Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1) Apa peran organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat khusus anggota PAC IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan-Jember? Pemanfaatan bakat dan minat akan mampu menunjang kreativitas anggotanya dalam pengembangan organisasi PAC IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan. Di lingkungan organisasi PAC IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan, terus dilakukan upaya untuk mengembangkan bakat dan minat para anggotanya.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan peran pengurus organisasi dalam pengembangan bakat dan minat khusus anggota Kepresidenan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan Jember. Untuk mendeskripsikan peranan pengurus organisasi dalam pengembangan bakat dan kepentingan umum anggota Kepresidenan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan Jember.
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi organisasi yang bersangkutan guna memberikan wawasan mengenai peran organisasi dalam membina anggotanya menjadi penerus yang lebih baik lagi khususnya bagi keberlangsungan organisasi. Harapannya dapat menjadi sumber dan wawasan bagi mahasiswa IAIN Jember untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Harapannya bagi masyarakat dapat memberikan wawasan dalam upaya menjamin penerus bangsa yang mempunyai talenta dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Definisi Istilah
Peran Organisasi
Bakat dan Minat
Bakat merupakan potensi yang dimiliki seseorang sebagai manusia bawaan sejak lahir.32 Jadi sifat yang dimiliki setiap orang akan mudah berkembang apabila sesuai dengan yang dikuasainya dan penempatan bakat yang sesuai pada setiap individu. Bakat ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh orang itu sendiri atau orang lain, tergantung kegunaan dan tujuan dari bakat tersebut. Namun minat tersebut bisa berubah tergantung dari keberhasilan bakat tersebut, jika hasil dari bakat tersebut tidak sesuai ekspektasi maka minat tersebut dapat berubah dengan sendirinya yang artinya minat dapat berubah sewaktu-waktu.
Sistematika Pembahasan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan-penelitian fenomenologis, mengenai upaya organisasi FORSA dalam meningkatkan kecerdasan spiritual melalui program-programnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (Field Research) berbentuk studi kasus, sedangkan peneliti menggunakan purposive sampling. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik serta analisis data menurut model Miles dan Huberman.
Kajian Teori
Kajian Tentang Peran Organisasi
Tujuan dalam suatu organisasi merupakan arah yang harus dicapai dalam suatu kegiatan tertentu yang dilakukan dalam organisasi tersebut. Organisasi sangat identik dengan sosial, karena dalam organisasi terdapat partisipasi dari setiap individu anggotanya. Jadi ada fungsi-fungsi dalam organisasi yang akan menjadi proses keberlangsungan organisasi, baik itu kebutuhan, proses dan hasil dari organisasi itu sendiri.
Kajian Tentang Bakat dan Minat
Ngalim berpendapat bahwa kata bakat lebih dekat dengan kata APPITUDE yang berarti kemampuan bawaan sehubungan dengan kemampuan (potensi) tertentu.48 Dari sudut pandang para ahli, bakat dapat diartikan sebagai sifat bawaan yang ada pada setiap manusia, dan cara mengembangkannya sangat penting lebih mudah dibandingkan orang yang tidak berbakat. Kalau dilihat dari kata bawaan, pasti ada sesuatu yang mendasar pada setiap manusia, dan itu pasti bisa dilakukan oleh semua orang, dan ada juga bawaan yang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja. Dapat dikatakan bahwa bakat dibedakan menjadi dua, yaitu bakat khusus dan bakat umum. Jadi minat setiap orang akan berbeda-beda karena setiap orang pasti mempunyai kesukaan yang berbeda-beda.
Bakat dan minat khusus a) Kaligrafi
Yang dimaksud dengan tilawatil Al-Qur'an adalah pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an yang dilakukan dengan baik dan indah. Istilah tajwid cenderung ditujukan pada ayat-ayat Al-Qur'an karena mengandung makna beriman dan mengikuti apa yang dibaca, dimana hal ini hanya dapat diterapkan pada Al-Qur'an sebagai kitab suci.63 Jadi maksudnya tilawil Al-Qur'an adalah kegiatan membaca Al-Qur'an yang dilakukan dengan metode bernyanyi dan dibaca dengan indah dan baik. Dalam pengertian tajwid artinya kegiatan membaca Al-Quran dengan benar sesuai dengan kaidah dan norma yang ada, seperti melafalkan huruf dengan benar, memahami karakter setiap huruf dan mempelajari tajwid.
