Geografi SMA Kelas X (Fase E)
MODUL AJAR
Geografi fase E kelas X / Dinamika Atmosfer Kurikulum Merdeka
INFORMASI UMUM A. Identitas Modul
Nama : Riri Rahmania, S.Pd
Sekolah : SMA Negeri 1 Lubuk Dalam Tahun : 2025
Kelas/Fase : X (Fase E) Alokasi Waktu : 12 JP (3 X 45’)
B. Kompetensi Awal
Untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dilakukan asesmen awal, sehingga peserta didik mampu memahami Dinamika Atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
C. Kata Kunci 1. Atmosfer 2. lapisan 3. Gas 4. Cuaca 5. Iklim
D. Profil Pancasila
1. Mandiri Peserta didik memiliki insiatif dan bekerja secara mandiri dalam melaksanakan keterampilan proses, percaya diri, mengembangkan kendali dan disiplin diri.
2. Bernalar Kritis
Peserta didik mampu memproses informasi dan gagasan, melakukan evaluasi terhadap prosedur yang dilakukan, mengevaluasi dan merefleksi pemikiran 3. Kreatif Peserta didik menghasilkan karya atau gagasan atau tindakan yang orisinil 4. Bergotong
Royong Peserta didik berkolaborasi dalam menyelesaikan projek sederhana, melakukan komunikasi untuk mencapai tujuan bersama
E. Media, Sarana-prasarana, dan Sumber Belajar
Media Media Gambar
Sarana-
prasarana Laptop, Smartphone, dan jaringan internet Sumber
Belajar
1. Buku IPS Geografi untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum Merdeka. Penerbit CV Mediatama, Surakarta 2023
2. Modul Dinamika Atmosfer 3. LKPD
F. Target Peserta Didik
Jumlah siswa dalam kegiatan pembelajaran sebanyak 35 peserta didik Reguler G. Metode Pembelajaran
Model Discovery Learning Metode Apersepsi, Diskusi
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
KOMPONEN INTI Capaian
Pembelajaran Peserta didik mampu memahami Konsep Dasar Ilmu Geografi, Peta/Penginderaan jauh/GIS, Penelitian Geografi, dan Fenomena Geosfer, mampu mencari/mengolah informasi tentang keberagaman wilayah secara fisik dan sosial, mampu menganalisa wilayah berdasarkan ilmu pengetahuan dasar geografi, karakter fisik dan sosial wilayah (lokasi, keunikan, distribusi, persamaan dan perbedaan, dan lain-lain). Peserta didik mampu menguraikan permasalahan yang timbul dalam fenomena geosfer yang terjadi dan memberikan ide solusi terbaik untuk menghadapinya. Peserta didik mampu mengomunikasikan/ memublikasikan hasil penelitian dalam berbagai media.
Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran discovery learning, dengan menggali informasi dari berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi secara mandiri dan kelompok peserta didik diharapkan terlibat aktif selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik serta dapat mengidentifikasi karakteristik dinamika atmosfer serta menyajikan proses dinamika atmosfer menggunakan media gamba secara mandiri, bernalar kritis, kreatif dan gotong royong.
Alur Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu memahami karakteristik dinamika atmosfer 2. Peserta didik mampu menganalisis definisi dinamika atmosfer Asesmen 1. Asesmen Diagnostik → Pengetahuan (Tes Lisan)
2. Asesmen Formatif → Keterampilan (Tes untuk kerja/presentasi) dan Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
3. Asesmen Sumatif → Pengetahuan (tes tertulis) Pemahaman
Bermakna Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik akan memperoleh manfaat pemahaman tentang :
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik dinamika atmosfer 2. Peserta didik dapat menganalisis definisi dinamika atmosfer
Pertanyaan Pemantik
1. Apakah ananda pernah mengamati cuaca di lingkungan Lubuk Dalam ini?
2. Bagaimanakah menurut ananda cuaca mudah berubah-ubah?
Persiapan Pembelajaran
1. Guru mempersiapkan materi pembelajaran baik dalam bentuk power point, modul, atau video
2. Guru menyiapakan gambar tentang dinamika atmosfer
3. Guru menyiapkan soal kuis singkat baik lisan atau tertulis maupun dengan aplikasi quiziz atau wordwall atau kahoot
4. Guru mencetak lembar penilaian 5. Membuat kelompok diskusi
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
KEGIATAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE-3
Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)
a. Guru mengucap salam dan menyapa peserta didik.
