• Tidak ada hasil yang ditemukan

SYAMSUDDIN 10573 1344 09 - Admin Digital Library

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SYAMSUDDIN 10573 1344 09 - Admin Digital Library"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

ANALISIS CONTRIBUSI MARGIN DAN HUBUNGANNYA DENGAN OPTIMALISASI PENJUALAN PADA

PT.CAHAYA MAKMUR BERSAMA CABANG MAKASSAR

SYAMSUDDIN 10573 1344 09

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADYAH MAKASSAR MAKASSAR

2013

(2)

ANALISIS CONTRIBUSI MARGIN DAN HUBUNGANNYA DENGAN OPTIMALISASI PENJUALAN PADA

PT.CAHAYA MAKMUR BERSAMA CABANG MAKASSAR

SKRIPSI

SYAMSUDDIN 10573 1344 09

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADYAH MAKASSAR MAKASSAR

2013

i

(3)

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi telah diterima oleh Panitia Ujian skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar, dengan SK Dekan No. 743/A.5- VI/VII/34/2013 tanggal 30 Agustus 2013 untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi, pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2013

Panitia Ujian:

1. Ketua : (……….)

2. Wakil Ketua : (……….)

3. Sekretaris : (……….)

4. Pembimbing I : Abd. Salam,HB,S.E,M.Si.AK (……….) 5. Pembimbing II : H.Andi Arman ,S.E,M.Si.AK (……….)

6. Penguji I : (……….)

7. Penguji II : (……….)

8. Penguji III : (……….)

9. Penguji IV : (……….)

ii

(4)

HALAMAN PERSETUJUAN

Pembimbing yang ditunjuk berdasarkan surat persetujuan Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar No. 56/05/A-II/II.34/2013 tanggal Agustus 2013 untuk membimbing saudara:

Nama : Syamsuddin

NIM : 10573 1306 09

Jurusan : Akuntansi 409

Fakultas : Ekonomi

Judul Skripsi : “ANALISIS CONTRIBUSI MARGIN DAN HUBUNGANNYA DENGAN OPTIMALISASI PENJUALAN PADA PT.CAHAYA MAKMUR BERSAMA CABANG MAKASSAR”

Menyatakan bahwa skripsi ini telah diperiksa dan dapat diujikan di depan Panitia Penguji Strata Satu (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar.

Makassar, 30 Agustus 2013

Pembimbing I Pembimbing II

Abd. Salam,HB,S.E,M.Si.AK H.Andi Arman ,S.E,M.Si.AK

Mengetahui :

Universitas Muhammadyah Makassar

Dekan Fakultas Ekonomi Ketua Jurusan Akuntansi

Dr.H.Mahmud Nuhung ,M.A H.Andi Arman ,S.E,M.Si.Ak NBM : 497 794,- NBM : 910 612,-

iii

(5)

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI

Yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa:

Nama : Syamsuddin

NIM : 10573 1344 09

Tempat/Tanggal Lahir : lambupeo, 06 Juni 1989

Fakultas : Ekonomi

Jurusan : Akuntansi

Perguruan Tinggi : Universitas Muhammdiyah Makassar Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul:

ANALISIS CONTRIBUSI MARGIN DAN HUBUNGAN DENGAN OPTIMALISASI PENJUALAN PADA PT.CAHAYA MAKMUR

BERSAMA CABANG MAKASSAR”

1. Benar-benar hasil penelitian /karya sendiridan bukan merupakan pelanggaran Hak Karya Cipta (PLAGIAT) atau saduran dari karya tulis/paper/jurnal/tesis/disertasi orang lain

2. Dalam skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain ,kecuali secara tertulis dengan jelas telah dicantumkan dalam daftar pustaka

3. Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut di atas ,baik sengaja maupun tidak disengaja ,dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini,yang berarti GELAR SEBAGAI SARJANA EKONOMI (SE) DAN IJAZAH

YANG TELAH DIBERIKAN OLEH UNIVERSITAS

MUHAMMADIYAH MAKASSAR BATAL SAYA TERIMA ATAU TIDAK SAH .

4. Sebagaimana angka 3 di atas ,apabila dikemudian hari surat pernyataan yang saya buat ini terbukti tidak benar ,maka saya bersediah menerima sanksi akademik maupun sanksi pidana /yuridis atas pelanggaran Hak Karya Cipta (PLAGIAT) atau penipuan sesuai peraturan /undang –undang yang berlaku.

Makassar, 30 Agustus 2013 Diketahui oleh:

Ketua Jurusan Akuntansi Yang membuat pernyataan

H.Andi Arman ,S.E.,M.Si.Ak Syamsuddin

NBM. 9106126701 NIM.10573 13044 09

iv

(6)

MOTTO

Hidupmu ada di Tanganmu,

Ambillah langkah Pertamamu ke dalam Cahaya,

Ingatlah “Sebuah Perjalanan Seribu Mil harus DIMULAI dengan SATU LANGKAH“

(Penulis)

Sebagian Besar Penundaan Kita Datang Karena Pertimbangan yang Berlebihan Mengenai Bayangan Tentang Masalah-Masalah Besar Yang akan

Menghadang Perjalanan Kita.

(Mario Teguh)

Kupersembahkan karya ini untuk kedua orang tuaku, Kakak, Adik-adikku dan Keluarga Besarku Tersayang sebagai tanda hormat dan baktiku atas segala doa

dan pengorbanan yang diberikan selama ini

v

(7)

ABSTRAK

Syamsuddin , 2013. Analisis Contribusi Margin dan hubungannya dengan Optimalisasi penjulan Pada Perusahaan PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar. Skripsi Fakultas Ekonomi/Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadyah Makassar.

Untuk mempertahankan standar yang tinggi mengenai independensi, kompetensi dan profesinya ada suatu ketentuan yang mengatur sikap mental dan modal auditor yaitu kode etik bagi para auditor, sehingga penulis tertarik melakukan penelitian atas masalah-masalah tersebut yang dituangkan dalam penelitian yang berjudul “Analisis Contribusi Margin dan hubungannya dengan Optimalisasi penjulan Pada Perusahaan PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar.”

Penelitian dilakukan pada PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar. tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman mengenai Contribusi Margin dan hubungannya dengan Optimalisasi penjulan

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sedangkan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini digunakan teknik penelitian lapangan dengan bantuan innstrumen yang dikembangkan menjadi pertanyaan umum dan khusus dan penelitian kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder sebagai landasan teoritis yang dipakai untuk dasar pertimbangan dengan kenyataan yang ada selama dilakukannya penelitian. Hipotesis diuji dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif.

vii

(8)

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat merampungkan skripsi ini. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar.

Skripsi ini disusun secara sistematis yang terdiri dari lima bab. Bab I pendahuluan terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Bab II Landasan teori , kerangka pemikiran,dan Hipotesis Bab III metode penelitian, terdiri dari variabel dan desain penelitian, definisi operational variabel dan pengukuran variabel, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, metode analisis data,sistematika pembahasan. Bab IV gambaran umum perusahaan tempat penelitian. Bab V terdiri pembahasan hasil penelitian. Bab VI terdiri dari kesimpulan dan saran.

Dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini dapat terselesaikan berkat bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada:

viii

(9)

1. Bapak Abd. Salam,HB,S.E,M.Si.AK, selaku pembimbing I dan Bapak H.Andi Arman,S.E, M.Si.Ak, selaku pembimbing II, yang senantiasa meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan dan petunjuk bagi penulis dalam rangka penulisan skripsi ini.

2. Bapak H.Andi Arman,S.E, M.Si.Ak, Ketua Program Studi/ Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar, yang dengan tulus memberikan nasehat, bimbingan, semangat serta petunjuk selama penulis menempuh pendidikan di Universitas Muhammadyah Makassar ini sampai pada penyusunan dan penulisan skripsi ini.

3. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi/Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan selama penulis duduk di bangku kuliah.

4. Bapak Dr. H. Mahmud Nuhung , M.A.,selaku Dekan dan para Pembantu Dekan serta staf Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar yang telah membantu dalam kelengkapan administrasi penelitian.

