RANGKUMAN MATERI SESUAI KISI-KISI IPA KELAS 9
No 1: Disajikan gambar pembelahan mitosis, peserta didik dapat menentukan urutan tahapan pembelahan tersebut.
No 2: Diberikan daftar beberapa bagian pada sistem reproduksi manusia, peserta didik dapat menentukan bagian dari organ reproduksi pada laki laki atau Wanita
No 3: Disediakan gambar penampang melintang organ reproduksi perempuan, peserta didik mampu Menentukan organ yang tepat seuai dengan fungsinya
• Vulva adalah celah paling luar dari organ reproduksi perempuan yang dibatasi oleh sepasang bibir (kanan dan kiri). Sepasang bibir ini yang dinamakan labium. Pada vulva bagian dalam, terdapat 2 saluran yaitu saluran urin dan saluran vagina.
• Ovarium adalah organ yang bentuknya seperti telur, ada 2 buah, terletak di kanan kiri rahim atau di perut bagian bawah, berfungsi menghasilkan sel telur (ovum). Didalam ovarium, terdapat pula kumpulan sel folikel yang merupakan tempat berkembangnya ovum. Sel folikel juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Ovum yang matang akan dilepaskan dari ovarium pada setiap bulannya, proses ini dinamakan ovulasi. Kemudian ovum ditangkap oleh fimbriae (infundibulum) menuju ke tuba fallopi.
• Infundibulum(fibriae) adalah organ yang bentuknya berjumbai dan merupakan pangkal dari tuba fallopi. Infundibulum berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium.
Kemudian, ovum dibawa ke tuba fallopi.
• Tuba fallopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Didalam tuba fallopi inilah terjadi pembuahan ovum oleh sperma atau fertilisasi yang menghasilkan zigot. Kemudian zigot dibawa kedalam uterus.
• Uterus adalah organ yang bentuknya seperti buah pir terbalik, memiliki dinding tebal, berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin selama kehamilan. Saat tidak hamil, rahim berukuran 5 cm. Ketika hamil, rahim akan berkembang hingga 30 cm atau menyesuaikan perkembangan janin.
• Endometrium adalah lapisan yang membatasi rahim dan akan meluruh ketika proses menstruasi. Endometrium ini berfungsi menghasilkan plasenta ketika terjadi kehamilan.
• Vagina adalah saluran yang menghubungkan dunia luar dengan rahim, saluran darah menstruasi dan saluran tempat keluarnya bayi. Vagina tersusun atas otot – otot yang elastis dan dilapisi selaput membran atau selaput dara (hymen).
• Selaput dara adalah selaput tipis yang tersusun atas pembuluh darah. Selaput dara ini akan robek apabila melakukan aktivitas yang membahayakan seperti olahraga berat.
• Serviks adalah rahim bagian bawah yang membuka dan mengarah ke vagina. Serviks berfungsi menghubungkan rahim dengan vagina.
No 4: Disajikan pilihan saluran reproduksi pria, peserta didik dapat mengurutkan saluran reproduksi pada pria
Sperma diproduksi di dalam testis. Sperma yang diproduksi dalam testis, selanjutnya keluar melalui epididimis. Selanjutnya, sperma yang sudah matang keluar melalui Vas Defferens (melewati kelenjar prostat dan vesikula seminalis). Kemudian dikeluarkan melalui uretra. Sperma dikeluarkan melalui uretra bercampur dengan air mani (semen). Semen yang dikeluarkan biasanya 2,5 – 5 mL. Setiap 1 mL semen mengandung 100 – 150 juta sel sperma.
No 5: Disajikan gambar dan sebuah ilustrasi mengenai perkembangan dan perkembangan janin di Rahim, peserta didik dapat memprediksi kandungan zat yang melindungi janin.