b. Seorang peserta didik berpartisipasi dalam memimpin doa.
c. Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan memotivasi peserta didik
d. Guru mengecek kesiapan peserta didik untuk belajar yaitu mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan materi sebelumnya
e. Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok dan mengarahkan untuk melakukan dinamika kelompok
f. Guru membagikan modul ajar mengenai materi cuaca dan iklim
g. Kemudian guru menanyakan pada peserta didik pertanyaan pemantik kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran bagi peserta didik.
h. Kemudian guru menyampaikan bagaimana proses penilaian akan dilakukan Kegiatan Inti (80 Menit)
Pemberian Ransangan Guru memberikan deskripsi singkat tentang materi pembelajaran, siswa menyimak dan memberikan ulasan secara kritis
Guru mengorganisasikan peserta didik dengan membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang (pembagian kelompok yang sudah disesuaikan dengan tingkatan kemampuan yaitu kelompok rendah, sedang, dan tinggi) berdasarkan hasil tes diagnostik yang sudah diberikan pada saat observasi awal
Guru memberikan modul ajar mengenai materi cuaca dan iklim serta pengaruh perubahan iklim global terhadap kehidupan
Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan melakukan kegiatan diskusi kelompok dan menyampaikan hasil diskusi, sementara siswa yang lainnya memberikan respon terhadap ide yang disampaikan oleh perwakilan kelompok
Pernyataan/
identifikasi masalah Guru memberikan LKPD kepada kelompok yang akan diselesaikan oleh masing-masing kelompok
Guru mengajak peserta didik untuk memahami dan mengerjakan LKPD yang diberikan dengan cara mendiskusikan sesama anggota kelompok
Pengumpulan data Peserta didik bekerjasama dalam kelompok membuat catatan tentang temuan temuan terkait cuaca dan iklim serta pengaruh perubahan iklim global bagi kehidupan berdasarkan data informasi yang diperoleh dari berbagai sumber.
Peserta didik berdiskusi untuk menjawab pertanyaan terdapat di LKPD
Guru mendorong mengarahkan peserta didik untuk melakukan penemuan fenomena sekitar yang berkaitan dengan cuaca dan iklim serta melakukan penyelidikan masalah yang terdapat pada LKPD dan mengelolah informasi yang telah dikumpulkan secara Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
berkelompok
Pengolahan data Peserta didik menganalisis data yang peroleh dari hasil diskusi yang dilakukan
Guru meminta setiap kelompok membuat kesimpulan dari masalah yang telah diselesaikan serta membuat laporan hasil kerja kelompoknya pada lembaran yang disediakan
Guru membantu peserta didik merencanakan dan menyiapkan bahan presentasi di depan kelas;
Guru meminta kelompok untuk mengomunikasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas melalui perwakilan kelompok Menarik kesimpulan
(generalisasi) Berdasarkan hasil diskusi kelompok, guru akan menyampaikan kesimpulan mengenai materi terkait dan menghubungkannya dengan budaya yang ada disekitar siswa. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
a. Guru meminta peserta didik secara sukarela untuk menyampaikan kesimpulan, lalu guru menyimpulkan dari proses pembelajaran hari ini
b. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan yang telah dilakukan c. Salah satu peserta didik berdo’a dan salam
REFLEKSI Refleksi dilakukan secara langsung
1) Refleksi Siswa
a. Hal bermakna apa yang dipelajari hari ini?
b. Silahkan identifikasi tantangan dan hambatan dalam pembelajaran?
c. Bagian mana yang menurut ananda masih perlu untuk di pahami ? 2) Refleksi Guru
a. Guru mengoreksi alur pembelajaran yang sudah dilakukan terutama dalam proses konsultasi kelompok
b. Guru mengajukan pertanyaan pengalaman yang menarik selama dalam proses pembelajaran
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Asesmen
a. Asesmen Awal
Asesmen Awal Non Kognitif
Pertanyaan yang terkait kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran seperti : 1) Apakah peserta didik sudah siap belajar?
2) Apakah peserta didik ada yang mengalami masalah?
3) Apakah ada kendala yang di temukan peserta didik didalam kelas?
Jika menunjukkan emosi negatif tindak lanjutnya diajak berdiskusi empat mata, jika diperlukan berkomunikasi dengan orang tua. Jika menunjukkan emosi positif guru memotivasi peserta didik agar selalu semangat dalam belajar.
