeu No.96/PMK-06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan, dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara) ;
Oleh sebab itu, jika ada kerugian bukan disebabkan dari pihak Tergugat melainkan disebabkan akibat dari perbuatan Penggugat sendiri, karena Tergugat hanya mempertahankan tanah dan bangunan aquo sebagai asset negara dalam hal ini Rumah Dinas TNI AD, oleh karena itu dalil gugatan Penggugat harus ditolak ; 9 Bahwa dalil gugatan Penggugat angka 9 dan angka 10 harus ditolak karena sama sekali
tidak berdasark, karena Tergugat tidak terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum kepada Penggugat, sehingga tidak ada alasan untuk menghukum Tergugat membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat . Berdasarkan uraian tersebut diatas mohon Majelis Hakim yang terhormat untuk menolaj dalil gugatan Penggugat ; Yth. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan .
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Setelah disampaikan uraian fakta dan bukti sebagaimana tersebut diatas selanjutnya Tergugat mohon kiranya Majelis Hakim menjatuhkan putusan sebagai berikut :
I DALAM EKSEPSI
1 Mengabulkan eksepsi Tergugat untuk seluruhnya ; 2 Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;
II DALAM POKOK PERKARA
1 Menolak gugatan Penggugat seluruhnya ;
2 Menyatakan tergugat tidak melakukan perbuatan melawan hukum ; 3 Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ;
Atau : Apabila Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berpendapat lain, mohon putusan yang seadil- adilnya (ex aequo et bono) ;
Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat telah mengajukan Replik pada persidangan tanggal 3 Pebruari 2014 dan Tergugat juga telah mengajukan Duplik pada persidangan tertanggal 17 Pebruari 2014 yang guna mempersingkat putusan ini maka segala sesuatu yang termuat dalam Replik dan Duplik termaksud dianggap termuat dalam putusan ini ;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti-bukti surat yang masing-masing telah dibubuhi meterai cukup dan telah pula dicocokkan dengan aslinya, yaitu :
1 Bukti P-1 Foto copy Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 3111/Tebet Timur atas nama Nyonya Soraya Aldjufrie/ Penggugat, Surat Ukur tanggal 20 September 2010 Nomor :00095/2010 seluas 548 M2 ( sesuai dengan aslinya) ;
2 Bukti P-2 Foto copy Akta Pemindahan Hak Nomor :01 Notaris Budiono, SH, Notaris di Jakarta, antara Tn. Jafar Is dengan Ny. Usdiarni, selaku ahli waris Dwatmadji dan Ny.Penny Dwatmadji, pemindahan hak kepada Nyonya Soraya Aldjufrie (sesuai dengan aslinya) ;
3 Bukti P-3 Foto copy surat Setoran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (SSB) berfungsi sebagai surat pemberitahuan obyek pajak atas nama wajib pajak Nyonya Soraya Aldjufrie (sesuai dengan aslinya) ;
4 Bukti P-4 Foto copy Surat Ijin mendirikan Bangunan (IMB) atas nama Ny.
Penny Dwatmadji (sesuai dengan aslinya) ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
5 Bukti P-5 Foto copy Surat Kuasa Oper Hak Tanah yang terletak di Jl. Tebet Timur Dalam VII Blok GG Persil 1248 Rt.003 Rw.06 No.103 A Kelurahan Tebet Timur Kecamatan Tebet Jakarta Selatan (sesuai dengan aslinya) ;
6 Bukti P-6 Foto copy Surat Keterangan Waris Tn. Jafar Is dan Ny.Usdiarini yang merupakan ahli waris dari Alm Dwatmadji dan Almarhumah Ny.Penny (foto copy/
tidak ada aslinya) ;
7 Bukti P-7 Foto copy Surat Setoran Pajak (SSP) atas nama Tn.Jafar Is cs (foto copy /tidak ada aslinya) ;
