• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "SKRIPSI - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kami berharap penelitian ini dapat memberikan masukan dan pertimbangan yang jelas bagi guru untuk meningkatkan upaya penguatan karakter kedisiplinan dan tanggung jawab siswa di sekolah. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab siswa agar tidak melanggar peraturan sekolah.

LANDASAN TEORI

Pengertian Upaya Guru

Guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, memimpin, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru adalah orang yang mampu melakukan tindakan pendidikan dalam situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan atau orang dewasa yang jujur, sehat jasmani dan rohani, bermoral, ahli, cakap, terbuka, adil dan sayang.

Pengertian Pembentukan Karakter

Pembentukan karakter berkaitan dengan sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa, serta lingkungan alam. Yang dimaksud dengan pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru secara positif sehingga mempengaruhi karakter siswa yang diajarnya.

Tujuan Pendidikan Karakter

Dengan demikian, tujuan pendidikan karakter adalah untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan hasil yang bermuara pada tercapainya pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu meningkatkan dan mandiri menggunakan ilmunya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia agar terwujud dalam perilaku sehari-hari.

Fungsi Pendidikan Karakter

Prinsip-Prinsip Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter harus mencakup nilai-nilai inti (core value) sebagai landasan pembentukan karakter yang baik. Pendidikan karakter yang efektif memerlukan pendekatan yang serius dan proaktif serta mengedepankan nilai-nilai inti melalui semua fase kehidupan.

Faktor-faktor Pembentukan Karakter

Persoalan pembentukan karakter sama saja dengan membicarakan tujuan pendidikan, karena tujuan pendidikan kita menurut beberapa pendapat sama dengan pembentukan karakter. Pembentukan karakter dapat diartikan sebagai upaya serius untuk membentuk anak dengan bantuan sarana pendidikan dan pembinaan yang terprogram, dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan konsisten.

Pembentukan Karakter Disiplin

Karakter atau kedisiplinan dapat diartikan sebagai akhlak yang baik dan membawa seseorang pada hal yang baik. Karakter atau sikap disiplin merupakan karakter yang baik dan membawa seseorang pada hal yang baik. Sudah menjadi sifat anak yang suka meniru, sehingga sebagai seorang guru harus selalu lapar untuk memberikan contoh yang baik sesuai dengan norma dan aturan yang ada.

Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru, tenaga kependidikan dan siswa dalam memberikan keteladanan melalui perbuatan yang baik, sehingga diharapkan dapat menjadi teladan bagi siswa lainnya.

Pembentukan Karakter Tanggung Jawab

Tanggung jawab ini merupakan makna kosmis manusia, yang merupakan anugerah Ilahi yang dibawa sejak lahir. Tanggung jawab (taklif) merupakan landasan kemanusiaan yang kokoh, baik struktur maupun makna serta isinya. Pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter bertanggung jawab dapat dicantumkan dalam setiap mata pelajaran.

Guru mengembangkan pembelajaran aktif, guru selalu menawarkan bantuan kepada siswa untuk menginternalisasikan nilai pendidikan karakter bertanggung jawab dalam semua mata pelajaran.

Pengertian Siswa

Terbentuknya sikap dan perilaku siswa yang patut diteladani karena meniru perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan di sekolah, misalnya berpakaian rapi, menghormati guru di sekolah, saling membantu antar teman sekolah, saling peduli dan kasih sayang, dan lain-lain. pada. Pengkondisian menciptakan kondisi yang mendukung terlaksananya pendidikan karakter yang bertanggung jawab, misalnya dengan menegakkan aturan dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, setiap tempat di sekolah seperti ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang kelas, ruang UKS dan perpustakaan, mempunyai peraturan dan ketentuan sekolah. Beberapa bentuk pembelajaran yang ditanamkan guru dalam rangka menanamkan nilai-nilai karakter bertanggung jawab pada siswa, seperti peduli lingkungan, datang lebih awal saat protes, dan lain sebagainya.