Asesmen Awal Kognitif
No. Pertanyaan Skor
1 Apa saja yang mempengaruhi perubahan cuaca dan iklim?
0-50 2 Bagaimana dampak perubahan iklim global bagi
kehidupan ?
0-50 Keteranagan
Nilai = Total skor perolehan/Total skor maksimal x 100
Lampiran 2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Langkah Kegiatan :
1. Keg iata n dila kuk an seca ra berk elo mpo k.
Beri nam a seti
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Los Angeles
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Lembar Jawaban
Kelompok :
Kelas :
Anggota Kelompok :
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Langkah Kegiatan :
1. Keg iata n dila kuk an seca ra berk elo mpo k.
Beri nam a setia
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Lembar Jawaban
Kelompok :
Kelas :
Anggota Kelompok :
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Langkah Kegiatan :
1. K e g i a t a n d i l a k u k a n s
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Benua Antartika
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Lembar Jawaban
Kelompok :
Kelas :
Anggota Kelompok :
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Langkah Kegiatan :
1. K e g i a t a n d i l a k u k a
Polusi Udara
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Lembar Jawaban
Kelompok :
Kelas :
Anggota Kelompok :
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Langkah Kegiatan :
1. K e g i a t a n d i l a k u k a n
Jakarta
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Lembar Jawaban
Kelompok :
Kelas :
Anggota Kelompok :
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Bahan Ajar
Dinamika Atmosfer dan Dampak Bagi Kehiduoan
A. Iklim
Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim di suatu daerah sangat beragam antara lain letak berdasarkan garis lintang, letak berdasarkan ketinggian tempat, suhu bulanan/tahunan, curah hujan rata-rata, jarak dihitung dengan laut/danau, dan posisi relief dan pegunungan.
1. Iklim Matahari
Iklim matahari adalah yang didasarkan pembagian letak lintang akibat dari penyinaran matahari yang diterima di bumi. Garis lintang di bumi dibagi menjadi dua bagian, yaitu 0o - 90o LU dan 0o - 90o LS. Daerah 0o lintang adalah daerah panas. Daerah makin mendekati 90o lintang suhu semakin dingin.
Gambar Iklim Matahari
Dasar perhitungan pembagian iklim matahai adalah banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang di bumi. Garis lintang di bumi dibagi menjadi dua bagian, yaitu 0o - 90o LU dan 0o - 90o LS.
Daerah 0o adalah daerah panas sehingga makin mendekati daerah lintang 90o suhunya semakin dingin. Berdasarkan garis lintang terdapat pembagian iklim matahari di bumi sebagai berikut.
a) Daerah iklim dingin utara 66 1o LU − 90o LU.
b) Daerah iklim dingin selatan 66 1o LS − 90o LS.
c) Daerah iklim panas (tropis) 23 1o LU − 23 1o LU.
d) Daerah iklim sedang utara 35o LU − 66 1o LU.
Pertemuan 3
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Di sebelah utara, maupun sebelah selatan ekuator. Dari pembagian iklim tersebut, Indonesia termasuk iklim tropik (iklim panas). Tiap-tiap daerah iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin keadaan flora dan faunanya berbeda-beda.
Ga mbar Peta Iklim Matahari
2. Iklim Junghun
Iklim Junghun adalah iklim berdasarkan tinggi tempat dan jenis tanaman yang tumbuh baik.
Makin tinggi suatu tempat di permukaan bumi temperaturnya makin dingin dan tekanan udaranya makin kecil. Perbedaan tinggi tempat di permukaan bumi menyebabkan perbedaan jenis tumbuh-tumbuhannya. Ilmuwan asal Jerman bernama Junghun membagi empat tingkat daerah tanaman berdasarkan tinggi tempat sebagai berikut.
a) Daerah panas (tropik) : tinggi antara 0 - 650 m. Suhu 22o - 26,3oC. Tanaman: padi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
b) Daerah sedang: tinggi 650 - 1.500 m. Suhu 17,1o - 22oC. Tanaman: padi, tembakau, kopi, teh, cokelat, dan sayur-sayuran.
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
c) Daerah sejuk: tinggi 1.500 - 2.500 m. Suhu 11,1o - 17,1oC. Tanaman: kopi, teh, kina, dan sayur-sayuran.
d) Daerah dingin: tinggi 2.500 m ke atas. Suhu 6,2o - 11,1oC. Tanaman hanya sebangsa lumut.
