Judul Skripsi: Pengaruh Model Pembelajaran Group Inquiry Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar. Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya presentasikan kepada tim uji coba adalah karya saya sendiri dan bukan ciptaan orang lain atau diciptakan oleh siapapun. Pengaruh Model Pembelajaran Group Inquiry Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar. Hal ini membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran inkuiri kelompok terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar.
Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang selalu diberikan kepada penulis sehingga skripsi ini berjudul “Pengaruh Model Penelitian Pembelajaran Kelompok Terhadap Hasil Belajar Siswa Bahasa Indonesia V.Muhammadiyah” SD Negeri 1 Kota Makassar” dapat diselesaikan dengan baik.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Siswa yang mempunyai cara belajar yang efektif akan mampu mencapai hasil belajar yang lebih tinggi. Kebiasaan belajar yang baik dan teratur sangat diperlukan untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik dan teratur. Keteraturan belajar, penggunaan dan pembagian waktu belajar, jika dilakukan dengan baik setiap hari, juga akan menjadi kebiasaan belajar yang baik.
Kami berharap dengan diperkenalkannya model pembelajaran inkuiri kelompok, siswa dapat menjamin hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia lebih optimal.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat
- Belajar dan Pembelajaran a. Pengertian Belajar
- Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia SD a. Pengertian Bahasa Indonesia
- Mendengarkan
- Berbicara
- Membaca
- Menulis
- Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation
Bagi siswa diharapkan dapat dijadikan sebagai langkah perubahan pola pembelajaran, sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya dan menjalani proses pembelajaran dengan lebih bermakna dan utuh dalam arti aspek keterampilan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Bagi peneliti sebagai model pengajaran dan bahan referensi bagi peneliti tentang pendekatan pengajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Berdasarkan apa yang disampaikan Cahyani, bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang digunakan masyarakat Indonesia untuk keperluan sehari-hari, misalnya belajar, bekerja sama, dan berinteraksi.
Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan baik, baik lisan maupun tulisan. Selain itu, pembelajaran bahasa Indonesia juga diharapkan dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya sastra Indonesia. Standar kompetensi pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah kualifikasi minimal peserta didik, menggambarkan penguasaan keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
Berdasarkan standar kompetensi tersebut diharapkan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai sehingga siswa dapat; Zulela menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada tingkat Dasar/MI mencakup komponen keterampilan berbahasa dan sastra yang mencakup 4 (empat) aspek, yaitu; menyimak (listening), berbicara, membaca dan menulis. “Menurut Santos, aspek pembelajaran bahasa Indonesia di SD/MI terdiri dari 4 aspek yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.”
Pembelajaran menyimak tidak disajikan secara terpisah, namun diintegrasikan (mengintegrasikan) dengan aspek pembelajaran bahasa lainnya, misalnya dikaitkan dengan pembelajaran menulis dan berbicara. Strategi pembelajaran bahasa Indonesia mengacu pada perilaku dan proses berpikir yang digunakan siswa yang mempengaruhi apa yang dipelajari, termasuk memori dan metakognisi. Strategi pembelajaran bahasa Indonesia memuat segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyusun secara matang rencana pembelajaran bahasa Indonesia yang mengacu pada tujuan pembelajaran.
Agar pembelajaran bahasa Indonesia dapat mencapai hasil yang baik, maka strategi pembelajaran yang digunakan guru harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
Kerangka Pikir
Berdasarkan latar belakang, tinjauan pustaka dan kerangka diatas, maka hipotesis penelitian ini adalah: “Terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V SD Inpres Pannampu III Makassar”.
METODE PENELITIAN
- Desain Penelitian
- Sampel
- Definisi Operasional Varibel
- Model Pembelajaran Group Investigation
- Hasil Belajar
- Teknik Pengumpulan Data
- Tes pretest dan Posttest a. Tes awal (pretest)
- Teknik Analisis Data
- Mencari gain (d) antara pretest dan posttest
- Mencari nilai rata-rata (mean) dari kedua variable dengan rumus
- Mencari jumlah kuadrat Deviasi
- Mencari nilai t-hitung dengan rumus sebagai berikut
- Menentukan harga t Tabel
- Memberi interpretasi terhadap nilai t-hitung
Berdasarkan desain penelitian yang digunakan yaitu one group pre-test post-test, dimana desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol/pembanding, sehingga populasi penelitian ini adalah kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makasar. Sampel dalam penelitian diambil dengan menggunakan teknik Non-probability sampling yang jumlah sampelnya berjumlah 33 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi (population sample) yaitu kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar sebagai kelas eksperimen.
Salah satu dasar pertimbangan peneliti untuk mengambil sampel seluruh populasi kelas V adalah rata-rata nilai pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (MCC) dan siswa mampu menganalisis dan berpikir kritis terhadap materi. Hasil belajar merupakan pola tindakan, nilai, pemahaman, sikap, penilaian dan keterampilan. Tes awal diberikan sebelum perlakuan, pre-test dilakukan untuk mengetahui keterampilan yang dimiliki siswa sebelum model pembelajaran Group Inquiry diterapkan.
