TUGAS MANRAD NAMA : Bintang Djanarko
NIM : 2201020 KELAS : TRO B
Standar Operasional Prosedur (SOP) Angiografi / Arteriografi 1. Tujuan
Menetapkan prosedur yang aman dan efektif untuk melakukan angiografi/arteriografi guna mendiagnosis dan mengobati kondisi vaskular.
2. Ruang Lingkup
SOP ini berlaku untuk semua tenaga medis yang terlibat dalam pelaksanaan angiografi/arteriografi di unit radiologi intervensi.
3. Definisi
Angiografi/Arteriografi: Prosedur radiologi yang menggunakan kontras untuk memvisualisasikan pembuluh darah dan organ-organ terkait melalui pencitraan sinar-X.
4. Persyaratan
Tenaga medis yang terlatih dalam prosedur angiografi.
Peralatan angiografi yang lengkap dan berfungsi.
Persediaan bahan kontras dan obat-obatan yang diperlukan.
Ruang angiografi yang steril dan aman.
5. Prosedur
5.1. Persiapan Pasien
Konsultasi: Lakukan konsultasi dengan pasien untuk menjelaskan prosedur, risiko, dan manfaat.
Pemeriksaan Fisik: Lakukan pemeriksaan fisik dan penilaian riwayat medis pasien.
Persetujuan: Dapatkan tanda tangan informed consent dari pasien.
Persiapan Fisik:Pastikan pasien berpuasa selama 6-8 jam sebelum prosedur.
Lakukan pemeriksaan laboratorium yang diperlukan (misalnya, fungsi ginjal, kadar hemoglobin).
Monitoring: Pasang akses intravena untuk pemberian cairan dan obat-obatan.
5.2. Pelaksanaan Prosedur
Posisi Pasien: Tempatkan pasien dalam posisi yang nyaman di meja angiografi.
Sterilisasi: Lakukan sterilisasi area yang akan diakses (misalnya, paha, lengan).
Anestesi Lokal: Berikan anestesi lokal pada area akses.
Pemasangan Kateter:Lakukan akses pembuluh darah menggunakan teknik Seldinger.
Masukkan kateter ke dalam pembuluh darah yang dituju.
Injeksi Kontras:Injeksi bahan kontras melalui kateter.
Lakukan pemantauan reaksi alergi terhadap kontras.
Pencitraan: Ambil gambar sinar-X untuk memvisualisasikan pembuluh darah.
Intervensi Tambahan: Jika diperlukan, lakukan intervensi tambahan seperti angioplasty atau embolisasi.
5.3. Pasca Prosedur
Monitoring: Monitor tanda vital pasien dan kondisi akses pembuluh darah.
Pemulihan: Biarkan pasien beristirahat di ruang pemulihan.
Pemberian Instruksi: Berikan instruksi pasca-prosedur kepada pasien mengenai perawatan diri dan tanda-tanda komplikasi.
Dokumentasi: Catat semua detail prosedur dalam rekam medis pasien.
6. Penanganan Komplikasi
Siapkan protokol untuk menangani reaksi alergi, perdarahan, atau komplikasi lain yang mungkin terjadi selama atau setelah prosedur.
7. Referensi
Pedoman Praktik Klinis Radiologi Intervensi.
Buku teks radiologi dan panduan prosedur intervensi.
8. Tanggung Jawab
Tim radiologi intervensi bertanggung jawab untuk melaksanakan SOP ini dan memastikan keselamatan pasien selama prosedur.
SOP ini harus ditinjau dan diperbarui secara berkala untuk memastikan kesesuaian dengan praktik terbaik dan perkembangan terbaru dalam bidang radiologi intervensi.