Menurut istilahnya, peserta didik merupakan komponen masukan dalam sistem pendidikan yang kemudian dimasukkan ke dalam proses pendidikan agar menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Hasil Penelitian yang Relevan

Penulis bertanya kepada kepala sekolah tentang faktor-faktor yang mendukung upaya guru kelas dalam membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab pada siswa. Penulis bertanya kepada kepala sekolah tentang faktor-faktor yang menghambat upaya guru kelas dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa melalui budaya madrasah (studi kasus di MTs Ali Maksum Yogyakarta dan MTs Nurul Ummah Yogyakarta).

Judul Skripsi: Upaya Guru Kelas dalam Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Kelas V SD Negeri 47 Bengkulu Selatan.

Kerangka Berfikir

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan wawancara terbuka untuk menyelidiki dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu atau kelompok orang. Penelitian kualitatif merupakan hubungan khusus dengan kajian hubungan sosial yang berhubungan dengan pluralisasi dunia kehidupan. Jadi, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan data yang diperoleh dalam bentuk kata-kata, gambar, tabel, grafik atau tampilan lainnya berdasarkan temuan di lapangan.

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai upaya guru kelas dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa Kelas V SDN 47 Bengkulu Selatan.

Tempat dan Waktu Penelitian

Pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologis, yaitu dengan mendeskripsikan data atau fenomena yang dapat ditangkap oleh peneliti dengan menunjukkan bukti-bukti yang ditangkap oleh penelitian tersebut. Survei ini dilaksanakan pada tanggal 20 April hingga 2 Juni 2022, dan apabila hasil survei ini masih memerlukan permintaan data, kemungkinan waktu survei akan diperpanjang hingga data survei mencukupi.

Sumber Data

Hasil wawancara dengan guru kelas 5 tentang upaya guru kelas dan pembentukan disiplin dan tanggung jawab siswa kelas 5. Hasil wawancara dengan salah satu guru mata pelajaran yaitu guru pendidikan kewarganegaraan tentang upaya yang dilakukan guru serta pembentukan karakter kedisiplinan dan tanggung jawab siswa kelas 5. Sumber data sekunder adalah data yang tidak memberikan data secara langsung untuk pengumpulan data, misalnya melalui orang lain atau dokumen, misalnya data dari majalah, surat kabar, pernyataan atau publikasi lainnya.

Dalam hal ini data diambil dari gambaran umum SD Negeri 47 Bengkulu Selatan.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini yang akan diamati adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru kelas V, siswa dan seluruh lingkungan sekolah di SDN 47 Bengkulu Selatan.41. Peneliti ingin mengetahui hal-hal tentang responden secara lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. Metode ini digunakan untuk memperoleh reaksi, pendapat dan informasi lisan dari pemberi narasumber, melalui dialog langsung dengan pemberi narasumber.42 Untuk memperoleh data nyata tentang keadaan upaya guru kelas dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab kelas. Siswa V SDN 47 Bengkulu Selatan.

Dokumentasi adalah alat pengumpulan data yang dengannya kita mencari informasi atau memperoleh informasi verbal berupa catatan, rekaman, foto, transkripsi buku, surat kabar, majalah, dan lain-lain. mulai dari kepala sekolah, wali kelas, siswa dan lingkungan sekolah.

Teknik Keabsahan Data

Triangulasi sumber untuk menilai kredibilitas data dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh melalui berbagai sumber. Triangulasi metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data untuk memperoleh data yang sama. Oleh karena itu, banyak cara yang dapat dilakukan berdasarkan data yang terdapat dalam penelitian itu sendiri.

Berdasarkan teknik di atas, penulis dalam penelitian ini membandingkan data yang diperoleh dari sumber primer dan data yang diperoleh dari sumber sekunder.

Teknik Analisis Data

Oleh karena itu, pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara memeriksa wawancara, observasi, dan dokumentasi pada waktu atau situasi yang berbeda. Dalam hal ini penulis membandingkan data yang diperoleh dari wawancara dengan guru, dengan data yang diperoleh dari wawancara terhadap siswa, selain itu penulis juga membandingkan data yang diperoleh dari wawancara dengan data yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi, sehingga kesesuaian data yang dihasilkan datanya diketahui. wawancara dengan fakta di lapangan. Informasi tersebut disusun berdasarkan penelitian yaitu upaya guru kelas dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa kelas V SDN 47 Suid-Bengkulu.

