Atas karunia dan bimbingan-Nya yang melimpah, penulis dapat menyelesaikan disertasi yang berjudul Peran Guru Kelas dalam Upaya Mengembangkan Keterampilan Dasar Membaca dan Menulis Siswa Kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan. Sehubungan dengan permasalahan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul : “Peran Guru Kelas Dalam Upaya Mengembangkan Keterampilan Dasar Membaca dan Menulis Siswa Kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan”.
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan masalah pengembangan keterampilan membaca dan menulis.
Kajian Teori 1. Hakikat Guru
Djauzak menyatakan, metode mengeja didasarkan pada pendekatan literal, artinya pembelajaran membaca dan menulis dimulai dari huruf-huruf yang dirangkai menjadi suku kata. Metode global mengawali pembelajaran membaca dan menulis dengan membaca seluruh kalimat di bawah gambar.
Kerangka Berpikir
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan bahasa Indonesia di kelas I SD Negeri 2 Kota Serang, khususnya mengenai metode pembelajaran membaca dan menulis. pada awal sekolah dasar. I. Pembelajaran membaca mulai kelas I SDN Serang 2 Kota Serang menggunakan beberapa metode antara lain metode bunyi, metode abjad, metode suku kata, dan metode kata institusi. Metode yang digunakan dalam pembelajaran menulis permulaan kelas 1 SD adalah metode struktur analitik sintetik (SAS), metode pengupasan urutan suku kata (KRSK) dan metode abjad.
Hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya siswa yang belum bisa membaca dan menulis, minat siswa dalam membaca dan menulis masih rendah, dan masih ada sebagian yang membaca dan menulis sesuai ejaan. Oleh karena itu peran guru kelas sangat penting dalam upaya pengembangan keterampilan dasar membaca dan menulis anak di sekolah dasar. Keterampilan membaca dan menulis sangat penting dan harus dikembangkan pada anak sekolah dasar sejak usia dini.
Jenis Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu dan waktu pelaksanaan penelitian ini kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 3 Januari 2022 sampai dengan tanggal 3 Februari 2022. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari lapangan dengan menggunakan sistem wawancara yang dilakukan terhadap guru dan kelas. Siswa II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan yang berjumlah 31 orang. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari buku-buku referensi yang selalu berkaitan dengan permasalahan objek penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Dari penjelasan diatas maka peneliti dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi tidak terstruktur untuk mengetahui secara langsung dan simultan proses upaya pengembangan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif sebaiknya menggunakan wawancara terbuka dimana subjek mengetahui bahwa dirinya sedang diwawancara dan juga mengetahui maksud dan tujuan wawancara tersebut. Wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur Wawancara terstruktur adalah wawancara dimana pewawancara sendiri yang menentukan masalah dan pertanyaan yang akan diajukan.
Penelitian ini menggunakan jenis wawancara karena peneliti dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara dan bertujuan untuk mencari jawaban lebih mendalam dari informan tertentu. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi data dan memperoleh data tentang peran guru kelas dalam pengembangan keterampilan literasi dasar siswa kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data dengan dokumentasi untuk memperoleh gambaran umum data yang berkaitan dengan SD Negeri 40 Bengkulu Selatan seperti: struktur organisasi, visi, misi, tujuan, data guru, data siswa dan sarana prasarana.
Teknik Keabsahan Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data selesai dalam jangka waktu tertentu. Dalam penelitian ini, ringkasan data memberikan gambaran yang menjelaskan dan memudahkan peneliti untuk mencari atau mengumpulkan data lebih lanjut. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, grafik, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.
Presentasi yang paling umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Hubermen adalah menarik kesimpulan awal yang masih bersifat tentatif dan akan berubah jika ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Dalam penelitian kualitatif, kesimpulan awal bisa menjawab atau tidak menjawab masalah yang dirumuskan di awal, karena rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat tentatif dan bisa saja berkembang selama peneliti berada di lapangan.
Hasil Penelitian
Persiapan Pembelajaran Membaca dan Menulis di Kelas
Dari hasil wawancara diatas dapat kita simpulkan bahwa guru selalu melakukan kegiatan rutin setiap pagi sebelum pembelajaran membaca dan menulis, seperti mengecek kehadiran, berdoa, mengecek. Kurikulum (RPP) yang digunakan dalam pembelajaran membaca dan menulis sama dengan RPP biasa dan disesuaikan dengan situasi kelas dan karakter/kondisi siswa.” 49. Banyak media yang digunakan dalam pembelajaran membaca dan menulis, namun siswa lebih tertarik pada media visual.
Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran membaca dan menulis adalah buku tema dan buku panduan belajar membaca dan menulis. Bagaimana memahami karakter siswa yang kemampuan literasi dasarnya baik dan masih rendah. Guru memahami karakter siswa yang kemampuan literasi dasarnya baik dan masih rendah.”56.
Pelaksanaan Pembelajaran Membaca dan Menulis Siswa di Kelas
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran membaca dan menulis bukan hanya tugas guru saja, namun orang tua juga berperan dalam mengembangkan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa. Dalam proses pembelajaran membaca dan menulis, siswa mempunyai tiga keterampilan dasar membaca dan menulis, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.” 58. Metode yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa adalah metode SAS.