Gambar Iklim Jonghun 3. Iklim Schmidt-Ferguson
Dalam pembagian iklim, Schmidt-Ferguson lebih menitikberatkan tipe curah hujan dan penggolongannya. Adapun langkah-langkah cara penentuannya sebagai berikut.Untuk menentukan tipe curah hujan Schmidt dan Ferguson mendasarkan tingkat kebasahan yang disebut gradient (Q). Untuk menentukan nilai Q digunakan rumus: Banyaknya bulan basah x 100%
Untuk menentukan kriteria bulan kering dan bulan basah digunakan klasifikasi kriteria menurut Mohr sebagai berikut.
Bulan kering = bulan yang curah hujannya kurang dari 60 mm.
Bulan basah = bulan yang curah hujannya lebih dari 100 mm.
Berdasarkan besarnya rasio Q tipe curah hujan penggolongannya sebagai berikut.
Tipe A jika Q = 0% - 14,3% Tipe E jika Q = 100% - 167%
Tipe B jika Q = 14,3% - 33,3% Tipe F jika Q = 167% - 300%
Tipe C jika Q = 33,3% - 60% Tipe G jika Q = 300% - 700%
Tipe D jika Q = 60% - 100% Tipe H jika Q = lebih dari 700%
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Ex terdapat data curah hujan dengan nilai yaitu
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt nov des
Curah hujan
106 33 59 262 442 384 72 87 43 95 55 40
Dari data itu terdapat tipe iklim Schmidt Bulan Kering : 5
Bulan Basah : 4
Rumus Tipe Iklim Schmidt-Ferguson
B. Persebaran Curah Hujan Di Indonesia
DKAT merupakan singkatan dari Daerah Konvergensi Antar-Tropik, suatu daerah yang suhunya tertinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya; daerah ini disebut juga equator thermal. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang banyak sehingga menyebabkan daerah ini memiliki kelembapan yang tinggi. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya hujan zenith atau hujan konveksi. Letak DKAT setiap 14 hari dalam pergeserannya dari utara ke selatan dan sebaliknya selalu dalam daerah doldrum atau daerah tenang ekuatorial yang terletak antara 0o LU - 10o LS.
Gambar DKAT Bergerak ke arah utara Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Gambar DKAT Bergerak kea rah selatan
Di Indonesia rata-rata curah hujan tergolong tinggi, yaitu lebih dari 2.000 mm/tahun. Daerah yang paling tinggi curah hujannya di Baturaden di lereng Gunung Slamet rata-rata 589 mm/bulan. Daerah yang paling kering di daerah Palu Sulawesi Tengah rata-rata curah hujannya 45,6 mm/bulan.
Gambar Persebaran Curah Hujan Di Indonesia
Meskipun demikian banyak sedikitnya curah hujan di tiap-tiap daerah tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut.
a) Letak DKAT dan arah angin.
b) Bentuk medan dan arah lereng medan.
c) Posisi geografis daerahnya.
d) Jarak perjalanan angin di atas medan datar.
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
C. Faktor Perubahan Iklim Global
Dalam keadaan normal angin pasat berembus dari timur melintasi Samudera Pasifik. Hal ini menyebabkan air hangat dari Pasifik Tengah terdorong ke arah barat. Air hangat ini terkumpul di sepanjang garis pantai Australia sebelah utara, dan juga mengalir ke perairan Indonesia. Terbentuklah awan di atas air yang hangat ini. Awan-awan ini membawa hujan apabila bergerak di atas Australia dan Indonesia. Keadaan ini dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar Keadaan Normal 1.Perubahan Iklim Global
Perubahan Iklim adalah pergeseran statistik atau rata-rata jangka panjang cuaca. Perubahan iklim sendiri dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor yang pertama adalah natural variability atau faktor alam. Faktor kedua adalah human-induced factor atau faktor manusia. Faktor alam adalah faktor dalam alam yang mempengaruhi satu sama lain. Komponen faktor alam terdiri dari atmosfer (suhu, unsur-unsur di udara, uap air, dan sebagainya), daratan (resapan tanah, keaktifan gunung berapi, unsur di tanah, dan sebagainya), laut (tinggi gelombang, dan sebagainya) dan radiasi matahari. Faktor manusia adalah faktor yang berasal dari manusia itu sendiri karena tindakanya yang mempengaruhi alam.