Fungsi cairan amnion/ plasenta:
a. Memberi ruang gerak
b. Pelindung janin dari benturan dengan dinding rahim c. Cadangan cairan dan nutrisi bagi janin
d. Menjadi inkubator atau pengatur suhu alami e. Membantu proses kelahiran
f. Sebagai pendeteksi kelainan (genetik) pada janin
No 6: Diberikan beberapa peristiwa yang dapat terjadi pada proses pembuahan di organ reproduksi pada manusia, peserta didik dapat mengurutkan peristiwa-peristiwa tersebut dari yang paling awal ke akhir.
• Fertilisasi
Fertilisasi adalah proses pembuahan sel telur (ovum) oleh sperma, membentuk zigot. Fertilisasi terjadi di oviduk (Tuba Fallopi). Jika satu sperma telah membuahi ovum, maka sperma lainnya tidak dapat menembus ovum tersebut.
• Kehamilan dan perkembangan embrio
Zigot hasil fertilisasi akan berkembang menjadi embrio, dan menempel pada dinding rahim (implantasi). Kemudian, embrio ini bergerak menuju ke rahim da tertanam dalam endometrium (implantasi). Dalam kondisi ini, seorang perempuan mengalami kehamilan.
No 7: Diberikan ilustrasi mengenai terjadinya menstruasi pada seorang wanita, peserta didik dapat menyesuaikan siklus mentruasi dengan gejala yang terjadi
Menstruasi adalah proses meluruhnya endometrium dan ovum yang ditandai dengan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel epitel dinding rahim melalui vagina. Menstruasi terjadi apabila sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma. Siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari.
Namun, ada perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek yang berlangsung sekitar ± 18 hari atau siklus menstruasi panjang yang berlangsung sekitar ±40 hari.
Proses menstruasi ada 3 yaitu: Fase Menstruasi, Proliferasi dan Sekretori. Pada fase menstruasi, hormon FSH memicu berkembangnya folikel dalam ovarium. Sehingga, endometrium luruh dan perempuan mengalami menstruasi. Hormon FSH atau follicle stimulating hormone adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari atau hipofisis. Kelenjar ini terletak di otak bagian depan. Pada fase proliferasi, folikel berkembang yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Kemudian hormon estrogen dan progesteron memicu endometrium untuk menebal. Endometrium yang menebal ini bertujuan untuk mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila terjadi fertilisasi. Selanjutnya, hormon estrogen memicu kelenjar hipofisis untuk menghasilkan hormon FSH dan LH atau luteinizing hormone. Hormon LH diproduksi terus menerus hingga meningkat. Peningkatan hormon LH ini memicu pelepasan ovum oleh folikel ovarium (ovulasi). Pada fase sekretori ini, folikel yang telah melepaskan ovum berubah menjadi korpus luteum. Kemudian ovum ditangkap oleh fimbriae menuju ke tuba fallopi. Apabila ovum tidak dibuahi oleh sperma, maka korpus luteum tidak akan memproduksi estrogen dan progesteron. Sehingga, estrogen dan progesteron rendah. Rendahnya estrogen dan progesteron endometrium rusak dan pembuluh darahnya pecah, akibatnya terjadilah menstruasi.
No 8: Disajikan gambar system reproduksi manusia, peserta didik dapat menetukan penyakit pada gambar organ reproduksi tersebut
No 9: Disajikan data beberapa macam penyakit pada system reproduksi manusia, peserta didik dapat menentukan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus
• Gonorhoe adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Nesseria gonorrhoeae. Gejala penyakit ini yaitu rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing, serta keputihan berwarna kuning kehijauan pada perempuan. Penyakit ini dapat mengalami kebutaan pada bayi yang baru lahir dan bisa membuat kerusakan pada mata.
• Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Gejala penyakit ini adalah luka pada daerah kelamin. Penyakit ini dapat menyebar dan menyerang organ tubuh lainnya serta menyebabkan kerusakan pada organ tubuh tesebut.
• Herpes simplex geniltalis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes simplex tipe II yang menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus dan vagina. Gejalanya yaitu gatal – gatal, perih dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Kemudian, muncul lepuh – lepuh berwarna putih dan bisa pecah menyebabkan luka.