5. Bapak Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., Rektor Universitas Muhammdyah Makassar yang telah memberikan pengarahan selama penulis menempuh proses pendidikan.

6. Bapak Kepala Pimpinan Kantor PT Cahaya Makmur Bersama (CMB) Sulsel, Tbk , serta segenap pegawai yang telah membantu penulis selama penelitian ini berlangsung.

7. Keluarga besarku tercinta yang selama ini memberikan dukungan moril dan materil, khususnya orang tua tercinta Bapak Mallabai dan Ibu Sari, Kakakku

ix

(10)

Syuriani , Syafaruddin, A.Md, Adikku-adikku, nenek ku Selong (alm) kakek ku bakka(alm) Om, Tante , dan Sepupu serta keluarga yang tidak bisa kusebutkan namanya satu persatu.

8. Kepada Saudaraku , Fio sotta, Bunda, Wati gile, Khudriah, Emha, Irma, Cua Racunk, Evan, Eko, irah, Tepenk, Afil, Irham, Andi, Nurlinda tersayang dan teman-teman angkatan 2009 yang tidak sempat saya sebutkan namanya satu persatu. Semoga pertemanan ini akan tetap hadir dan melekat dalam hati kita masing-masing dan terima kasih atas semua bantuannya serta pengalaman berharga yang kalian berikan padaku selama ini.

9. Semua pihak yang telah membantu penulis, karena keterbatasan tempat sehingga tidak dapat dituliskan namanya, namun tidak mengurangi rasa terima kasih penulis. Semoga segala bantuan yang diberikan walau sekecil apapun memperoleh ganjaran di sisi-Nya.

Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terkait, dan semoga semua bantuan dan partisipasi yang diberikan kepada penulis bernilai ibadah di sisi Allah SWT, Amin Ya Rabbal Alamin.

Wa’alaikumsalam Wr. Wb

Makassar, 30 Agustus 2013

Penulis

x

(11)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iv

MOTTO ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Masalah Pokok ... 3

C. Tujuan dan Manfaat penelitian ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR ... 5

A. Pengertian Contribusi Margin ... 5

B. Optimalisasi .. ... 13

C. Pengertian Penjualan ... 14

D. Kerangka PIikir ... 24

E. Hipotesis ... 25

xi

(12)

BAB III METODE PENELITIAN ... 26

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 26

B. Metode Pengumpulan Data ... 26

C. Jenis dan Sumber Data ... 27

D. Metode Operasional ... 27

E. Metode Analisis ... 28

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 29

A. Sejarah Singkat PT. Cahaya Makmur Bersama ... 29

B. Visi dan Misi PT. Cahaya Makmur Bersama ... 30

C. Struktur Organisasi PT. Cahaya Makmur Bersama ... 33

D. Uraian Tuga-tugas PT. Cahaya Makmur Bersama ... 34

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ... 37

A. Gambaran Penjualan perusahaan ... 37

B. Analisis Contribusi Margin ... 44

C. Laporan Keuangan PT. Cahaya Makmur Bersama ... 46

D. Perencanan optimalisasi penjualan ... 49

E. Kelemahan Penulis ... 60

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 61

A. Kesimpulan ... 61

B. Saran ... 62

DAFTAR PUSTAKA ... 63

xii

(13)

DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

1. 1. Zona I Rincia Harga Produk ... 39 1.3. Penjualan ... 41 1.18 Hubungan Margin Dengan Optimalisasi ... 48

xiii

(14)

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

4.1 Skema kerangka pemikiran ... 24 4.2 Struktur Organisasi ... 35

xiv

(15)

RIWAYAT HIDUP

Penulis mulai memasuki jenjang pendidikan, mulai SD Lambupeo 020 Kabupaten Jeneponto pada tahun 1997 dan tamat pada tahun 2003, kemudian masuk di SLTP Standar Nasional Negeri 1 Bangkala dan tamat pada tahun 2006, kemudian melanjutkan ke MA di akui Bangkala dan tamat pada tahun 2009.

Kemudian, pada tahun 2009 penulis terdaftar sebagai mahasiswa pada Universitas Muhammadyah Makassar Fakultas Ekonomi ,mengambil Jurusan Akuntansi , Program Strata Satu (S1).

xv

Syamsuddin, lahir di Kel. Pantai Bahari, pada tanggal 06 Juni 1989, Kab. Jeneponto, anak dari pasangan Bapak Mallabai dengan Ibu Syari .

(16)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Setiap perusahaan mempunyai tujuan tertentu menurut bidang usahanya masing-masing, namun sasaran pokok yang ingin dicapai adalah laba atau keuntungan. Namun untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan suatu cara atau metode pengolahan, dalam hal ini adalah menejemen perusahaan yang sebaik-baiknya agar tujuan perusahaan tersebut tercapai dengan baik. Setiap perusahaan sering dijumpai masalah yang berhubungan dengan pembelanjaan, antara lain usaha untuk mendapatkan modal cantribusi margin guna membelanjai aktivitasnya.

Hal ini tidak terlepas dari adanya pengorbanan atau biaya dan bila mana aktivitas dilakukan maka pimpinan perusahaan selalu berusaha agar memperoleh keuntungan (profit) yang layak bagi perusahaan.

Kewajiban dan tanggung jawab manajer keuangan adalah mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya agar tujuan perusahaan dapat tercapai secara efisien. Upaya mencapai tujuan perusahaan ini maka perlu suatu rangkaian kerjasama antara beberapa fungsi yang terdapat dalam perusahaan, di mana setiap manajer yang membawahi fungsi tersebut haruslah dapat menjalankan fungsinya dengan koordinasi dan hubungan timbal balik antara fungsi pembelanjaan, fungsi produksi, fungsi pemasaran dan fungsi sumber daya manusia.

1

(17)

Dari fungsi tersebut di atas salah satu fungsi yang mempunyai peranan yang sangat penting pada setiap perusahaan adalah fungsi pembelanjaan. Masalah pembelanjaan bukan saja merupakan usaha untuk mendapatkan contribusi margin dengan cara yang paling menguntungkan tetapi juga meliputi masalah bagaimana kebutuhan modal dan profit margin tersebut.

Margin Kontribusi adalah konsep akuntansi biaya yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan profitabilitas produk individu. Menghitung untuk margin kontribusi membantu dalam mengukur kegagalan atau keberhasilan lini produk perusahaan dengan mencocokkan profitabilitas satu baris dengan yang lain.. Sedangkan profit margin adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

PT Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar bergerak di bidang distributor penjualan di mana modal perusahaan mampu meningkatkan profit margin. Jika kebutuhan modal dalam perusahaan sebagian besar berasal dari modal pinjaman, yang tingkat bunganya mungkin lebih tinggi dari kemampuan perusahaan meningkatkan profit margin, maka bila mana keadaan ini berlangsung terus menerus kemungkinan besar perusahaan akan menderita kerugian sehingga kegiatan perusahaan selanjutnya akan berhenti.

Optimalisasi adalah serangkaian proses untuk mendapatkan gugus kondisi yang diperlukan untuk mendapatkan hasil terbaik dalam situasi

(18)

3

tertentu. Optimalisasi dapat mengidentifikasikan penyelesaian terbaik suatu masalah yang diarahkan pada tujuan maksimalisasi atau minimalisasi melalui fungsi tujuan dengan pendekatan normatif (Nasendi dan Anwar dalam Rustiani, 2006).

Agar potensi yang ada pada perusahaan terutama kebutuhan modal terhadap peningkatan profit margin, maka perusahaan mampu memenuhi segala kewajibannya. Kesemuanya ini, tidak terlepas dari kemampuan perusahaan untuk meningkatkan profit margin dalam rangka mempertahankan kontinuitas perusahaan.

Bertitik tolak pada uraian di atas, maka penulis tertarik untuk memilih judul "Analisis Contribusi Margin dan hubungannya dengan Optimalisasi Penjualan pada PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar”

B. Masalah pokok

Dengan memperhatikan latar belakang di atas, maka yang terjadi masalalah pokok adalah: “Apakah cantribusi margin mempunyai optimalisasi penjualan pada PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makasssar”.