Human-induced factor of climate change atau faktor yang disebabkan oleh manusia adalah tindakan manusia yang dapat mempengaruhi pergeseran iklim. Tindakan tersebut antara lain menggunakan tenaga listrik thermal power plant( menggunakan bahan bakar fosil), menggunakan kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar fossil mengeluarkan co2,Bahan industri yang diciptkan menggunakan bahan bakar fosil mengeluarkan co2 dan sampah, menggunakan sampah tak terurai seperti plastik yang akan menciptakan kerusakan lingkungan, menggunakan kayu sebagai bahan industri yang akan mengurangi banyak hutan di bumi
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
menggunakan pupuk pada pertanian yang menciptakan emisi n2o, melakukan Degradasi lahan perusakan lahan hutan untuk banyak keperluan yang merusak lingkungan sekitarnya sehingga terjadi perubahan pada keadaan udara misal: konsentrasi CO2 di udara yang menyebabkan terhalanganya cahaya matahari keluar bumi.
Global warming, yang merupakan salah satu gejala pergeseran iklim pada masa kini, adalah manifestasi dari faktor alam dan faktor manusia. Tindakan yang dilakukan manusia mempengaruhi alam sehingga terjadi global warming yang akan dibahas di bab lainnya.
2.Dampak Perubahan Iklim Bagi Lapisan Atmosfer
Gas Emisi co2
Penipisan Lapisan Ozon
Efek Gas Rumah Kaca
Banyak nya masuk radiasi berbahaya
Terjadinya pemanasan di
antartika Lapissn satroposfer
Kanker kulit Karsinoma sel basal
Karsinoma sel sekumosa
Melanoma maligna Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
3.Dampak perubahan iklim global bagi kehidupan
Dalam 200 tahun terakhir, aktivitas manusia menjadi faktor utama terjadinya perubahan iklim yang besar dan cepat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dampak Perubahan iklim bagi seluruh kehidupan dimuka bumi :
a. Suhu Bumi yang lebih panas.
Peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer bumi, juga meningkatkan suhu permukaan bumi.
Dekade terakhir tahun 2011-2020, tercatat shu permukaan bumi yang paling panas dibandingkan dekade sebelumnya. Sejak tahun 1980, setiap dekade, suhu permukaan bumi menjadi lebi panas dari dekade sebelumnya. Pada tahun 2022, Pemerintah India mencatat shu maksimum rata-rata pada bulan Maret adalah 33,10â° C, ini adalah suhu maksimum rata- rata tertinggi dalam 122 tahun terakhir. Pada bulan April, suhu maksimum rata-rata meningkat menjadi 35,30 â° C, dan pada bulan Mei, suhu di India mencapai 50 â° C.
Gelombang panas juga terjadi di Pakistan.
b. Badai yang Lebih Keras,
Badai yang lebih keras dan merusak menjadi lebih intens dan lebih banyak diberbagai daerah di Bumi. Ketika suhu bumi meningkat, lebih banyak uap yang ter-evaporasi, yang memperburuk curah hujan yang ekstrim dan banjir, menyebabkan badai yang lebih merusak.
Frekuensi dan meluasnya badai tropis juga dipengaruhi oleh lauran yang lebih panas. Angin siklon, badai, dan angin topan dishasilkan dari suhu permukaan air laut yang lebih panas.
c. Meningkatnya Kekeringan.
Perubahan iklim mengubah ketersediaan air, membuat ketersediaan air semakin langka di lebih banyak wilayah. Perubahan iklim memperburuk kelangkaan air pada daerah – daerah yang mengalami tekanan berat akan ketersediaan air, dan mengarah pada meningkatnya risiko kekeringan pertanian yang memperngaruhi produksi pangan, dan kekeringan juga menyebabkan kerusakan ekosistem baik darat, laut, sungai. Kekeringan yang disertai dengan badai pasir, akan membawa miliaran ton pasir melintasi daratan, yang memperluas wilayah padang pasir, dan mengurangi wilayah yang memiliki tanah subur untuk budidaya tumbuhan pertanian.
d. Meningkatnya suhu dan permukaan air laut
Lautan menyerap paling banyak panas dari pemanasan global. Rata-rata keinakan suhu permukaan air laut meningkat dalam dua dekade terakhir. Ketika suhu permukaan air laut meningkat, volume air laut juga meningkat, dan sebaran air laut menjadi lebih luas.