8 Bukti P-8 Foto copy Surat Kantor Pertanahan Administrasi Jakarta Selatan No.774/6-3174-300/41/10 tanggal 25 Juni 2010 kepada Sekretariat Negara RI cq Ketua Pelaksana Gelanggang Olah Raga Bung Karno tentang konfirmasi kelebihan tanah atas tanah di Jl. Tebet Timur Dalam VII Blok GG Persil 1248 Rt.003 Rw.06 No.103 A Kelurahan Tebet Timur Kecamatan Tebet Jakarta Selatan (foto copy/ tidak ada aslinya) ; 9 Bukti P-9 Foto copy Surat Konfirmasi Kelebihan Luas Tanah dari Sekretariat
Negara RI. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno kepada Kepala Kantor Pertanahan Kota Jakarta Selatan Nomor B-134/PPKGBK/Dirut/2010 tanggal 14 Juli 2010 ( foto copy/ tidak ada aslinya) ;
10 Bukti P-10 Foto copy Surat Idjin Mempergunakan Tanah (Occupatie-Vergunning) Nomor 52/220B/VVB/I tanggal 28 Nopember 1960 ( foto copy/tidak ada aslinya) ;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil sangkalannya, Tergugat mengajukan bukti-bukti yang telah dibubuhi meterai cukup dan telah pula dicocokkan dengan aslinya, yaitu :
1 Bukti T-1 Surat kwitansi dari Pekasmil Zibang Dam V?Djaya tanggal 24-4-1967 tentang Pembayaran uang Persekot sebuah rumah (sesuai dengan aslinya) ; 2 Bukti T-2 Surat Kwitansi dari Pekasmil Zibang Dam V?Djaya tanggal
24-4-1967 tentang Pembayaran uang Persekot pembelian rumah (sesuai dengan aslinya);
3 Bukti T-3 Salinan Akta Jual Beli rumah persil 1250 tanggal 24-4-1967 yang dibuat dihadapan Notaris Abdullah Gewang (sesuai dengan aslinya) ;
4 Bukti T-4 a Buku I.E Daftar Inventarisasi Barang Tak Bergerak Kodam Jaya/
Jayakarta tahun 1985 ( sesuai dengan aslinya) ;
5 Bukti T- 4 b Buku Data Tanah dan Bangunan milik TNI AD Wilayah Kodam Jaya Tahun 2012 ( sesuai dengan aslinya) ;
6 Bukti T-4 c Kartu Identitras Barang (KIB) tahun 2013 merupakan bentuk laporan tahunan dari TNI AD cq Kodam Jaya (sesuai dengan aslinya) ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
7 Bukti T-5 a Surat Keputusan Ijin Penempatan Rumah Dinas Nomor SKIP/012.A-4/
I.1976 tanggal 13 Januari 1976 yang dikeluarkan oleh Komando Daerah Militer V Jayakarta (foto copy/ tidak ada aslinya) ;
8 Bukti T-5 b Surat Keputusan Ijin Penempatan Rumah Dinas Nomor SKIP/013.A-4/
I.1976 tanggal 13 Januari 1976 yang dikeluarkan oleh omando Daerah Militer V Jayakarta ( foto copy/ tidak ada aslinya) ;
9 Bukti T-6 a Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Tahun 2013 dan 2014 dari Kantor UPPD Tebet atas nama AR.Juarno ( sesuai dengan aslinya) ;
10 Bukti T-6b Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang tahun 2013 dan 2014 dari Kantor UPPD Tebet atas nama RE.Soeharto (sesuai dengan aslinya) ;
Menimbang, bahwa selain mengajukan bukti-bukti surat, tergugat juga telah mengajukan 3 (tiga) orang saksi yang masing-masing telah disumpah menurut agama yang dianutnya dipersidangan memberikan keterangan sebagai berikut :
1 Saksi THOMAS TONGGE :
• Bahwa benar saksi adalah Anggota TNI Angkatan Darat dan berdinas di Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat Kodam Jaya ;
• Bahwa saksi mengetahui tentang obyek sengketa yang semula berupa rumah dinas yang terakhir dihuni oleh pensiunan dari Disbintal yang bernama ibu Theresia dan ibu Suwarno akan tetapi saat ini, bangunannya sudah tidak ada lagi karena sudah ada yang membongkar ;
• Bahwa benar dari informasi saksi mengetahui bahwa bangunan yang ada diatas tanah tersebut dibongkar oleh yang bernama Abdullah dan 4 (empat) orang kawannya atas suruhan orang bernama Ny. Soraya dan Pengacaranya ;
• Bahwa dari data yang saksi lihat di Kantor Kodam, tanah obyek sengketa telah dibeli oleh TNI AD (Kodam Jaya) pada tahun 1967 ;
• Bahwa saksi pernah bertemu dengan Ny. Soraya di Kantor Badan Pertanahan Jakarta Timur dan Ny. Soraya mengatakan bahwa tanah tersebut telah bersertipikat tahun 2010 ;
• Bahwa benar kedua orang penghuni terakhir tanah dan rumah obyek sengketa keluar tanpa pemberitahuan ;