C. Tujuan dan Mamfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Untuk Mengetahui faktor-faktor margin pembiyaan pada perusahaan PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar.

(19)

b. Mengetahui apakah struktur modal itu berpengaruh terhadap optimalisasi laba pada perusahaan PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar.

2. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagia berikut :

a. Sebagai bahan masukan dan informasi bagi perusahaan dalam mengambil kebijaksanaan oleh perusahaan di masa yang akan datang khususnya pada PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar.

b. Sebagai acuan dari bahan pustaka untuk penelitian lebih lanjut.

(20)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Kontribusi Margin

1. Pengertian kontribusi

Menurut Kamus Ilmiah Populer, Dany H. (2006:264) “Kontribusi diartikan sebagai uang sumbangan atau sokongan.” Sementara menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Yandianto (2000:282) diartikan:

”Sebagai uang iuran pada perkumpulan, sumbangan.” Bertitik tolak pada kedua kamus di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa; kontribusi adalah merupakan sumbangan, sokongan atau dukungan terhadap sesuatu kegiatan.

2. Pengertian Margin

Menurut Sigit Winartodan Sarjana Ismaya (2003:295). Kamus besar ekonomi. Margin adalah tingkat selisih antara harga jual dan biaya produksi. Menurut Ali Yafie (2003:206). Ekonomi Syariah Dalam setoran.

Margin keuntungan (profit margin) adalah selisih antara nilai penjualan setelah dikurangi semua biaya operasi dibagi jumlah penjualan bersih dan modal perusahaan.

Menurut Adiwarman Karim. (2004:208). Bank islam. Margin keuntungan adalah persentase tertentu yang ditetapkan pertahun perhitungan margin secara harian, maka jumlah hari dalam setahun

5

(21)

ditetapkan 360 hari, perhitungan margin keuntungan secara bulanan maka setahun ditetapkan 12 bulan.

3. Menghitung Contribusi Margin

Margin Kontribusi adalah konsep akuntansi biaya yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan profitabilitas produk individu. Menghitung untuk margin kontribusi membantu dalam mengukur kegagalan atau keberhasilan lini produk perusahaan dengan mencocokkan profitabilitas satu baris dengan yang lain. Dengan sistem ini, Anda akan dapat menentukan produk apa yang anda perlu menambahkan atau menghapus dari lini produk untuk meningkatkan pendapatan. Pilihan mengurangi biaya variabel dan meningkatkan harga jual juga tersedia bagi para manajer dalam meningkatkan margin kontribusi.

Industri ritel bergantung pada perhitungan margin kontribusi produk mereka menangani dalam menentukan jika produk-produk ini menguntungkan atau tidak. Dari berbagai pilihan produk merek campuran atau yang biasa dikenal di bisnis ritel sebagai campuran produk, memilih dua produk merek yang berbeda. Mari kita katakan dua merek yang berbeda dari serealia yang memiliki harga yang sama. Meskipun kedua sereal adalah dihargai sama, margin kontribusi kedua produk bervariasi dari satu sama lain. Umumnya, dengan menghitung untuk margin kontribusi produk individu, Anda akan dapat untuk menentukan produk yang lebih menguntungkan untuk bisnis Anda. Berikut ini adalah melihat lebih dalam tentang cara menghitung untuk margin kontribusi.

(22)

7

Produk pendapatan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghitung total penjualan produk Anda. total penjualan Anda adalah total kotor semua item yang dijual. Anda bisa mendapatkan angka ini oleh laporan penjualan baik dari penjualan mendaftar atau mengakses program penjualan komputer Anda. Ingat bahwa total tidak termasuk biaya tetap. Tetap terkunci-biaya yang tidak langsung berhubungan dengan penjualan dan tidak dalam bidang margin kontribusi. Dikurangi biaya variabel. Dengan angka total penjualan, Anda sekarang perlu untuk mengurangi biaya variabel. Variabel mencerminkan pengeluaran untuk memproduksi dan menjual produk seperti produksi, pengemasan, biaya tenaga kerja, komisi penjualan, pengiriman, pemasaran langsung dan sejenisnya. Apa pun yang terlibat dalam produksi dan penjualan produk berada di bawah lingkup biaya variabel.

Pendekatan marjin kontribusi akuntan dapat menggunakan persamaan atau grafik untuk menentukan titik impas. Posisi impas dapat dinyatakan dalam unit yang dijual atau nilai penjualan. Misalnya, anggaplah harga jual adalah $10 per unit, beban variabel $4 per unit, dan beban tetap $36.000 untuk Sills Co. margin contribusi adalah : $10 Harga jual per unit - $4 beban variable perunit = $6 marjin kontribusi per unit.

Marjin kontribusi (Margin contribusi/CM) adalah hasil penjualan dikurangi semua beban variabel untuk produksi, pemasaran, dan tersedia untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba, yang dapat dinyatakan dalam total dalam jumlah per unit, atau sebagai persentase. Persamaan

(23)

berikut menunjukkan penjualan sama dengan seluruh beban karena pada titik impas tidak ada laba.

X = Unit yang harus dijual pada titik impas S = Beban variabel + Beban tetap

$10X = $36.000 $6X = $6X.000

X =

6.000 Unit agar impas

Definisi biaya variabel sebagai biaya yang besarnya berubah sejalan dengan perubahan volume output. Misalnya, bahan langsung yang digunakan merupakan biaya variabel. Unit impas (Breakeven Units).

Persamaan terdahulu menunjukkan bahwa jika Sill Company menjual dalam rentang 6.000 unit, perusahaan akan mencapai titik impas. Akan tetapi kita tidak boleh mengasumsikan bahwa apabila volume Sill 6,000 unit, keadaan impas akan otomatis tercapai.

Nilai penjualan impas (Breakeven Sales Dollars). Setelah angka 6.000 unit ditentukan sebagai unit impas, maka nilai penjualan impas untuk Sill dapat dihitung. Nilai penjualan impas sama dengan hasil perkalian unit impas dengan harga jual, yang didalam hal ini sebesar

$60.000 (6.000×$10 harga jual).

(24)

9

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa margin adalah tingkat selisih antara harga jual dan biaya produksi. Atau jumlah keseluruhan harga barang yang dijual dikurang biaya operasional dibagi dengan jumlah terjual. Rasio biaya variabel selain mengalikan unit impas dengan harga jual per unit, kita dapat menghitung nilai penjualan impas dengan menggunakan rosio biaya variabel atau rasio marjin kontribusi.

Rosio biaya variabel diperoleh dengan membagi biaya variabel dengan penjualan. Berdasrkan ilustrasi sebelumnya, rasio biaya variabel adalah 40 persen ($4biaya variabel per unit/$10harga jual per unit). Kita juga dapat menentukan rasio biaya variabel dengan mengurangkan rasio marjin kontribusi 60 persen, rasio biaya variabel akan menjadi 40 persen. Dengan membagi total biaya tetap dengan rasio marjin kontribusi sebesar 60 persen, kita mendapatkan nilai penjualan impas sebagai berikut: 100%

penjualan = $4/$10 persentase biaya variabel + $36.000 beban tetap 100% = 40% + $36.000

60%= $36.000

Bagan impas (breakeven charts) menyajikan secara grafik hubungan biaya dengan volume dan laba serta memperlihatkan jumlah laba atau rugi pada setia volume penjualan dalam rentang tertentu.

Dibandingkan dengan penyajian dalam bentuk angka-amgka, bagan impas memberikan indikasi yang lebih baik mengenai hubungan biaya volume

(25)

laba pada menejer dan nonakuntan. Bagan impas memberikan gambaran lebih hidup atas dampak volume terhadap biaya dan laba.

Bagan impas menyatakan pendapatan penjualan, biaya, dan beban pada sumbu vertical. Dalam sumbu horizontal terdapat volume, yang biasanya merupakan unit penjualan, jam kerja (tenaga) langsung, jam (pemakean) mesin, persentase kapasitas, atau unsure volume lainnya yang tepat.