Tes terakhir dilakukan setelah perawatan. Post-test ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar bahasa Indonesia atau model pembelajaran ujian kelompok. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus statistik, dimana data yang diperoleh adalah dari nilai pretest yang merupakan data tes awal, dan nilai posttest yang merupakan data akhir, sehingga analisis dilakukan dengan rincian sebagai berikut. Md = Rata-rata perolehan atau selisih antara pretest dan posttest d = Total perolehan (posttest – pretest) N = jumlah subjek dalam sampel.
Apabila t Hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti penerapan model pembelajaran survey kelompok berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar. Apabila t Hitung < t Tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti penerapan model pembelajaran survey kelompok tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar, diperoleh data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar siswa berupa nilai dari kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar. . Nilai tersebut diperoleh dengan pemberian instrumen tes berupa soal objektif yang berjumlah 12 soal (lihat lampiran 3). Dari hasil perhitungan di atas diperoleh nilai rata-rata nilai belajar siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar sebelum dilaksanakan model pembelajaran inkuiri kelompok adalah 22,01.
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel 4.2 ke atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia siswa pada tahap pre-test dengan menggunakan instrumen tes dikategorikan sangat rendah yaitu 96,9%, rendah 3,1%, sedang 0,00%, tinggi 0,00% dan sangat tinggi dengan persentase 00,00. Melihat hasil persentase yang ada, maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia sudah termodelkan. Jika tabel 4.3 dikaitkan dengan indikator kriteria hasil belajar bahasa Indonesia yang ditentukan peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar belum memenuhi kriteria klasikal yang diharapkan karena belum ada siswa yang menyelesaikannya.
Selama penelitian berlangsung, terjadi perubahan di kelas setelah menggunakan model penelitian kelompok pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
- Pembahasan
- Simpulan
- Saran
Melihat hasil persentase yang ada maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V setelah diterapkan model investigasi kelompok. Jika Tabel 4.6 dihubungkan dengan indikator kriteria hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang ditentukan peneliti yaitu bisa. Sesuai dengan hipotesis penelitian yaitu “terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri kelompok terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar, maka teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah teknik statistik inferensial dengan menggunakan metode statistik inferensial. uji-t.
Artinya terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran penelitian kelompok terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar. Hal ini membuktikan bahwa hasil belajar setelah dilakukan tes lebih baik dibandingkan sebelum menggunakan model penelitian pembelajaran kelompok. Karena t tabel berada pada taraf signifikansi 0,05 maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran penelitian kelompok terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa. Kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar.
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yang diperoleh, serta hasil observasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri kelompok terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V sekolah menengah. sekolah. SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa Kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar secara umum berkategori sangat rendah sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri kelompok. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa Kelas V SD Muhammadiyah 1 Kota Makassar setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri kelompok secara umum berkategori tinggi.
Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Group Research berpengaruh terhadap hasil belajar. Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Model Pembelajaran Group Inquiry (GI) pada Siswa Kelas V SD Inpres ANDI TONRO Makassar.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
- Kompetensi Dasar
- Indikator
- Tujuan Pembelajaran
- Materi Pokok
- Alat dan Bahan Sumber Belajar Alat peraga : Chart berita
Guru menjelaskan isi teks secara sekilas dan menjelaskan arti kata-kata sulit dalam teks yang dibaca. Salah satu dari dua mesin Boeing 737-800 milik China Airlines (Taiwan) meledak dan membakar seluruh badan di Bandara Naha, Okinawa, Jepang, Senin (20/8). Di Taipei, juru bicara China Airlines Sun Hung-wen mengatakan pesawat sudah berada di apron ketika tiba-tiba muncul percikan api dari mesin kiri.
Seluruh awak kapal selamat, namun kemarin kedua nakhoda kapal motor beserta awaknya masih diperiksa polisi Majene karena diduga mengabaikan aspek keselamatan navigasi. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Majene, Wakil Kompol Daniel Siampa yang dihubungi dari Makassar mengatakan, pihaknya harus membimbing dan meminta personel pelayaran memperhatikan peringatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). KM Mutiara Indah menenggelamkan WITA di perairan Majene, sekitar 2,4 km dari Pantai Tanjung Rangas, Majene, Kamis pukul 14.00. Pada Jumat sore giliran KM Fajar Mas yang tenggelam sekitar 60 mil dari pantai Tanjung Rangas.
Namun kami bersyukur karena seluruh awak kami selamat, kata Bakri (32), nakhoda KM Fajar Mas saat dihubungi saat dihubungi polisi saat diperiksa. Informasinya, KM Mutiara Indah dihuni sembilan orang, sedangkan KM Fajar Mas dihuni enam orang. Setelah kapal dan seluruh muatan yang diangkutnya tenggelam, lanjut Bakri, mereka berenang menuju pantai.
Penyebab kecelakaan pada teks 1 karena kerusakan mesin, dan pada teks 2 karena kondisi cuaca. Pada teks 1 awak kapal tidak ditahan pihak berwajib, sedangkan pada teks 2 awak kapal ditahan pihak berwajib.
RIWAYAT HIDUP