2 Saksi Drs. DARYANTO
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa saksi mengetahui obyek sengketa karena saksi sebagai Ketua RT setempat dan saksi hanya mengetahui bahwa yang terakhir tinggal di obyek sengketa adalah orang bernama bu Tharesia dan Suarno dan pada tahun 2010 mereka berdua minta surat pindah ;
• Bahwa saksi menelpon ibu Suwarno beberapa hari yang lalu dan ibu Suwarno mengatakan bahwa dirinya sebetulnya tidak ingin pindah akan tetapi selalu didesak oleh oknum TNI dan ada orang Arab, dan ketika pihak ibu Suwarno memperoleh uang kerohiman sebesar Rp.500 juta, demikian juga halnya dengan ibu Theresia ;
• Bahwa saksi mengetahui diatas tanah sengketa ada bangunan rumah permanen dan saksi pernah bertanya kepada mba Meda (anak dari ibu Theresia) mengenai kondiri rumah dan dikatakan bahwa rumahnya sudah tidak layak huni ;
• Bahwa saksi tidak mengetahui kalautanah obyek sengketa sudah mempunyai sertipikat, dan saksi terakhir mengetahui bahwa surat tanah tersebut masih berupa girik ;
• Bahwa saksi pernah mendengar dari penghuni rumah bahwa rumah diatas tanah sengketa adalah rumah dinas namun saksi juga pernah mendengar bahwa rumah tersebut dihuni oleh orang-orang gusuran dari Asian Games ;
3 Saksi MAGHDA SUARTI
• Bahwa saksi mengetahui lokasi tanah sengketa karena bersebelahan dengan tempat tinggal saksi dan yang terakhir tinggal di rumah tersebut adalah ibu Suwarno dan ibu Theresia ;
• Bahwa saksi tinggal di lokasi tersebut sejak tahun 1966 bersama orang tua saksi dan ibu Suwarno dan ibu Theresia tinggal ditanah sengketa karena pindah dari Senayan ;
• Bahwa benar pada tahun 2010 ibu Suwarno dan ibu Theresia dan anaknya sudah pindah dari tanah sengketa ;
• Bahwa ibu Suwarno dan ibu Theresia tahun 2010 waktu arisan pamit katanya mau pindah ;
Menimbang, bahwa selanjutnya pihak Penggugat telah mengajukan kesimpulan pada persidangan tanggal 21 April 2014 dan Tergugat telah mengajukan kesimpulan pada persidangan tanggal 28 April 2014 dan selanjutnya kedua belah pihak telah memohon putusan ;
Menimbang, bahwa untuk mempersingkat putusan ini maka Majelis mengacu pada berita acara persidangan perkara yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan putusan ini ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah sebagaimana telah terurai diatas ;
DALAM EKSEPSI
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat, Tergugat telah mengajukan eksepsi yang pada pokoknya menguraikan hal-hal sebagai berikut :
1 Gugatan Penggugat kurang pihak karena tidak mengikut sertakan Kantor Badan Pertanahan Jakarta Selatan dan Menteri Keuangan sebagai pihak Tergugat karena tanah dan bangunan obyek sengketa saat ini telah terdaftar dalam Kekayaan Milik Negara Simak BMN dengan Nomor Registrasi 30504040 ;
2 Penggugat tidak berkwalitas sebagai Penggugat karena adanya perbedaan antara tanggal pemberian kuasa dengan tanggal gugatan ;
3 Gugatan Penggugat kabur dan tidak jelas karena tidak mencantumkan luas dan batas- batas tanah yang menjual obyek sengketa ;
Bahwa berdasarkan hal-hal yang disampaikan dalam eksepsi tersebut, Tergugat mohon agar Majelis Hakim menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard) ;
Menimbang, bahwa mengenai gugatan Penggugat kurang pihak Majelis mempertimbangkan bahwa pada dasarnya siapa dan pihak mana yang akan digugat oleh Penggugat adalah sepenuhnya merupakan hak dari Penggugat sepanjang ada hubungan hukum antara Penggugat dengan pihak-pihak yang akan digugatnya;