1. Kontribusi perbandingan margin

Setelah Anda memiliki margin kontribusi total produk individual pada baris produk Anda, Anda akan perlu untuk membandingkan antara semua produk Anda. Setelah mengumpulkan data, sekarang Anda akan dapat membuat keputusan pemasaran yang tepat untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan Anda. Anda dapat mengubah harga produk tertentu atau bahkan menghapus produk tertentu dari lini produk Anda. Dijadwalkan analisis. Untuk bisnis ritel, praktek komputasi untuk margin kontribusi harus merupakan proses yang berkelanjutan dan harus dilakukan secara teratur. Tergantung pada ukuran staf Anda, Anda dapat melakukan prosedur ini bulanan, kuartalan, atau semi-tahunan. Kebanyakan bisnis melakukan perhitungan dan perbandingan margin kontribusi secara bulanan untuk membantu mereka melacak kinerja produk mereka lebih akurat.

(26)

11

Perhitungan untuk margin kontribusi adalah sebuah proses menentukan kelangsungan produk Anda. Angka-angka anda akan mendapatkan dari proses ini akan membantu Anda membuat penilaian suara pada langkah-langkah yang tepat untuk mengambil untuk lini produk Anda agar Anda untuk meningkatkan penghasilan Anda.

Profit margin memberikan gambaran tentang sejauh mana perusahaan mengelola keuangan sehingga efisiensi dalam perusahaan dapat dilakukan. Erwan Dukat, Alat-alat Analisa Laporan Keuangan (2002:32) mengemukakan bahwa profit margin adalah untuk melihat efisiensi perusahaan dalam mencapai volume penjualan untuk menghasilkan laba yang diharapkan.

Adapun rumus profit margin tersebut adalah sebagai berikut : Laba Bersih Setelah Pajak

Profit Margin =  x 100 % Hasil Penjualan Neto

Bambang Riyanto, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan (2000:27) menyatakan bahwa profit margin adalah suatu perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.

Menghitung profit margin ada beberapa rumus yang dapat dipilih tergantung dari kepentingan penganalisa terhadap masalah keuangan tersebut dan juga dapat dilakukan dengan membandingkan laba dengan

(27)

aktiva dan juga laba operasi dengan aktiva (modal operasional) atau laba setelah pajak dengan modal sendiri.

Alex S. Nitisemito, Pembelanjaan Perusahaan (2001:78) menyatakan bahwa profit margin ialah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan modal yang digunakan dan dinyatakan dengan persen. Berdasarkan definisi tersebut dapat diasumsikan bahwa profit margin adalah prestasi yang dicapai perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase, setelah membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan hasil penjualan neto. Semakin besar prosentase atas perbandingan tersebut semakin tinggi prestasi keuangan yang dicapai untuk perusahaan tersebut, demikian pula sebaliknya.

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat profit margin

Bambang Riyanto, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan (1999:36) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat profit margin adalah sebagai berikut :

a. Menaikkan hasil penjualan (net sales) yang lebih besar dari kenaikan biaya operasi (operating expenses).

b. Mempertahankan hasil penjualan (net sales) dengan menekan biaya operasi (operating expenses).

(28)

13

c. Mengusahakan penurunan hasil penjualan (net sales) dengan harapan terjadi penurunan biaya operasi (operating expenses) yang lebih besar

2. Marjin Pemasaran

Marjin pemasaran mengacu pada perbedaan harga yang dibayar konsumen dengan harga yang diterima oleh produsen (Sudiyono, 2002). Dalam marjin pemasaran terdapat dua komponen yaitu komponen biaya pemasaran dan komponen keuntungan lembaga pemasaran.Marjin pemasaran dapat dirumuskan sebagai berikut: Perbedaan kegiatan dari setiap lembaga akan menyebabkan perbedaan harga jual antara lembaga yang satu dengan lembaga yang lain sampai tingkat konsumen akhir.

Semakin banyak lembaga yang terlibat di dalam penyaluran produk dari produsen hingga konsumen akan semakin besar perbedaan harga produk tersebut di titik produsen dibandingkan dengan harga yang akan dibayar konsumen.

B. Optimalisasi

Optimalisasi adalah serangkaian proses untuk mendapatkan gugus kondisi yang diperlukan untuk mendapatkan hasil terbaik dalam situasi tertentu. Optimalisasi dapat mengidentifikasikan penyelesaian terbaik suatu masalah yang diarahkan pada tujuan maksimalisasi atau minimalisasi melalui fungsi tujuan dengan pendekatan normatif (Nasendi dan Anwar dalam Rustiani, 2006).

(29)

Nilai keuntungan maksimum yang dihasilkan dari proses produksi untuk meminimumkan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dengan memperhatikan kendala-kendala yang berada di luar jangkauan pelaku kegiatan, merupakan tujuan dilakukannya optimalisasi. Oleh karena itu, dalam upaya melaksanakan tujuan tersebut, kegiatan produksi berusaha untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas di antara berbagai produk yang bersaing (Buffa dan Sarin dalam Rustiani, 2006).

Riset operasi berusaha menentukan arah tindakan terbaik (optimum) dari sebuah masalah pengambilan keputusan di bawah pembatasan sumber daya yang terbatas. Dengan demikian riset operasi merupakan sebuah teknik pemecahan masalah yang membantu proses optimalisasi.

C. Pengertian Penjualan 1. Penjualan

Penjualan merupakan pembelian sesuatu (barang atau jasa) dari suatu pihak kepada pihak lainnya dengan mendapatkan ganti uang dari pihak tersebut. Penjualan juga merupakan suatu sumber pendapatan perusahaan, semakin besar penjualan maka semakin besar pula pendapatan yang diperoleh perusahaan.

2. Pengertian Penjualan

Aktivitas penjualan merupakan pendapatan utama perusahaan karena jika aktivitas penjualan produk maupun jasa tidak dikelola dengan baik maka secara langsung dapat merugikan perusahaan. Hal ini dapat

(30)

15

disebabkan karena sasaran penjualan yang diharapkan tidak tercapai dan pendapatan pun akan berkurang.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari pengertian penjualan itu sendiri adalah sebagai berikut: Pengertian penjualan menurut Henry Simamora dalam buku “Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis”

(2000;24) menyatakan bahwa: “Penjualan adalah pendapatan lazim dalam perusahaan dan merupakan jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dan jasa”. Pengertian penjualan menurut Chairul Marom dalam buku “Sistem Akuntan Perusahaan Dagang” (2002;28) menyatakan bahwa : “Penjualan artinya penjualan barang dagangan sebagai usaha pokok perusahaan yang biasanya dilakukan secara teratur”.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penjualan adalah persetujuan kedua belah pihak antara penjual dan pembeli, dimana penjual menawarkan suatu produk dengan harapan pembeli dapat menyerahkan sejumlah uang sebagai alat ukur produk tersebut sebesar harga jual yang telah disepakati.

3. Klasifikasi Transaksi Penjualan

Ada beberapa macam transaksi penjualan menurut La Midjan (2001;170) dalam bukunya “Sistem Informasi Akuntansi 1” dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Penjualan Tunai b. Penjualan Kredit

(31)

c. Penjualan Tender d. Penjualan Ekspor e. Penjualan Konsinyasi f. Penjualan Grosir”

Menurut pengertian diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Penjualan tunai adalah penjualan yang bersifat cash dan carry pada umumnya terjadi secara kontan dan dapat pula terjadi pembayaran selama satu bulan dianggap kontan.

b. Penjualan kredit adalah penjualan dengan tenggang waktu rata-rata diatas satu bulan.

c. Penjualan tender adalah penjualan ynag dilaksanakan melalui prosedur tender untuk memegangkan tender selain harus memenuhi berbagai prosedur.

d. Penjualan ekspor adalah penjualan yang dilaksanakan dengan pihak pembeli luar negeri yang mengimpor barang tersebut.

e. Penjualan konsinyasi adalah penjualan yang dilakukan secara titipan kepada pembeli yang juga sebagai penjual.

f. Penjualan grosir adalah penjualan yang tidak langsung kepada pembeli, tetapi melalui pedagang grosir atau eceran.

Dari uraian diatas penjualan memiliki bermacam-macam transaksi penjualan yang terdiri dari: penjualan tunai, penjualan kredit, penjualan tender, penjualan konsinyasi, penjualan ekspor, serta penjualan grosir.