Bakat dan minat umum a) Kepemimpinan
Dalam diri seorang manajer banyak sekali hal-hal yang mempengaruhi pengelolaannya, oleh karena itu pengelolaan seorang manajer akan memberikan hasil yang baik apabila ia mempunyai kemampuan khusus.Hal-hal yang dapat mempengaruhi pengelolaannya adalah : 69. Jabatan yang ditempati oleh seorang manajer harus dimanfaatkan sebaik-baiknya Hal ini bukan berarti pemimpin akan bersikap sewenang-wenang terhadap anggota lainnya, namun harus mampu mengayomi dan memberi contoh yang baik demi tercapainya tujuan organisasi itu sendiri. Dalam hal ini seorang manajer harus mempunyai gambaran tentang perilaku manajemen yang digunakan agar sesuai dengan situasi yang menyertainya, oleh karena itu ia harus memahami konsep peran.71. b) Komunikasi.
Komunikasi dua arah, komunikasi yang ditandai dengan adanya peran aktif kedua belah pihak, baik pemberi maupun penerima informasi. Dari pengertian sebelumnya, organisasi merupakan suatu ciri atau perilaku yang harus dimiliki oleh setiap anggota organisasi, karena perilaku tersebut merupakan landasan dari suatu organisasi, yang akan mempengaruhi keberhasilan tujuan organisasi. Ciri-ciri tersebut merupakan ciri-ciri yang dialami dengan menggunakan ilmu-ilmu perilaku seperti psikologi, ilmu sosial, dan antropologi budaya.
Merupakan suatu karakteristik yang merupakan suatu pendekatan terhadap perilaku manusia dalam mengeksplorasi pentingnya sikap dan persepsi yang mungkin berhubungan dengan struktur dan proses organisasi. Cirinya adalah pendekatan yang berkesinambungan untuk memperoleh ide dan kreativitas dalam menghasilkan temuan dan berfungsinya organisasi secara efektif. Hubungan sosial adalah hubungan antar lembaga dan individu yang bersifat umum, yang menjadi dasar tindakan masyarakat.
Hubungan sosial antar anggota suatu organisasi harus dijaga dengan baik, karena dalam suatu organisasi hubungan sosial sangat berpengaruh dalam mencapai tujuan organisasi.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan
- Jenis Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Reduksi Data
- Penyajian Data
- Penarikan Kesimpulan
- Keabsahan Data
- Tahap-tahap Penelitian
- Tahap Pra Penelitian
- Tahap Pekerjaan Lapangan
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan, dll. Wawancara ini digunakan peneliti apabila peneliti mengetahui secara pasti informasi yang akan diterimanya.Dalam pelaksanaan wawancara ini peneliti menggunakan alat-alat seperti tape recorder, foto, brosur dan bahan-bahan lain yang dapat memudahkan proses wawancara.89. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode analisis yang cenderung menggunakan kata-kata atau cerita untuk menjelaskan fenomena atau data yang diperoleh.
Jumlah data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak sehingga harus dicatat secara cermat dan rinci. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data lebih lanjut dan mencarinya bila diperlukan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat berupa uraian singkat, grafik, hubungan antar kategori, dan sejenisnya.
Yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian kualitatif bisa saja menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, namun bisa juga tidak, karena seperti yang telah dikatakan, permasalahan dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian itu ada di lapangan. Untuk mencapai keabsahan data yang diperoleh di tempat penelitian maka metode, keabsahan data sangat penting digunakan dalam penelitian ini melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode.
Selain itu peneliti juga membuat pertanyaan-pertanyaan seperti pedoman wawancara yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti dan jawaban yang dicari, sehingga data yang diperoleh menjadi lebih sistematis dan mendalam.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian
- Sejarah Singkat Berdirinya Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kec. Wuluhan
- Letak Geografis Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kec
- Struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kec. Wuluhan
OSIS dan SCOUT, nama IPNU menjadi Persatuan Putra Nahdaltul Ulama dan IPPNU menjadi Persatuan Wanita Nahdlatul Ulama. Seiring berjalannya waktu, nama IPNU dan IPPNU dikembalikan ke asal mahasiswanya, hingga saat ini. Sedangkan PAC Kabupaten Wuluhan Jember didirikan pada tahun 1984 dan dipimpin oleh Bapak Masudin. Beliau menjabat sebagai Ketua PAC IPNU IPPNU hingga tahun 1986.
Berdirinya organisasi IPNU IPPNU di Kecamatan Wuluhan tidak lain adalah untuk mewadahi generasi muda Nahdlatul Ulama agar mampu menjadi pewaris kebudayaan Nahdlatul Ulama.95. Dari segi letak geografis, kantor PAC IPNU-IPPNU mempunyai letak yang cukup strategis karena letaknya hampir di pusat kecamatan Wuluhan yaitu di desa Dukuhdempok – Purwojati. Pembentukan struktur organisasi PAC IPNU-IPPNU terbagi menjadi dua, yaitu IPNU dan IPPNU.