• Acquired Immuno defisiency sindrom (AIDS) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Human immunodeficiency virus (HIV). Virus ini sangat berbahaya karena menyerang sistem kekebalan (imun) tubuh. Sampai saat ini belum ditemukan obat dan vaksin untuk penyakit AIDS.
• Keputihan adalah penyakit kelamin perempuan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, bakteri, atau parasit. Ciri – cirinya yaitu terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu – abuan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat terjadi apabila kurang menjaga kebersihan pada daerah vagina.
• Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena penyakit menular seksual (PMS). Epididimitis hanya terjadi pada laki – laki, ditandai dengan rasa nyeri dan pembengkakan pada testis. Penyebab epididimitis adalah perilaku seks bebas.
No 10: Disajikan informasi penyakit menular pada sistem reproduksi manusia, peserta didik dapat menentukan cara penularan dan pencegahannya
• Gunakan celana dalam berbahan katun dan lembut
• Bilas dengan bersih organ reproduksi setelah BAB ataupun BAK
• Mengganti celana dalam minimal 2-3 kali sehari
• Potong rambut di daerah organ reproduksi
• Rajin megganti pembalut
• Bagi perempuan, hindari penggunaan sabun pembersih kewanitan dan pantyliner secara terus menerus
• Rajin olahraga, perbanyak konsumsi buah dan sayur
• Hindari seks bebas
No 11: Diberikan beberapa jenis hewan dan tumbuhan, peserta didik dapat menyimpulkan jenis tumbuhan yang berkembang biak dengan cara tertentu
No 12: Disajikan informasi tentang perkembangbiakan vegetatif alami dan buatan, peserta didik dapat menyebutkan perkembangbiakan vegetatif alami dan buatan
No 13: Disaajikan informasi tentang perkembangbiakan vegetatif, peserta didik dapat mendefinikan masing-masing cara perkembangbiakan secara vegetatif buatan
Reproduksi tumbuhan secara umum ada 2 yaitu aseksual (vegetatif) yaitu tanpa fertilisasi dan seksual (generatif) yaitu dengan fertilisasi. Tumbuhan dapat melakukan reproduksi vegetatif dikarenakan memiliki sel meristem yaitu sel yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel penyusun jaringan dan organ. Keturunan yang dihasilkan reproduksi vegetatif memiliki sifat/karakter yang sama dengan induk.
1. Reproduksi Angiospermae
Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium). Bakal buah adalah bagian putik yang membesar yang tersusun oleh daun buah (karpel). Bakal buah selanjutnya akan berkembang menjadi buah dan bakal biji
berkembang menjadi biji. Tumbuhan Angiospermae mengalami perkembangbiakan vegetatif dan perkembangbiakan generatif.
a. Reproduksi Vegetatif Angiospermae
Reproduksi vegetatif tumbuhan Angiospermae ada 2 yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan.
Vegetatif alami adalah reproduksi vegetatif tanpa bantuan manusia. Berikut contoh vegetatif alami:
Sedangkan vegetatif buatan sebagai berikut:
• Cangkok: mengelupas kulit tangkai tanaman berkayu, kemudian dibalut dengan tanah dan dibungkus dengan serabut kelapa atau plastik. Apabila pada bagian tersebut tumbuh akar, maka tangkai dapat dipotong kemudian ditanam di tanah. Hasil dari tumbuhan cangkok adalah cepat berbuah tetapi perakarannya kurang kuat. Contoh Cangkok yaitu Mangga (Mangifera indica), Jeruk (Citrus sp.), Rambutan dan Kelengkeng (Dimocarpus longan).
• Merunduk: membenamkan tangkai tanaman kedalam tanah, sehingga bagian yang tertanam dalam tanah akan tumbuh akar. Merunduk dapat dilakukan pada tumbuhan yang memiliki batang panjang dan lentur, contohnya bunga Alamanda (Alamanda catartica).