Bahwa tidak diajukannya Kantor BPN Jakarta Selatan sebagai Tergugat adalah sangat beralasan karena Penggugat sebagai pihak yang mempunyai Sertipikat yang diterbitkan oleh Kantor BPN tentu saja tidak ada permasalahan hukum apapun antara Penggugat dengan Kantor BPN Jakarta Selatan, demikian juga halnya antara Penggugat dengan Menteri Keuangan juga tidak ada permasalahan hukum karena Kementrian Keuangan hanya menerima registrasi yang dilakukan oleh Tergugat, kalau tidak dimasukkan dalam register tentu saja tidka akan masuk dalam Daftar Inventarisasi kekayaan Milik Negara dan selain daripada itu Daftar Inventarisasi Kekayaan Milik Negara bukan merupakan tand abukti hak atas tanah dan bangunan, sehingga dengan demikian maka eksepsi Tergugat tentang hal ini haruslah ditolak ;
Menimbang, bahwa mengenai eksepsi Tergugat tentang kwalitas Penggugat Majelis mempertimbangkan bahwa surat kuasa Penggugat tertanggal 12 September 2013, hal mana berarti bahwa sejak tanggal tersebutlah kuasa Penggugat berhak melakukan perbuatan hukum terkait dengan pemberian kuasa tersebut dan dengan didaftarkannya gugatan oleh Penggugat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
pada tanggal 26 September 2013 maka tindakan Penggugat tidaklah bertentangan dengan perjanjian pemberian kuasa yang telah disepakati, sehingga oleh karenanya eksepsi Tergugat tentang hal ini haruslah ditolak ;
Menimbang, bahwa mengenai gugatan Penggugat kabur dan tidak jelas karena tidak mencantumkan batas-batas dan luas tanah obyek sengketa menurut Majelis haruslah ditolak karena Penggugat mengajukan surat gugatannya didasarkan atas Sertipikat Hak Milik Nomor : 3111 atas nama Nyonya Soraya Aldjufrie dan didalam Sertipikat Hak Milik tersebut telah tercantum mengenai luas tanah dan batas-batas tanah, sehingga dengan menyebutkan nomor Sertipikat tanah tersebut dengan sendirinya telah tercantum mengenai luas dan batas-batas tanah termaksud ;
Menimang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas maka eksepsi dari Tergugat haruslah ditolak untuk seluruhnya ;
DALAM POKOK PERKARA
Menimbang, bahwa gugatan Penggugat pada pokoknya mendalilkan bahwa Penggugat adalah sebagai pemilik yangsah atas tanah seluas 548 M2 yang terletak di
Jalan Tebet Timur Dalam VII Blok GG Persil 1248 RT.003 RW.06 No.103 A Kelurahan Tebet Timur, Keca,atan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan sesuai Sertipikat Hak Milik No.3111 atas nama Nyonya Soraya Aldjufrie, akan tetapi ketika Penggugat hendak merenovasi bangunan yang ada ditanah termaksud secar atanpa hak Tergugat telah menyuruh anggota-anggotanya untuk menghalangi kegiatan Penggugat untuk melakukan renovasi sehingga perbuatan Tergugat tersebut adalah merupakan perbuatan melawan hukum yang menrugikan Penggugat ;
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat didalam jawabannya telah menyangkal dengan dalil bahwa tanah sengketa adalah merupakan tanah milik Tergugat yang dibeli pada tahun 1967 ;
Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat telah disangkal oleh Tergugat maka sesuai dengan ketentuan pasal 163 HIR maka Penggugat haruslah terlebih dahulu membuktikan dalil-dalil gugatannya ;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti-bukti surat yang masing-masing diberi tanda P-1 sampai dengan P-10, sedangkan untuk mendukung dalil-dalil sangkalannya, Tergugat telah mengajukan bukti-bukti surat yang diberi tanda T-1 sampai dengan T-6 ;
Menimbang, bahwa bukti P-1 adalah berupa Sertipikat Hak Milik No. 3111/Tebet Timur atas nama Nyonya Soraya Aldjufrie, surat ukur tanggal 20 September 2010, Nomor 00095/2010, seluas 548 M2 ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa dari bukti T-1 dan bukti T-2 Tergugat mendalilkan bahwa Tergugat telah membeli obyek sengketa pada tahun 1967 dari masing-masing penjual yang bernama Dra.