Mencairnya hamparan es di Kutub, menyebabkan naiknya permukaan air laut, yang mengancam keberadaan masyarakat yang tinggal di pulau- pulau kecil dan pinggiran pantai.
Sebagai tambahan, lautan juga menyerap GRK- Karbon dioksida- dan menyimpannya.
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Ssemakin banyak karbon dioksida terserap, menyebabkan air laut lenih asam, yang mana akan membahayakan kehidupan laut dan terumbu karang tempat hidup ekosistem laut.
e. Hilangnya Spesies
Perubahan Iklim menimbulkan risiko kelangsungan hidup bagi spesies darat maupun lautan.
Risiko ini semain menngkat seiring dengan meningkatnya suhu bumi. Diperburuk oleh perubahan iklim, saat ini dunia kehilangan sepsies rata-rata 1000 kali lebih besar dari kurun waktu tertentu dalam sejarah hidup manusia yang tercatat. Diperkirankan 1 Juta spesies dalam risiko terancam punah dalam beberapa dekade kedepan. Kebakaran hutan, cuaca yang ekstrim, dan hama invasif serta penyakit adalah diantara banyaknya ancaman yang berhubungan dengan Perubahan Iklim.
f. Kelangkaan Pangan
Perubahan Iklim dan peningkatan cuaca yang ekstrim adalah beberapa alasan dibelakang meningkatnya kelaparan dan kondisi gizi buruk secara global. Sektor perikanan, pertanian, dan peternakan kemungkinan akan rusak atau menjadi kurang produktif untuk menghasilkan bahan pangan bagi penduduk dunia. Dengan air laut yang lebih asam, yang mengancam keberadaan hewan dan tumbuhan laut yang menjadi sumber pangan bagi miliran penduduk bumi. Perubahan hamparan es di berbagai daerah kawasna kutub, menganggu ketersediaan makanan dari perburuan hewan dan perikanan laut. Tekanan panas akan mengurangi ketersediaan air untuk budidaya tanaman pangan, dan menurunkan hasil pangan dunia.
g. Risiko Kesehatan
Perubahan iklim adalah ancaman utama kesehatan manusia. Dampak perubahan iklim membahayakan kesehatan, melalui polusi udara, penyakit, kejadian cuaca ekstrim, tekanan pada kesehatan mental, dan meningkatnya kelaparan dan gizi buruk di tempat dimana manusia tidak dapat menumbukhan tanaman atau mendapatkan makanan yang cukup.
Perubahan iklim yang menyebabkan perubahan pola cuaca menyebabkan meluasnya sebaran penyakit. Setiap tahun, faktor lingkungan menyebabkan sekitar 13 juta manusia kehilangan nyawa.
h. Kemiskinan dan Perpindahan Penduduk
Perubahan iklim meningkatkan faktor- faktor yang menyebabkan atau menempatkan manusia dalam kemiskinan. Banjir yang melanda kawasan perkotaan merusak rumah dan kehidupan.
Panas yang ekstrim menyebabkan manusia tidak dapat bekerja diluar ruangan. Kelangkaan air berpengaruh pada panen tanaman pangan. Selama dekade tahun 2010-2019, kejadian yang disebabkan oleh cuaca ekstrim menyebabkan rata-rata sekitar 23,1 Juta orang per tahun harus mengungsi. Kebanyakan pengungsi berasal dari wilayah yang rentan dan terdampak perubahan iklim yang ekstrim.
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Geografi SMA Kelas X (Fase E)
Daftar Pustaka
Suedemo Debyo.2009.Geografi untuk SMA/MA kelas X.Jakarta.CV Mefi Caraka K. Wardiyatmoko, 2004, Geografi SMA, Jakarta: Erlangga.
www.kompas.com, judul : Mengenang Letusan Krakatau 26 Agustus 1883, Terkuat Sepanjang Sejarah, kompas.com, 26 Agustus 2021, 08.23 Wwib, penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh, editor : Inggried Dwi Wedhaswary,
www.cnbcindonesia.com, judul : Perubahan Iklim Jadi Tema Google, Cek Fakta Lengkapnya!, 22 April 2023, 14.20 WIB, dibaca pada tanggal 30 Juni 2023
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Modul
Pembelajaran Kurikulum Merdeka