(32)

17

4. Dokumen-Dokumen Penjualan

Dokumen-dokumen penjualan menurut La Midjan dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi 1” (2001;183) antara lain sebagai berikut:

a. Order Penjualan Barang (Sales Order) b. Nota Penjualan Barang

c. Perintah Penyerahan Barang (Delivery Order) d. Faktur Penjualan (Invoice)

e. Surat pengiriman Barang (Shipping Slip) f. Jurnal Penjualan (Sales Journal)”.

Menurut pengertian diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Order Penjualan Barang (Sales Order) Merupakan penghubung antara beragam fungsi yang diperlukan untuk memproses langganan dengan menyiapkan peranan penjualan.

b. Nota Penjualan Barang merupakan catatan atau bukti atas transaksi penjualan barang yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan dan sebagai dokumen bagi pelanggan.

c. Perintah Penyerahan Barang (Delivery Order) Merupakan suatu bukti dalam pengiriman barang untuk diserahkan kepada pelanggan setelah adanya pencocokan rangkap slip.

d. Faktur Penjualan (Invoice) Adalah dokumen yang menunjukan jumlah yang berhak ditagih kepada pelanggan yang menunjukan informasi kuantitas, harga dan jumlah tagihannya.

(33)

e. Surat Pengiriman Barang (Shipping Slip)

f. Jurnal Penjualan (Sales Journal) Dapat disimpulkan bahwa dokumen-dokumen penjualan terdiri dari: Order Penjualan Barang, Nota Penjualan Barang, Perintah Penyerahan Barang, Faktur Penjualan, Surat Pengiriman Barang dan Jurnal Penjualan.

5. Bagian-Bagian Penjualan

Menurut Krismiaji dalam bukunya “Sistem Informasi Akntansi”

(2002;275) menyatakan bahwa bagian-bagian penjualan dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

a. Bagian Penjualan b. Bagian Kredit c. Bagian Gudang d. Bagian Pengiriman e. Bagian Penagihan”

Menurut pengertian diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Bagian Penjualan adalah bagian penjualan menerima surat pesanan dari pihak pembeli dan membuat surat order penjualan atas dasar surat pesanan tersebut.

b. Bagian Kredit adalah atas dasar surat pesanan dari pembeli yang diterima dibagian penjualan, bagian ini memeriksa data kredit pelanggan yang selanjutnya memberikan persetujuan terhadap surat pesanan tersebut dan memeriksannya ke bagian gudang.

(34)

19

c. Bagian Gudang adalah bagian gudang yang bertugas untuk menyimpan persediaan baran dagangan serta mempersiapkan barang dagangan yang akan dikirim kepada pembeli.

d. Bagian Pengiriman adalah bagian ini mengeluarkan surat order penjualan dan kemudian membuat nota pengiriman atas barang yang dipesan.

e. Bagian Penagihan adalah bagian ini bertugas untuk membuat faktur penjualan dan kemudian didistribusikan kepada:

a) Rangkap pertama (asli) diberikan kepada pelanggan b) Rangkap kedua diberikan kepada bagian piutang

c) Rangkap ketiga diarsipkan brdasarkan nomor urut bersamaam dengan surat order penjualan. Dapat disimpulkan bahwa bagian- bagian penjualan terdiri dari: Bagian Penjualan, Bagian Kredit, Bagian Gudang, Bagian Pengiriman, dan Bagian Penagihan.

6. Tujuan Penjualan

Dalam suatu perusahaan kegiatan penjualan adalah kegiatan yang penting, karena dengan adanya kegiatan penjualan tersebut maka akan terbentuk laba yang dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Tujuan umum penjualan yang dimiliki oleh perusahaan menurut Basu Swastha dalam bukunya (2005;404) “Manajemen Penjualan”, yaitu:

(35)

a. Mencapai volume penjualan tertentu.

b. Mendapat laba tertentu.

c. Menunjang pertumbuhan perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan umum perusahaan dalam kegiatan penjualan adalah untuk mencapai volume penjualan, mendapat laba yang maksimal dengan modal sekecil-kecilnya, dan menunjang pertumbuhan suatu perusahaan.

7. Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan

Aktivitas penjualan banyak dipengaruhi oleh faktor tertentu yang dapat meningkatkan aktivitas perusahaan, oleh karena itu manajer penjualan perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Basu Swastha dalam buku “Manajemen Penjualan” (2005;406) antara lain sebagai berikut:

a. Kondisi dan Kemampuan Penjual b. Kondisi Pasar

c. Modal

d. Kondisi Organisasi Perusahaan e. Faktor-Faktor Lain.

(36)

21

Menurut pengertian diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Kondisi dan Kemampuan Penjual. Kondisi dan kemampuan terdiri dari pemahaman atas beberapa masalah penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, jumlah dan sifat dari tenaga penjual adalah:

a) Jenis dan karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan b) Harga produk atau jasa

c) Syarat penjualan, seperti: pembayaran, pengiriman

b. Kondisi Pasar. Pasar sebagai kelompok pembelian atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan dan dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya.

c. Modal. Modal atau dana sangat diperlukan dalam rangka untuk mengangkut barang dagangan ditempatkan atau untuk membesar usahanya.

d. Kondisi Organisasi Perusahaan. Pada perusahan yang besar, biasanya masalah penjual ini ditangani oleh bagian tersendiri, yaitu bagian penjualan yang dipegang oleh orang-orang yang ahli dibidang penjualan.

e. Faktor-faktor lain. Faktor-faktor lain seperti periklanan, peragaan, kampanye, dan pemberian hadiah sering mempengaruhi penjualan karena diharapkan dengan adanya faktor-faktor tersebut pembeli akan kembali membeli lagi barang yang sama. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang

(37)

mempengaruhi kegiatan penjualan, yaitu: kondisi dan kemampuan penjualan, kondisi pasar, modal, kondisi organisasi perusahaan, dan faktor-faktor lain.

8. Proses Penjualan

Menurut Basu Swastha dalam buku “Manajemen Penjualan” (2005;410) menyebutkan beberapa tahapan penjualan, yaitu:

a. Persiapan Sebelum Penjualan

b. Penentuan Lokasi Pembeli Potensial c. Pendekatan Pendahuluan

d. Melakukan Penjualan

e. Pelayanan Sesudah Penjualan.

Menurut pengertian diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Persiapan Sebelum Penjualan. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah mempersiapkan tenaga penjual dengan memberikan pengertian tentang barang yang dijualnya, pasar yang di tuju, dan teknik-teknik penjualan yang harus dilakukan.

b. Penentuan Lokasi Pembeli Potensial. Dari lokasi ini dapatlah dibuat sebuah daftar tentang orang-orang atau perusahaan yang secara logis merupakan pembeli potensial dari produk yang ditawarkan.

(38)

23

c. Pendekatan Pendahuluan. Berbagai macam informasi perlu dikumpulkan untuk mendukung penawaran produknya kepada pembeli, misalnya tentang kebiasaan pembeli, kesukaan, dan sebagainya. Semua kegiatan ini dilakukan sebagai pendekatan pendahuluan terhadap pasarnya.

d. Melakukan Penjualan. Penjualan dilakukan bermula dari suatu usaha untuk memikat perhatian calon pembeli, kemudian diusahakan untuk menarik daya tarik mereka. Dan akhirnya penjual melakukan penjualan produknya kepada pembeli

e. Pelayanan Sesudah Penjualan. Dalam tahap akhir ini penjual harus berusaha mengatasi berbagai macam keluhan atau tanggapan yang kurang baik dari pembeli. Pelayanan penjualan ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan kepada pembeli bahwa keputusan yang diambilnya tepat dan barang yang dibelinya betul-betul bermanfaat.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tahapan proses penjualan bermula dari persiapan sebelum penjualan, penentuan lokasi pembeli potensial, pendekatan pendahuluan, melakukan penjualan, dan berakhir pada pelayanan sesudah penjualan.