Dalam data yang disajikan, data dikumpulkan dan diseleksi, yang mana data tersebut berkaitan dan berkaitan langsung dengan rencana dan upaya melalui upaya guru kelas dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas V SDN 47 Bengkulu Selatan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Upaya Guru Kelas dalam Pembentukan Karakter Disiplin
  • Upaya Guru Kelas dalam Pembentukan Karakter Tanggung

Penulis bertanya kepada kepala sekolah tentang upaya yang dilakukan guru melalui kegiatan rutin di sekolah untuk membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab. Penulis bertanya kepada kepala sekolah tentang upaya guru membentuk karakter tanggung jawab siswa melalui kegiatan spontan dan teguran. Penulis menanyakan kepada direktur tentang upaya guru membentuk karakter tanggung jawab siswa melalui keteladanan yang baik.

Penulis menanyakan kepada direktur tentang upaya guru melalui pengkondisian lingkungan sekolah untuk membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab.

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam upaya membentuk karakter tanggung jawab siswa di SD Negeri 47 Bengkulu Selatan, kepala sekolah dan guru juga memberikan contoh yang baik. Upaya lain yang dilakukan kepala sekolah dan guru SD Negeri 47 Bengkulu Selatan untuk membentuk karakter tanggung jawab siswa adalah melalui integrasi dalam mata pelajaran. Apa saja faktor yang mendukung upaya guru dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa kelas V SD Negeri 47 Bengkulu Selatan.

Apa saja faktor penghambat upaya guru membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas V SD Negeri 47 Bengkulu Selatan.

PENUTUP

Saran-saran

Penanaman Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab pada Siswa Kelas X melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Prambanan. Tesis. Bagaimana upaya Bapak/Ibu Guru dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa kelas V SD Negeri 47 Bengkulu Selatan melalui kegiatan rutin. Bagaimana upaya Bapak/Ibu Guru melalui kegiatan spontan dan pengingat untuk membentuk karakter tanggung jawab siswa kelas V SD Negeri 47 Bengkulu Selatan.

Apa saja upaya yang dilakukan Bapak/Ibu guru keteladanan untuk membentuk karakter tanggung jawab siswa kelas V SD Negeri 47 Bengkulu Selatan. Apa saja upaya yang dilakukan Bapak/Ibu guru dengan mengkondisikan lingkungan sekolah untuk membentuk karakter tanggung jawab siswa kelas V SD Negeri 47 Bengkulu Selatan. Bagaimana upaya Bapak/Ibu guru melalui integrasi mata pelajaran untuk membentuk karakter tanggung jawab siswa kelas V SD Negeri 47 Bengkulu Selatan.

Referensi

Dokumen terkait

dilakukan melalui piket kebersihan kelas, kerja bakti, dan kontrol kebersihan oleh OSIM. Halaman harus bersih dan rapi, yaitu dilakukan melalui piket kebersihan

Peran siswa sangat baik dalam menjaga kebersihan, mereka rutin melaksanakan jadwal piket kebersihan di kelas adapun dari dewan guru memberikan piket harian membersihkan

Metode pembentukan Karakter Metode merupakan suatu cara yang dapat digunakan dalam pembentukan karakter, adapun metode mengajar adalah merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang

Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa persepsi mahasiswa IAIN Bengkulu mengenai produk simpel yang menggunakan akad wadi’ah pada BMT Al-Mu’awanah IAIN Bengkulu 1 Akad wadi’ah

Saran Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan diatas, penulis memberikan saran yang bertujuan untuk kebaikan dan kemajuan pasar Panorama Bengkulu adalah sebagai

Berikut beberapa indikator dalam karakter religius yang telah di capai dalam penelitian ini, antara lain: 1 Bagaimana karakter dapat di percaya dalam diri mahasiswa setelah mengikuti

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Problematika Pembentukan Karakter Religius Dan Disiplin Siswa Kelas IV Di SDN 1 Terusan Kabupaten Musi Rawas Utara yaitu: siswa kurang mentaati

Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang dapat dikembangkan dalam menanamkan pendidikan karakter kelas IV pada masa pandemi covid-19 di Sekolah Dasar Negeri 20 Kota Bengkulu dilihat dari