Wakil Sekretaris I : Ahmad Hilmy Musthofa Wakil Sekretaris II : Wahyu Ulumuddin Wakil Sekretaris III : Muhammad Shidiq. Wakil Ketua I : Pupi Wirdatus Sa’diah Wakil Ketua II : Riska Vindayani Wakil Ketua III : Ririk Ilma Sari.
Departemen Pengembangan dan Pembinaan Organisasi
Departemen Pendidikan dan Pengembangan Organisasi
Departemen Bakat dan Minat
LKPP(Lembaga Korp Pelajar Putri) 1. Umi Miftahul Jannah ( Komandan )
Penyajian Data dan Analisis
- Bagaimana peran pengurus organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat khusus anggota Pimpinan Anak Cabang IPNU-
- Bagaimana peran pengurus organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat umum anggota Pimpinan Anak Cabang IPNU-
Untuk pengembangan bakat dan minat kaligrafi, telah disusun program kerja oleh departemen bakat dan minat. Dalam pengembangan bakat dan minat tilawatil Al-Qur'an, anggota yang memiliki bakat tersebut akan dikumpulkan sesuai dengan bakat dan minatnya. Dalam mengembangkan bakat dan minat mengaji Al-Qur'an, kami akomodasi terlebih dahulu siapa saja anggotanya.
Mengembangkan bakat dan minat khusus di bidang desain grafis seringkali dikaitkan dengan pengalaman dan pengetahuan. Peran organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat anggotanya menjadi tanggung jawab pengurus organisasi itu sendiri. Program kerja dimaksudkan untuk menyelenggarakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan bakat dan kepentingan umum di bidang manajemen.
Pembahasan Temuan
- Bagaimana peran pengurus organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat khusus anggota Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU
- Bagaimana peran pengurus organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat khusus anggota Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU
Bagaimana peran pengurus organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat khusus anggota Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU dan minat khusus anggota Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan-Jember. Peran organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat sangat diperlukan, karena organisasi dapat lebih menampung dan mengelola bakat dan minat anggotanya dengan lebih baik. Mengembangkan bakat dan minat dalam bidang kaligrafi, bakat ini sangat sulit karena memerlukan keahlian khusus.
Peran organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat mengaji Al-Qur'an memerlukan kesabaran dan kerja keras dari para anggota. Penguasaan desain grafis merupakan bakat dan minat khusus dalam bidang penggunaan aplikasi dan perangkat komputer. Pelatihan dalam suatu organisasi merupakan wadah dimana bakat dan minat harus disalurkan dan dikembangkan.
Dengan demikian, dalam mengembangkan bakat dan minat khusus di bidang desain grafis, peran organisasi adalah menjadi narasumber dan wadah bagi anggota yang memiliki bakat dan minat tersebut. Peranan organisasi dalam pengembangan bakat dan kepentingan umum di bidang kepemimpinan sangat berpengaruh, karena di dalam organisasi PAC IPNU-IPPNU terdapat tanggung jawab untuk menjalankan tugas dan menjadi pemimpin yang baik. Mulai dari peluncuran, proses pengembangan, hingga akhirnya anggota menguasai bakat dan minatnya.
Secara umum bakat dan minat yang dikembangkan di PAC IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan Jember antara lain :
Saran
IPNU-IPPNU PAC Kecamatan Wuluhan sudah sangat baik dalam mengembangkan bakat dan kepentingan umum para anggotanya dengan melakukan pelatihan dan pengenalan apa saja yang harus ada dalam organisasi itu sendiri dan ingat pimpinan selalu memberikan contoh untuk menggambarkan hal-hal yang ada dalam organisasi. organisasi. Kepada pimpinan PAC IPNU-IPPNU, tingkatkan keaktifan dalam organisasi dan kuasai hal-hal yang ada dalam organisasi karena penguasaan ini akan mampu membawa organisasi menuju prestasi yang diharapkan. Kepada para anggota PAC IPNU-IPPNU, kembangkan lebih lanjut kreativitas dalam berorganisasi, karena dengan kegiatan ini setiap anggota akan menjadi pribadi yang berguna di masyarakat, karena penyelenggaraan PAC IPNU-IPPNU ini merupakan wujud pembinaan personel generasi Nahdlatul Ulama. (NU). .
Bagaimana peran pengurus organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat anggota Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU? Bagaimana peran pengurus organisasi dalam mengembangkan bakat dan minat khusus anggota Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan-Jember. Bagaimana peran pengurus organisasi dalam mengembangkan keseluruhan bakat dan minat anggota Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Wuluhan-Jember.
Ketua PAC IPNU-IPPNU
Pengurus PAC IPNU-IPPNU
Anggota PAC IPNU-IPPNU
KECAMATAN WULUHAN
PIMPINAN ANAK CABANG
WULUHAN