(39)

D. Kerangka Pikir

Setiap perusahaan baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan jasa,memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan keuntungan yang sebesar–besarnya dari produk atau jasa yang ditawarkan, untuk itu perusahaan mengeluarkan biaya-biaya operasional sebelum menentukan harga. Harga merupakan hal yang sangat sensitif dan fleksibel bagi keberhasilan penjualan kepada konsumen. Sebelum melaksanakan penentuan harga yang merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, setiap perusahaan perlu memperhatikan kondisi pasar dan bagaimana cara berstrategi dalam penjualan.

Gambar : Kerangka Pikir

PT. CAHAYA MAKMUR BERSAMA CABANG MAKASSAR

LAPORAN KEUANGAN

CONTRIBUSI MARGIN

OPTIMALISASI PENJUALAN

(40)

25

E. Hipotesi

Setelah memperhatikan masalah pokok yang hadapi perusahaan, maka dijadikan hipotesis adalah : “Diduga cantribusi margin dan hubungannya dengan optimalisasi dapat meningkatkan penjualan”

(41)

A. Lokasi dan waktu Penelitian

Dalam penulisan laporan ini telah mengadakan penelitian pada PT.

Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar yang lokasinya di jalan Monumen Emmy Saelan Komp. Graha Sari Blok A10 Makassar, Tlp :(0411) 866966 Pelaksanaan penelitian itu sendiri dilaksanakan selama 2 (dua) minggu.

B. Metode pengumpulan data

Untuk memperoleh data yang diperlukan, maka penulisan menggunakan dua motode, yaitu :

1. Metode lapang (Field Researh)

Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian, penulis melaksanakan pengamatan secara langsung mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Kontribusi Marjin dan Optimalisasi penjualan dan melakukan tanya jawab secara langsung dengan Karyawan PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar. Untuk mendapatkan data dalam proses pembuatan laporan ini.

2. Metode pustaka (Field Library)

Metode dimaksudkan menemukan teori-teori yang membahas masalah Contribusi Margin dan hubungannya deangan optimalisasi penjualan terhadap Produk PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar.

26

(42)

27

Sumber tersebut beresal dari buku-buku, leteratur dan bahan-bahan lain yang releven.

C. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data yang gunakan terbagi 2 yaitu :

a. Data Kualitatif, yaitu data non angka yang peroleh dalam tulisan ataupun lisan.

b. Data kuantitatif, yaitu data yang peroleh dari perusahaan berupa angka-angka dan wawancara deskriptif analisis yang bersifat memberikan gambaran, menuliskan dan melaporkan suatu keadaan.

2. Sumber Data berasal dari 2 sumber yaitu :

a. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan melalui berbagai pengamatan serta wawancara dengan pihak karyawan PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar.

b. Data Sekunder, yaitu Data yang didapat dari berbagi laporan- laporan dan informasi secara tertulis yang peroleh dari tempat penelitian.

D. Metote Operasional

Berdasarkan hasil penelitian di perusahaan PT. Cahaya Makmur Bersama definisi konsep yang dapat saya simpulkan berdasarkan kerangka pikir diatas adalah sebagai berikut :

1. Laporan keuangan adalah merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yaitu neraca dan perhitungan rugi laba serta laporan perubahan posisi keuangan.

(43)

2. Kebutuhan modal kerja adalah merupakan strategi yang diterapkan oleh perusahaan dalam rangka memenuhi perputaran modal kerja tersebut.

3. Peningkatan profit margin adalah prestasi yang dicapai perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase, setelah membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan hasil penjualan neto.

E. Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam menyusun laporan ini adalah 2 (dua) metode yaitu :

a. Analisis deskripsi yaitu, menjelaskan contribusi margin dan hubungannya dengan optimalisasi penjualan yang terapkan perusahaan dalam meningkatkan penjualan.

b. Analisis Penjualan untuk menghitung tingkat penjualan produk dari tahun ke tahun.

Adapun Rumusan yang digunakan dalam menghitung Penjualan Produk. Erwan Dukat, Alat-alat Analisa Laporan Keuangan (2002:32) mengemukakan bahwa profit margin adalah untuk melihat efisiensi perusahaan dalam mencapai volume penjualan untuk menghasilkan laba yang diharapkan.

Adapun rumus profit margin tersebut adalah sebagai berikut : Laba Bersih Setelah Pajak

Profit Margin =  x 100 % Hasil Penjualan Neto

(44)

29

BAB 1V

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat PT.Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar Dari perkembangan zaman modern saat ini perkembangan teknologi semakin canggih dalam hal ilmu teknologi dan kesehatan. maka berdirilah PT Cahaya Makmur Bersama (CMB) – tepatnya tanggal 12 Desember (12) tahun 2010, di Kudus, Jawa Tengah. Semoga angka 12 itu – sebuah kejadian langka yang tidak mungkin terulang kembali, menjadikan CMB langgeng dalam mewujudkan visinya: memberikan kemakmuran bersama kepada masyarakat di seluruh persada Tanah Air. PT.Cahaya Makmur Bersama, yang telah berhasil membuat/meracik Rokok kesehatan(Herbal) yang merupakan salah satu terobosan baru dalam dunia kesehatan, yang bahan-bahannya berupa buah sarang semut, jahe merah, kulit kayu manis ,daun kencur, siwak, ginseng, daun sirih,daun singkong, sringunggu serta 18 rempah-rempah pilahan lainnya.

Pada tahun 2009 diadakan penelitian di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Mengenai buah sarang semut sebagai kandungan bahan Rokok Herbal dan disertai bahan-bahan kandungan yang berasal dari daun rempah-rempah yang bisa dijadikan obat, sehinggga terciptalah hasil pembakaran menjadi asap terapi dan memakai teknologi nano davaen kretek yang mengecilkan racun dalam tubuh dan mengeluarkannya tanpa merusak akupuntur atau kulit. Dan pada tahun 2010 dibuatlah pabrik Rokok Herbal di Jepara untuk memproduksi produk Rokok tersebut diatas, dan dibuat kantor pusat di jokjakarta pada tahun 2011 dan pertama kali di

29

(45)

perkenalkan Produk Rokok Herbal ini kemakassar tepatnya tanggal 15, januari, tahun 2012, yang memperkenalkan produk ini ke Makassar melalui Bapak .Hj.Ambo aco, kemudian produk rokok ini diperkenalkan ke tetangganya, malah tetangganya kurang merespon Rokok ini, katanya

“mana ada Rokok yang menyehatkan” sehingga Rokok itu Cuman disimpan di rumah Hj.Ambo aco, selama 3 bulan lamanya setelah kejadian diatas, dan rencananya rokok itu mau dikembalikan ke Jogja. Secara tidak sengaja ada seorang Bapak yang bernama Subair melihat webnya tentang Rokok herbal( Sarmut), kemudian pak Subair menelpon ke kantor pusat Jogja menanyakan rokok herbal ini, maka di hubungilah Hj.Ambo aco dan mulailah di perkenalkan Rokok sarmut pada bulan Maret 2012.

Ternyata rokok Sarmut banyak yang suka karna banyak manfaatnya bagi kesehatan, rokok Sarmut ramah terhadap linkungan dan tidak bebau dimulut, tidak menyebabkan hitam di gigi, dll. Setelah beberapa lama Produk ini diperkenalkan di makassar maka dibutlah Kantor Cabang di Sulawesi Selatan tepatnya di jalan Monumen Emmy Saelan, Komp.

Graha Sari no.A10. Rokok tersebut semakin banyak permintaan dipasaran dan sampai sekarang mempunyai marketing lebih 1.542,(seribu lima ratus empat puluh dua).

B. Visi dan Misi PT. Cahaya Makmur Bersama

Visi tersebut, bukanlah sekadar “gagah-gagahan”, ataupun idealisme pepesan kosong yang mengawang-awang. Melainkan sebuah niat yang mengkristal dalam relung hati yang dalam bagi semua tim managemen.