• Okulasi: menempelkan mata tunas kulit tanaman pada batang tanaman yang sejenis. Okulasi digunakan untuk mendapatkan tumbuhan jenis unggul. Contohnya pohon jeruk yang masih muda menghasilkan buah banyak dan rasa manis
• Stek: memotong bagian tumbuhan, kemudian ditanam untuk menghasilkan individu baru.
Contohnya singkong (Manihot utilissima) dan mawar (Rosa sp.) dipotong batangnya kemudian ditanam di tanah (stek batang), sukun (Artocarpus comunis) dipotong akarnya kemudian ditanam di tanah (stek akar).
b. Reproduksi Generatif Angiospermae
Organ reproduksi generatif pada Angiospermae berupa bunga dan biji. Reproduksi Generatif Tumbuhan Angiospermae ada 4 yaitu Penyerbukan (Polinasi), Pembuahan (Fertilisasi), Penyebaran Biji dan Perkecambahan. Penyerbukan adalah proses menempelnya serbuk sari pada kepala putik.
Sel kelamin
jantan pada tumbuhan berbunga adalah serbuk sari, sel kelamin betinanya adalah putik.
No 14: Diberikan gambar cara reproduksi vegetatif buatan pada tumbuhan, peserta didik dapat mengurutkan langkah-langkah dalam melakukan kegiatan menempel tanaman
No 15: Disajikan informasi perkembangbiakan secara vegetatif buatan , peserta didik mampu menentukan teknik yang tepat untuk memperbanyak tanaman tersebut
No 16: Disajikan masalah, peserta didik mampu menentukan cara perkembangbiakan yang paling tepat
No 25: Disajikan data tentang teknik budidaya tanaman, peserta didik mampu menentukan teknik yang benar sesuai dengan kondisi
Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air.
Sayuran seperti paprika, tomat, terong, selada dan timun dapat ditumbuhkan secara hidroponik atau ditambahkan media yang tak larut dalam air seperti : spons, arang, sekam, kerikil, serbuk kayu dan sebagainya.
Vertikultur adalah teknik budidaya tanaman menggunakan instalasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah produksi tanaman. Vertikultur ini cocok untuk penghijauan di daerah lahan terbatas dan daerah perkotaan.
Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan tumbuhan dengan cara mengambil bagian sel, jaringan, atau organ tumbuhan. Bagian tersebut ditumbuhkan dalam kondisi steril pada medium yang mengandung zat nutrisi dan zat pengatur tumbuh (hormon). Selanjutnya, bagian tumbuhan tersebut akan memperbanyak diri dan berkembang menjadi tumbuhan yang memiliki organ lengkap seperti akar, batang dan daun. Kultur jaringan menerapkan prinsip reproduksi secara vegetatif.
Kultur jaringan disebut juga kultur in vitro. teori dari kultur in vitro adalah Totipotensi, yaitu setiap bagian tumbuhan dapat berkembang baik karena seluruh bagian tumbuhan terdiri atas jaringan hidup.
Sehingga, hasil dari kultur jaringan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.
No 17: Disajikan gambar penyerbukan, peserta didik dapat menentukan jenis penyerbukannya No 18: Disajikan data ciri-ciri bunga, peserta didik dapat menentukan penyerbukan yang paling tepat berdasarkan ciri tersebut
Jenis perantara penyerbukan yang lain yaitu:
• Anemogami: penyerbukan oleh angin, terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga kecil, banyak, ringan, tidak berbau dan tidak memiliki nektar. Contohnya padi (Oriza sativa).
• Entomogami: penyerbukan oleh serangga, terjadi pada bunga yang memiliki warna menarik, berbau harum dan memiliki nektar. Contohnya bunga matahari (Helianthus annus). Contoh serangganya lebah madu (Apis mellifera), kupu – kupu (Eurema sp.)
• Orinitogami: penyerbukan oleh burung, terjadi pada bunga berwarna merah, besar, berbentuk terompet, tidak berbau dan nektar banyak. Contohnya bunga dadap merah (Erythrina variegata).