Amisah Bekti untuk persil 1248 dan dari Ny.Sri Mulyani Soetrisno untuk persil 1250 dan dari bukti T-3 menunjukkan bahwa terhadap persil 1250 jual belinya telah dibuatkan akte notaris ;
Menimbang, bahwa dari dalil-dalil yang disampaikan oleh Penggugat maupun Tergugat yang didukung dengan bukti-bukti seperti tersebut diatas selanjutnya Majelis akan mengkaji dan mempertimbangkan dalil mana dari kedua belah pihak yang beralasan hukum sesuai dengan prinsip-prinsip hukum pembuktian ;
Menimbang, bahwa menurut sifatnya Sertipikat Hak Milik (bukti P-1) adalah merupakan Akte Otentuk yang menurut ketentuan pasal 1870 KUHPerdata dan pasal 285 Rbg pada pokoknya menyatakan bahwa suatu akte otentik memberikan suatu bukti yang sempurna tentang apa yang termuat didalamnya sehingga dengan demikian
sepanjang tidak ada bukti yang menyatakan sebaliknya maka akte otentik (sertipikat) adalah sempurna dan mengikat ;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P-5 yaitu berupa Surat Kuasa/Oper Hak Tanah Occupatie Vergunning tertanggal 31 Desember 1961 telah terjadi pengalihan hak atas tanah perceel No.1248 Blok GG Phase III/C/II di Kampung Tebet Djakarta dari Dari Rosmal Idris sebagai pemegang hak atas tanah (Bukti P-10) kepada Ny. Peni Dwatmadji dan berdasarkan bukti P-4 tanah terbit surat idjin Mendirikan Bangunan atas nama Ny,. Peni Dwatmadji tertanggal 21 Pebruari 1963 dan berdasarkan buktui P-2 dan bukti P-6 setelah Ny. Peni Dwatmadji meninggal dunia, oleh ahli warisnya yaitu Jafar Is dan Usdiarni tanah persil No.1248 seluas 300 M2 telah dialihkan kepada Ny.Soraya Aldjufrie dan berdasarkan bukti P-8 dan P-9 oleh pengelola tanah persil 1248 yaitu Pusat Pengelolaan Komplek GELORA Bung Karno telah memberikan ijin kepada Ny. Soraya Aldjufrie mengambil alih tanah kelebihan dipersil yang sama seluas 248 M2 sehingga tanah yang menjadi hak Ny. Soraya Aldjufrie adalah seluas 548 M2 dan berdasarkan bukti P-3 Ny. Soraya Aldjufrie telah menyelesaikan kewajibannya yaitu membayar bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan ;
Menimbang, bahwa berdasrakan riwayat tanah yang disampaikan oleh Penggugat melalui bukti-bukti surat yang diajukannya menurut Majelis bahwa preosedur yang dilakukan oleh Penggugat untuk memperoleh Sertipikat Hak Milik No.3111 telah sesuai dengan ketentuan- ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah ;
Menimbang, bahwa sebelum menyimpulkan lebih lanjut tentang gugatan Penggugat, Majelis terlebih dahulu akan mempertimbangkan bukti-bukti Tergugat yang diajukan untuk menguatkan dalil-dalil sangkalannya terutama bukti T-1, T-2 dan bukti T-3 ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa bukti T-1 dan bukti T-2 adalah berupa kwitansi pembayaran bertahun 1967 akan tetapi dari bukti-bukti lain dari Tergugat yang menunjukkan dar mana Ny. Sri Mulyani Sutrisno memperoleh tanah yang dijualnya kepada Tergugat dan dari bukti T-3 pun tidak dapat mematahkan dalil-dalil Penggugat karena didalam bukti T-3 yang menjadi obyek jual beli adalah persil No.1250 sedangkan persil tanah milik Penggugat adalah persil Nomor 1248 ;
Menimbang, bahwa demikian juga halnya dengan bukti T-4a, T-4b, T-4c, bukti T-5a dan T-5b adalah bukan merupakan tanda bukti hak dan dari saksi-saksi dari Tergugat tidak dapat mendukung dalil-dalil dari Tergugat ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas Majelis berkesimpulan bahwa Penggugat telah berhasil membuktikan dalil-dalil dan sebaliknya Tergugat telah gagal dalam membuktikan dalil-dalil sangkalannya ;
Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat telah berhasil membuktikan dalil-dalil gugatannya maka terhadap petitum-petitum mana dari gugatan Penggugat yang dikabulkan, Majelis akan mempertimbangkan dalam pertimbangan-pertimbangan dibawah ini ;