(46)

31

Makanya, dalam merealisir visi tersebut, satu-satunya cara ditempuh hanya dengan menjadikan CMB sebagai perusahaan network marketing. Banyak alasan kenapa kami memilih network marketing sebagai “kendaraan”

dalam mewujudkan visi kami. Pertama, modal di bisnis ini relatif murah, tapi memberikan penghasilan tanpa batas. Kedua, karena adanya penghasilan, otomatis bisnis ini mencetak entrepreneur seiring dengan berkembangnya kualitas pribadi, entah itu public speaking, leadership, memanage waktu, menata keuangan dan sebagainya. Semua itu bisa diimplementasikan dalam pelbagai kehidupan, sehingga setiap anggota CBM diharapkan menjadi pribadi-pribadi yang handal, punya integritas yang bisa menjadi inspirasi perubahan bagi orang-orang di sekitarnya.

Namun, apa pun visi yang akan dicapai sebuah perusahaan network marketing, menjadi percuma tanpa dibackup sebuah produk yang berkualitas. Bahkan, produk ini, menjadi pondasi utama, yang tidak bisa ditawar-tawar. Makanya, dalam pemilihan produk, kami tidak mau main- main, yaitu rokok herbal yang bahan bakunya berasal dari tanaman berkhasiat, seperti sarang semut, gingseng, kayu manis, ditambah dengan penemuan karya besar anak bangsa, berupa cairan divine kretek. Ramuan- ramuan tersebut, yang menjadikan rokok herbal merk CMB berbeda dengan rokok yang berada di pasaran. Melainkan, sebuah rokok yang dapat menggerus radikal bebas, sebuah zat pemicu lahirnya pelbagai penyakit dalam tubuh. Bahkan, dalam mengusung rokok herbal ini, SBMI bukan hanya sekedar perusahaan network marketing, tapi juga sebuah

(47)

perusahaan pemasar dari Perusahaan Rokok Surya Mukti Abadi yang berada di Kudus, Jawa Tengah. Jadi, sebagai holding dari sebuah perusahaan rokok, maka kualitas dan kontinyu produk tetap terjaga untuk memberikan pelayananan kepada seluruh member dan konsumen CMB di mana pun berada.

Tanpa adanya stok produk, jangan berharap visi memberikan kemakmuran bersama akan terwujud. Sebab, bukan rahasia lagi, salah satu kelemahan sebuah perusahaan network marketing di Tanah Air adalah soal kontinyu produk, karena tergantung kepada supplier, tidak langsung berhubungan dengan pabrik. Ataupun, bila “berhubungan” dengan pabrik, sifatnya hanya makloen. Karena bagian dari pabrik, maka langkah kami memasuki jagad network marketing di Tanah Air penuh percaya diri.

Apalagi, “jam terbang” kami di network marketing, terbilang lumayan sekaligus menjadi “aset” dalam menata dan membangun networking, termasuk berpartner dengan seluruh member CMB. Bahkan, kami punya komitmen tinggi dalam mendukung kesuksesan semua member, entah itu produk, marketing plan, support system dan tools (alat bantu) yang memudahkan seluruh member dalam menjalankan bisnis di CMB.

Kami yakin bahwa kesuksesan semua member adalah indikator terpenting terwujudnya visi kami. Makanya, semangat dan motivasi kami tidak pernah berhenti dalam mendukung kesuksesan semua member, sekaligus “harga mati” yang tidak bisa ditawar-tawar. Semoga Allah memberikan rahmat dan anugerahNya pada kita semua. Amin…

(48)

33

C. Struktur Organisasi PT.Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar Organisasi merupakan wadah kegiatan dari sekelompok manusia yang bekerja sama dalam usaha untuk mencapai tujuan yang telah diterapkan, Agar kerja sama tersebut dapat berjalan dengan baik, maka adanya pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing- masing bagian. Organisasi memerlukanStruktur organisasi yang efektif dan efisien dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Berikut ini adalah gambar.

SKEMA I

Struktur Organisasi PT.Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar.

Sumber Data : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar (2013) D. Uraian Tuga-tugas PT. Cahaya Makmur Bersama

Pimpinan

Sekretaris

Keuangan n

Adm & Pembukuan Penjualan Bagian Lapangan

Seksi Adm Seksi Pembukuan

(49)

Selanjutnya, mengenai tugas, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing personil PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar, adalah sebagai berikut:

1. Pimpinan Cabang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

a. Memimpin dan mengkoordinir terhadap bagian keuangan dan bagian administrasi dan pembukuan.

b. Menentukan kebijaksanaan pelaksanaan kerja, serta menyediakan budget secara periodic.

c. Menerima dan mempelajari laporan-laporan yang disampaikan oleh bagian yang dipimpin.

2. Sekretaris mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : a. Membantu kegiatan pimpinan.

b. Menyiapkan segala fasilitas rapat.

c. Menerima dan mengirim surat serta mengarsipkannya.

3. Kepala bagian Keuangan mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Memimpin mengkoordinir seksi yang dibawahinya.

b. Membantu pimpinan dalam penentuan kebijaksanaan yang berhubungan dengan keuangan.

c. Bertanggung jawab langsung kepada pimpinan.

d. Melakukan penyetoran saldo kas tiap saat.

(50)

35

4. Kepala bagian Administrasi dan pembukuan mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Memipin dan mengkoordinir seksi administrasi dan seksi pembukuan.

b. Membantu pimpinan dalam menentukan pelaksanaan tugas dalam bidang administrasi dan pembukuan.

c. Mengadakan kebutuhan-kebutuhan pokok usaha, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

d. Mengawasi saldo kas dan mempersiapkan serta melaporkan jumlah penerimaan dan pengeluaran kepada pimpinan.

5. Seksi Administrasi mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

a. Membuat surat-surat untuk ditandatangani pimpinan, baik yang sifatnya intern maupun ekstern bagi perusahaan.

b. Menyimpan arsip surat-surat masuk dan keluar.

c. Membuat laporan kegiatan personil setiap hari kerja.

6. Seksi Pembukuan mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : a. Membuat rekapitulasi penghasilan penjualan setiap hari.

b. Membuat rekapitulasi penerimaan yang telah habis setiap hari untuk mengetahui jumlah rata-rata penerimaan yang harus diproduk per bulan.

c. Membuat laporan kas harian untuk penerimaan dan pengeluaran untuk disahkan kepala bagian pembukuan, yang selanjutnya akan disampaikan atau dilaporkan kepada pimpinan.

(51)

7. Bagian Penjualan mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : a. Bertanggung jawab kepada direktur.

b. Menjual barang dagangan.

c. Membuat rekapitulasi ramalan penjualan dimasa yang akan dating.

8. Bagian Lapangan

a. Kepala bagian lapangan bertanggung jawab mengatasi kegiatan di bidang pemasaran seperti persentase produk.

b. Penjualan hasil produksi, penagihan kredit kepada pelanggan serta mengirim produk kepada para pelanggan.

(52)

BAB V PEMBAHASAN A. Gambaran penjualan perusahaan

Dalam suatu perusahaan kegiatan penjualan adalah kegiatan yang penting, karena adanya kegiatan penjualan tersebut maka akan berbentuk laba yang dapat menjamin perusahaan. Aktivitas penjualan merupakan pendapatan utama perusahaan. Dan berbagai macam produk perusahaan PT. Cahaya Makmur Bersama, Rokok Herbal sarang semut yaitu: Mild, Filter, Kretek, Asther, The sarmut, ada pula penetapan marjin dalam per slop atau box yaitu :

Tabel. 1. Marjin dalam per Slop & per Box

PRODUK KANTOR CABANG STOKIST MEMBER

Sarmut Mild Rp. 3.000,- Rp. 10.000,- Rp. 22.000,- Sarmut Filter Rp 3.000,- Rp. 10.000,- Rp. 22.000,- Sarmut Kretek Rp. 3.000,- Rp. 10.000,- Rp. 22.000,- Asther Rp. 3.000,- Rp. 10.000,- Rp. 22.000,- Teh Semut Rp. 3.000,- Rp. 3.000- Rp. 5.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

Keterangan :

Margin untuk kantor cabang sesuai ketetapan perusahaan, jadi margin kantor cabang dalam per slop atau box dan kartu member hanya kantor cabang untuk keuntungnnya dalam per slop atau box yaitu Rp 3.000, (tiga ribu rupiah) tapi dimana margin yang rendah di banding kantor wilayah keuntungan yang lebih tinggi dalam per slop atau boxnya di bandingkan kantor cabang, secara kalkulasinya yang seimbang, kantor cabang yang tunggal di Sul-Sel sesuai ketetapan dan komitmen oleh kantor

37

(53)

cabang dan kantor pusat dan di tanda tangani oleh pihak notaris. Dan kantor wilayah hanya memenuhi persyaratan perbelajaan awal atau pertama sebesar Rp. 25.000.000 (dua pulu lima juta rupiah) dan untuk marjinnya dalam per slop/ box sebesar Rp. 10.000 (sepulu ribu rupiah), dimana perhitungan itu seimbang, kantor wilayah atau stokist tidak terbatasi dan tidak bisa belanja melalui kantor pusat harus melalui kantor cabang sesuai dengan ketetapan perusahaan.

