• Tidak ada hasil yang ditemukan

Soal Esai Interaksi obat dari jurnal 1 dan 2

N/A
N/A
alyssa mhrp

Academic year: 2025

Membagikan "Soal Esai Interaksi obat dari jurnal 1 dan 2"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Soal Interaksi obat : tugas dari jurnal 1 dan 2_kelas A.

Dikerjakan oleh semua kelompok. Tiap kelompok mengupload. Bila ada anggota kelompok yang dianggap tidak kontribusi, nama ybs boleh tidak dimasukkan

Kelompok/Kelas : Anggota kelompok :

1. Terdapat 4 kategori istilah dalam lingkup interaksi obat menurut Pennsylvania Patient Safety Authority, April 2009 through March 2016:

Yaitu ketidakcampuran obat, interaksi obat dengan obat, duplikasi terapi dan kontraindikasi.

Jelaskan perbedaan prinsip dari 4 kelompok tersebut dan berikan contohnya 2. Kasus interaksi obat paling banyak terjadipada pasien lanjut usia, jelaskan mengapa

demikian?

3. Berikut table interaksi obat dengan herbal :

Pertanyaan : berikan rekomendasi yang konkrit bagaimana mengatasi agar tidak terjadi outcomes yang actual.

4. Berikut interaksi obat dengan obat, lengkapi table ini dengan mekanisme kerja, jenis interaksi dan rekomendasi farmasis untuk mencegah akibat dr interaksi.

No. Interaksi obat Mekanisme

interaksi Jenis interaksi

Fkinetik/Fdinami Rekomendasi 1 concurrent use of

Acetaminophen and Phenytoin may result in decreased

Acetaminophen effectiveness and an increased risk of hepatotoxicity.

(2)

2 concurrent use of Aspirin and Enalapril may result in decreased effectiveness of Enalapril

3 concurrent use of Aspirin and Ibuprofen may result in decreased antiplatelet effect of Aspirin.

4 concurrent use of Phenytoin and Ibuprofen may result in an increased risk of

Phenytoin toxicity (ataxia, hyperreflexia, nystagmus, tremor), especially in renally

impaired patients 5 concurrent use of

Methotrexate and

Ibuprofen may result in an increased risk of

Methotrexate toxicity (leukopenia,

thrombocytopenia, anemia, nephrotoxicity, mucosal ulcerations 6 concurrent use of Digoxin

and Omeprazole may result in an increased risk of Digoxin

toxicity (nausea, vomiting, and arrhythmias).

7 concurrent use of Alprazolam and

Omeprazole may result in benzodiazepine toxicity ( CNS depression, ataxia, lethargy).

8 concurrent use of

Ampicillin and Omeprazole may result in reduced Ampicillin

bioavailability 9 concurrent use of

Ranitidine and

Ketoconazole may result in decreased Ketoconazole effectiveness.

(3)

10 concurrent use of

Ranitidine and Metformin may result in an increase in Metformin

plasma concentrations 11 concurrent use of

Ranitidine and

Theophylline may result in Theophylline toxicity (nausea, vomiting, palpitations, seizures).

12 potential for serious gastrointestinal bleeding

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan, frekuensi, jenis obat antidiabetes, mekanisme, tingkat keparahan yang berpotensi untuk berinteraksi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis DRPs kategori obat salah, ketidaktepatan dosis meliputi dosis kurang dan dosis lebih, dan interaksi obat yang terjadi serta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan, frekuensi, jenis obat antidiabetes, mekanisme, tingkat keparahan yang berpotensi untuk berinteraksi

Pasien DMT2 dengan penyakit penyerta menerima obat lebih dari satu jenis baik obat hipoglikemik maupun obat lain, sehingga berpotensi terjadi interaksi obat yang tidak

Terdapat 44 kasus interaksi obat, jenis interaksi obat yang lebih dominan terjadi adalah interaksi farmakodinamik, serta kategori signifikansi interaksi obat yang paling sering

Berdasarkan hasil penelitian potensi interaksi obat yang telah dilakukan secara retrospektif pada pasien dengan terapi antihipertensi poli jantung rawat jalan di

Sub Total 292 85,63 Total 341 100 Berdasarkan hasil pada tabel 14 identifikasi interaksi obat berdasarkan mekanisme, dan tingkat keparahan pasien DM tipe 2 rawat inap di Rumah

Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat berdasarkan tepat obat, tepat dosis dan potensi interaksi obat yang terjadi pada pasien rawat inap