Menimbang, bahwa dari pertimbangan-pertimbangan diatas Majelis berkesimpulan bahwa dari Sertipikat Hak Milik No.3111 Penggugat adalah pemilik yang sah atas sebidang tanah bangunan seluas 548 M2 yang terletak di Jalan Tebet Timur Dalam VII Blok GG Persil No.1248 RT.003 RW.06 No.103A Kelurahan Tebet Timur , Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, maka petitum gugatan Penggugat Nomor 2 haruslah dikabulkan ;
Menimang, bahwa mengenai tuntutan Penggugat agar Tergugat dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum Majelis mempertimbangkan bahwa permasalahan antara Penggugat dan Tergugat adalah tentang sengketa hak atas tanah dan berdasarkan hasil pemeriksaan setempat (PS) terhadap tanah sengketa ternyata yang menguasai tanah sengketa saat ini adalah Penggugat sendiri, hal mana diterangkan sendiri oleh Kuasa Penggugat di lokasi dan Majelis juga menyaksikan sendiri bahwa dilokasi tanah yang diberi pagar seng oleh Penggugat masih tersimpan bahan-bahan bangunan (material) dan juga dipersidangan Penggugat tidak dapat membuktikan adanya perbuatan-perbuatan dari Tergugat yang dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum, sehingga oleh karenanya maka tuntutan Penggugat Nomor 3 haruslah ditolak ;
Menimbang, bahwa oleh karena tuntutan mengenai perbuatan melawan hukum ditolak maka tuntutan agar ganti rugi yang terkait dengan tuntutan perbuatan melawan hukum baik ganti rugi materiil maupun ganti rugi immaterial haruslah ditolak seluruhnya ;
Menimbang, bahwa mengenai tuntutan Penggugat agar Tergugat dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) menurut Majelis tidak beralasan hukum untuk dikabulkan karena dengan masih dikuasainya tanah sengketa oleh Penggugat maka apabila putusan ini telah mempunyai kekuatan hukum tetap, tidak diperlukan upaya paksa apapun yang perlu dilakukan terhadap Tergugat ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat sebagai pihak yang kalah dalam perkara maka Tergugat haruslah dihukum untuk membayar biaya perkara ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas maka gugatan penggugat haruslah dikabulkan untuk sebahagian dan menolak untuk selebihnya ;
Memperhatikan Undang-Undang dan Peraturan –Peraturan yang bersangkutan ; M E N G A D I L I
• Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebahagian ;
• Menyatakan bahwa Penggugat adalah pemilik sah atas sebidang tanah dan bangunan sebagaimana termaksud dalam Sertipikat Hak Milik (SHM) No. 3111/ Tebet Timur atas nama Nyonya Soraya Aldjufrie ;
• Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.1.616.000,- ( satu juta enam ratus enam belas ribu rupiah) ;
• Menolak gugatan Penggugat untuk selebihnya ;
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada hari a-Jum’at tanggal 02 Mei 2014 oleh kami MADE SUTRISNA, SH.MHum sebagai Hakim Ketua, Dr. H.
SUPRAPTO, SH.MHum dan DAHMIWIRDA D, SH.MH masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana dibacakan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari SENIN tanggal 05 MEI 2014 oleh Hakim Ketua Majelis tersebut didampingi oleh Hakim- Hakim Anggota, diantu ANIES SUNDARNI, SH.MH sebagai Panitera Pengganti dan dihadiri oleh Kuasa Penggugat tanpa hadirnya Kuasa Tergugat .
HAKIM ANGGOTA, HAKIM KETUA MAJELIS,
Dr. H. SUPRAPTO, SH.MHum. MADE SUTRISNA, SH.MHum.
DAHMIWIRDA D, SH.MH
PANITERA PENGGANTI,
ANIES SUNDARNI, SH. MH.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Biaya-biaya:
Pencatatan……….Rp. 30.000,- ATK…………..………. Rp. 75.000,- Panggilan……….. Rp.1.500.000,- Materai………Rp. 6.000,- Redaksi……….. Rp. 5.000,- + Jumlah……… Rp.1.616.000,-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20