Penjualan memiliki bermacam-macam transaksi penjualan yang terdiri dari : penjualan tunai, penjualan kredit, penjualan konsinyal, penjualan ekspor, serta penjualan grosir, dan ada pula penjualan perusahaan yaitu sebagai berikut :

Tabel. 2. Jurnal penjualan 001

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 1129 68.000,- RP. 76.772.000,-

2 FILTER 898 68.000,- RP. 61.064.000,- 3 1-31/01/12 KRETEK 434 43.000,- RP. 18.662.000,- 4 ASTHER 54 50.000,- RP. 2.700.000,-

5 TEH 973 12.000,- RP. 11.676.000,-

6 PM 91 240.000,- RP. 21.840.000,-

JUMLAH 3579 RP. 192.714.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012 - Jumlah produk yang terjual : 3.579

- Marjin per slop/ box : Rp. 3.000 Jumlah laba : Rp. 10.734.000,-

(54)

39

Tabel. 3. Jurnal penjualan 002

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 1342 68.000,- RP. 91.256.000,- 2 FILTER 998 68.000,- RP. 67.864.000,- 3 1-29/02/12 KRETEK 534 43.000,- RP. 25.632.000,- 4 ASTHER 212 50.000,- RP. 10. 600.000,-

5 TEH 980 12.000,- RP. 11.760.000,-

6 PM 112 240.000,- RP. 26.880.000,-

JUMLAH 4178 RP. 233.992.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

- Jumlah produk yang terjual : 4178 - Marjin per slop/ box : Rp. 3.000,-

Jumlah : Rp. 12.534.000,-

Tabel. 4. Jurnal penjualan 003

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 2356 68.000,- RP. 160.208.000,-

2 FILTER 1421 68.000,- RP. 96.628.000,- 3 1-31/03/12 KRETEK 735 43.000,- RP. 31.605.000,- 4 ASTHER 405 50.000,- RP. 20.250.000,-

5 TEH 1874 12.000,- RP. 22.488.000,-

6 PM 60 240.000,- RP. 14.400.000,-

JUMLAH 6851 RP. 345.579.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

- Jumlah produk yang terjual : 6851 - Marjin per slop/ box : Rp 3.000,-

Jumlah : Rp. 20.553.000,-

(55)

Tabel. 5. Jurnal penjualan 004

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 2429 68.000,- RP. 165.172.000,-

2 FILTER 1198 68.000,- RP. 81.464.000,- 3 1-30/04/12 KRETEK 734 43.000,- RP. 31.562.000,- 4 ASTHER 360 50.000,- RP. 18.000.000,- 5 TEH 1973 12.000,- RP. 23.676.000,-

6 PM 70 240.000,- RP. 16.800.000,-

JUMLAH 6765 RP. 336.674.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

- Jumlah produk yang terjual : 6765 - Marjin per slop/ box : Rp 3.000,-

Jumlah : Rp. 20. 295.000,-

Tabel. 6. Jurnal penjualan 005

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 2139 68.000,- Rp. 145.452.000,-

2 FILTER 1398 68.000,- Rp. 95.064.000,- 3 1-31/05/12 KRETEK 534 43.000,- Rp. 22.962.000,- 4 ASTHER 450 50.000,- Rp. 22.500.000’- 5 TEH 1560 12.000,- Rp. 18.720.000,-

6 PM 75 240.000,- Rp. 18.000.000,-

JUMLAH 6096 RP. 322.698.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

- Jumlah produk yang terjual : 6096 - Marjin per slop/ box : Rp 3.000,-

Jumlah : Rp. 18.288.000,-

(56)

41

Tabel. 7. Jurnal penjualan 006

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 2529 68.000,- Rp. 171.972.000,-

2 FILTER 1878 68.000,- Rp. 127.704.000,- 3 1-30/06/12 KRETEK 834 43.000,- Rp. 35.862.000,- 4 ASTHER 654 50.000,- Rp. 32.700.000,- 5 TEH 1973 12.000,- Rp. 23.676.000,-

6 PM 86 240.000,- Rp. 20.640.000,-

JUMLAH 7954 RP. 412.554.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

- Jumlah produk yang terjual : 7954 - Marjin per slop/ box : Rp 3.000,-

Jumlah : Rp. 23.862.000,-

Tabel. 8. Jurnal penjualan 007

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 2229 68.000,- Rp. 151.572.000,-

2 FILTER 1798 68.000,- Rp. 122.264.000,- 3 1-31/07/12 KRETEK 834 43.000,- Rp. 35.862.000,- 4 ASTHER 604 50.000,- Rp. 30.200.000,- 5 TEH 1873 12.000,- Rp. 22.476.000,-

6 PM 40 240.000,- Rp. 9.600.000,-

JUMLAH 7378 RP. 371.974.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

- Jumlah produk yang terjual : 7378 - Marjin per slop/ box : Rp. 3.000-

Jumlah laba : Rp. 22.134.000,-

(57)

Tabel. 9. Jurnal penjualan 008

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 1946 68.000,- Rp. 132.328.000,-

2 FILTER 1938 68.000,- Rp. 131.784.000,- 3 1-31/08/12 KRETEK 873 43.000,- Rp. 37.539.000,- 4 ASTHER 476 50.000,- Rp. 23.800.000,-

5 THE 1576 12.000,- Rp. 18.912.000,-

6 PM 50 240.000,- Rp. 12.000.000,-

JUMLAH 6859 RP. 356.363.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

- Jumlah produk yang terjual : 6859 - Marjin per slop/ box : Rp. 3.000,-

Jumlah : Rp. 20.577.000,-

Tabel. 10. Jurnal penjualan 009

NO TANGGAL

NAMA

PRODUK BANYAKNYA HARGA JUMLAH

1 MILD 2346 68.000,- Rp. 159.528.000,-

2 FILTER 1841 68.000,- Rp. 125.188.000,- 3 1-30/09/12 KRETEK 935 43.000,- Rp. 40.205.000,- 4 ASTHER 760 50.000,- Rp. 38.000.000,- 5 TEH 2174 12.000,- Rp. 26.088.000,-

6 PM 65 240.000,- Rp. 15.600.000,-

JUMLAH 8121 RP. 404.609.000,-

Sumber data olahan : PT. Cahaya Makmur Bersama Cabang Makassar 2012

- Jumlah produk yang terjual : 8121 - Marjin per slop/ box : Rp 3.000,-

Jumlah : Rp. 24.363.000,-

Gambar

Gambar : Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu, sedangkan struktur organisasi adalah kerangka antara hubungan dari

Struktur organisasi adalah suatu usaha kerjasama dari sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Struktur organisasi perpustakaan adalah himpunan orang-orang yang

Secara umum, sebuah organisasi pada hakikatnya merupakan sekelompok manusia yang saling bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama dan dapat bekerja dengan baik

21.Apakah tugas yang telah dilaksanakan karyawan PT Trans Retail Indonesia Cabang Pannakukang Square Makassar sudah sesuai dengan job design yang tercantum pada Struktur

Organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersamasama

Dengan demikian pelayanan yang diberikan oleh Kantor Cabang PT Pegadaian yang berada diwilayah Kabupaten Barru harus lebih baik lagi dari sebelumnya, sebab apabila pelayanan yang