• Kiropterogami: penyerbukan oleh kelelawar, terjadi pada bunga berwarna menarik, berbau, memiliki nektar dan mekar pada malam hari. Contohnya bunga kaktus (Opuntia sp.).
• Antropogami: penyerbukan oleh manusia, terjadi pada bunga yang berumah dua yaitu bunga yang hanya memiliki serbuk sari saja atau memiliki putik saja. Sehingga,
• penyerbukannya harus dibantu oleh manusia. Contohnya bunga vanili dan anggrek (Phalaenopsis sp.).
No 19: Diberikan gambar metamofosis pada hewan, peserta didik dapat mengurutkan tahapan pada metamofosis kupu-kupu
No 20: Disajikan tabel istilah dan definisi dari pewarisan sifat, peserta didik dapat memasangkan istilah dan definisi dengan benar
No 21: Disajikan informasi gen , peserta didik dapat menentukan genotif dari fenotif yang telah ditentukan
No 22: Diberikan ciri dominan dan resesif dua buah tanaman yang disilangkan, peserta didik diharapkan dapat meramalkan sifat fenotif pada keturunan F2
No 23: Diberikan ciri dominan dan resesif dua buah tanaman yang disilangkan, peserta didik diharapkan dapat meramalkan persentase sifat fenotif pada keturunan F1
1. Hukum Mendel 1 (Hukum segregasi bebas/monohibrid)
“Pasangan alel akan bersegregasi (memisah) secara bebas padampembentukan gamet.”
• Rasio fenotipe F2 = 3 : 1
• Rasio genotipe F2 = 1 : 2 : 1
• Intermediet → sifat baru yang muncul karena gen dominan tidak sepenuhnya menutupi gen resesif.
Hukum 1 Mendel ini dibuktikan lewat persilangan monohibrid. persilangan monohibrid adalah persilangan dua individuTapi dengan satu sifat beda. sifat yang dimaksud seperti warna bunga yang disilangkan, bentuk biji tinggi tanaman dan lain-lain.
Monohibrid Intermediet: persilangan menghasilkan sifat baru yang muncul karena gen dominan tidak sepenuhnya menutupi gen resesif. Misalnya, pada persilangan bunga Mawar Merah (MM) dengan Mawar Putih (mm). Hasil persilangan monohibrid hanya akan menghasilkan bunga mawar merah dan marah putih. Sedangkan pada persilangan intermediete, hasilnya dapat berupa bunga mawar merah, mawar merah muda, dan merah putih. Kesimpulannya, bila gen M bertemu dengan m dihasilkan keturunan dengan warna gabungan yaitu merah muda.
2. Hukum II Mendel (asortasi bebas/dihibrid)
“Setiap alel dari satu lokus dapat berasortasi (berpasangan) secara bebas dengan alel dari lokus lain pada pembentukan zigot.”
• Rasio fenotipe F2 = 9 : 3 : 3 : 1
• Rasio genotipe F2 = 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1
Hukum 2 Mendel dapat diamati pada persilangan dihibrid. persilangan dihibrid adalah persilangan dengan dua sifat beda.
Tanaman kacang kapri berbiji bulat berwarna kuning disilangkan dengan kacang kapri berbiji keriput berwarna hijau. Gen B menentukan bentuk biji bulat, sedangkan gen b menentukan bentuk biji keriput. Gen K menentukan warna kuning, sedangkan gen k menentukan warna hijau. Gen B dominan terhadap b, dan gen K dominan terhadap gen k. Bagaimanakah rasio fenotipe F2
No 24: Diberikan beberapa cara teknik rekayasa genetic, peserta didik diharapkan dapat menentukan teknik yang menghasilkan keturunan yang sifatnya sama seperti induknya
Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Tumbuhan : Pemanfaatan genetika di bidang pertanian yaitu menyiapkan bibit unggul melalui pembuatan varietas hibrida. Varietas hibrida adalah jenis tumbuhan yang merupakan keturunan dari persilangan antara dua atau lebih jenis tumbuhan dengan karakteristik gen yang berbeda.
Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Hewan : untuk menghasilkan hewan ternak berkualitas tinggi, misalnya unggas mampu menghasilkan banyak telur atau sapi dengan kualitas susu dan daging yang baik. Ayam potong (broiler) merupakan hasil persilangan beberapa jenis ayam, dikelompokkan berdasar asal daerahnya: Amerika, Mediterania, Inggris, dan Asia.
No 26: Diberikan ilustrasi hasil sebuah percobaan mengenai listrik statis, peserta didik diharapkan dapat memprediksi sifat muatan listrik
No 27: Diberikan ilustrasi, beberapa muatan listrik, peserta didik mampu menentukan jenis muatan berdasarkan reaksi.
No 28&29: Diberikan beberapa besaran yang terkait dengan hokum coulomb, peserta didik diharapkan dapat menghitung besarnya perubahan gaya Coulomb yang terjadi
Gaya Coulomb jika jarak berubah
Jika muatan berubah
No 30: Diberikan ilustrasi sebuah peristiwa yang berkaitan dengan gerak reflex, peserta didik diharapkan dapat mengurutkan mekanisme gerak pada system syaraf
No 31: Diberikan gambar amperemeter, peserta didik diharapkan dapat menentukan besar kuat arus listrik yang diukur
No 32: Diberikan gambar sebuah rangkaian listrik, diharapkan peserta didik dapat menentukan besarnya hambatan pengganti pada rangkaian tersebut
No 33: Diberikan gambar sebuah rangkaian listrik yang berhubungan dengan hukum kirrchoff, diharapkan peserta didik dapat menentukan besarnya salah satu besaran kuat arus yang belum diketahui pada rangkaian tersebut
No 34: Diberikan gambar sebuah rangkaian listrik, diharapkan peserta didik dapat menentukan salah satu besaran yang sesuai dengan hokum Ohm
No 35: Disajikan gambar rangkain listrik campuran, peserta didik mampu menghitung kuat arus listrik pada rangkaian tersebut
No 36: Diberikan informasi masalah tentang rangkaian listrik, peserta didik mampu menentukan cara pemecahan masalah yang tepat
No 37: Diberikan beberapa pernyataan, peserta didik diharapkan dapat mengklasifikasikan pernyataan yang mempengaruhi besarnya energy listrik yang dihasilkan
energi listrik yang digunakan oleh suatu peralatan listrik dipengaruhi oleh daya, tegangan, kuat arus, hambatan alat, dan lama (waktu) peralatan dinyalakan.
No 38: Disajikan gambar struk pembelian listrik prabayar, peserta didik mampu menghitung harga 1 KWH
No 39: Diberikan beberapa data mengenai pemakaian alat listrik pada sebuah rumah, peserta didik diharapkan dapat menentukan besar biaya rekening yang harus dibayarkan selama satu bulan
No 40: Disajikan informasi beberapa upaya untuk menghemat penggunaan listrik, peserta didik mampu menentukan cara menghemat penggunaan listrik
Untuk melakukan penghematan konsumsi daya listrik bulanan di daerah pedesaan, dapat dilakukan langkah-langkah mudah seperti berikut: Atur Penggunaan Lampu Harian Mematikan lampu yang tidak terpakai. Saat malam hari, hidupkan lampu sesuai kebutuhan. Gunakan Lampu LED Dengan menggunakan lampu LED, daya yang dikonsumsi lebih kecil dari pada lampu pijar. Cabut Steker Bila Tidak Digunakan Steker yang menancap di terminal listrik akan mengkonsumsi daya listrik terus menerus. Bijak Menggunakan Kulkas Atur lemari es di suhu ideal, yaitu 2-4 derajat Celcius untuk lemari pendingin dan -15 derajat Celcius untuk freezer. Gunakan Strika Otomatis Setrika dengan pengatur panas otomatis dapat mengurangi konsumsi listriknya sehingga lebih hemat.