=Nama : Wita Oktafia Nim : 210721611700 Offering : PP1
Mata Kuliah : Pengembangan Laboratorium Geografi
Rencana Pembelajaran Laboratorium Geografi
A. Membuka PelajaranGuru membuka pelajaran dengan salam pembuka
Guru : “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi anak-anak?”
Siswa : (Menjawab salam dan sapaan guru dengan baik dan sopan) “Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi Bu Guru.”
Guru : “gimana kabarnya hari ini?”
Siswa : “baik bu”
Guru : “alhamdulillah kalua semuanya dalam kondisi yang baik, oke kalua begitu sebelum memulai pelajaran Langkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu ya, berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing dimualai!”
Guru : “berdoa selesai”
(Memberi acuan)
Guru : “Anak-anak, pada pertemuan kali ini kita akan belajar mengenai teori-teori
pertumbuhan suatu wilayah, dan kita akan mencoba untuk melakukan pembuktian pada salah satu teori tersebut di wilayah Indonesia”
1. Pendahuluan:
Memperkenalkan teori tempat sentral dan konsep pusat-pusat pertumbuhan.
Membahas pentingnya pemahaman teori ini dalam perencanaan wilayah dan perkotaan di Indonesia.
2. Pemilihan Lokasi:
Pilih beberapa kota atau wilayah di Indonesia yang akan menjadi objek simulasi.
Anda dapat memilih kota besar, kota kecil, atau bahkan desa, tergantung pada tujuan simulasi.
3. Pengumpulan Data:
Kumpulkan data relevan untuk setiap lokasi, seperti populasi, kepadatan penduduk, luas wilayah, infrastruktur, ekonomi, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan wilayah.
4. Analisis Data Awal:
Lakukan analisis awal terhadap data yang telah dikumpulkan. Identifikasi kota atau wilayah mana yang memiliki karakteristik sebagai pusat pertumbuhan.
5. Perhitungan Jarak:
Gunakan perhitungan jarak, seperti indeks jarak atau jarak Euclidean, untuk
menentukan seberapa jauh kota atau wilayah lain dari pusat pertumbuhan yang telah diidentifikasi.
6. Perhitungan Kemudahan Akses:
Lakukan perhitungan kemudahan akses dari setiap lokasi ke pusat pertumbuhan menggunakan data infrastruktur transportasi yang ada, seperti jaringan jalan, rel kereta api, atau bandara.
7. Pembuatan Peta:
Buat peta geografis yang memvisualisasikan lokasi pusat pertumbuhan, kota-kota atau wilayah lain, serta jarak dan kemudahan akses antara mereka.
8. Simulasi Pertumbuhan:
Gunakan model simulasi pertumbuhan wilayah berdasarkan teori tempat sentral untuk memprediksi perkembangan potensial setiap lokasi dalam jangka waktu tertentu.
9. Analisis Hasil:
Analisis hasil simulasi untuk mengidentifikasi kota atau wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi, serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
10. Diskusi dan Kesimpulan:
Diskusikan hasil simulasi dengan peserta praktikum, dan ajukan pertanyaan untuk merangsang pemikiran kritis mereka tentang bagaimana teori tempat sentral dapat diterapkan dalam konteks Indonesia.
Buat kesimpulan mengenai pemahaman mereka terhadap teori pertumbuhan wilayah dan aplikasinya di Indonesia.
11. Tugas Lanjutan:
Berikan tugas lanjutan kepada peserta praktikum, seperti mengembangkan strategi perencanaan wilayah berdasarkan hasil simulasi atau melakukan penelitian lebih lanjut tentang kasus-kasus nyata di Indonesia.
12. Evaluasi:
Akhiri praktikum dengan sesi evaluasi, di mana peserta dapat memberikan masukan dan refleksi mengenai pengalaman mereka dalam simulasi ini.