Ruang Kolaborasi Modul 1.1
“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”
Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD
CGP Angkatan 11
Lampung Selatan
FASILITATOR PENGAJAR PRAKTIK
Lilis Suryani, M.Pd Herlina Yuniarti, S.Pd.,Gr
INILAH ANGGOTA KAMI
CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11
Desi Herliyanti, S.Pd SDN 2 PANCA TUNGGAL
Widuri Suci, S.Pd., Gr SMAN 1 KATIBUNG
Agus Rahman, S.Pd SDN 1 HAJIMENA
Fitri Mailani S.Pd SMPN 1 TANJUNG SARI
Destika Yanti S.Pd SMPN 2 TANJUNG SARI
Tujuan Pembelajaran
Peserta mampu menemukenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid
sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat
Pertanyaan Diskusi
Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD?
Pertanyaan 1
Pertanyaan 2
Pertanyaan 3
Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai
anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda?
Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan.
Konteks Sosio Kultural Di Daerah Lampung
“ Tradisi Adat Pepaccogh Dan Belangiran”
Dengan Pemikiran KHD
Kearifan Budaya Lokal
Masyarakat Adat Lampung
Sejarah
“ Tradisi Adat Pepaccogh ”
Pepaccur adalah salah satu jenis sastra lisan Lampung berbentuk puisi yang lazim digunakan untuk menyampaikan pesan atau nasihat dalam upacara pemberian gelar adat. Sudah menjadi adat masyarakat Lampung bahwa pada saat bujang atau gadis meninggalkan masa remajanya atau pada saat mereka memasuki kehidupan berumah tangga, pasangan pengantin itu diberi gelar adat sebagai penghormatan dan tanda bahwa mereka sudah berumah tangga.
Pepacogh ini bukan hanya di acara pernikahan saja tapi juga di acara khitanan dan akikahan dapat dilaksanakan .Pepaccur terdiri atas sejumlah bait dan setiap bait terdiri atas empat atau enam baris. Jumlah bait pepaccur tidak ada ketentuan yang mutlak. Jumlah bait itu bergantung pada sedikit atau banyaknya pesan yang disampaikan.
Jika dilihat dari struktur globalnya, pepaccur dapat digolongkan ke dalam puisi tradisional berbentuk syair.
Pepaccur tidak mempunyai sampiran, semua baris dalam setiap bait mengandung isi (ini yang membedakannya dengan pattun). Pola sajak akhir (rima) pepaccur tidak tetap. Ada yang berpola ab/ab dan ada pula yang berpola abc/abc .
Sejarah
“ Tradisi Adat Belangiran”
Belangiran adalah tradisi menyucikan diri dengan mandi di sungai atau kali menyambut bulan Ramadan. Belangiran berasal dari kata langir yang berarti mandi dalam hal ini berarti mandi suci atau mandi bersama untuk bersuci atau mandi taubat.
Belangiran merupakan tradisi yang bertujuan menyucikan hati atau jiwa dan raga
sebagai bekal memasuki bulan suci Ramadan agar tidak mengotori bulan yang penuh
dengan kesucian dan keberkahan. Harapannya, masyarakat dapat menjalankan ibadah
dengan lancar dan khusyuk dan memperat tali silahturahmi antar sesama warga
Sejarah
“ Tradisi Adat Belangiran”
Dalam pelaksanaannya, Belangiran dilakukan dengan cara mandi bersama di sungai. Namun, mandi yang dilakukan bukanlah mandi biasa, melainkan mandi yang disyaratkan dengan beberapa peralatan ritual, seperti air langir, bunga tujuh rupa, setanggi, dan daun pandan.
Ritual mandi suci ini dipercaya dapat membersihkan diri dari segala dosa dan kotoran, sehingga umat muslim dapat menyambut bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan suci.
Selain itu, Belangiran juga menjadi ajang untuk berkumpul dan saling berbagi antar
sesama warga. Upacara ini juga menjadi daya tarik wisata yang menarik bagi wisatawan
lokal maupun mancanegara.
Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda 1 yang sejalan dengan pemikiran KHD?
Tradisi Adat Pepaccogh Dan Belangiran
Kaitan antara konteks lokal tradisi Adat Pepacogh Dan
Belangiran Dan pemikiran KHD Dalam Pembelajaran Yaitu :
Religi 1.
Gotong Royong 2.
Kekeluargaan 3.
Penghormatan Leluhur 4.
Kreatif
5.
Pemikiran KHD Yang Dapat Dikontekstualkan Sesuai 2.
Dengan Nilai Luhur Kearifan Budaya Yang Relevan
RELIGI Kegiatan Tradisi Adat Pepacogh Dan Belangiran Berkaitan dengan Nilai Religi hal ini dikarenakan Pelaksanaan Kegiatan Menjelang
Bulan Suci Ramadhan , Sebelum Kegiatan Dilaksanakan dilakukan prosesi Doa Bersama
GOTONG ROYONG
Nilai Gotong Royong Terlihat dalam tradisi adat Pepacoh Dan belangiran merupakan salah satu nilai karakter yang relevan diterapkan di satuan pendidikan sebagai karakter yang harus dimiliki murid . Pada Kurikulum merdeka dalam kegiatan P5 tentunya karakter gotong royong harus
dilaksanakan
KEKELUARGAAN
Asas kekeluargaan pada kegiatan tersebut sangat yerlihat yaitu tradisi tersebut kolaborasi berbagai unsur masyarakat , perangkat adat kampung , sesepuh desa (pekon) dan setiap
masyakat diminta kontribusinya untuk sumbangan makanan dan tenaga dan adanya acara Cuak Mengan (Makan Bersama)
PENGHORMATAN PADA LELUHUR
Pada tradisi adat Pepacogh Dan Belangir penghormatan pada leluhur
sangat terlihat yaitu memnghormati yang lebih tua (sepuh) Adat maupun
Desa dan Tidak melupakan sejarah.
KREATIF
Asas kreatif pada kegiatan tersebut sangat yerlihat yaitu tradisi pepacogh dan belangiran tersebut yaitu dalam pengimplentasiinnya pepacogh disampaikan dalam bentuk pantun dan syair yang berbahasa lampung dan diiiringan dengan sorakan dan gendang lagu yang
dibacakan oleh tetua di keluarga atau pihak adat kampung setempat .
Dan pepacogh juga dibuat menyesuaikan dengan kondisi dan menyesuaikan acara yang akan
dilaksanakan .
kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di 3.
kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI LUHUR DI SATUAN PENDIDIKAN
Nilai-nilai yang terkandung dari kegiatan Tradisi Adat Belangiran harus benar-benar
disosialisasikan dan diterapkan dikehidupan sehari-hari. Untuk konteks di satuan pendidikan bisa berupa :
RELIGI : Adanya Pembacaan Doa sebelum dan sesudah belajar , Pembacaan ayat Kursi , Sholat Dhuha , Jumat Berbagi , Doa Bersama
1.
GOTONG ROYONG : Bekerjasama dalam kelompok baik kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler
2.
kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di 3.
kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya
3. KEKELUARGAAN :
Adanya Kegiatan Senam Bersama , Kegiatan Sarapan Bersama
4. PENGHORMATAN PADA LELUHUR :
Selalu menbudayakan 5S : Senyum , Salam , Sapa ,Sopan Dan Santun 5. KREATIF :
Adanya Kegiatan tari Modern , Sambut Pantun , Puisi
Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan
“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”
Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD
RELIGI
Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan
“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”
Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD
GOTONG ROYONG
Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan
“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”
Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD
KEKELUARGAAN
Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan
“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”
Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD
PENGHORMATAN PADA LELUHUR
Implementasi Kegiatan - Kegiatan Di Satuan Pendidikan
“Konteks Sosio Kultural Di Daerah”
Yang Sejalan Dengan Pemikiran KHD
KREATIF
TERIMAKASIH
SEMOGA BERMANFAAT
SALAM GURU PENGGERAK
CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 11