Dari hasil wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan guru dalam melaksanakan membaca dan menulis di kelas untuk mengembangkan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa adalah metode SAS. Adakah waktu khusus di luar jam pelajaran untuk mengembangkan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa yang masih sedikit? Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa guru masih rendah dalam pengembangan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa yaitu.
Evaluasi Pembelajaran Membaca dan Menulis di Kelas Setelah proses persiapan dan pelaksanaan
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa guru memberikan tugas membaca dan menulis kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dasar membaca dan menulis siswa masih rendah. Evaluasi dalam pembelajaran membaca dan menulis yaitu setelah saya selesai menjelaskan biasanya saya meminta siswa untuk maju dan bertanya mengenai materi yang saya sampaikan setiap hari. 70 Yarno Joyo, Guru Kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan, Wawancara, SD Negeri 40 Bengkulu Selatan, 5 Januari 2022.
Diskusikan kesulitan dan kemajuan hasil belajar siswa khususnya dalam pembelajaran membaca dan menulis dengan orang tua siswa. Permasalahan dan perkembangan siswa, khususnya dalam belajar membaca dan menulis, selalu kami diskusikan dengan orang tua siswa ketika orang tuanya datang menjemput dan mengambil kartu pelajarnya.” 71. Dari hasil wawancara di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa guru selalu membicarakan kemajuan siswa dan permasalahan belajar membaca dan menulis dengan orang tua siswa.
Minat Siswa Dalam Pembelajaran Membaca dan Menulis di Kelas
79 Melody Prima og Marsa Al Fhatan, Grade II Studerende ved SD Negeri 40 South Bengkulu, Interview, SD Negeri 40 South Bengkulu, 7. januar 2022. 80 Melody Prima og Marsa Al Fhatan, Grade II Studerende ved SD Negeri 40 South Bengkulu, Observation, SD Negeri 40 South Bengkulu, 8. januar 2022. 83 Karina Azzahra og Ghicyla Ramadhani, klasse II-studerende ved SD Negeri 40 South Bengkulu, Interview, SD Negeri 40 South Bengkulu, 7. januar 2022.
84 Melody Prima dan Marsa Al Fhatan, Siswa Kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan, Wawancara, SD Negeri 40 Bengkulu Selatan, 07 Januari 2022. 91 Melody Prima dan Marsa Al Fhatan, Siswa Kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan, Wawancara SD Negeri 40 Bengkulu Selatan, 07 Januari 2022. 92 Melody Prima dan Marsa Al Fhatan, Siswa Kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan, Observasi, SD Negeri 40 Bengkulu Selatan, 08 Januari 2022.
Pembahasan Hasil Penelitian
Peran guru kelas sebagai guru adalah membekali siswa dengan pengetahuan atau bahan pembelajaran membaca dan menulis. Dalam pengajaran membaca dan menulis di kelas ini, guru juga harus memahami karakter siswa yang telah memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis. Metode SAS sangat cocok digunakan dalam upaya pengembangan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa, karena metode ini dapat membantu pemahaman siswa terhadap pembelajaran membaca dan menulis di kelas.95.
Faktor pendukung dan penghambat guru kelas dalam upaya pengembangan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan a. Kegiatan ini sangat mendukung guru dalam upayanya mengembangkan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa. Faktor penghambat upaya pengembangan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa adalah lingkungan teman sebaya yang menyebabkan rendahnya kemampuan dasar membaca dan menulis siswa.
Kesimpulan
Faktor pendukung guru kelas dalam upayanya mengembangkan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan adalah sarana dan prasarana, keluarga serta guru yang selalu mengenalkan siswa pada kegiatan literasi dan literasi sebelum memulai pembelajaran setiap paginya. Faktor penghambat yang dihadapi guru kelas dalam pengembangan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa kelas II SD Negeri 40 Bengkulu Selatan adalah keluarga, siswa dan lingkungan.
Saran
Apa peran guru kelas dalam pengembangan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa kelas II? Apa saja faktor pendukung dan penghambat pengembangan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa kelas II? Upaya apa yang dilakukan guru kelas dalam mengembangkan keterampilan dasar membaca dan menulis siswa kelas II?
Adakah metode khusus yang diberikan wali kelas kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa kelas II? Bagaimana cara guru kelas mengetahui kemajuan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa kelas II yang masih rendah? Adakah waktu khusus diluar jam pelajaran yang dilakukan wali kelas untuk mengembangkan kemampuan dasar membaca dan menulis siswa kelas II?
Pengalamanku di Sekolah
KOMPETENSI INTI (KI)
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan bertanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk Tuhan dan aktivitasnya, serta benda-benda yang ditemuinya di rumah dan di sekolah. Penyajian pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas, sistematis, dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerak yang mencerminkan anak yang sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak yang beriman dan berakhlak mulia.
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan mendengarkan teks percakapan, siswa dapat melatih ungkapan santun menggunakan kata “tolong” untuk hidup rukun dalam keberagaman dengan baik. Dengan membandingkan dua satuan ukuran, siswa dapat mengukur panjang suatu benda dengan menggunakan satuan baku yang sering digunakan dengan benar.
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Hal ini mencakup kegiatan fasilitasi bersama orang tua, yaitu: meminta orang tua menceritakan pengalamannya dalam menghargai perbedaan lingkungan sekitar rumah, kemudian melaporkan hasilnya kepada guru.
PENILAIAN
- Teknik Penilaian
- Keterampilan